Anda di halaman 1dari 1

Stenosis dengan penyumbatan efektif dari suatu bronkus lobar mengakibatkan atelektasis (atau kolaps) dari suatu lobus,

dan radiograf akan bayangan yangt homogen dengan tanda pengempisan lobus. (2) II. ETIOLOGI Atelektasis, tidak sempurnanya pengembangan atau kolaps jaringan pembawaudara bukannya tidak lazim tejadi pada bayi dan anak. Kolaps diakibatkan oleh obstruksi total masukan udara ke dalam kantong alveolus yang biasanya menetap cukup lama untuk memungkinkan absorpsi udara alveolus ke dalam darah. Pada umumnya, penyebabnya dapat dibagi menjadi 5 kelompok: atelektasis kongenital, penyakit membran hialin, tekanan eksterna secara langsung pada prenkim paru atau bronkus atau bronkiolus; obstruksi intrabronkus atau intrabronkiolus; dan setiap faktor yang menyebabkan penurunan terus-menerus gerakan pernapasan atau karena paralisis pernapasan. (3) 1. Atelektasis Kongenital, bayi lahir tanpa memiliki kemampuan untuk menunjukkan suatu

mengembangkan satu ataupun kedua parunya. Keadaan ini dapat terjadi terutama pada bayi prematur, karena pertumbuhan dan perkembangan mereka tidak sempurna, dan biasanya memerlukan untuk membantu paru-paru membangun surfaktan, sementara paru-paru dikembangkan dengan bantuan ventilator, yang membantu bayi bernapas. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kondisi genetik yang menyebabkan produksi surfaktan berkurang. (4) 2. Respiratory Distress Syndrome (RDS) disebut juga Hyalin Membrane Disease (HMD) didapatkan pada 10% bayi premtur, yang disebabkan defisiensi durfaktan pada bayi yang lahir dengan massa gestasi kurang. Surfaktan biasanya didapatkan pada paru yang matur. Fungsi surfaktan untuk menjaga agar kantong alveoli tetap berkembang dan berisi udara, sehingga pada bayi prematur dimana surfaktan masih belum berkembang menyebabkan daya berkembang paru kurang dan bayi akan mengalami sesak napas. Kekurangan surfaktan mengakibatkan kolaps pada alveolus sehingga paru-paru menjadi kaku. (5) 3. Tekanan Eksterna. Faktor-faktor eksterna dapat bekerja dengan adanya gangguan langsung pada ekspansi paru (misalnya efusi pleura, penumotoraks, tumor intratoraks, hernia diafragmatika) atau dengan adanya