P. 1
Edisi 96 Full.pdf

Edisi 96 Full.pdf

|Views: 121|Likes:
Dipublikasikan oleh Kensi

More info:

Published by: Kensi on Mar 12, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2013

pdf

text

original

EDISI 96, Februari-Maret 2013, Harga Rp. 6.

000,-

Damongilala-Sumendap Berpeluang Berkoalisi
Pemilihan Umum Kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) semakin dekat. Para calon Bupati maupun wakil Bupati saat ini sedang giat giatnya melobi partai untuk dijadikan tempat berlayar menuju pelabuhan yang akan dituju para Bakal Calon (Balon) tersebut.

SMP Negeri 4 Pananaru Tamako Terancam Ditutup

OPINI

Layakkah Anggota DPRD Kota Kotamobagu Disebut Terhormat?
R0AD 2014

Minimnya jumlah murid yang tercacat di SMP Negeri 4 Pananaru Kecamatan Tamako, membuat sekolah ini terancam ditutup oleh pemerintah.

2

OPINI
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

Layakkah Anggota DPRD Kota Kotamobagu Disebut Terhormat?
SAPAAN anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kotamobagu (KK) yang terhormat baik di beberapa acara resmi pemerintahan maupun hajatan kecil di tengah masyarakat seperti khitanan atapun sekedar gunting rambut bukanlah hal asing yang kerap di dengar setiap saat.
Oleh: Ivan Mamonto (Ketua LPP-POT)

E

MBEL-embel "yang terhormat" nampaknya merupakan keharusan yang harus diberikan dalam setiap sambutan yang diyakini sebagai bentuk penghargaan atas status seseorang yang menjabat sebagai wakil rakyat pada lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pengakuan masyarakat ini memberikan pencitraan positif bahwa rasa segan masih melekat pada diri pribadi anggota masyarakat khususnya di daerah Kota Kotamobagu entah karena jabatan politik yang di sandangnya atau pun akibat tindak tanduk anggota DPRD tersebut yang dalam penilaian masyarakat di anggap "terhormat" terlepas dari pengaruh kewarasan. Kilas balik beberapa kasus hukum yang menimpa beberapa anggota DPRD baik di tingkat provinsi Sulawesi Utara maupun di tingkatan Kabupaten/Kota sebut saja kasus MBH Gate, kasus narkoba dan asusila dari anak salah seorang pemimpin daerah yang ada di Bolaang Mongondow dan yang terbaru adalah kasus narkoba dari oknum anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur merupakan potret

buram mentalitas anggota legislatif yang bobrok, sehingga seyogyanya tidak pantas diberikan predikat "yang terhormat" dan enaknya kita tendang beramai-ramai pantat anggota DPRD seperti ini. Dimana, mereka hanya sekedar menunjukkan bahwa otaknya tidak lebih seperti saluran sampah yang bukannya memperjuangkan kepentingan rakyat namun lebih asyik masyuk dengan kegiatan barang-barang sampah. Terlepas dari fenomena hukum anggota DPRD tersebut, beberapa bulan silam tepatnya antara Juni - Desember 2012, bersama teman-teman berinisiatif menyampaikan salah satu rancangan Peraturan Daerah (Perda) ke DPRD Kota Kotamobagu, dengan maksud untuk menjadi hak inisiatif lembaga legislatif. Atas masukan dari teman-teman, maka diputuskan bahwa rancangan tersebut akan di sampaikan secara langsung pada Ketua DPRD Kota Kotamobagu Rustam Siahaan, SE. Diskusi pendek pun mewarnai penyerahan dokumen rancangan peraturan daerah tersebut dengan segala argumentasi yang rasional. Pun kami nyatakan jika masih membutuhkan penjelasan atas beberapa

klausul pasal yang ada dalam Ranperda dan siap memberikan penjelasan. “Jawaban dari beliau bahwa aspirasi ini akan di serahkan pada komisi yang membidangi masalah ini, dan akan di bahas pada banleg,” mengutip perkataan Rustam. Waktu silih berganti dan tiada kabar seperti yang diharapkan, dengan berlandas pada niat baik dan berkesimpulan "Oh mungkin masih sibuk ketua DPRD KK". Antara Bulan Oktober - Desember 2012, atas berkat bantuan Anggota DPR RI Dra Yasti Soepredjo Mokoagow dengan bertempat dikediaman Ibu Wakil Walikota Kota Kotamobagu Ir. Hj. Tatong Bara digelar acara serupa yang dihadiri oleh beberapa anggota DPRD Kota Kotamobagu, sebut saja Ir Ishak Sugeha, Rewi Daun, Sutomo Samad dan sejumlah anggota masyarakat. Agenda pertemuan tersebut adalah membicarakan pasal-pasal dalam Ranperda yang kami usulkan, cukup menarik antusias yang di tunjukkan oleh peserta yang hadir malam itu dan dimintalah kami menyampaikan draft Ranperda ke DPRD Kota Kotamobagu melalui Komisi II yang kebetulan sekretarisnya adalah Ir. Ishak Sugeha.

