Anda di halaman 1dari 50

D e pa r t e m e n D a la m N e ge r i

Le m ba ga Adm in ist r a si N e ga r a

PEDOMAN UMUM

DIKLAT TEKNIS
HUBUNGAN MASYARAKAT
(PUBLIC RELATIONS)

S U S T A I N A B L E CA P A CI T Y B U I L D I N G F O R D ECEN T R A L I Z A T I O N P R O JECT

( S CB - D P )
AD B LO AN N O . 1 9 6 4 - I N O

D e se m b e r 2 0 0 7

DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 17 Desember 2007 Nomor Sifat Lampiran Perihal : 890/3102/SJ : PENTING : 3 (tiga) berkas : Persetujuan Penggunaan 24 (dua puluh empat) Kurikulum Diklat Inti Proyek SCB-DP. Kepada Yth. Sdr./Sdri. Bupati/Walikota (Daftar Terlampir) diTempat.

Sehubungan dengan surat dari Lembaga Administrasi Negara Nomor: 640.B/ XIII/ 7/ 7/ 2007 tentang kelayakan 24 (dua puluh empat) kurikulum Diklat Inti yang dikembangkan melalui Paket C.1 (Curricullum Development, Training of Trainers-ToT, dan Training of Training Managers-ToTM) Proyek Peningkatan Kapasitas Berkelanjutan untuk Desentralisasi (Sustainable Capacity Building for Decentralization Project SCB-DP: ADB Loan No. 1964INO), bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Pengembangan 24 kurikulum Diklat Inti yang bersifat lintas sektor oleh Konsultan Paket C.1 Proyek SCB-DP sudah dikerjakan melalui tahapan-tahapan proses yang panjang dengan melibatkan pihakpihak terkait di lingkungan Pemerintah Pusat (Lembaga Administrasi Negara, Ditjen Bina Administrasi Keuangan Daerah Depdagri, Ditjen Otonomi Daerah Depdagri, Badan Diklat Depdagri, Badan Diklat Departemen Keuangan, Ditjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan, Pusdiklat Depnakerstran, Pusdiklat Badan Kepegawaian Negara, Kementerian UKM, Bappenas, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan lain-lain) dan pejabat-pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Daerah. Tahapan proses penyusunan kurikulum sebagaimana terinci pada Lampiran II; Pengembangan 24 kurikulum Diklat Inti (Diklat Teknis) tersebut telah mengikuti format yang dikembangkan oleh Lembaga Administrasi Negara selaku Instansi Pembina Diklat bagi PNS.

2.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka 24 kurikulum Diklat Inti sebagaimana terinci pada Lampiran III dapat digunakan pada Diklat Inti yang diselenggarakan oleh daerah-daerah lokasi Proyek SCB-DP. Apabila diperlukan, daerah dapat menambah muatan lokal sesuai kebutuhan spesifik daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Tindak Peningkatan Kapasitas (CBAPs) yang disusun oleh masing-masing daerah. Pelaksanaan Diklat Inti yang merupakan Diklat Teknis bagi para pejabat daerah agar mengacu kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Tembusan disampaikan Kepada Yth.: 1. Bapak Menteri Dalam Negeri, sebagai laporan; 2. Bapak Kepala Lembaga Administrasi Negara; 3. Sdr. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri; 4. Sdr. Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara; 5. Sdr. Deputi Bidang Pembinaan Diklat Aparatur Lembaga Administrasi Negara; 6. Sdr. Deputi Bidang Otonomi Daerah dan Pengembangan Regional, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas; 7. Sdr. Direktur Pengembangan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah; 8. Sdr. Direktur CPMO SCB-DP: ADB Loan No. 1964-INO; 9. Sdr. Koordinator National Resource Center Lembaga Administrasi Negara; 10. Sdr./ Sdri. Gubernur Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara; dan 11. Sdr. Direktur ADB Indonesia Resident Mission.

LAMPIRAN I SURAT MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 890/3102/SJ TANGGAL : 17 Desember 2007

Kepada Yth. Saudara/Saudari 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. Bupati Simalungun; Walikota Medan; Walikota Palembang; Bupati Ogan Komering Ilir; Bupati Lampung Timur; Bupati Lampung Utara; Bupati Lebak; Bupati Bogor; Bupati Garut; Bupati Tasikmalaya; Bupati Brebes; Bupati Pemalang; Bupati Sleman; Bupati Bantul; Bupati Tanah Karo; Bupati Tapanuli Tengah; Bupati Ogan Komering Ulu; Bupati Lampung Selatan; Bupati Pandeglang; Walikota Cirebon; Bupati Kuningan; Bupati Cirebon; Bupati Subang; Bupati Wonogiri; Bupati Banjarnegara; Bupati Klaten; Bupati Sragen; Bupati Nganjuk; Bupati Bojonegoro; Bupati Gresik; Bupati Sampang; Walikota Kediri; Walikota Malang; Bupati Lombok Barat; Bupati Lombok Tengah; Bupati Buton; dan Walikota Bau-Bau.

LAMPIRAN II SURAT MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 890/3102/SJ TANGGAL : 17 Desember 2007

TAHAP PROSES PENYUSUNAN MODUL-MODUL DIKLAT TEKNIS YANG DIKEMBANGKAN PAKET C.1 PROYEK SCB-DP

Tahap I

Pengkajian Kebutuhan Training ( dalam Capacity Building Action Plan/CB-AP) yang disusun oleh Daerah (37 Kabupaten/Kota) dan inventarisasi Training Materials - Modul yang telah ada sebelumnya. Workshop Dacum (Development a Curriculum) Tujuan Tempat : : Mendapatkan masukan tentang kompetensi dan tugas-tugas pejabat daerah. Workshop Dacum 1 di Jakarta. Workshop Dacum 2 di 5 Kabupaten/ Kota (Bogor, Tasikmalaya, Garut, Brebes, Pemalang) Pejabat Daerah dalam lingkup SCB-DP dan Para Ahli di bidangnya.

Tahap II

Peserta

Tahap III

Penyusunan Modul-Modul Diklat Teknis dengan supervisi dari Anggota Technical Review Panel (TRP) Tujuan : Memantapkan Contents dan Format Penulisan sesuai kebutuhan dari TOR/CB-AP. Dari LAN, Ditjen BAKD - Depdagri, Ditjen Otda Depdagri, Bandiklat Depdagri, Bandiklat Departemen Keuangan, Ditjen Perbendaharaan Negera - Depkeu, Pusdiklat Depnakerstran, Pusdiklat BKN, Kementrian UKM, Bappenas, Kementrian PAN, Universitas Indonesia, IPB. Mei 2006 Juni 2007

Anggota TRP :

Waktu Tahap IV

Mini Workshop Evaluasi dan Validasi Training Material Tujuan Peserta Waktu : : : Evaluasi terhadap Diklat Teknis yang sudah disusun berdasarkan supervisi dari TRP. Pejabat-pejabat dari Pusat yang bidang tugasnya sesuai dengan Diklat Teknis yang dikembangkan. 1 Februari 2007.

Tahap V

Pilot Testing 24 Training Material Tujuan : Mendapatkan masukan dari Pejabat Pemda dan Calon Tenaga Pengajar mengenai materi yang sudah disusun oleh Paket C.1 Proyek SCB-DP.

Peserta

Waktu Tahap VI

Pejabat Pemda dan Calon Tenaga Pengajar dari 14 Kabupaten Kota Batch I SCB-DP (Masing-masing 10 Orang untuk setiap Diklat Teknis, 5 dari Pemda dan 5 Calon Tenaga Pengajar, sehingga keseluruhan peserta 240 Orang). 27 Maret 31 Mei 2007 (bertahap).

Revisi Akhir Modul-Modul Diklat Teknis Revisi akhir Modul-Modul Diklat Teknis didasarkan pada masukan dari Pilot Testing. Revisi ini mendapatkan supervisi serta hasil revisinya mendapatkan persetujuan dari anggota TRP.

Dalam Pengembangan Modul-Modul Diklat Teknis dimaksud, selain dari TRP, Tim Paket C.1 juga mendapat arahan dari National Resource Center Lembaga Administrasi Negara dan Core Team Proyek SCB-DP.

