Anda di halaman 1dari 78

1

Geros:lanjut usia

Logos:ilmu

Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari secara khusus mengenai faktor-faktor yang menyangkut lanjut usia. Gerontologi=>ilmu yang mempelajari seluruh aspek menua (KOZIER,87) =>cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lansia (Miller,1990) Gerontologi nursing: ilmu yang mempelajari tentang perawatan pada lansia(KOZIER,1987)

Geros=lanjut usia Eatrie=kesehatan/medikal.

Geriatri=>cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang penyakit pada lanjut usia =>cabang ilmu kedokteran yang mempelajari aspek klinis, preventif maupun terapeutis bagi klien lanjut usia =>ilmu yang mempelajari proses menjadi tua pada manusia serta akibat-akibatnya pada tubuh manusia. =>bagian dari ilmu kedokteran yang mempelajari tentang pencegahan penyakit dan kekurangankekurangan pada lanjut usia. Geriatric Nursing:=> praktek perawatan yang berkaitan dengan penyakit pada proses menua.

Tujuan Pelayanan Geriatri :


1.

2.

3. 4. 5. 6.

Mempertahankan derajat kesehatan para lanjut usia pada taraf yang setinggi-tingginya sehingga terhindar dari penyakit atau gangguan. Memelihara kondisi kesehatan dengan aktivitas fisik sesuai kemampuan dan aktifitas mental yg mendukung. Melakukan diagnosis dini secara tepat dan memadahi Melakukan pengobatan yg tepat Memelihara kemandirian secara maksimal. Tetap memberikan bantuan moril dan perhatian sampai akhir hayatnya,agar kematiannya berlangsung dengan tenang. 6

BATASAN LANJUT USIA


Menurut W H O Usia pertengahan(middle age): 45-59 thn Lanjut usia (elderly): 60-74 thn Lanjut usia (old): 75-90 thn Usia sangat tua (very old): >90 thn

Menurut Dra. Jos Masdani


Fase inventus

: 25-40 tahun Fase vertilitas : 40- 50 tahun Fase prasenium : 50-65 tahun Fase senium : >65 tahun

Menurut Prof. Dr. Koesoemato Setyonegoro

Dewasa muda (elderly adulhood) : 20-25 tahun Dewasa penuh (middle years) atau maturitas: 25-60 atau 65 Lanjut usia ( geriatric age) : > 65 atau 70 tahun Young old : 70-75 tahun Old : 75-80 tahun Very old : > 80 tahun

Menurut Birren and Jenner Usia Biologis: Menunjukkan jangka waktu seseorang sejak lahirnya dalam keadaan hidup tidak mati. Usia Psikologis: Menunjukkan kepada kemampuan seseorang untuk melakuakan penyesuaian-penyesuaian kepada situasi yang dihadapinya. Usia sosial: Menunjuk pada peran-peran yang diharapkan atau diberikan masyarakat kepada seseorang sehubungan dengan dengan usianya.

Menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 BAB I pasal 1ayat 2 yang berbunyi: Lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas.
10

KLASIFIKASI LANSIA ( Depkes RI,2003 )

Pralansia ( prasenilis ) 45 59 tahun

60 tahun Lansia risiko tinggi 60 tahun dg mslh kesh. Lansia potensial menghasilkan barang dan jasa Lansia tdk potensial tergantung pd orang lain
Lansia

11

STEREOTIPE PSIKOLOGI LANSIA ( Nugroho, 2000 )


Tipe arif bijaksana

Kaya dg hikmah, pengalaman, menyesuaikan diri dg perubahan zaman, mempunyai kesibukan, ramah, rendah hati, sederhana, dermawan, memenuhi undangan, jadi panutan. Tipe mandiri Mengganti kegiatan yg hilang dg yg baru, selektif dlm mencari pekerjaan, bergaul dg teman, dan memenuhi undangan.
12