Tidak mau membuang-buang waktu, keesokan harinya draft yang di minta diserahkan di ruang Komisi II kemudian ditindaklanjuti dengan konfirmasi pemberitahuan bahwa "draft telah di taruh di meja beliau". Waktu pun berlalu namun sayangnya seperti kejadian yang pertama, harapan tersebut hanya sebuah pepesan kosong. Akhirnya suatu ketika bertemu dengan salah satu anggota DPRD Kota Kotamobagu dengan sedikit guyon saya ceritakan kronologis peristiwa penyampaian Ranperda. Di akhir cerita, saya katakan ternyata anggota DPRD KK hanya ‘bajingan’ di koran, berkoar kesana-kemari sampai muncrat kemana-mana tapi hasilnya nol besar. Hal itu diaminkan oleh mereka bahwa sampai saat ini belum ada satupun Perda Kota Kotamobagu yang merupakan produk hak inisiatif anggota DPRD Kota Kotamobagu. Nah kalau begitu jangan mengaku menjadi corong rakyat kalau tidak memiliki kemampuan memperjuangkan kepentingan rakyat "tahu dirilah" apa lagi di gadang-gadang pada setiap hajat dengan embel-embel "anggota DPRD Kota Kotamobagu yang terhormat" rasanya tidak pantas. (*)

EDITORIAL Mana Yang Baik Untuk Dipilih, ‘Muda Atau Tua’
FENOMENA diakhir penutupan pendaftaran calon legislatif terlihat para pendaftar yang datang masih didominasi oleh orang-orang tua baik yang berlatar belakang Birokrat (pensiunan) maupun tokoh-tokoh politik yang notabenenya sudah pernah duduk sebagai anggota legislator. Tak ketinggalan isteri, suami, anak beberapa pejabat tak mau ketinggalan dalam memperebutkan kursi DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Ada apa dibalik keinginan mereka?. Banyak masyarakat pemilih bingung mempertimbangkan mana yang baik untuk dipilih menjadi calon Wakil Rakyat yang dapat mengawal dan menjaga aspirasi rakyat. Diantara pengunjung Warkop terjadi adu argumen ada yang memilih para calon legislator yang sudah tua dengan dalih sudah berpengalaman, sedangkan ada yang memilih calon yang masih muda dengan alasan lebih banyak terobosan yang baru. Disisi lain ada yang mengatakan, ‘laki so jadi pejabat, bini le masi gila jabatan’ begitu juga sebaliknya, ‘bini so pejabat, laki nimau kala. Kesemuanya ini menggambarkan keegoisan, dengan kata lain tidak mau memberi kesempatan kepada orang lain. Yang lebih parah lagi, hampir rata-rata usia mereka sudah menjelang senja. Timbul pertanyaan ‘Kapan yang muda diberikan kesempatan untuk berkarya?’ Menurut penelitian; otak manusia ternyata berkembang sampai orang memasuki usia paruh baya, akan tetapi seperti yang diketahui para peneliti ada bagian otak manusia (prefrontal cortex) yang masih terus berkembang sampai kita memasuki usia 30 sampai 40 tahun. Para peneliti mengatakan bahwa ‘Bagian ini berfungsi saat mengambil keputusan dan berinteraksi’. Semakin bertambahnya usia, semakin menurun daya ingat seseorang. Diluar itu banyak faktor-faktor yang membuat ingatan seseorang menjadi kacau. Seperti kesibukan atau tekanan mental yang dapat menyebabkan kelupaan. Wanita yang sudah Menopause menjadi salah satu faktor menurunnya daya ingat juga tidak sedikit wanita yang mengaku merasa lebih kacau pada saat dan menjelang menopause. Ini diperkuat dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Illinois, menemukan bahwa ada hubungan antara menopause dengan rendahnya kemampuan mengingat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa 40 persen wanita mengaku menjadi lebih pelupa saat maupun menjelang menopause. Dengan kata lain, 'Usia' mempengaruhi daya ingat sehinga dapat dikatakan ‘Lupa’ Berarti Otak Sudah Overload "Penyakit" lupa makin perlu diwaspadai sebab, seperti yang dilansir oleh The Straits Times (TST), edisi 9 Januari 1998, otak generasi tahun 50-an yang kini mulai menginjak usia paruh baya, mengalami kemunduran. Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa Seseorang menjadi mudah lupa dikaitkan dengan bertambahnya usia dan sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor, membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari sesuatu yang baru, dan lebih banyak dibutuhkan isyarat untuk mengingat kembali informasi yang telah tersimpan. Mudah lupa akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai ageassociated memory impairment (AAMI). Terlebih bagi mereka yang sedang memasuki gerbang umur 50-an. Pertanyaan siapakah yang baik dan layak untuk dipilih menjadi wakil rakyat, 'muda atau yang tua?.(***)