LAMPIRAN III SURAT MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 890/3102/SJ TANGGAL : 17 Desember 2007

24 DIKLAT TEKNIS YANG DIKEMBANGKAN PAKET C.1 PROYEK SCB-DP


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Kepemerintahan yang Baik dan Etika Pemerintah (Good Governance and Government Ethics); Perencanaan Management); Pengelolaan Keuangan Bagi Pejabat Non-Keuangan (Financial Management for Non Financial Officer); Pembangunan Ekonomi Daerah (Regional Economic Development); Penyusunan Ketentuan Perundang-Undangan (Legal Drafting); Pengembangan Organisasi Perangkat Daerah (Organization Development); Manajemen dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Human Resources Management and Development); Manajemen Sumberdaya Manusia Pegawai Negeri Sipil - Bersertifikat (Human Resources Management - Certified); Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology); Perencanaan Pembangunan Daerah (Regional Development Planning); Formulasi Rencana Strategis (Formulation of Strategic Planning); Manajemen Aset Daerah 1: Fisik (Asset Management Physical); Manajemen Aset Daerah 2: Professional (Asset Management Professional); Pelayanan Publik, Akuntabilitas dan Pengelolaan Mutu (Public Services Delivery, Accountability and Quality Management); Manajemen Ekonomi Masyarakat; Pemberdayaan Koperasi - Usaha Mikro Kecil Menengah (Management of Peoples Economy); Administrasi Umum (General Administration); Manajemen Proyek (Project Management); Akuntabilitas Kinerja Institusi Pemerintah (AKIP) (Accountability of Government Institutional Performance); Pengelolaan Dampak Lingkungan Hidup di Daerah (Environmental Assessment and Management); Pengelolan Program Jaminan Sosial (Social Security Program); Hubungan Masyarakat (Public Relations); Pengentasan Kemiskinan (Povety Alleviation); Penyadaran Gender di Era Desentralisasi (Gender Awareness); Manajemen Keuangan Bersertifikat (Financial Management Certified). dan Pengelolaan Keuangan Daerah (Financial Planning and

Pedoman Umum

Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Hubungan Masyarakat (Public Relations)

UNTUK ESELON II

DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I ................................................................................................................ i

PENDAHULUAN .......................................................................................... 1 A. Latar Belakang.......................................................................................... 1 B. Kompetensi............................................................................................... 1

BAB II

STRUKTUR KURIKULUM DAN RINGKASAN MATERI.................... 2 A. Struktur Kurikulum................................................................................... 2 B. Ringkasan Materi...................................................................................... 2

BAB III PESERTA DAN TENAGA PENGAJAR .................................................... 4 A. Persyaratan Peserta ................................................................................... 4 B. Jumlah Peserta .......................................................................................... 4 C. Persyaratan Tenaga Pengajar.................................................................... 4 BAB IV METODA, SARANA DAN PRASARANA PELATIHAN ........................ 5 A. Metoda ...................................................................................................... 5 B. Sarana/Prasarana Pelatihan....................................................................... 5 BAB V WAKTU PENYELENGGARAAN .............................................................. 6 A. Penyelenggaraan....................................................................................... 6 B. Waktu Pelaksanaan................................................................................... 6 BAB VI EVALUASI..................................................................................................... 8 A. Evaluasi Peserta........................................................................................ 8 B. Evaluasi Tenaga Pengajar......................................................................... 8 C. Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan ........................................................... 8 D. Evaluasi Paska Pelatihan .......................................................................... 9 BAB VII SERTIFIKASI.............................................................................................. 10 BAB VIII PENUTUP ................................................................................................... 11

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dan Pelatihan Teknis PR merupakan salah satu Pelatihan Teknik dalam Proyek Peningkatan Kapasitas Berkelanjutan untuk Desentralisasi (Sustainable Capacity Building for Decentralization Project/SCB-DP), Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Departemen Dalam Negeri yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB Loan 1964-INO). Diklat Teknis PR difokuskan untuk peningkatan keterampilan (skill) atau kemampuan profesional aparat atau birokrat pemerintah daerah dalam membentuk citra good governance. Pembentukan citra good governance hanya dapat terwujud apabila didukung oleh aparat yang memiliki kompetensi atau kemampuan yang berfokuskan pada pemahaman prinsip dasar komunikasi manusiawi, dan pemahaman prinsip dasar PR. Dengan itu, prinsip dasar tersebut, maka aparat pemerintah tingkat eselon II tinggal mengasah kemampuannya dalam menjalin hubungan dengan media, kelompok pemangku kepentingan, dan menguasai kemampuan public speaking. B. Kompetensi Setelah mengikuti diklat ini peserta diharapkan memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan komunikasi dua arah, yang dimaksudkan untuk menciptakan saling pengertian antara lembaga dan publiknya. Kompetensi itu meliputi: 1. Dapat melakukan komunikasi yang berdasarkan prinsip dasar komunikasi manusiawi, karena hal ini menjadi dasar bagi komunikasi lembaga pemerintah daerah kepada publik pemangku kepentingan; 2. Dapat merencanakan dan melaksanakan kegiatan komunikasi lembaga, yang dapat menciptakan, menjaga dan memelihara hubungan dengan publik; 3. Memahami dan terampil dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan publik pemangku kepentingan; 4. Mampu merencanakan dan membangun hubungan saling menguntungkan dengan media, yang dibangun dengan perencanaan dan persiapan yang matang untuk menjadi sumber yang dapat dipercaya; 5. Mengetahui dan memahami prinsip dasar public speaking, serta mampu menghantarkannya kepada publik secara persuasif.

2 BAB II STRUKTUR KURIKULUM DAN RINGKASAN MATERI A. Struktur Kurikulum Dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi birokrat khususnya yang berhubungan kemampuan komunikasi dan PR, disusun struktur kurikulum sebagaimana dibawah ini.
Modul Teori Praktek Latihan & Diskusi ----3 JP Jam Pelajaran 4 JP 6 JP 8 JP 4 JP 8 JP 30 JP

1. Prinsip dasar komunikasi 4 JP -2. Prinsip dasar PR 6 JP -3. Membangun hubungan dengan 5 JP 3 JP kelompok kepentingan 4 JP -4. Media relations 5 JP -5. Public speaking TOTAL JAM PELAJARAN

B. Ringkasan Materi 1. Modul 1 - Prinsip Dasar Komunikasi Modul Prinsip Dasar Komunikasi ini membahas tentang aksioma dasar komunikasi, hakikat komunikasi manusiawi (human communications), jenis komunikasi, komunikasi dalam ranah privat dan ranah publik serta komunikasi massa yang menjadi dasar bagi komunikasi lembaga pemerintah daerah, yang memanfaatkan pendekatan hubungan masyarakat (public relations), kepada publik pemangku kepentingan (stakeholders). Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami prinsip dasar komunikasi manusiawi yang menjadi dasar bagi komunikasi lembaga pemerintah daerah dalam memanfaatkan pendekatan hubungan masyarakat, kepada publik pemangku kepentingan. 2. Modul 2 - Prinsip Dasar Public Relation Modul Prinsip Dasar PR ini membahas tentang peran, fungsi, dan tugas PR; perencanaan strategi dan penyusunan program PR; organisasi PR; etika dan profesionalisme PR, yang merupakan komponen dasar yang dibutuhkan bagi petugas komunikasi lembaga pemerintah daerah, untuk bisa menciptakan, menjaga dan memelihara hubungan dengan publik. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan mengetahui dan memahami komponen dasar dari rambu-rambu dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan petugas komunikasi lembaga, untuk bisa menciptakan, menjaga dan memelihara hubungan dengan publik.

3 3. Modul 3 - Membangun Hubungan dengan Kelompok Pemangku Kepentingan Modul Membangun Hubungan dengan Kelompok Pemangku Kepentingan ini membahas tentang ragam publik pemangku kepentingan (stakeholders), pengembangan hubungan yang saling menguntungkan, bagaimana memanfaatkan media komunikasi serta pendekatan marketing public relations yang bisa digunakan humas dalam berhubungan dengan kelompok pemangku kepentingan. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami serta terampil dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan publik pemangku kepentingan. 4. Modul 4 - Media Relations Modul Media Relation ini membahas tentang prinsip dasar hubungan dengan pers; wawancara pers; dan konferensi pers, agar bisa mendapatkan publisitas dan citra positif yang dilandasi perasaan saling membutuhkan dan kredibilitas yang tinggi sebagai sumber yang dapat dipercaya. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami pentingnya membangun hubungan saling menguntungkan dengan media, yang dibangun dengan perencanaan dan persiapan yang matang untuk menjadi sumber yang dapat dipercaya. 5. Modul 5 - Public Speaking Modul Public Speaking ini membahas tentang prinsip public speaking; persiapan public speaking; mengorganisasikan materi; menghantarkan pesan; dan kiat menghantar public speaking yang persuasif. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami prinsip dasar public speaking, serta mampu menghantarkannya kepada publik secara persuasif.

BAB III PESERTA DAN TENAGA PENGAJAR

A. Persyaratan Peserta Peserta disyaratkan memenuhi kriteria berikut ini: 1. Staf Dinas/lnstansi yang sedang menduduki Jabatan Struktural Eselon II dan staf yang menduduki jabatan fungsional ditugaskan oleh Kepala Instansinya; 2. Telah mengikuti Diklat Kepemimpinan sesuai dengan Eselonnya II; 3. Dicalonkan oleh instansinya; 4. Sehat jasmani dan rohani. B. Jumlah Peserta Jumlah Peserta Pelatihan setiap angkatan atau kelas paling banyak 30 (tiga puluh) orang. C. Persyaratan Tenaga Pengajar Fasilitator diambil dari Widyaiswara yang tersedia atau Tenaga Ahli/Dosen yang sesuai dengan bidangnya, dengan syarat-syarat sebagai berikut: Persyaratan Khusus (Mandatory): 1. Sehat jasmani dan rohani. 2. Telah mengikuti Training of Trainers (ToT) metodologi Pembelajaran Orang Dewasa {Andragogy), 3. Berpengalaman sebagai Fasilitator/Widyaiswaira minimal I (satu) tahun; 4. Memahami sistem Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran yang berlaku. Persyaratan Keahlian/Kompetensi: 1. Pendidikan Strata 2 (Pasca Sarjana) dalam bidang Komunikasi atau mempunyai pengalaman sebagai fasilitator atau pelatih Diklat dalam bidang Komunikasi, minimal 2 tahun; 2. Pendidikan Strata 1 (Sarjana) dalam bidang Komunikasi, dan telah memiliki pengalaman praktek (lapangan) minimal 15 tahun; 3. Memiliki sertifikat keahlian profesional yang dikeluarkan oleh LembagaLembaga Profesional yang terakriditasi dan memiliki pengalaman praktek (lapangan) minimal 10 tahun; 4. Pendidikan minimal Strata 1 (Sarjana) dalam bidang Komunikasi dan telah memiliki sertifikat sebagai Fasilitator/Widyaiswara oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN); 5. Menjadi anggota, atau terlibat aktif dalam organisasi/lembaga PR tingkat nasional.

