KATA PENGANTAR

Reformasi birokrasi kepolisian merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh organisasi besar seperti Polri dan lembaga Pemerintahan lain yang mempunyai tugas dan tanggungjawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Perubahan tata kerja organisasi yang semakin baik dalam sistem pemerintahan menandakan adanya perubahan atau reformasi structural dan cultural yang akan menjadikan organisasi Polri tetap mengikuti perubahan sistem tatakelola Negara dan Pemerintahan. Menyikapi hal tersebut, untuk membuat organisasi berjalan pada rel yang telah ditetapkan dalam konstitusi Negara, harus melakukan penataan dan perubahan dalam sistem pelayanan dan kinerja sebagaimana diharapkan oleh masyarakat. Reformasi kepolisian sebagai agenda besar dalam perubahan tata kelola sistem manajemen Polri telah menetapkan Grand Design reformasi birokrasi nasional dalam bentuk Peraturan Menpan No.15/2008 tentang Pedoman Umum Reformasi Birokrasi, merupakan cetak biru reformasi hingga tahun 2025. Reformasi birokrasi nasional dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Dengan kata lain, reformasi birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintah dan pembangunan nasional. Kunci sukses reformasi birokrasi yang dilaksanakan oleh pegawai adalah apabila seluruh aparatur negara mampu mengubah mindset dan cultural set, termasuk partisipasi masyarakat. Berkaitan dengan pelaksanaan Reformasi Birokrasi Nasional, Dit Lantas Polda Metro Jaya, telah mengusulkan Reformasi Birokrasi Polri yang meliputi diantaranya program unggulan melalui quick wins, yaitu transparansi pelayanan SIM, STNK dan BPKB, transparansi pelayanan penyidikan dalam peayanan masyarakat. Program tersebut merupakan produk utama Polri yang mempunyai daya ungkit kuat (key leverage) dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, dan dapat direalisasikan serta hasilnya bisa diukur.

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 1

Untuk mewujudkan hal tersebut sistem pelayanan dilakukan dengan menggunakan sistem pelayanan yang didasari oleh aturan dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat. Wujud nyata pelayanan tersebut berdasarkan rencana aksi reformasi birokrasi Polri dengan melakukan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang memberikan tahapan dan gambaran kinerja personel dalam bidangnya masing-masing sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan. Diharapkan standar operasional prosedur ini menjadi pedoman

pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas fungsi Bag Renmin sebagai unsur pelayanan dan pembantu pimpinan. Sesuai dengan tugas pokok yang diemban Bag Renmin membawahi bidang Urusan Tata Usaha, Urusan Keuangan, Sub Bagian perencanaan, Sub Bagian Administrsi Personel dan Sub Bagian Sarana dan Prasaran sebagaimana diatur dalam Perkap No. 22 Tahun 2010. Dengan demikian semoga Standar Operasional Prosedur (SOP) Bag Renmin sebagai pedoman dalam melaksanakan operasional organisasi pada pelayanan dan unsur pembantu pimpinan dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. SOP ini membantu dan memberikan arah bagi personel dalam menjalankan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya secara professional dan proforsional.

Jakarta, Desember 2011 KABAG RENMIN DIT LANTAS POLDA METRO JAYA

JUMARNO AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 55070508

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 2

URUSAN TATA USAHA

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 3

BAB I URUSAN TATA USAHA I. Program kerja Dit Lantas Polda Metro Jaya tahun 2011. Dalam penerapan tugas sehari-hari. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 4 . Bahan keterangan bagi pimpinan tersebut dituangkan dalam bentuk naskah dinas sesuai dengan peraturan Kapolri Nomor 15 tahun 2007 tentang naskah dinas. Dalam kegiatan tugas UrTU berfungsi membantu dalam memelihara kebersihan Mako serta fasilitas lainnya. Ur TU Bag Renmin menerapkan sistem satu pintu. 3. Dasar 1. hal ini dimaksudkan untuk pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh surat yang keluar dan masuk Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. 2. Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Peraturan Kapolri Nomor 15 tahun 2007 tentang naskah dinas di lingkungan Polri. UMUM A. Latar Belakang Pada hakikatnya. administrasi tata usaha adalah kegiatan melakukan pencatatan untuk segala sesuatu yang terjadi untuk digunakan sebagai bahan keterangan bagi pimpinan. B.

Pengertian-Pengertian 1. C. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 5 . Rencana kegiatan Ur TU Bag Renmin Dit Lantas Polda Metro Jaya tahun 2011. 2. E. menerukskan naskah dinas pada pihak yang bersangkutan antara dua pejabat atau instansi atau lebih.4. fungsi dan peranan dibidang masing-masing yang disusun menurut bentuk-bentuk yang telah ditetapkan. Maksud Dan Tujuan Pelaksanaan tugas Ur TU Bag Renmin membantu terselenggaranya administrasi dalam bentuk naskah dinas dan urusan dalam lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan organisasi. Ruang Lingkup Ruang lingkup standar operasional prosedur Ur TU Bag Renmin ini meliputi seluruh proses administrasi naskah dinas dan urusan dalam di lingkungan pada tingkat Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. mengirim. dari seorang pejabat atau staf yang satu kepada pejabat atau staf lainnya. Penyampaian naskah dinas adalah menyampaikan. dan atau antar kesatuan didalam satu atau lain daerah dalam memperlancar pelaksanaan tugas Polri. Naskah dinas adalah semua tulisan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dilingkungan Polri dalam rangka melaksanakan tugas. D.

7. 8. Keputusan adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Kepala Kepolisian yang berwenang yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau organisasi Polri.3. Mapolres/Polresta atau kesatuannya sendiri. Peraturan adalah ketentuan yang ditetapkan oleh Kepala Kepolisian yang berwenang dan membuat kebijakan yang bersifat mengatur dan mengikat secara umum. Surat perintah adalah suatu bentuk naskah dinas yang memuat pernyataan kehendak pimpinan untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seorang personil atau sekelompok personil dan perintah atau tugas itu mempunyai akibat pertanggungjawaban administrasi. Mapolwiltabes. Nota dinas adalah bentuk naskah dinas yang dibuat guna menyampaikan pemberitahuan. 6. Surat Edaran adalah suatu bentuk naskah dinas yang memuat pemberitahuan tentang tata cara yang berlaku ataupun ketentuan yang harus diperhatikan berdasarkan kebijaksanaan pelaksanaan. Instruksi adalah suatu bentuk naskah dinas yang memuat arahan pelaksanaan suatu kebijakan pokok yang tertuang dalam peraturan dan keputusan. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 6 . 4. Surat adalah bentuk naskah dinas yang dibuat secara tertulis oleh seorang pejabat dalam melaksanakan tugas jabatannya guna menyampaikan pemberitahuan. pernyataan ataupun permintaan kepada pejabat lain didalam lingkungan Mabes Polri. pernyataan. Mapoltabes. ataupun permintaan kepada pejabat lain diluar instansi atau satuannya sendiri. 5. 9. Mapolda.

Naskah dinas adalah bentuk naskah dinas yang dibuat oleh satuan organisasi/pengemban fungsi pada Polri sehubungan dengan kepentingan pelaksanaan tugas. pencatatan. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 7 . penelitian. penerimaan. 11. pengiriman dan penyimpanan suatu tulisan dinas yang timbul sebagai akibat adanya kegiatan pengurusan tulisan dinas. Tata persuratan dinas adalah suatu kegiatan didalam pembuatan.10.

3. 8. 2. 14. Pengecekkan kebersihan dan fasilitas Mako. PELAKSANAAN Urusan Tata Usaha Bag Renmin Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terdiri dari dua bagian yaitu Ur TU dan Urdal. Membuat rencana kebutuhan ATK. Menyiapkan pelaksanaan rapat.II. Membuat jadwal perwira pendamping /pengambil apel Bag Renmin. Mengoreksi Minu Konsep naskah dinas ke Dir / Wadir. 6. Membuat jadwal ajudan apel/fungsi. 4. 7. menggandakan dan mendistribusikan naskah dinas. Memproduksi naskah dinas. Tugas Ur Tu Dan Urdal Bag Renmin Kegiatan administrasi surat menyurat dilingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya adalah sebagai berikut : 1. 5. 11. 9. 13. 10. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 8 . Mengoreksi Minu konsep naskah dinas ke Kapolda / Wakapolda. Menerima. Membuat notulen rapat. Melaksanakan evaluasi pelaksanaan tugas. mengagendakan. dengan pelaksanaan tugas sebagai berikut : A. 12. Membuat notulen arahan Dir/Wadir. Membuat rencana kebutuhan peralatan kebersihan. Menyiapkan apel pagi/fungsi.

Pelaksanaan Kerja / Instruksi Kerja Tahap Persiapan. Peralatan :  Lembar disposisi  Buku agenda dan verbal  Buku ekspedisi  Stempel Dir dan Staf  Tanda terima  Amplop  Sound  Mimbar apel  Absen C. Personil :  Ba Ur TU  Ba Urdal  PNS b. Uraian Kegiatan Urusan Tata Usaha Sebagai pelaksana unsur pembantu pimpinan Urusan Tata Usaha Bag renmin mempunyai tugas dan tanggung jawab yang lebih spesifik dapat diuraikan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 9 .B. a.

Memberikan salam dan bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat/tamu yang datang ke Ruang Ur TU. Pelaksanaan kerja Ur TU Bag Renmin: a. c. f. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 10 . Apabila ingin bertemu pimpinan diarahan ke Spri Dir /Wadir.1. 2. disposisi tersebut dicatat dibuku agenda dan didistribusikan sesuai arahan pimpinan tersebut. Apabila surat sudah didisposisi pimpinan. maka konsep surat tersebut akan diparaf dan akan diteruskan secara berjenjang. maka diberikan tanda terima. d. Apabila ada kesalahan. b. maka konsep surat tersebut akan dikembalikan kepada konseptor surat tersebut. c. e. Tanyakan kepada masyarakat/tamu untuk keperluan mengantar surat atau bertemu pimpinan. Apabila mengantar surat. d. Surat yang diterima diagendakan dan diberikan lembar disposisi untuk diteruskan kepada pejabat yang berwenang. Proses mengoreksi konsep surat a. Konsep surat yang diakan diajukan kepimpinan diterima oleh Ba Ur TU. Konsep surat dikoreksi sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 15 tahun 2007 tentang naskah dinas. Apabila tidak ada kesalahan. b.

Produk surat akan dikoreksi oleh Kaur TU dan dilanjutkan secara berjenjang.  Nota dinas kepada Bag/Sat/Subdit/Satwil untuk menindaklanjuti surat masuk. akan diberikan nomor yang ditulis di buku verbal.  Surat jawaban perihal pinjam pakai Aula TMC Dit Lantas Polda Metro Jaya.  Nota dinas ATK kebutuhan Ur TU. e. c. Memproduksi naskah dinas. Surat jawaban kepada masyarakat/instansi mengenai undian dan lain sebagainya. a. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 11 . maka Ur TU akan membuat produk surat yang dimaksud. d. Surat perintah menghadiri undangan.    Surat perintah untuk membantu mahasiswa. Surat tersebut distempel dan dimasukan kedalam amplop dan didistribusikan kepada yang bersangkutan. Apabila ada disposisi dari pimpinan untuk Ur TU agar membuat produk naskah dinas. Produk naskah dinas yang dibuat Ur TU antara lain :   Surat rekomendasi mahasiswa.3. b. Surat perintah sebagai ajudan pada saat apel pagi/fungsi. Produk surat yang sudah jadi.

c. Penomoran surat Ur TU menerapkan sistem satu pintu yang seluruh surat keluar dan masuk melalui TU. Menyiapkan MC. Membuat jadwal piket untuk kebersihan Aula dan Mess TMC kepada seluruh PNS Dit Lantas Polda Metro Jaya. Menyiapkan notulen. Microphone di Ruangan/Lapangan. mimbar apel. d. Menyiapkan sound. penomoran surat yang mengatasnamakan Dir Lantas Polda Metro Jaya. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 12 .4. Pembuatan amplop Dit Lantas Polda Metro Jaya Menjaga kebersihan Markas Komando a. khususnya seluruh perwira Dir Lantas Polda Metro Jaya. ajudan dan lain sebagainya. penomoran dilakukan di Setum Polda Metro Jaya. 6. Mengecek keberadaan cleaning services. Mempersiapkan Rapat dan Apel Pagi/fungsi a. b. 7. a. namun untuk surat yang mengatasnamakan Kapolda Metro Jaya. Membuat plang nama pejabat yang menempati tempat tertentu. b. 8. Mengatur parkir di depan Gedung Biru. Membuat absen baik absen personil Renmin dan Opsnal. 5.

Selesai rapat/apel pagi/fungsi anggota tersebut membuat notulen. 2. Ur TU Bag Renmin Kegiatan Ur TU Bag Renmin Dit Lantas Polda Metro Jaya dilaksanakan setiap hari dimulai pada pukul 06.00 WIB. Urdal Kegiatan Urdal dilaksanakan mulai pukul 05. Menyediakan cone untuk mencegah parkir yang melimpah dan tidak teratur serta tidak pada tempatnya. Memelihara fasilitas gedung Dit Lantas Polda Metro Jaya. dimulai dengan menyediakan perlengkapan apel sampai dengan mengecek kebersihan. Selesai membuat notulen. d. Waktu Pelaksanaan 1. 9. Notulen didistribusikan kepada seluruh Bag/Sat/Subdit/Satwil.00 WIB. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 13 . 10. anggota TU membuat surat pengantar kepada Bag/Sat/Subdit/Satwil yang ditandatangani pejabat/Kabag Renmin. D.30 s/d 22.b. c. Membuat notulen a. fasilitas dan parkir. b. Anggota TU mengikuti Rapat dan Apel pagi/fungsi.

SOP ini dijadikan pedoman dengan pertimbangan sebagai berikut : A. C. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 14 . hal-hal yang belum diatur dalam SOP ini akan ditentukan kemudian. Standar Operasional Prosedur (SOP) Ur TU Bag Renmin Direktorat Lalu Lintas ini dibuat untuk dapat dijadikan acuan atau pedoman praktis bagi personil. Penutup Pembuatan standar operasional prosedur (SOP) ini dibuat sebagai penuntun dalam pelaksanaan tugas yang belum diatur oleh peraturan yang lebih atas. B.III. SOP ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

URUSAN KEUANGAN Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 15 .

BAB II URUSAN KEUANGAN I. Pengertian Dalam SOP ini yang dimaksud dengan : 1. Daftar Isian pelaksanaan Anggaran yang selanjudnya disingkat DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh Kapolri serta disahkan oleh Direktur Jenderal perbendaharaan atas nama Menteri keuangan dan berfungsi sebagai dasar untuk melakukan tindakan yang mengakhibatkan pengeluaran Negara dan pencairan dana atas beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) serta dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah. Pendahuluan A. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 16 . Umum : Bahwa dalam rangka menyelenggarakan administrasi pertanggung-jawaban keuangan yang akuntabel dan transparan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok. fungsi dan peranan khususnya satker Dit Lantas Polda Metro Jaya B.

