Anda di halaman 1dari 10

Modul Seri 2 : Teori Akuntansi

PENGERTIAN AKUNTANSI DAN PENDEKATAN (PENALARAN) PEMIKIRAN AKUNTANSI

Disusun Oleh : Drs. Bambang Mudjiono, Ak, MM

PROGRAM KULIAH SABTU MINGGU FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVESITAS MERCUBUANA JAKARTA 2009

Pengertian Teori Akuntansi


Apa yang dipelajari dalam mata kuliah akuntansi keuangan (pengantar, menengah dan lanjutan) dewasa ini sebagian besar merupakan praktik akuntansi yang berjalan di Amerika. Dapat dikatakn demikian karena sumber materi pengajaran sebagian besar masih didasarkan pada buku ajar dari Amerika. Dengan demikian yang di bahas dan diuraikan dalam mata kuliah tersebut banyak merefleksikan standar akuntansi yang berlaku di Amerika. Akuntansi keuangan tersebut membahas membahas bagaimana porosedur, metoda, dan teknik pencatatan transaksi keuangan dilakukan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang telah ditetapkan. Standar akuntansi memberi pedoman perlakuan akuntansi terhadap suatu kejadian. Pedoman tersebut terefleksi dalam pendefinisian, pengukuran, penilaian, pengakuan dan pengungkapan elemen-elemen atau pos-pos laporan keuangan. Bidang akuntansi yang menitikberatkan pada masalah bagaimana melaksanakan standar akuntansi sebenarnya masuk dalam bidang pengetahuan praktik. Akuntansi yang dipraktikan didalam suatu wilayah Negara sebenarnya tidak terjadi begitu saja secara alamiah tetapi dirancang dan dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan social tertentu. Praktik akuntansi dipengaruhi oleh factor lingkungan ( social, ekonomi, dan politis ) tempat akuntansi dijalankan. Praktik akuntansi disuatu Negara juga mengalami sejarah dan perkembangan yang unik sesuai dengan perkembangan ekonomi, social, dan politik Negara. Oleh karena itu, struktur dan praktik akuntansi akan berbeda antara Negara yang satu dan yang lainnya. Untuk dapat mengembangkan suatu struktur dan praktik akuntansi di suatu wilayah atau Negara tertentu (di Indonesia misalnya), belajar praktik akuntansi saja jelas tidak cukup. Di balik praktik akuntansi sebenarnya terdapat seperangkat gagasan-gagasan yang melandasi praktik tersebut berupas asumsi-asumsi dasar, konsep-konsep, penjelasan, deskripsi, dan penalaran yang keseluruhannya membentuk bidang pengetahuan teori akuntansi. Teori akuntansi menjelaskan mengapa praktik akuntansi berjalan seperi yang diamati sekarang. Praktik akuntansi yang nyatanya berjalan disuatu Negara belum tentu merefleksi pilihan terbaik

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Drs Bambang Mudjiono, Ak., MM TEORI AKUNTANSI

ditinjau secara konseptual dan ideal serta dari tujuan yang ingin dicapai. Teori akuntansi membahas perlakuan-perlakuan dan model-model alternative yang dapat menjadi jawaban atas masalah-masalah yang dihadapi dalam praktik.

Arti Penting Teori Akuntansi


Teori akuntansi merupakan bagian penting dari praktik. Pemahamannya oleh praktisi dan penyusun standar akan sangat mendorng pengembangan serta perbaikan menuju praktik yang sehat. Teori akuntansi menjadi landasan untuk memecahkan masalah-masalah akunansi secara beralasan atau bernalar yang secara etis dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Praktik akuntansi yang baik dan maju tidak akan dapat dicapai tanpa suatu teori baik yang melandasinya. Praktik dan profesi harus dikembangkan atas dasar penalaran (causes and reason ). Dari argument-argumen tersebut, dapat dikatakan bahwa teori merupakan unsur yang penting dalam mengembangkan dan memajukan praktik akuntansi. Selanjutnya, dikatakn bhwa teori merupakan obor yang menerangi prakti dengan prinsip-prinsip yang masuk akal.