Penerbit : CV. Lentera Wangun Lestari Pemimpin Umum: Efraim Lengkong Pemimpin Perusahaan: Juliana CL Wongkai SE, Advisor Hukum: Dantje Katuuk,SH Pemimpin Redaksi: Efraim Lengkong Redaktur Pelaksana: Djamal Kerubim Sassoeng, SE, Redaktur Eksekutif: Melfin Osak, Reporter: Melfin, Yuni Koagouw Layout: Ryo Kindangen, IT/Penata Bahasa: Ketsy Moningkey Minahasa-Tomohon: Fredi Tumbo, Minahasa Selatan:Jeferson Karundeng, Minahasa Tenggara:Fredy Kawombon, Nusa Utara: Davit Saselah Bolaang Mongondow Raya, Kepala Biro : Jhon A. Waluyan, Koresponden: Arman Muno, Ade Muno, Ferra Koho, Nurhamidin, Rommy M, Hendra S Koresponden Jakarta: Gideon Jahja,- Bitung: Ryo, Minahasa Utara:Alamat Redaksi: Jln.Sea Satu Blok S No.7 Phone: 0431-832746, 0431- 3432864 E-mail: tabloididentitas@yahoo.co.id No Rekening Bank Sulut (0170211019380-8)-(001.02.11.059652-1 Redaksi juga menerima tulisan Opini dengan jumlah maximal 1100 karakter + foto dan dikirim langsung ke: E-mail: tabloididentitas@yahoo.com Wartawan Tabloid IDENTITAS dilengkapi tanda pengenal serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta dilindungi Undang-undang Pers No. 40 tahun 1999.

3

POLITIK
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

Damongilala-Sumendap Berpeluang Berkoalisi
Damongilala, Angly Pangou ketika ditemui mengatakan bahwa sejak awal, dirinya bersama pendukung Jeremia Damongilala telah bersepakat akan mendukung pak Damongilala. Alasannya, JaDi adalah putra daerah yang mampu membawa perubahan. Tetapi peluang tersebut tidak ditanggapi oleh PDIP dengan mengangkat James Sumendap (JS) sebagai calon Bupati Mitra. “Ini kabar yang kami dengar dari pengurus PDIP Mitra,” ungkap Pangau. Bahkan dirinya bersama rekan rekannya yang dahulu mendukung PDIP (JaDi,red) kini telah bertekad akan mendukung Telly Tjanggulung (T2). “Dari pada cuma wakil bupati lebe bae torang pilih jo pa ibu Telly Tjanggulung,”ungkap Pangau. Menanggapi akan isu tersebut, petinggi PDIP Mitra dan Ketua Ranting PDIP angkat bicara. Wakil Sekretaris DPC PDIP Mitra Samuel Montolalu SH mengatakan bahwa hingga saat ini PDIP Mitra masih soliD dan tetap bersatu. “Saya terkejut dengan isu yang mengatakan bahwa ada perpecahan di tubuh PDIP Mitra. Yang terjadi hanyalah ulah segelintir orang yang bukan dari partai yang akan menghancurkan PDIP,”ucapnya. Montolalu pun menambahkan, koordinasi dengan pimpinan partai baik kecamatan maupun desa terus dilakukan.”Bagi kami siapa pun yang sudah memperoleh SK dari DPP, itu yang kami dukung,”tegasnya. Senada dengan Montolalu, sejumlah pentolan DPC PDIP Mitra seperti, Yohan Untu, Yunus Timpal dan Sami Pongilatan menegaskan bahwa PAC dan ranting hingga saat ini tidak ada perpecahan bahkan koordinasi sesama pengurus serta simpatisan PDIP tetap berjalan baik dan lancar. ”Kami tetap solid dan akan berjuang untuk kemenangan PDIP. Baik pada pemilihan bupati, legislatif maupun pada Pilpres mendatang,”ungkap Untu mewakili rekan rekannya seraya menambahkan hingga saat ini baik Sumendap dan Damongilala tetap akur. Sementara itu berkembang kabar bahwa untuk calon Bupati dan Wakil Bupati dari PDIP adalah James Sumendap sebagai calon Bupati dan Drs Jeremia Damongilala, MSi sebagai calon Wakil Bupati .”Pak James saat ini calon bupati Mitra dan pak Jeremia calon Wakil Bupati,” ungkap salah satu kader PDIP Mitra yang namanya tidak mau identitasnya dipublikasikan.(fre)

Jeremia Damongila
Ratahan-Pemilihan Umum Kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) semakin dekat. Para calon Bupati maupun wakil Bupati saat ini sedang giat giatnya melobi partai untuk dijadikan tempat berlayar menuju pelabuhan yang akan dituju para Bakal Calon (Balon) tersebut. Partai-partai saat ini seperti Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat serta partai lainnya sudah mulai menentukan sikap. PDIP misalnya, yang saat ini diperebutkan bagi para Calon Bupati dan Wakil Bupati sempat menghebohkan Kabupaten Mitra saat membuka pendaftaran balon bupati maupun wakil Bupati. Tak pelak, puluhan putra-putri yang notabane putra asli Mitra datang mendaftar sebagai balon Bupati Mitra periode 2013- 2018 mendatang. Akibat banyaknya balon yang mendaftar di PDIP Mitra tersebut membuat petinggi partai yang berlambang moncong putih sempat terjadi tarik menarik soal siapa calon Bupati dan wakil bupati dari PDIP ini. Sebut saja James Sumendap SH, Drs Jeremia Damongila, MSi, dan Maxi Rondonuwu,

