P. 1
KONSEP CEMAS

KONSEP CEMAS

|Views: 21|Likes:
Dipublikasikan oleh demazbaegracombong
KONSEP CEMAS
KONSEP CEMAS

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: demazbaegracombong on Mar 12, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $4.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/09/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

KONSEP & ASKEP CEMAS

(anxiety)
Ns. Oka Ludianita, S. Kep

• Kecemasan : ketegangan, rasa tdk aman & kekawatiran yg timbul krn dirasakan tjd sesuatu yg tdk menyenangkan ttp sumbernya sebagian besar tdk diketahui & berasal dr dlm (DepKes RI, 1990) • Kecemasan : suatu keadaan perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketdk tentuan, atau takut dr kenyataan atau persepsi ancaman sumber aktual yg tdk diketahui atau dikenal (Stuart& Sundeens, 1998).

• Kecemasan : suatu keadaan yg ditandai dg perasaan ketakutan yg disertai dg tanda somatik yg menyatakan tjdnya hiperaktifitas sistem syaraf otonom. (Kusuma W, 1997).
• Kecemasan : respon thdp suatu ancaman yg sumbernya tdk diketahui, internal, samar-samar atau konfliktual
(Kaplan, Sadock, 1997).

identitas diri. • Perlu adanya keseimbangan antara keberanian dan kecemasan .Karakteristik Ansietas • • • • Mpk emosi dan bersifat subyektif. Bisa ditularkan Terjadi akibat adanya ancaman pada harga diri. Sumber tdk jelas (takut ~ sumber jelas).

Beberapa teori memberikan kontribusi thdp kemungkinan faktor etiologi dlm pengembangan kecemasan. . at al. • Stress dpt berbentuk psikologis. sosial atau fisik.Teori Kecemasan • Kecemasan mrpkn suatu respon thdp situasi yg penuh dg tekanan. 1993). Hasilnya adalah bekerja utk melegakan tingkah laku (Rawlins. Stres dpt didefinisikan sbg suatu persepsi ancaman thdp suatu harapan yg mencetuskan cemas.

Ketika mekanisme diri berhasil. kecemasan mrpk hasil dr konflik psikis yg tdk disadari. • kecemasan timbul pertama dlm hidup manusia saat lahir & merasakan lapar yg pertama kali . mk kecemasan ada pd tingkat tinggi. kecemasan menurun & rasa aman datang lagi. • Kecemasan mjd tanda thdp ego utk mengambil aksi penurunan cemas. Namun bl konflik terus berkepanjangan.Teori-teori tersebut adalah sbb : a. Teori Psikodinamik • Freud (1993).

shg menyebabkan individu bersangkutan merasa tdk berharga. shg akan mengganggu kemampuan individu utk mencapai tujuan yg di inginkan. Kecemasan tsb mrpk hasil frustasi. . seseorang mengembangkan respon kondisi untk stimulus yg penting. waktu cukup lama. Teori Perilaku Kecemasan berasal dr suatu respon terhadap stimulus khusus (fakta).b. c. Teori Interpersonal Menjelaskan bahwa kecemasan tjd dr ketakutan akan penolakan antar individu.

. (Rockwell cit stuart & sundeens.d Teori Keluarga Menjelaskan bahwa kecemasan dpt tjd & timbul scr nyata akibat adanya konflik dlm keluarga. Teori Biologik Beberapa kasus kecemasan (5 42%). merupakan suatu perhatian terhadap proses fisiologis. 1998). Kecemasan ini dpt disebabkan oleh penyakit fisik atau keabnormalan. e. tdk oleh konflik emosional.

c. Faktor perkembangan. b. remaja. . kehilangan orang/benda yg dicintai. Faktor biologis/fisiologis : berupa ancaman akan kekurangan makanan. perlindungan & keamanan. perubahan status sosial/ekonomi. Faktor psikososial: ancaman thdp konsep diri. minuman. yaitu ancaman pd perkembangan masa bayi.Penyebab rasa cemas a. anak.