Kuasa Penguna Anggaran dilingkungan polri yang selanjutnya di singkat KPA adalah Kepala Satuan Kerja (Kastker) selaku pejabat penguna anggaran / pengguna barang satuan kerja yang dipimpinnya. 7. Bendahara Satuan Kerja yang selanjutnya disingkat Bendahara adalah unsur pelayanan dan pelaksanaan Staf pada satuan kerja (Satker) yang melaksanakan tugas menerima. Perjabat Penerbit SPM adalah PA/KPA atau pejabat yang ditunjuk menguji oleh PA/KPA yang diberi kewenangan untuk tagihan kepada Negara. Pengunaan Anggaran dilingkungan polri yang selanjutnya di singkat PA adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). 5. 4. Surat perintah membayar yang selanjudnya disingkat SPM adalah dokumen yang ditertibkan oleh PA/KPA untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen laianya yang dipersamakan. 3. menyimpan. membebankan pengeluaran sesuai mata anggaran yang bersangkutan dan menandatangani SPM. 6.2. menatausahakan dan mempertanggung jawabkan uang untuk keperluan Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 17 . membayarakan. Pejabat Pembuat Komitmen dilingkungan polri yang selanjutnya di singkat PPK adalah Pejabat yang diangkat oleh PA/KPA sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa.

dan lain-lain belanja pegawai. Belanja Barang adalah dana yang disediakan/dialokasikan dalam DIPA untuk pengadaan barang dan jasa. Bealanja Pegawai adalah dana yang disediakan/dialokasikan dalam DIPA untuk pembayaran gaji. 8. Administrasi Pertanggung jawaban Keuangan yang selanjutnya disebut Perwabku adalah dokumen laporan keuangan yang dilengkapi dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran uang yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dalam belanja ini termasuk untuk tanah .serta tunjangan . 9. 11. Belanja Modal adalah dana yang disediakan/dialokasikan dalam DIPA dalam rangka pembentukan modal. Kantor Pelayanan sisingkat Jenderal Perbendaharaan (KPPN) adalah Negara intansi yang vertikal selanjutnya Direktorat Perbendaharaan Departemen Keuangan yang berada dibawah dan tanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 12. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 18 . 10.belanja Negara dalam rangka pelaksanaan APBN pada Satker dilingkungan Polri. jaringan maupun dalam bentuk pisik lainya. peralatan dan mesin. gedung dan bangunan . pemeliharaan dan perjalanan.

Panitian Pengadaan PA/KPA. 17. baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun oleh penyedia barang /jasa. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat SPP adalah yang dibuat/ditertitkan oleh pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan dan disampaikan kepada PA/KPA atau pejabat lainya yang ditunjuk selaku pemberi kerja untuk selanjudnya diteruksan kepada pejabat penerbit SPM berkenaan. Kontrak adalah perikatan antara PPK dengan penyediaan barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. untuk adalah tim yang diangkat oleh pemilihan penyediaan melaksanakan barang/jasa. Surat Jaminan adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh bank umunm/lembaga keuangan lainya yang diberkan oleh penyediaan barang/jasa kepada PPK untuk menjamin terpenuhinya persyaratan/kewajiban penyediaan barang /jasa. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah kegiatan pengadaan barang/Jasa yang dibiayai dengan APBN. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 19 .Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 14.13. 15. 16.

pol.C. Undang-undang nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara. 3. 2. Peraturan kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor : 10 tahun 2008 tentang administrasi pertanggung jawaban keuangan di lingkungan kepolisian negara republik indonesia.06 / 2005 tentang tata cara pelaksanaan anggaran belanja pegawai. belanja barang. 5. surat edaran bersama direktur jenderal perbendaharaan departemen Keuangan dan deputi perencanaan umum dan pengembangan kapolri No. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 20 . Keputusan bersama menteri keuangan dan kepala kepolisian negara republik Indonesia Nomor : 14 / KMK . : se / 23 / 2005 tentang petunjuk teknis modal dan belanja lain-lain di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia . Undang-undang nomor 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 4. Undang-undang nomor 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara. Dasar 1. 6. belanja modal dan belanja lain-lain di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Maksud : Sebagai pedoman dan melaksanakan tugas di bidang urkeu bagrenmin Dit lantas Polda Metro Jaya. E.D Maksud Dan Tujuan 1. Ruang Lingkup Ruang Lingkup Standar Operasional Prosedur (SOP) Ur Keu Bag Renmin Dit Lantas Polda Metro Jaya Meliputi kegiatan Operasional Kasatker dalam bidang keuangan yang akuntabel dan transparan. Tujuan : Terwujudnya keseragaman tertib dan administrasi kesamaan dan tercapainya dalam pemahaman penyelenggaraan perwabku dijajaran lalu lintas Polda Metro Jaya. proporsional sesuai standar pelaksanaan tugas. 2. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 21 .

Tugas Pokok dan Fungsi A.II. menganalisa. D. dokumentasi. Urusan Administrasi Adalah pelaksanaan tugasnya menyelenggarakan dan melaksanakan korespondensi. B. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 22 . Urusan Gaji Adalah pelaksanaan tugasnya menyelenggarakan administrasi pelayanan gaji dan belanja pegawai lainya. memverifikasi serta menilai dan menguji kelengkapan dokumen keuangan satker.membayarkan atau menyerahkan.ketatausahaan perkantoran dan kearsipan serta tugas-tugas pelayanan staf lainya yang di bebankan oleh Kaur Keu C. menatausahakan dan mempertanggung jawabkan uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. perpustakaan . pembukuan akuntansi. Kapala Urusan Keuangan Bag Renmin Adalah unsur staf yang bertugas membantu Kasatker dalam menyelenggarakan pelayanan keuangan ditingkat satker yang meliputi kegiatan menerima. Urusan Akun / Verifikasi Adalah pelaksanaan tugasnya menyelenggarakan memo penyesuaian jurnal akuntansi. menyimpan . Yang di bantu beberapa paur. pelaporan dan perwabku gaji / belanja lainya serta berkoordinasi dengan urusan akuntasi / verifikasi dan urusan data computer.

perekaman data .E. dokumen sumber. data akutansi dan melaksanakan back up data serta menyiapkan data membuat laporan LPJ. Urusan Data Adalah pelaksanaan tugasnya menyelenggarakan Pengelolaan data. Bantuan Umum Adalah pelaksanaan tugasnya membantu para ur keu antara lain 1) Menerima dan mengkompulir surat masuk yang ditujukan kepada Kaur Keu 2) 3) 4) Mengagendakan Surat. F. Mengkoreksi Perwabku sesuai penaggunaanya Melayani dan mendata bagi personel lalu lintas yang mengusulkan pangkat dan berkala Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 23 .

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 24 . Mengawasi kegiatan yang telah dilaksanakan Kordinasi ke masing-masing Paur b. Urmin 1) Menerima dan mengkompulir surat masuk yang ditujukan kepada Kaur Keu Bagrenmin 2) Mengagendakan surat sebelum diajukan kepada Kaur Keu Bagrenmin.III. Kaur Keu Bag Renmin 1). Pengorganisasian STRUKTUR ORGANISASI URUSAN KEUANGAN BAG RENMIN a. 2). 3) Menyotir surat yang keluar dari Kaur Keu Bagrenmin.

9) Membuat Laporan Nominatif anggota Ur Keu bagrenmin. 11) Membuat Laporan Hasil Giat Turjawali Ur Keu bagrenmin. Ur Akun/Verifikasi 1).Ijin. Merencanakan penetapan sasaran dan perhitungan indicator keluaran / penyerapan Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 25 . 8) Melayani pengajuan bagrenmin. umroh.4) Mendistribusikan Surat Bagrenmin. Membuat surat pengantar ke jajaran para Paur Keu. Menerima usulan perkiraan penarikan dari satfung /satker sesuai Renbut 3). c. Melayani administrasi anggota Ur keu yang akan melaksanakan Cuti. sesuai isi disposisi Kaur Keu 5) 6) 7) Melakukan kegiatan pengarsipan surat. berkala. Merencanakan penyusunan penarikan di dasarkan pada rencana belanja bulanan sesuai rengiat satfung/satker 2). Ur Gaji. 13) Membuat Laporan penggunaan ATK. nikah.cerai.Ur Verifikasi/ Akun. UKP anggopta Ur Keu 10) Membuat Sprin tugas turjawali. Ur Data dan Ur Min. menerima dan membelanjakan uang ATK serta mempergunakannya sesuai kebutuhan pada Ur Keu. dan Haji. 12) Mengajukan.

4).

Merencanakan program/kegiatan/sub kegiatan dan sesuai akun penetapan sasaran yang harus sesuai dengan RKAKL

5).

Melakukan rumusan penarikan sumber dana harus sesuai dengan ketentuan pembayaran

6).

Membuat SPM uang persediaan (UP). a). Surat permohonan dari kuasa anggaran atau pejabat yang ditunjuk yang menyatakan bahwa

Uang persediaan tersebut tidak untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang menurut ketentuan harus LS. b). c). d). SPM (surat perintah membayar). Perincian Pengunaan UP. Photo Copy Rekening Koran atas nama Bendahara Dit lantas Polda Metro Jaya. e). Photo Copy Brita Acara Rekonsiliasi (proses indikasi dari hasil pencocokan atau rekonsiliasi antara laporan dan Sai yang diproses secara computer). 7). Membuat SPM Langsung (LS). a). Surat peryataan dari kuasa anggaran atau pejabat yang ditunjuk persediaan yang menyatakan bahwa Uang tidak untuk membiayai

tersebut

pengeluaran-pengeluaran yang menurut ketentuan harus LS

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 26

b).

Surat permohonan Tagihan dari pihak ke tiga antara laian : 1). Pemeliharaan Ranmor R2/R4/ R umum. 2). Pemeliharaan Gedung . 3). Pengadaan Makan Tahanan. 4). Pengadaan ATK. 5). Pengadaan Material Regident

c). d). e). f). g). h).

SPM LS (surat perintah membayar). Ringkasan Resume Kontrak. Surat peryataan SPM LS. Faktur Pajak. SSP ( Surat Setoran Pajak). Photo Copy NPWP pihak Ke 3 ( Nomer pemilik wajib pajak).

8).

Membuat SPM Tambahan Uang Persediaan. a). Surat peryataan TUP dari kuasa anggaran atau pejabat yang ditunjuk yang menyatakan bahwa

Uang tambahan persediaan. b). Surat Rincian penggunaan TUP antara laian : 1). Lidik sidik keselamatan. 2). Perawatan tahanan . 3). Har kendaraan. 4). Pengadaan ATK Dll. c). d). SPM LS (surat perintah membayar). Karwas (kartu Pengawas).
Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 27

e).

Photo CopyRekening Koran atas nama Bendahara Dit Lantas.

9).

Membuat SPM NIHIL. a). SPTB belanja) b). Surat Setor pajak (SPP) yang telah diligalisir oleh kuasa Penguna Anggaran ditunjuk. c). Kwitansi /tanda bukti pembayaran. atau pejabat yang (surat peryataan pertanggung jawaban

TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PENARIKAN DANA OLEH SATKER

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 28

Tunjangan PPH Pasal 21 g). Gaji Susulan. Tunjangan Umum e). Tunjangan Beras (10 Kg perjiwa) f). Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 29 . 2).d. b). 3). Membuat Rekap gaji yang akan di usulkan pada bulan berikutnya sesuai LM 01 5). Menerima dan mengkompulir data-data keluar masuk Melakukan cek data bagi anggota yang berhak mendapatkan berkala. Ur Gaji 1). Gaji Induk. Jenis SPP Gaji a). Tunjangan Fungsional d). 4). Tunjangan Anak – 2 % X Gaji Pokok (maksimal 2 anak) C). Honorarium/vakasi/lembur 6). Melakukan cek data bagi anggota yang berhak atas Tunjangan Anak. Jabatan. Tunjangan Keluarga 1). Gaji pokok b). Komponen Gaji a). Tunjangan Struktural 2). Tunjangan Jabatan 1). IStri. Tunjangan Istri/Suami – 10 % X Gaji Pokok 2).

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 30 . Gaji Terusan. Tunjangan Jabatan Struktural. e). uang Duka Wafat. Tunjangan Umum Pns.450 – perjiwa). Gaji Pokok (GP). d). i). Uang Duka Tewas. Kekurangan Gaji. 7). Tunjangan Beras ( Rp. Jumlah potongan. 8). Potongan : PFK 10%. f). Tunjangan Itri / suami . h). Tunjangan Itri / suami . Gaji Induk a). PPh. Tunjangan Anak. l). Uang Muka Gaji. j). m). Taperum. k).c). g). b). f). b). e). Gaji Pokok (GP). Tunjangan PPh. c). n). Tunjangan Fungsional. 31. Tunjangan Jabatan Fungsional. g). Jumlah gaji kotor. Pembulatan. d). Jumlah gaji bersih. Gaji Susulan a).

Tunjangan Jabatan Fungsional. Tunjangan Jabatan Struktural. Tunjangan Beras ( Rp. 31. m). d). i). k). f). Tunjangan Anak. Tunjangan PPh. Pembulatan. Tunjangan Umum Pns. g).c). b). j). h). 9). PPh. Tunjangan Umum Pns. l). Kekurangan Gaji a). e). Tunjangan PPh. d). Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 31 . Potongan : PFK 10%.450 – perjiwa). Tunjangan Itri / suami .450 – perjiwa). j). g). c). 31. Tunjangan Jabatan Struktural. Jumlah gaji kotor. h). n). Jumlah gaji bersih. f). Tunjangan Fungsional. e). Tunjangan Beras ( Rp. Gaji Pokok (GP). Taperum. Jumlah gaji kotor. Tunjangan Jabatan Fungsional. i). Tunjangan Fungsional. Jumlah potongan. Pembulatan. Tunjangan Anak. k).

n).Lajang : 1 Bulan . Gaji Terusan a). Potongan : PFK 10%. Pembulatan. 10). PPh. Tunjangan Anak. i). Diangsur Maksimal 20 Kali 11). f). Uang Muka Gaji a). b). Tunjangan Anak. Gaji Pokok (GP). h). Tunjangan Jabatan Fungsional. Jumlah gaji bersih. Jumlah potongan. e). b). Jumlah gaji kotor. Tunjangan Itri / suami . Tunjangan Itri / suami . Diangsur Maksimal 10 Kali . g). c). Tunjangan Fungsional. Tunjangan PPh e). Potongan : PFK 10%.l). f). Jumlah gaji bersih. Jumlah potongan. Gaji Pokok (GP). c). Tunjangan Jabatan Struktural. Taperum. d). PPh. Keterangan: . d). Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 32 . Taperum.menikah : 2 Bulan . m).

h). Uang Duka Wafat a). Jumlah gaji kotor.g). n). j). Gaji Pokok (GP). Tunjangan Umum Pns. l). Tunjangan Beras i). h). Jumlah potongan.    PNS diberikan selama 4 Bulan POLRI diberikan selama 6 Bulan Gaji diberikan 12 bulan apabila bisa dilampirkan Bintang Nararia  Gaji diberikan 12 bulan apabila Meninggal dalam Tugas kepolisian. Tunjangan PPh. Tunjangan Jabatan Fungsional. Tunjangan Beras ( Rp. Pembulatan. Tunjangan Itri / suami c). 31. m). Tunjangan Anak. Potongan : PFK 2 %. d). f). Tunjangan Umum Pns. i).450 – perjiwa). Pembulatan. PPh. k). e). Tunjangan Fungsional. b). Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 33 . 12). Tunjangan Jabatan Struktural. g). Jumlah gaji bersih.