James Sumendap
serta masih banyak lagi balon yang boleh dikata berpengaruh di daerah pemulihan tersebut. Akibat sulitnya menentukan calon yang akan diusung, berbagai kalangan dan simpatisan salah satu calon sempat melakukan tindakan yang tidak menyenangkan. Dengan beraninya mereka menurunkan baliho dan bendera milik salah satu calon yang mendaftar di partai tersebut. Sempat pula tersebar isu bahwa partai PDIP ini mengalami perpecahan akibat tidak diakomodirnya putra daerah yang menjadi calon mereka. Jeremia Damongilala (JaDi) ketika ditemui di rumah dinasnya beberapa waktu lalu menyesalkan aksi pendukungnya yang menurunkan bendera dan baliho salah satu calon bupati asal PDIP. Bagi saya ini belum berahir karena SK belum turun belum saya lihat. “Yang jelas SK DPP PDIP hingga saat ini belum ada. Jadi saya belum bisa memastikan siapa yang akan menjadi calon resmi yang akan diusung PDIP,” ungkap Damongilala seraya berharap agar pendukung dan simpatisannya dapat menahan diri. Sementara itu, salah satu pendukung

4

MANADO
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

Manado jadi Pilot Project Inisiatif Transportasi Perkotaan
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemkot Manado secara resmi menandatangani kesepakatan bersama "Pilot Project Indonesia Sustainable Urban Transport Initiative" (Indo Sutri) atau "Proyek Percontohan Inisiatif Transportasi Perkotaan Indonesia Yang Berkelanjutan" yang digelar Kamis (7/3/2013) lalu, di Kantor Kemenhub, Jakarta. Selain Pemkot Manado, Kemenhub juga memilih Pemkot Medan dan Pemkot Batam. Terpilihnya tiga pemkot sebagai kota percontohan dengan transportasi perkotaan yang berkelanjutan telah melalui proses seleksi yang dilakukan Kemenhub, bekerjasama dengan Pemerintah Jerman melalui lembaga Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan telah ditetapkan Menteri Perhubungan melalui surat No KP 30 Tahun 2013 tentang Penetapan Pemerintah Kota sebagai Pilot Project Indo Sutri. Menteri Perhubungan RI, EE Mangindaan berujar, kriteria pemilihan kota percontohan, salah satunya didasari oleh sejauh mana keberpihakan pemerintah kota setempat terhadap kebijakan transportasi massal. “Sedangkan kriteria lainnya antara lain, anggaran memadai untuk pengembangan angkutan umum, memiliki perencanaan transportasi daerah yang sejalan dengan transportasi nasional dan belum memiliki dukungan dari Internasional,” ujar Lape, sapaan akrabnya. Lanjut mantan Gubernur Sulut ini, sistem transportasi yang berkelanjutan merupakan program yang dicanangkan Internasional melalui kesepakatan Bali Action Plan pada Conference of Parties United Nations Climate Change Convention (COP UNFCCC) ke-13 di Bali, Desember 2007, yang ditindaklanjuti oleh Presiden RI dengan terbitnya Isu emisi Gas Rumah Kaca tersebut tentunya berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan dari perubahan iklim yang melanda wilayah kita dewasa ini (seperti : banjir, tanah longsor, badai, dsb) dimana hal tersebut memberikan dampak buruk terhadap pelayanan sektor transportasi. Dampak negatif tersebut, tentunya perlu mendapat perhatian seksama dalam merumuskan kebijakan dan langkah yang tepat untuk pengendalian emisi dari sektor transportasi. Walikota Manado GS Vicky Lumentut melalui Kadis Perhubungan Manado, Yohanis Waworuntu mengatakan, transportasi massal di kota-kota akan menggunakan energi ramah lingkungan seperti Bahan Bakar Gas (BBG). “Jadi kita tidak bisa bekerja sendiri disini. Kita harus ada kerjasama dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perindustrian untuk soal converter kit-nya. Ketiga kota ini harus jadi contoh dan setelah selesai nantinya akan ada kota yang lainnya dimana siap menerapkan program tersebut,” ujarnya. Sesuai penegasan Lape, lanjut Waworuntu, kriteria dari terpilihnya 3 kota percontohan ini salah satunya didasari oleh sejauh mana keberpihakan pemerintah kota setempat terhadap kebijakan transportasi massal. “Demikian juga dinilai dari sisi anggaran yang memadai untuk pengembangan angkutan umum serta belum memiliki dukungan dari internasional,” katanya. Dalam penandatangan MoU tersebut, Gubernur Sulut SH Sarundajang yang diundang Menhub EE Mangindaan tidak hadir dan hanya diwakilkan asisten III Pemprov Sulut Edwin Silangen SE MSi. Gubernur Sarundajang sendiri diketahui ikut dalam rombongan Presiden SBY ke Jerman dan Hungaria. (fin)