Pengembangan Akuntansi
Seperangkat pengetahuan akuntansi dapat dipandang dari dua sisi pengertian yaitu sebagai pengetahuan profesi (keahlian) yang dipraktikan didunia nyata dan sekaligus sebagai suatu displin pengetahuan yang diajarkan di perguruan tinggi. Dari segi profesi, akuntansi sering dipandang semata-mata sebagia serangkaian prosedur, metoda, dan teknik tanpa memperhatikan teori dibalik prakti ktersebut. Akuntansi dipandang sebagai pelaksanaan dan penerapan standar untuk menyusun laporan keuangan. Dipihak lain, sebagai objek pengetahuan di perguruan tinggi, akademisi memandang akuntansi sebagai dua bidang kajian yaitu bidang praktik dan teori. Bidang praktik berkepentingan dengan masalah bagaimana praktik dijalankan sesuai dengan PABU. Bidang teori berkepentingan dengan penjelasan, deskripsi, dan argument yang dianggap melandasi praktik akuntansi yang semuanya dicakup dalam suatu pengetahuan yang disebut teori akuntansi. Teori akuntansi lebih memusatkan perhatian pada aspek mengapa (why to account the way it is or the way it should be). Misalnya, akademisi berkepentingan untuk menjelaskan mengapa

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Drs Bambang Mudjiono, Ak., MM TEORI AKUNTANSI

sekelompok perusahaan memilih metoda akuntansi tertentu sementara kelompok perusahaan yang lain memilih metoda alternative atau mengapa perusahaan seharusnya mengkapitalisai sewguna. Kebutuhan untuk menjelaskan (to explain) dan membenarkan (to justify) praktik dan fenomena akuntansi yang berjalan telah menumbuhkan berbagai gagasan akademik, teori, dan riset ilmiah dibidang akuntansi yang dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperbaiki praktik akuntansi.

Proses Pengajara n Akuntansi


Mengamati praktisi dan mengidentifikasi apa yang dipraktikan

Lulusan mempraktikan apa yang nyatanya dipraktikan

Mengkondifikasi apa yang dipraktikan sebagai pengetahuan

Mengajarkan apa yang nyatanya dipraktikan

Peran Riset Akuntansi


Kinney menggambarkan tiga aspek penting yang saling berkaitan yang melandasi perkembangan akuntansi yaitu : riset (research), pengajaran/pendidikan (teaching) dan praktik (practice) Praktik akuntansi akan mengalami perkembangan yang pesat dan meemuaskan apabila tejadi interaksiyang baik antara ketiga aspek di atas. Riset merupakan bagian penting dalam pengajaran akuntansi. Walaupun demikian, riset tersebut hendaknya diatrtikan secara luas tidak hanya mencakup penelitian empirirs (positif) tetapi juga meliputi penelitian analitis dalam bentuk artikel atau makalah akademik (normatif).

Pengertian Akuntansi
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Drs Bambang Mudjiono, Ak., MM TEORI AKUNTANSI

