Anda di halaman 1dari 10

APRESIASI SENI MUSIK ASIA EROPA

EDELWEISS

SUMATERA SELATAN INDONESIA

2010-2011

BAB I
EDELWEISS Komposer: Richard Rodgers

Edelweiss, edelweiss Every morning you greet me Small and white, clean and bright You look happy to meet me Blossom of snow may you bloom and grow Bloom and grow forever Edelweiss, edelweiss Bless my homeland forever Small and white, clean and bright You look happy to meet me Blossom of snow may you bloom and grow Bloom and grow forever Edelweiss, edelweiss Bless my homeland forever

BAB II
2.1 Latar Belakang 2.1.1 Sejarah Pada tahun 1965, Amerika membuat dunia terhibur oleh sebuah karya berupa film musikal berjudul The Sound of Music. Film yang terkenal dengan keindahan musiknya ini bersettingkan di Salzbug, Austria dan mengambil tema berupa kisah seorang wanita calon biarawati bernama Maria (diperankan oleh Julie Andrews) dalam menghidupkan kembali musik di sebuah keluarga. Dalam masa percobaannya sebagai biarawati, Maria ditugaskan untuk mengasuh 7 orang anak dari Georg von Trapp (diperankan oleh Christopher Plummer), seorang duda berkebangsaan Austria yang bekerja sebagai kapten angkatan laut. Suatu hari dalam kisah ini, diceritakan bahwa di Austria diselenggarakan sebuah perayaan yang dikenal dengan nama Salzburg Festival. Dalam perayaan ini, Kapten Georg von Trapp melarang anak-anaknya ikut berpartisipasi. Meskipun begitu, ketujuh anaknya dan Maria memaksa Kapten Georg menyanyikan sebuah lagu. Pada bagian ini, Richard Rodges dan Oscar Hammerstein II selaku komponis dan penulis lirik dalam film ini membuat sebuah lagu berjudul Edelweiss. Rodgers dan Hammerstein merasa bahwa Kapten Georg harus menyanyikan satu lagu yang menggambarkan negara Austria yang dicintainya. Bunga Edelweiss, yang dikenal sebagai simbol negara Austria, menjadi pilihan mereka. Selain itu, lagu ini dibuat untuk menggambarkan satu bagian film sebelumnya dimana Georg memberi sebuket bunga Edelweiss kepada Elsa Schraeder, tunangannya, ketika ia berkunjung ke rumah Georg. 2.1.2 Komponis Richard Rodgers yang bernama tengah Charles ini lahir pada tanggal 28 Juni 1902 di New York City, Amerika Serikat. Terlahir dalam keluarga makmur beretnis Jerman, Richard merupakan anak dari pasangan Mamie Levy dan Dr. William Abrahams Rodgers, seorang dokter terkemuka di wilayah tempat
3

tinggalnya. Richard mulai bermain piano saat berusia 6 tahun dan sekolah di P.S. 10, Townsend Harris Hall dan DeWitt Clinton High School. Richard menghabiskan masa mudanya dengan menulis beberapa lagu. Kemudian Richard melanjutkan pendidikannya di Universitas Columbia. Pada tahun 1921, Richard pindah ke Institute of Musical Art. Bersama pasangan kolaborasinya yang pertama, Lorenz Hart, di tahun awal, Richard menulis beberapa lagu untuk pertunjukkan musikal amatir. Mereka membuat penampilan profesional pertama mereka dengan lagu berjudul Any Old Place With You pada tahun 1919 dalam drama musikal komedi A Lonely Romeo. Richard dan Hart meneruskan kolaborasi mereka dan menghasilkan banyak lagu terkenal hingga kematian Hart pada tahun 1943. Selanjutnya Richard berkolaborasi dengan Oscar Hammerstein II yang faktanya telah berkolaborasi membuat beberapa lagu bahkan sebelum berpasangan dengan Hart. Mereka dikenal sebagai duo penulis lagu dalam membuat beberapa karya musikal pada tahun 1940 hingga 1950an, masa yang dikenal sebagai zaman keemasan dari karya musikal. Dalam hal ini, Rodgers sebagai komponis dan Hammerstein sebagai penulis lirik, mereka mendapat kesuksesan besar dari karya mereka. Musikal pertama mereka yang terkenal adalah Oklahoma!I (1943), yang dikenal sebagai kolaborasi paling sukses dalam sejarah musikal Amerika. Kemudian mereka membuat 4 karya musikal yang sukses dalam penampilannya dan bahkan dibuat sebagai film, yakni Carousel (1945), South Pacific (1949), The King and I (1951), dan The Sound of Music (1959). Setelah kematian Hammerstein pada tahun 1960, Richard masih terus berkarya membuat beberapa lagu. Richard meninggal pada tahun 1979 ketika berusia 77 tahun setelah menderita kanker rahang, serangan jantung, dan penyakit di pangkal tenggorokannya. Sebagai peringatan terhadap karyanya, tahun 1990, sebuah panggung teater diubah namanya menjadi The Richard Rodgers Theatre.

