Anda di halaman 1dari 98

By : Virgianti Nur Faridah, S.

Kep, Ns STIKES MUH LAMONGAN


1

Pendahuluan
Pengetahuan ttg kanker berkembang
pesat krn sebagian besar penyakit infeksi telah dapat dikendalikan Kanker timbul berkaitan dg faktor : - Lingkungan - Pajanan : virus, kimia, jenis makanan, kebiasaan, jenis pekerjaan
2

Istilah
Onkogenesis : proses2 pewmbentukan
tumor, baik tumor jinak maupun tumor ganas Karsinogenesis : proses pembentukan tumor ganas (kanker) Karsinogen :segala sesuatu yg menyebabkan tjdnya kanker
3

Kanker
Kanker mrp penyakit genetik yg bersifat
sistemik shg pengobatannya bukan hanya lokal-regional tetapi juga sistemik Modalitas pengobatan kanker : - Radiasi - Kemoterapi - Bedah - Pengobatan lainnya
4

Kanker
Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai
dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).
5

Ketika sel normal (A) rusak atau tua (2), mereka mengalami apoptosis (1); sel kanker (B) menghindari apoptosis dan terus membelah diri.

Penyebab kanker
Karsinogen menimbulkan perubahan DNA
yg satuan kecilnya ialah gen, shg karsinogen dsb bersifat mutagenik Sgt sering lebih dari satu karsinogen diperlukan untuk perubahan sel normal mjd neoplastik

Berbagai karsinogen
Bahan kimia Hidro karbon polisiklik aromatik Amin aromatic dan pewarna Nitro samin Unsur logam Karsinogen virus Human papiloma virus (HPV) : kulit, laring, vulva Epstein Barr Virus (EBV) : nasopharing Cyto Megalo Virus (CMV) : sarkoma kaposi pd AIDS
9

Lanjutan karsinogen..
Karsinogen radiasi - Radiasi UV dg panjang gelombang 290-370 mm berkaitan dg tjdnya kanker kulit (karsinoma sel basal, squamosa) Terutama pd kulit putih yg sering mendapat sinar matahari Agen biologik Hormon : estrogen Mikotoksin : jamur karsinoma sel mati Parasit : achitoma Ca kandung kemih

10

RADIOTERAPI

11

RADIOTERAPI
Adalah pengobatan dg menggunakan
sinar peng-ion, yg saat ini mrp salah satu jenis terapi penting untuk penyakit kanker, disamping pembedahan dan kemoterapi Terapi radiasi adalah terapi sinar menggunakan energi tinggi yang dapat menembus jaringan dalam rangka membunuh sel neoplasma.
12

Onkologi radiasi adalah cabang ilmu yg

mempelajari penerapan terapi radiasi terutama dlm pengobatan tunggal maupun kombinasi dg pengobatan lain yg berlandaskan pd berbagai penemuan dasar biologi dan fisika radiasi

13

Tujuan Radioterapi
Adalah mengeradikasi tumor invivo dg
memberikan sejumlah dosis radiasi yg diperlukan scr tepat pd daerah target radiasi, tanpa merusak jar sehat sekitarnya, dg harapan dpt memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang angka kelangsungan hidup penderita Dasar peng-ion adalah gel elektromagnetik (foton) atau partikel berenergi yg akan menimbulkan proses ionisasi bila melewati berbagai materi termasuk materi biologik
14

Sifat Terapi Radiasi


Terapi radiasi sendiri sifatnya adalah :
- Merupakan terapi yang sifatnya lokal dan regional - Mematikan sel dengan cara merusak DNA yang akibatnya bisa mendestrukasi sel tumor - Memiliki kemampuan untuk mempercepat proses apoptosis dari sel tumor. - Ionisasi yang ditimbulkan oleh radiasi dapat mematikan sel tumor. - Memiliki kemampuan mengurangi rasa sakit dengan mengecilkan ukuran tumor sehingga mengurangi pendesakan di area sekitarnya.. - Berguna sebagai terapi paliatif untuk pasien dengan perdarahan dari tumornya. - Walaupun pemberian radiasi bersifat lokal dan regional namun dapat mengakibatkan defek imun secara general.
15

