Anda di halaman 1dari 9

BAB II TINJAUAN PERUSAHAAN PELAKSANA PROYEK FISIK BANGUNAN

2.1

Latar Belakang Proyek


Samudra Toserba Cimahi dimiliki oleh seorang pemborong yang

menawarkan pekerjaannya langsung kepada seorang arsitek dibawah naungan Puskoveri. Samudra Toserba merupakan pengembangan dari pembangunan Toserba Samudra yang sudah ada sebelumnya, dengan merenovasi bangunan Cimahi 21 terdahulu. Gedung ini mulai di bangun pada bulan Maret 2006, dan diperkirakan akan selesai pada bulan Maret 2007. Pengembangan Samudra Toserba Cimahi ini direncanakan untuk perluasan area perbelanjaan, area bermain anak, Foodcourt, Cafetaria, Mess karyawan, Gudang, dan perluasan parkir.

2.2

Struktur Organisasi
Struktur organisasi dalam proyek ini dapat dibedakan dalam dua

golongan, yaitu Struktur Organisasi Kontraktor dan Struktur Organisasi Proyek. Pada bagian berikut ini akan dijelaskan lebih rinci mengenai struktur organisasi :

2.2.1 Struktur Organisasi Kontraktor


Pembagian personil dan peranannya akan sangat berpengaruh dalam struktur organisasi, antara lain :

A.

Project Manager Project Manager dalam proyek pengembangan toserba Samudra

Cimahi dijabat oleh Chen Haw Pramana, Ir., peranannya adalah : Memimpin pelaksanaan proyek sesuai persyaratan mutu, waktu dan biaya yang telah disepakati. Menguasai dokumen kontrak dan bekerja sama dengan pihak Contract Manager. Menyusun pembuatan Rencana Mutu Proyek, termasuk jadwal serta metode kerja, bersamasama dengan Site Manager pada awal proyek. Menyusun Rencana Angaran Proyek berdasarkan RAP awal dari Estimate Manager dan mempresentasikan pada Direksi hingga diperoleh persetujuan. Menjamin persetujuan Berita Acara Progress pekerjaan dari pemberi tugas dan memantau kelancaran proses tagihan sehingga tepat waktu. Menjamin mutu, keselamatan dan keamanan proyek. Membina hubungan kerja / relasi yang baik dengan pemberi tugas, konsultan, subkontraktor, dan supplier. Memantau proses kegiatan proyek di lapangan dan segera mengambil langkah koreksi bila terjadi penyimpangan. Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang timbul selama proses kegiatan kontruksi di proyek di bawah koordinasi Operation Director. Membuat Laporan Bulanan yang menyangkut aspek realisasi biaya, progress, NCR, dan laporan keluhan pelanggan. Menjamin cashout proyek sesuai dengan RAP.

B.

Site Manager Site Manager proyek pengembangan toserba Samudra Cimahi

peranannya adalah : Menyiapkan detail materi penyusunan Rencana Anggaran Proyek. Menyusun Schedule mingguan / bulanan berdasarkan master schedule kontrak kerja, menjamin pelaksanaan seharihari di lapangan sesuai dengan schedule yang dibuat. Menguasai detail dan spesifikasi kontrak. Membantu Project Manager menyusun bahan / materi Rencana Mutu Proyek. Menjamin : tersedianya tenaga kerja, material, dan alat yang memadai. tersedianya gambar kerja untuk dilaksanakan oleh mandor / sub kontraktor. tersedianya dana pembayaran upah. Memproses detail Berita Acara Tagihan. Memimpin / mengarahkan secara langsung para Pelaksana Proyek untuk memenuhi persyaratan mutu, waktu dan biaya yang telah disepakati. Menyiapkan detail materi laporan bulanan bersama Project Manager. Menyusun detail / materi progress claim untuk disetujui oleh Project Manager dan pemberi tugas. Pengembangan dan motivasi pelaksana proyek. C. Drafter

Drafter di proyek pengembangan toserba Samudra Cimahi ini dipegang oleh beberapa orang, namun sebagai koordinator drafter dipegang oleh Fernand, ST., yang peranannya adalah : Merawat peralatan komputer dan melaporkan kepada bagian pemeliharaan komputer jika terjadi kerusakan. Membuat gambargambar hasil desain pengarahan arsitek proyek. Menyusun dan menyiapkan dokumen hasil desain dalam bentuk jilid. Memelihara gambar arsip, desain dan analisa. Memeriksa kelengkapan dan sistem gambar dengan standarisasinya. D. Quantity Surveyor Peranan Quantity Surveyor adalah : Menghitung prestasi volume kerja yang telah dilaksanakan. Membantu Project Manager terhadap hasil perhitungan akhir kemajuan pekerjaan. Melaporkan hasil perhitungan volume kerja kepada Project Manager. Memonitor dan menghitung pekerjaan tambah dan kurang di lapangan. E. Ketua Surveyor Ketua Surveyor peranannya adalah : Segera membuat laporan ketidaksesuaian khususnya untuk hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknik yang berlaku, analisa, mengajukan proposal perbaikan dan melakukan tindakan pencegahan agar tidak terulang lagi kepada pihak Project Manager.

