Anda di halaman 1dari 44

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

S DENGAN POST OP HERNIATOMY HARI KE 2 DI RUANG DAHLIA RSUD KARTINI JEPARA

Disusun Oleh : MOHAMAD AMIN NIM : 262657

AKADEMI KEPERAWATAN KRIDA HUSADA KUDUS Jl. Lambao No. 1 Singocandi Kec. Kota Kab. Kudus Tahun Akademi 2008 / 2009

HALAMAN PERSETUJUAN

Diterima dan disetujui sebagai persyaratan mengikuti Ujian OSCA Program 2009 D III Akademi Keperawatan Krida Husada Kudus Tahun Akademi

Pembimbing

Ns. HERI SUSANTO, S Kep

Mengetahui Direktur Akademi Keperawatan Krida Husada Kudus

Ns. SALAFUDIN YUSRA, SKep

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Diterima dan disetujui sebagai persyaratan mengikuti Ujian OSCA Program 2007 Hari : D III Akademi Keperawatan Krida Husada Kudus Tahun Akademi

Tanggal :

Penguji I

Ns. HERI SUSANTO, S Kep

Penguji II

JAMALUDIN SST

iii

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan persyaratan mengikuti Ujian OSCA dengan judul ASUHAN

KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN HERNIA DI RUANG DAHLIA RSU KARTINI JEPARA. Dengan adanya keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang di miliki penulis, maka penyusunan laporan Asuhan Keperawatan tidak lepas dari berbagai kesulitan-kesulitan, namun berkat bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak, kesulitan yang ada dapat penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Ayah dan Ibu tercinta yang selalu mencurahkan kasih sayang dan memberikan doa dan motivasi baik moril maupun materiil. 2. Bapak Salafudin Yusro, S Kep, selaku direktur Akademi Keperawatana Krida Husada Kudus. 3. Kepada ruang Dahlia RSU KARTINI JEPARA beserta segenap karyawan atau staf yang telah memberikan ijin dan membantu selama penulis melakukan Laporan Persyaratan Ujian OSCA. 4. Bapak Ns. Heri Susanto, S Kep dan Ibu Nurul Hidayah selaku pembimbing dalam penyusunan laporan ini, 5. Segenap staff Akademi Keperawatan Krida Husada Kudus.

iv

6. Teman-teman Akademi Keperawatan Krida Husada Angkatan X11 senasib seperjuangan. Penulis menyadari bahwa penyusunan ini masih jauh dari sempurna, meskipun demikian harapan penulis agar penyusunan Laporan Persyaratan Mengikuti Ujian OSCA ini memenuhi persyaratan kelulusan Akademi Keperawatan Krida Husada dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca. Akhirnya tak lupa penulis mengharapkan pikiran, saran dan pendapat demi sempurnanya laporan ini.

Kudus, April 2009

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................i LEMBAR PENGESAHAN DIREKTUR................................................................ii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...................................................................iii KATA PENGANTAR............................................................................................iv DAFTAR ISI ..........................................................................................................vi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .............................................................................1 B. Tujuan ..........................................................................................1 C. Sistematika Penulisan ...................................................................1 BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian ...........................................................................................3 B. Manifestasi Klinis...............................................................................3 C. Etiologi................................................................................................4 D. Patofisiologi........................................................................................4 E. Komplikasi .........................................................................................5 F Penatalaksanaan .................................................................................6

G. Fokus Intervensi ................................................................................7 H. Pengkajian Fokus..............................................................................11 I. Pathway.............................................................................................12

vi

BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian ........................................................................................11 1. Biodata........................................................................................11 B. Riwayat Keperawatan ......................................................................12 C. Pemeriksaan Fisik.............................................................................12 D. Pengkajian Pola Fungsional..............................................................14 E. Data Penunjang.................................................................................17 F. Analisa Data......................................................................................18 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ......................................................................................24 B. Saran .................................................................................................24 DAFTAR PUSTAKA CURICULUM VITAE

vii

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Hernia penyakit yang disebabkan karena prostusi atau penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Penyakit hernia banyak diderita oleh orang yang tinggal di perkotaaan yang notabenya yang penuh dengan aktifitas yang penuh kesibukan dimana aktifitas tersebu t membutuhkan stamina yang tinggi ,jika stamina kurang kuramg bagus dan terus di paksan maka ,penyakit hernia akan segera menghampirinya Angka kejadian hiatus hernia di USA dan juga di Negara-negara barat meningkat sesuai umur mulai dari 10% pada usia di bawah 40 tahun smpai 70% pada usia 70 tahun .sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan burkit et al,menerangkan bahwa kurangnya konsumsi serat keadaan kronis konstipasi menjelaskan hubungan angka kejadian hiatus hernia yang tinggi dinegara negar barat Hernia inguinalis merupakan keadaan yang paling lazim dan membutuhkan pembedahan pada kelompok umur anak.insiden hernia inguinalis pada anak belum di tegakkan tetapi antara 10 -20:7000 kelahiran hidup.Rasio antara anak laki-laki dan wanita adalah 4:1,sekitar 50% akan muncul sebelum umur 1 tahun ,kebanyakan muncul pada umur 6 bulan.