Surat kematian.UDW (uang duka wafat) 3 kali jumlah gaji kotor . surat Pindah. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 34 . Surat Peryataan melaksanakan Tugas. Uang Lebur a) Uang makan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya dua jam berturut-turut b) Batas waktu kerja lembur maksimal 3 jam sehari atau 14 jam dalam seminggu (diluarhari libur biasa dan hari libur lainya) c) Tarif lembur pada hari libur dihitung 200 % dari tariff lembur hari kerja. dilengkapi dengan Daftar gaji Induk/Gaji Susulan/ Kekurangan Gaji/ Uang Duka Wafat Tewas. Surat keterangan masih Sekolah/ kuliah. Jumlah gaji kotor. Daftar keluarga (KP4) . Pembayaran Gaji Induk /Gaji Susulan /Kekurangan Gaji/Gaji Terusan /Uang Duka /Wafat /Tewas. Sk Jabatan. SSP PPh Pasal 21.j). SSP/LS Gaji . . SKPNS. Lembur Honorarium Kelengkapan persyaratan : a).UDT (uang duka tewas) 6 kali jumlah gaji kotor 13). SKCPNS. Kenaikan Gaji Berkala. 14). SK Kenaiakan Pangkat. Kelengkapan tersebut diatas digunakan sesuai peruntukannya. Fotokopy Surat Dinas.

daftar hadir kerja. dan SSP PPh Pasal 21 e. Pembukuan Bendahara a). daftar pembayaran perhitungan honor/vakasi yang ditandatangani oleh kuasa PA/Pejabat yang ditunjuk dan bendahara Pengeluaran yang bersangkutan . surat perintah lembur. Laporan pertanggung dokumen jawaban sumber Bendahara pembukuan (LPJ) bagi merupakan bendahara pengeluaran. Dalam pelaksanaan tugasnya Urdata membuat laporan pembukuan LPJ ( Laporan Pertanggung jawaban Bendahara). Urdata wajib menyelenggarakan pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dengan tertulis tangan atau computer. c). b). Pembayaran Honor/Vaksi dilengkapi dengan surat keputusan tentang pemberian honor vakasi. Pembayaran Lembur dilengkapi dengan pembayaran perhitungan lembur yang ditandatangani oleh kuasa PA/Pejabat yang ditunjuk dan bendahara pengeluaran satker/SKS yang bersangkutan .b). Ur Data 1. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 35 . daftar hadir lembur dan SSP PPH pasal 21 c).

Neraca SAKPA. Register Pengiriman. Urdata melakukan Rekonsiliasi ke KPPN setiap bulannya dengan melampirkan : 1). 5). 3). f). g). Daftar buku Besar dan ADK-GL UAKPA. Surat pengantar. e) LPJ wajib disampaikan secara bulanan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja bulan berikutnya disertai salinan rekening Koran dari Bank/Pos untuk bulan berikutnya dalam rangkap 2 dan dapat disampaikan bersamaan dengan rekonsiliasi laporan keuangan UAKPA. Menatausahaklan hasil cetakan buku kas umum dan buku-buku pembantu bulanan yang telah ditandatangani Bendahara dan diketahui Kuasa PA. Rekening Koran. Mencetak Buku Kas Umum dan satu bukukali bukupembantu sekurang-kurangnya dalam satu bulan. Pembukuan dengan menggunakan computer Urdata Bendahara wajib : 1). 4). 2). LPJ disususn berdasarkan buku kas umum. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 36 .d). 2). buku-buku pembantu pengawasan anggaran yang telahdiperiksa dan direkonsiliasi oleh kuasa PA.

Nominatif dan Sprin Pelaksanaan. SSBP/SSPB yang telah diligalisir oleh KPPN Penerima. Opsnal yang didukung dengan dana DIPA. Banum 1). 7). 10). Neraca BMN. Membantu Ur Verifikasi dalam pengecekan Perwabku. 9). pengembalian Belanja. 7). Melaksanakan kegiatan administrasi surat menyurat Laporan Pertanggung Jawaban bendahara. Laporan Realisasi Anggaran belanja. f. Membuat surat-surat yang berkaitan dalam tugas Ur Keu Bagrenmin. 3). Melayani anggota Dit lantas yang mengajukan Status. pendistribusian). Pendapatan. 4). 11). (agenda. 6).6). Membantu Ur gaji untuk merekap data gaji anggota. Pengembalian pendapatan. 2). Membanatu melaksanakan tugas kesiapan perkantoran. Ralat SPM bila diperlukan. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 37 . 8). 8). Register Pengiriman Ke UAKPA-W bulan Lalu. berkala. Membantu ur gaji untuk merekap data gaji anggota. jabatan. pengarsipan. pangkat. Membuat laporan-laporan pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan tugas para Ur Keu Bag renmin . 5).

Anggota yang mengajukan permohonan berkala/kenaiakan gaji segera direkap di LM-1 c). Mencatat surat yang masuk atau keluar didalam buku agenda b). Pajak tahunan. Mengarsipkan Surat-menyurat sesuai keperuntukannya Melayani Anggota Dit lantas yang mengajukan Status. KU 1. Dll e). Menindak Lanjuti Disposisi Kaur Keu Bagrenmin dengan membuat surat sesuai dengan jukminu maupun koornasi dengan pihak terkait. Berkala. Rincian gaji. Anggota yang dating diterima dan dilayani dengan pelayanan Prima b). Anggota yang mengajukan Permohonan Perumahan segera dibuatkan rincian gaji sesuai DPP Bulanan yang diminta d). d). Merekap gaji bulanan anggota disesuaikan . Rutin 1) Surat Menyurat : a). 2) Pelayanan Kepada Anggota a). berkala. c).III. dengan rekap potongan dari primkoppol lantas. PELAKSANAAN KEGIATAN A. Anggota yang mengajukan KU1 / keterangan Keluarga agar di buat sesuai data yang berdasar pada buku gaji Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 38 .

Membuat daftar Absensi kehadiran untuk anggota Ur Keu Bagrenmin. Mengarsipkan perwabku atau pilun-pilun yang kebutuhan ATK di bersangkutan dengan Ur Keu Bagrenmin. harus di ditandatangani oleh Kaur Keu B. f. pengarsipan. Pengawasan Dan Pengendalian 1. Melaksanakan kegiatan administrasi surat menyurat (agenda. e).KU 11 dan ditanda tangani oleh Kaur Keu dan Kabag Renmin. Mengusulkan/mendistribusikan masing-masing Paur Keu. g. d. menindak lanjuti Disposisi surat dari Kaur Keu untuk diagendakan dan disampaikan kepada para Paur Keu Bag renmin. e. Anggota yang mengajukan permohonan penghasilan/ rincian gaji Bagrenmin. Mengkoreksi Surat sesuai Jukmin. Paur Min a. c. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 39 . pendistribusian). Membukukan surat masuk/keluar ke dalam buku Agenda b.

buku pembantu Pajak.Kas bank. e). (3). buku Kas Rekonsiliasi dan Laporan pertanggung jawaban Kas Bendahara. Mencocokan Nwitansi UP yang belum di SPM kan dengan Laporan Neraca keuangan. Laporan Kas Bank Manual untuk mengolah data di input dalam pos-pos tertentu yang ada didalam LPJ (Kas Bendahara. Buku pembantu UP. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 40 . buku pembantu LS. (3). BPBPP. Membuat SPM (surat perintah membayar) Melampirkan SSBP (Benma penerimaan) Melampirkan Laporan Operator SImak dan Membukukan LPJ ( Laporan Pertanggung Jawaban Bendahara) (1). c) Mengirim Rekonsiliasi laporan dengan Sakpa KPPN dengan (Kantor melakukan Pelayanan perbendaharaan dan kas Negara ) Jakarta III d) Membuat dan membukuan laporan Daya serap (1). (2). Paur Data a) b) Membukukan dan membuat laporan sakpa Koordinasi dengan Benma (Bendahara penerimaan ) dan Operator Simak BMN sesuai dengan turunya SPM/SP2D dan bukti setor dari SSB/Benma.2. Terima Laporan Kas Bon Manual BS 1 sampai dengan BS (2).

Pensiun (5).f). c) Membuat catatan atau buku manual berupa (1). Aktif atau Warakawuri (6). Tunjangan Jabatan (4). Paur Gaji a) Mengumpulkan SK dari anggota yang mengajukan permohonan b) Cek kebenaran SK sesuai TMT masa dinas anggota Polri/PNS. (3). Proses pembukuan Laporan Rekonsiliasi anggaran (Daya Serap) (1). Terima SPM berikut SP2D untuk langsung dibukukan bagi anggaran yang berdasarkan (LS) kegiatan yang sudah dilaksanakan tetapi belum didukung anggaran (2). Tunjangan IStri/Suami (3). Terima SPM berikut SP2D dan SPM GU Nihil untuk dibukukan bagi anggaran yang berasal dari (UP) Uang Persediaan. Mencocokan data yang telah dibukukan dengan laporan SAKPA 3. Penghentian gaji (7). Gaji Berkala (2). Skorsing anggota Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 41 .

Pemohonan Harwat (7). Mencatat perubahan gaji di LM 01 Koordinasi SKPP anggota dari luar satker (Beda KPPN) untuk mengentri gaji di Lantas f) Mengumpulkan SK dari anggota yang mengajukan permohonan g) Cek kebenaran SK sesuai TMT masa dinas anggota Polri/PNS. Permohonan Turjawali (3). Mutasi Interen d) e). Permohonan ATK Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 42 . Mutasi anggota dari atau ke satker lain (9). Permohonan Patroli (4). Permohonan Tilang (2). (1). Permohonan Pemeliharaan Ranmor R2. Kenaikan pangkat (10). Permohonan keselamatan lalu lintas (5). Paur Verifikasi a) Mengkompulir data dari satker yang mengajukan permohonan antara lain. Permohonan Lidik -sidik (8).(8).R4. umum (6). h) i) Mencetak gaji dan rekap gaji Koordinasi dengan bidang Telematika untuk entri gaji data perubahan gaji 4.

Spm Ringkasan Kontrak Surat Peryataan SPM.LS SSP Photo Copy NPWP Faktur Pajak Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 43 . Permohonan Honor lembur b) c) Cek kebenaran permohonan perwabku dari satker. (5). (3). Permohonan PNBP (honor petugas samsat) (10).(9). Membuat rekapitulasi penyerapan anggaran yang diusulan dari satker apakah sudah sesuai dengan Rendisgar d) Membuat rekapitulasi permohonan dari satker atau Nota dinas ditujukan kepada DIR untuk dapatnya ditindak lanjuti (DISPOSISI) e). (2). (4).R4. (6). Apabila permohonan penyerapan anggaran dari satker terdapat kesalahan maka permohonan segera di kembalikan ke satker tersebut agar segera di perbaiki f) g) h) permohonan segera dibuatkan SPM SPM di ajukan kepada DIR lantas untuk disetujui Mengajukan anggaran ke KPPN Jakarta III di Jakarta Timur antara lain i).R Umum (1). Pengadaan Lelang Harwat Ranmor R2.

LS SSP Photo Copy NPWP Faktur Pajak k). Membuat Cek untuk menarik anggaran yang sudah turun di rekening Bendahara Lantas m). (4). Cek ditandatangani oleh Bendahara lantas dan dibubuhkan Stempel Bendahara n).R Umum (1). Mendistribusikan dukungan anggaran ke satker yang mengajukannya (sesuai renbut) p). Spm Surat Peryataan Pertanggungjawaban Belanja (SPTJB) (3). Surat Pesanan Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 44 . (2). (6). (5). Terbit SP2D dari KPPN. Kita lakukan Penarikan Anggaran Sesuai Dana yang kita ajukan. l). (3).R4. Mengambil dukungan anggaran di bank BRI sesuai rekening yang disetujui o). (2).j) Non Lelang (1). Spm Ringkasan Kontrak Surat Peryataan SPM. Membuat perwabku sesuai anggaran yang sudah disalurkan antara lain : Pengadaan Lelang Harwat Ranmor R2.

(9). (8). BA Pengujian /Pemeriksaan Barang (11). Kwitansi Faktur barang Faktur Pajak SSP Surat Penunjukan Rekanan Surat perintah Kerja (10). BA Terima barang (12). BA selesai Pekerjaan (13). (6).(4). Resume Kontrak Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 45 . (7). (5).

Tepat waktu dan sasaran VII. Ketentuan Lain 1. PENUTUP Demikian Satandar Prosedur (SOP) di lingkungan Ur Keu Bagrenmin Dit Lantas Polda Metro Jaya dibuat untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas. Dalam pelaksanaan tugasnya dilarang : a). b). Indikator keberhasilan a). e). d).VI. Tidak ada masalah dalam surat menyurat Pelaksanaan tugas sesuai dengan maksud dan tujuanya Complain dapat diminimalisir Anggota Dit Lantas yang dilayani merasa diperlakukan dengan baik e). 2. c). b). c). Menyimpang dari tugas yang telah ditentukan Menerima segala bentuk dan imbalan atau pungli Merokok saat bertugas Bersikap kasar dan Arogan Melakukan tindakan tercela yang dapat merugikan Masyarakat. d). Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 46 . atau Anggota dan Kesatuan.

SUB BAGIAN PERENCANAAN Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 47 .

Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. pemerintah dengan persetujuan DPR RI telah menetapkan paket perundang-undangan di bidang keuangan negara. yaitu Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. dan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Secara jelas dalam UU 17 tahun 2003 disebutkan bahwa masalah yang tidak kalah pentingnya dalam upaya memperbaiki proses penganggaran di sektor publik adalah penerapan anggaran berbasis Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 48 . Ketiga UU tersebut menjadi dasar bagi reformasi di bidang keuangan negara.BAB III SUB BAGIAN PERENCANAAN I. dari administrasi keuangan (financial administration) menjadi pengelolaan keuangan (financial management). Latar Belakang Kemajuan kepolisian sebagai aparatur pemerintah pelaksana kebijakan pemerintah tidak terlepas dari kemajuan dan perkembangan sistem politik di Indonesia. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan negara. Umum A. Hal tersebut ditanda dengan dibukanya akses informasi publik yang terus menerus menambah kemajuan dalam pengawasan ketatanegaraan di Indonesia.

berhasil guna. Pandangan internal. tepat. akuntabilitas merupakan pertanggungjawaban organisasi kepada keuangan Negara yang telahd diberikan otoritas yang sesuai dengan ini tugas meliputi pokok dan fungsinya. perlu dilakukan penyatuan sistem akuntabilitas kinerja ke dalam sistem penganggaran. dan nepotisme (KKN). Dalam rangka penerapan anggaran berbasis kinerja tersebut. bertanggung jawab dan bebas dari praktik-praktik kolusi. Akuntabilitas demikian pertanggungjawaban organinisasi mengenai segala sesuatu yang dijalankan yang diketahui dan dipahami oleh sebagai pertanggungjawaban keuangan. teratur. Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (good governance dan clean government) telah mendorong pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang jelas.prestasi kerja. dapat terjadi duplikasi dalam penyusunan rencana kinerja dan rencana anggaran. Penerapan sistem tersebut bertujuan agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 49 . dan efektif yang dikenal dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Apabila penyusunan rencana kinerja dan rencana anggaran tidak disatukan. korupsi. Sedangkan sistem anggaran berbasis kinerja tentu saja memerlukan informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntabilitas kinerja.

B.Oleh karena itu sebagai landasan dalam penyusunan anggaran dan rencana kegiatan yang dilakukan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tidak terlepas dari sistem pertanggungjawaban keuangan Negara yang telah disahkan dalam undang-undang yang dibuat oleh lembaga DPR. 4. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. 3. Dasar Hukum 1. 2. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 50 . tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hal tersebut adalah buah dari kebebasan informasi tentang pelayanan public yang merupakan tuntutan masyarakat paling besar dalam era reformasi birokrasi tersebut. Hal tersebut sebagai bagian dari bentuk transparansi anggaran untuk pelayanan public serta mengedepankan sistem kinerja berbasis anggaran. Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Untuk itu kepolisian sebagai lembaga pelayanan public yang tertuang dalam UU No 2 Tahun 2002 akan terus melakukan pembenahan dalam rangka peningkatan pelayanan public. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). 7. 9. tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. pola pikir. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 51 . dipahami dan diimplementasikan oleh setiap personel lalu lintas. akurat. Tujuan penyusunan naskah standar operasional prosedur Sub Bagian Perencanaan ini.5. trampil dan professional dan proporsional sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. 6. 8. C. Peraturan Kapolri Nomor 23 tahun 2010 tentang organisasi dan tata kerja kepolisian resor. Peraturan Kapolri Nomor 22 tahun 2010 tentang organisasi dan tata kerja kepolisian daerah. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Rencana Strategi Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2004-2025. khususnya yang bertugas di bagian perencanaan dilingkungan Dit Lantas Polda Metro Jaya. tepat. Maksud penyusunan naskah Standar Operasional Prosedur (SOP) Sub Bagian Perencanaan ini dimaksudkan untuk dijadikan pedoman pelaksanaan tugas dan tuntunan yang praktis dan mudah dimengerti. dan pola tindak dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara cepat. 2. Maksud Dan Tujuan 1. adalah agar diperoleh kesamaan persepsi.