Tipe tidak puas

Konflik lahir batin menentang proses penuaan pemarah, tdk sabar, mdh tersinggung, sulit dilayani, pengritik dan banyak menuntut. Tipe pasrah Menerima dan menunggu nasip baik, mengikuti kegiatan agama, dan melakukan pekerjaan apa saja. Tipe bingung Kaget, kehilangan kepribadian, mengasingkan diri, minder, menyesal, pasif dan acuh tak acuh.
13

Tingkat kemandirian lansia :


Lansia mandiri penuh Lansia mandiri dg bantuan tdk langsung

Lansia mandiri dg bantuan langsung dr

keluarga Lansia bantuan badan sosial Lansia di panti wreda Lansia dirawat di RS Lansia dg gangguan mental
14

MITOS-MITOS LANJUT USIA DAN KENYATAANNYA


Mitos Kedamaian dan Ketenangan

Lansia dapat santai menikmati hasil kerja dan jerih payahnya dimasa muda, badai dan goncangan kehidupan seakan sudah berhasil dilewatinya. Kenyataanya: =>masih sering ditemui stres karena kemiskinan dan berbagai keluhan serta penderitaan karena penyakit
Depresi Kekawatiran Paranoid Masalah psikotik
15

Mitos Konservatisme dan Kemunduran

Lansia pada umumnya:


Konservatif Tidak kreatif Menolak inovasi Berorientasi ke masa silam Merindukan masa lalu Kembali ke masa anak-anak Susah berubah Keras kepala

Kenyataannya: => tidak semua lansia bersikap demikian


16

Mitos Berpenyakitan

Lansia dipandang sebagai masa deganerasi biologis yang disertai berbagai penderitaan akibat bermacam-macam penderitaan akibat bermacam-macam penyakit yang menyertai proses menua. Kenyataannya: => memang proses menua desertai menurunnya daya tahan dan metabolisme sehingga rawan penyakit, tetapi pada saat ini sudah bisa diobati.

17

Mitos Senilitas

Lansia dipandang sebagai masa pikun, disebabkan oleh kerusakan bagian otak tertentu Kenyataanya: -tidak semua lansia dalam proses menua disertai dengan kerusakan bagian otak.
Mitos Tidak Jatuh Cinta

Lanjut usia tidak lagi jatuh cinta. Dan gairah pada lawan jenis. Kenyataanya: Perasaan dan emosi setiap orang berubah sepanjang masa. Perasaan cinta tidak berhenti hanya karena menjadi tua. 18

Mitos Aseksualitas Pandangan bahwa lansia, hubungan seks, minat maupun dorongan seksnya menurun. Kenyataanya: -kehidupan seks pada lansia biasa saja, memang frekwensinya menurun sejalan dengan meningkatnya usia.
Mitos Ketidakproduktifan Lanjut usia dipandang sebagai usia tidak produktif. Kenyataannya: -banyak lanjut usia yang mencapai kematangan, kemantapan, dan produktifitas mental dan material.
19

LANSIA DAN TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA Klasifikasi Lansia (Depkes RI 2003) 1. Pra lansia Seseorang yg berusia 45-59thn 2.Lansia Seseorang yg beusia 60 thn atau lebih 3.Lansia resiko tinggi Seseorang yg berusia 60 thn atau lebih dgn masalah kesehatan

20

4. Lansia potensial

Lansia yg mampu melakukan pekerjaan dan atau kegiatan yg dpt menghasilkan barang/jasa
5. Lansia tidak potensial

Lansia yg tdk berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergantung pd orang lain
21

Pembinaan Kesehatan Pralansia


Kesehatan
1.
2. 3. 4. 5. 6.

Latihan fisik/olah raga secara teratur sesuai kemampuan Pengaturan gizi/diet seimbang Tetap bergairah dan memelihara kehidupan seks yg sehat Melakukan pemeriksaan kesehatan scr teratur Memelihara penampilan diri yg rapi dan bersih Menghindari kebiasaan buruk yg berdampak kesehatan

22

Macam OR bagi Lansia


1. 2. 3. 4. 5.