Hernia inguinalis yang paling lazim pada anak adalah hernia inuinalis tidak langsung ,hernia langsung jarang dan terjadi pada sekitar 1% dari seluruh hernia inguinalis ,hernia femoalis juga jarang pad populasi anak .60% dari hernia inguinalis ada pada sisi kanan ,30%pada sisi kiri ,dan 10% bilateral.Bayi prematur mempunyai insiden hernia inguinalis lebih tinggi mendekati 30% B. TUJUAN 1. Agar mahasiswa mengetahui lebih lanjut tentang hernia. 2. Agar mahasiswa dapat memberi Asuhan Keperawatan pada pasien hernia. 3. Sebagai syarat untuk memenuhi tugas Akademik.

C.

SISTEMATIKA PENULISAN Dalam penulisan makalah ini, penulis membagi IV BAB yaitu : BAB I : Pendahuluan meliputi : a. Latar Belakang b. Tujuan dan c. Sistematika Penulisan.

BAB II

: Tinjauan Teori meliputi : a.............................................................................Pengertian b...............................................................Manifestasi Klinis c.................................................................................Etiologi d.........................................................................Patofisiologi e...........................................................................Komplikasi f.................................................................Diagnosa banding g...................................................................Penatalaksanaan h...................................................................Fokus intervensi i..................................................................Pengkajian Fokus j................................................................................Pathway

BAB III

: Tinjauan Kasus meliputi : a. Pengkajian 1. 2. 3. 4. Biodata Riwayat Keperawatan Pengkajian Fokus Data Penunjang

b. Analisa Data c. Intervensi, Implementasi, Evaluasi BAB IV : Penutup meliputi : a...........................................................................Kesimpulan b.....................................................................................Saran

BAB II TINJAUAN TEORI

A.

PENGERTIAN Hernia adalah prostusi (penonjolan) abnormal suatu organ atau bagian suatu organ melalui lubang (aperture) pada struktur disekitarnya ,umumnya protosio organ abnominal melalui celah dari dinding abdomen (sue hinchliff 2000.206) Hernia inguinalis adalah hernia yang melalui analus epigasterika inferior, menyusuri kanalis inguinalis dan keluar ke rongga perut melalui anulus inguinalis eksternus (Mansjoer,Arif,2000 : 314) Herniatomi adalah pembedahan yang dilakukan pembedahan

kantong hernia sampai ke lehernya,kantong dibuka dan isi hernia di bebaskan kalau ada perlengketan ,kemudian reposisi kantong di jahit,ikat setinggi mungkin kemudian di potong (htp :// library.usu ac.id.) B. MANIFESTASI KLINIS Umumnya pasien mengatakan turun berok, burut atau kelingsing atau mengatakan adanya benjolan diselakangan/ waktu tidur dan bila menangis, mengejan atau mengangkat benda berat atau bila posisi pasien berdiri dapat timbul kembali. Bila telah terjadi komplikasi dapat ditemukan nyeri.

Keadaan umum pasien biasanya baik, bila benjolan tidak nampak, pasien dapat disuruh mengejan dengan menutup mulut dalam keadaan berdiri, bila ada hernia maka akan tampak benjolan, bila memang sudah tampak benjolan harus diperiksa apakah benjolan tersebut dapat dimasukkan kembali, pasien diminta berbaring bernafas dengan mulut untuk mengurangi tekanan intra abdominal, lalu skrotum diangkat perlahan-lahan. Diagnosis pasti hernia pada umumnya sudah dapat ditegakkan dengan pemeriksaan klinis yang teliti. Keadaan cincin hernia juga perlu diperiksa melalui skrotum jari telunjuk dimasukkan keatas lateral dari tuberkulum pubikumi ikuti fasikulus spermatikus sampai ke anulus inginalis internus, pada keadaan normal jari tangan tidak dapat masuk, pasien diminta mengejan dan merasakan apakah ada masa yang menyentuh jari tangan. Bila massa tersebut menyentuh ujung jari maka itu adalah hernia inguinalis lateralis, sedangkan bila menyentuh sisi jari maka diagnosisnya adalah hernia inginalis medialis. (http:id.wikipedia,org)

C.