Secara luas dilaporkan bahwa segera setelah pemberian

Pengaruh Terapi Radiasi Terhadap Sistem Imun

radiasi terjadi gangguan terhadap sel limfosit T, yang akibatnya memudahkan timbulnya berbagai macam infeksi. Pasien dengan tumor primer di leher dimana drainase limfatiknya juga di leher , setelah diberikan radiasi mengakibatkan berkurangnya limfosit darah tepi secara signifikan. Jumlah limfosit T CD4+ menurun lebih bermakna dibandingkan penurunan jumlah sel limfosit T CD8+. Gangguan akibat radiasi tidak hanya mempengaruhi jumlah sel limfosit T namun juga mengakibatkan defek pada fungsi sel T. Adanya gangguan fungsi dibuktikan dengan sulitnya sel T ini distimulasi pada percobaan invitro. Apakah defek jumlah dan fungsi limfosit T pada penderita yang diterapi radiasi dapat reversibel? Penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan normalisasi sel limfosit T CD4+ setelah 3-4 minggu pasca radiasi.

16

Golongan Sinar Peng-ion


Gel elektromagnetik
terdiri dari : sinar X dan sinar gamma Kelompok partikel - bermuatan positif : proton dan helium - bermuatan negatif : elektron - tanpa muatan (netral) : neutron

17

Sumber sinar peng-ion


Generator listrik :
a. jenis orthovolt, energi 50 300 kv b. jenis megavolt, berenergi min 1 megavolt Sinar ini dpt berupa : foton, elektron, partikel berat (lineac) Sumber alamiah : - Cobalt 60 - Cosium 137 - Iridium 192 Radon 255 - Iodium 131, 125
18

Jenis ini dpt dibagi dlm :


Sumber terbuka : yg mengikuti
metabolisme tubuh misal : iodium 131, iodium 125, fosfor dan aurium 198 Sumber tertutup : tg dlm penggunaannya akan dikontakkan dg bag tubuh penderita misal : cobalt 60, cosium 137, iridium 192
19

Dasar2 Biologi Radio Terapi


Sbg dasar digunakannya terapi radiasi
adalah terdptnya perbedaan efek radiasi pd tumor dan jaringan normal disekitarnya

20

Efek Radiasi
Tingkat molekuler
- single/double strand breaks rantai DNA - perubahan atau kehilangan basa2 pembentuk DNA - Tjd cross links antara DNA dan protein cromosom Tingkat seluler - aberasi kromosom - hambatan melakukan proses reproduksi - hambatan melakukan siklus proliferasi sel
21

Faktor2 biologis yg mempengaruhi respon sel thd radiasi


Oksigenasi Fase2 proliferasi Panas Radio sensitizer kimia

22

Peran radiasi dalam pengobatan


Definitif Kombinasi

23

Kombinasi
Kombinasi dengan pembedahan
a. radiasi pra bedah tujuan : menurunkan metastasis akibat iatrogenik b. Radiasi pasca bedah tujuan : menurunkan angka kekambuhan lokal
24

Lanjutan ..
Kombinasi dg sitostatika
Tujuan : - mematikan sel yg mungkin telah tersebar sistemik scr mikroskopis - meningkatkan efek radiasi Kombinasi dg imunoterapi (masih diteliti)

25

Tujuan Terapi Radiasi


Kuratif
yaitu menghilangkan tumor 9eradikasi) pd daerah lokal dan kelenjar getah bening regional, dg tujuan meningkatkan kontrol lokal dan angka kelangsungan hidup penderita Paliatif yaitu diberikan pd kanker stadium lanjut, baik lokal maupun metastasis. Tujuan terutama untuk menghilangkan gejala yg ada, dg harapan meningkatkan kualitas hidup penderita Misal : nyeri yg sangat, metastasis tulang dg ancaman fraktur
26