Pekerjaan rumah dan berkebun Berjalan jalan Renang Bersepeda Jalan cepat ( 15 30 mnt, dilakukan 2 jam stlah makan )

11 km/jam atau dibawah 5,5 mnt/km Frekwensi 3 5 kali seminggu Intensitas : 60 80 % dari denyut nadi maksimum DDM = 200 - umur
Contoh : Umur 60 th DDM = 200 60 140 kali/mnt 60 % DDM = 60/100 x 140/ mnt= 84 kali/mnt 80 % DDM = 80/100 x 140/mnt= 112i/mnt Jadi Intensitasnya = 84 112 kali/mnt

Sosial

1.
2. 3. 4. 5. 6.

Meningkatkan iman dan takwa Tetap setia dgn pasangan Mengikuti kegiatan social Meningkatkan keharmonisan dlm rumah tangga Menyediakan waktu untuk rekreasi Tetap mengembangkan hobi/bakat

Ekonomi 1. Mempersiapkan tab hari tua 2. Berwiraswasta 3. Mengikuti asuransi


24

Pembinaan Kesehatan Lansia


Tujuan: Meningkatkan derajat kes dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yg berbahagia dan berguna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dgn eksistensinya dlm masy (Depkes RI, 2003)
25

Sasarannya:
Sasaran langsung
kel pra lansia lansia lansia dgn resiko tinggi

Sasaran tdk langsung


keluarga organisasi social masyarakat
26

TUGAS PERKEMBANGAN LANSIA


1. Penyesuaian terhadap penurunan kekuatan 2. 3. 4. 5.

6.
7.

fisik dan kemunduran kesehatan Penyesuaian terhadap masa pensiun dan terbatasnya penghasilan Membina hubungan social dengan sesamanya dan dengan yang lebih muda Membuat rencana hidup yang sesuai Menerima kematian sebagai sesuatu yang wajar Menemukan kepuasan dalam suatu keluarga Menerima diri sebagai lansia.

27

Peran Keluarga dalam Perawatan Lansia


1. Melakukan pembicaraan terarah 2. Mempertahankan kehangatan keluarga 3. Membantu persiapan makanan bagi lansia 4. Membantu dalam hal transportasi

5. Membantu memenuhi sumber-sumber

keuangan 6. Memberikan kasih sayang 7. Menghormati dan menghargai

28

9. Bersikap sabar dan bijaksana terhadap perilaku lansia 9. Memberikan kasih sayang,menyediakan waktu serta perhatian 9. Jangan mengangap sebagai beban 10. Memberi kesempatan untuk tinggal bersama 9. Meminta nasehatnya 10. Mengajak dalam acara keluarga 11. Membantu mencukupi kebutuhannya
29

16. Memberi dorongan untuk tetap mengikuti kegiatan-kegiatan di luar rumah 16.Membantu mengatur keuangan 17.Mengupayakan sarana transportasi dan rekreasi 16.Memeriksakan kesehatan secara teratur 17.Memberi dorongan untuk tetap hidup bersih dan sehat 16.Mencegah terjadinya kecelakaan 17.Memberikan perhatian
30

Tugas Perkembangan Keluarga dengan Lansia


1. Mempertahankan pengaturan hidup yg memuaskan 2. Menyesuaikan terhadap pendapatan yg 3. 4. 5. 6.

menurun Mempertahankan hubungan perkawinan Penyesuaian diri terhadap kehilangan pasangan Pemeliharaan ikatan keluarga antar generasi Meneruskan untuk memahami eksistensi usia lanjut
31

PROSES MENUA
TAHAP PROSES MENUA TERJADI PADA

ORANG DENGAN USIA BERBEDA MASING-MASING LANJUT USIA MEMPUNYAI KEBIASAAN YANG BERBEDA TIDAK ADA SATU FAKTORPUN DITEMUKAN UNTUK MENCEGAH PROSES MENUA