BAB IV METODA, SARANA DAN PRASARANA PELATIHAN

A. Metoda Metode yang digunakan adalah dengan memakai metode: 1. Ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab. 2. Pendalaman materi dengan diskusi dan latihan. Disini peserta diberi latihan untuk saling bekerja sama dan berkomunikasi secara aktif dalam berfikir, mengidentifikasi, membahas dan memecahkan masalah yang menjadi topik bahasan. 3. Untuk peserta lebih dari 20 orang menggunakan Team Teaching. Dalam metode pengajaran yang bersifat intraktif dan partisipatif, maka dua hal yang harus dipenuhi: 1. Pertama, Para peserta dilihat sebagai orang-orang yang telah memiliki pengalaman dalam melaksanakan tugas-tugasnya. 2. Kedua, Peserta dilibatkan dalam proses belajar mengajar, dimana para peserta diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan pikiran dan pengalamannya serta menunjukkan kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis masalah. B. Sarana/Prasarana Pelatihan 1. Sarana a. b. c. d. e. 2. Papan tulis/White board; Over Head Projector; Sound system; Modul; Multimedia.

Prasarana a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Ruang kelas; Ruang diskusi; Ruang kantor; Ruang kebugaran; Asrama bagi peserta; Perpustakaan; Ruang makan; Fasilitas olahraga; Unit kesehatan; dan Tempat ibadah.

6 BABV WAKTU PENYELENGGARAAN A. Penyelenggaraan 1. Penyelenggara Diklat Teknis ini adalah Penyedia Jasa (Services Provider) Paket C.2 yang telah menandatangani kontrak dengan Project Implementation Unit (PIU) SCB-DP Kabupaten/Kota (ADB Loan No. 1964INO), selama masih berstatus proyek. Lembaga Diklat Pemerintah yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 dan Keputusan Kepala Kembaga Administrasi Negara No 194/XIII/10/6/2001 tentang Pedoman Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga Diklat Pegawai Negara Sipil; Lembaga Diklat Pemerintah yang belum terakreditasi dapat menyelenggarakan Diklat bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara atau dengan Lembaga Diklat instansi pemerintah lainnya yang terakreditasi. Lembaga Diklat Lainnya yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan yang ada (pasca proyek).

2.

3.

4.

B. Waktu Pelaksanaan 1. Modul 1 - Prinsip Dasar Komunikasi


Judul Modul Teori PRINSIP DASAR KOMUNIKASI a. Aksioma Dasar Komunikasi 1 JP b. Hakikat Komunikasi Manusiawi 1 JP c. Jenis komunikasi 1 JP d. Komunikasi Massa 1 JP TOTAL JAM PELAJARAN
Ket: JP = Jam Pelajaran @ 45 menit

Praktek -----

Jam Pelajaran 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 4 JP

2.

Modul 2 - Prinsip Dasar Public Relations


Judul Modul PRINSIP DASAR PR a. Peran, fungsi, dan tugas PR b. Perencanaan strategi dan penyusunan program PR c. Organisasi PR d. Etika dan profesionalisme PR Teori 1 JP 2 JP 2 JP 1 JP Praktek ----Jam Pelajaran 1 JP 2 JP 2 JP 1 JP
6 JP

TOTAL JAM PELAJARAN Ket: JP = Jam Pelajaran @ 45 menit

7 3. Modul 3 - Membangun Hubungan dengan Kelompok Pemangku Kepentingan


Judul Modul Teori Praktek Jam Pelajaran

MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN KELOMPOK KEPENTINGAN a. Ragam Kelompok Pemangku 1 JP -1 JP Kepentingan b. Membangun Hubungan yang Saling 1 JP -1 JP Menguntungkan c. Manajemen isu dan krisis 1 JP 2 JP 3 JP d. Marketing Public Relations 1 JP 1 JP 2 JP e. Memanfaatkan Media Komunikasi 1 JP -1 JP

TOTAL JAM PELAJARAN


Ket: JP = Jam Pelajaran @ 45 menit

8 JP

4.

Modul 4 - Media Relations


Judul modul MEDIA RELATIONS a. Prinsip Dasar Hubungan dengan Pers b. Wawancara pers c. Konferensi pers d. Press Tour & Media Discuss Teori 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP Praktek ----Jam pelajaran 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP
4 JP

TOTAL JAM PELAJARAN Ket: JP = Jam Pelajaran @ 45 menit

5.

Modul 5 - Public Speaking


Judul modul PUBLIC SPEAKING a. Prinsip public speaking b. Persiapan public speaking c. Mengorganisasikan pesan d. Menyampaikan pesan Kiat menghantar public speaking secara persuasif Latihan dan evaluasi Teori 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP -Praktek ------Jam pelajaran 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 3 JP
8 JP

TOTAL JAM PELAJARAN Ket: JP = Jam Pelajaran @ 45 menit

BAB VI EVALUASI A. Evaluasi Peserta Evaluasi peserta dilakukan untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan serta kesanggupan peserta dalam hal: 1. 2. 3. 4. 5. Mampu menjelaskan diklat sebagai suatu system; Mampu mengidentifikasi standar kompetensi kinerja; Mampu melaksanakan analisis kebutuhan diklat; Mampu menyusun laporan analisis kebutuhan diklat; Mampu menyusun proposal diklat.

B. Evaluasi Tenaga Pengajar Aspek yang dinilai dari Tenaga Pengajar adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Pencapaian tujuan pembelajaran; Sistematika penyajian; Kemampuan menyajikan/memfasilitasi sesuai program Dikiat; Ketepatan waktu dan kehadiran; Penggunaan metode dan media pembelajaran; Sikap dan perilaku; Cara menjawab pertanyaan dari peserta; Penggunaan bahasa; Pemberian motivasi kepada peserta; Penguasaan materi; Kerapihan berpakaian; Kerjasama antar Tenaga Pengajar (dalam tim).

Penilaian terhadap Widyaiswara/Tenaga Pengajar dilakukan oleh peserta dan penyelenggara. Hasilnya diolah dan disampaian oleh penyelenggara kepada Instansi Pembina Pelatihan dan kepada setiap Widyaiswara/Tenaga Pengajar sebagai masukan bagi yang bersangkutan untuk peningkatan kualitas masingmasing Widyaiswara/Tenaga Pengajar pada masa yang akan datang. C. Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Aspek yang dinilai terhadap kinerja Penyelenggara antara lain sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Efektifitas peyelenggaraan; Kesiapan dan ketersediaan sarana Pelatihan; Kesesnaian pelaksanaan program dengan rencana; Kebersihan kelas, asrama, kafetaria dan toilet; Ketersediaan dari kelengkapan bahan Dikiat;

9 6. Ketersediaan fasilitas olahraga, kesehatan dan ibadah; 7. Pelayanan terhadap peserta dan tenaga pengejar; 8. Administrasi Pelatihan yang meliputi: a. Administrasi kepesertaan dan tenaga pengajar; b. Administrasi seluruh dokumen dan bahan pelatihan. Penilaian terhadap kineija Penyelenggara dilakukan oleh Tenaga Pengajar dan peserta diklat. Hasil penilaian diolah dan disimpulkan oleh penyelenggara sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan program Pelatihan yang akan datang dan bahan akreditasi Lembaga Pelatihan. D. Evaluasi Paska Pelatihan 1. Evaluasi pasca Diklat dilaksanakan 6 s.d 12 bulan setelah peserta kembali ke unit kerja masing-masing dengan mengacu pada rencana tingkat lanjut. 2. Setelah penyelenggaraan Diklat berakhir dilakukan evaluasi pasca Diklat khususnya terhadap aspek-aspek: a. Keterampilan kemampuan alumni menerapkan pengetahuan dan dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan yang dibebankan kepadanya; b. Pendayagunaan alumni sesuai dengan potensinya. 3. Evaluasi tersebut di atas dilakukan oleh penyelenggara Diklat bekerjasama dengan unit kerja yang bertanggungjawab di bidang kepegawaian instansi alumni. 4. Hasil evaluasi tersebut disampaikan oleh penyelenggara kepada: a. Pimpinan instansi alumni; b. Instansi Pembina; c. Instansi Pengendali. 5. Instansi Pembina Diklat melakukan evaluasi setiap tahun secara menyeluruh terhadap efektifitas program dan penyelenggaraan Diklat.