Program Car Free Day yang terus dilakukan Pemkot Manado sangat bermanfaat untuk mengurangi emisi karbon dioksida

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK). Rencana aksi tersebut telah didaftarkan kepada pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Framework on Climate Change Convention (UNFCCC) dengan judul “Sustainable Urban Transport Initiative”. Untuk percontohannya, maka dipilihlah tiga kota sebagai percontohan (Medan, Batam, dan Manado). “Pelaksanaan proyek percontohan merupakan upaya bersama untuk menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat. Lebih baik disini dalam artian tidak hanya bagaimana membangun transportasi perkotaan yang aman, nyaman dan terintegrasi, tetapi juga memerhatikan faktor ramah lingkungan dalam rangka mengurangi emisi karbon dioksida dan efek gas

rumah kaca,” jelas Lape. Sebagaimana diketahui, sektor transportasi merupakan sektor yang mengkonsumsi bahan bakar kedua terbesar di Indonesia sebesar 31% dari total konsumsi bahan bakar nasional pada tahun 2010, dan diperkirakan pertumbuhan konsumsi bahan bakar akan terus meningkat sebesar 3,1% setiap tahunnya. Implikasi negatif dari peningkatan konsumsi bahan bakar adalah semakin tingginya kontribusi sektor transportasi terhadap emisi yang dihasilkan dari kegiatan transportasi. Sektor transportasi menghasilkan emisi sebesar 68 Juta Ton CO2 equivalent (MtCO2-eq) pada tahun 2005 atau sebesar 23% dari emisi yang dihasilkan oleh sektor energi. Kontributor terbesar dari emisi transportasi ini adalah sektor transportasi darat sebesar 89%, disusul oleh transportasi laut sebesar 6%, transportasi udara 4%, dan kereta api sebesar 1% (Mc Kinsey, 2007).

Doa Bapa Kami Versi Manado Segera ke Yerusalem
MANADO-Doa ‘Bapa Kami’ dalam versi bahasa Manado akan segera dipajang di Taman Getsemani Yerusalem, tempat dimana Tuhan Yesus berdoa sebelum disalibkan. Ini merupakan salah satu terobosan mendunia Pemerintah kota Manado melalui kepemimpinan GSVL-Ai, sapaan akrab Walikota dan Wakil Walikota Manado, yang patut diberikan apresiasi. “Doa telah dikirim oleh pemerintah kota Manado ke Menteri Pariwisata Yerusalem,” ujar Lumentut. Lanjutnya, dua tokoh agama yang telah menyetujui adalah Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Pdt. Piet Marthen Tampi, S.Th, M.Si dan Uskup Manado, Mgr. Joseph Theodorus Suwatan, M.Sc. Kedua tokoh ini telah menandatangani surat persetujuan doa ‘Bapa Kami’ versi bahasa Manado yang merupakan ide Walikota Manado, Dr.Ir. GS. Vicky Lumentut, SH, M.Si,DEA yang didukung oleh Ketua BKSAUA Kota Manado, Pdt. Roy E.G. Lengkong, S.Th. Dari apa yang telah diperbuat, Warga kota Manado patut berbangga memiliki seorang Walikota yang memiliki konsep brilian dan mendunia. (fin)

MoU Sister City Manado-Liverpool

Lumentut: Semuanya Sudah Diagendakan
MANADO–Kedatangan Dr. Alexander Melbourne dari Liverpool, Inggris untuk menindaklanjuti MoU Sister City agreement antara Manado dan Liverpool, mendapat sambutan hangat dari Walikota Dr. Ir. G. S. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, Jumat (8/3/2013). Didampingi Kadis Pariwisata, Dr. Pieter K.B Assa dan Dr. Lucky Londong, Walikota bersama Dr. Alexander Melbourne melanjutkan perbincangan di ruang kerjanya. Dalam pertemuan ini, ada beberapa program yang disusun dan akan dilaksanakan di Manado. Antara lain di bidang pendidikan, perdagangan, pertukaran mahasiswa, serta pameran perdagangan dan budaya. "Semuanya sudah di agendakan," ujar Lumentut. Ditambahkan Lumentut, pemerintah kota Manado akan mengirim tim kesenian dan paduan suara dari Manado. "Tujuannya untuk mempromosikan kebudayaan dan tarian Manado di Liverpool,” tukasnya, seraya menambahkan paduan suara akan melewati proses seleksi yang ketat. (fin)

Walikota Manado saat menerima kunjungan Kedatangan Dr. Alexander Melbourne dari Liverpool.

