Anda di halaman 1dari 35

ADAPTASI FISIK KEHAMILAN NORMAL

Oleh : Ernawati S.Kep,Ns

Istilah
Gravida : perempuan yang hamil

Graviditas : kehamilan
Multigravida : perempuan yang hamil lebih dari 2

kali Multipara : perempuan yang telah menyelesaikan lebih dari 2 dan melahirkan bayi dalam tahap viabilitas janin Nulligravida : perempuan yang belum pernah hamil

Nullipara : perempuan yang belum

menyeslesaikan kehamilan dalam tahap janin dalam tahap viabilitas Paritas : jumlah kehamilan yang janinnya mencapai usia viabilitas, bukan jumlah janin yang lahir (mis : kembar). Apakah janin mati atau hidup

Primigravida : perempuan yang hamil pertama kali


Primipara : perempuan yang telah menyelesaikan

satu kehamilan dengan janin yang telah mencapai usia viabilitas Viabilitas : kapasitas yang dimiliki untuk hidup diluar uterus sekitar 2-2r minggu dengan berta janin l3bih dari 500 gr Postmatur : kehamilan yang lebih dari 42 minggu Prematur : krlahiran yang telah mencapai 20 minggu tetapi belum lengkap 32 minggu Matur/ aterm : kehamilan dengan usia 37-42 minngu

Adaptasi fisiologis
Dimulai sejak fertilitas sampai sepanjang

kehamilan Ibu kemungkinan tidak terbiasa dengan adaptasi sehingga perlu bantuan Tujuan pelayanan maternitas : memberi pemahaman kepada ibu bahwa kehamilan dalah normal dan aman secara fisik dan emosional sehingga hasil akhir kehamilan memuaskan ibu, bayi dan keluarga

Mengidentifikasi penyimpangan dari adaptasi

normal Membantu klien untuk memahami perubahan anaatomi fidiologi selama kehamilan Menenagkan kecemasan klien dan orang tua yang dikarenakan kurang pengetahuan Mengajarkan klien dan keluarga tentang tanda dan gejala yang perlu dlaporkan ke tenaga kesehatan

Tanda kehamilan
Subjektif :

amenore Morning sickness Sering BAK Kelelahan Breast tenderness Quikening dalam 16-20 hari Objektif : Suhu basal meningkat karena metabolisme meningkat cloasma gravidarum dan linea nigra pembesaran abdomen dan payudara strie hravidarum hiperpigmentasi reola Perubahan uterus dan vagina

Tanda mungkin dideteksi oleh pemeriksa :

perubahan uterus, pembesaran uterus, tanda chadwick, tanda goodell, tanda hegar, ballotement, uterus membulat, kontaksi bactonhicks, test kehamilan positif
Tanda pasti :

Ada DJJ Teraba gerakan janin Terlihat gambarab janin dengan USG

Pertumbuhan trimester I karena pengaruh

estrogen dan progesteron Pembesaran uterus karen peningkatan vaskularisasi, dilatsi pembuluh darah, hiperplasia dan hipertropi , pertumbuhan desidua Uterus membesar tidak kearah impantasi Minggu ke 7 sebesar telur ayam, minggu ke 10 sebesar jeruk Pada akhir kehamilan kapsitasnta 500-1000 kali sebelum hamil

Pada konsepsi seperti buah pir terbalik, pada

trimester ke II bentuknya globular, jika janin memanjang maka bentuk uterus lebih besar, ovoid, keluar dari rongga panggul ke abdomen Pembesaran uterus diukur demha tinggi fundus uteri. TFU menurun 2 minggu pada kehamilan primi.

Kontraksi braktonhick : kkontraksi yang timbul

sewaktu-waktu, tidak nyeri, sporadis, tidak ada efek terhadap pelebran uterus. Jika tterjadi pada TM III lebih ritmis maka akan nyeri = false labor

SERVIKS
Sangat lembut, sianosis, proliferasi ke kelanjar

servikal Pelembutan pada 6-8 minggu =tanda Gooodell Warna kebiruan pada serviks,gina dan pulda = tanda chadwiks Dikanal serviks terdapat sumbatan mukus segera setelah konsepsi, sesaat sbelum persalinan = bloody show

Ovarium
Memproduksi HcG untuk mempertahankan

corpus luteum Corpus luteum memproduksi erstrogen dan progesteron sampai plasenta terbentuk dan berfungsi

Vagina dan perineum


Penigkatan vaskularisasi dan hiperemi sehingga

jaringan melembut Mukosa vagina melebar Leukhorea yaitu keluaran putih dan keabuan, agak bau akibat stimulasi servik oleh estrogen dan progenteron pH lebih asam akibat peningkatan asam laktat pada epietium oleh estrogen sehingga rentan thd infeksi

