Anda di halaman 1dari 2

Proses sterilisasi selanjutnya yaitu sterilisasi ruangan.

Semua bagian ruangan disemprotkan disinfektan dan ditunggu selama 15 menit hal ini bertujuan agar disinfektan menguap, dan diharapkan semua mikroorganisme yang terdapat dalam ruangan tersebut mati. Laminar Air Flow disterilkan dengan menyemprotkan alcohol 96% atau formalin 10% setiap akan digunakan. Sedangkan ruang semi steril disterilisasi dengan disapu dan dipel lantainya. Ruang kultur disterilisasi dengan menggunakan lampu UV. Ruang steril merupakan suatu keadaan ruang yang bebas dari semua bentuk kehidupan mikroba yang patogen maupun yang non-patogen termasuk sporanya. Ruang steril sangat penting dalam bidang kesehatan. Seperti pada ruang steril antara lain ruang bedah, ruang pascaoperasi termasuk dalam bidang industri farmasi, yang terkhusus pada sediaan steril contohnya injeksi. Ruang-ruang tersebut dibutuhkan pengujian sterilisasi yang baku. Mikroorganisme dapat hidup dimana-mana bukan hanya di ruang terbuka, ruang tertutup. Kehidupan mikroorganisme di ruang tertutup lebih mudah dikendalikan dibanding ruang terbuka. Jika suatu ruangan tertutup, kehidupan mikroorganisme dapat dikendalikan, maka ruangan tersebut dapat dikategorikan ruangan steril, sehingga perlu dilakukan pencegahan atau pengendalian dari kontaminasi mikroorganisme yang dapat mempengaruhi secara langsung proses industri farmasi atau produk yang dihasilkan dari industri farmasi. Setelah ruangan dan alat-alat serta bahan siap, maka dilakukan tahap selanjutnya yaitu pengujian ruangan dalam cawan petri yang berisi nutrien agar dengan menggunakan metode papar dan metode apus. Praktikan yang bekerja di ruang A dan B ini dicukupkan 2 orang saja supaya pencemaran yang terjadi tidak bertambah banyak. Pertama-tama praktikan yang akan bekerja diwajibkan menggunakan masker dan headcap hal ini bertujuan untuk meminimalisir pencemaran mikroba dari rambut dan mulut serta hidung yang tersebar melalui nafas. Selain itu tangan serta bagian-bagian lain yang akan digunakan disemprotkan alkohol 70% terlebih dahulu agar steril atau tidak ada mikroorganismenya. Setelah itu masuk keruang B, didalam ruang B praktikan yang bekerja diusahakan seminim mungkin berbicara agar cemaran bakteri tidak bertambah. LAF dinyalakan, dan ditunggu beberapa saat agar keadaan LAF stabil sehingga berfungsi dengan baik. Setelah itu Nutrient agar dituangkan kedalam masing-masing cawan petri sebanyak 20 ml di ruang LAF agar nutrien agar tidak tercemar. Kemudian 1 cawan petri dikeuarkan dari ruang LAF untuk dipaparkan diluar (pengujian bakteri pada ruang B) dipaparkan selama 15 menit. Begitupun 1 cawan yang terdapat pada ruang LAF.

Namun satu cawan lagi pengujiannya berbeda, yakni dengahn menggunakan metode apus, pertama-tama kapas dicelupkan pada aquadest yang telah disterilkan, kemudian agak ditiriskan, setelah itu kapas tersebut dioleskan pada dinding atau lantai LAF seluas 5x5 cm air yang bersisa dalam kapas yang telah digunakan untuk mengapus tersebut diperas kedalam nutrient agar kemudian ditutup dengan tutup cawan petri yang sebelumnya disemprot dengan alkohol agar tidak terdapat cemaran. Setelah itu ditunggu 15 menit agar agar mengeras. Setelah 15 menit dan agar mengeras, cawan perti yang dipaparkan ditutup yang sama seperti tadi, tutup cawan petri tersebut sebelumnya disemprotkan dengan alkohol 70%. Setelah itu cawan petri yang terdapat diruang B disemprot dengan alkohol bagian luarnya, dan dimasukan ke ruang LAF untuk dibungkus. Penyemprotan ini bertujuan agar mikroba yang terdapat pada ruang B tidak masuk ke ruang A (LAF). Setelah dibungkus, ketiga cawan petri tersebut diinkubasikan dalam inkubator selama 24 jam, dan hasilnya dihitung.

Anda mungkin juga menyukai