Jenis Terapi Radiasi


Radiasi Eksterna/teleterapi Brachy Terapi Radio Farmaka

27

Radiasi Eksterna/teleterapi
Radiasi dilakukan dg menggunakan
sumber radiasi dg jarak ttt TELE artinya jauh misal : Cobalt berjarak 80 cm dan lineac berjarak 100 cm

28

Radiasi eksterna dapat digunakan sebagai :


- pengobatan efektif pada tumor primer tanpa pembesaran kelenjar getah bening - pembesaran tumor primer dengan pembesaran kelenjar getah bening - Terapi yang dikombinasi dengan kemoterapi - Terapi adjuvan diberikan pre operatif atau post operatif pada neck dissection
29

Brachy Terapi
a.
b. Bra = dekat Dilakukan dg mendekatkan sumber radiasi pada/dalam target radiasi/tumor Teknik yg dilakukan : Implantasi yaitu menanamkan sumber radiasi dlm tumor misal : cesium, iridium pd Ca mammae, Ca lidah dll Intra kaviter yaitu menempatkan sumber radioaktif dlm kaviter lumen tubuh misal : Ca cervik, Ca esophagus, Ca nasopharing dg menggunakan Cobalt 60, iridium 192 Kontak dg menempelkan sumber radiasi pd daerah yg akan diradiasi Misal : pada palpebra, konjungtiva, tumor kulit
30

c.

Radiasi Interna/ brachyterapi bisa digunakan untuk :


- Menambah kekurangan dosis pada tumor primer dan untuk menghindari terlalu banyak jaringan sehat yang terkena radiasi. - Sebagai booster bila masih ditemukan residu tumor - Pengobatan kasus kambuh.

31

Radio Farmaka
Radiasi dipancarkan dari bahan radio aktif
tertentu yg terikat pd radio farmaka ttt, yg dimasukkan ke dalam tubuh secara per oral Injeksi atau intra kaviter yg selanjutnya melalui proses metabolisme dalam tubuh Contoh : I 131
32

Teknik Pelaksanaan Radiasi


Teknik lapangan multiple Teknik Rotasi

Stasioner

33

Stasioner
Teknik radiasi 1 lapangan
digunakan untuk tumor2 superfisial Teknik radiasi 2 lapangan plan paralel untuk meningkatkan dosis, untuk tumor lebih dalam, sumber radiasi arahnya berimpit Teknik 2 lapangan tangensial sumbu 2 sinar saling berpotongan membentuk sudut untuk lapangan radiasi luas, contoh dinding thorak
34

Teknik lapangan multiple


Sumbu saling berpotongan Makin banyak lapangan radiasi, makin
sedikit jaringan sehat yg terkena radiasi

Teknik Rotasi
Rotasi penuh Rorasi Sebagian (Pendulans)
35

Satuan Unit Radiasi


Satuan Radiasi
R = Rontgen (satuan radiasi di udara) Dosis : jumlah radiasi yg diserap jaringan Rad = 100 c rad Gray (Gy) = 100 rad 1 cGy/centi gray = 1 rad Satuan aktivitas zat radio aktif Curie = Co = 3,7 x 10 desintegrasi /detik
36

Efek samping Radiasi


Akut Efek
Berhubungan dg inflamasi / radang waktu tjd sebelum 3 bulan setelah selesai radiasi Efek kronis fibrosis nekrosis terjadi setelah 2 bulan selesai radiasi

37

Akut Efek
Kulit
- Dermatitis Tk 1 : eritema ringan, epilasi /rambut rontok (kadang2) Mukosa kering, hyposaliva, mucositis, caries dentis, pertumbuhan jamur, anoreksia Paru pneumonitis, late efek : fibrosis paru
38

Lanjutan.
Usus
- Hiperperistaltik : diare - stagnasi : stenosis, perforasi - progtitis : std lanjut VU sistitis : disuri Hepar hepatitis Ginjal Nephritis
39

Lanjutan.
SS Tulang
- Leucopenia - Trombocytopenia - Anemia Tulang Osteomyelitus : frakur tulang Medula Spinalis Myolitis Gonad Sterilitas
40