Payudara
Pada awal kehamilan tersa penuh, sensitifitas

berkurang, rasa geli dan berat karena estrogen dan progesteron Putting dan areola hiperpigmentasi Hipertropi kelenjar sebsea Hipervaskularisasi dikulit dapat terlihat Laktasi distimuli oleh meningkatnya estogen shg menjadi kolosrum

Perubahan metabolik
Penigkatan BB

Akibat pembesara payudara, uterus dan isinya, volume darah, cairan ekstravaskuler dan ekstrasluler. rata2 kenikannya 12,5 kg Metabolisme air retensi air Aterm :3,5 L air pd janin, plasenta dan ketuban 3L pada volem darah matermal, uterus dan payudara = 6.5 L

Keseimbangan Asam basa


Peningkatan ventilasi sehingga terjadi alkalosis

respiratorikarena penurunan pCO2 darah (27-32 mmHg) Plasma bikarbonat agak menurun (18-31mEq/L) shg terjadi peningkatan pH darah minimal/lebih basa pO2 meningkat (104-108 mmHg)

Sistem Muskuloskeletal
Progesteron dan relaksin untuk relaksai ligamen

otot sehingga meningkatkan kapasitas pelvil Simpisis pubis melemas Perubahan status gravitasi : lordosis Ekstremitas baeah : nyeri, kebas, kelelahan Peregangan dinding abdomen :pemisahan distasis rektus abdomunalis stlh melahirkan

Kardiovaskuler dan hematologi


Denyeu jantung meningat 10-15 kali/mnt Apek jantumg lebih ke laeral krn efusiperikardial yang

tdk berbahaya Tekanan darah: Dipengaruhi oleh usia, tingkat aktivitas dan masalah kesehatan faktor lain: kecemasan,posisi maternal setiap kunjungan : dipasang dan diukur pada posisi yang sama TM I tetep sama spt sblm hamil, TM II agak naik, TM III menurun kembali menghitung mean atrial presusre : normalnya 86.4 7.5 mmHg MAP :sistole + 2x diatolik/3 MAP pad ibu hamil sedikit naik.

Volume dan komposisi darah


Meningkatkan 1500 ml (40-50%) sebelum hamil

Mekanisme proteksif meningkatkan tekanan


darah : 1000 ml plasma + 450ml sel darah merah Fungsi hipervolemia : Untuk memenuhi kebutuhan pembesaran uterus dengan hipertropi vaskuler Melindung ibu dan janin dari melawan efek merusak gangguan venous return pada posisi terlentang dan bangun Melindungi ibu melawan gangguan kehilangan darah sewaktu persalinan

Penurunan Hb dan Ht akibat meningkatnya

plasma melebihi produksi SDM (hemodelusi anemia) Fisiologis, anemia jika Hb 10 gr/dl, Ht 35% SDM meningkat selama trimester 2, 3 Granulosit Ig A, Ig G dan Ig M menurun (hemodelusi dan penekanan sistem imun)

Curah jantung
Meningkat 30 -50%sebagai respon terhadap

peningkatan kebutuhan Oksigen Pada usia 40 minggu menurun 20%, pada akhir usia kehamilan bisa meningkat jika ibu dalam posisi miring

Sirkulasi dan waktu koagulasi


Waktu koagulasi agak emmanjang pada minggu

ke 32, akhir kehamilan kembali normal Kecenderunngan koagulasi dikarenakan meningkatnya berbagai faktor pembekuan darah Fungsi protektif : menurunkan perdarahan

Sistem pernapasan
Struktur ventilasi beradaptasi katrean kebutuhan fetal dan

maternal Kebutuhan O2 meningkat karena respon peningkatan metabolik rate, penigkatan masa peyudara, uterus, kebutuhan janin dan untuk pengrluaran CO2 Diafragma bergeser 4 cm (pernapasan dada menggantikan pernapasan abdomen) Meningkatnya estrogen akan mengakibatkan : Relaksasi ligamen tulang rusuk shg peningkatan ekspansi dada Meningkatnya vaskularisasi disaluran napas bagian atas : Kapiler membesar, edema dan hiperemi di bagian hidung, fring, laring, trakhea dan bronkhi (hidung tersumbat, mimisan, suara berubah, bisa infeksi) Gangguan membran thimpani, tuba eustachius (gangguan pendengaran)

Fungsi paru
Bumil bernapas lebih dalam (tidal volume

meningkatkan 30-40%) Frekuensi pernapsan tidak berubah atau sedikit meningkat (2x/mnt) Kapasitas total paru agak menurun (meningkatnya disfragma perubahan dinding dada) Estrogen dan progesteron akan meningkatkan sensitifitas pusat pernapasan thd CO1 (hiperventilasi dan dispneu) Fumgsi pernapasan tidak tertanggu tetapi jika ada penyakit dan dapat menimbulkan keseriusan