STRUKTUR ORGANISASI BAG RENMIN DIT LANTAS POLDA METRO JAYA Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 52 .D. pengendalian program anggaran dan strategi manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian pada tingkat Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Ruang Lingkup Ruang lingkup Standard Operasional Prosedur Sub Bagian Perencanaan ini meliputi seluruh aspek kegiatan perencanaan anggaran.

E. Rencana Pembangunan Jangka Menengah. adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun. yang selanjutnya disingkat RPJM. yang selanjutnya disingkat RPJP. 6. 4. 2. adalah dokumen perencanaan Kementrian/ Lembaga untuk periode 1 (satu) tahun. adalah dokumen perencanaan untuk periode 20 (dua puluh) tahun. melalui urutan pilihan. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 53 . yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKAKL). Rencana Pembangunan Jangka Panjang. 5. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra-KL). adalah dokumen perencanaan Kementerian/ Lembaga untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana Pembangunan Tahunan Kementerian/ Lembaga. Pengertian – pengertian 1. Rencana Pembangunan yang Jangka selanjutnya disebut Menengah Rencana Kementerian/Lembaga. jangka menengah. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah. Sistem kesatuan Perencanaan tata cara Pembangunan perencanaan Nasional adalah satu untuk pembangunan menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang. 3.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang selanjutnya disingkat Musrenbang adalah forum antar pelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan Nasional dan rencana pembangunan Daerah. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.7. 12. 11. 10. 8. Lembaga adalah organisasi non Kementerian Negara dan instansi lain pengguna anggaran yang dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 atau peraturan perUndang-undangan lainnya. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran. Kebijakan adalah arah atau tindakan yang diambil oleh Pemerintah atau Instansi Pusat atau Daerah untuk mencapai tujuan. 13. 9. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 54 . atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.

III. pengendalian program anggaran dan strategi dan manajemen serta reformasi birokrasi kepolisian. Tahap pelaksanaan perencanaan anggaran. c. Tujuan perencanaan anggaran. PENGGOLONGAN Pada Bab II akan dibahas tahapan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Sub Bagian Perenacaan Anggaran Bagian Perencanaan dan Administrasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebagai pembantu pelaksana utama pimpinan. Tahap pembuatan laporan kegiatan.II. Tahap persiapan perencanaan anggaran. pengendalian program anggaran dan strategi dan manajemen serta reformasi birokrasi kepolisian. strategi dan manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian serta pengendalian program anggaran. a. d. strategi manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian serta pengendalian program anggaran. Obyek dan Subyek perencanaan anggaran. e. strategi dan manajemen serta reformasi birokrasi kepolisian serta pengendalian program Tahap pembuatan laporan kegiatan. PELAKSANAAN Tujuan perencanaan anggaran. Proses yang akan dilakukan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut. b. Sebagai pembantu utama pimpinan dalam perencanaan anggaran pada Bag Renmin dalam pelaksanaan tugas utama dibagi menjadi Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 55 . A. metode. Waktu.

Sesuai dengan tugas pokok mempunyai substansi tugas dengan tujuan yang lebih spesifik. mengantisipasi setiap perubahan dan melakukan efisiensi dan efektifitas tanggung jawab dalam usaha mencapai tujuan organisasi Dit Lantas Polda Metro Jaya. 1. Tujuan perencanaan anggaran adalah untuk menetapkan kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara terkoordinasi dan menyeluruh. operasi dan penggunaan sumber daya. Tujuan strategi manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian adalah memberikan arah pencapaian tujuan organisasi Dit Lantas Polda Metro Jaya khususnya. dan yang dinyatakan dalam satuan yang. 3. Tujuan secara dikotomi sebagaimana tugas pokok fungsi dan peran dijabarkan sebagai berikut. membantu kepentingan organisasi mencapai tujuan. sarana dan prasaran untuk suatu periode tertentu di masa yang akan datang 2. menganalisa dan evaluasi serta membimbing dan mengarahkan secara teknis pelaksanaan program dan anggaran agar Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 56 . Tujuan pengendalian program anggaran melakukan pengendalian anggaran dengan program kegiatan yang dianggarkan oleh organisasi dengan menyusun laporan realisasi anggaran.beberapa bagian yang mempunyai tugas secara spesifik sesuai tugas pokok. fungsi dan perannya. mengenai kegiatan rutin.

Subyek pelaksanaan Perencanaan Anggaran 1. Obyek. Metode. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 57 . Metode yang digunakan dalam perencaan. Metode Perencanaan anggaran sebagaimana didefinisikan dalam Bab I mempunyai tujuan dalam peruses pelaksanaan kegiatan satu tahun anggaran dan rencana strategi lima tahun anggaran. Metode dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) digunakan untuk mengajukan anggaran dalam satu tahun dan proses penggunaan anggaran dalam kegiatan selama satu tahun. Waktu.perencanaan program dapat berjalan sesuai dengan tujuan organisasi. strategi manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian serta pengendalian program anggaran dilakukan RKA-KL satu tahun anggaran dan Rencana Strategi Lima Tahun Anggaran. B. Waktu Pelaksanaan perencanaan anggaran. penggunaan dan pengendalian anggaran dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut. 2.

c. analisa dan evaluasi perencanaan anggaran. Pembuatan laporan. e. strategi manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian serta pengendalian program anggaran. strategi manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian serta pengendalian program anggaran. strategi manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian serta pengendalian program anggaran.a. Evaluasi hasil kerja dan penggunaan anggaran dalam bentuk kelompok kerja masing-masing Sub Satker. strategi manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian serta pengendalian program anggaran. f. b. Pembuatan dan penyusunan perencanaan anggaran. Pengendalian anggaran sesuai dengan POK dan kebutuhan anggaran sesuai situasi dan perkembangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. d. Rapat kerja dan teknis pelaksanaan perencanaan anggaran. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 58 . Simulasi perencanaan anggaran.

Untuk mempersiapkan proses perencanaan anggaran dilakukan tahapan-tahapan persiapan perencanaan anggaran sebagai berikut. Tahap Persiapan Perencanaan Anggaran Perencanaan anggaran kementerian/lembaga diproses satu tahun dibelakang pelaksanaan anggaran. kegiatan dan organisasi. C.3. Perencanaan anggaran tahun berjalan telah direncanakan satu tahun sebelumnya sebagaimana periode dan atau penjangkaan proses perencanaan anggaran oleh Pemerintah. 4. Obyek Perencanaan anggaran Obyek kegiatan perencanaan anggaran. Subyek perencanaan anggaran Subyek pelaksanaan perencanaan anggaran adalah perencanaan anggaran rupiah murni dan penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) dalam strategi manajemen serta pengendalian program kegiatan anggaran negara. strategi manajemen dan reformasi birokrasi kepolisian serta pengendalian program anggaran adalah anggaran. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 59 .

menganalisa dan merumuskan 2) Tahap Penjabaran Kebijaksanaan ke Dalam Sasaran dan Anggaran Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 60 .1. masalah. b) Merumuskan alternatif kebijaksanaan. Proses Penyusunan Rencana Anggaran dan Program Kegiatan Dalam proses penyusunan rencana dan program kegiatan pada hakekatnya adalah suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dalam organiasasi. Perkataan sasaran atau tujuan mengandung pengertian bahwa perencanaan berkaitan erat dengan perumusan kebijaksanaan yang telah dibuat dalam rencana strategi pada kurun waktu lima tahun. Oleh karena itu untuk melaksanakan proses perencanaan pada garis besarnya terdiri atas beberapa tahapan yang harus dilalui dan dilaksanakan oleh Sub Bagian Perencanaan Bag Renmin Dit Lantas Polda Metro Jaya sebagai berikut : 1) Tahap Persiapan Rencana a) Mengidentifikasi. c) Menetapkan kebijaksanaan.

b) Memantapkan penjabaran sasaran dan anggaran. b) Membuat Ketetapan Kinerja (TAP Kinerja) yang ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Dir Lantas Polda Metro Jaya. serta penyusunan konsep DIPA dalam Kertas Kerja bagi Satker Dit Lantas Polda Metro Jaya. d) Menetapkan rancangan kegiatan.a) Mengkoordinasi penjabaran kebijaksanaan kedalam sasaran dan anggaran. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 61 . 3) Tahap Penyusunan DIPA Penanggung Jawab Kegiatan masing-masing Sub Satker pada Dit Lantas Polda Metro Jaya a) Berdasarkan RKA-KL kemudian disusun konsep rincian alokasi anggaran dalam Petunjuk Operasional Kerja (POK) untuk penetapan pagu bagi Sub Satuan Kerja pada Dit Lantas. c) Mengirimkan TAP Kinerja dan konsep POK kepada Biro Rena Polda Metro Jaya untuk dibahas dan ditelaah. sasaran dan anggaran (alokasi APBN). e) Menetapkan satuan sebagai dasar penyusunan RKAKL dan DIPA. c) Menetapkan sasaran dan anggaran (bahan nota keuangan) merupakan rancangan anggaran berdasarkan skala prioritas.

Proses Penyusunan Rencana Pengendalian dan Pengawasan Anggaran Sebagai rentang kendali kegiatan angaran Sub Bagian Perencanaan Anggaran Bag Renmin mempunyai tahapan dalam proses pengendalian dan pengawasan anggaran dalam tahapan selama satu tahun. 2. f) Biro Rena POlda Metro Jaya mengirimkan TAP Kinerja dan POK kepada Dit Lantas Polda Metro Jaya dan mengirimkan DIPA yang telah disahkan Kapolda Metro Jaya. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 62 . g) Mendistribusikan kertas kerja dan DIPA satu tahun anggaran untuk dilakukan Terms of Referency (TOR) / Rincian Anggaran Belanja (RAB) sebagai gambaran rencana penggunaan anggaran satu tahun. e) Biro Rena Polda Metro Jaya menetapkan TAP Kinerja dan menerbitkan surat pengesahan DIPA untuk Dit Lantas Polda Metro Jaya. Proses atau tahapan pengendalian dan pengawasan anggaran dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.d) Melakukan pembahasan dan penelaahan POK dan DIPA antara Dit Lantas dengan Biro Rena Polda Metro Jaya.

Tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 63 . Untuk membuat perencanaan anggaran satuan kerja pada Dit Lantas Polda Metro Jaya dilakukan tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh Satuan Kerja. Tahap pelaksanaan perencanaan anggaran.Tahap Proses Penganggaran dan Pengendalian Anggaran 3. Tahapan-tahapan tersebut dilakukan untuk mendapatkan rencana kerja dan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kebutuhan dilapangan.

4) Menyusun usulan program dan kegiatan tahunan dan menyampaikan ke Dit Lantas Polda Metro Jaya tembusan kepada Kabag Renmin. melakukan identifikasi. 3) Pada bulan Februari atau Maret berdasarkan surat tersebut. analisa dan penyusunan laporan. hasil monotoring dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program kerja dengan membandingkan kegiatan dan mempertimbangkan realisasi kegiatan tahun sebelumnya untuk rencana anggaran dan kegiatan satu tahun yang akan datang. dalam hal ini adalah Dit Lantas Polda Metro Jaya.a. semua unit kerja Dit Lantas Polda Metro Jaya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. 5) Pada bulan Maret dan April Subbag Perencanaan Dit Lantas Polda Metro Jaya menghimpun semua usulan kegiatan dengan Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 64 . 2) Mendasarkan pada surat yang disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya atau dalam hal ini Biro Rena dalam menyusun usulan program ke dan kegiatan Metro tahunan Jaya yang akan dasar disampaikan Kapolda sebagai penetapan kebijakan tahunan yang akan dituangkan ke dalam Rencana Kerja dan Program Tahunan Polda Metro Jaya. Tahap Persiapan Rencana Anggaran 1) Pada bulan Januari semua unit kerja sub satker dilingkungan Polda Metro Jaya.

dan harus sudah segera diserahkan Bagian Perencanaan dan Administrasi Dit Lantas Polda Metro Jaya. Tahap penjabaran kebijaksanaan ke dalam sasaran dan anggaran 1) Pada awal bulan April Dit Lantas Polda Metro Jaya sebagai penanggung jawab kegiatan menetapkan penjabaran sasaran dan anggaran disusun menjadi Usulan Kegiatan sebagai bahan masukan untuk penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL) Polda Metro Jaya. disetujui oleh Kabag. Kasat atau Kasubdit selaku penanggung jawab kegiatan. Kegiatan. dan rincian Program. Sat dan Subdit. yang berisi ringkasan anggaran belanja menurut Kementerian/Lembaga dan jenis belanja. b. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 65 . 2) Sub Bagian Perencanaan Dit Lantas Polda Metro Jaya berdasarkan usulan kegiatan masing-masing unit kerja menuangkan ke dalam matrik Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RRKL) Dit Lantas Polda Metro Jaya yang berisi rincian Program Lembaga. Sasaran dan Rencana Anggaran Bag.masing-masing unit kerja substansi dilingkungan Dit Lantas Polda Metro Jaya. 6) Usulan kegiatan dari unit kerja Dit Lantas Polda Metro Jaya.

3) Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RRKL) Dit Lantas Polda Metro Jaya disampaikan ke Biro Rena pertengahan bulan Maret sebagai bahan masukan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). 4) Pada akhir bulan Mei dan awal Juni dilakukan penyusunan rencana kerja dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Dit Lantas Polda Metro Jaya yang kemudian disampaikan kepada Kapolda Metro Jaya sebagai bahan penyusunan Renja Kapolda Metro Jaya Kepada Kapolri. 5) Selanjutnya pada bulan Mei dan Juni dilakukan konsultasi perencanaan dengan Biro Rena, Berdasarkan Pagu Indikatif hasil konsultasi tersebut diadakan kaji ulang terhadap Usulan Kegiatan yang diajukan Dit Lantas Polda Metro Jaya. 6) Pada bulan Juni berdasarkan Pagu Indikatif ditetapkan pagu sementara anggaran untuk Dit Lantas Polda Metro Jaya yang disampaikan secara formal oleh kemudian berdasarkan pagu sementara tersebut ditentukan prioritas ke Dit Lantas Polda Metro Jaya yang kemudian ditetapkan sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Anggaran

Kementerian/Lembaga (RKAKL) Dit Lantas Polda Metro Jaya. 7) Selambat-lambatnya pada akhir Bulan September setiap tahun Dit Lantas Polda Metro Jaya secara pasti harus sudah

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 66

menyampaikan pagu definitive ke Biro Rena Polda Metro Jaya.

c. Tahap Penyusunan RKA-KL dan DIPA Tahapan penyusunan RKA-KL dan DIPA adalah tahapan krusial yang dijadikan target dalam proses perencanaan anggaran Satuan Kerja. Tahapan penyusunan RKA-KL dan DIPA dilakukan dengan tahapan sebagai berikut;

1) Penyusunan RKA-KL a) Melakukan rapat koordinasi dalam rangka sinkronisasi dan pemantapan penyusunan RKA-KL dengan masingmasing unit kerja dan masimg-masing satuan kerja di Dit Lantas Polda Metro Jaya. b) Pada Bulan Juli berdasarkan pagu sementara yang ditetapkan oleh Kapolda Metro Jaya tersebut disusunlah Rencana Kerja dan (RKA-KL) Kerja Anggaran Mahkamah Kementerian Agung RI

Negara/Lembaga berdasarkan

Rencana

Kementerian/Lembaga

(RKKL) Dit Lantas Polda Metro Jaya serta usulan masing-masing Bag, Sat dan Subdit dan usulan Rencana Kerja dan Anggaran dari masing-masing unit pelaksana yang disampaikan ke Bag Renmin Dit Lantas Polda Metro Jaya.
Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 67

c) Menyampaikan RKA-KL yang telah disusun berdasarkan pagu sementara kepada Biro Rena Polda Metro Jaya. d) Melakukan pembahasan RKA-KL berdasarkan pagu sementara antara Dit Lantas Polda Metro Jaya dengan Biro Rena Polda Metro Jaya untuk ditelaah secara bersama-sama. e) Pada bulan September penetapan pagu definitive

Anggaran Dit Lantas Polda Metro Jaya. f) Melakukan Penyusunan kembali RKA-KL untuk

disesuaikan dengan pagu definitive yang diterima dari Biro Rena Polda Metro Jaya berdasarkan Rancangan Anggaran yang telah ditetapkan oleh Kapolri. g) Menyampaikan RKA-KL yang telah disesuaikan

berdasarkan pagu definitive kepada Biro Rena Polda Metro Jaya. h) Melakukan pembahasan RKA-KL antara Dit Lantas Polda Metro Jaya dengan Biro Rena Polda Metro Jaya. i) Melakukan perbaikan RKA-KL yang telah dibahas dan ditelaah tersebut sebagai dasar penyusunan DIPA. 2) Penyusunan DIPA a) Berdasarkan RKA-KL tersebut kemudian disusun

penetapan pagu bagi satuan kerja Bag, Sat dan Subdit, serta penyusunan konsep DIPA bagi seluruh satuan kerja.

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 68

3) Prosedur Pengajuan Revisi DIPA Revisi DIPA bukan merupakan program tetap yang diajukan oleh Satuan Kerja. c) Melakukan pembahasan dan penelaahan DIPA antara Dit Lantas Polda Metro Jaya dengan Biro Rena Polda Metro Jaya. d) Biro Rena menerbitkan DIPA untuk Dit Lantas Polda Metro Jaya. Proses revisi DIPA dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut. usul perubahan / pergeseran / revisi DIPA oleh Dit Lantas Polda Metro Jaya disampaikan ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan untuk mendapat penilaian dan persetujuan.b) Mengirimkan konsep DIPA kepada Biro Rena Polda Metro Jaya untuk di bahas dan ditelaah. tembusan kepada Biro Rena Polda Metro Jaya. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 69 . b) Setelah mendapat persetujuan dari Biro Rena Polda Metro Jaya. Revisi DIPA dilakukan berdasarkan dengan adanya penyusutan anggaran dan atau penambahan anggaran. a) Usul Perubahan / Pergeseran / Revisi DIPA diajukan oleh Dit Lantas Polda Metro Jaya kepada Biro Rena Polda Metro Jaya untuk mendapatkan Persetujuan.

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 70 . 4. Program sebagai suatu instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran. / Kanwil Ditjen Jawab Perbendaharaan Kegiatan tidak Penanggung diperkenankan melaksanakan kegiatan. c) Sebelum Revisi DIPA mendapat persetujuan Ditjen Perbendaharaan Keuangan. Tahap Pengendalian dan Pengawasan Anggaran Pengendalian dan pengawasan anggaran adalah sebagai rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input). keluaran (output) dan hasil (outcome) terhadap rencana kerja dan kegiatan selama satu tahun anggaran. d) Perubahan / Pergeseran / Revisi DIPA tidak boleh melebihi platfond anggaran yang telah ditetapkan. maka penyesuaian DIPA dibuat dan ditanda tangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran. atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah. b) DIPA yang telah diperbaiki dan ditanda tangani oleh Kakanwil Ditjel Perbendaharaan selanjutnya disampaikan kepada Dit Lantas Polda Metro Jaya.a) Apabila perubahan / pergeseran / revisi DIPA sudah mendapat persetujuan Kanwil Ditjen Perbendaharaan.

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 71 . dana. barang modal. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. baik yang berupa personel. Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk menilai pencapaian indikator dan sasaran hasil (outcome) yang dapat dimanfaatkan pula pengendalian pelaksanaan program. Untuk melakukan pengendalian dan pengawasan anggaran dibuatkan laporan ke Biro Rena Polda Metro Jaya sesuai format laporan yang telah di tetapkan.Program kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumberdaya. Kegiatan pengendalian dan pengawasan program anggaran / kegiatan dan anggaran sebagai suatu laporan perkembangan pelaksanaan program dan anggaran dapat dilakukan secara bertahap melalui Laporan Bulanan. Laporan Triwulan dan Laporan Tahunan. termasuk peralatan dan teknologi.

anggaran dan logistik menggunakan sarana dan prasarana yang tersedia dan sesuai dengan DIPA RKA-KL satuan kerja. Kegiatan harian Pelaksanaan tugas Laporan Kegiatan Bulanan Laporan pelaksanaan tugas Laporan Realisasi Anggaran Kertas Kerja RKA-KL / Rincian Belanja Satuan Kerja Laporan Analisa Beban Kerja Laporan Penyerapan Anggaran Laporan Reformasi dan Birokrasi Polri Revisi Anggaran*) Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 72 .IV. Laporan Kegiatan Harian b. ADMINISTRASI 1. Laporan hasil pelaksanaan tugas dan tanggung dilaksanakan secara periodik dan insidentil sebagaimana dibutuhkan organisasi kepolisian sebagai berikut: a. Dukungan administrasi. Sistem laporan menggunakan petunjuk administrasi laporan penggunaan anggaran negara yang digunakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. 2.

Laporan Kegiatan Tahunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) Laporan Satuan Penetapan Kinerja (TAP Kinerja) Petunjuk Operasional Kerja (POK) Kertas Kerja RKA-KL / Rincian Belanja Satuan Kerja Rencana Kerja Satuan Pembuatan TOR / RAB Pembuatan RKA-KL Revisi Anggaran*) d.c. Laporan Insidentil / Kontijensi Insidentil / kontijensi*) Revisi Anggaran*) 3. Anggaran yang digunakan dalam penyususnan Pokja SOP Sub Bagian Perencanaan Dit Lantas Polda Metro Jaya sesuai dengan DIPA dan RKA-KL Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 73 .

Standar Operasional Prosedur (SOP) ”SUB BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN PERENCANAAN DAN ADMINISTRASI DIREKTORAT LALU LINTAS POLDA METRO JAYA” ini dibuat untuk dapat dijadikan acuan atau pedoman praktis bagi setiap Personel Dit Lantas Polda Metro Jaya. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 74 . PENUTUP Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) ini dibuat sebagai penuntun dalam pelaksanaan tugas yang belum diatur oleh peraturan yang lebih atas. SOP ini dijadikan pedoman dengan pertimbangan sebagai berikut. Hal-hal yang belum diatur dalam SOP ini akan ditentukan kemudian. SOP ini berlaku sejak tanggal dikeluarkan. 2. 1. khususnya pedoman penyusunan perencanaan anggaran lalu lintas.V. 3.

SUB BAGIAN ADMINISTRASI PERSONEL Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 75 .

: ST / 177 / VIII / 2004 tanggal 30 Agustus 2004 tentang prosedur permohonan ijin cuti anggota Polri dan PNS Polri Polda Metro Jaya.BAB V SUB BAGIAN ADMINISTRASI PERSONEL I. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Keputusan Kapolri No. Surat Telegram Kapolda Metro Jaya No. Pol. : Kep/74/XI/2003 tanggal 10 Nopember 2003 tentang Pokok-Pokok Penyusunan Lapis-Lapis Pembinaan Sumber Daya Manusia Polri. : Skep/252/VI/2004 tanggal 10 Juni 2004 tentang Pokok-Pokok Penyusunan LapisLapis Pembinaan Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pada Tingkat Kepolisian Daerah. Pol. Surat Keputusan Kapolda Metro Jaya No. Surat Keputusan Kapolri No. Dasar 1. Pol. 3. : Skep / 232 / IV / 2005 tanggal 10 April 2005 tentang Pedoman Administrasi Kenaikan Pangkat Reguler di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. 6. 5. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 76 . 2. 4. Pol.

Masing-masing Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta mengusulkan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya tentang pengusulan mutasi kepada Pamen dan Pama Dit Lantas Polda Metro Jaya berdasarkan penilaian kinerja dll. Surat Keputusan Kapolri No. tanggal 1 Januari 2003 tentang pemberhentian anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pembinaan Karir Personel 1. Min Pers A. Wadir Lantas Polda Metro Jaya pada Kabag/Kasubdit/Kasat dan Kasat Lantas Polres Metro DKI Jakarta untuk membahas anggotanya Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 77 . Pol. : Skep / 963 / XII / 2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Pedoman Administrasi Pengelolaan data Perorangan Anggota Polri. surat Keputusan Kapolri No. Pol. b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 1 tahun 2003. 8.7. 9. II. : Skep/993/XII/2004 tanggal 29 Desember 2004 tentang pedoman administrasi pengakhiran dinas anggota Polri. Melakukan Wanjak yang melibatkan Dir Lantas Polda Metro Jaya. Mutasi Pamen dan Pama : a.

Masing-masing Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta mengusulkan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya tentang pengusulan mutasi untuk Bintara dan PNS Dit Lantas Polda Metro Jaya berdasarkan penilaian kinerja dll.yang akan Mutasi di kesatuan yang baru berdasarkan usulan yang telah direncanakan. Membuat Surat Perintah pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang baru yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya dengan format (Nama. Membuat usulan mutasi untuk Pamen dan Pama kepada Kapolda Metro Jaya dengan format (Nama.NRP. Mutasi Bintara dan PNS a. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 78 . b. Kabid Propam Polda Metro Jaya. 2. Melakukan Wanjak yang melibatkan Dir Lantas Polda Metro Jaya. c. Jabatan Baru. TMT Jabatan dan Keterangan) dengan tembusan Karo SDM Polda Metro Jaya. c. Wadir Lantas Polda Metro Jaya pada Kabag/Kasubdit/Kasat dan Kasat Lantas Polres Metro DKI Jakarta untuk membahas anggotanya yang akan Mutasi di kesatuan yang baru berdasarkan usulan yang telah direncanakan.Jabatan Lama.Pangkat.

Menginformasikan kepada masing-masing Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta tentang persyaratan dan batas waktu pengumpulan berkas UKP : Persyaratan UKP Periode 1 Januari: Batas waktu pengiriman berkas ke Bag Renmin bulan Mei serta akhir Juli telah dikirim ke Biro SDM Polda Metro Jaya. Kabid Propam dan Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta. Jabatan Lama. 3. Jabatan Baru dan Keterangan) dengan tembusan Karo SDM.Pangkat. Usul Kenaikan Pangkat Pamen/Pama Dan Bintara a. NRP. Persyaratan UKP Periode 1 Juli : Batas waktu pengiriman berkas ke Bag Renmin bulan Desember serta akhir Januari telah dikirim ke Biro SDM Polda Metro Jaya Kenaikan pangkat dari AKBP ke Kombes Pol : 1) Perwira Lulusan Sespimpol / Setingkat Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 79 .

3 a) Masa Dinas Perwira (MDP): 21 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP):2 c) Telah Tahun Jabatan menduduki Struktural /: II.2 / Spesialis a) Masa Dinas Perwira (MDP): 22 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP): 2 c) Telah Tahun Jabatan menduduki Struktural /: II.B.a) Masa Dinas Perwira (MDP): 19 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP):2 Tahun Jabatan c) Telah menduduki Struktural / : II.3 Fungsional 2) Perwira Lulusan PTIK/Selapa/S.3 Fungsional 4) Perwira Non Dikbang a) Masa Dinas Perwira (MDP): 25 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) : 2 Tahun Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 80 .B.B.3 Fungsional 3) Perwira Lulusan S.

c) Telah menduduki Jabatan Struktural / : II.2 / Spesialis a) Masa Dinas Perwira (MDP) : 17 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) Tahun : 2 Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 81 .3 Fungsional Kenaikan pangkat dari Kompol ke AKBP 1) Perwira Lulusan Sespimpol / Setingkat a) Masa Dinas Perwira (MDP) : 15 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) : 2 c) Telah Tahun Jabatan menduduki Struktural / : III.B Fungsional 2) Perwira Lulusan PTIK/Selapa/S.B.3 a) Masa Dinas Perwira (MDP) : 16 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) : 2 c) Telah Tahun Jabatan menduduki Struktural / : III B Fungsional 3) Perwira Lulusan S.

3 a) Masa Dinas Perwira (MDP) : 11 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) : 2 c) Telah Tahun Jabatan menduduki Struktural /: IV.2 Fungsional 2) Dik S.2 a) Masa Dinas Perwira (MDP) :12 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) : 2 Tahun Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 82 .c) Telah menduduki Jabatan : III Struktural/ B Fungsional 4) Perwira Non Dikbang a) Masa Dinas Perwira (MDP): 18 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) :2 Tahun Jabatan c) Telah menduduki Struktural / : II B Fungsional Kenaikan Pangkat dari AKP ke Kompol 1) Perwira Lulusan PTIK/Selapa/S.A.

2 Fungsional. a) Masa Dinas Perwira (MDP) : 6 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) Tahun c) Telah menduduki Jabatan : 2 Struktural /:IV.:1 Fungsional.B.A.2 Fungsional 3) Perwira Non Dikbang a) Masa Dinas Perwira (MDP) :13 Tahun b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) : 2 c) Telah Tahun Jabatan menduduki Struktural /:IV.c) Telah menduduki Jabatan Struktural :IV. PPSS. Kenaikan Pangkat dari Iptu ke AKP 1) Perwira Lulusan Akpol. Kenaikan Pangkat dari Ipda ke Iptu 1) Kenaikan Pangkat dari Iptu ke AKP a) Masa Dinas Perwira (MDP) : 3 Tahun Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 83 . Stukpa.A.

Salinan/foto copy Skep pangangkatan pertama menjadi anggota Polri. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 84 .B.II Fungsional Kenaikan pangkat dari Aipda ke Aiptu Masa Dinas Dalam Pangkat : 2 Tahun Kenaikan pangkat dari Bripka ke Aipda Masa Dinas Dalam Pangkat : 5 Tahun Kenaikan pangkat dari Brigadir ke Bripka Masa Dinas Dalam Pangkat : 4 Tahun Kenaikan pangkat dari Briptu ke Brigadir Masa Dinas Dalam Pangkat : 4 Tahun Kenaikan pangkat dari Bripda ke Briptu Masa Dinas Dalam Pangkat : 4 Tahun - Usul Kenaikan Pangkat Perwira harus dilampirkan: (1) (2) Riwayat Hidup singkat.b) Masa Dinas dalam Pangkat (MDDP) Tahun : 2 c) Telah menduduki Jabatan Struktural :IV.