Teori akuntansi sangat erat kaitannya dengan akuntansi keuangan bahkan teori akuntansi dijumpai khususnya dala konteks akuntansi keuangan. Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada pengertian atau pendefinisian akuntansi sebagai suatu bidang pengertian. Artinya, kedudukan akuntansi dalam tatanan pengetahuan juga akan menentukan pengertian dan lingkup teori akuntansi. Perdebatan ditingkat akademik yang belum mencapai titik temu adalah jawaban atas pertanyaan apakah pengetahuan akuntansi dapat dikategorikan sebagai sains, seni atau teknologi. Status yang memudahkan pengmbangan pengetahuan akuntansi untuk pencapaian tujuan social dan ekonomi tertentu. Lagipula , kejelasan status akuntansi mempunyai implikasi terhadap arah studi dan praktik akuntansi. Akuntansi didefinisikan sebagai seperangkat pengetahuan karena wilayah materi dan kegiatan cukup luas dan dalam serta telah membentuk kesatuan pengetahuan yang terdokumentasi secara sistematis dalam bentuk literatur akuntansi. Kesatuan pengetahuan tersebut dapat diajarkan dan dipelajari untuk mendapatkan kompetensi yang menjadi basis atau persyaratan suatu profesi. Kesatuan pengetahuan akuntansi juga menantang secara intelektual sehingga pengetahuan tersebut menjadi bidang studi yang dapat diajarkan secara formal. Akuntansi sebagai kegiatan penyediaan jasa mengisyaratkan bahwa akuntansi yang akhirnya harus diterapkan untuk merancang dan menyediakan jasa berupa informasi keuangan harus bermanfaat untuk kepentingan social dan ekonomi Negara tempat akuntansi diterapkan. Karena karakteristik informasi yang dihasilkan akuntansi akan sangat bergantung pada lingkungan tempat akuntansi akan diterapkan, akuntansi sebagai seperangkat pengetahuan tentunya akan membahas berbagai konsep dan alternative serta implikasinya dalam berbagai kondisi lingkungan. Konsep yang dipilih dan diaplikasi dalam lingkungan tertentu akan menjadi suatu model akuntansi untuk mencapai tujuan social tertentu. Sebagai seperangkat pengetahuan akuntansi dapat didefinisikan sebagai : Seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan Negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik. Dalam arti sempit sebagai proses, fungsi, atau praktik akuntansi dapat didefinisikan sebagai : Proses pengidentifikasian, pengesahan, pengujuran, pengakuan, pengklasifikasian, penggabungan, peringkasan dan penyajian data keuangan dasar (bahan oleh akuntansi) yang terjadi dari kejadian-kejadian, transaksi-transaksi, atau kegiatan operasi suatu unit organisasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Drs Bambang Mudjiono, Ak., MM TEORI AKUNTANSI

dengan cara tertentu untuk menghasilakn informasi yang relevan bagi pihak yang berkepentingan.

Seni, Sains dan Teknologi


Pada awal perkembangannya akuntansi dapat dikatakan sebagai kerajinan (art) karena orang yang akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan akuntansi harus terjun langsung dalam dunia praktik dan mengerjakan magang pada praktisi. Dalam perkembangan selanjutnya pengethuan dan keterampilan akuntansi dapat diidentifikasikan dengan jelas sehingga membentuk seperangkat pengetahuan utuh yang dapat diajarkan melalui institusi pendidikan. Jadi, kalau akuntansi dikatakan seni maka yang dimaksud adalah cara menerapkannya bukan sifatnya sebagai seperangkat pengetahuan. Sebagai seperangkat pengetahuan akuntansi lebih dari sekedar seni. Kalau akuntansi bukan merupakan seni apakah akuntansi itu merupakan ilmu atau sains (science)? Untuk menjawab pertanyaan ini tentu saja harus dijawab dahulu apakah sains itu. Sangat sulit untuk mendefinisikan pengertian sains dengan tuntas dan memuaskan. Meskipun demikian sifat-sifat sains dapat didentifikasi untuk dijadikan criteria apakah seperangkat pengetahuan dapat dimasukkan sebagai sains. Menurut Sutriasumantri, ilmu merupakan suatu pengetahuan yang mencoba menjelaskan rahasia alam agar gejala alamiah tersebut tidak lagi menjadi misteri. Penjelasan ini akan memungkinkan kita untuk meramalkan apa yang akan terjadi. Dengan demikian penjelasan ini memungkinkan kita untuk mengontrol gejala tersebut. Untuk menjelaskan rahasia alam, ilmu menafsirkan realitas objek penjelajahan sebagiamana adanya yang terbatas pada segenap nilai yang bersifat praduga apakah nilai ini bersumber pada moral, ideology, atau kepercayaan. Atau dengan perkataan lain, secara metafisis ilmu harus bebas nilai. Pengertian diatas memberi isyarat bahwa ilmu adalah pengethuan yang berisi penjelasan tentang gejala alam atau social yang bebas dari pertimbangan nilai karena ilmu harus mendeskripsikan gejala tersebut seperti apa adanya. Jadi nilai moral, ideology, atau kepercayaan menjadi sesuatu yang berian (given). Arti bebas nilai disini adalah bahwa sains