BAB VII SERTIFIKASI 1. Kepada peserta pelatihan yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan dinyatakan lulus, diberikan Sertifikat. 2. Jenis dan bentuk, serta ukuran Sertifikat ditetapkan oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara. 3. Sertifikat ditandatangani oleh Pimpinan Instansi Penyelenggara Diklat yang terakreditasi dan Pimpinan Instansi Pembina Diklat dengan kode registrasi dan Instansi Pembina Diklat. 4. Prosedur untuk memperoleh Kode Registrasi dari Instansi Pembina sebagai berikut: a. Lembaga Penyelenggara Diklat/Penanggung jawab Program menyampaikan daftar para peserta selambat-lambatnya hari kedua setelah pembukaan; b. Instansi Pembina memberikan kode Registrasi sesuai daftar yang sah/diajukan; c. Pengajuan untuk registrasi penomoran sertifikat dapat dilakukan dengan cara mengirim atau melalui faksimili.

10

BAB VIII PENUTUP Pedoman Umum ini disusun untuk digunakan sebagai acuan atau panduan bagi Penyedia Jasa (Service Provider) dalam melaksanakan latihan bagi staf/aparat daerah (kabupaten/kota) dalam rangka peningktan kapasitas mereka dalam perencanaan pembangunan daerah. Untuk menggunakan modul-modul dalam pelatihan ini, maka sebaiknya para Fasilitator/Widyaiswara mendalami materi-materi yang ada dalam modul. Pengembangan ide-ide atau pendekatan metode pengajaran dapat dikembangkan oleh para Fasilitator/Widyaiswara sejauh tidak menyimpang dari tujuan yang ingin dicapai dari pelatihan ini. Agar pembelajaran lebih terarah maka para Fasilitator/Widyaiswara harus menyusun Satuan Acara Pembelajaran (SAP) untuk setiap Pokok Bahasan yang akan dia ajarkan. Teknik menyusun SAP ini dapat menggunakan standar yang digunakan oleh LAN, Modul Pelatihan 2 Pelaksanaan Program Pelatihan bagi Eselon 4. Pedoman Umum ini; apabila dipandang perlu akan diadakan penyempurnaan secara berkala. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Pedoman Umum ini dapat diatur lebih lanjut oleh Penyedia Jasa (Service Provider) dari Paket C.2 SCB-DP yang bersangkutan atau berkepentingan.

11

Pedoman Umum

Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Hubungan Masyarakat (Public Relations)

UNTUK ESELON III

12

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI BAB I

................................................................................................................ i

PENDAHULUAN .......................................................................................... 1 A. Latar Belakang.......................................................................................... 1 B. Kompetensi............................................................................................... 1

BAB II

STRUKTUR KURIKULUM DAN RINGKASAN MATERI.................... 2 A. Struktur Kurikulum................................................................................... 2 B. Ringkasan Materi...................................................................................... 2

BAB III PESERTA DAN TENAGA PENGAJAR .................................................... 4 A. Persyaratan Peserta ................................................................................... 4 B. Jumlah Peserta .......................................................................................... 4 C. Persyaratan Tenaga Pengajar.................................................................... 4 BAB IV METODA, SARANA DAN PRASARANA PELATIHAN ........................ 5 A. Metoda ...................................................................................................... 5 B. Sarana/Prasarana Pelatihan....................................................................... 5 BABV WAKTU PENYELENGGARAAN .............................................................. 6 A. Penyelenggaraan....................................................................................... 6 B. Waktu Pelaksanaan................................................................................... 6 BAB VI EVALUASI..................................................................................................... 9 A. Evaluasi Peserta........................................................................................ 9 B. Evaluasi Tenaga Pengajar......................................................................... 9 C. Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan ........................................................... 9 D. Evaluasi Paska Pelatihan ........................................................................ 10 BAB VII SERTIFIKASI............................................................................................ 11 BAB VIII PENUTUP .................................................................................................. 12

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dan Pelatihan Teknis PR merupakan salah satu Pelatihan Teknik dalam Proyek Peningkatan Kapasitas Berkelanjutan Untuk Desentralisasi (Sustainable Capacity Building for Decentralization Project/SCB-DP), Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Departemen Dalam Negeri yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB Loan 1964-INO). Pelatihan PR difokuskan untuk peningkatan keterampilan (skill) atau kemampuan profesional aparat atau birokrat pemerintah daerah dalam membentuk citra good governence. Pembentukan citra good governance hanya dapat terwujud apabila didukung oleh aparat yang memiliki kompetensi atau kemampuan yang berfokuskan pada pemahaman prinsip dasar komunikasi manusiawi, dan pemahaman prinsip dasar PR. Dengan itu, prinsip dasar tesebut, maka aparat pemerintah tingkat Eselon III tinggal mengasah kemampuannya dalam menjalin hubungan dengan media, kelompok pemangku kepentingan, dengan menguasai kemampuan public speaking dan membuat naskah humas yang baik. B. Kompetensi Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan komunikasi dua arah, yang dimaksudkan untuk menciptakan saling pengertian antara lembaga dan publiknya. Kompetensi itu meliputi: 1. Dapat melakukan komunikasi yang berdasarkan prinsip dasar komunikasi manusiawi, karena hal ini menjadi dasar bagi komunikasi lembaga pemerintah daerah kepada publik pemangku kepentingan; Dapat merencanakan dan melaksanakan kegiatan komunikasi lembaga, yang dapat menciptakan, menjaga, dan memelihara hubungan dengan publik; Memahami dan terampil dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan publik pemangku kepentingan; Mampu merencanakan dan membangun hubungan saling menguntungkan dengan media, yang dibangun dengan perencanaan dan persiapan yang matang untuk menjadi sumber yang dapat dipercaya; Mengetahui dan memahami prinsip dasar public speaking, serta mampu menghantarkannya kepada publik secara persuasif; Mengetahui dan memahami dasar-dasar yang harus dipenuhi dalam dalam menulis naskah Humas.

2. 3. 4.

5. 6.

BAB II STRUKTUR KURIKULUM DAN RINGKASAN MATERI

A. Struktur Kurikulum Dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi birokrat khususnya yang berhubungan kemampuan komunikasi dan PR, disusun struktur kurikulum sebagaimana dibawah ini.
Modul Teori Praktek Latihan & Diskusi Jam Pelajaran

1 2 3 4 5 6

Prinsip dasar komunikasi Prinsip dasar PR Membangun hubungan dengan kelompok kepentingan Media relations Public speaking Membuat Naskah Humas

5 JP 5 JP 5 JP 4 JP 5 JP 2 JP

-3 JP 1 JP 5 JP 10 JP --

2 JP 1 JP --2 JP 2 JP

7 JP 9 JP 6 JP 9 JP 17 JP 4 JP
52 JP

TOTAL JAM PELAJARAN

B. Ringkasan Materi 1. Modul 1 - Prinsip Dasar Komunikasi Modul Prinsip Dasar Komunikasi ini membahas tentang aksioma dasar komunikasi, hakikat komunikasi manusiawi (human communications), jenis komunikasi, komunikasi dalam ranah privat dan ranah publik serta komunikasi massa yang menjadi dasar bagi komunikasi lembaga pemerintah daerah, yang memanfaatkan pendekatan hubungan masyarakat (public relations), kepada publik pemangku kepentingan (stakeholders). Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami prinsip dasar komunikasi manusiawi yang menjadi dasar bagi komunikasi lembaga pemerintah daerah dalam memanfaatkan pendekatan hubungan masyarakat, kepada publik pemangku kepentingan. 2. Modul 2 - Prinsip Dasar Public Relations Modul Prinsip Dasar PR ini membahas tentang peran, fungsi, dan tugas PR; perencanaan strategi dan penyusunan program PR; organisasi PR; etika dan profesionalisme PR, yang merupakan komponen dasar yang dibutuhkan bagi petugas komunikasi lembaga pemerintah daerah, untuk bisa menciptakan, menjaga dan memelihara hubungan dengan publik. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan mengetahui dan memahami komponen dasar dari rambu-rambu dalam setiap perencanaan, dan

pelaksanaan kegiatan petugas komunikasi lembaga, untuk bisa menciptakan, menjaga, dan memelihara hubungan dengan publik. 3. Modul 3 - Membangun Hubungan dengan Kelompok Pemangku Kepentingan Modul Membangun Hubungan dengan Kelompok Pemangku Kepentingan ini membahas tentang ragam publik pemangku kepentingan (stakeholders), pengembangan hubungan yang saling menguntungkan, manajemen isu dan krisis, bagaimana memanfaatkan media komunikasi serta pendekatan marketing public relations yang bisa digunakan humas dalam berhubungan dengan kelompok pemangku kepentingan. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami serta terampil dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan publik pemangku kepentingan. 4. Modul 4 - Media Relations Modul Media Relation ini membahas tentang prinsip dasar hubungan dengan pers; wawancara pers; dan konferensi pers, agar bisa mendapatkan publisitas dan citra positif yang dilandasi perasaan saling membutuhkan, dan kredibilitas yang tinggi sebagai sumber yang dapat dipercaya. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami pentingnya membangun hubungan saling menguntungkan dengan media, yang dibangun dengan perencanaan dan persiapan yang matang untuk menjadi sumber yang dapat dipercaya. 5. Modul 5 - Public Speaking Modul Public Speaking ini membahas tentang prinsip public speaking; persiapan public speaking; mengorganisasikan materi; menghantarkan pesan; dan kiat menghantar public speaking yang persuasif. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami prinsip dasar public speaking, serta mampu menghantarkannya kepada publik secara persuasif. 6. Modul 6 - Membuat Naskah Humas Modul Membuat Naskah Humas ini membahas tentang dasar-dasar penulisan naskah PR yang dapat dimanfaatkan sebagai teknik efektif dalam mengkomunikasikan ide, dan informasi lembaga kepada publik. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan dapat memahami dan menjelaskan dasar-dasar penulisan yang harus diperhatikan dalam pembuatan naskah PR.