(4) Salinan/Foto Copy Skep Pangkat Terakhir. (10) Surat Keterangan Hasil Penelitian Khusus (SKHP) bagi yang Bawah. (7) Salinan/Foto Sprinlak Copy Skep Terakhir Jabatan sesuai DSP. (5) Salinan/Foto Copy Skep Penetapan Gaji Terakhir. berpangkat AKP ke Usul Kenaikan Pangkat Bintara harus dilampirkan : (1) Riwayat Hidup singkat.(3) Salinan/Foto Copy Skep pengangkatan pertama menjadi Perwira. (8) Sistem (SMK). (6) Salinan/Foto Copy Skep Jabatan Terakhir. (9) Salinan/Foto Diktuk dan Copy Ijasah Manajemen Kinerja Dikbang/S.3 yang dimiliki. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 85 .2/S.

(4) Surat Penelitian cukup Lisus Keterangan Khusus Hasil (SKHP) nomornya nominatif dituliskan pada daftar kolom litpers. Melakukan koordinasi dengan Pamin Watpers dan Bid Propam Polda Metro Jaya kepada anggota yang akan melaksanakan UKP Periode 1 Januari dan 1 Juli apabila anggota tersebut mempunyai masalah atau masih Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 86 .(2) Salinan/Foto Copy Skep Pertama menjadi Anggota Polri. (3) Salinan/Foto Copy Skep Pangkat Terakhir. (6) Sistem (SMK). (5) Foto Copy Sprin bagi yang pernah melaksanakan tugas di daerah konflik wilayah hukum Polda NAD. Managemen Kinerja Mengecek anggota Pamen/Pama/Bintara dan PNS apabila anggota tersebut mempunyai masalah atau masih dalam permasalahan yang belum diselesaikan. b.

dalam permasalahan yang belum diselesaikan. Kabid Binkum Polda Metro Jaya. Menunggu STR yang dikeluarkan oleh Subbag Pangkat Biro SDM Polda Metro Jaya kepada nama-nama anggota yang resmi dinaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat lama terhitung Periode 1 Januari dan 1 Juli. Irwasda Polda Metro Jaya. Menunggu informasi pelaksanaan Korps Raport Kenaikan Pangkat dimasing-masing Satker oleh Biro SDM Polda Metro Jaya. e. d. c. f. Mengirimkan Surat Usulan Kenaikan Pangkat kepada Karo SDM Polda Metro Jaya dan Permohonan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) kepada Kabid Propam Polda Metro Jaya dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 87 . Menginformasikan kepada Pamen/Pama/Bintara dan PNS yang akan melaksanakan UKP Periode 1 Januari dan 1 Juli untuk mengisi Litpers yang diselenggarakan oleh Bid Propam Polda Metro Jaya guna mendapatkan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP).

2/S. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) a.3 yang dimiliki Copy Skep Jabatan Copy Skep Pangkat Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 88 . Menginformasikan kepada masing-masing Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta tentang persyaratan dan batas waktu pengiriman berkas UKP PNS Polri Periode April paling lambat tanggal 30 Nopember dan untuk Periode Oktober paling lambat tanggal 30 April : - Persyaratan UKP PNS Polri Periode April dan Oktober : (1) (2) Riwayat Hidup singkat Salinan/foto copy Skep pangangkatan pertama menjadi anggota Capeg.2. (3) Salinan/Foto Copy Skep pengangkatan pertama menjadi PNS Polri. Salinan/Foto Copy Ijasah Diktuk dan Dikbang / S. (4) Salinan/Foto Terakhir (5) Salinan/Foto Copy Skep Penetapan Gaji Terakhir (6) Salinan/Foto Terakhir (7) (8) Dapen PNS Polri.

d. c. Mengirimkan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) ke Bid Propam Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengusulkan Kenaikan Pangkat PNS Polri Periode April dan Oktober dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Irwasda Polda Metro Jaya dan Karo SDM Polda Metro Jaya.(9) Surat Keterangan Hasil Penelitian Khusus. Mengirimkan Surat Usulan dan Rekomendasi ke Biro SDM Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengusulkan Kenaikan Pangkat PNS Polri Periode April dan Oktober dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. .Mengecek anggota PNS Polri apabila anggota tersebut mempunyai masalah atau masih yang dalam belum permasalahan diselesaikan . b. Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya. Menginformasikan kepada PNS Polri yang akan melaksanakan UKP Periode April dan Oktober untuk mengisi Litpers yang diselenggarakan oleh Bid Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 89 .

f. Mengecek kelengkapan anggota Dit Lantas Polda Metro Jaya yang akan mengusulkan Kenaikan Pangkat PNS Polri Periode April dan Oktober sesuai berlaku. dengan persyaratan/ ketentauan yang Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 90 . e. Menunggu informasi pelaksanaan Korps Raport Kenaikan Pangkat dimasing-masing Satker oleh Biro SDM Polda Metro Jaya.Propam Polda Metro Jaya guna mendapatkan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP).

Batas waktu pengiriman setiap tanggal 5 setiap bulan.B. c. Kabid Propam Polda Metro Jaya. 2. Pangkat. dan NRP anggota personel Polri dan PNS Dit Lantas Polda Metro Jaya. Irwasda Polda Metro Jaya. menghitung anggota yang masuk dan keluar Dit Lantas Polda Metro Jaya. Mengecek data personel dari masing-masing Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta. Pengumpulan Dan Pengelolaan Data Personel 1. Melakukan perekapan seluruh jumlah personel Dit Lantas Polda Metro Jaya. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 91 . b. Membuat Laporan dan mengirimkan hasil perekapan kepada Biro SDM dan Korlantas Polri setiap tanggal 10 dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Mengkompulir Data Nomintatif Dari Masing-Masing Satker Menginformasikan kepada masing-masing Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta tentang : Pengiriman data nominatif personel Polri dan PNS setiap bulan. Mengecek Nama. Membuat Laporan Bulanan Dan Triwulan a.

Menerima Informasi dari Mabes Polri melalui Biro SDM Polda Metro Dikbang Jaya tentang petunjuk Ilmu pelaksanaan Sekolah Tinggi Kepolisian (STIK). D. e. Data Perorangan Anggota Polri Data Perorangan Anggota Polri disimpan di ruangan khusus untuk menyimpan CB dan selalu didatakan anggota yang mutasi.C. map warna biru map warna hijau : Kombes. g. map warna coklat tua : Kompol. map warna kuning : Pati. map warna merah : Pama. c. Menginformasikan kepada masing-masing Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta tentang Persyaratan pendidikan Dikbang Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) : Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 92 . b. map warna orange : PNS. dan pengelompokan warna map disesuaikan dengan masing-masing pangkat / golongan sesuai Bag/Sat/Subdit dengan ketentuan sebagai berikut : a. b. : AKBP. d. f. map warna hitam : Bintara. Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) a. Pendidikan 1.

Izasah Dikpa Polri. Skep Jabatan Terakhir. - FC. Surat Keterangan Bebas Narkoba dari Satkes Polri Setempat. - FC. FC. c. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 93 . Mengirimkan Surat Usulan dan Rekomendasi ke Biro SDM Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Dikbang Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) kepada Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Skep Pangkat Terakhir. FC. DRH Singkat. Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP).- Sprin/Rekomendasi dari Ka/Pimpinan yang berwenang. - Persyaratan administrasi tersebut dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan dimasukkan dalam map Dimaond. - Pas Foto dengan pakaian PDH tanpa tutup kepala latar belakang warna merah ukuran 2X3 sebanyak 2 lembar dan ukuran 4X6 sebanyak 2 lembar . Skep Pengangkatan Pertama mrnjadi Pa/Skep Presiden. FC.

Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Karo Kapolda Metro Jaya. f. anggota melalui Ka Satkernya Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 94 . d. Mengecek kelengkapan anggota Dit Lantas Polda Metro Jaya yang akan mengikuti pendidikan Dikbang Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) sesuai berlaku. Irwasda Polda Metro Jaya dan Karo SDM Polda Metro Jaya. Mengirimkan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) ke Bid Propam Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Dikbang Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Membuat Rangking Kinerja Satker peserta seleksi Dikbang Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dengan persyaratan/ ketentauan yang kepada Kapolda Metro Jaya u.p. Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya berdasarkan penilaian kinerja masing-masing masing-masing. e.Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya.

Skep Pengangkatan Pertama mrnjadi Pa/Skep Presiden. FC. DRH Singkat. Skep Jabatan Terakhir. Sekolah Staf Dan Pimpinan (Sespimmen) a. Skep Pangkat Terakhir. Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP). b. FC. FC.2. Menginformasikan kepada masing-masing Metro DKI Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Jakarta tentang Persyaratan Dikbang Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimmen) : Sprin/Rekomendasi dari Ka/Pimpinan yang berwenang. Surat Keterangan Bebas Narkoba dari Satkes Polri Setempat. Pas Foto dengan pakaian PDH tanpa tutup kepala latar belakang warna merah ukuran 2X3 sebanyak 2 lembar dan ukuran 4X6 sebanyak 2 lembar . FC. Menerima Informasi dari Mabes Polri melalui Biro SDM Polda Metro Jaya tentang petunjuk pelaksanaan Dikbang Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimmen). FC. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 95 . Izasah Dikpa Polri.

- Persyaratan administrasi tersebut dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan dimasukkan dalam map Dimaond. f. Mengirimkan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) ke Bid Propam Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Dikbang Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimmen) dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. c. Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya. d. Mengirimkan Surat Usulan dan Rekomendasi ke Biro SDM Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Dikbang Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimmen) kepada Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Mengecek kelengkapan anggota Dit Lantas Polda Metro Jaya yang akan mengikuti pendidikan Dikbang Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimmen) sesuai berlaku. Membuat Rangking Kinerja Satker peserta seleksi Dikbang Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimmen) Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 96 dengan persyaratan/ ketentauan yang . e. Irwasda Polda Metro Jaya dan Karo SDM Polda Metro Jaya.

FC. Izasah Dik Polri. DRH Singkat. FC. Skep Jabatan Terakhir. - FC. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 97 . b. FC. Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Karo Kapolda Metro Jaya. - FC. Menginformasikan kepada masing-masing Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta tentang Persyaratan Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) : - Sprin/Rekomendasi dari Ka/Pimpinan yang berwenang. Sekolah Inspektur Polisi (SIP) a.kepada Kapolda Metro Jaya u. Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya berdasarkan penilaian kinerja masing-masing masing-masing. anggota melalui Ka Satkernya 3. Skep Pangkat Terakhir.p. Menerima Informasi dari Mabes Polri melalui Biro SDM Polda Metro Jaya tentang petunjuk pelaksanaan Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP). Skep Pengangkatan Pertama mrnjadi Pa/Skep Presiden.

- Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP). - Pas Foto dengan pakaian PDH tanpa tutup kepala latar belakang warna Kuning ukuran 2X3 sebanyak 2 lembar dan ukuran 4X6 sebanyak 2 lembar . Surat Keterangan Bebas Narkoba dari Satkes Polri Setempat. Mengirimkan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) ke Bid Propam Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. - Persyaratan administrasi tersebut dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan dimasukkan dalam map Dimaond. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 98 . Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya. d. Irwasda Polda Metro Jaya dan Karo SDM Polda Metro Jaya. Mengirimkan Surat Usulan dan Rekomendasi ke Biro SDM Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) kepada Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. c.

4.e. Menginformasikan kepada masing-masing Metro DKI Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Jakarta tentang Persyaratan Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimma) : Sprin/Rekomendasi dari Ka/Pimpinan yang berwenang. f. Menerima Informasi dari Mabes Polri melalui Biro SDM Polda Metro Jaya tentang petunjuk pelaksanaan Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimma).p. Sekolah Staf Dan Pimpinan (Sespimma) a. Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya berdasarkan penilaian kinerja masingmasing anggota melalui Ka Satkernya masingmasing. Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Karo Kapolda Metro Jaya. b. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 99 . Membuat Rangking Kinerja Satker peserta seleksi Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) kepada Kapolda Metro Jaya u. Mengecek kelengkapan anggota Dit Lantas Polda Metro Jaya yang akan mengikuti pendidikan Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) sesuai dengan persyaratan/ ketentauan yang berlaku.

Izasah Dikpa Polri. Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP).- FC. Surat Keterangan Bebas Narkoba dari Satkes Polri Setempat. Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya. FC. c. DRH Singkat. Skep Pangkat Terakhir. Skep Jabatan Terakhir. FC. - FC. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 100 . - Pas Foto dengan pakaian PDH tanpa tutup kepala latar belakang warna merah ukuran 2X3 sebanyak 2 lembar dan ukuran 4X6 sebanyak 2 lembar . - Persyaratan administrasi tersebut dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan dimasukkan dalam map Dimaond. FC. Skep Pengangkatan Pertama mrnjadi Pa/Skep Presiden. Mengirimkan Surat Usulan dan Rekomendasi ke Biro SDM Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimma) kepada Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Kapolda Metro Jaya.

f. Mengirimkan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) ke Bid Propam Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimma) dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya berdasarkan penilaian kinerja masing-masing masing-masing.d. Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Karo Kapolda Metro Jaya. Membuat Rangking Kinerja Satker peserta seleksi Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimma) kepada Kapolda Metro Jaya u.p. anggota melalui Ka Satkernya dengan persyaratan/ ketentauan yang Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 101 . Irwasda Polda Metro Jaya dan Karo SDM Polda Metro Jaya. Mengecek kelengkapan anggota Dit Lantas Polda Metro Jaya yang akan mengikuti pendidikan Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespimma) sesuai berlaku. e.

FC. FC. Skep Pengangkatan Pertama mrnjadi Pa/Skep Presiden. Skep Jabatan Terakhir. DRH Singkat. b. Surat Keterangan Bebas Narkoba dari Satkes Polri Setempat. FC. Pas Foto dengan pakaian PDH tanpa tutup kepala latar belakang warna Kuning ukuran 2X3 sebanyak 2 lembar dan ukuran 4X6 sebanyak 2 lembar . Menginformasikan kepada masing-masing Metro DKI Alih Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Jakarta tentang Persyaratan Pendidikan Golongan (BA ke PA): Sprin/Rekomendasi dari Ka/Pimpinan yang berwenang. Skep Pangkat Terakhir. Menerima Informasi dari Mabes Polri melalui Biro SDM Polda Metro Jaya tentang petunjuk pelaksanaan Pendidikan Alih Golongan (BA ke PA). FC. Izasah Dik Polri. FC. Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP). Sekolah Alih Golongan (Ba Ke Pa) a.5. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 102 .

Membuat Rangking Kinerja Satker peserta seleksi Pendidikan Alih Golongan (BA ke PA) kepada Kapolda Metro Jaya u.- Persyaratan administrasi tersebut dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan dimasukkan dalam map Dimaond. Mengecek kelengkapan anggota Dit Lantas Polda Metro Jaya yang akan mengikuti pendidikan Pendidikan Alih Golongan (BA ke PA) sesuai dengan persyaratan/ketentauan yang berlaku. Irwasda Polda Metro Jaya dan Karo SDM Polda Metro Jaya. f.p. Mengirimkan Surat Usulan dan Rekomendasi ke Biro SDM Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Pendidikan Alih Golongan (BA ke PA) kepada Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. d. c. Mengirimkan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) ke Bid Propam Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Dir Lantas Polda Metro Jaya untuk mengikuti pendidikan Pendidikan Alih Golongan (BA ke PA) dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Karo Kapolda Metro Jaya. Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 103 . e.

