Anda di halaman 1dari 39

Panca indera (lanjutan)

pendengaran
Struktur telinga : Telinga luar Telinga tengah Telinga dalam

Telinga luar
Daun telinga Fungsi : mengarahkan suara ke kanal pendengaran

Telinga luar
Kanal pendengaran terdapat kelenjar serumenus yg memproduksi serumen Fungsi : perangkap benda asing yang masuk ke lubang telinga Selaput gendang (membran timpani/gendang telinga) : Fungsi : mentransmisikan gelombang suara ke telinga tengah; batas telinga luar dan telinga tengah

Telinga tengah
Saluran eustachius : dalam keadaan normal terutup, pada saat menelan dan menguap terbuka Ossicle : mentransmisikan getaran suara dari gendang telinga; amplifikasi getaran Untuk menyamakan tekanan antara telinga dalam dan luar agar selaput gendang dapat bervibrasi

Tensor tympani : menarik ossicle sehingga menjauh dari selaput gendang jika ada suara keras tiba-tiba

Telinga dalam
Labirin tulang : terdapat cairan perilimfe Labirin membran : terdapat cairan endolimfe Cairan perilimfe dan endolimfe : untuk keseimbangan

Telinga dalam
Vestibula : terdapat saccula dan utricula Fungsi : keseimbangan statik Kanal semisirkular Fungsi : keseimbangan dinamik Cochlea : terdapat ductus cochlearis yang mengandung organ corti (reseptor pendengaran)

Suara
Berasal dari obyek yang bergetar Berjalan dalam bentuk gelombang yang berosilasi pada suatu medium Gelombang suara mempunyai (panjang gelombang; f (frekuensi); A (amplitudo) (lihat Fisika Dasar)

Suara
Perbedaan frekuensi dipersepsi sebagai nada (pitch) Perbedaan amplitudo menggambarkan intensitas suara, dipersepsi sebagai kekerasan suara (loudness)

Alur transmisi pendengaran


suara
Kanal pendengaran eksternal Gendang telinga bervibrasi pd frekuensi yg sama (beresonansi)

Gelombang tekanan pd cairan cochlea Serabut pd membran basilar beresonansi

Diamplifikasi dan ditransmisikan oleh ossicle

Jika maksimum

Reseptor pendengaran di organ corti tereksitasi

Alur transmisi pendengaran (lanjutan)


Impuls elektrik dibangkitkan Saraf cochlea Cochlea nuclei (di medulla)

Korteks pendengaran (menerima impuls dari 2 telinga)

Pemrosesan pendengaran bersifat analitik Tiap nada dipersepsi secara terpisah Jika intensitas meningkat maka makin banyak sel-sel rambut yang bereaksi (merespon)

Mekanisme keseimbangan orientasi


Reseptor keseimbangan (Aparatus vestibular), tdd: Macula (reseptor keseimbangan statis) Crista ampularis (reseptor keseimbangan dinamis)

Mekanisme keseimbangan orientasi


Macula : reseptor keseimbangan statik, terdapat pada : saccula dan urricula (telinga dalam) Crista ampularis : reseptor keseimbangan dinamis, terdapat pada kanal semisrkular, bereaksi terhadap gerakan rotasi pada sumbu bidang

Prinsip reseptor keseimbangan statik dan dinamik


Labirin tulang bergerak searah pergerakan tubuh Cairan dalam labirin membran bebas bergerak pada berbagai kecepatan tergantung dari gayagaya yang mempengaruhi Impuls dari vestibula ditransmisikan sepanjang serabut saraf vestibular ke korteks vestibular (di batang otak dan otak kecil) menginisiasi respon memusatkan mata pada suatu objek dan mengaktivasi otot-otot menjaga keseimbangan.

Penglihatan
Struktur pelengkap : Alis mata Kelopak mata Konjungtiva Aparatus lakrimal Otot-otot mata ekstrinsik

Alis mata
Untuk melindungi mata terhadap sinar matahari dan keringat

Kelopak mata
Bertemu pada sudut-sudut mata (canthus medial dan lateral) Pada canthus terdapat caruncle Caruncle : mengandung kelenjar sebaseus dan sudoriferous yang menghasilkan sekret berwarna putih kadang-kadang terkumpul pada canthus medial

Kelopak mata
Mengedip :
refleks yang terjadi tiap 37 detik Fungsi : melindungi mata dari benda-benda asing dan mencegah pengeringan Setiap kali mengedip akan tersebar sekretsekret berupa minyak, mukus, dan larutan garam

Kelopak mata
Bulu mata : Rambut yang jika tersentuh akan menstimulasi kedipan Kelenjar yang terkait dengan kelopak mata : Kelenjar tarsal (Meibomian) : kelenjar sebaseus termodifikasi, mencegah agar kelopak tidak menempel (melekat) Kelenjar zeis : kelenjar keringat yang termodifikasi

konjungtiva
Membran mukosa halus yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian depan bola mata