BAB III PESERTA DAN TENAGA PENGAJAR A. Persyaratan Peserta Peserta disyaratkan memenuhi kriteria berikut ini: 1. Staf Dinas/lnstansi yang sedang menduduki Jabatan Struktural Eselon III dan staf yang menduduki jabatan fungsional ditugaskan oleh Kepala Instansinya; 2. Telah mengikuti Diklat Kepemimpinan sesuai dengan Eselon III; 3. Dicalonkan oleh instansinya; 4. Sehat jasmani dan rohani. B. Jumlah Peserta Jumlah Peserta Pelatihan setiap angkatan atau kelas paling banyak 30 (tiga puluh) orang. C. Persyaratan Tenaga Pengajar Fasilitator diambil dari Widyaiswara yang tersedia atau Tenaga Ahli/Dosen yang sesuai dengan bidangnya, dengan syarat-syarat sebagai berikut: Persyaratan Khusus (Mandatory): 1. Sehat jasmani dan rohani. 2. Telah mengikuti Training of Trainers (ToT) metodologi Pembelajaran Orang Dewasa (Andragogy). 3. Berpengalaman sebagai Fasilitator/Widyaiswaira minimal I (satu) tahun. 4. Memahami sistem Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran yang berlaku. Persyaratan Keahlian/Kompetensi: 1. Pendidikan Strata 2 (Pasca Sarjana) dalam bidang Komunikasi atau mempunyai pengalaman sebagai fasilitator atau pelatih Diklat dalam bidang Komunikasi, minimal 2 tahun; 2. Pendidikan Strata 1 (Sarjana) dalam bidang Komunikasi, dan telah memiliki pengalaman praktek (lapangan) minimal 15 tahun; 3. Memiliki sertifikat keahlian profesional yang dikeluarkan oleh LembagaLembaga Profesional yang terakriditasi, dan memiliki pengalaman praktek (lapangan) minimal 10 tahun; 4. Pendidikan minimal Strata 1 (Sarjana) dalam bidang Komunikasi, dan telah memiliki sertifikat sebagai Fasilitator/Widyaiswara oleh Lembaga Adinmistrasi Negara (LAN); 5. Menjadi anggota, atau terlibat aktif dalam organisasi/lembaga PR tingkat nasional.

BAB IV METODA, SARANA DAN PRASARANA PELATIHAN A. Metoda Metode yang digunakan adalah dengan memakai metode: 1. 2. Ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab. Pendalaman materi dengan diskusi dan latihan. Disini peserta diberi latihan untuk saling bekerja sama dan berkomunikasi secara aktif dalam berfikir, mengidentifikasi, membahas dan memecahkan masalah yang menjadi topik bahasan. Untuk peserta lebih dari 20 orang menggunakan Team Teaching.

3.

Dalam metode pengajaran yang bersifat intraktif dan partisipatif, maka dua hal yang harus dipenuhi: 1. 2. Pertama, Para peserta dilihat sebagai orang-orang yang telah memiliki pengalaman dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Kedua, Peserta dilibatkan dalam proses belajar mengajar, dimana para peserta diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan pikiran dan pengalamannya serta menunjukkan kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis masalah.

B. Sarana/Prasarana Pelatihan 1. Sarana a. b. c. d. e. 2. Papan tulis/White board; Over Head Projector; Sound system; Modul; Multimedia.

Prasarana a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Ruang kelas; Ruang diskusi; Ruang kantor; Ruang kebugaran; Asrama bagi peserta; Perpustakaan; Ruang makan; Fasilitas olahraga; Unit kesehatan; dan Tempat ibadah.

BABV WAKTU PENYELENGGARAAN

A. Penyelenggaraan 1. Penyelenggara Diklat Teknis ini adalah Penyedia Jasa (Services Provider) Paket C.2 yang telah menandatangani kontrak dengan Project Implementation Unit (PIU) SCB-DP Kabupaten/Kota (ADB Loan No. 1964INO), selama masih berstatus proyek. Lembaga Diklat Pemerintah yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 dan Keputusan Kepala Kembaga Administrasi Negara No 194/XIII/10/6/2001 tentang Pedoman Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga Diklat Pegawai Negara Sipil; Lembaga Diklat Pemerintah yang belum terakreditasi dapat menyelenggarakan Diklat bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara atau dengan Lembaga Diklat instansi pemerintah lainnya yang terakreditasi. Lembaga Diklat Lainnya yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan yang ada (pasca proyek).

2.

3.

4.

B. Waktu Pelaksanaan 1. Modul 1 - Prinsip Dasar Komunikasi


Judul modul Teori PRINSIP DASAR KOMUNIKASI a. Aksioma Dasar Komunikasi 2 JP b. Hakikat Komunikasi Manusiawi 1 JP c. Jenis komunikasi 1 JP d. Komunikasi Massa 1 JP Latihan dan diskusi -TOTAL JAM PELAJARAN
Ket: JP = Jam Pelajaran @ 45 menit

Praktek ------

Jam Pelajaran 2 JP 1 JP 1 JP 1 JP 2 JP 7 JP

2.

Modul 2 - Prinsip Dasar Public Relations


Judul Modul PRINSIP DASAR PR 1. Peran, fungsi, dan tugas PR 2. Perencanaan strategi dan penyusunan program PR 3. Organisasi PR 4. Etika dan profesionalisme PR Teori 1 JP 1 JP 1 JP 2 JP Praktek -3 JP --Jam Pelajaran 1 JP 4 JP 1 JP 2 JP

Judul Modul Teori Latihan dan diskusi -TOTAL JAM PELAJARAN


Ket: JP = Jam Pelajaran @ 45 menit

Praktek --

Jam Pelajaran 1 JP 9 JP

3.

Modul 3 - Membangun Hubungan Dengan Kelompok Pemangku Kepentingan


Judul Modul Teori Praktek Jam Pelajaran MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN KELOMPOK KEPENTINGAN a. Ragam Kelompok Pemangku 1 JP -1 JP Kepentingan b. Membangun Hubungan yang Saling 1 JP -1 JP Menguntungkan c. Manajemen isu dan krisis 1 JP 1 JP 2 JP d. Memanfaatkan Media Komunikasi 1 JP -1 JP e. Marketing Public Relations 1 JP -1 JP TOTAL JAM PELAJARAN 6 JP
Ket: JP = Jam Pelajaran @ 45 menit

4.

Modul 4 - Media Relations


Judul Modul Teori MEDIA RELATIONS a. Prinsip Dasar Hubungan dengan Pers 1 JP b. Wawancara pers 1 JP c. Konferensi pers 1 JP d. Press Tour & Media Discuss 1 JP TOTAL JAM PELAJARAN
Ket: JP = Satuan Jam Pelajaran @ 45 menit

Praktek 1 JP 1 JP 2 JP 1 JP

Jam Pelajaran 2 JP 2 JP 3 JP 2 JP 9 JP

5.

Modul 5 - Public Speaking


Judul Modul Teori PUBLIC SPEAKING a. Prinsip public speaking 1 JP b. Persiapan public speaking 1 JP c. Mengorganisasikan pesan 1 JP d. Menyampaikan pesan 1 JP e. Kiat menghantar public speaking 1 JP secara persuasif Latihan dan evaluasi -TOTAL JAM PELAJARAN
Ket: JP = Satuan Jam Pelajaran @ 45 menit.

Praktek 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP --

Jam Pelajaran 3 JP 3 JP 3 JP 3 JP 3 JP 2 JP 17 JP

6.

Modul 6 - Membuat Naskah Humas


Judul modul Teori MEMBUAT NASKAH HUMAS a. Dasar menulis naskah PR 2 JP b. Latihan -TOTAL JAM PELAJARAN
Ket: JP = Satuan Jam Pelajaran @ 45 menit

Praktek ---

Jam pelajaran 2 JP 2 JP 4 JP

BAB VI EVALUASI A. Evaluasi Peserta Evaluasi peserta dilakukan untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan serta kesanggupan peserta dalam hal: 1. 2. 3. 4. 5. Mampu menjelaskan diklat sebagai suatu system; Mampu mengidentifikasi standard kompetensi kinerja; Mampu melaksanakan analisis kebutuhan diklat; Mampu menyusun laporan analisis kebutuhan diklat; Mampu menyusun proposal diklat.