ETIOLOGI Faktor yang mempengaruhi terjadinya hernia yaitu kerusakan dari integritas dinding muskuler tekanan intra abnormal faktor pendukung antara lain : 1. Mengejan terlalu kuat dan lama 2. Mengangkat beban berat

3. Aktifitas fisik yang berlebihan 4. Batuk yang kuat (Syamsuhidayat, 1997)

1. Lemahnya dinding rongga perut dapat ada sejak lahir atau didapt kemudian dalam hidup 2. Akibat dari pembedahan sebelumnya 3. Kongengtal 4. Aquisial adalah hernia yang bukan disebbkan karma adanya devek bawaan tetapi diasebabkan oleh foktor lain yang di alami manusia selama hidupnya. (htp//id.wikipedia.org) D. PATOFISIOLOGI Kanalis inguinalis adalah kanal yang normal pada fetus pada bulan ke-8 kehamilan, terjadi desensus testis melalui kanal tersebut. Penurunan testis tersebut akan menarik peritonium kedaerah skrotum sehingga terjadi penonjolan peritonium yang disebut dengan prosesus vaginalis peritonel. Pada bayi yang sudah lahir umumnya prosesus ini telah mengalami obliterasi. Namun dalam beberapa hal, sering kali kanalis ini tidak menutup, karena testis kiri turun terlebih dahulu, maka kanalis inguinalis kanan lebih sering terbuka. Bila kanalis kiri terbuka maka biasanya yang kanan juga terbuka dalam keadaan normal. Kanalis yang terbuka ini akan menutup pada usia 2 bulan.

Bila proses terbuka terus (karena tidak mengalami obliterasi) akan timbul hernia inguinalis lateralis kongenital. Pada orang tua kanalis tersebut telah menutup, namun karena merupakan lokus minoris resistensie, maka pada keadaan yang menyebabkan tekanan intraabdominal meningkat, kanal tersebut dapat terbuka kembali dan timbul hernia inguinalis lateral akuisita. Keadaan yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan

intraabdominal adalah kehamilan, batuk kronik, pekerjaan mengangkat beban berat, menyebabkan pada saat defekasi dan mengejan pada saat miksi misalnya akibat hipertrofi prostati. (Mansjoer Arif, 2000 : 314) Hernia inguinalis inderek disebut juga hernia inguinalis lateralis karena keluar dari peritoneum melalui analus inguinalis intenal yang terletak lateral dari pembuluh epigastrika inferior kemudian hernia masuk kedalam kanalis inguinalis dan jika cukup panjang menonjol keluar dari analis inguinalis eksternus. (wim de jong,2000,705) Jika stuktur yang menanjol dari organ tersebut dapat dikembalikan ketempat semula dengan manipulasi maka dinamakan reducible hernia ,jika tidak di sebut inreducible hernia ketika aliran darah kedalam stuktur yang mengalami hernia menjadi terbendung dinamakan strangulan hrnia (clong 1999,246)

Apa bila tidak dilakukan pembedahan maka isi perut akan lepas didalam rongga dan terdapat nekrosis sampai ganggren karena peredaran darah terganggu. (wim de jong,1999.781) E. KOMPLIKASI 1. Terjadi perlengkapan antara isi hernia dengan dinding kantong hernia sehingga isi hernia tidak dapat dimasukkan kembali, keadaan ini disebut hernia inguinalis ireponibilis adalah omentum, karena mudah melekat pada dinding hernia dan isinya dapat menjadi lebih besar karena infiltrasi lemak, usus besar lebih sering menyebabkan ireponibilis daripada usus halus. 2. Terjadi penekanan terhadap cincin hernia akibat makin banyaknya usus yang masuk. Keadaan ini menyebabkan gangguan aliran isi usus diikuti dengan gangguan vaskular (proses strangulasi). Keadaan ini disebut hernia inguinalis strangulata. (Mansjoer Arif, 2000 : 315). 3 komplikasi hernia tergantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia ,antara lain obstruksi usus sederhana hingga perforasi

(lubangnya)usus yang akirnya di dapat menimbulkan abses local ,fistel atau peritonitis. (http://.id.wikipedia.org)

pencegahan pada komplikasi jangka panjang poda pos operasi yaitu mencegah infeksi jangka panjang pada luka operasi dengan mewaspadai dan memonitor munculnya tanda-tanda infeksi yang mungkin terjadi setelah post operasi

5. mencegah terjadinya hernia yang berulang setelah pasien lepas dari rumah sakit melalui pendidikan kesehatan yang meliputi pembatasan aktifits yaitu mengangkat benda atau barang berat secara mudah dalam jangka waktu satu bulan dan selama tiga bulan tidak boleh melakukan aktifitas yang dapt menaikkan tekanan intra abdomen. (http//idwikipedia.org)

F.