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Drs Bambang Mudjiono, Ak., MM TEORI AKUNTANSI

tidak dibangun untuk mencapai tujuan erkonomik atau social tertentu sehingga sains tidak diarahkan untuk menghasilkan kebijakan (policy). Meskipun demikian, prediksi-prediksi yang dihasilkan oleh penjelasan tentang suatu fenomena dapat dijadikan dasar untuk mengendalikan gejala alam atau social yang diinginkan melalui kebijakan politik atau ekonomik. Selain syarat bebas nilai, criteria untuk menguji validitas pernyataan-pernyataan sebagai seperangkat pengetahuan agar pengetahuan tersebut dapat disebut sebagai sains. Kriteria tersebut adalah koherensi, korespondensi, keterujian, dan keuniversalan. Koherensi menuntut bahwa pernyataan-pernyataan diturunkan secara logis atau bernalar dari asumsi atau premis yang mendasarinya. Korespondensi menentukan apakah konklusi yang diturunkan dari teori yang melandasinya didukung oleh fakta empiris didunia nyata. Keterujian menghendaki terdapatnya metoda yang cukup meyakinkan untuk menguji teori. Keuniversalan atau kekohempresifan adalah criteria untuk menentukan apakah pernyataan-pernyataan mampu untuk mencakupi dan menjelaskan semua fakta yang berkaitan dengan fenomena yang dibahas. Proses evaluasi untuk menetukan apakah criteria tersebut dipenuhi disebut dengan proses validasi atau konfirmasi. Proses validasi ini juga melibatkan pertimbangan tersebut dikendalikan oleh metoda atau kaidah ilmiah (rules of science). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sains adalah salah satu cabang pengetahuan (seperangkat pengetahuan) yang bertujuan untuk mendapatkan kebenaran atau validitas penjelasan tentang suatu fenomena dengan menerapkan metoda ilmiah. Hasil akhir sains adalah penjelasan berupa kumpulan pernyataan-pernyataan beserta argument-argumen sebagai penjelasan yang telah tervalidasi yang secara keseluruhan membentuk teori. Teoti diajukan semata-mata untuk mendapatkan penjelasan yang valid tentang suatu fenomena dan bukan untuk mencapai tujuan social, ekonomik, atau politik tertentu atau untuk menjustifikasi suatu kebijakan atau untuk mempengaruhi perilaku. Karena sains harus bebas nilai, kebermanfaatan buklan menjadi pertimbangan utama sains. Sains tidak menghasilkan kebijakan atau preskripsi. Dengan pengertian diatas, seperangkat pengetahuan akuntansi sebagaimana kita pahami dewasa ini jelas tidak tetap jika diklasifikasikan sebagai sains. Tujuan akuntansi adalah menghasilkan atau menemukan prinsip-prinsip umum untuk menjustifikasi kebijakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Prinsip-prinsip umum tersebut dicari untuk menjadi dasar penetuan standar, metoda, atau teknik yang diharapkan bermanfaat untuk mempengaruhi atau memperbaiki praktik. Karena kebermanfaatan menjadi pertimbangan utama, akuntansi tidak

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Drs Bambang Mudjiono, Ak., MM TEORI AKUNTANSI

dapat bebas nilai Karena factor lingkungn harus diperhatikan. Pertimbangan dalam sains didukung oleh metoda ilmiah sementara pertimbangan akuntansi dibimibing oleh kebermanfaatan dalam mencapai tujuan ekonomi sehingga prinsip umum dalam akuntansi ( termasuk asumsi) tidak harus dapat diuji validitasnya atau bahkan tidak memerlukan pengujian validitas. Meskipun demikian, penurunan prinsip umum tersebut harus tetap memenuhi criteria koherensi. Artinya prinsip tersebut harus diturunkan secara logis atas dasar asumsi atau premis yang disepakati sebagai basis penalaran.