B. Evaluasi Tenaga Pengajar Aspek yang dinilai dari Tenaga Pengajar adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Pencapaian tujuan pembelajaran; Sistematika penyajian; Kemampuan menyajikan/memfasilitasi sesuai program Diklat; Ketepatan waktu dan kehadiran; Penggunaan metode dan media pembelajaran; Sikap dan perilaku; Cara menjawab pertanyaan dari peserta; Penggunaan bahasa; Pemberian motivasi kepada peserta; Penguasaan materi; Kerapihan berpakaian; Kerjasama antar Tenaga Pengajar (dalam tim).

Penilaian terhadap Tenaga Pengajar dilakukan oleh peserta dan penyelenggara. Hasilnya diolah dan disampaikan oleh penyelenggara kepada Instansi Pembina Pelatihan dan kepada setiap Tenaga Pengajar sebagai masukan bagi yang bersangkutan untuk peningkatan kualitas masing-masing Tenaga Pengajar pada masa yang akan datang. C. Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Aspek yang dinilai terhadap kinerja Penyelenggara antara lain sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Efektifitas peyelenggaraan; Kesiapan dan ketersediaan sarana Pelatihan; Kesesnaian pelaksanaan program dengan rencana; Kebersihan kelas, asrama, kafetaria dan toilet; Ketersediaan dari kelengkapan bahan Diklat;

10

6. 7. 8.

Ketersediaan fasilitas olahraga, kesehatan dan ibadah; Pelayanan terhadap peserta dan tenaga pengajar; Administrasi Pelatihan yang meliputi: a. Administrasi kepesertaan dan tenaga pengajar; b. Administrasi seluruh dokumen dan bahan pelatihan.

Penilaian terhadap kinerja Penyelenggara dilakukan oleh Tenaga Pengajar dan peserta dikiat. Hasil penilaian diolah dan disimpulkan oleh penyelenggara sebagai bahan masukan untuk penyempumaan program Pelatihan yang akan datang dan bahan akreditasi Lembaga Pelatihan. D. Evaluasi Paska Pelatihan 1. Evaluasi pasca Diklat dilaksanakan 6 s.d 12 bulan setelah peserta kembali ke unit kerja masing-masing dengan mengacu pada rencana tingkat lanjut. Setelah penyelenggaraan Diklat berakhir dilakukan evaluasi pasca Diklat khususnya terhadap aspek-aspek: a. Keterampilan kemampuan alumni menerapkan pengetahuan dan dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan yang dibebankan kepadanya; b. Pendayagunaan alumni sesuai dengan potensinya. Evaluasi tersebut di atas dilakukan oleh penyelenggara Diklat bekerjasama dengan unit kerja yang bertanggungjawab di bidang kepegawaian instansi alumni. Hasil evaluasi tersebut disampaikan oleh penyelenggara kepada: a. Pimpinan instansi alumni; b. Instansi Pembina; c. Instansi Pengendali. Instansi Pembina Diklat melakukan evaluasi setiap tahun secara menyeluruh terhadap efektifitas program dan penyelenggaraan Diklat.

2.

3.

4.

5.

BAB VII SERTIFIKASI

1.

Kepada peserta pelatihan yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan dinyatakan lulus, diberikan Sertifikat. Jenis dan bentuk, serta ukuran Sertifikat ditetapkan oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara. Sertifikat ditandatangani oleh Pimpinan Instansi Penyelenggara Diklat yang terakreditasi dan Pimpinan Instansi Pembina Diklat dengan kode registrasi dan Instansi Pembina Dikiat. Prosedur untuk memperoleh Kode Registrasi dari Instansi Pembina sebagai berikut: a. Lembaga Penyelenggara Diklat/Penanggung jawab Program menyempaikan daftar para peserta selambat-lambatnya hari kedua setelah pembukaan; b. Instansi Pembina memberikan kode Registrasi sesuai daftar yang sah/ diajukan; c. Pengajuan untuk registrasi penomoran sertifikat dapat dilakukan dengan cara mengirim atau melalui faksimili.

2.

3.

4.

11

BAB VIII PENUTUP Pedoman Umum ini disusun untuk digunakan sebagai acuan atau panduan bagi Penyedia Jasa (Service Provider) dalam melaksanakan latihan bagi staf/aparat daerah (kabupaten/kota) dalam rangka peningktan kapasitas mereka dalam perencanaan pembangunan daerah. Untuk menggunakan modul-modul dalam pelatihan ini, maka sebaiknya para Fasilitator/Widyaiswara mendalami materi-materi yang ada dalam modul. Pengembangan ide-ide atau pendekatan metode pengajaran dapat dikembangkan oleh para Fasilitator/Widyaiswara sejauh tidak menyimpang dari tujuan yang ingin dicapai dari pelatihan ini. Agar pembelajaran lebih terarah maka para Fasilitator/Widyaiswara harus menyusun Satuan Acara Pembelajaran (SAP) untuk setiap Pokok Bahasan yang akan dia ajarkan. Teknik menyusun SAP ini dapat menggunakan standar yang digunakan oleh LAN, Modul Pelatihan 2 Pelaksana dari Program Pelatihan bagi Eselon IV. Pedoman Umum ini; apabila dipandang perlu akan diadakan penyempurnaan secara berkala. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Pedoman Umum ini dapat diatur lebih lanjut oleh Penyedia Jasa (Service Provider) dari Paket C.2 SCB-DP yang bersangkutan atau berkepentingan.

12

Pedoman Umum

Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Hubungan Masyarakat (Public Relations)

UNTUK ESELON IV

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI BAB I

................................................................................................................ i

PENDAHULUAN .......................................................................................... 1 A. Latar Belakang.......................................................................................... 1 B. Kompetensi............................................................................................... 1

BAB II

STRUKTUR KURIKULUM DAN RINGKASAN MATERI.................... 2 A. Struktur Kurikulum................................................................................... 2 B. Ringkasan Materi...................................................................................... 2

BAB III PESERTA DAN TENAGA PENGAJAR .................................................... 5 A. Persyaratan Peserta ................................................................................... 5 B. Jumlah Peserta .......................................................................................... 5 C. Persyaratan Tenaga Pengajar.................................................................... 5 BAB IV METODA, SARANA DAN PRASARANA PELATIHAN ........................ 6 A. Metoda ...................................................................................................... 6 B. Sarana/Prasarana Pelatihan....................................................................... 6 BAB V WAKTU PENYELENGGARAAN .............................................................. 7 A. Penyelenggaraan....................................................................................... 7 B. Waktu Pelaksanaan................................................................................... 7 BAB VI EVALUASI................................................................................................... 10 A. Evaluasi Peserta...................................................................................... 10 B. Evaluasi Tenaga Pengajar....................................................................... 10 C. Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan ......................................................... 10 D. Evaluasi Paska Pelatihan ........................................................................ 11 BAB VII SERTIFIKASI............................................................................................ 12 BAB VIII PENUTUP .................................................................................................. 13

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dan Pelatihan Teknis PR merupakan salah satu Pelatihan Teknik dalam Proyek Peningkatan Kapasitas Berkelanjutan untuk Desentralisasi (Sustainable Capacity Building for Decentralization Project/SCB-DP), Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Departemen Dalam Negeri yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB Loan 1964-INO). Pelatihan PR difokuskan untuk peningkatan keterampilan (skill) atau kemampuan profesional aparat atau birokrat pemerintah daerah dalam membentuk citra good governance. Pembentukan citra good governance hanya dapat terwujud apabila didukung oleh aparat yang memiliki kompetensi atau kemampuan yang berfokuskan pada pemahaman prinsip dasar komunikasi manusiawi, dan pemahaman prinsip dasar PR. Dengan itu, prinsip dasar tesebut, maka aparat pemerintah tingkat eselon IV tinggal mengasah kemampuannya dalam menjalin hubungan dengan media, kelompok pemangku kepentingan, dengan menguasai kemampuan public speaking dan menulis naskah Humas yang baik. B. Kompetensi Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan komunikasi dua arah, yang dimaksudkan untuk menciptakan saling pengertian antara lembaga dan publiknya. Kompetensi itu meliputi: 1. Dapat melakukan komunikasi yang berdasarkan prinsip dasar komunikasi manusiawi, karena hal ini menjadi dasar bagi komunikasi lembaga pemerintah daerah kepada publik pemangku kepentingan; Dapat merencanakan dan melaksanakan kegiatan komunikasi lembaga, yang dapat menciptakan, menjaga, dan memelihara hubungan dengan publik; Memahami dan terampil dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan publik pemangku kepentingan; Mampu merencanakan dan membangun hubungan saling menguntungkan dengan media, yang dibangun dengan perencanaan dan persiapan yang matang untuk menjadi sumber yang dapat dipercaya; Mengetahui dan memahami prinsip dasar public speaking, serta mampu menghantarkannya kepada publik secara persuasif; Mengetahui dan dapat melakukan penulisan efektif terhadap naskah news release, backgrounders dan position papers, iklan layanan masyarakat, brosur, dokumentasi audio visual, pidato pimpinan, dan web.