PENATALAKSANAAN Pada hernia inguinalis reponibilis dan ireponibilis dilakukan tindakan bedah elektif karena ditakutkan terjadi komplikasi, sebaliknya bila telah terjadi proses strangulasi tindakan bedah harus dilakukan secepat mungkin sebelum terjadinya nekrosis inguinalis. (mansjoer arief 2000,315)

1. Terapi umum: Terapi konservatif sambil menunggu proses penyembbuhan melalui proses penyembuhan melalui proses alami dapat di lakukan pada hernia umbilikalis pada anak usia di bawah 2 th .terapi konserfatif berupa alat penyangga dapat dipakai sementra,misalnya pemakaian konset pada hernia ventralis sedangkan pada hernia inguinalis pemakaian tidak di anjurkan karena selain tidak dapat menyembuhkan alat ini dapat melemahkan dinding otot. Reposisi: tindakan memasukkan kembali isi hernia

ketempatnya semula secara hati-hati dengan tindakan yang lembut tetapi pasti .tindakan ini hanya dapat dilakukan pada hernia reponibililis dengan menggunakan kedua tangan ,tangan yang satu melebarkan leher hernia sedangkan tangan yang lain memasukkan isi hernia melalui leher hernia tadi,tindakan ini kadang dilakukan pada hernia irepobilis apabila pasien takut operasi ,yaitu dengan cara bagian hernia dikompres dingin ,penderita di beri penenang valium 10mg agar tertidur ,pasien diposisikan trandelenberg,jika posisi tidak berhasil jangan di paksa ,segera lakukan operasi 2. pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia

inguinalis yang rasional .indikasi operatif sudah ada begitu diagnosis ditegakkan,prinsip dasar hernia terdiri dari dari herniatomy dan herniarapy.

10

- herniatomy dilakukan pembesaran pembesaran kantong hernia sampai kelehernya kantong di bukak dan isanya dibebaskan kalau ada perlengketan kemudin reposisi kantong hernia di jahit ikat setinggi mungkin kemudian di potong -hernioraphy di lakukan tindakan memper kecil anulus inguinalis internus dan memper kuat dinding belakang kanalis inguinalis. (http//idwikipedia.org) Pada hernia inguinalis repombilitis dan irepombilitis dilakukan tindakan bedah efektif kar karma ditakutkan terjadi komplikasi sebaliknya bila terjadi proses trangulasi tindakan bedah harus dilakukan secepat mungkin sebelum terjadi nekrosis inguinalis. (Mansjoer.arief 2000:315) Pada herniaatomi dan herniorapi pada bedah elektif kanalis dibukak isi hernia dimasukan kantong di ikat dan dilakukan bassing palsty / tehnik yang lain untuk memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis Pada bedah darurat prinsipnya hamper sama dengan bedah elektif. (Arief.mansjoer 2000:315) Penatalaksanaan pada pasien post oprasi - Mengkaji tingkat kesadaran pasien saat keluar dari kamar oprasi - Monitor vital singn sampe kondisi pasien normal setiap 15 menit - Balutan luka oprasi dilihat apakah ada drain jika ada, monitor pendaharaan yang kelur

11

- Perawatan luka oprasi dilihat bersih lakukan ganti balut pada hari ke 3 post oprasi dengan menggunakan tehnik aseptic dengan anti septic - Untuk menggurangi nyeri luka oprasi berikan analgesi - Diit di berikan setelah pristaltik usus kebali normal pada masa pasca anastesi - Mobilisasi dlakukan pada pasien sadar dan dapat melakukan mobilsasi secara bertahap sesuai kemampuan. (http//idwikipedia.org) FOKUS INTERVENSI 1. jaringan Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keerawatan 2 x 24 jam rasa nyeri berkurang dengan kriteria : a. b. c. Nyeri berkurang. Pasien dapat tidur dengan tenang. Pasien tidak merasakan adanya Gangguan rasa nyaman nyeri b,d diskontuinitas

gangguan pada otot. Intervensi : a. b. c. d. supaya mudah dijangkau. Kaji adanya keluhan nyeri. Pertahankan tirah baring. Batasi aktifitas. Letakkan semua kebutuhan pasien

12

e. tehnik relaksasi. f. 2. Tujuan :

Instuksikan pasien yang melakukan

Konsultasi dengan ahli terapi fisik. Gangguan integritas kulit b,d adanya ganggren Setelah dilakukan tindakan keerawatan 3 x 24 kerusakan fisik dapat berkurang dengan kriteria : a. Mempertahankan atau meningkatkan jam

kekuatan dan funsgi bagian tubuh yang sakit. b. Menurunkan resiko iritasi atau

kerusakan pada kulit. c. Meningkatkan rasa nyaman dan

kerjasama pasien selama melakukan aktifitas.