2.1.3 Lagu Edelweiss adalah sebuah lagu yang tercipta sebagai karya terakhir dari kolaborasi Rodgers dan Hammerstein. Lagu ini ditampilkan dalam film musikal Amerika berjudul The Sound of Music, yang kemudian diklaim sebagai lagu rakyat Austria. Hal ini dikarenakan film musikal tersebut bersettingkan di Austria dan Austria dikenal dengan bunga edelweissnya, dimana di negara itu edelweiss telah menjadi simbol yang digunakan dalam beberapa hal seperti koin euro Austria dan merek minuman bir Austria. Dalam drama musikal The Sound of MusicI, lagu ini ditulis oleh Hammerstein untuk menggambarkan perasaan tokoh Georg von Trapp dalam film musikal The Sound of Music terhadap negara Austria dalam bentuk simbol bunga edelweiss. Sebagai perpisahannya terhadap Austria, Kapten Georg digambarkan dalam nyanyian ini mengharapkan agar Austria selalu diberkahi (bless my homeland forever). Jika dilihat sekilas, lirik lagu ini menggambarkan bunga edelweiss. Namun dapat dicermati bahwa lirik lagu ini bukan menggambarkan bunga edelweiss seperti judulnya, melainkan negara Austria yang disimbolkan dengan bunga edelweiss. Negara Austria adalah negara kecil yang hanya dihuni sekitar 8,3 juta penduduk. Austria merupakan bagian dari Pegunungan Alpen, oleh karena itu 68% wilayah Austria berupa gunung yang ketinggiannya lebih dari 500 meter di atas permukaan laut dan beberapa bagiannya bersalju tempat hidup bunga edelweiss-. Dalam lagu ini, terlihat jelas bahwa Rodgers dan Hammerstein menggambarkan negara Austria sebagai negara kecil yang sepertinya tak terlalu berarti karena berada di pegunungan yang sering ditutupi salju. Meskipun demikian, Austria dideskripsikan penuh percaya diri dan kebanggaan, seperti pada lirik small and white, clean and bright. Lirik ini menjelaskan bahwa meskipun Austria adalah negara tertutup salju yang kecil, namun Austria akan selalu bersinar layaknya bunga edelweiss di tengah padang salju.

2.2 Pesan dan Kesan 2.2.1 Pesan Bunga Edelweiss adalah bunga langka yang hanya hidup di tempat bersuhu rendah dan bersalju seperti Pegunungan Alpen di Austria. Karakteristiknya berwarna putih dan kecil, seperti lirik small and white. Meskipun demikian, karakteristik yang digambarkan dalam lagu itu sesungguhnya bukan untuk bunga edelweiss, melainkan untuk negara Austria. Dalam lagu Edelweiss terdapat pesan dan makna yang dalam, yakni mengenai kebanggaan Austria sebagai negara kecil namun makmur. Biasanya kita diingatkan untuk tidak bersikap sombong, namun dalam lagu ini kita justru ditekankan untuk berbangga diri dan menunjukkan keberadaan kita yang kecil ini. Selain itu, ada pesan pada rasa cinta Kapten Georg von Trapp terhadap negara Austria. Seperti pada lirik Bless my homeland forever, dengan lagu ini kita diperintahkan untuk selalu berdoa dan menunjukkan rasa cinta pada bangsa dan tanah kelahiran kita. 2.2.2 Kesan Kesan yang dapat saya ambil dari lagu ini adalah betapa Rodgers dan Hammerstein dapat dengan baik menggambarkan negara Austria dengan edelweiss sebagai simbol yang mewakilinya. Kata-kata yang digunakan sebagai lirik sederhana namun memiliki makna yang kuat sehingga cocok sebagai lagu rakyat yang dapat dinyanyikan sepanjang masa. Pada masa Perang Dunia, peperangan terjadi di berbagai belahan dunia terutama Eropa. Suasana mengerikan yang timbul akibat perang dapat membuat sebuah keluarga terpecah belah dan bahkan harus meninggalkan tanah air. Sebagaimana yang terjadi pada Kapten George von Trapp yang ketika itu bekerja sebagai kapten angkatan laut, ia terpaksa meninggalkan Austria dan anak-anaknya untuk terjun ke medan perang. Di setiap negara ada banyak lagu yang tercipta untuk menggambarkan rasa cinta kita terhadap tanah air. Dalam hal ini, lagu

edelweiss telah berfungsi sebagai lagu yang dapat menggambarkan rasa cinta tanah air dengan baik.

BAB III

Waltz: 120

Richard Rodgers

10