Anda di halaman 1dari 5

MODUL CABLING AND NETWORKING TOPOLOGY I.

PENDAHULUAN Pemahaman mengenai penggunaan kabel pada jaringan merupakan hal yang sangat penting. Banyak permasalahan yang muncul pada jaringan dapat diselesaikan pada lapisan fisik (physical layer). Pada lapisan fisik yaitu lapisan 1 pada model OSI, peralatan end devices harus dihubungkan dengan media yaitu kabel. Tipe dari media yang dibutuhkan tergantung dari tipe peralatan yang dihubungkan. Terdapat 2 jenis kabel yang digunakan pada koneksi LAN: 1) Straigth-through cables, yang digunakan untuk menghubungkan :

Switch to router ethernet port Computer to switch Computer to hub Switch to switch Switch to hub Hub to hub Router to router ethernet port connection Computer to computer Computer to router ethernet port.

2) Crossover cables, yang digunakan untuk menghubungkan :

Pada koneksi WAN yang biasa digunakan pada lingkungan laboratorium untuk menghubungkan dua router adalah serial kabel untuk mensimulasikan hubungan point-to-point WAN. Pada salah satu router harus di set clocking untuk mengontrol pewaktuan. Secara default router merupakan peralatan DTE, tetapi dapat dikonfigurasi menjadi peralatan DCE.

II.

TUJUAN Mengetahui penggunaan kabel pada koneksi LAN Mengetahui penggunaan kabel pada koneksi WAN

III.

PERALATAN

2 PC-PT 1 switch 2950-24 2 Router-PT Kabel crossover Kabel straigth through Kabel Serial DCE

IV.

PROSEDUR PERCOBAAN
A. Merancang topologi peer-to-peer network

1) Rancanglah topologi jaringan peer-to-peer seperti gambar diatas.


2) Hubungkan kabel yang sesuai ke ethernet port PC0 dan ethernet port PC1. 3) Set IP address pada PC0, klik PC0- klik desktop-klik IP configuration,

ketik IP address 192.168.1.2 dan subnet mask 255.255.255.0


4) Set IP address pada PC1, klik PC1- klik desktop-klik IP configuration,

ketik IP address 192.168.1.3 dan subnet mask 255.255.255.0

5) Klik PC0-klik desktop, klik commad prompt, ketikkan perintah ping

192.168.1.3, untuk memverifikasi koneksi ke PC1.


6) Klik PC1-klik desktop, klik commad prompt, ketikkan perintah ping

192.168.1.2, untuk memverifikasi koneksi ke PC0.

B. Merancang topologi switch network

1) Rancanglah topologi switch network seperti gambar diatas.


2) Hubungkan kabel yang sesuai ke ethernet port PC0 ke ethernet port switch

dan ethernet port PC1 ke ethernet port switch yang lain


3) Set IP address pada PC0, klik PC0- klik desktop-klik IP configuration,

ketik IP address 192.168.1.2 dan subnet mask 255.255.255.0


4) Set IP address pada PC1, klik PC1- klik desktop-klik IP configuration,

ketik IP address 192.168.1.3 dan subnet mask 255.255.255.0


5) Klik PC0-klik desktop, klik commad prompt, ketikkan perintah ping

192.168.1.3, untuk memverifikasi koneksi ke PC1.


6) Klik PC1-klik desktop, klik commad prompt, ketikkan perintah ping

192.168.1.2, untuk memverifikasi koneksi ke PC0.

C. Meracang topologi WAN

1) Rancanglah topologi WAN seperti gambar diatas


2) Hubungkan kabel serial DCE pada serial2/0 port Router0 dengan

serial2/0 port Router1.


3) Set IP Address pada port serial router0, klik Router0, masuk ke CLI,

ketikkan perintah-perintah berikut: Router>enable Router#configure terminal Router(config)#interface serial2/0 Router(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0 Router(config-if)#clock rate 64000 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#exit Router(config)#exit

4) Set IP Address pada port serial router1, klik Router1, masuk ke CLI, ketikkan perintah-perintah berikut: Router>enable Router#configure terminal Router(config)#interface serial2/0 Router(config-if)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#exit Router(config)#exit
5) Cek koneksi dari Router0 ke Router 1, Klik Router0, masuk CLI,

ketikan perintah berikut : Router#ping 192.168.1.3


6) Cek koneksi dari Router1 ke Router0, Klik Router1, masuk CLI,

ketikan perintah berikut : Router#ping 192.168.1.2