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 104 .Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya berdasarkan penilaian kinerja masingmasing anggota melalui Ka Satkernya masingmasing. E. Menginformasikan kepada masing-masing Bag / Subdit / Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta tentang :   Persyaratan pengajuan BKO Adanya usulan permohonan permintaan anggota untuk : pengawalan / penugasan dari Instansi . Melakukan koordinasi dengan Kasubbag Mujab ( Mutasi dan Jabatan) Biro SDM Polda Metro Jaya tentang permohonan permintaan anggota Dit Lantas Polda Metro Jaya yang akan melaksanakan penugasan ke Luar / BKO keluar Institusi Polri. penugasan dari Instansi . kementerian. Disetujui oleh Kasatker masing-masing Memanggil anggota yang akan yang akan melaksanakan penugasan ke Luar / BKO keluar Institusi Polri menghadap ke Kabag Renmin Dit Lantas Polda Metro Jaya untuk mendapatkan arahan. 4. 3. Penugasan Khusus 1. Mengirim Surat Permohonan Persetujuan Penugasan dan Penerbitan Surat Perintah ke Kapolda Metro Jaya U.p Karo SDM Polda Metro Jaya. yang memintanya  2.

kementerian. Menyerahkan Sprin Penugasan kepada anggota yang akan melaksanakan tugas ke Luar / BKO keluar Institusi Polri agar segera membawa sprin ke Instansi atau Kementerian yang memeintanya agar segera melaksanakan penugasan pengawalan. 6. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 105 . 5. Menunggu dari Biro SDM PMJ mengajukan Surat Permohonan Persetujuan Penugasan dan Penerbitan Surat Perintah ke AS SDM Kapolri U. Menunggu turun SPRIN ( Surat Perintah ) penugasan anggota penugasan ke Luar / BKO keluar Institusi Polri dari Mabes Polri. dilampirkan permohonan permintaan anggota untuk pengawalan. yang memintanya. 7.p Karo Binkar Mabes Polri agar diterbikan Sprin Penugasan.

Mengirim surat usulan dan persyaratan pembuatan KTA (Kartu Tanda Anggota ) Perwira kepada Karo SDM Polda metro Jaya. b. c. KTA. Mengirim surat permohonan Blangko KTA (Kartu Tanda Anggota )Bintara dan PNS Dit Lantas Polda Metro Jaya dengan jumlah yang dibutuhkan kepada Karo SDM Polda metro Jaya. (Kartu tanda Anggota) sampai ada 2. KTA (Kartu Tanda Anggota Perwira ) a. Membuat Kartu Tanda Anggota Bintara dan PNS Dit Lantas untuk ditandatangani oleh Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya. Watpers A. Kartu Kesehatan Dan Kartu Bhayangkari 1. KPI. KTA (Kartu Tanda Anggota Bintara Dan Pns Dit Lantas ) a. Menginformasikan kepada masing .masing Bag/Subdit /Sat dan sat lantas Metro DKI Jakarta tentang Batas Waktu KTA perubahan.III. Menyeleksi Kartu Tanda Anggota Bintara dan PNS Polri yang Mengajukan Ke Direktur Lalulintas Polda metro Jaya. b. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 106 .

Kartu Kesehatan a. Membuat Kartu Penunjukkan Isteri untuk Ditandatangani oleh Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya. b. Membuat Kartu Kesehatan untuk Ditandatangani oleh Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya dan Kabid Dokkes Polda Metro Jaya. Membuat Kartu Bhayangkari untuk Ditandatangani oleh Ketua Bhayangkari Dit Lantas Polda Metro Jaya. 3. b. anggota yang akan mengajukan Kartu Pengurusan Isteri dan Kartu Bhayangkari melengkapi semua persyaratan yang telah ditentukan.d. Kartu Penunjukan Isteri (KPI) Dan Kartu Bhayangkari a. anggota yang akan mengajukan Kartu Kesehatan melengkapi semua persyaratan yang telah ditentukan. Memberi nomor KTA sesuai dengan ketentuan yang ada. 4. c. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 107 .

24 TH. 32 TH Dan Satya Lencana Bintang Bhayangkara Nararya a. Adapun Maksud dari pengumpulan Skep Pertama adalah untuk mengitung masa kerja. Para anggota mengumpulkan persyaratan antara lain Skep Pertama. Gaji Berkala 1. Menginformasikan kepada masing-masing Bag/Subdit/Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 108 . Setelah semua persyaratan tersedia diserahkan kepada Biro SDM untuk diproses lebih lanjut.Skep Terakhir dan Berkala Terakhir. 3. Menerima Informasi dari Mabes Polri melalui Biro SDM Polda Metro Jaya tentang petunjuk pembuatan Satya Lencana Kesetiaan. Skep Terakhir untuk pangkat terakhir dan Berkala terakhir untuk melihat kapan anggota tersebut waktunya kenaikan gaji berkala. Menginformasikan kepada Urmin masing-masing Bag/Sat/Subdit dengan mengunakan Nota Dinas kapan saatnya kenaikan gaji berkala dengan cara melihat data TMT Terakhir. b. 16 TH. Satya Lencana Kesetiaan (8 TH.B. Satya Lencana 1. 4. 2. C.

o Surat (SKHP). o FC. Skep Pangkat Terakhir. Skep Pengangkatan Pertama o FC. o FC. o FC. Skep Satya Lencana 8 Tahun. 3) Satya Lencana 24 Tahun : o Surat Rekomendasi dari Ka yang Keterangan Hasil Penelitian berwenang. DRH Singkat. Skep Pengangkatan Pertama o FC. Skep Pangkat Terakhir. Skep Satya Lencana 8 Tahun. 2) Satya Lencana 16 Tahun : o Surat Rekomendasi dari Ka yang Keterangan Hasil Penelitian berwenang. o Surat (SKHP). Skep Pangkat Terakhir.Jakarta tentang Persyaratan Satya Lencana Kesetiaan : 1) Satya Lencana 8 Tahun : o Surat Rekomendasi dari Ka yang berwenang. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 109 . Skep Pengangkatan Pertama o FC. o FC. DRH Singkat. o FC. o FC. o FC.

o FC. 5) : o Surat Rekomendasi dari Ka yang Satya Lencana Bintang Bhayangkara Nararya Keterangan Hasil Penelitian berwenang. DRH Singkat. 4) Satya Lencana 32 Tahun : o Surat Rekomendasi dari Ka yang Keterangan Hasil Penelitian berwenang. o Surat (SKHP). Skep Pangkat Terakhir. Skep Pengangkatan Pertama o FC. o FC. c. Mengirimkan Surat Usulan dan Rekomendasi ke Biro SDM Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Ka Satker untuk proses pembuatan Satya Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 110 Keterangan Hasil Penelitian . DRH Singkat. DRH Singkat. o Surat (SKHP). o FC. o FC. o FC. Skep Pangkat Terakhir. o FC. Skep Satya Lencana 32 Tahun. o FC. Skep Pengangkatan Pertama o FC. o Surat (SKHP). Skep Satya Lencana 24 Tahun.

Mengecek kelengkapan anggota Dit Lantas Polda Metro Jaya yang akan mengusulkan Satya Lencana Kesetiaan (8 TH. d. Keterangan) dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Pangkat/ NRP. 32 TH Dan Satya Lencana Bintang Bhayangkara Nararya) sesuai dengan persyaratan/ketentauan yang berlaku. Jabatan/ Kesatuan. Nama. 16 TH. 24 TH. Keterangan) kepada Karo SDM Polda Metro Jaya dengan tembusan Kapolda Metro Jaya. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 111 . TMT Sk Pertama. SL yang diusulkan. e. SL yang diusulkan. TMT SK Terakhir. Irwasda Polda Metro Jaya dan Karo SDM Polda Metro Jaya.Lencana dengan format (No. Jabatan/ Kesatuan. Mengirimkan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) ke Bid Propam Polda Metro Jaya yang ditanda tangani oleh Ka Satker untuk proses pembuatan Satya Lencana dengan format (No. Irwasda Polda Metro Jaya dan Kabid Propam Polda Metro Jaya. TMT SK Terakhir. TMT Sk Pertama. Nama. Pangkat/ NRP.

foto copi Kartu kesehatan. 3. foto copi KTA. konsep surat diajukan kepada Wadir/Kabag Renmin untuk ditandatangani.D. Restitusi 1. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 112 . dan Resume Medis. E. Cuti Tahunan menerima usulan dari Kabag/Kasat/kasubdit selambat-lambatnya 1 minggu sebelum pelaksanaan membuat surat cuti untuk di tanda tangani Direktur Lalu Lintas atau yang mewakili surat cuti diberikan H-1 sebelum anggota berangkat apabila mengalami hambatan saat kembali harap melapor rendahnya ke satuan Kapolres kewilayahan untuk serendahsurat dibuatkan perpanjangan cuti / surat keterangan terlambat. Pemohon/anggota yang akan mengajukan restitusi menyerahkan kwitansi asli dan foto copi. 4. setelah semua persyarat lengkap. Surat yang telah diberi nomor siap dikirim ke Bid Dokkes Polda Metro Jaya dilampiri dengan persyaratan yang telah ditentukan. kemudian membuat konsep surat permohonan penggantian restitusi. 5. 2. setelah surat ditandatangani oleh Wadir/Kabag Renmin diserahkan ke Ur Tu untuk diberi nomor surat. Ijin Cuti 1.

3. Izin Untuk Keperluan Mendesak menerima usulan dari Kabag/Kasat/kasubdit membuat surat ijin untuk di tanda tangani Direktur Lalu Lintas atau yang mewakili ` - apabila mengalami hambatan saat kembali harap melapor rendahnya ke satuan Kapolres kewilayahan untuk serendahsurat dibuatkan perpanjangan cuti / surat keterangan terlambat. Cuti Melahirkan menerima usulan dari Kabag/Kasat/kasubdit selambat-lambatnya 1 minggu sebelum pelaksanaan dengan dilampirkan surat keterangan dari dokter membuat surat cuti untuk di tanda tangani Direktur Lalu Lintas atau yang mewakili 4. Izin Keluar Negeri Dalam Rangka Keagamaan Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 113 .2. Izin Dispensasi menerima usulan dari Kabag/Kasat/kasubdit dengan dilampirkan surat keterangan dari meminta izin dispensasi. membuat nota dinas permohonan ke Kapolda Metro Jaya. instansi yang 5.

Fotocopy skep pangkat pertama dan fotocopy skep pangkat terakhir. Menerima usulan Dari Kasatker Selambat – lambatnya 4 (empat) minggu sebelum tanggal Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 114 . 6. b. Menerima usulan Dari Kasatker Selambat – lambatnya 4 (empat) minggu sebelum tanggal berangkat sudah di terima Direktur Lalu LIntas Polda Metro Jaya surat usulan dari kasatker dengan lampiran persyaratan sebagai berikut : Surat permohonan dari yang bersangkutan mengetahui Kasatker. c. Membukukan surat permohonan pada buku exspedisi kemudian mengirimkan kepada Kapolda Metro Jaya 3 (tiga) minggu sebelum tanggal pemberangkatan sudah diterima Kapolda Metro Jaya.a. Daftar Riwayat Hidup Singkat mengetahui Kasatker. Bukti pembayaran penyelenggaraan ibadah dan surat keterangan dari penyelanggara ibadah keagamaan. Izin Keluar Negeri Dengan Biaya Sendiri/Sponsor a. Membuat surat permohonan kepada Kapolda Metro Jaya.

Mendampingi. Membukukan surat permohonan pada buku exspedisi kemudian mengirimkan kepada Kapolda Metro Jaya 3 (tiga) minggu sebelum tanggal pemberangkatan sudah diterima Kapolda Metro Jaya. Mengantarkan. Daftar Riwayat Hidup Singkat mengetahui Kasatker. Fotocopy skep pangkat pertama dan fotocopy skep pangkat terakhir. b. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 115 . Izin Keluar Negeri Dalam Rangka Berobat. Menjemput Orang Sakit a. Menerima usulan dari Kasatker dengan lampiran persyaratan sebagai berikut: Surat permohonan dari yang bersangkutan mengetahui Kasatker.berangkat sudah di terima Direktur Lalu LIntas Polda Metro Jaya surat usulan dari kasatker dengan lampiran persyaratan sebagai berikut : Surat permohonan dari yang bersangkutan mengetahui Kasatker. Bukti pembayaran/surat undangan/sponsor dari pihak penyelenggara. Membuat surat permohonan kepada Kapolda Metro Jaya. c. 7.

Mengantar Jenazah a. Fotocopy skep pangkat pertama dan fotocopy skep pangkat terakhir. 8. Daftar Riwayat Hidup Singkat mengetahui Kasatker. Surat Dokter/ Surat Rujukan Rumah Sakit yang dituju. - Fotocopy skep pangkat pertama dan fotocopy skep pangkat terakhir. Membukukan surat permohonan pada buku exspedisi kemudian mengirimkan kepada Kapolda Metro Jaya. Izin Keluar Negeri Dalam Rangka Mengambil. - Fotocopy KPI dan kartu kesehatan. c. Menerima usulan Dari Kasatker dengan lampiran persyaratan sebagai berikut: Surat permohonan dari yang bersangkutan mengetahui Kasatker. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 116 . Membuat surat permohonan kepada Kapolda Metro Jaya 3 (tiga) minggu sebelum tanggal pemberangkatan sudah diterima Kapolda Metro Jaya.- Daftar Riwayat Hidup Singkat mengetahui Kasatker. b.

Membuat surat permohonan kepada Kapolda Metro Jaya. Membukukan surat permohonan pada buku exspedisi kemudian mengirimkan kepada Kapolda Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 117 .b. Membuat surat permohonan kepada Kapolda Metro Jaya 3 (tiga) minggu sebelum tanggal pemberangkatan sudah diterima Kapolda Metro Jaya. Izin Keluar Negeri Dalam Rangka Kepentingan Pribadi a. Fotocopy surat kematian. Membukukan surat permohonan pada buku exspedisi kemudian mengirimkan kepada Kapolda Metro Jaya. c. Daftar Riwayat Hidup Singkat mengetahui Kasatker. 9. c. Menerima usulan Dari Kasatker Selambat – lambatnya 4 (empat) minggu sebelum tanggal berangkat sudah di terima Direktur Lalu LIntas Polda Metro Jaya surat usulan dari kasatker dengan lampiran persyaratan sebagai berikut : Surat permohonan dari yang bersangkutan mengetahui Kasatker. Fotocopy skep pangkat pertama dan fotocopy skep pangkat terakhir. b.

Batas waktu permohonan ijin menikah dan berkas sudah diterima paling lambat 40 (empat puluh hari) sebelum pelaksanaan pernikahan.Metro Jaya 3 (tiga) minggu sebelum tanggal pemberangkatan sudah diterima Kapolda Metro Jaya. Masa ikatan dinas pengajuan nikah : 2 tahun masa Ikatan Dinas Untuk menikah. Memanggil pasangan yang akan menikah untuk mengikuti sidang nikah / pemberian nasehat pernikahan oleh Kabag Renmin Dit Lantas Polda Metro Jaya di Ruang Cakra Lantai III Gedung Biru Dit Lantas PMJ pada hari Sabtu jam 8. b. Kasubbag Rohjas Biro SDM Polda Metro Jaya tentang pelaksanaan tanggal Sidang Nikah ( Bintal Nikah ) Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 118 . Melakukan koordinasi dengan Kabag Watpers U. F. Pengajuan Nikah Dan Cerai 1.p. Menginformasikan kepada masing-masing Bag / Subdit / Sat dan Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta tentang : Persyaratan pengajuan nikah. Pengajuan Nikah a.00 WIB c.

g.p Kabag Psikologi bagi anggota yang akan menikah. Menunggu pemanggilan dari Biro SDM PMJ dan menginformasikan kepada anggota yang akan menikah untuk mengikuti sidang Nikah di Biro SDM Polda Metro Jaya dengan mengajak calon Suami dan Calon Istri beserta perwakilan Orang tua / Wali dari masing-masing calon pasangan.p. d. Mengajukan Cuti Nikah 2. Kasubbag Rohjas Biro SDM Polda Metro Jaya tentang Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 119 . Mengirim Surat Permohonan pemberian nasehat pernikahan ke Biro SDM U. Memanggil pasangan yang akan mengajukan cerai untuk mendapatkan nasehat oleh Kabag Renmin Dit Lantas Polda Metro Jaya dan membuat pernyataan di Ruang Kasubbag Min/Kabag Renmin. Menunggu turun SIK ( Surat Ijin Kawin ) dan hasil Psikologi nikah dari Biro SDM Polda Metro Jaya untuk di daftarkan ke KUA masing-masing. f. c. Pengajuan Cerai a.bagi anggota Dit Lantas yang akan mengikuti kegiatan dimaksud. e. Melakukan koordinasi dengan Kabag Watpers U.p. Kabag Watpers dan Ke Biro SDM U.

