Anda di halaman 1dari 10

TUGAS PJBL I BLOK GIT MARASMUS

Disusun oleh : Auliasari siskaningrum 105070204111005

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FK. UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

TRIGGER : An . A usia 18 bulan BB 9 kg TB 80 cm, dirawat di rumah sakit dengan keluhan lemas. hasil pemeriksaan fisik didapatkan data, mata cowong, badan tampak kurus hingga tulang costae menonjol, perut cekung, jaringan lemak subkutan minimal, kulit kering dan rambut tipis. orang tua mengatakan anaknya sering rewel dan beberapa hari sebelum MRS berak cair 6x sehari. An. A hanya mendapatkan ASI sampai usia 3 bulan karena ASInya sudah tidak berproduksi. hasil pemeriksaan lab : Hb 8 gr/dl. dokter menginstruksikan untuk memberi terapi cairan dan kolaborasi dengan dietician

SLO : A. Pengkajian B. Analisa data C. Diagnose keperawatan D. Intervensi + rasional

A. Pengkajian 1. Identitas klien Nama Usia Jenis kelamin Alamat Nama orang tua Pekerjaan Pendidikan No. register Tanggal masuk : An . A : 18 bulan :::::::-

Tanggal pengkajian : Sumber informasi : ibu

2. Status kesehatan sekarang Keluhan utama Saat MRS : : anaknya sering rewel dan beberapa hari berak cair 6x sehari dan lemas Saat pengkajian : mata cowong, badan tampak kurus hingga tulang costae menonjol, perut cekung, jaringan lemak subkutan minimal, kulit kering dan rambut tipis Lama keluhan Kualitas keluhan Factor pencetus Factor pemberat ::::-

Upaya yang dilakukan: memberi terapi cairan dan kolaborasi dengan dietician Diagnose medis : marasmus

3. Riwayat kesehatan saat ini : Klien dirawat di RS dengan keluhan lemas. hasil pemeriksaan fisik didapatkan data, mata cowong, badan tampak kurus hingga tulang costae menonjol, perut cekung, jaringan lemak subkutan minimal, kulit kering dan rambut tipis. orang tua mengatakan klien sering rewel dan beberapa hari

berak cair 6x sehari. Klien mendapatkan ASI sampai usia 3 bulan karena ASI tidak berproduksi

4. Riwayat kehamilan dan persalinan Prenatal Natal Postnatal Imunisasi :::: -

5. Riwayat pertumbuhan dan perkembangan Pertumbuhan Perkembangan : klien hanya menyusu sampai usia 3 bulan :

6. Pemeriksaan fisik Keadaan umum Kesadaran TTV Kepala Mata Abdomen Thorak Kulit TD Nadi Suhu RR TB BB : : compos mentis : ::;:: 80 cm : 9 kg : rambut tipis : mata cowong ; tampak kurus dan perut cekung : costae menonjol : kulit kering dan jaringan lemak subkutan minimal

7. Hasil pemeriksaan penunjang hasil pemeriksaan lab : Hb 8 gr/dl.

8. Terapi : memberi terapi cairan dan kolaborasi dengan dietician.

B. Analisa data No Data Etiologi Masalah keperawatan 1 Do : Usia 18 bulan BB 9 kg Perut cekung Mata cowong Anoreksi Penyebab marasmus Gangguan kurang kebutuhan nutrisi dari

Ds : Lemas Rewel Kurus

BB turun

Perut cekung

Dx . gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan

Do : Diare frekuensi sehari Kulit kering Rambut tipis 6x

Kekurangan volume cairan

Ds : Rewel ASI hanya 3

bulan 3 4 Lemas Kerusakan integritas kulit

Do : Kulit kering Rambut tipis

Ds : Resiko infeksi tinggi

Do : Kulit kering

Ds : ASi hanya 3 bulan Lemas

C. Diagnose keperawatan 1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan 2. Kekurangan volume cairan 3. Kerusakan integritas kulit 4. Resiko tinggi infeksi

D. Intervensi dan rasional 1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan o Tujuan o Kriteria hasil : setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24 jam

diharapkan kebutuhan nutrisi menjadi adekuat :