Intervensi : a. dengan pasien. b. gerak atau aktifitas. c. bagian bawah atau lutut. d. e. Berikan perawatan kulit dengan baik. Berikan obat untuk penghilang nyeri. Anjurkan pasien untuk melatih kaki Bantu pasien untuk melakukan latihan Berikan aktifitas yang disesuaikan

13

f. penolong untuk jalan. 3. Intervensi : a.

Demonstrasikan

penggunaan

alat

Gangguan body image b.d adanya benjolan :

Motivasi pasien untuk mengungkapkan

perasaannya dan dapat menerima keadaan. b. Beri pengertian bahwa penyakit

tersebut tidak merupakan penyakit menular. c. Beri penjelasan bahwa penyakit

tersebut dapat disembuhkan dengan jalan opreasi. d. Anjurkan keluarga untuk memberi

dorongan secara moril pada pasien. 4. Intervensi : a. b. pasien. c. d. e. f. antibiotik. (Marilyn &Doenges : 2000) Obati luka. Ganti balut perhari. Guanakan tehnik septik. Kolaborasi medis untuk pemberian Kaji adanya tanda-tanda infeksi. Jaga kebersihan seluruh luka tubuh Resti infeksi b.d adanya luka opreasi

14

PENGKAJIAN FOKUS 1. AKTIFITAS Gejala-riwayat pekerjaan yang perlu mengangkay benda berat,duduk mengemudi dalam waktu lama - Penurunan rentang gerak dari ekstremitas pada salah satu bagian tbuh tanda:atrifi otot pada bagian tubuh yang terkena 2. ELIMINASI Gejala: konstipasi mengalami kesulitan dalam devekjasi Tanda:adanya retensi urin /inkontensia

3. INTEGRITAS EGO Gejala : ansietas masalah pekerjaan fianansial keluarga Tanda:tampak cemas,depresi menghindar dari keluarga atau orang teradekat 4. NEUROSENSORI Gejala:kelemahan Tanda kelemahan otot 5. NYERI/KENYAMANAN Gejala:nyeri seperti tertusuk-tusuk batuk,bersin pisau yang akan badan

memburukdenganadanya ,devekasi,mengangkatkaki

membengkokkan

15

tanda:dengan cara bersandar dari tubuhyang terkena perubahan cara berjalan-berjalan denfan cara terpincang-pincang 6. PENYULUHAN ATAU PEMBELAJARAN Gaya hidup monoton atau hiperaktif (Dongoes.2000:320-321)

16

G.

PATHWAY

Kehamilam,batuk kronis,mengangkat berat ,mengejan saat defekasi,mengejan saat miksi Peningkatan tekanan intra abdomen Annulus inguinalis internus terdesak Kelemahan dinding otot abdomen Keluar dari rongga peritoneum Hernia masuk kanalis inguinalis Menonjol keluar dari annulus inguinalis exsterus Hernia inguinalis lateralis Benjolan

Dapat dimasukkan ke rongga peritoneum

Tidak dapat di masukkan kedalam rongga peritoneum

Isi hernia terjepit cincin hernia

Reducible Kurangnya Informasi

Irreducible

isi hernia tidak dapat masuk kedalam rongga peritoneum Strangulate Gangguan Sirkulasi Darah Hipoksia

Pembedahan Herniatomy

Poot De Entry

Luka Insisi

Resiko Tinggi Infeksi

Terputusnya Diskontinitas Jaringan Nyei Gangguan Rasa Nyaman Nyeri Ganggren

(Arief mansjoer 2000:314) (wimd dejong 1999:701) (Barbara clong 1999)

Integritas Kulit

17

BAB III TINJAUAN KASUS

A.

Pengkajian Pengkajian dilaksanakan pada tanggal 8-12-2008 jam 08.00 wib di Ruang Dahlia rsu KARTINI JEPARA dengan auto dan allo anamnesa. 1. Biodata Pasien : : : : : : : : : : Tn. S 50 th Laki-laki Islam tani Kauman JEPARA 6-12-2008 Hernia 354251

Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pekerjaan Alamat Pendidikan Tanggal masuk Diagnosa Medis No. CM

2. Biodata Penanggung Jawab Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pekerjaan : : : : : Tn. J 23 th Laki-laki Islam Swasta

18

Alamat

Kauman JEPARA Anak

Hub. Dengan Pasien :

B.