32

33

I.TEORI BIOLOGI
Hayflick Limit Theori
tiap spesies didalam intinya mempunyai suatu jam

genetic yang telah diputar menurut suatu replikasi jam ini menghitung mitosis dan menghentika replikasi=> jadi menurut konsep ini kita akan meninggal dunia meskipun tidak disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit Teori ini didukung oleh kenyataan mengapa beberapa spesies mempunyai perbedaan umur harapan hidup yang nyata. Secara teoritis dapat dimungkinkan kita memutar jam ini lagi meski hanya beberapa waktu dengan pengaruhpengaruh dari luar berupa peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dll
34

The Error TheoryWear and Tear Theory a. Terjadi mutasi progresif pada DNA sel somatic, akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan sel tersebut b. Error Caatastrophe => menua disebabkan oleh kesalahankesalahan beruntun dalam waktu yang lama, terjadi kesalahan dalam proses transkripsi (DNA =>RNA), maupun dalam proses Translasi (RNA => protein/enzyme) c. Walaupun dalam batas waktu tertentu kesalahan dapat diperbaiki, namun untuk memperbaiki sifatnya terbatas pada kesalahan dalam proses transkripsi (pembentukan RNA) yang tentu menyebabkan kesalahan sintesis protein 35 atau enzim, yang dapat menghasilkan zat yang berbahaya.

Wear and Tear Theory


Menurut teori ini meninggal adalah suatu hasil pengunaan jaringan yang berlebihan karena mereka tidak dapat meremajakan kedalam cara yang tidak ada habis-habisnya.

Teori ini mewakili kepercayaan bahwa organ atau jaringan mempunyai program jumlah energi untuk mereka.
Menua dapat dipandang suatu proses fisiologi yang ditentukan oleh jumlah pemakaian dan kerusakan yang seorang telah gunakan.
36

Cross-Linkage Theory
Yang memisahan struktur molekuler adalah loncatan bersama reaksi kimia. Terutama adalah kolagen, yang relative panjang dan lamban dihasilkan oleh fibroblast. Fiber yang baru tercipta kemudian ditangkap fiber yang tua membentuk rantai silang. Hasil dari rantai silang adalah peningkatan kepadatan molekul kolagen yang menyebabkan penurunan kapasitas untuk transport nutrient dan untuk mengangkut produk sisa dari sel. Hal ini emnyebabkan penurunan dari fungsi struktur. Kombinasi latihan dan penggunaan nutrisi tertentu contoh: Vit C dapat menjadi anti oksida yang menetralkan agen rantai silang.
37

Immunity Theory
a.Mutasi yang berulang dapat menyebabkan berkurangnay kemampuan system imun tubuh mengenai dirinya sendiri. a.Mutasi menyebabkan terjadinya kelainan pada antigen permukaan sel, maka hal ini menyebabkan system imun mengangap sel yang mengalami perubahan sebagai sel asing dan menghancurkannya.

38

The radikal Theory


a. Radikal bebas bersifat merusak karena sangat reaktif, sehingga dapat bereaksi dengan DNA, protein,asam lemak tidak jenuh seperti dalam membrane sel b. Radikal bebas dihasilkan sebagai zat antara oleh proses respirasi mengubah bahan baker menjadi ATP yang menghasilkan oksigen. Zat terebut adalah Superoksida, peroksida hydrogen dan radikal hidroksil c. Tubuh mempunyai zat penangkal yaitu: superokside dismutase (SOD), Enzim katalase yang berunsur Fe dalam bentuk haem, Enzim glutation peroksidase d. Radikal bebas dapat juga dinetralkan mengunakan senyawa non enzimatik seperti Vit C, provit A, Vit E. e. Walaupun ada penangkal sebagian masih ada yang lolos dan makin lanjjut usia bertambah banyak sehingga proses pengrusakan terus terjadi,kerusakan semakin lama semakin 39 banyak dan akhirnya mati.