2. 3. 4.

5. 6.

BAB II STRUKTUR KURIKULUM DAN RINGKASAN MATERI A. Struktur Kurikulum Dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi birokrat khususnya yang berhubungan kemampuan komunikasi dan PR, disusun struktur kurikulum sebagaimana dibawah ini.
Modul Teori Praktek Latihan & Diskusi Jam Pelajaran

1. Prinsip dasar komunikasi 5 JP -2. Prinsip dasar PR 5 JP 3 JP 3. Membangun hubungan 4 JP 3 JP dengan kelompok kepentingan 4 JP 5 JP 4. Media relations 5 JP 10 JP 5. Public speaking 6. Menulis Naskah Humas 7 JP 7 JP TOTAL JAM PELAJARAN

2 JP 1 JP --

7 JP 9 JP 7 JP

-2 JP --

9 JP 17 JP 14 JP 63 JP

B. Ringkasan Materi 1. Modul 1 - Prinsip Dasar Komunikasi Modul Prinsip Dasar Komunikasi ini membahas tentang aksioma dasar komunikasi, hakikat komunikasi manusiawi (human communications), jenis komunikasi, komunikasi dalam ranah privat dan ranah publik serta komunikasi massa yang menjadi dasar bagi komunikasi lembaga pemerintah daerah, yang memanfaatkan pendekatan hubungan masyarakat (public relations), kepada publik pemangku kepentingan (stakeholders). Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami prinsip dasar komunikasi manusiawi yang menjadi dasar bagi komunikasi lembaga pemerintah daerah dalam memanfaatkan pendekatan hubungan masyarakat, kepada publik pemangku kepentingan. 2. Modul 2 - Prinsip Dasar Public Relations Modul Prinsip Dasar PR ini membahas tentang peran, fungsi dan tugas PR; perencanaan strategi dan penyusunan program PR; organisasi PR; etika dan profesionalisme PR, yang merupakan komponen dasar yang dibutuhkan bagi petugas komunikasi lembaga pemerintah daerah, untuk bisa menciptakan, menjaga, dan memelihara hubungan dengan publik. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan mengetahui dan memahami komponen dasar dari rambu-rambu dalam setiap perencanaan, dan

pelaksanaan kegiatan petugas komunikasi lembaga, untuk bisa menciptakan, menjaga, dan memelihara hubungan dengan publik. 3. Modul 3 - Membangun Hubungan dengan Kelompok Pemangku Kepentingan Modul Membangun Hubungan dengan Kelompok Pemangku Kepentingan ini membahas tentang ragam publik pemangku kepentingan (stakeholders), pengembangan hubungan yang saling menguntungkan, manajemen isu dan krisis, bagaimana memanfaatkan media komunikasi serta pendekatan marketing public relations yang bisa digunakan humas dalam berhubungan dengan kelompok pemangku kepentingan. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami serta terampil dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan publik pemangku kepentingan. 4. Modul 4 Media Relations Modul Media Relation ini membahas tentang prinsip dasar hubungan dengan pers; wawancara pers; dan konferensi pers, agar bisa mendapatkan publisitas dan citra positif yang dilandasi perasaan saling membutuhkan, dan kredibilitas yang tinggi sebagai sumber yang dapat dipercaya. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami pentingnya membangun hubungan saling menguntungkan dengan media, yang dibangun dengan perencanaan dan persiapan yang matang untuk menjadi sumber yang dapat dipercaya. 5. Modul 5 - Public Speaking Modul Public Speaking ini membahas tentang prinsip public speaking; persiapan public speaking; mengorganisasikan materi; menghantarkan pesan; dan kiat menghantar public speaking yang persuasif. Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan memahami prinsip dasar public speaking, serta mampu menghantarkannya kepada publik secara persuasif. 6. Modul 6 Menulis Naskah Humas Modul Menulis Naskah Humas ini membahas tentang penulisan naskah news release, backgrounders dan position papers, iklan layanan masyarakat, brosur, dokumentasi audiovisual, pidato pimpinan dan web yang akan menjadi teknik efektif dalam mengkomunikasikan ide dan informasi lembaga kepada publik.

Setelah pelatihan, peserta latih diharapkan tahu dan dapat melakukan penulisan efektif terhadap naskah news release, backgrounders dan position papers, iklan layanan masyarakat, brosur, dokumentasi audiovisual, pidato pimpinan, dan web.

BAB III PESERTA DAN TENAGA PENGAJAR

A. Persyaratan Peserta Peserta disyaratkan memenuhi kriteria berikut ini: 1. 2. 3. 4. Staf Dinas/lnstansi yang sedang menduduki Jabatan Struktural Eselon IV dan staf yang menduduki jabatan fungsional ditugaskan oleh Kepala Instansinya; Telah mengikuti Diklat Kepemimpinan sesuai dengan Eselon IV; Dicalonkan oleh instansinya; Sehat jasmani dan rohani.

B. Jumlah Peserta Jumlah Peserta Pelatihan setiap angkatan atau kelas paling banyak 30 (tiga puluh) orang. C. Persyaratan Tenaga Pengajar Fasilitator diambil dari Widyaiswara yang tersedia atau Tenaga Ahli/Dosen yang sesuai dengan bidangnya, dengan syarat-syarat sebagai berikut: Persyaratan Khusus (Mandatory): 1. Sehat jasmani dan rohani; 2. Telah mengikuti Training of Trainers (ToT) Metodologi Pembelajaran Orang Dewasa (Andragogy); 3. Berpengalaman sebagai Fasilitator/Widyaiswara minimal 1 (satu) tahun; 4. Memahami sistem Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran yang berlaku. Persyaratan Keahlian/Kompetensi: 1. Pendidikan Strata 2 (Pasca Sarjana) dalam bidang Komunikasi atau mempunyai pengalaman sebagai fasilitator atau pelatih Diklat dalam bidang Komunikasi, minimal 2 tahun; 2. Pendidikan Strata 1 (Sarjana) dalam bidang Komunikasi, dan telah memiliki pengalaman praktek (lapangan) minimal 15 tahun; 3. Memiliki sertifikat keahlian profesional yang dikeluarkan oleh LembagaLembaga Profesional yang terakriditasi, dan memiliki pengalaman praktek (lapangan) minimal 10 tahun; 4. Pendidikan minimal Strata 1 (Sarjana) dalam bidang Komunikasi, dan telah memiliki sertifikat sebagai Fasilitator/Widyaiswara oleh Lembaga Adinmistrasi Negara (LAN); 5. Menjadi anggota atau terlibat aktif dalam organisasi/lembaga PR tingkat nasional.

BAB IV METODA, SARANA DAN PRASARANA PELATIHAN A. Metoda Metode yang digunakan adalah dengan memakai metode: 1. Ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab; 2. Pendalaman materi dengan diskusi dan latihan. Disini peserta diberi latihan untuk saling bekerja sama dan berkomunikasi secara aktif dalam berfikir, mengidentifikasi, membahas dan memecahkan masalah yang menjadi topik bahasan; 3. Untuk peserta lebih dari 20 orang menggunakan Team Teaching. Dalam metode pengajaran yang bersifat intraktif dan partisipatif, maka dua hal yang harus dipenuhi: 1. Pertama, Para peserta dilihat sebagai orang-orang yang telah memiliki pengalaman dalam melaksanakan tugas-tugasnya. 2. Kedua, Peserta dilibatkan dalam proses belajar mengajar, dimana para peserta diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan pikiran dan pengalamannya serta menunjukkan kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis masalah.

B. Sarana/Prasarana Pelatihan 1. Sarana a. b. c. d. e. 2. Papan tulis/White board; Over Head Projector; Sound system; Modul; Multimedia.

Prasarana a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Ruang kelas; Ruang diskusi; Ruang kantor; Ruang kebugaran; Asrama bagi peserta; Perpustakaan; Ruang makan; Fasilitas olahraga; Unit kesehatan; dan Tempat ibadah.

BABV WAKTU PENYELENGGARAAN A. Penyelenggaraan 1. Penyelenggara Diklat Teknis ini adalah Penyedia Jasa (Services Provider) Paket C.2 yang telah menandatangani kontrak dengan Project Implementation Unit (PIU) SCB-DP Kabupaten/Kota (ADB Loan No. 1964INO), selama masih berstatus proyek. Lembaga Diklat Pemerintah yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 dan Keputusan Kepala Kembaga Administrasi Negara No 194/XIII/10/6/2001 tentang Pedoman Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga Diklat Pegawai Negara Sipil; Lembaga Diklat Pemerintah yang belum terakreditasi dapat menyelenggarakan Diklat bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara atau dengan Lembaga Diklat instansi pemerintah lainnya yang terakreditasi. Lembaga Diklat Lainnya yang terakreditasi sesuai dengan ketentuan yang ada (pasca proyek).

2.

3.

4.

B. Waktu Pelaksanaan 1. Modul 1 - Prinsip Dasar Komunikasi


Judul Modul PRINSIP DASAR KOMUNIKASI Teori Praktek -----Jam Pelajaran 2 JP 1 JP 1 JP 1 JP 2 JP 7 JP

1. 2. 3. 4.