Riwayat Keperawatan 1. Keluhan Utama Pasien mengatakan nyeri pada luka post op. 2. Riwayat Keperawatan Sekarang Pasien pekerjaanya sebagai sopir dan pasien mengalami rentang gerak bawah dan tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya dan mengalami kesulitan dalam defkasi ,psien lemah dan terdapat benjolan di perut kanan bawah dan saat istirahat benjolan hilang,kemudian pasien dibawa ke RSU KARTINI JEPARA lalu pasien masuk ugd pada tanggal 6-12-2008 pukul 08.00 wib dan mendaat terapi infuse KN3B,injeksi IV cefotaxim 2x1 mg,tramadol 2x1 ampul.kemudian pasien dipindahkan ke ruang dahlia untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,dan pada taggal 7-12-2008 dilakukan operasi 3. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mengatakan,sebelumnya sebelumnya tidakmempunyai penyakit seperti ini, tetapi baru pertama kali pasien dirawat di RS dan bila pasien sakit cara mengatasinya dengan cara diperiksakan ke layanan kesehatan terdekat ,pasien tidak mempunyai penyakit hipertensi dan tbs,hepatitis

19

4.

Riwayat Perawatan Keluarga Pasien mengatakan dalam keluarga pasien tidak ada yang

mengalami sakit seperti ini, keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit menular TB Paru, keturunan DM.

C.

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum lemah Kesadaran composmentis Tanda-tanda vital TD : 130/70 mmHg S N : 360C : 88

RR : 22 x/ mnt 4. Kepala : Bentuk mesochepal, kulit kepala bersih, tidak ada lesi, rambut berubah. Mata : Simetris antara kanan dan kiri, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, penglihatan kabur. Hidung : Bentuk simetris, tidak ada pembesaran polip.tidak terpasang oksigen. Mulut : Tidak ada stomatitis, lidah bersih.

20

Telinga : Bentuk simetris, bersih tidak ada penumpukan serumen, pendengaran masih tajam dengan jarak + 1 m. Leher Dada Paru-paru I : Simetris kanan dan kiri : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.

P : Traktil fremitus kanan dan kiri sama P : Sonor A : Vesikuler Jantung I : Ictus cordis tidak tampak

P : Ictus cordis teraba pada line mid clafikula sinistra ic 5 P : pekak A : terdengar bunyi s1 dan s2 ,Bunyi jantung normal 6. Abdomen I : Terdapat luka post operasi tertutup di lipatan paha sebelah kiri,jumlah jahitan 9,luka basah A : Peristaltik usus 14 x/mnt P : Thympani P : Tidak ada nyeri tekan Ekstremitas Atas : Bersih, tidak terdapat oedem, pada tangan kiri terpasang infus. Bawah : Bersih, tidak terdapat oedem, selakangan kiri ada luka operasi Kulit : Turgor kulit cukup, warna sawo matang

21

Genetalia Anus :

: Terpasang DC Tidak ada hemoroid

D.

Pengkajian Pola Fungsional 1. laksana hidup sehat Keluarga pasien beranggapan bahwa kesehatan merupakan hal terpenting ,jika ada anggota keluarga yang sakit maka segera di periksakan ke pelayanan kesehatan terdekat 2. metabolisme Sebelum sakit : Pasien makan 3x sehari habis dengan nasi, lauk pauk, sayuran, habis 1 porsi dan minum + 7-8 gelas/hari. Selama sakit : Pasien makan 3x sehari dengan lauk pauk, sayuran habis 1 porsi dan minum + 6-7 gelas/hari. 3. Sebelum sakit Pola Eliminasi : Pasien mengatakan BAB 1x sehari dengan konsisten lembek, warna kuning, bau khas dan BAK + 5-6/ hari dengan konsistensi cair, warna kuning. Selama sakit : Selama sakit pasien terpasang DC, BAK + 1000 cc/hari konsistensi cair, warna kuning bau khas dan BAB 1x sehari dengan konsistensi lembek, warna kuning dan bau khas. Pola Nutrisi dan Pola persepsi dan tata

22

4. Sebelum sakit Selama sakit

Pola Aktifitas dan latihan : Pasien mengatakan dapat beraktifitas tanpa bantuan. : Pasien mengatakan selama sakit kebutuhan

aktifitasnya dibantu oleh keluarganya. 5. Sebelum sakit : Pasien mengatakan Pola Istirahat dan Tidur tidur + 7-8 jam dengan

nyenyak.kadang tidur siang] 1 jam Selama sakit : Pasien mengatakan tidur + 5-6 jam tidak nyenyak karena penyakit yang dialaminya dan pasien takut bergerak karena terdapat luka jahitan di perutnya 6. Pola hubungan dan peran

