Anda di halaman 1dari 1

Sepsis didefinisikan sebagai respons inflamasi sistemik karena infeksi.

Respons inflamasi ini terjadi karena invasi mikroorganisme dan ditandai denggan ditemukannya bakteri dalam cairan tubuh seperti darah, cairan sumsum tulang atau air kemih (1). Sepsis adalah SIRS ditambah tempat infeksi yang diketahui dan ditentukan dengan biakan positif terhadap organisme dari tempat tersebut. Meskipun SIRS, sepsis dan syok sepsis biasanya berhubungan dengan infeksi bakteri, tidak harus terdapat bakteremia. Bakteremia adalah keberadaan bakteri hidup dalam komponen cairan darah. Bakteremia bersifat sepintas, seperti biasanya dijumpai setelah jejas pada permukaan mukosa, primer (tanpa fokus infeksi teridentifikasi) atau seringkali sekunder terhadap fokus infeksi intravaskuler atau ekstravaskuler (2). Di Amerika Serikat terdapat 300.000 500.000 kasus sepsis setiap tahun, dan sepsis menimbulkan > 100.000 kematian per tahun. Insidens sepsis dan kematian yang berhubungan dengan sepsis di Amerika Serikat meningkat secara dramatik antara tahun 1979 dan 1987, dilaporkan kasus sepsis meningkat 159% menjadi 425.000 kasus per tahun dan kematian yang berhubungan dengan sepsis meningkat 111%, menjadi 107,525 per tahun. Dan kira-kira 200.000 pasien menjadi shock septic setiap tahun. Shock terjadi pada kira-kira 40% pasien dengan sindroma sepsis, dan 60 80% pasien dengan septic shock meninggal (3).