2 JP 1 JP 1 JP 1 JP Latihan dan diskusi -TOTAL JAM PELAJARAN

Aksioma Dasar Komunikasi Hakikat Komunikasi Manusiawi Jenis komunikasi Komunikasi Massa

Ket: JP = Satuan Jam Pelajaran @ 45 menit

2.

Modul 2 - Prinsip Dasar Public Relations


Judul Modul PRINSIP DASAR PR Teori 1 JP 1 JP 1 JP 2 JP Praktek -3 JP --Jam Pelajaran 1 JP 4 JP 1 JP 2 JP

1. 2. 3. 4.

Peran, fungsi, dan tugas PR Perencanaan strategi dan penyusunan program PR Organisasi PR Etika dan profesionalisme PR

Judul Modul Teori Latihan dan diskusi TOTAL JAM PELAJARAN


Ket: JP = Satuan Jam Pelajaran @ 45 menit

Praktek

Jam Pelajaran 1 JP 9 JP

3.

Modul 3 - Membangun Hubungan dengan Kelompok Pemangku Kepentingan


Judul Modul Teori Praktek Jam Pelajaran MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN KELOMPOK KEPENTINGAN 1 JP -1 JP 1. Ragam Kelompok Pemangku

Kepentingan 2. Membangun Hubungan yang Saling Menguntungkan 3. Memanfaatkan Media Komunikasi 4. Marketing Public Relations
Ket: JP = Satuan Jam Pelajaran @ 45 menit

1 JP

--

1 JP 2 JP 3 JP 7 JP

1 JP 1 JP 1 JP 2 JP TOTAL JAM PELAJARAN

3.

Modul 4 - Media Relations


Judul Modul MEDIA RELATIONS Teori 1 JP Praktek 1 JP 1 JP 2 JP 1 JP Jam Pelajaran 2 JP 2 JP 3 JP 2 JP 9 JP

1. 2. 3. 4.

Prinsip Dasar Hubungan dengan Pers Wawancara pers Konferensi pers Press Tour & Media Discuss

1 JP 1 JP 1 JP TOTAL JAM PELAJARAN

Ket: JP = Satuan Jam Pelajaran @ 45 menit

4.

Modul 5 - Public Speaking


Judul modul PUBLIC SPEAKING Teori 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP Praktek 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP Jam pelajaran 3 JP 3 JP 3 JP 3 JP 3 JP 2 JP
17 JP

1. 2. 3. 4. 5.

Prinsip public speaking Persiapan public speaking Mengorganisasikan pesan Menyampaikan pesan Kiat menghantar public speaking secara persuasif

Latihan dan evaluasi


TOTAL JAM PELAJARAN Ket: JP = Satuan Jam Pelajaran @ 45 menit.

6.

Modul 6 - Menulis Naskah Humas


Teori 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP Praktek 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP 1 JP Jam Pelajaran 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 2 JP 14 JP

Judul Modul MENULIS NASKAH HUMAS

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Menulis Naskah News Release Menulis Naskah Backgrounder dan Position Paper. Menulis Naskah Iklan Layanan Masyarakat Menulis Naskah Brosur Menulis naskah dokumentasi untuk audiovisual Menulis naskah pidato pimpinan Menulis naskah web
TOTAL JAM PELAJARAN

Ket: JP = Satuan Jam Pelajaran @ 45 menit

BAB VI EVALUASI A. Evaluasi Peserta Evaluasi peserta dilakukan untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan serta kesanggupan peserta dalam hal: 1. 2. 3. 4. 5. Mampu menjelaskan diklat sebagai suatu system; Mampu mengidentifikasi standard kompetensi kinerja; Mampu melaksanakan analisis kebutuhan diklat; Mampu menyusun laporan analisis kebutuhan diklat; Mampu menyusun proposal diklat.

B. Evaluasi Tenaga Pengajar Aspek yang dinilai dari Tenaga Pengajar adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Pencapaian tujuan pembelajaran; Sistematika penyajian; Kemampuan menyajikan/memfasilitasi sesuai program Dikiat; Ketepatan waktu dan kehadiran; Penggunaan metode dan media pembelajaran; Sikap dan perilaku; Cara menjawab pertanyaan dari peserta; Penggunaan bahasa; Pemberian motivasi kepada peserta; Penguasaanmateri; Kerapihan berpakaian; Kerjasama antar Tenaga Pengajar (dalam tim).

Penilaian terhadap Tenaga Pengajar dilakukan oleh peserta dan penyelenggara. Hasilnya diolah dan disampaian oleh penyelenggara kepada Instansi Pembina Pelatihan dan kepada setiap Tenaga Pengajar sebagai masukan bagi yang bersangkutan untuk peningkatan kualitas masing-masing Tenaga Pengajar pada masa yang akan datang. C. Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Aspek yang dinilai terhadap kinerja Penyelenggara antara lain sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Efektifitas peyelenggaraan; Kesiapan dan ketersediaan sarana Pelatihan; Kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana; Kebersihan kelas, asrama, kafetaria dan toilet; Ketersediaan dari kelengkapanbahan Dikiat;

10

11

6. 7. 8.

Ketersediaan fasilitas olahraga, kesehatan dan ibadah; Pelayanan terhadap peserta dan tenaga pengajar; Administrasi Pelatihan yang meliputi: a. Administrasi kepesertaan dan tenaga pengajar; b. Administrasi seluruh dokumen dan bahan pelatihan.

Penilaian terhadap kinerja Penyelenggara dilakukan oleh Tenaga Pengajar dan peserta diklat. Hasil penilaian diolah dan disimpulkan oleh penyelenggara sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan program Pelatihan yang akan datang dan bahan akreditasi Lembaga Pelatihan. D. Evaluasi Paska Pelatihan 1. Evaluasi pasca Diklat dilaksanakan 6 s.d 12 bulan setelah peserta kembali ke unit kerja masing-masing dengan mengacu pada rencana tingkat lanjut. Setelah penyelenggaraan Diklat berakhir dilakukan evaluasi pasca Diklat khususnya terhadap aspek-aspek: a. Keterampilan kemampuan alumni menerapkan pengeiahuan dan dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan yang dibebankan kepadanya; b. Pendayagunaan alumni sesuai dengan potensinya. Evaluasi tersebut di atas dilakukan oleh penyelenggara Diklat bekerjasama dengan unit kerja yang bertanggungjawab di bidang kepegawaian instansi alumni. Hasil evaluasi tersebut disampaikan oleh penyelenggara kepada: a. Pimpinan instansi alumni; b. Instansi Pembina; c. Instansi Pengendali. Instansi Pembina Diklat melakukan evaluasi setiap tahun secara menyeluruh terhadap efektifitas program dan penyelenggaraan Diklat.

2.

3.

4.

5.

BAB VII SERTIFIKASI

1.

Kepada peserta pelatihan yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan dinyatakan lulus, diberikan Sertifikat. Jenis dan bentuk, serta ukuran Sertifikat ditetapkan oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara. Sertifikat ditandatangani oleh Pimpinan Instansi Penyelenggara Dikiat yang terakreditasi dan Pimpinan Instansi Pembina Diklat dengan kode registrasi dan Instansi Pembina Dikiat. Prosedur untuk memperoleh Kode Registrasi dari Instansi Pembina sebagai berikut: a. Lembaga Penyelenggara Diklat/Penanggung jawab Program menyampaikan daftar para peserta selambat-lambatnya hari kedua setelah pembukaan; b. Instansi Pembina memberikan kode Registrasi sesuai daftar yang sah/ diajukan; c. Pengajuan untuk registrasi penomoran sertifikat dapat dilakukan dengan cara mengirim atau melalui faksimili.

2.

3.

4.

12

BAB VIII PENUTUP Pedoman Umum ini disusun untuk digunakan sebagai acuan atau panduan bagi Penyedia Jasa (Service Provider) dalam melaksanakan latihan bagi staf/aparat daerah (kabupaten/kota) dalam rangka peningkatan kapasitas mereka dalam perencanaan pembangunan daerah. Untuk menggunakan modul-modul dalam pelatihan ini, maka sebaiknya para Fasilitator/Widyaiswara mendalami materi-materi yang ada dalam modul. Pengembangan ide-ide atau pendekatan metode pengajaran dapat dikembangkan oleh para Fasilitator/Widyaiswara sejauh tidak menyimpang dari tujuan yang ingin dicapai dari pelatihan ini. Agar pembelajaran lebih terarah maka para Fasilitator/Widyaiswara harus menyusun Satuan Acara Pembelajaran (SAP) untuk setiap Pokok Bahasan yang akan dia ajarkan. Teknik menyusun SAP ini dapat menggunakan standar yang digunakan oleh LAN, Modul Pelatihan 2 Pelaksanaan Program Pelatihan bagi Eselon IV. Pedoman Umum ini; apabila dipandang perlu akan diadakan penyempurnaan secara berkala. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Pedoman Umum ini dapat diatur lebih lanjut oleh Penyedia Jasa (Service Provider) dari Paket C.2 SCB-DP yang bersangkutan atau berkepentingan.

13

This document was created with Win2PDF available at http://www.daneprairie.com. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.