Hubungan pasien dengan keluarganya sangat erat begitu pula dengan tim kesehatan lainnya 7. penanggulangan sters dan koping Bila pasien mempunyai masalah pasien selalu menceritakan kepada istrinya dan keluarganya 8 Pola persepsi dan konsep diri Gambaran diri : Pasien menerima keadaan yang terjadi pada tubuhnya Identitas diri : Pasien seorang laki-laki sehari-hari pasien sebagai Pola mekanisme

sopir

23

Ideal diri Peran diri Harga diri

: Pasien berdoa agar dirinya lekas sembuh : Pasien sebagai kepala keluarga : Pasien merasa nyaman mendapat perawatan yang baik di RSU Kartini Jepara dan pasien menerima penyakit yang di alaminya dan itu semua adalah sebagai cobaan

Pola sexsual dan reproduksi Keluarga tuan S memiliki 3 orang anak,anak pertama perempuan ke dua dan ketiga laki-laki

10 Pola persepsi dan kognitif Pasien dalam menghadapi penyakit yang dideritanya kelihatan pasrah dan sabar selalu berdoa dengan perwatan di rumah sakit berharap smoga bisa sembuh 11 pola tata nilai dan kepercayaan pasien beragama islam ,pasien rajin menjalankan ibadah sholat 5 waktu dan selama sakit pasien selalu berdoa untuk kesembuhan penyakitya

24

Data Penunjang Hasil laboratorium tgl 6-12-08 Normal GDS Ureum Creatinin Cholesterol Trygliserida Uric Acid Hemoglobin Leukosit 118 mg/dl 28,6 mg/dl 1,3 mg/dl 148 mg/dl 56 mg/dl 4,2 mg/dl 14,29gr 9000 (70 150) (11,0 - 55,0) (0,6 - 1,36) (s/d 200) (40 165) (2,6 72) (13-16) (4000-10000)

Theraphy Tanggal 8-12-2008 Injeksi iv Cevotakxime 3 x 1 gr ketorolac Cacra infus 3x 10 mg RL 20 tts/mnt

25

Pengkajian Nyeri
0 1 2 3 4 5 6

7 7

10

P : Nyeri pada daerah luka post op Q : Seperti di iris-iris R : Dilipatan paha sebelah kiri S : 7 T : Kadang timbul kadang tidak

26

ANALISA DATA
Nama Umur : : Tn. S 50 tahun No CM : 354251 Ruang : dahlia

No Hr/ Tgl 1. Rabu 8-12-08

Data Fokus Ds : Pasien mengatakan nyeri pada luka post operasi P : Nyeri pada daerah luka post op Q : Seperti ditusuk-tusuk R : Dilipatan paha sebelah kiri S : 7 T :Kadang timbul kadang tidak Do : Pasien tampak meringgis kesakitan

Etiologi Diskontuinitas jaringan

Masalah TTD Gangguan rasa nyaman nyeri

2.

Rabu, 8-12-08

- Skala nyeri 7 Ds : Pasien mengatakan habis di operasi Do : - Terdapat luka insisi di perut kanan bawah - Luka bersih tidak ada pus

Luka post operasi

Resti infeksi

27

- luka basah terdapat 9 jahitan operasi pada luka

PROBLEM LIST

28

Nama Umur No 1.

: :

Tn. S 50 tahun Diagnosa Data Fokus

No CM : 354251 Ruang : Dahlia TTD

Tanggal Ditemukan 8-12-08 Teratasi Teratasi

Keperawatan Ds : Pasien mengatakan nyeri Gangguan rasa pada luka post operasi P : Nyeri pada daerah luka post op Q : Seperti di iris-iris R : dilipatan paha sebelah kiri S: 7 T : Kadang timbul kadang tidak Do : Pasien tampak meringis nyaman nyeri b.d diskontuinitas jaringan

2.

kesakitan skala nyeri 7 Ds : Pasien mengatakan habis di operasi Do : - Terdapat luka insisi di perut bagian kanan bwh Luka basah terdapat 9 jahitan

Resti infeksi b.d luka post op

8-12-08

NURSING CARE PLAN


Nama Umur : : Tn. S 50 tahun No CM : 354251 Ruang : Dahlia

29

Hari / No 1.