Gejala-gejala kecemasan ditandai pd 3 aspek : a. Peningkatan tekanan darah. denyut nadi meningkat. palpitasi. syock Respirasi. Aspek biologis/fisiologis. jantung berdebar. rasa tercekik. rasa tertekan pd dada. tekanan nadi menurun. napas cepat &dangkal. . Kardio vaskuler.

Gastro intestinal. reaksi kejutan. gatal-gatal. . muka pucat. tremor. kejang. Reflek meningkat. rasa terbakar pd muka. diare. rasa terbakar di epigastrium. mata berkedip-kedip.Kulit: perasaan panas atau dingin pd kulit. Neuromuskuler. insomnia. wajah tegang. gerakan lambat. nausea. berkeringat seluruh tubuh. . telapak tangan b’keringat. rasa tidak nyaman pd perut. Anoreksia.

b Aspek intelektual/kognitif. menarik diri. bicara cepat & tdk ada koordinasi. penarikan diri. ketidakmampuan berkonsentrasi. tdk bereaksi thdp rangsangan lingkungan. obyektifitas turun. tremor.. penurunan produktivitas. depresi. mudah tersinggung. Aspek emosional & perilaku. penurunan perhatian & keinginan. orientasi lbh ke masa lampau drpd masa kini/masa depan. mudah marah & apatisme. pelupa. kawatir yg b’lebihan. menghindar. gugup. . Gelisah. c. mudah menangis.

.

.

Rasa cemas berat 4. Rasa cemas sedang 3. Panik .Empat tingkatan cemas: 1. Rasa cemas ringan 2.

Rentang respon ansietas Respon adaptif respon maladaptif Adaptasi Ringan Sedang Berat Panik .

bd ketegangan dlm kehidupan sehari-hari & menyebabkan seseorang mjd waspada & meningkatkan lahan persepsinya.• Kecemasan ringan. motivasi meningkat laku sesuai situasi. iritabel. kesadaran tinggi. Manifestasi yg muncul : kelelahan. lapang persepsi meningkat. Kecemasan ringan dpt memotivasi belajar & menghasilkan pertumbuhan & kreatifitas. mampu utk belajar. • • • • • .

. namun dpt melakukan sesuatu yg terarah.Kecemasan sedang Memungkinkan seseorang utk memusatkan pd masalah yg penting & mengesampingkan yg lain shg seseorang mengalami perhatian yg selektif.

.

kecepatan denyut jantung & pernapasan meningkat • ketegangan otot meningkat • bicara cepat dg volume tinggi. kemampuan konsentrasi menurun. lahan persepsi menyempit. marah & menangis. .Manifestasi yg tjd : • kelelahan meningkat. tdk sabar.mudah lupa. perhatian selektif & terfokus pd rangsangan • mudah t’singgung. mampu utk belajar namun tdk optimal.

• Kecemasan berat Sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. tdk dpt berpikir ttg hal lain. . memusatkan pd sesuatu yg terinci & spesifik. memerlukan banyak pengarahan untuk dpt memusatkan pd suatu area yg lain.

Manifestasi klinis: • mengeluh pusing. tdk dpt tidur (insomnia). • sering kencing. diare. disorientasi. berfokus pd dirinya sendiri & keinginan utk menghilangkan kecemasan tinggi. perasaan tdk berdaya. sakit kepala. . nausea. bingung. • Palpitasi • lahan persepsi menyempit. tdk mau belajar scr efektif.

palpitasi. Manifestasi klinis : • susah bernapas. mengalami halusinasi . tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dg pengarahan.Panik Panik bd terperangah. • dilatasi pupil. pucat. menjerit. tdk dpt berespon thdp perintah yg sederhana. pembicaraan inkoheren. ketakutan & teror krn mengalami kehilangan kendali. diaphoresis. • berteriak.