Kepekaan sel thd radiasi tgt dari :



Asal jaringan Oksigen : hyperbarik Temperatur : hypertermi, suhu 430 C Bahan kimia Radio sensitizer = 5 FU Radio Protector gugus sulandril - cysplatin Hormon

41

Asal Jaringan
Tumor yg cukup radio sensitif Tumor yg kurang radio sensitif

Tumor yg sangat sensitif

42

Tumor yg sangat sensitif


Seminoma testis Dysgerminoma ovarii Lympoma maligna Wim tumor Medule blastom, dll

43

Tumor yg cukup radio sensitif


Ca cervix uteri Ca nasopharing Ca Laring Ca kulit Ca payudara, dll

44

Tumor yg kurang radio sensitif


Fibro sarkoma Osteosarcoma Chendro sarcoma Cistosarcomaphyloides

45

Perbedaan sensitivitas antara jaringan tumor dg jaringan sehat


Kemampuan repair tumor lebih lambat
dari jaringan sehat Kemampuan reproduksi tumor lebih tinggi dari jaringan sehat Kemampuan mitosis tumor lebih tinggi dari jar sehat Kemampuan repopulasi jar tumor lebih tinggi dari jar sehat
46

Cara pemberian dosis radiasi


Bertahap (fraksinasi)

Tunggal

47

Respon radiasi juga tgt dari :


Dosis radiasi per kali/per fraksi Lama radiasi diberikan/ total dose Jumlah fraksi per minggu

48

Sistem fraksinasi yg diberikan


Dosis perfraksi 200 cGy (umumnya) 5 x per minggu Dosis total tgt jenis tumor

49

Persiapan radiasi
KU baik Lab hasil normal :
- Hb > 10 gr % - Leucocyte 2000 10.000 - Trombocyte : > 80.000 (rawat inap) > 100.000 (rawat jalan)

50

Yang perlu diperhatikan selama radiasi




Tensi, nadi Temperatur Lab : Hb, Leuco, trombo Pasien disarankan untk sesedikit mungkin kena air terutama daerah radiasi Hygiene mulut Diare, mual, muntah Jgn makan pedas, berlemak
51

Cyto Radiasi
Adalah pemberian radiasi tanpa memperhatikan
hasil lab maupun PA, dg tujuan penyelamatan pasien dan secara sambil jalan hasil lab dan hasil PA dipenuhi Contoh : - Vena cava superior syndrom - perdarahan masif - serum creatinin tinggi

52

Ilustrasi

53

Ilustrasi

54

Kemoterapi

55

Kemoterapi
Kemoterapi adalah proses pengobatan dengan
menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi adalah penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan untuk merawat kanker.
56

Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker


dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika, namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi, dalam usaha untuk mendapatkan khasiat lebih besar.

57

Manfaat kemoterapi
Pengobatan Beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu jenis kemoterapi atau beberapa jenis kemoterapi. 2. Kontrol Kemoterapi ada yang bertujuan untuk menghambat perkembangan kanker agar tidak bertambah besar atau menyebar ke jaringan lain. 3. Mengurangi gejala Bila kemotarapi tidak dapat menghilangkan kanker, maka kemoterapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul pada pasien, seperti meringankan rasa sakit dan memberi perasaan lebih baik serta memperkecil ukuran kenker pada daerah yang diserang.
1.
58

Jenis kemoterapi
Kemoterapi adjuvant, kemoterapi yang diberikan
sesudah operasi. Manfaatnya mengurangi kekambuhan local dan mengurangi penyebaran yang akan timbul. Kemoterapi neo adjuvant kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi. Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas.
59

Pemberian Kemoterapi
Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik, sebagian
besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena, sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit, serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. Apabila pasien diberikan suntikan intravena, seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit, dapat secara mingguan, dua mingguan 3-4 mingguan. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap.
60

Apa yang terjadi ?


Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel
kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti, sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan.