II.TEORI SOSIOLOGI
I.AKTIFITAS ATAU KEGIATAN 1. Lanjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut banyak kegiatan 2. Ukuran optimum dilanjutkan pada pola hidup dari lanjut usia 3. Mempertahankan hubungan antara system social dan individu agar tetap stabil dari usia pertengahan ke lanjut usia
40

II. KEPRIBADIAN BERLANJUT


1. Teori ini membicarakan bagaimana seseorang terus- menerus hidup, bagaimana terus hidup pada sisa hidupnya 2. Lanjut usia tidak dipandang suatu bagian akhir yang dipisahkan dari sisa hidupnya 3. Orang mencoba untuk memelihara, meneruskan kebiasaan sebelumnya 4. Perubahan yang terjadi pada lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimilikinya

41

III. TEORI PEMBEBASAN Dengan bertambahnya usia, seseorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi social lanjut usia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga terjadi kehilangan ganda. Kehilangan peran Hambatan kontak social Berkurangnya komitmen
42

IV.TEORI MANUSIA LINGKUNGAN

1. Menjelaskan hubungan saling ketergantungan antara kemampuan suatu kelompok dalam masyarakat dan lingkungan social mereka. 2. Setiap orang mempunyai kemampuan untuk membentuk kehidupan seseorang 3. Kemampuan seseorang meliputi: kekuatan ego, tingkat ketrampilan mototik, kesehatan biologis individu, kognitif dan sensori-persepsi 4. Lanjut usia mungkin mengalami penurunan kemampuan yang mempengaruhi kemampuannya untuk berhubungan dengan lingkungannya.
43

PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA LANSIA


Keadaan umum

Penurunan secara progresif proses fisioogis akibat keseimbangan yang mudah rusak dan gangguan mempertahankan homeostasis. 2. Adanya stesor fisik dan emosi menyebabkan lansia mudah terserang penyakit. Karena penurunan fungsi fisiologis. 3. Lebih banyak menggunakan beristirahat daripada beraktifitas.
1.

44

Integumen

Keriput, kerut, dan kendor, elastisitas menurun, kering dan bersisik. 2. Mulai terjadi kebotakan terutama pada laki-laki dan menipis pada wanita. 3. Terdapat pewarnaan pada kulit dan tahi lalat walaupun kulit menjadi pucat kartena hehilangan melanocyt. 4. Kuku menebal, mudah rapuh dan menguning.
1.

45

Musculoskeletal 1. 2. 3. 4. 5.

Menurunnya jaringan subcutan. Menurunnya massa otot dan kekuatannya. Demineralisasi tulang, mudah rapuh dan keropos. Tulang sendi/lipatan cenderung megeras dan hilang fleksibelitas, penurunan ROM (Range Of Motion) Seluruh gerakan menjadi lambat dan sikap badan cenderung membungkuk. Tinggi sedikit berkurang.

46

Neurologic 1.

2. 3. 4. 5.

Respon sitem saraf pusat menjadi lambat dalam menerima berbagai rangsangan sehingga kognitif dan perilaku juga mengalami kelambatan. Menurunnya kemampuan reflek Pengaturan suhu dan persepsi nyeri menurun Kemunduran keseimbangan gerakan halus menjadi lebih sulit Tipe tidur malam memendek dan lebih mudah terbangun. Biasanya tidur siang sebentar.

Endokrin Menurunnya semua produksi hormon


47

Special sense

Presbyopia 2. Penurunan rasa dan bau


1. Cardiopulmonary
1. 2. 3. 4.

5.

Penurunan elastisitas pembuluh darah, kaku, dan berliku. Fatty plaque sering terjadi disepanjang pembuluh darah Tubuh kurang dapat meningkatkan heart rate dan cardiac out put dengan aktifitas Penurunan elastisitas paru dan pergerakan cilia, sehingga kebersihan paru kurang efisien RR meningkat, disertai berkurangnya ukuran.

