Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

MOTIVASI BELAJAR
LOGO UNS OLEH : 1. 2. 3. 4. 5. 6. RANI LEIASIH SUSANA ANGGRAHENI WAHYU SETYAWAN EMI ROFIAH ERMAWATI LUKI AGUSTIANTO (K2308051) (K2308056) (K2308059) (K2308084) (K2308086) (K2308099)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009

BAB I

PENDAHULUAN
Motivasi, sebenarnya bukan merupakan hal yang asing dalam dunia pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari karena istilah ini sering digunakan orang. Akan tetapi, makna dan arti secara lengkapnya masih sering dikacaukan dengan istilah-istilah lain yang hampir mirip baik cara mengucapkan maupun ejaannya, misalnya motif yang terdapat dalam istilah di bidang seni/design, atau istilah motion yang berarti gerak di bidang kajian visual. Secara sederhana, motif dapat diartikan sebagai alasan atau dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berbuat dan bersikap tertentu. Sedangkan motivasi sendiri dapat dikatakan sebagai tenaga atau faktor yang terdapat dalam diri seseorang yang menimbulkan, mengarahkan, dan mengorganisasikan tingkah lakunya.

BAB II

PEMBAHASAN
1. Jenis Motivasi Dilihat dari jenisnya, secara umum motivasi dibedakan menjadi motif primer dan motif sekunder. a. Motif primer Motif primer atau motif biogenetis merupakan motif-motif uyang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organism demi kelanjutan atau untuk mempetahankan kehidupannya secara biologis. Motif ini bersifat universal, artinya tidak terikat pada umur, jenis kelamin, ras, agama dan lain-lain. Motif ini juga tidak terikat pada lingkungan kebudayaan tempat orang hidup dan berkembang, maka motif ini sifatnya asli dan berkembang dengan sendirinya. Semua orang mempunyai motif ini yang sama jenisnya, tetapi setiap manusia mempunyai reaksi yang berbeda-beda dalam menanggapi motifmotif jenis ini. Perbedaan reaksi tersebut dapat disebabkan oleh pendidikan maupun lingkungan kebudayaan.Yang termasuk dalam jenis motif ini adalah motif-motif yang berasal dari kebutuhan organism makhluk hidup dan yang bertujuan untuk pemuasan kebutuhan organisme, contohnya motif lapar, haus, dan istirahat. b. Motif sekunder Motif sekunder atau motif sosiogenetis berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang berada dan berkembang. Oleh karena itu, motif ini termasuk jenis motif sekunder. Motif jenis ini timbul sebagai akibat dari interaksi social dengan orang atau hasil kebudayaan. Dengan kata lain, motif sosiogenetis bergantung pada hubungan manusia dengan lingkungannya yang mengakibatkan motif ini menjadi bervariasi. Jika ditelusuri, motif sosiogenetis ini seringkali juga bersumber pada motif biogenetis sehingga motif sosiogenetis ini mempunyai hubungan meskipun secara tidak langsung dengan motif biogenetis. Secara garis besar, motis sosiogenetis dapat dibagi menjadi dua, yaitu motif darurat dan motif objektif. Motif Darurat Motif darurat timbul karena keadaan lingkungan sangat mendorong individu untuk mengambil tindakan darurat yang diperlukan. Yang dapat digolongkan dalam motif darurat antara lain : 1. Motif untuk melepaskan diri dari bahaya 2. Motif untuk melawan

3. Motif untuk mengatasi rintangan 4. Motif mengejar Motif Objektif Motif objektif adalah motif untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan tanpa terbatas pada keadaan darurat. Yang dapat digolongkan dalam motif objektif ini antara lain : a. Motif Eksplorasi Motif eksplorasi adalah motif untuk memeriksa dan menyelidiki. Motif ini seringkali disebut juga motif untuk mengetahui, dan dimiliki baik oleh manusia maupun binatang. b. Motif manipulasi Sebenarnya motif manipulasi ini dapat dimasukkan ke dalam motif eksplorasi, karena kegiatan manipulasi seringkali juga bertujuan bereksplorasi. Manipulasi sendiri artinya berbuat atau mengerjakan sesuatu terhadap sesuatu objek, terutama berbuat atau mengerjakan dengan tangan. 2. Sifat Motivasi Dilihat dari sifatnya, motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Pembedaan ini juga didasarkan pada datangnya motivasi seseorang. a. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah tindakan yang digerakkan oleh sesuatu sebab yang dating dari dalam diri individu atau motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar karena dari dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. b. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena ada perangsang dari luar. Motif ini diberikan jika motif dari dalam diri pribadi individu dirasa kurang, misalnya motivasi belajar siswa yang sedang turun maka perlu adanya pemberian motivasi oleh guru maupun orang-orang di sekitarnya sehingga membangkitkan kembali motivasi belajar pada diri siswa tersebut. 3. Motivasi dalam Belajar Motivasi dapat timbul dari dalam diri individu yang bersangkutan maupun dari orang lain. Motivasi itu tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh beberapa unsur, seperti : a. Cita-cita/aspirasi siswa

b.

c.

d.

e.

f.

