Anda di halaman 1dari 39

SISTEM KARDIOVASKULER & LIMFATIK

Mirsal Picasso

Anatomi & Histologi

JANTUNG

EMBRIOLOGI

The heart develops from mesoderm. The endotelial tubes develop into the four-chambered heart and great vessels of the heart.

ANATOMI

Lokasi Jantung

Di dalam Pericardium di rongga mediastinum dalam rongga Thorak Tepat di belakang tulang dada ( sternum ) Kurang lebih 2/3 bagian terletak di sebelah kiri dari garis tengah

Lokasi Jantung

Fungsi dan Ukuran

Fungsi : sebagai pompa ganda agar terjadi aliran dalam pembuluh darah yang disebabkan adanya pergantian antara kontraksi ( sistolik ) dan relaksasi ( diastolik ) Ukuran : 250 350 gram ( kira-kira sebesar kepalan tangan )

Fibrous Skeleton
Kerangka jantung yang terdiri dari jaringan kolagen yang tebal dan kuat

Penunjang fisik jantung Pegangan katup Mencegah kelebihan regangan otot jantung Electrical insulation

Anatomy of the Heart

Pericardium : Outer fibrous sack Myocardium : Thick muscle walls Endocardium : Innermost surface Endothelium Simple squamous epithelium

Perikardium

Perikardium Fibrosa Lapisan paling luar rongga Pericardium Menjaga kedudukan jantung di rongga mediastinum

Perikardium Serosa Lapisan parietalis Lapisan bagian dalam dari rongga pericardial

Lapisan visceralis / epicardium

Rongga Perikardium Cairan pericardium Mengurangi gesekan saat jantung bergerak

Perikardium

Anatomy of the Heart

Heart chambers :

Left & right atria Left & right ventricles Atrioventricular valves : Right : Tricuspid Left : Bicuspid/Mitral Semilunar valves Right : Pulmonary valve Left : Aortic valve

Heart valves :

ATRIUM

Dinding tipis ada mm.pectinati Bentuk seperti auricula Antara atrium dextrum & sinistrum terdapat septum interatrialis yang mempunyai cekungan: fossa ovalis

Atrium dextrum: muara dari: v.cava superior & inferior, sinus coronarius Ada valva tricuspidalis Atrium sinsitrum: muara: vv.pulmonales dextra & sinistra Ada valva bicuspidalis / mitralis

Anatomy of the Heart


Coronary circulation

Aorta Coronary arteries Arterioles Capillaries Venules Coronary sinus Right atrium

Vaskularisasi Jantung

Arteri koronaria kanan ventrikel kanan & bgn. posterior ventrikel kiri Arteri koronaria kiri bgn. anterior & lateral ventrikel kiri

Tipe-tipe sel Otot Jantung

Autoritmik

autoritmik mampu berdepolarisasi spontan produce pacemaker potentials menyalurkan aksi potensial ( impulses ) melewati myocardium tidak berkontraksi

Kontraktil

Potensial aksi menimbulkan kontraksi Aliran darah ditimbulkan oleh pergantian dari kontraksi ( SISTOLIK ) dan Relaksasi ( DIASTOLIK )

Intrinsic Conducting System

Sinoatrial node

Electrical pace maker


Receives impulses originating from SA node Electrical link between atria and ventricles Distribute impulses to ventricles

Atrioventricular node

Bundle of His

Purkinje fibres

Conduction System

SA Node Internodal branch AV Node Hiss Bundle Purkinje Fiber Contraction

Cardiac Muscle Tissue

DINDING SISTEM KARDIOVASKULAR

STRUKTUR UMUM (KECUALI KAPILER)

DINDING BERLAPIS 3

TUNICA INTIMA: DILAPISI OLEH SELAPIS SEL ENDOTEL TUNICA MEDIA TUNICA ADVENTITIA

ARTERI

MAKIN MENJAUHI JANTUNG DIAMETER MAKIN MENGECIL MAKIN MENDEKATI JANTUNG DIAMETER MAKIN MEMBESAR DILENGKAPI VALVULA KATUP SEBAGAI LIPATAN DINDING LAPIS TERDALAM PADA JANTUNG DAN VENA

VENA

VALVULA

JANTUNG

DINDING JANTUNG

LAPISAN ENDOCARDIUM

SEL ENDOTEL:

