Anda di halaman 1dari 7

PENGANTAR ILMU GIZI

Ns. Waras Budi Utomo, MKM

PENDAHULUAN
Ribuan tahun manusia menaruh perhatian pada makanan dan pengaruhnya terhadap tubuh. Abad ke 20, Gizi menjadi sebuah Ilmu. Biokimia dan analisa mikrokimia alat yang berguna dalam studi makanan, pencernaan serta penyerapannya danmetabolismenya. Gizi mempunyai permasalahan yang kompleks dan penyebabnya saling berkaitan. Kemiskinan konsumsi protein dan kalori kurang Mampu/kaya kalori berlebihan diet berimbang

KONSEP DASAR
Semua sel tubuh perlu makanan yang cukup, terutama kandungan gizi jika tidak cukupkelancaran fisiologis terganggu. Penggunaan makanan meliputi cara pemakaian gizi oleh proses dalam tubuh seperti pertumbuhan, penggantian jaringan dan pemeliharaan. Zat gizi yang penting: KH, protein, Lemak, Vitamin, mineral dan Air (keseimbangan cairan) untuk mbangun,mganti jaringan,mberi energi dan buat zat penting (hormon dan enzyme)

KONSEP...........
Proses pencernaan mekanis dan kimiawi. Ukuran panas yang dihasilkan tubuh Kalori. 1 kalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat Celcius. Angka metabolisme basal adalah produksi panas oleh tubuh pada tingkat terendah kimia sel dan aktivitas tubuh laki-laki 1700 kal, wanita 1400 kal Kebutuhan makanan dan kalori berbeda-beda antar individu untuk pertumbuhan dan pergantian jaringan faktor lain (Tinggi, berat badan, jenis kelamin, umur, aktivitas fisik, iklim, kondisi sakitsuhu meningkat, luka bakar rusak jaringan, kehamilan dan menyusui+20% kalori dan 50% kalsium)

KOMPONEN ZAT GIZI


Bahan makanan mengandung zat gizi terdiri dari : 1. Zat tenaga
1. 2. 3. 2.

Karbohidrat. Lemak Protein Protein Garam air Mineral Vitamin

Zat pembangun
1. 2. 3.

3.

Zat pengatur
1. 2.

AREA KEPERAWATAN
Medikal-Bedah Anak Maternitas

Gerontik
Keluarga Komunitas

ASPEK BUDAYA TERHADAP MAKANAN


Adanya kepercayaan tertentu dapat berpengaruh negatif atau sangat merugikan terhadap kebiasaan makan pada anggota keluarga pantanganpantangan untuk memakan bahan makanan tertentu. Praktek keagamaan juga mempengaruhi pola kegiatan makan,(Budha, yahudi) Kebiasaan sehari-hari nilai gizi. Manajemen stress kurang baik makan.