Menunggu pemanggilan dari Biro SDM PMJ dan menginformasikan kepada anggota yang akan cerai untuk mengikuti sidang cerai di Biro SDM Polda Metro Jaya dengan mengajak Suami dan Istri beserta perwakilan Orang tua / Wali dari masing-masing calon pasangan. Binrohtal Kegiatan Binrohtal diadakan setiap 1 (satu) bulan sekali sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dari Biro SDM Polda Metro Jaya dengan penceramah dari Biro SDM Polda Metro Jaya. setelah mendapatkan surat pemberitahuan pelaksanaan pengecekan Kesehatan Berkala. Kabag Watpers. e. f. G. Kesehatan Berkala Kesehatan Berkala dilaksanakan sesuai dengan jadwal dari Biddokkes Polda Metro Jaya. Dit Lantas Polda Metro Jaya membuat surat perintah kepada seluruh Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 120 . Mengirim Surat Permohonan cerai ke Biro SDM U.p. d.pengajuan permohonan surat cerai. H. Menunggu turun surat cerai dari Biro SDM Polda Metro Jaya untuk di daftarkan ke KUA masing-masing.

Membuat naskah perencanaan pelatihan lalu lintas Membuat perencanaan tentang aggaran yang dibutuhkan c. Membuat rencana jadwal pelatihan. waktu pelatihan. J. e. kelengkapan perorangan yang harus disiapkan. Perencanaan a. f. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 121 . Merencanakan berapa jumlah personel yang akan diikutsertakan dalam pelatihan.anggota di masing – masing Bag/Sat/Subdit untuk mengikuti tes kesehatan berkala. Kesemaptaan Berkala Kesamaptaan Berkala dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Biro SDM Polda Metro Jaya setelah mendapatkan surat pemberitahuan pelaksanaan kesamaptaan berkala. dan jam mengajar. Pelatihan Fungsi 1). I. Merencanakan materi yang akan diajarkan. b. Menentukan tempat. d. Dit Lantas Polda Metro Jaya membuat nota dinas kepada seluruh anggota di masing – masing Bag/Sat/Subdit untuk mengikuti tes kkesamaptaan berkala. pengajar.

Menkoordinasikan ke masing – masing staf Bag/Subdit/Sat/Satlantas Polres Metro Jajaran DKI tentang penggantian peserta yang dikirim namun telah melaksanakan pelatihan. Merencanakan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi calon peserta latihan dan membuat surat permohonan pemeriksaan ke Kabid Dokkes. Pengorganisasian a. Melakukan koordinasi dengan para pengajar/instruktur tentang bahan hanjar. Membuat rencana soal ujian tertulis yang telah dikoordiansikan dengan pengajar. waktu dan tempat mengajar. i. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 122 . Melakukan koordinasi dengan Biddokes Polda Metro Jaya tentang pelaksanaan pemeriksaan kesehatan. c. e.g. b. Subbag Ren tentang besar anggaran yang disediakan sesuai DIPA. Melakukan koordinasi dengan Juru bayar. Melakukan koordinasi/membuat surat permintaan personil ke masing – masing Bag/Subdit/Sat maupun Sat Lantas Polres Metro Jajaran DKI Jakarta. d. 2).

jadwal pelatihan dan daftar hadir bagi instruktur maupun peserta pelatihan. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 123 . d. e. g. Melaksanakan apel konsolidasi guna pemeriksaan jumlah anggota serta kelengkapan yang disiapkan. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan calon harus peserta kesehatan di Bid Dokkes Polda Metro Jaya dan kesaptaan jasmani di tempat yang telah ditentukan. f. Membuat surat perintah. h. Membuat permintaan penggantian peserta pelatihan kepada Bag/Subdit/Sat maupun Sat Lantas Polres Metro Jajaran DKI Jakarta bagi anggota yang dinyatakan sakit oleh Biddokkes. b. Melaksanakan ujian baik tertulis maupun praktek.3). Pelaksanaan a. Mengirimkan ditandatangani surat ke perintah yang maupun telah Sat Bag/Subdit/Sat Lantas Polres Metro Jajaran DKI Jakarta. Melaksanakan pelatihan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. c. Melaksanakan tes kesamaptaan jasmani di tempat yang telah ditentukan.

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 124 . d. Memberikan mengikuti penghargaan bagi – peserta sungguh yang dan dengan sungguh dinyatakan lulus ujian baik toeri maupun praktek.4). hak pensiun persyaratan pensiun - Melakukan koordinasi dengan bagain pangkat apabila anggota yang bersangkutan diajukan kenaikan pangkat penghargaan. - Melakukan koordinasi dengan Kaur Keu untuk mengecek kondisi gaji yang bersangkutan (kenaikan tunjangan istri dan anak) gaji. b. Pensiun Polri / PNS - Menginformasikan kepada masing – masing Bag/ Sat / Subdit / Sat Lantas Polres Metro DKI Jakarta tentang : a. Pengawasan Dan Evaluasi a. Membuat naskah laporan hasil pelaksanaan latihan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya. b. Mengambil absen pengajar/instruktur maupun peserta pelatihan setiap hari kemudian melaporkan kepada Kasubbag Renmin Dit Lantas Polda Metro Jaya. K. c. Melaksanakan Upacara Penutupan pelatihan.

b. hak catur cakti persyaratan catur cakti mengirimkan Surat permohonan santunan catur cakti kepada kapolda Metro Jaya - mengirimkan informasi kepada ahli waris apabila santunan Catur Cakti sudah keluar.- Melakukan koordinasi dengan kasubbag Sarpras untuk mengecek ada tidaknya barang inventaris yang dipinjamkan kepada anggota yang akan mengajukan pensiun Mengirimkan Surat permohonan pensiun kepada kapolda Metro Jaya Jika SK Pensiun sudah keluar selanjutnya berkoordinasi dengan Kaur Keu untuk penerbitan SKPP dari KPPN Mengirimkan SK Pensiun ke Kancab Asabri Gaji pensiun turun sesuai dengan alamat penerima melalui Bank yang sudah di tunjuk oleh pengelola pensiun (PT Asabri) L. Catur Cakti menginformasikan kepada ahli waris tentang : a. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 125 .

SUB BAGIAN SARANA DAN PRASARANA Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 126 .

2. Dasar a. Dalam rangka untuk kesamaan Visi persepsi dan pola tindak yang sama terhadap implementasi penyelenggaraan Pelayanan Prima Subbag Sarpras.BAB V SUB BAGIAN SARANA DAN PRASARANA I. tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. PENDAHULUAN 1. maka dipandang perlu membuat Pedoman tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Subbag Sarpras. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 127 . BBM. Latar belakang a.melaksanakan kegiatan penerimaan dan pendistribusian terhadap proses kendaraan bermotor. b. Kaporlap dan Pengadaan Barang dan Jasa serta melaksanakan perawatan Senpi. Dengan penyusunan SOP ini di buat sebagai acuan Subbag Sarpras Dit Lantas Polda Metro Jaya dalam menjalankan fungsi sebagai sarana dan prasarana Dit Lantas Polda Metro Jaya dan pengkajian data aset kekayaan Dit Lantas Polda Metro Jaya/barang Milik Negara (BMN). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.

b.

Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

c.

Undang-Undang Perbendaharaan

Nomor

1

tahun

2004

tentang

Negara.

d.

Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

e.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

3.

Maksud dan tujuan a. Maksud Maksud Penyusunan Pedoman Standar Operasional

Prosedur (SOP) Subbag Sarpras Dit Lantas Polda Metro Jaya adalah : 1) Sebagai dasar dan pedoman implementasi bagi unsur Pelayanan Subbag sarpras dalam pelaksanaan

kegiatan Sarana dan Prasarana, sehingga lebih terkoordinasi efektif efisien dan dapat dipertanggung jawabkan; 2) Untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar dari SOP Subbag Sarpras agar mudah dipahami dalam

pelaksanaan tugas Subbag Sarpras.

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 128

b.

Tujuan Tujuan Penyusunan Pedoman Standar Operasional

Prosedur (SOP) Subbag Sarpras Dit Lantas Polda Metro Jaya adalah : 1) Untuk menjamin pemahaman prinsip-prinsip dasar terhadap SOP pada Subbag Sarpras, sehingga tidak ragu-ragu dalam melakukan tindakan; 2) SOP ini di buat sebagai acuan Subbag Sarpras Dit Lantas Polda Metro Jaya dalam menjalankan fungsi sebagai sarana dan prasarana Dit Lantas Polda Metro Jaya dan pengkajian data aset kekayaan Dit Lantas Polda Metro Jaya/barang kegiatan Milik Negara dan

(BMN),melaksanakan

penerimaan

pendistribusian terhadap proses kendaraan bermotor, BBM, Kaporlap dan Pengadaan Barang dan Jasa serta melaksanakan perawatan Senpi 4. Ruang lingkup Adapun Ruang Lingkup Penyusunan Pedoman Standar

Operasional Prosedur (SOP) Subbag Sarpras meliputi : a. Pelaksanaan Tugas Pokok Fungsi dan Peran Subbag Sarpras pada sarana dan Prasarana di Jajaran Dit Lantas Polda Metro Jaya; b. Standar Kinerja Subbag Sarpras secara berhasil dan berdaya guna di jajaran Dit Lantas Polda Metro Jaya.

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 129

II.

Tugas Pokok Tugas Pokok Subbag Sarpras sebagai sarana dan prasarana Dit Lantas Polda Metro Jaya dan pengkajian data aset kekayaan Dit Lantas Polda Metro Jaya/barang Milik Negara (BMN), melaksanakan kegiatan penerimaan dan pendistribusian terhadap proses kendaraan bermotor, BBM, Kaporlap dan Pengadaan Barang dan Jasa serta melaksanakan perawatan Senpi

III.

Pelaksanaan Subbag Sarpras Dit Lantas Polda Metro Jaya dalam pelaksanaan tugas pokoknya dilakukan dengan bantuan dari masing-masing bagian yang berada dibawahnya sebagai berikut : o Kasubbag Sarpras; o Pamin Bekum; o Pamin Faskon; o Pamin Pal; o Bamin/Banum.

5.

Urutan tindakan Urutan kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan tugas Subbag

Sarpras mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan tugas pelayanan sarana dan prasarana lalu lintas sebagai berikut:

Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 130

dan dokumentasi kegiatan Subbag Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 131 . dan penatausahaan SIMAK BMN dan keuangan. 7) Melaksanakan dan pengolahan data serta penyajian informasi Sarpras. perbaikan. pengadministrasian. dan pendistribusian materiil logistik serta perbekalan umum. 4) Menyelenggarakan perencanaan. 8) Memberikan masukan kepada pimpinan berkaitan dengan pelaksanaan tugas Subbag Sarpras. 3) Melaksanakan pembangunan fasilitas dan konstruksi serta pengadaan materiil logistik sesuai program dan lingkup batas kewenangannya. 6) Melaksanakan penginventarisasian seluruh materiil dan aset polri dalam lingkungan Dit Lantas dan penghapusannya sesuai dengan ketentuan peratuan perundang-undangan. 2) Melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan pembangunan fasilitas dan konstruksi peralatan Dit Lantas. Kasubbag Sarpras 1) Membina dan menyelenggarakan manajemen Sarpras di lingkungan Dit Lantas.a. 5) Menyelenggarakan penyimpanan. pemeliharaan.

serta memproses administrasi pelaporan tugas di bidang fasilitas jasa dan konstruksi. dan telekomunikasi di lingkungan Dit Lantas. Pamin Faskon 1) Menyelenggarakan fasilitas jasa dan konstruksi serta memproses administrasi pertanahan di lingkungan Dit Lantas. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 132 . Pamin Bekum 1) Melakukan pengadaan dan / atau pendistribusian bahan bakar minyak dan pelumas di lingkungan Dit Lantas. 2) Menyelenggarakan fasilitas listrik. air. 3) Melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas jasa dan konstruksi. 4) Melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas listrik. pelaporan tugas di bidang perbekalan umum. pertanahan. 5) Membuat konsep kegiatan pengadministrasian. 2) Melakukan pengadaan dan / atau pendistribusian perlengkapan mesin kantor di lingkungan Dit Lantas. c. air.b. 3) Melaksanakan kegiatan pengadministrasian. 4) Memberikan masukan kepada pimpinan berkaitan tugas perbekalan umum. dan telekomunikasi di lingkungan Dit Lantas.

2) Melakukan pemeliharaan dan perawatan senjata dan amunisi. 6) Memberikan masukan kepada pimpinan berkaitan dengan tugas perlengkapan. 4) Melakukan tugas menginventarisir. mengadministrasikan dan menyalurkan senjata dan amunisi milik Dit Lantas.6) Memberikan masukan kepada pimpinan berkaitan tugas fasilitas jasa dan konstruksi. pengarsipan. Banim/Banum 1) Melaksanakan kegiatan adminitrasi surat menyurat ( agenda. mengadministrasikan dan menyalurkan alat khusus dan angkutan milik Dit Lantas. Pamin Pal 1) Melakukan pemeliharaan dan perawatan peralatan dan angkutan di lingkungan Dit Lantas. 5) Membuat konsep pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perlengkapan. 3) Melakukan tugas menginventarisir. pendistribusian). e. d. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 133 .

Sistem administrasi yang digunakan dalam pelaksanaan SOP Subbag Sarpras menggunakan sistem administrasi yang berlaku dilingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Biaya dalam proses penyelenggaraan pelaksanaan kegiataan Subbag Sarpras menggunakan anggaran dinas yang telah ditetapkan sesuai program kerja dan kegiatan serta anggaran dalam DIPA Dit Lantas Polda Metro Jaya. 4) membantu perkantoran.2) Membuat surat-surat yang berkaitan dengan tugas Subbag Sarpras. 3) Mengumpulkan data yang diperlukan dalam rangka penyusunan naskah dinas. 2. IV. melaksanakan tugas kesiapan 5) Membuat laporan pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan tugas Subbag Sarpras. Administrasi Dan Anggaran 1. Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 134 .

SH. Pedoman Standar Operasional Prosedur (SOP) Subbag Sarpras ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 2 Sebagai Pedoman.V Penutup 1 Demikian penyusunan pedoman Standar Operasional Prosedur (SOP) Subbag Sarpras tentang sarana dan prasarana terhadap Anggota/PNS Polri. acuan dan kerangka kerja bagi para unsur pengemban pelaksana sarana dan prasarana terhadap Anggota/PNS Polri. 61060753 Bag Renmin Dit Lantas PMJ| 135 . Desember 2011 DIREKTUR LALU LINTAS POLDA METRO JAYA Drs. agar dapat dilaksanakan di lingkungan Dit Lantas Polda Metro Jaya secara terarah. DWI SIGIT NURMANTYAS. Jakarta. 4. pedoman lain dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan pedoman ini dan apabila ada hal-hal yang belum diatur dalam pedoman iniakan diatur kemudian. M. tertib dan mencapai sasaran yang telah ditentukan.Hum KOMISARIS BESAR POLISI NRP. 3 Pedoman Standar Operasional Prosedur (SOP) Subbag Sarpras ini diberlakukan sebagai pedoman kerja di lingkungan Dit Lantas Polda Metro Jaya.