. • Instrumen yg dpt digunakan untuk mengukur skala kecemasan (1) Perasaan cemas. takut akan pikiran sendiri. lesu. mudah terkejut.Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). firasat buruk. gelisah dan mudah terkejut. gemetar. ditandai dg : cemasan. (2) Ketegangan yg ditandai oleh : merasa tegang. mudah menangis. dan mudah tersinggung. tdk dpt istirahat tenang.

(4) Gangguan tidur ditandai oleh : sukar untk tidur.(3) Ketakutan ditandai oleh : Ketakutan pada gelap. daya ingat buruk. bangun dini hari. ketakutan pd binatang besar. sedih. perasaan berubah sepanjang hari. . (6) Perasaan depresi di tandai oleh : kehilangan minat. t’bangun malam hari. (5) Gangguan kecerdasan ditandai oleh: sukar konsentrasi. bangun dg lesu. mimpi-mimpi. takut pd kerumunan orang banyak. mimpi yg menakutkan. tidur tdk nyenyak. daya ingat menurun. mimpi buruk. takut pd keramaian lalu lintas. takut pd orang asing. kurangnya kesenangan pd hoby. Ketakutan ditinggal sendiri.

rasa lemah spt mau pingsan. gigi gemeretak. kaku. (8) Gejala sensorik ditandai oleh : tinitus/telinga berdenging. merasa lemah.(7) Gejala somatik ditandai oleh : nyeri pd otot. merasa nafas pendek/sesak. perasaan di tusuk2 (9) Gejala kardiovaskuler ditandai oleh : takikardia. sering menarik nafas panjang. kedutan otot. (10) Gejala pernafasan di tandai oleh : Rasa tertekan atau sempit didada. . perasaan tercekik. berdebar-debar. detak jantung hilang sekejap. penglihatan kabur. nyeri dada. denyut nadi mengeras. suara tdk stabil. muka merah & pucat.

tdk dpt menahan kencing. mual. g3 pencernaan. frigiditas. amenorrhoe. rasa panas di perut. perut trasa kembung atau penuh.(11) Gejala Gastrointestinal ditandai oleh : sulit menelan. & konstipasi (sukar BAB) (12) Gejala Urogenital ditandai oleh : sering kencing. BB menurun. haid beberapa kali dlm sebulan. muntah. defekasi lembek. ereksi melemah. ejakuasi prekok. ereksi hilang dan impoten. masa haid berkepanjangan. masa haid amat pendek. . nyeri lambung sebelum atau sesudah makan. amenorrhagia. perut melilit.

jari gemetar. bulu-bulu berdiri. pusing.(13) Gejala Otonom ditandai oleh : mulut kering. . nafas pendek dan cepat dan muka memerah. mengerutkan dahi atau kening. mudah berkeringat. ditandai oleh : gelisah. kepala terasa berat. muka tegang tonus otot meningkat. sakit kepala. (14) Perilaku sewaktu wawancara. muka merah kering. tidak tenang.

Skor 0 : tdk ada gejala sama sekali .Skor 3 : gejala berat .Skor 14 .41 = kecemasan berat .Skor 42 – 56 = kecemasan berat sekali .Skor 4 : gejala berat atau semua gejala ada • Penilaian hasil yaitu dg menjumlahkan nilai skor item 1 sampai dg 14 dg ketentuan sbb: .Skor 21 .Skor 1 : gejala ringan .Cara penilaian : .Skor 28 .Skor < 14 = tdk ada kecemasan .Skor 2 : gejala sedang .27 = kecemasan sedang .20 = kecemasan ringan .

.

.

Masalah Keperawatan Kemungkinan yg muncul : Resiko tinggi kekerasan Gangguan pola tidur Perubahan pola eliminasi Gangguan Nutrisi Koping individu tdk efektif Kecemasan sedang/berat/panik .

d panik Gg. Pola tidur b.d konflik perkawinan .Diagnosa Keperawatan • Kemungkinan Diagnosa Keperawatan yg bisa timbul Resiko tinggi kekerasan : mencederai diri sendiri/orang lain b.d prestasi belajar yg menurun Ansietas berat b.d ansietas sedang Ansietas sedang b.