Aparatus lakrimal
Terdiri dari kelenjar lakrimal Saluran-saluran yang mengalirkan sekresi lakrima (air mata) Air mata mengandung lisozim Lisozim : enzim yang berfungsi proteksi untuk membersihkan mata Air mata keluar jika ada benda asing dan zat perangsang sakit (fungsi proteksi), terangsang secara emosional (serabut saraf parasimpatik memicu tangis)

Otot ekstrinsik mata


Berperan dalam pengontrolan gerakan mata Merupakan otot skelet tubuh yang diatur paling cepat dan tepat

Struktur mata
Bola mata Cairan (humor) : berfungsi menjaga bentuk mata Lensa mata : berfungsi sebagai alat pemfokus

Bola mata
Bola berongga Dinding terdiri dari 3 lapisan (tunica) : Tunica fibrosa Tunica vascular (uvea) Tunica sensorik (retina)

Tunica fibrosa
Jaringan avaskular Terdiri dari 2 bagian : sklera (bagian putih mata) dan kornea

Kornea
Alat pembelok sinar Dilapisi membran epitel (berfungsi : protektor terhadap abrasi) Tersuplai baik dengan ujung saraf Jika tersentuh akan menstimulasi kedipan dan air mata Bagian mata paling terpapar sehingga mudah mengalami kerusakan (tapi mempunyai kemampuan regenerasi baik) Satu-satunya elemen tubuh yang dapat ditransplantasi tanpa ada resiko penolakan

Tunika vaskular
= uvea Terdiri dari : khoroid, badan siliar, iris Khoroid : Lapisan tervaskularisasi, berperan dalam suplai nutrisi bagi tunica Sangat terpigmentasi, sehingga mampu mengabsorpsi cahaya Badan siliar : Tersusun oleh otot polos Penting untuk bentuk lensa

Tunika vaskular (lanjutan)


Iris :
Bagian mata yang berwarna Warna mata ditentukan oleh warna iris Pupil lubang pada iris tersusun dari :
Otot sirkular (kontraksi untuk penglihatan dekat dan saat cahaya terang) Otot radial (kontraksi pada penglihatan jauh dan saat cahaya redup)

Tunika sensorik (retina)


2 lapisan
Lapisan berpigmen (fungsi : mengabsorpsi cahaya, fagositosis dan penyimpanan vitamin A Lapisan bersaraf (mengandung fotoreseptor/reseptorreseptor cahaya).

Tunika sensorik (retina)


Bintik buta : bagian retina yang tidak memiliki fotoreseptor Fotoreseptor tdd sel-sel kerucut, sel-sel batang Sel kerucut : bekerja pada kondisi cahaya terang, menghasilkan pengliatan warna yang sangat tajam Sel batang : jumlah lebih banyak dari sel kerucut, berfungsi sebagai reseptor visual untuk cahaya redup

Cairan mata
Vitreous humor Aqueous humor

Vitreous humor
Fungsi: Mentransmisikan cahaya Menjaga permukaan posterior lensa Berperan pada adanya tekanan intra okuler (membantu melawan gaya tarik otot-otot ekstrinsik mata).

Aqueous humor
Mengalami pergantian secara kontinu Cairan disekresi oleh epitel dan dibuang ke darah melalui kanal schlem Kecepatan produksi = kecepatan pembuangan tekanan intra okuler selalu konstan Fungsi : Mensuplai nutrien dan O2 ke lensa dan kornea Mengambil metabolit yang perlu dibuang

Lensa mata
Tdd: Bagian epitel Bagian serabut : mengandung protein kristalin sehingga tampak transparan Serabut-serabut lensa terus menerus bertambah akibat : lensa menjadi membesar, lemsa lebih cembung dan kurang elastik

Fisiologi penglihatan

Cahaya : paket-paket energi yang


berjalan seperti gelombang Spektrum : peruraian cahaya menjadi komponen-komponennya menurut panjang gelombangnya Bagian yang bisa dilihat oleh mata pada spektrum : daerah cahaya tampak [rentang : 400 700 nm; dari warna merah ( terbesar) s.d ungu ( terbesar)]

Fisiologi penglihatan
Cahaya datang Pada mata

kornea

Aqueous humor

lensa

Vitreous humor

retina

Refraksi cahaya
Pemfokusan cahaya

Fisiologi penglihatan
Akomodasi lensa : Pada penglihatan dekat Otot silier berkontraksi menarik badan siliar ke depan Kontriksi pupil : Refleks untuk mencegah cahaya yang divergen ke mata penglihatan kabur karena tidak terfokus dengan baik

Stimulasi fotoreseptor
Tempat bergabungnya 2 saraf optik di otak

Cahaya + fotoreseptor

Impuls elektrik

Saraf optik

Optic chiasma

Retinon + opsin

Retinon = retinal = molekul pengabsorpsi cahaya, disintesis dari vitamin A Opsin : suatu protein

Respon : Batas kontras : terang gelap Radius yg mungkin Memonitor pergerakan obyek

korteks

talamus

Aspek Ketajaman