5

BITUNG
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

Lomban Tanggapi Keluhan Guru Honorer
Negeri Sipil (PNS) Pemkot Bitung. BITUNG–Menanggapi keluhan pa“ Tenaga guru di sekolah negeri ra tenaga guru honorer sekolah sebagai tenaga kontrak karena swasta di Kota Bitung yang terkesan tercatat sebagai tenaga honor di dianaktirikan, Wakil Walikota BiSKPD,” jelasnya. tung Max Lomban mengatakan kalau Kepada IDENTITAS, salah satu guru mereka bukan domain atau tanghonorer yang tak mau namanya gungjawab Pemkot Bitung. “Mereka dipublikasikan mengatakan bahwa tanggung jawab yayasan bukan tak adanya kejelasan nasib mereka pemkot,” tegasnya. tentunya sangat mengganggu kinerja Sekolah swasta di Bitung, korelamereka dalam mengajar. Belum lagi sinya dengan pemerintah daerah Max Lomban ditambah dengan kebutuhan pokok adalah kurikulum yang diajarkan di sehari-hari yang dirasakan sangat membesekolah tersebut bukan nasib tenaga pengajar ratkan.”Dengan status kami yang terkesan dihonorer mereka. anaktirikan ini, kami meminta agar pemerintah Dan perlu diketahui bahwa sebagian besar dapat melihat keadaan kami,”ungkapnya. (ryo) guru yang mengajar di swasta adalah Pegawai
Walikota Kota Bitung saat melantik MP-TGR beberapa waktu lalu

MP-TGR Harus Menjalankan Tugas Sesuai Amanat Konstitusi
BITUNG-Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharawan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TGR) keuangan diharuskan untuk berpedoman pada peraturan menteri dalam negeri nomor 5 tahun 1997 tentang ganti rugi keuangan dan barang daerah serta peraturan badan pemeriksa keuangan nomor 3 tahun 2007 tentang tata cara penyelesian ganti rugi negara terhadap bendahara dan perda nomor 7 tahun 2012 tentang tuntutan ganti rugi keuangan dan barang daerah yang diundangkan tanggal 27 Desember 2012. Hal itu diutarakan Walikota Kota Bitung, Hanny Sondakh kepada Majelis Pertimbangan TGR. Dilanjutkannya, untuk mengantisipasi terjadinya kasuskasus penyalahgunaan wewenang baik pejabat, kepala SKPD dan staf yang berakibat kerugian negara perlu dilakukan penanganan yang serius sebagaimana ketentuan. “Oleh sebab itu, majelis pertimbangan bersama anggota TP-TGR kota Bitung harus melaksanakan tugas sebagaimana amanat konstitusi untuk menciptakan pengelolaan keuangan dan barang yang lebih berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah," tegasnya. (ryo)

Pemkot Bitung Bakal Terima CPNS

Prioritaskan Guru dan Tenaga Kesehatan
BITUNG–Pemkot Bitung melalui Wakil Walikota Max J. Lomban SE MSi, menyatakan akan mengusulkan penerimaan PNS dibidang kesehatan, pendidikan dan teknis ke Kementrian Aparatur Negera. “Untuk pengusulan penerimaan PNS pemkot akan fokus pada tenaga kesehatan, guru dengan mata pelajaran khusus seperti matematika dan IPA, serta beberapa tenaga teknis yang di Bitung sendiri masih kurang,” kata Lomban dan menambahkan kalau tidak akan mengakomodir tenaga lulusan SMA dan SMK, karena sudah terlalu banyak. Hal ini berani disuarakan Lombnan menyusul Kementerian Aparatur Negara telah mengeluarkan aturan jika pemerintah yang berhak menerima PNS adalah kabupaten dan kota yang belanja publiknya lebih tinggi dari belanja pegawai. “Salah satu syarat penerimaan PNS adalah pemerintah yang belanja publiknya lebih tinggi dari belanja pegawai. Sedangkan Bitung, setelah dilakukan perhitungan memenuhi syarat,” tukas Lomban. Ditambahkannya, untuk belanja publik besarannya 50,86 % dan belanja pegawai 49,01 %, Sehingga dibulatkan menjadi 1 persen, sehingga berdasarkan hitungan itulah Pemkot Bitung akan mengusulkan, melakukan penerimaan PNS. (ryo)

Rayakan Dua Tahun Kepemimpinan, SoLo Resmikan Pasar Sagerat

ADVETORIAL

Peringatan Dua Tahun kepemimpinan SoLo.

MEMPERINGATI dua tahun kepemimpinannya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bitung, Hanny Sondakh dan MJ Lomban (SoLo) mengaku mempunyai berbagai tantangan dan pergumulan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Berbagai prestasi yang diraih saat ini berkat dukungan seluruh komponen masyarakat, namun kami menyadari masih banyak lagi yang akan dibuat dan dikerjakan demi kesejahteraan

masyarakat. untuk itu kami meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat agar tugas yang mulia ini dapat kami laksanakan sebagaimana harapan kita bersama," ujar Sondakh dan Lomban saat membawakan sambutan pada ibadah syukur dua tahun kepemimpinan mereka, yang dirangkaikan dengan peresmian pasar induk Sagerat dengan nama pasar Pinasungkulan. Selain meresmikan pasar Pinasungkulan, Sondakh juga meresmikan pemanfaatan pasar

tradisional Papusungan, Pintu kota dan Tandurusa, sebagaimana laporan ketua panitia Edison Humiang. Ditambahkan Humiang, pembangunan pasar Pinasungkulan telah dimulai sejak tahun 2010 dengan memakan anggaran kurang lebih Rp 16 miliar dan bersumber dari dana APBD dan APBN melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pasar serta SKPD yang terkait. (*)