48

Gastrointestinal

Berkurangnya sekresi cairan digestive dan menurunnya kemampuan absorbsi 2. Frekwensi malnutrisi dan anemia meningkat 3. Dengan berkuranngnya tonus otot dan penurunan peristaltik, konstipasi, ketidakmampuan cerna biasa dikeluhkan.
1. Dentition

Gigi rusak dan tanggal pada sebagian besar lansia 2. Kebiasaan makan berubah
1.

49

Genitourinary

Sirkulasi gijal menurun karena menurunya cardiac out put. 2. Fungsi unut nepron menurun 50% pengeluaran sisa metabolisme menjadi lebih lambat. 3. Cairan dan elektrolit dalam batas normal tetapi keseimbangannya mudah terganggu. Kapasitas blader menurun 50%. Pengosongan menjadi lebih sering, 2 3 kali kali dalam semalam. Penurunan blader dan kontrol spingter otot menyebabkan ster incontinence atau pengosongan yang tidak sempurna. 75% laki-laki diatas 65 tahun mengalami hipertropi prostat, pembedahan dilakukan jika terjadi retensio urine. 4. Terdapat atropy, penurunan sekresi dan melemahnya trak genetalia. 50
1.

TREN DAN ISU PELAYANAN KESEHATAN LANSIA


Upaya pelayanan kesehatan thp Lansia Meliputi :
1.

Azas a. WHO (1991) adalah to Add Life to the Years that Have Been Added to Life dg prinsip :

Kemerdekaan (Indenpendece) Partisipasi (Partispation) Perawatan (care) Pemenuhan diri (self fuifillment) Kehormatan (dignity)

b.

Depkes RI adalah Add life to the years, Add Health to Life, and Add Years to Life, yaitu Meningkatkan mutu kehidupan lanjut usia, Meningkatkan kesehatan,Dan Memperpanjang usia
51

2. Pendekatan, WHO (1982) Menikmati hasil pembangunan Masing-masing lansia mempunyai keunikan Kemandirian lansia dlm berbagai hal Lansia turut memilih kebijakan Memberikan perawatan di rumah Pelayanan hrs dicapai dg mudah Mendorong ikatan akrap antar kelompok/antar generasi Tranportasi dan utilitas bangunan yg sesuai dg lansia Para lansia dpt terus berguna dlm menghasilkan karya Lansia beserta keluarga aktif memelihara kesehatan lansia

52

3. Jenis pelayanan Promotif


Sepuluh perilaku yg baik pada lansia : 1. Medekatkan diri pd Tuhan Yang Maha Esa 2. Mau menerima keadaan, sabar dan optimis, serta meningkatkan rasa percaya diri dg melakukan kegiatan sesuai kemampuan 3. Interksi teratur dg keluarga dan sesama 4. OR ringan setiap hari 5. Makan sedikit tapi sering, pilih makanan yg sesuai dan banyak minum
53

6. Berhenti merokok dan minuman keras

7. Minum obat sesuai dg aturan dokter dan

petugas kesh. 8. Kembangkan hobi/minat sesui kemampuan 9. Tetap memelihara dan bergairah dlm kehidupan seks 10. Periksa kesehatan dan gigi scr teratur

54

Pesan B-A-H-A-G-I-A.
B-Berat badan berlebih dihindari A-Atur makanan seimbang

H-Hindari faktor resiko penyakit jantung

iskemik dan situasi menegangkan A-Agar terus merasa berguna dg mengembangkan kegiatan/hobi yg bermanfaat G-Gerak badan teratur sesuai kemampuan I-Ikut nasehat dokter A-Awasi kesehatan dg pemeriksaan scr berkala
55

Preventif
Pencegahan primer :

Pencegahan lansia sehat, thp faktor resiko, tdk ada penyakit, dan promosi kesehatan.
Imunisasi Konseling Dukungan nutrisi Exercise Keamanan dalam dan sekitar rumah Menejemen stres

