Anda di halaman 1dari 3

Pendekatan pembelajaran pada mata pelajaran Sains-Biologi di SMP selama ini mengacu pada pendekatan pembelajaran keterampilan proses,

yang didasarkan pada Namun pelaksanaannya belum maksimal, yang dapat dilihat dari keterampilan siswa yang masihkurang dalam menerapkan metode ilmiah untuk mempelajari konsepkonsep biologi. Persoalan utama yang masih sering dihadapi saat ini adalah guru kurang kreatif menemukaninovas-inovasi baru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengankarakteristik siswa. Guru masih kurang memperhatikan karakteristik setiap pokok bahasan dalam menerapkan model-model pembelajaran kontekstual, terutama pokok bahasan yang bersifat pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Salah satu model pembelajaran kontekstual yang mengajarkan bagaimana siswa belajar dengan benar terutama pada pengetahuan yang bersifat deklaratif dan pengetahuan prosedural adalahmelalui model pembelajaran strategi-strategi belajar (Learning Strategy), dan jenis yang seringdigunakan adalah metode PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflection, Review) (Indana,2003) Dalam proses belajar mengajar, dibutuhkan seorang pendidik yang mampu berkualitas serta diharapkan dapat mengarahkan anak didik menjadi generasi yang kita harapkan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa. Untuk itu, guru tidak hanya cukup menyampaikan materi pelajaran semata, akan tetapi guru juga harus pandai menciptakan suasana belajar ya ng baik, serta juga mempertimbangkan pemakaian metode dan strategi dalam mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran dan sesuai pula dengan keadaan anak didik. Keberadaan guru dan siswa merupakan 2 faktor yang sangat penting dimana diantara keduanya saling berkaitan. Kegiatan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kegiatan mengajar guru, karena dalam proses pembelajaran guru tetap mempunyai suatu peran yang penting dalam memberikan suatu ilmu kepada anak didiknya. Salah satu masalah yang dihadapi guru dalam menyelenggarakan pelajaran adalah bagaimana menimbulkan aktifitas dan keaktifan dalam diri siswa untuk dapat belajar secara efektif. Sebab, keberhasilan dalam suatu pengajaran sangat dipengaruhi oleh adanya aktifitas belajar siswa. Salah satu cara untuk menimbulkan aktifitas belajar siswa adalah dengan merubah kegiatan kegiataan belajar yang monoton. Salah satunya adalah dengan menerapkan strategi belajar PQ4R pada bidang studi fiqih. Strategi PQ4R merupakan teknik belajar untuk membantu siswa memahami dan mengingat materi yang dibaca dan dapat membantu proses belajar mengajar di kelas yang dilaksanakan dengan kegiatan membaca buku. Strategi ini digunakan untuk meningkatkan kinerja memori dalam memahami substansi teks yang dapat mendorong pembaca melakukan pengolahan materi secara lebih mendalam dan luas. Strategi PQ4R merupakan suatu strategi belajar yang meminta siswa untuk melakukan Preview (tugas membaca cepat dengan memperhatikan judul-judul dan topic utama, tujuan umum dan rangkuman, serta rumusan isi bacaan), Question (mendalami topic dan judul utama dengan mengajukan pertanyaan yang jawabannya dapat ditemukan dalam bacaan tersebut, kemudian mencoba menjawabnya sendiri), Read (tugas membaca bahan bacaan secara cermat dengan mengajukan pengecekan pada langkah kedua), Reflect (melakukan refleksi sambil membaca dengan cara menciptakan gambaran visual dari bacaan dan menghubungkan informasi baru di dalam bacaan tentang apa yang telah diketahui), Recite (melakukan resitasi dengan menjawab pertanyaan melalui suara keras yang diajukan tanpa membuka buku) dan Review (mengulang kembali seluruh bacaan

kemudian membaca ulang bila diperlukan dan sekali lagi menjawab pertanyaanpertanyaan yang diajukan) pada materi yang dipelajari. Oleh karena itu, penerapan strategi belajar PQ4R dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam ini dianggap relevan karena strategi PQ4R merupakan strategi untuk memahami materi yang dibaca sedangkan membaca mempunyai aspek sosial, yaitu proses yang menghubungkan perasaan, pemikiran dan tingkah laku seorang manusia yang lain.
Masalah yang dihadapi dunia pendidikan salah satunya adalah lemahnya proses pembelajaran. Pembelajaran di sekolah masih banyak yang menggunakan cara konvensional dalam mengajar atau yang lebih dikenal dengan ceramah. Hal ini mengakibatkan dalam proses pembelajaran, siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Guru hanya mentransfer ilmu utuh ke pikiran peserta didik tanpa memperhatikan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Pembelajaran cenderung monoton dan membuat siswa bosan, sehingga menyebabkan siswa menjadi malas, kurang bersemangat dan cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu komponen utama dalam pembelajaran adalah siswa, sehingga pemahaman terhadap siswa penting bagi guru maupun pembimbing agar dapat menciptakan situasi yang tepat serta memberi pengaruh yang optimal bagi siswa untuk berhasil dalam belajar. Oleh karena itu, diperlukan metode atau strategi dalam proses pembelajaran. Metode adalah salah satu cara yang memiliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Nilai strategis dari metode dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran. Pemilihan metode menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berbagai permasalahan tersebut muncul karena kurangnya keaktifan dari diri siswa sendiri atau mungkin siswa jenuh dengan strategi yang dipakai oleh guru selama ini. Penggunaan model yang monoton dapat mempengaruhi keaktifan siswa untuk belajar matematika. Seorang guru harus dapat menerapkan berbagai model pembelajaran yang bervariasi, yang bisa mengubah cara belajar siswa dari pasif menjadi aktif sehingga akan membuat siswa tertarik dan paham dengan apa yang diajarkan oleh guru. Untuk mengantisipasi masalah tersebut agar tidak berkelanjutan maka perlu diterapkan strategi pembelajaran yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu cara untuk mengatasi masalah yang telah dikemukakan diatas yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif. Menurut Hisyam Zaini (2007: xvi) pembelajaran aktif adalah adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Dengan belajar aktif ini, peserta didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga fisik. Dengan cara ini biasanya peserta didik akan merasakan suasana lebih menyenangkan sebagai hasil belajar dapat dioptimalkan. Strategi pembelajaran aktif yang dapat digunakan salah satunya dengan menggunakan pembelajaran tipe PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). Strategi pembelajaran PQ4R merupakan strategi membaca yang dapat mengembangkan metakognitif siswa, yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat, dengan sintaks : Preview dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci, Question dengan membuat pertanyaan (mengapa, bagaimana, dimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar), Read dengan membaca teks dan mencari jawabannya, Reflect dengan memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan, Recite dengan mempertimbangkan jawaban yang diberikan (catat-bahas bersama), dan Preview dengan cara meninjau ulang menyeluruh.