6

CATATAN
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

Mengapa Pendidikan Anti Korupsi Harus Sejak Usia Dini?
“Korupsi sudah menjadi penyakit kronis masyarakat. Pemberantasan sel Penggiat Anti Korupsi tumor korupsi sudah tidak Sulawesi Utara memadai lagi”. OLEH: JWT Lengkey
workshop dan mendiskusikannya dengan teman-teman KPK via e-mail. Saya pun melibatkan tim Indonesia Bercerita yaitu Rudi Cahyono (Twitter: @RudiCahyo) agar proses workshopnya lebih seru dan dinamis. Peserta yang mengikuti workshop Produk–Program Tunas Integritas sangat beragam latar belakangnya. Namun, kebanyakan yang hadir dari industri kreatif mulai animator, sinemas, ahli pemograman, desainer web, komikus, penulis cerita anak, hingga temanteman dari kampus dan komunitas sosial. Mengapa beragam? Harapannya ada kolaborasi antar pihak yang menciptakan inovasi dan gerakan anti korupsi yang terintegrasi. Dalam sesi awal workshop, saya pun mulai menggunakan formula Awal, Tantangan, Aksi dan Perubahan (ATAP) sebagai alur proses. Dimana saya mengajak peserta untuk mengenali aktor perubahan yang terlibat beserta kekuatannya. Sesi Perubahan mengajak peserta mengimajinasikan perubahan positif yang ingin diwujudkan dan kontribusi karya/program terhadap perubahan tersebut. Selanjutnya, peserta mengenali kesulitan dan hambatan dalam mewujudkan perubahan positif di sesi Tantangan. Akhirnya, peserta mulai merumuskan rencana aksi yang berpijak pada kekuatan para aktor, mengatasi tantangan dan mewujudkan perubahan positif. Mereka berbagi cerita dan ide kreatif. Setiap sesi mempunyai rasa. Ada yang inspiratif, ada yang menyenangkan, dan ada yang bikin peserta berpikir serius. Proses yang berkualitas pun menghasilkan gagasan yang berkualitas. Banyak ide program/ produk yang unik dan sinergis. Semoga ide-ide tersebut tumbuh menjadi produk/program yang menjadi bagian dari pendidikan anti korupsi di Indonesia.(**)

S

UATU hari, saya mendapat email dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wah salah apa saya, kok sampai dihubungi KPK? Setelah membaca isi e-mail tersebut, ternyata KPK berniat mengundang saya untuk membuat dan menjadi fasilitator Workshop Pengembangan Produk & Program Tunas Integritas yang merupakan program pendidikan anti korupsi untuk anak usia dini yang digagas oleh KPK. Lho, sekarang KPK menangani anakanak juga? Itu pertanyaan yang pertama terbersit di benak saya dan mungkin teman-teman juga. Sandri Justiana (Twitter: @KickSandry) dari KPK memberikan penjelasan bahwa ada Tiga (3) strategi KPK yaitu penindakan tindak pidana korupsi, perbaikan sistem serta dan pembangunan karakter dan budaya anti korupsi. Saat ini, memang strategi penindakan korupsi KPK yang banyak diliput media sehingga masyarakat lebih mengenalnya. Namun korupsi sudah ibarat kanker kronis. Pemberantasan sel tumor sudah tidak cukup lagi. Upaya-upaya jangka pendek penindakan bisa memberantas tapi tidak mencegah tumbuhnya bibitbibit baru korupsi. Padahal korupsi sudah meyakini pepatah, mati satu tumbuh seribu. Berantas satu lahir

seribu yang baru. Oleh karena itu, KPK pun melakukan pengembangan karakter dan budaya anti korupsi yang tujuannya melahirkan generasi yang nantinya tidak mengijinkan dirinya untuk melakukan korupsi. Berbagi cerita, saling menginspirasi Tunas Integritas adalah simbol anak berintegritas, anak-anak yang meyakini Sembilan (9) nilai anti korupsi yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab, adil, berani, mandiri, kerja keras, dan sederhana. Nilai-nilai ini yang menurut KPK bila ditumbuhkan dari diri anak Indonesia maka generasi nanti akan lebih tahan terhadap penyakit korupsi. Gerakan Tunas Integritas mulai bekerja dengan melakukan penyusunan buku cerita anak, pemilihan Duta Tunas Integritas, Workshop Implementasi dan Workshop Pengembangan ProdukProgram. Untuk pembuatan buku cerita anak, KPK berkolaborasi bersama Forum Penulis Bacaan Anak. Sementara, Workshop Implementasi melibatkan seorang pendongeng keren Ariyo Zidni, (Twitter: @ai0dongeng) yang kebetulan pernah mengisi seminar Indonesia Bercerita. Selain itu, ada juga kak Adin (twitter: @kak_adin) dan Iman Soleh (Dosen, Sutradara, Pengelola Komunitas Celah-celah Langit)Rudi Cahyo. Ditengah aksi mereka, saya pun sempat bertanya bagaimana