Akuntansi Sebagai Teknologi


Kalau akuntansi tidak dapat dikarakterisasi sebagai seni dan sains, lalu apakah status seperangkat pengetahuan akuntansi itu? Berkaitan dengan hal ini, sudibyo menegaskan bahwa seni dan sains bukan merupakan dua kutub yang kontinum. Kutub yang dimaksud adalah klasifikasi seperangkat pengetahuan dalam taksonomi atau pohon pengetahuan. Karena kedua kutub tersebut bukan suatu kontinum, tidak selayaknyalah akuntansi dipandang sebagai gabungan antara seni dan sains. Kutub atau kelas yang masih terbuka untuk mengkalasifikasikan status akuntansi adalah teknologi. Teknologi merupakan seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu(goods) yang bermanfaat dan pengetian teknologi tidak terbatas pada teknologi fisis (hard technology) tetapi juga teknologi lunak (soft technology). Teknologi merupakan sarana untuk memecahkan masalah nyata dalam lingkungan tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu, teknologi bermuatan budaya dan nilai tempat teknologi berkembang atau diterapkan. Sudibyo menegaskan bahwa dengan mengenali karakteristik akuntansi, seperangkat pengetahuan akuntansi sebenarnya lebih merupakan suatu teknologi (paling tidak teknologi lunak)dan oleh karenanya harus dikembangkan sesuai denga sifat teknologi tersebut agar lebih bermanfaat dan mempunyai pengaruh nyata dalam kehidupan social tertentu. Teknologi digunakan untuk mengendalikan variable-variabel alam dan social untuk mencapai kehidupan tertentu yang lebih baik. Selanjutnya ditegaskan bahwa pada kenyataannya akuntansi tidak mempunyai sifat-sifat sebagai sains. Karena akuntansi masuk dalam bidang pengetahuan teknologi, akuntansi dapat didefinisi sebagai rekayasa informasi dan pengendalian keuangan. Sebagai teknologi, akuntansi dapat memanfaatkan teori teori dan pengetahuan yang dikembangkan dalam disiplin ilmu yang lain untuk mencapai tujuan tertentu tanpa harus mengembangkan teori tersendiri.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Drs Bambang Mudjiono, Ak., MM TEORI AKUNTANSI

Perekayasaan Pelaporan Keuangan


Melekat dalam tiap teknologi adalah masalah penentuan car a yang terbaik untuk mengerjakan atau mencapai sesuatu. Proses untuk menetukan cara yang terbaik untuk mendapatkan produk (hasil) terbaik dalam penerapan suatu teknologi disebut perekayasaan (engineering). Perekayasaan adalah proses terencana dan sistematis yang melibatkan pemikiran, penalaran, dan perimbangan untuk memilih dan menentukan teori, pengetahuan yang tersedia ( available knowledge), konsep, metoda, teknik, serta pendekatan untuk menghasilkan suatu produk (kongkret atau konseptual). Perekayasaan akuntansi mengikuti proses yang sama baik pada tingkat makro (nasional) maupun pada tingkat mikro ( perusahaan). Yang dimaksud akuntansi dalam perekayasaan ini adalah akuntansi dalam arti luas yaitu sebagai suatu system pelaporan keuangan umum yang melibatkan kebijakan umum akuntansi (tentang struktur, mekanisme, pihak yang terlibat, dan standar pelaporan) dalam suatu wilayah Negara tertentu. Pelaporan keuangan adalah struktur dan proses tentang bagaimana informasi keuangan untuk semua unit usaha dan pemerintahan harus disediakan dan dilaporkan dalam suatu Negara untuk tujuan pengambilan keputusan ekonomik. Dalam perekayasaan pelaporan keuangan, akuntansi memanfaatkan pengetahuan dan sains dari berbagai disiplin ilmu. Tujuan akuntansi akan menjadi kekuatan pengarah dalam merekayasa akuntansi karena tujuan tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi kebermanfaatan dan keefektifan produk yang dihasilkan. Pada tingkat makro, produk perekayasaan akuntansi adalah semacam konstitusi yang disebut rerangka konseptual (conceptual framework).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Drs Bambang Mudjiono, Ak., MM TEORI AKUNTANSI

Struktur Rekayasa Akuntansi


Ilmu-Ilmu Murni Ekonomi Teori Sosiologi Psikologi Matematika Ilmu-Ilmu Terapan Manajemen Matematika Terapan Teknologi Komputer Ekonomi Terapan Teknologi Komunikasi Teknologi Pengukuran Lain-lain Nilai dan Tata Sosial Nilai-nilai sosial Tujuan-tujuan sosial Sistem politik Sistem Hukum Lain-lain

Rekayasa Akuntansi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Drs Bambang Mudjiono, Ak., MM TEORI AKUNTANSI