Melakukan analisa terhadap hal pengujian laboratorium. Melakukan pengecekan pada kualitas material yang datang dan apabila perlu melakukan pengujian sesuai spesifikasi teknik yang berlaku. Membuat laporan hasil pekerjaan di lapangan sesuai format yang telah disepakati. F. Surveyor, peranannya adalah : Memeriksa hasil kerja / marking timnya secara visual, secara umum dan dengan alat ukur khususnya untuk hasil yang meragukan, sebelum pekerjaan berikutnya dimulai. Membuat rencana, kemudian mengusulkan kepada Site Manager berupa pengajuan kebutuhan alatalat ukur dan perlengkapan lainnya sesuai dengan besarnya area dan master schedule kerja. Membuat laporan / pendataan alatalat ukur dalam hal kerusakan, penyimpanan / kelayakan pakai. Memimpin, mengatur dan mengarahkan secara langsung para surveyor dan pembantu surveyor baik dalam hal pembagian tim, area kerja dan urutan kerjanya. Membuat atau menandatangani Berita Acara Joint Survey. Memastikan bahwa hasil survey di lapangan sesuai dengan persyaratanpersyaratan teknik yang ditentukan. Penggunaan yang benar dan penyimpangan alatalat ukur oleh timnya. Memastikan pengadaan alatalat ukur yang telah disetujui Site Manager perihal jumlah, jenis dan kondisi / kelayakan pakai sesuai masa berlakunya. Melaporkan dan berkomunikasi langsung dengan Site Manager, bila terjadi ketidaksesuaian gambar dengan kondisi di lapangan.

Memastikan marking dengan berkomunikasi dengan bagian lain yang terkait.

G.

Administrasi Peranan Administrasi adalah : Mengendalikan dan mengelola penyimpanan datadata operasional proyek. Mengendalikan kelancaran operasional proyek yang berkaitan dengan masalah administrasi dan umum.

H.

Mekanik Seorang Mekanik peranannya adalah : Mengatur dan mengontrol semua peralatan yang mendukung pelaksanaan pekerjaan. Memastikan semua peralatan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan di lapangan siap pakai. Mengkoordinasikan dengan Site Manager dan Chief Supervisor untuk penggunaan peralatan di lapangan.

I.

Operator Gudang Operator gudang dijabat rangkap oleh kepala keamanan toserba

Samudra Cimahi, peranannya adalah : Memonitor kedatangan material sesuai schedule. Membuat surat penerimaan barang. Membuat surat permintaan material yang dibutuhkan.

Mencatat permintaan.

kuantitas

dan

kualitas

material

sesuai

dengan

Menyimpan dan mengatur material di gudang. Mencatat stok material di gudang.

J.

Praktikan Praktikan, peranannya adalah : Mengamati secara langsung proses pekerjaan di lapangan. Menyesuaikan hasil di lapangan dengan data dari kantor Melaporkan hasil pengamatan.

Project Manager Keuangan Arsitek Site Manager Drafter

Praktikan

Ketua Supervisor Supervisor Mandor

Ketua Administrasi

Mekanikal & Elektrikal Gudang / Peralatan

Gambar 1. (Struktur Organisasi Kontraktor)

2.2.2 Struktur Organisasi Proyek


Dalam struktur organisasi proyek pengembangan toserba Samudra Cimahi digunakan struktur dengan Kontraktor Utama, karena kontraktor utama yang bekerjasama dengan subsub kontraktor sebagai bawahannya, akan bertanggung jawab pada pihak pemilik / owner.

Owner

Kontraktor Utama

Pengawas Lapangan

Mekanikal & Elektrikal

Gambar 2. (Struktur Organisasi Proyek)

2.3

Jadwal Pekerjaan
Jadwal pekerjaan (time schedule) dalam setiap kegiatan proyek

pembangunan sangat diperlukan untuk membuat suatu pola manajemen yang baik. Manajemen yang baik di sini bagaimana mengorganisasikan sumber daya secara maksimal, baik itu sumber daya manusia maupun peralatannya. Hal ini di maksudkan untuk menghadapi segala keterbatasan dalam hal waktu maupun biaya. Untuk itu seorang Manajer dari kontraktor harus mampu memimpin dan menyusun jadwal untuk menentukan targettarget tertentu yang harus di capai dalam pelaksanaan proyek. Time Schedule, yang biasanya berupa garis / tulisan mempunyai kegunaan sebagai berikut : Sebagai pedoman dalam pelaksanaan proyek, tentang target dalam mengejar suatu volume pekerjaan tertentu,

Sebagai bentuk pertanggung jawaban dari kontraktor kepada bouwheer, Sebagai poin utama yang harus diperhatikan dalam pengorganisasian pekerjaan. Namun dalam kenyataannya tidak jarang apabila schedule yang telah di tentukan ternyata didak dapat ditepati, sehingga target tidak tercapai. Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti terjadi perubahan pada pada gambar rencana, faktorfaktor alam yang tidak mendukung, kerusakan pada teknis pada peralatan, dan karena halhal lain. Walaupun hal ini lumrah terjadi namun ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dengan teliti dalam menyusun jadwal, diantaranya : Sumber daya yang dimiliki, baik peralatan maupun tenaga manusianya, Keadaan cuaca, serta bulanbulan pada saat proyek di jalankan, Karena menjalankan proyek pada saat musim penghujan berbeda dengan menjalankan proyek pada musim kemarau, Kelancaran pengadaan bahan dari pasaran, apakah di pasar sedang terjadi kelangkaan atau tidak? Harihari libur tertentu, khususnya libur panjang seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, sehingga akan membuat pekerjaan terhambat untuk beberapa waktu, Faktorfaktor tertentu sesuai dengan keadaan daerah tempat proyek berlangsung. Pada proyek toserba Samudra Cimahi ini, penulis tidak mendapatkan data dan gambaran umum mengenai time schedule secara keseluruhan, dikarenakan prosedur yang dipergunakan oleh jajaran kepengurusan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan perusahaan dalam proyek toserba Samudra Cimahi ini.