Rencana Tx. karena pd dia tdk dpt mengendalikan dirinya Jk ansietas klien sudah menurun sampai tingkat sedang atau ringan : reedukatif atau berorientasi pd kognitif dg tujuan menolong klien dlm mengembangkan kemampuannya utk mentoleransi ansietas dg menggunakan mekanisme penyelesaian yg konstruktif . Keperawatan • Tujuannya : menurunkan tingkat kecemasan Prinsip tindakan : Pada klien dgn ansietas berat atau panik : melindungi klien dr bahaya fisik & memberikan rasa aman pada klien.

• Tindakan :  Menyadari  Mengenali perasaan diri sendiri  Mengendalikannya Tindakan diatas penting dan mrp prainteraksi bagi perawat karena : 1. Perasaan negatif perawat thd klien akan menghambat perkembangan hub. therapeutik . Ansietas pd diri perawat dapat menular ke klien shg tingkat ansietas klien akan meningkat 2.

shg dpt diatasi scr realistis Menyusun beberapa rencana utk memecahkan masalah Meluruskan pikiran & persepsi thdp masalah .Mekanisme Koping Cemas Pemecahan Masalah Meminta bantuan pd orang lain Mengungkapkan perasaan sesuai dg situasi yg ada Mencari lbh byk informasi yg terkait dg masalah yg dihadapi.

Metode pemecahan masalah STOP • S: source : mencari & mengidentifikasi sumber masalah • T: trial & error: mencoba berbagai rencana pemecahan masalah • O: others: minta bantuan pd org lain jk tdk mampu • P: pray & patient: berdoa & sabar .

Mekanisme pertahanan diri Ciri dr mekanisme pertahanan diri • Bersifat hanya sementara • Terjadi di luar kesadaran • Sering kali tdk berorientasi pd kenyataan .

Jenis defence mechanism • • • • • • Denial Proyeksi Represi Regresi Rasionalisasi Fantasi • • • • Displacement Undoing Kompensasi Sublimasi .

• • • • Denial : menghindar atau menolak Proyeksi : menyalahkan orang lain Represi : menekan ke alam tidak sadar Regresi : kemunduran dalam hal tingkah laku • Rasionalisasi : berusaha memberi alasan yg masuk akal • Fantasi : keinginan yg tidak terkabul dipuaskan dlm imajinasi .

• Displacement : memindahkan perasaan ke obyek atau orang lain • Undoing : tindakan yg bertujuan menghapuskan tindakan sebelumnya • Reaction formation : mengembangkan pola sikap tertentu tetapi berlawanan dg perasaan • Kompensasi : menutupi kekurangan dg meningkatkan kelebihan • Sublimasi : penyaluran rangsangan/nafsu yg tdk tercapai .

Intervensi keperawatan • Pada cemas ringan tdk ada intervensi khusus • Pd cemas sedang : dg mengembangkan mekanisme koping yg positif • Pd cemas berat & panik: melindungi klien dr bahaya fisik & memberikan rasa aman krn klien tdk dpt mengendalikan perilakunya Tujuan utama: mengembangkan kemampuan menoleransi ansietas dg mekanisme koping & strategi pemecahan masalah .

asal atau waktunya? Apakah perilaku klien mencerminkan penurunan tingkat ansietas ? Apakah klien mengenal ansietasnya sendiri dan mempunyai pandangan thp perasaan tersebut? .Evaluasi • Ajukan pertanyaan sbb : Sudahkah ancaman thd integritas fisik atau sistem diri klien berkurang dlm sifat. jumlah.

Sudahkah sumber koping klien dikaji dan dikerahkan secara adekuat? Sudahkah klien belajar strategi pemecahan masalah yg adaptif untuk mengurangi ansietas ? Sudahkah klien menggunakan respon koping yang adaptif ? Apakah klien menggunakan ansietas ringan untuk meningkatkan pertumbuhan atau perubahan personal ? .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->