POLIGONAL GEPENG BERLANJUT DENGAN ENDOTEL PEMBULUH DARAH LAPISAN JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS: FIBROBLAS, SERAT KOLAGEN DAN SEDIKIT SERAT ELATIS LAPISAN JARINGAN PENGIKAT PADAT TEBAL: LEBIH BANYAK SERAT ELASTIS, DAN SEDIKIT BERKAS OTOT POLOS JARINGAN PENGIKAT LONGGAR MENGANDUNG PEMBULUH DARAH, SARAF DAN SISTEM KONDUKSI JANTUNG MENGIKAT ENDOKARDIUM DENGAN MIOKARDIUM

LAPISAN SUBENDOTEL

LAPISAN SUB-ENDORKARDIAL

LAPISAN ENDOCARDIUM

MYOCARDIUM

UMUM:

LAPISAN PALING TEBAL: OTOT-OTOT JANTUNG


SEL KONTRAKTIL (UTAMA) SEL BERFUNGSI KONDUKSI

ANYAMAN SERABUT ELASTIS DI ANTARA SEL-SEL OTOT JANTUNG

DINDING ATRIUM

TERDAPAT ANYAMAN SERABUT ELASTIS ANTARA BERKAS OTOT JANTUNG


LEBIH TEBAL DARIPADA DINDING ATRIUM SEDIKIT SERABUT ELASTIS TRABECULAE CARNEAE : TONJOLAN-TONJOLAN BERKAS OTOT JANTUNG KE DALAM RONGGA

DINDING VENTRICULUS

LAPISAN MYOCARDIUM DINDING JANTUNG

MYOCARDIUM

MYOCARDIUM

MYOCARDIUM

PERICARDIUM

PEMBUNGKUS SEROSA BERBENTUK KANTONG PERMUKAAN BEBAS DILAPISI OLEH MESOTEL BERISI CAIRAN 2 LAPISAN:

LAMINA PARIETALIS

LAPISAN TIPIS JARINGAN PENGIKAT: SERABUT ELASTIS, SERABUT KOLAGEN, FIBROBLAS, SEL MAKROFAG DAN SELAPIS SEL-SEL MESOTEL MENEMPEL PADA MYOCARDIUM PERMUKAN BEBAS DITUTUPI OLEH SELAPIS SEL-SEL MESOTEL DI BAWAH MESOTEL: JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS MENGANDUNG SERABUT ELASTIS, PEMBULUH DARAH (CABANG PEMB. DARAH JANTUNG), SER. SARAF

LAMINA VISCERALIS (EPICARDIUM)


LAPISAN PERICARDIUM

EPICARDIUM MESOTHELIUM

SISTEM LIMFATIK

HUBUNGAN TIMBAL BALIK SISTEM LIMFATIK DAN SISTEM KARDIOVASKULER

SISTEM LIMFATIK SISTEM KARDIO-VASKULER

DUCTUS THORACICUS ET DUCTUS LYMPHATICUS DEXTER BERMUARA DALAM VENA BESAR SEBAGAI BAGIAN SISTEM PEMBULUH DARAH

SISTEM KARDIOVASKULER SISTEM LIMFATIK

CAIRAN LIMFE DENGAN LIMFOSIT DALAM VENULA POSTCAPILER DALAM SETIAP NODUS LYMPHATICUS SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM PEMBULUH DARAH, MASUK SISTEM LIMFATIK, YANG PADA AKHIRNYA DITAMPUNG DALAM KEDUA SALURAN LIMFE BESAR

SISTEM LIMFATIK
KAPILER LIMFE BUNTU KAPILER LIMFE BUNTU

(vasa aferentia) NODUS LYMPHATICUS

(vasa aferentia) NODUS LYMPHATICUS

Vasa eferentia

PEMBULUH LIMFE BESAR

DUCTUS THORACICUS ET DUCTUS LYMPHATICUS DEXTER

PEMBULUH DARAH VENA

JANTUNG

ALIRAN CAIRAN LIMFE

CAIRAN LIMFE (CAIRAN JARINGAN)


PLASMA LIMFOSIT DIMULAI DENGAN KAPILER LIMFE BUNTU MENAMPUNG DARI CAIRAN JARINGAN MENAMPUNG KAPILER PADA PERMUKAAN CEMBUNG MENAMPUNG DARI VASA EFERENTIA N. LYMPHATICUS DIAMETER PEMBULUH LIMFE SEMAKIN BESAR DUCTUS THORACICUS V. SUBCLAVIA SINISTRA DUCTUS LYMPHATICUS DEXTER V. SUBCLAVIA DEXTRA
36

PEMBULUH LIMFE

NODUS LYMPHATICUS

PEMBULUH LIMFE LEBIH BESAR

PEMBULUH LIMFE BESAR MENUJU KE JANTUNG


Aliran Cairan Limfe

DINDING VASA LYMPHATICA

VALVULA

VENULA

Thank You