61

Untuk mencegah kerusakan permanent dari sel

sehat, obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu, namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut
62

Efek Samping Kemoterapi


Efek samping dapat muncul ketika sedang dilakukan
pengobatan atau beberapa waktu setelah pengobatan. Efek samping yang bisa timbul adalah:

Lemas Efek samping yang umum timbul. Timbulnya dapat mendadak atau perlahan. Tidak langsung menghilang dengan istirahat, kadang berlangsung hingga akhir pengobatan. Mual dan Muntah Ada beberapa obat kemoterapi yang lebih membuat mual dan muntah. Selain itu ada beberapa orang yang sangat rentan terhadap mual dan muntah. Hal ini dapat dicegah dengan obat anti mual yang diberikan sebelum/selama/sesudah pengobatan kemoterapi. Mual muntah dapat berlangsung singkat ataupun lama.
63

1.

2.

3. Sariawan Beberapa obat kemoterapi menimbulkan penyakit mulut seperti terasa tebal atau infeksi. Kondisi mulut yang sehat sangat penting dalam kemoterapi 4. Gangguan pencernaan Beberapa jenis obat kemoterapi berefek diare. Bahkan ada yang menjadi diare disertai dehidrasi berat yang harus dirawat. Sembelit kadang bisa terjadi. Bila diare: kurangi makanan berserat, sereal, buah dan sayur. Minum banyak untuk mengganti cairan yang hilang. Bila susah BAB: perbanyak makanan berserat, olahraga ringan bila memungkinkan
64

Lanjutan
5.

Rambut Rontok Kerontokan rambut bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau tiga minggu setelah kemoterapi dimulai. Dapat juga menyebabkan rambut patah di dekat kulit kepala. Dapat terjadi setelah beberapa minggu terapi. Rambut dapat tumbuh lagi setelah kemoterapi selesai.

6. Otot dan Saraf Beberapa obat kemoterapi menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada jari tangan atau kaki serta kelemahan pada otot kaki. Sebagian bisa terjadi sakit pada otot.
65

7. Efek Pada Darah Beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah, sehingga jumlah sel darah menurun. Yang paling sering adalah penurunan sel darah putih (leokosit). Penurunan sel darah terjadi pada setiap kemoterapi dan tes darah akan dilaksanakan sebelum kemoterapi berikutnya untuk memastikan jumlah sel darah telah kembali normal. Penurunan jumlah sel darah dapat mengakibatkan: A. Mudah terkena infeksi Hal ini disebabkan oleh Karena jumlah leokosit turun, karena leokosit adalah sel darah yang berfungsi untuk perlindungan terhadap infeksi. Ada beberapa obat yang bisa meningkatkan jumlah leokosit.
66

B. Perdarahan Keping darah (trombosit) berperan pada proses pembekuan


darah. Penurunan jumlah trombosit mengakibatkan perdarahan sulit berhenti, lebam, bercak merah di kulit. C. Anemia Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah yang ditandai oleh penurunan Hb (hemoglobin). Karena Hb letaknya di dalam sel darah merah. Akibat anemia adalah seorang menjadi merasa lemah, mudah lelah dan tampak pucat. 8. Kulit dapat menjadi kering dan berubah warna Lebih sensitive terhadap matahari. Kuku tumbuh lebih lambat dan terdapat garis putih melintang.

67

Setiap obat memiliki efek samping yang

berbeda! Reaksi tiap orang pada tiap siklus juga berbeda! Setiap efek samping bersifat SEMENTARA dan berkurang bila terapi dihentikan. PERTIMBANGKAN dan DISKUSIKAN dengan dokter anda: Untung vs Rugi.
68

Syarat seseorang mendapat kemoterapi:


Fungsi organ baik. Jenis sel darah merah dan darah putih
cukup. Tidak demam. Tidak perdarahan. Dapat melakukan kegiatan sehari-hari sendiri (sehat)

69

Apa manfaatnya?
Berikut ini rincian beberapa manfaat
kemoterapi pada berbagai jenis kanker. 1. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama). Penyakit Hodgkin Non Hodgkin limfoma jenis large sel Kanker testis jenis germ sel Leukemia dan Limfoma pada anak
70

2.

Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama, kadang-kadang sembuh) Kanker Payudara Kanker Ovarium Kanker Paru jenis small sel Limfoma non Hodgkin Multiple Mieloma
71

3.


4.

Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala) Kanker Nasofaring Kanker Prostat Kanker Endometrium Kanker Leher dan Kepala Kanker Paru jenis non small sel Kemoterapi kadangkala bermanfaat Kanker Nasofaring Melanoma Kanker usus besar
72

73

Sensitizer (Photofrin /

Photosan) dengan dosis 2 mg / kg BB diberikan secara intra venous sekitar 3 s/d 5 menit

Photofrin / Photosan Diberikan dan secara selective akan


terkumpul didalam sel tumor

74

Sitostatika
Obat untuk kanker (kemoterapi) biasa disebut

dg sitostatika Pembagian obat sitostatika : berasal dari tanaman : vincristine, vinblatine antibiotika : bleomycin, doxorubicin, epirubicin, mytomicin anti metabolit : metotrexate, 5- fluorouracil alkilating agent : cyclophosphamide, chlorambucil, cisplatin, carboplatin Miscellaneous : Procarbazine
75

Biasanya neoplasma yang respon terhadap

kemoterapi adalah yang pertumbuhannya cepat ( pembelahan sel cepat ), sehingga terhadap sel normal yang pembelahannya cepat seperti sumsum tulang, folikel rambut dan epitel mukosa akan mudah terkena dampak sitostatika juga. Sehingga sitostatika juga terkait dengan siklus sel. Mitosis terjadi pada fase : G1 : presintesis S : sintesis G2 : post duplikasi G0 : istirahat
76

Cyclophosphamide
golongan alkilating agent
bekerja dengan cara mengganggu pertumbuhan sel dengan efek langsungnya terhadap DNA Efek samping terhadap : - hematopoesis, tjd imunosupresi, limfosit paling terpengaruh, tjd amenore pada wanita, kerusakan spermatogenesis pada laki-laki - Cystitis - kerusakan hati mudah terjadi hematuri Absorbsi peroral baik sehingga ada bentuk tabletnya 200 mg/ tablet . Untuk dosis injeksi 600 mg/lpt sedangkan oral 50-200 mg/lpt
77

Metotrexate
merupakan anti folat sehingga
membutuhkan lekoforin ( asam folat) sebagai antidotum

Efek samping : depresi sumsum tulang,


trobositopenia, granulositopenia, gangguan ginjal

78

Vincristine
alkaloid vinka yang banyak dipakai,
bekerja menghentikan mitosis, efek ke sum-sum tulang rendah, toksisitas pada sistem saraf, konstipsi.

Bila bilirubin meningkat > 3 mg/dl dosis


bisa diturunkan sampai 50 %

79

Doxorubicin ( Adriamycin )
merupakan derivat antibiotika , dihasilkan
dari streptomyces, memiliki struktur cincin tertacyclin, bila bereaksi menhasilkan radikal anion superoksida yang bisa merusak sel. Efek samping : myelosupresi dan kardiomyopati. Obat ini tidak dapat menembus sawar otak.
80

Bleomycin
Dibandingkan dengan obat lain efek
myelosupresi paling rendah sehingga obat ini sering dikombinasi. Kerja bleomycin : memecah DNA. Efek samping : fibrosis paru, sakit kepala, nausea dan vomitus.

