Anda di halaman 1dari 7

BED SITE TEACHING (BST) EPISODE DEPRESI RINGAN TANPA GEJALA SOMATIK

Disusun oleh: DEVI NAVIANDARI IKE ERNAWATI 12100112019 12100112010

Partisipan : NIKKITA REGI FAUZAN 12100112052 12100112029

Preceptor: dr. Gemah Nuripah, Sp.KJ., M.Kes

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG RS MUHAMMADIYAH BANDUNG 2013

KETERANGAN UMUM Nama Jenis kelamin Usia Pendidikan terakhir Pekerjaan Agama Status menikah Alamat : Tn. T : Laki-laki : 39 tahun : SMA : Karyawan percetakan : Islam : Menikah, 1 anak :-

Tanggal Pemeriksaan: 7 Januari 2013

RIWAYAT PWNYAKIT SEKARANG ( AUTOANAMNESIS ) Keluahn Utama : Merasa pikiran terbayang-bayang masa lalu Sejak 8 tahun yang lalu pasien mulai merasa pikirannya terbayang-bayang masa lalu, pikiran itu muncul perlahan-lahan dan menjadi semakin memburuk 2 tahun terakhir. Keluhan ini membuat pasien susah tidur, dan mengganggu aktivitas pasien. Pikiran masa lalu pasien yaitu masalah karier pekerjaan pasien yang sempat jatuh. Pasien mengakui, 8 tahun yang lalu pasien berada di puncak karier, namun tiba-tiba kariernya hancur sehingga menyebabkan pasien tidak dapat bekerja. Ditambah pasien mengalami sakit berat hingga lumpuh dan tidak bisa melakukan aktivitas dan melanjutkan pekerjaannya. Sejak saat itu pasien terus-menerus terpikir masa-masa kejatuhan kariernya. Pasien juga merasa pada hari-hari biasa terdapat adanya konflik dengan istrinya, namun ketika pasien sakit

atau merasa depresi justru isrinya menjadi lebih lunak, baik dan perhatian terhadap pasien. Pasien merasa tidak memiliki masalah dengan anak semata wayangnya. Saat ini pasien sudah memiliki pekerjaan baru, namun masih merasa tidak nyaman dengan pekerjaan dan rekan-rekan kerjanya, hal ini juga membuat konsentrasi dalam pekerjaan bekurang, namun pasien mengakui harus menerima dan menghadapi kenyataan dan keadaan saat ini di tempat kerja barunya. Pasien menyangkal adanya gangguan makan, BAB, BAK namun ada gangguan tidur. Pasien menyangkal merasa orang lain berpikiran negatif, membicarakan, memata-matai, atau memiliki rencana mencelakakan dirinya. Pasien menyangkal mendengarkan adanya suara-suara yang tidak didengarkan oleh orang lain, menyangkal merasa sering mencium bau yang tidak dicium orang lain, menyangkal adanya rasa di lidah, menyangkal melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain, serta menyangkal pernah merasakan ada sesuatu yang menyentuh kulitnya. Pasien menyangkal ada pikiran yang bukan pikirannya masuk kepikiran dia, dan menyangkal ada seseorang atau kekuatan di luar diri pasien yang mengendalikan pikiran atau tindakan pasien di luar kemampuan pasien, masien juga menyangkal memiliki ide untuk bunuh diri.Untuk keluhannya tersebut pasien berobat ke psikiater di RSMB sejak 2 tahun yang lalu, dan mendapatkan pengobatan yaitu amitriptylin dan aprazolam. Pasien merasakan adanya perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya, akan tetapi pasien mengurangi obatnya sendiri karena merasa tidak bisa menahan kantuk setelah minum obat.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Pasien menyebutkan sebelumnya pernah memiliki sakit TBC dan sempat lumpuh, namun telah berobat dan sembuh. Sejak masa sekolah dulu pasien pernah menggunakan obat-obatan (narkoba).

RIWAYAT KELUARGA Pasien mengaku tidak ada keluarganya yang memiliki riwayat penyakit kejiwaan.Pasien mengakui adanya masalah dengan istrinya saat ini.

STATUS PSIKIATRIK Keadaan Umum Kesadaran Roman muka Kontak/rapport Orientasi o waktu o tempat o orang Perhatian Emosi: o mood o afek = hypothimic = appropiate : tampak sehat : Compos mentis : biasa : (+) Adekuat : = baik = baik = baik : Baik

Memori recent remote past recent immediate Persepsi Ingatan Pikiran o Bentuk pikiran o Jalan pikiran o Isi pikiran Wawasan penyakit Tingkah laku/bicara Dekorum: o Sopan santun o Penampilan o Kebersihan = baik = baik = baik = realistik = koheren = flashback : baik : aktif dan relevan = baik = baik = baik = baik : Baik : Baik

RESUME (PSIKODINAMIKA) Pasien seorang laki-laki berusia 39 tahun, bekerja sebagai karyawan percetakan, menikah dan memiliki 1 anak, tinggal bersama istri dan anaknya. Saat 8 tahun yang lalu pasien mengalami kehancuran dalam karier yang dirasa pasien berada pada puncaknya, sejak saat itu pasien mengeluhkan pikiran mengenai pekerjaannya itu

selalu muncul dan terbayang-bayang hingga sekarang. Pasien keluar dari pekerjaan, dan sempat mengalami sakit TBC hingga lumpuh beberapa tahun sejak pasien tidak bekerja. Penyakit TBCnya sudah diobati namun pikiran pasien masih terbayang-bayang masa lalu. Keluhan ini menyebabkan gangguan tidur pada pasien. Saat ini pasien sudah memiliki pekerjaan baru, namun masih belum merasa nyaman dengan pekerjaan dan rekan-rekan kerjanya, yang membuat pasien kurang konsentrasi terhadap pekerjaan. Pasien juga memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan istrinya. Namun pasien menyadari harus dapat menahan diri dan menerima keadaan saat ini.Setelah pasien berobat ke psikiater, pasien merasa lebih baik dari sebelumnya.

DIAGNOSIS Aksis I : o F32.00 Episode Depresi Ringan tanpa Gejala Somatik Aksis II : Aksis III : Aksis IV : o Masalah dengan primary support group (keluarga istri) o Masalah dengan pekerjaan Aksis V : GAF saat pemeriksaan 70-61 o Beberapa gejala ringan dan menetap, disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum masih baik.

PENATALAKSANAAN Psikofarmaka Benzodiazepin = aprazolam Trisiklik = amiptriptylin

Psikoterapi

PROGNOSIS Quo ad vitam : ad bonam

Quo ad functionam : ad bonam