56

Pencegahan sekunder :
Pemeriksaan thp penderita tanpa gejala, dari awal penyakit hingga terjadi gejala penyakit blm tampak scr klinis dan thdp faktor resiko. Kontrol hipertensi Deteksi dan pengobatan kanker Screening

Pencegahan tersier :
Dilakukan setelah terdapat gejala penyakit dan cacat, mencegah cacat bertambah, dan ketergantungan.
57

Peran perawt dlm upaya preventif dan promotif bagi lansia :


Lokal : 1. Sbg case manager 2. Sbg case finding 3. Memberi informasi kesehatan Regional : 1. Kerja sama dg pemerintah setempat tentang kebijakankebijakan lansia 2. Menghadiri pertemuan tentang kesehatan lansia 3. Melaksanakan program Nasional : 1. Keterlibatan dlm kebijakan publikNegosiasi dan kompromi 2. Kerja sama multi disiplin
58

Diagnosis dini dan pengobatan


Lansia sendiri 2. Oleh petugas profesional
1.

Pembatasan kecacatan
Cacat sementara 2. Cacat progresif
1.

Rehabilitatif
Lingkungan 2. Kecukupan gizi 3. Gangguan fungsi sitem tubuh
1.

59

Sarana dan Prasarana yang Dipergunakan


Pelayanan tingkat masyarakat
Terhadap Lansia : Keluarga dg lansia, Klpk Lansia, Posyandu

lansia Masyarakat : LKMD, karang wreda, dana sehat, day care

Pelayanan tingkat dasar


Praktek dokter
Balai pengobatan klinik Puskesmas Panti wreda Pusat pelayanan dan perawatan lansia Praktik perawatan mandiri

60

Pelayanan tingkat rujukan


Diselenggarakan RS bersifat sederhana, sedang,

lengkap, dan paripurna


1. 2.

3.

4.

Tingkat sederhana, Layanan poliklinik lansia Tingkat sedang, Sama sederhana tambah klinik siang terpadu ( day care) Tingkat Lengkap Sama sedang tambah ruang perawatan khusus lansia dg penyakit akut Tingkat paripurna, Sama lengkap tambah ruang perawatan khusus lansia dg penyakit kronis

61

Meningkatkan Kualitas Pelayanan Lansia


1. Hukum dan perundang-undangan
Undang-undang dan peraturan pemerintah yg telah ada.

UU No.4 Tahun 1965 ttg Pemberian bantuan bagi orang jompo UU No.14 Tahun 1969 ttg Ketentuan pokok mengenai tenaga kerja UU No.6 Tahun 1974 ttg Ketentuan pokok kesejahteraan sosial UU No. 3 Tahun 1982 ttg Jaminan sosial tenaga kerja UU No. 2 Tahun 1989 ttg sistem pendidikan nasional UU No. 2 Tahun 1992 ttg Usaha perasuransian UU No. 4 Tahun 1992 ttg Perumahan dan pemukiman
62

UU No. 10 Tahun 1992 ttg Perkembangan kependududkan dan pembangunan keluarga sejahtera UU No. 11 Tahun 1992 ttg Dana pensiun UU No. 23 Tahun 1992 ttg Kesehatan PP No. 21 Tahun 1994 ttg Penyelenggaraan pembangunan keluarga sejahtera PP No. 27 Tahun 1994 ttg Pengelolaan Perkembangan kependudukan

Undang-undang yg perlu disusun, seperti :


UU ttg pelayanan lansia berkelanjutan UU ttg tunjangan perawatan lansia UU ttg penghuni panti

63

2. Sumber daya manusia


Dokter spesialis Geriatri Dokter umum dg latihan khusus Ahli gerontology dr berbagai disiplin ilmu Perawt yg dilatih Petugas sosial yg dilatih Relawan dr masyarakat

