Anda di halaman 1dari 1

BAB III KESIMPULAN a. Spesies nematoda jaringan dan darah yang hidup pada manusia adalah W. bancrofti B.

malayi, B. timori, M.ozzardi, O. volvulus, Loa oa dan D. medinensis b. Pada umumnya, manusia sebagai hospesdefinitif Nematoda jaringan dan darah, sedangkn hospes perantaranya adalah nyamuk ( W. bancrofti, B. malayi, B. timori), lalat M. ozzardi, O. volvulus, Loa loa) dan sebangsa Copepoda (D. medinensi) c. Distribusi geografis Nematoda jaringa dan darah banyak terdapat didaerah tropis yang cocok untuk empat perindukan vektr (nyamuk, lalat dan sebangsa Copepoda) d. Nematoda jaringan dewasa berbentuk silindris panjang, meyerupai benang, terdiri dari cacing betina dan jantan dengan ukuran yang bervariasi mulai dari 3,8x0,2 mm hingga 60x0,5mm. e. Mikrofilaria nematoda jaringan dan darah terdapat dalam darah perifer (adalah W. bancrofti B. malayi, B. timori, M.ozzardi, O. Volvulus dan Loa loa) sedangkan larvanya dalam jaringan (D. medinensis). Mikrofilaria bersarung terdapat pada W. bancrofti B. malayi, B. timori dan Loa loa sedangkan mikrofilaria tak bersarung terdapat pada M.ozzardi dan O. Volvulus f. Untuk melengkapi daur hidupnya, nematoda jaringan dan darah membutuhkan hospes perantar (vektor), yaitu nyamuk, lalat dan bangsa Copepoda. Larva infektif berkembang dalam tubuh vektor dan ditularkan melalui luka gigitan dan tumbuh dewasa dalam hospes definitif (manusia dan mamalia lainnya) g. Aspek klinis penderita yang terinfeksi oleh nematoda jaringan dan darah dapat ditimbulkan oleh cacing dewasa, larva dan mikrofilia. Aspek klinis ada yang bersifat asimtomatik (tanpa gejala) dan sistomatik (disertai gejala) h. Cara menegakkan diagnosis nematoda jaringan dan darah dilakukan dengan menemukan mikrofilaria dalam darah yepi, larva dalam jaringan, dan cacing dewasa yang diperoleh dari bahan biopsi. Diagnosis lebih terarah bila dikonfirmasikan dengan gejala dan perjalanan penyakit. Apabila cacing sulit ditemukan maka dilakukan tes serimunologik i. Pengobatan nematoda jaringan dan darah ada yang langsung membunuh cacing dan beberapa diantaranya yang bersifat pencegahan j. Penularan nematoda jaringan dan darah dapat terjadi melalui hospes perantara (vektor). Stadium infektif cacing terbentuk dalam tubuh vektor k. Pencegahan nematoda jaringan dan darah dilakukan dengan kemoterpai (pengobatan), menghindari gigitan vektor, pemberantasan vektor dengan membersihkan tempat perindukannya dan pemakaian insektisida maupun senyawa kimia lainnya.