Diagnosa Tujuan Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam diharapkan

Perencanaan Intervensi 1. 2. nyeri 3. Beri posisi Monitor TTV Kaji skala TTD

Tanggal Keperawatan Rabu, Gangguan 8-12-08 rasa nyaman nyeri b.d

diskontuinitas Nyeri berkurang jaringan dengan KH : Skala nyeri 4 Pasien tampak rileks

yang senyaman mungkin 4. Ajarkan

teknik relaksasi 5. Beri obat

sesuai advis dokter.injeksi iv 2. Rabu, 8-12-08 Resti infeksi b.d luka post op Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan tandatanda infeksi tidak terjadi dengan KH: Luka tidak memerah Luka kering Tidak ada pus 6. batasi aktifits 1. Monitor TTV 2. Infeksi 3. Rawat Luka Kaji Tanda-Tanda

(Ganti Balut) 4. Berikan Ganti

Balut Menggunakan Prinsip Steril 5. Anjurkan jangan

sampai terkena air 6. Beri obat sesuai

advis dokter, injeksi IV

NURSING NOTE

30

Nama Umur

: :

Tn. S 50 tahun

No CM : 354251 Ruang : Dahlia

31

Hari / Jam Tanggal Ra bu, 08.0 8-12-08 0 DP I Implementasi Memonitor TTV Respon S : Pasien mengatakan mau di perriksa O : TD 130/70 mmHg N : 84 x/mnt S : 365 0C Rr : 24 x/mnt I 08.1 0 Mengkaji skala nyeri S : Pasien mengatakan nyeri pada daerah post operasi P: Nyeri pda daerah luka operasi Q: R: S: T: Seperti di iris-iris Di lipatan paha kiri Skala nyeri 7 Kadang-kadang timbul,kadang tidak O: Skala nyeri 4 pasien tampak meringis TTD

Memberi posisi senyaman mungkin

S : Pasien mengatakan mau tidur terlentang O : Pasien tampak rileks

08.2 0 I Mengajarkan tehnik relaksasi,dengan tarik nafas dalam 08.4 0 tahan 3dtk dan hembuskan lewat mulut,dilakukan 3x 32 I

S:

Pasien mengatakan mau di ajari

O : Pasien tampak melakukan teknik relaksasi tarik nafas dalam dan menghembuskan lewat mulut,dilakukan 3x

Memberi obat sesuai S : Pasien mengatakan lemas

PROGRES NOTE
Nama Umur Hari / Tanggal Rabu, 8-12-08 : : Tn. S 50 tahun NO Catatan Perkembangan DP I S : Pasien mengatakan nyeri agak berkurang - pasien dapat tidur dengan tenag - pasien tidak merasakan adanya gangguan pada otot O: A: P: Skala nyeri 4 Masalah belum teratasi Lanjutkan intervensi 1. Monitor TTV 2. Kaji skala nyeri 6. Beri obat sesuai advis dokter injeksi IV TTD No CM : 354251 Ruang : Dahlia

33

Rabu, 8-12-08

II

S : Pasien mengatakan rasa nyerinya agak berkurang O : Belum ada tanda-tanda infeksi A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi 1. Monitor TTV 2. Beri obat sesuai advis dokter injeksi IV

34

BAB IV PENUTUP

A.

Kesimpulan Hernia adalah penyakit yang disebabkan karena prostusi atau penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan, penyebab hernia mengejan terlalu kuat dan lama, aktifitas fisik yang berlebihan, mengangkat beban berat, dan batuk yang kuat dan gejalanya terdapat benjolan bila dibuat berdiri benjolan bisa membesar dan jika berbaring benjolan akan mengecil.

B.

Saran Untuk memberikan asuhan keperawatan yang secara komperhensip maka perlu diperkenalkan dan diterapkan proses keperawatan akan tindakan keperawatan penderita hernia dalam merawat dan mengobati penyakit tersebut harus dengan seksama dan mampu memberikan pelayanan yang memadai sehingga penyakit tersebut tidak timbul lagi dan pasien mampu mengatasi atau mendirikan serta meningkatkan keterampilan pasien dan keluarga dalam mengatasi penyakitnya.

35

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth, 2001, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8 Volume 2, Alih Bahasa Agung Waluyo, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

C. Long Barbara 1996, Keperawatan Medikal Bedah II, Alih Bahasa Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan, Bandung.

Mansjoer, E, Doenges, 2000, Kapita Selekta Kedokteran. Edisi III, Jilid II, Penerbit Media Aesculapius FKUI, Jakarta.

Marilyn, E, Doenges, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi III, Alih Bahasa I, Made Karjasa dkk. Penerbit EGC, Jakarta.

R. Sjamsuhidayat, 1997, Ajar Ilmu Bedah, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

36

CURICULUM VITAE

Nama Tempat, Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat

: Mohamad amin : Kudus, 15 november 1986 : laki-laki : Islam : Kandangmas dawe

RIWAYAT PENDIDIKAN 1. SD 2 kandangmas 2. Sekolah 3. Sekolah Menengah 4. Akademi Keperawatan Krida Husada Tingkat III Lulus Tahun Lulus Lulus Tahun Tahun

37