BMR
Meningkat setelah 4 bulan usia kehamilan

Meningkat 15-20% pada aterm


Normal kembali dalam 5-6 hari post partum Meningkatnya kebutuhan O2

Sistem perkemihan
Fungsi ginjal : mempertahankan keseimbangan

elektrolit dana asam basa, mengatur volume ekstra seluler, mengeluarkan produk sampah dan menyimpan zat gizi Perubahan anatomis akibat peningkatan estrogen dan progesteron, tekanan pembesaran uterus dan peningkatan volume darah Karena perubahan ini, volume urin tertahan di pelvik dan ureter, aliran melambat, urin statis. Maka konsekwensinya : Stagnasi urin untuk pertumbuhan bakteri , urin masih mengandung nutrien (glukosa) urin alkaki dan bisa mengakibatkan infeksi

Iritabilitas kandung kemih, nocturis, sering BAK

Sering BAK akibat sesnsitifitas, kompresi

kandung kemih Kapsitas kandung kemih meningkatnya sampai 1500 ml


Perubahan Fungsi : GFR menuingkat 30-50% Renal plasma flow (RPF) meningkat 30 % Perubahan terjadi akibat hormon, posur bumil,

akibat fisik dan asupan nutrisi.

Sasitem integumen
Akibat kesiembangan hormon dan peregangan

mekanisme shg ketebalan kulit dan lemak subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku, meningkatnya aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea, meningkat aktivitas sirkulasi dan vasomotor Aktifitas anterior pituitary hormon melanotropin shg menyebabkan hiperpigmentasi Kulit gelap di putting, aksila dan vulva Kloasma : melasma facial (50-70 dari bumil) pada pipi, hidung dan kening Linea nigra 9sbelumnya disebut linea alba) : garis pigmantasi dari simpisis pubis ke puncak fundus uterus di midline

Strie gravidarum : strech mark di bagian bawah

abdomen Palmar erytema : telapak tangan lebih merah Merasa lebih panas ; progesteron dan vasodilatasi

Sistem persyarafan
Gejala Neurologi akibat kehamilan : - Perubahan sensori kaki shg menyeabkan -

kompresi saraf pelvik atau statis vaskular Nyeri : dorsolumbar lordosis oleh karena traksi/kompresi pada akar syaraf Carpal tunner syndrome (akhir semester) : parathesia (senasai abnormal spt terbakar dan geli), nyeri ditangan , menjalar ke siku shg menyebabkan edema yang menekan saeaf median dibawah ligamen corpus pegelangan tangan Sakit kepala, gangguan penglihatam, sinusitis migrain Kram otot, tatani menyebabkan hipokalsemia

Sistem Gastrointestinal
Adaptasi mekanis Pembesaran uterus menyebakan usus dan gaster tertekan

shg bergeser dan tekanan vena meningkat Pengaruh hormon menyebabkan tonus dan motilitas usus menurun pengososngan gaster lebih lama : Absorpsi cairan di kolon meningkat mengakibatkan resiko konstipasi Meningkatnya estrogen mengakibatkan turunnya sekresi gaster (HCL dan ppepsin) Gangguan makan yang tidak jelas penyebabnya Meningkatnya produksi saliva menyebabkan resiko karies gigi Ketidaknyamanan abdomen, pelvik, tekanan ligemnetum, kembung, kram usus, kontraksi uterus

Sistem endokrin
-

Estrigen meningkat menyebabkan : Pertumbuhan uterus Hipertropi muskulus Proloferasi endometrium Pertumbuhan mamae Pembesaran genelia eksterna Turunnya sekresi gaster Meningkatnya pigemntasi Retensi cairan dan sodium Perubhan psikologis HCG yg yang diproduksi hari ke 8 konsepsi dan puncaknya pada 60-90 hari konsepsi shg menyebabkan fungsi corpus luteum bertahan dan regulasi fungsi steroid pada janin

Pen produksi Asi peningkatan progesteron menyebabkan : - Perkembangan sel desidua di endometrium - Turunnya kontraktilitas uterus - kresi pada alveolus payudara dan menybakan -

produksi ASI Hipolatamus menyebabkan menurunnya supresi FSH dan LH Penumpukan lemak Stimulasi pusat pernapasan Natriuresis Menurunnya motilitas gaster Turunya tonus kandung kemih dan ureter

HPL yang diproduksi plasenta pada 6 minggu

berefek : Prolaktin dihasilkan oleh pituitary janin pada usia 8 minggu akan membuat ASI Oksitosin dikeluarkan hipotalamus mengakibatkan kontraksi uterus , reflek fergusen : keluarnya oksitosin karena distensi servik dan vaginna