3. Sarana dan prasarana Pelayanan tingkat masyarakat Prasarana tingkat dasar Prasarana tingkat I dan II

64

4. Pelayanan Pelayanan institusi mengarah ke pelayanan rumah Pelayanan baku mengarah ke pelayanan sesuai kebutuhan lansia Jadwal kaku mengarah ke jadwal yg lentur sesuai kebutuhan lansia Pelayanan sendiri-sendiri mengarah ke pelayanan terpadu Lansia pasif ke arah ke lansia aktif 5. Keterpaduan Keterpaduan dlm aspek petugas, tempat, waktu, biaya, pesan, dan manajemen. 6. Pendidikan dan pelatihan Persiapan matang melalui pendidikan dan pelatihan.
65

Asuhan keperawatan Lansia adalah Suatu rangkaian kegiatan dari proses keperawatan yg ditujukan kepada lansia.

Tujuan pemberian Asuhan


1. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan melalui jalan keperawatan dan pencegahan.

2. Membantu mempertahankan serta memperbesar semangat hidup lansia.


3. Menolong dan merawat lansia yg menderita sakit.

4. Meningkatkat kemampuan perawat dlm melakukan proses keperawatan.


5. Membantu lansia melakukan kegiatan sehari-hari scr mandiri dg upaya promotif,preventif dan rehabilitatif. 6. Membantu lansia menghadapi Kematian dg damai dan dlm lingkungan yg nyaman.
67

Sasaran
Lansia yg berada di keluarga
Panti ( sbg individu / klpk )

Klpk masyarakat

( posyandu lansia/karang wreda )

68

Faktor yg harus diperhatikan.


1. Hubungan timbal balik antara aspek fisik psikisosial pd lansia 2. Efek dr penyakit dan ketidakmampuan/

keterbatasan(disability) pd status fungsional. 3. Kurang/belum adanya standar keadaan sehat/sakit dari klien 4. Perubahan respon thdp penyakit dimana tanda dan gejala nya tdk spesifik terhadap pengobatan. 5. Kerusakan fungsi koknitif.

69

Hal yang perlu diperhatikan dlm menjalin hubungan dg Lansia


I.

Lingkungan ( fisik dan psikisosial )


Area yg adekuat
Suasana tenang Nyaman tdk panas Cahaya tdk silau Posisi nyaman Perhatikan enegi dan kemampuan klien Jaga privasi Sabar, rilek

70

II. Interviewer ( sikap perawat,nilai, dan kepercayaan ) Tau mitos tentang lansia Jelaskan tujuan Gunakan berbagai tehnik Catat data seijin klien Rencakan bersama klien cara yg paling efektif dan nyaman Pakai sentuhan Bicara tdk keras

71

III. Klien Perhatikan faktor yg berpengaruh proses penuaan Hereditas nutrisi status kesehatan pengalaman hidup lingkungan stress.

72

Proses Keperawatan
1. Pengkajian
Data dasar
Biopsikososialspiritualkultural

Lingkungan
Status fungsional Fasilitas yankes Pemeriksaan fisik
73

2. Diagnosis keperawatan
Individu

Gangguan sensori persepsi penglihatan b/d penurunan ketajaman pengliatan Gangguan sensori persepsi penglihatan pada ibu S di keluarga bapak A b/d ketidak mampuan keluarga merawat lensa dengan katarak Risiko cidera pada kelompok lansia di panti X b/d penurunan penglihatan ditandai dg : 80 % lansia di panti X tdk dpt melihat jauh 20 % jatuh karena tdk dpt melahat jalan dg jelas 80 % lensa mata keruh
74

Keluarga dg lansia

Kelompok lansia

3. Rencana keperawatan
Dibuat untuk kelangsungan

pelayanan dlm waktu tak terbatas Prioritas Tujuan Pendekatan perawatan yg digunakan

75

4. Tindakan keperawatan
Sesuai dg rencana Memelihara kemampuan fungsional Mencegah komplikasi

Meningkatkan ketidakmampuan

76

5. Evaluasi
Kontinu terhadap intervensi dlm

menentukan kemajuan untuk mencapai tujuan Memperbaruhi data,diagnosis keperawatan, dan rencana keperawatan.

77

78