Cita-cita yang telah tertanam pada diri siswa merupakan motivasi yang bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu menanamkan cita-cita anak didik sejak dini. Kemampuan Siswa Kemampuan merupakan pembawaan yang berhubungan dengan kecakapan seseorang dalam memecahkan persoalan dimana pembawaan ini biasa disebut kemampuan umum/intelegency/kecerdasan. Biasanya, semakin tinggi kecerdasan seseorang, maka motivasi belajarnya akan semakin tinggi pula. Hal ini berhubungan dengan tingginya rasa ingin tahu orang tersebut. Kondisi Siswa Kondisi ini meliputi kondisi psikis(perhatian, minat, perasaan, ingatan) dan kondisi fisik(keadaan tubuh dan panca indra). Bila kondisi ini dalam keadaan normal, maka motivasi belajar juga dalam keadaan baik dan cenderung meningkat. Kondisi Lingkungan Siswa Tersedianya fasilitas belajar, lingkungan fisik, dan lingkungan psikis memiliki pengaruh yang besar terhadap usaha peningkatan motivasi belajar. Unsur-unsur Dinamis Belajar Unsur-unsur ini meliputi motivasi, materi, alat bantu, suasana dan pengembangan belajar, serta kondisi subjek yang belajar. Upaya Guru dalam Membelajarkan Siswa Dalam suatu proses belajar mengajar, guru merupakan faktor penggerak. Dengan demikian guru hendaknya berpegang pada hal-hal yang bersifat bijaksana agar proses belajar mengajar dapat berlangsung kondusif dan optimal.

4. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar a. Mengoptimalkan Penerapan Prinsip-prinsip Belajar Prinsip-prinsip belajar disini berkaitan dengan teori/aliran psikologi tentang belajar, antara lain aliran Behavioristik, Kognitif dan Humanistik. Seorang pendidik harus mampu mengkaji prinsip-prinsip belajar pada teori tersebut dan melakukan penyesuaian penggunaannya dalam proses belajar mengajar demi terciptanya motivasi belajar pada siswa pada berbagai kondisi. b. Mengoptimalkan Unsur-unsur Dinamis Belajar Seorang pendidik diharapkan mampu menumbuhkan motivasi para peserta didik, menyampaikan materi pelajaran dengan alat bantu yang tersedia,

menjalin kerjasama dengan peserta didik agar tercipta kondisi belajar yan kondusif, serta memantau dan mengoptimalkan kondisi peserta didik. c. Mengoptimalkan Pemanfaatan Pengalaman Kondisi ini didasarkan pada kompetensi pendidik yang diutamakan pada pengalaman mengajar sehingga pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan selama kegiatan belajar mengajar dimana terdapat kondisi-kondisi tertentu pada siswa hingga perlu penanganan khusus. d. Mengembangkan Cita-cita Upaya meningkatkan motivasi siswa yang paling sering dilakukan adalah dengan memberi contoh berupa cerita/kisah para tokoh-tokoh terkenal yang sukses. Cara ini dinilai efektif untuk meningkatkan motivasi siswa terutama pada siswa yang sudah memiliki kemampuan untuk menganalisis misalnya mengambil pelajaran dari suatu kisah orang yang sukses setelah mengalami kegagalan.

BAB III

PENUTUP
Kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan antara lain : Motivasi merupakan tenaga/faktor/dorongan yang terdapat dalam diri seseorang yang menimbulkan, mengarahkan, serta mengorganisasikan tingkah lakunya untuk melakukan sesuatu. Motivasi dapat berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme yang bertujuan untuk pemuasan kebutuhan oragnisme tersebut dimana motif ini bersifat universal dan tidak bergantung pada lingkungan kebudayaan tempat orang tinggal. Namun, ada juga motif yang timbul dari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Eksplorasi dan manipulasi merupakan langkah yang amat penting untuk dapat berhubungan dengan lingkungan. Motif eksplorasi dan manipulasi akan sangat berkembang dan berpengaruh dalam diri orang, bila orang yang bersangkutan mempunyai dasar minat. Makin besar minat seseorang, makin besar pula keinginannya untuk mengetahui dan memanipulasinya. Motivasi yang tumbuh dari dalam diri seseorang disebut motivasi intrinsik. Sedangkan motivasi yang timbul karena adanya pengaruh rangsangan dari luar diri seseorang disebut motivasi ekstrinsik. Beberapa hal yang mempengaruhi motivasi belajar siswa antara lain cita-cita siswa, kemampuan siswa, kondisi siswa, kondisi lingkungan serta unsure dinamis siswa(motivasi, materi, alat bantu, kondisi lingkungan dan kondisi pribadi siswa. Motivasi belajar dapat dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan hal-hal yang berpengaruh pada motivasi belajar yaitu teori/aliran(prinsipprinsip)belajar, unsure dinamis belajar, pengalaman pendidik, serta cita-cita baik dari pendidik, siswa, maupun orang-orang di sekitar mereka.

1.

2.

3.

4.

5.

6.