Peningkatan BB Nafsu makan meningkat Input makanan adekuat

o Intervensi : Dapatkan riwayat diet anak Rasional : mengetahui pola makan anak sebelum sakit o Berikan diet sesuai program

Rasional : meningkatkan masukan nutrisi o Timbang BB setiap hari Rasional : mengetahui status nutrisi / tingkat keberhasilan perbaikan nutrisi anak o Berikan penambah nafsu makan sesuai order dokter Rasional : meningkatkan nafsu makan o Dorong orangtua atau anggota keluarga lain untuk menyuapi anak atau ada disaat makan Rasional : meningkatkan masukan nutrisi o Minta anak makan dimeja dalam kelompok dan buat waktu makan menjadi menyenangkan Rasional : meningkatkan nafsu makan anak o Beri porsi makan sedikit tapi sering Rasional :

2. Kekurangan volume cairan o Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam

diharapkan anak menunjukan keadaan hidrasi yang adekuat o Kriteria hasil : o Asupan cairan adekuat o Mukosa bibir lembab o Turgor kulit baik o Suhu tubuh normal o Frekuensi defekasi normal dengan konsistensi baik o Intervensi : o Observasi pemberian cairan perinfus sesuai program Rasional : upaya hidrasi perlu dilakukan untuk mengatasi masalah deficit volume cairan o Monitor TTV dan tanda dehidrasi Rasional : mengertahui tingkat deficit cairan dan perkebangannya o Hitung balace cairan Rasional : Mengetahui keseimbangan cairan o Berikan obat untuk mengganti cairan tubuh Rasional : mencukupi kebetuhan cairan yang telah hilang

o Ukur outpun urine dengan akurat Rational : mengetahui tingkat defesit cairan

3. Kerusakan integritas kulit o o Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan kerusakan integritas kulit tidak terjadi Kriteria hasil : o Tidak ada kemerahan o Tidak ada luka kulit o Kulit lembab o Kulit tidak bersisik o Elastisitas normal o Intervensi : o Observasi kemerahan, pucat, kering dan lesi pada kulit Rasional : area ini meningkat resikonya untuk kerusakan dan memerlukan pengobatan lebih intensif o Gunakan krim kulit 2x sehari dan setelah mandi Rasional : melembabkan kulit dan mencegah kulit kering o Pijat kulit khususnya diatas penonjolan tulang Rasional : memperbaiki sirkulasi pada kulit dan meningkatkan tonus kulit o Diskusikan pentingnya perubahan posisi sesering penting Rasional : meningkatkan sirkulasi dan perfusi kulit dengan mencegah tekanan lama pada jaringan o Tekankan pentingnya masukan nutrisi dan cairan adekuat Rasional : perbaikian nutrisi dan hidrasi akan memperbaiki kondisi kulit

4. Resiko tinggi infeksi o o Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24

jam diharpkan tidak terjadi infeksi Kriteria hasil : o Tidak ada tanda tanda infeksi o Suhu tubuh dalam batas normal

o Leukosit normal o Intervensi : o Observasi TTV dan peningkatan suhu tubuh Rasional : peningkatan suhu tubuh merupakan salah satu tanda infeksi o Melakukan pencucian tangan yang baik sebelum dan sesudah tindakan Rasional : menurunkan resiko penyebaran bakteri o Pastikan semua alat yang kontak dalam keadaan steril Rasional : mengurangi kontaminasi bakteri o Anjurkan kepada keluarga untuk selalu menjaga kebersihan anak dan lingkungan Rasional : lingkungan yang bersih memberikan rasa nyaman dan mengurangi perkembangbiakan bakteri o Beri antibiotic yang sesuai Mengobati infeksi bakteri

DAFTAR PUSTAKA Carpenito (2000), Diagnosa Keperawatan-Aplikasi pada Praktik Klinis, Ed. Ke-6, EGC, Jakarta Nelson. 2007. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15. Behrman Kliegman Aevin : EGC NANDA .2009. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda 2009-2011: Definisi & Klasifikasi, Alih Bahasa: Budi Santoso. Prima Medika

Ngastiyah, 2005. Perawatan Anak Sakit, Edisi . Jakarta : EGC Johnson, Marion dkk. 2000. Nursing Outcomes Classification (NOC). Mosby