81

Kortikosteroid
Banyak dipakai menyertai sitostatika
karena mempunyai efek limfoliti (kemampuan menekan mitosis limfosit) sehingga banyak digunakan untuk kasus lekemia dan LNH. Steroid ini memiliki efek simpotomastis menekan panas, keringat dingin,rasa sakit dan dapat memperbaiki nafsu makan.
82

Resiko yg didapat staf (Perawat)


Petugas dpt terkontaminasi melalui : Instalasi Injeksi Absorbsi Hal tsb disebabkan : Terhirupnya aerosol Kontaminasi obat pd saat persiapan melalui tumpahan/percikan atau IV line
83

Penanganan obat sitostatika


Staf yg diijinkan (terlatih) - Cara menangani dan memberikan obat

secara benar - Cara menangani bahan terkontaminasi - Cara menangani ekskresi pasien - Cara pencegahan terhadap staf yg resti

84

Staf yg tdk boleh memberikan obat : - Sedang hamil/menyusui - Staf yg dianggap belum dewasa - Staf yg tdk terlindung Pelatihan
- Secara berkala min setahun sekali

85

Tindakan pencegahan
Untuk mencegah resiko : - Dilarang makan/minum di tempat / ruang
pencampuran obat - Dilarang memakai kosmetik di ruang pencampuran - Dilarang menyimpan makanan/minuman bersama obat dalam kulkas - Cuci tangan secara aseptik

86

Pencegahan thd alat


Karu : bertanggung jawab terhadap
perlengkapan Baju pelindung tangan panjang, celana panjang berkaret Sarung tangan Masker Topi Kacamata
87

Persiapan
Memakai pelindung pada saat : - Mencampur obat - Memberikan obat - Membuang alat yg terkontaminasi

88

Perhatian !
Cuci seluruh tangan secara aseptik Cegah kebocoran sarung tangan Alasi meja trolly dg kain/kertas penyerap Hindari tumpah dan meninggalkan aerosol Jangan terlalu dekat dg wajah Sblm membuka ampul, pastikan tdk ada
cairan di puncak ampul
89

Bekerja dg sistem tertutup Cegah tekanan yg berlebihan pd ampul Pastikan cairan yg diambil sdh cukup Buat label pd spuit Selalu pakai pelindung Pembuangan sampah sitostatika : Bahan dibungkus dg aman Beri label Pembuangan pd incenerator akhir
90

Hal yg harus dilakukan



Bila tjd kontaminasi kulit Segera bilas dg air mengalir Cuci dg sabun Bila tjd kontaminasi mata - Segera bilas dg air mengalir - Bawa ke dokter mata Pakailah sarung tangan jika berkaitan dg bahan ekskresi pasien
91

Jika obat terjatuh/tumpah


Tdk boleh dibersihkan oleh CS Beri tanda di area Pakai alat pelindung, bila banyak bisa

pakai sepatu plastik Bersihkan dg kertas/kain penyerap, cuci dg air sabun dan bilas dg air

92

Lanjutan..
Alat tenun yg terkontaminasi : - Direndam air sabun - Dibersihkan dg air bersih Alat kesehatan lain : - Dibersihkan dg air sabun - Bilas dg air mengalir
93

Gejala yg timbul akibat tdk memperhatikan cara yg aman


Iritasi mata dan kulit Nyeri kepala Mual Peningkatan mutagenesis

94

Kontaminasi pd petugas tjd pd :


Ampul yg terbuka Pengeluaran udara dari spuit Mengganti botol (infus/selang) Kontak melalui makanan/minuman Pada waktu membuang alat yg
terkontaminasi

95

Kebijakan

Semua staf hrs terlatih Dibatasi oleh staf yg terlatih dan berwewenang Diawasi terus menerus Gejala yg dirasakan segera lapor Ketdkhadiran staf karena sakit hrs dicatat dan dievaluasi Nama staf dan lama bekerja dicatat dlm buku sendiri
96

Contoh Protokol
No Jam 1 O9.00 2 3 4 5 09.15 09.30 09.45 09.47 Nama Obat Infus NaCl 0,9% Inj meto, dexa Spooling NaCl Vincristin 1gr 10 cc Spooling NaCl Jumlah 500cc 1 amp 10cc 10 cc 10 cc kecepatan 20 tts/mnt Iv bolus(premed) Infus life IV bolus (1-2 mnt) IV bolus

6 7 8

10.00 12.00 13.00

Drip doxorubycin Spooling NaCl Infus habis aff, KU&TTVbaik, px blh plg

70gr+250cc 40tts/m (2-3j) 100 cc 15-30 mnt

97

98