Buku Komik yang disusun KPK dan dapat diperoleh secara gratis
teman-teman KPK mengenal saya? Lha wong saya kan orang ndeso, tinggal jauh dari ibukota. Jawaban yang saya terima cukup mengejutkan. Dimana mereka ternyata telah mengunduh buku eAppreciative Inquiry yang saya luncurkan 3 tahun yang lalu. Internet memang telah memangkas jarak. Workshop Pengembangan Produk/ Program Tunas Integritas ini sendiri adalah tantangan baru bagi saya. Dan KPK sendiri berharap agar Tunas Integritas tidak sekedar menjadi buku cerita, tapi menjadi sebuah gerakan bersama. Membuat buku adalah sebuah tantangan, mentransformasikan buku menjadi sebuah gerakan adalah tantangan yang lain lagi. Berdasarkan harapan mengubah Tunas Integritas menjadi sebuah gerakan bersama, saya pun membuat desain

Peresmian Kantor Baru, KPU Beri Apresiasi Kepada Pemkab Mitra

ADVETORIAL

Ratahan-Keinginan masyarakat dan pemerintah agar kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Mitra segera digunakan, akhirnya tercapai. Terletak di perkantoran Blok B kompleks kantor bupati, Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Telly Tjanggulung bersama ketua KPU Sulut, Livie Alow S.Sos,MSi meresmikan penggunaan kantor tersebut. Dalam sambutannya, Tjanggulung menyampaikan, dengan diresmikannya gedung

baru ini, kiranya dapat digunakan dengan sebaik mungkin. “Biarlah dengan persemian gedung baru ini, dapat meningkatkan motivasi kinerja bagi pimpinan dan staf KPU,”kata T2 sapaan akrabnya. Bersama dengan Alow, bupati melaksanakan penguntingan pita serta penandatanganan prasasti di gedung KPU tersebut. Sementara itu Ketua KPU Sulut Livie Alow pada kesempatan tersebut menyatakan terimah kasih pada pihak pemkab dalam hal ini Bupati Mitra

Telly Tjanggulung yang telah memberikan perhatian serius, mulai dari pengadaan lahan hibah kepada KPU Mitra sehingga pekerjaan boleh selesai dengan baik. ”Kami dari KPU memberikan apresiasi baik kepada Pemkab Mitra,” ujar Alow. Sementara itu ketua KPUD Mitra Ascke Benu MSi, juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemkab Mitra, yang sudah banyak membantu kami sehingga kantor ini boleh diresmikan.(*)

7

SANGIHE
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

SMP Negeri 4 Pananaru Tamako Terancam Ditutup

Tanah di Tahuna Bersertifikat Ganda
TAHUNA-Lantaran kurangnya kerja sama antara Badan Pertanahan dan Lurah di Kabupaten Sangihe mengakibatkan muncul sertifikat di atas sertifikat. Hal ini terkuak setelah salah satu pemilik lahan melihat tanahnya dikelola orang lain, dan berbuntut sampai ke pengadilan. Dari pantauan IDENTITAS jalannya proses persidangan di Pengadilan Negeri Tahuna, pemicu utama terjadinya sertifikat ganda atau sertifikat di atas sertifikat, dikarenakan kurangnya kerja sama antara Badan Pertanahan dan pihak Kelurahan dalam hal ini Lurah di Kabupaten Sangihe. Akibat dari kejadian ini, pemilik lahan merasa sangat dirugikan dan meminta pihak terkait untuk mengambil langkah tegas dalam hal ini. “Jangan hanya karena uang sehingga kami dirugikan,” ujar beberapa pemilik lahan kepada IDENTITAS, selesai sidang. Sementara itu, beberapa lurah ketika dikonfirmasi terkait permasalahan ini, dengan sengaja mengelak dan terus berjalan tanpa memberikan komentar sepatah kata pun. (darwis)

Pembuatan Pagar dan Jalan Menuju Bandara Melonguane

SMP Negeri 4 Pananaru TAHUNA-Minimnya jumlah murid yang tercacat di SMP Negeri 4 Pananaru Kecamatan Tamako, membuat sekolah ini terancam ditutup oleh pemerintah. Kepada sejumlah pewarta, Kepala Sekolah SMPN 4 Pananaru, Ratna Katiandagho menuturkan bahwa sekolah yang dipimpinnya tersebut hanya memiliki 25 murid. "Akibat itulah sekolah ini terancam ditutup," ungkap Katiandagho. Katiandagho menambahkan, alangkah bailknya bila ada komunikasi antara pemerintah, sekolah maupun orang tua murid untuk mencari solusi demi kemajuan pendidikan yang ada di wilayah ini. "Mari kita duduk satu meja, saling terbuka dan mau mencari solusi demi kemajuan kita bersama," terang Katiandagho. Kepada identitasnews, salah seorang warga menganjurkan agar pihak SMPN 4 Pananaru dapat melakukan koordinasi dengan sekolah lain yang berada di dekat lokasi sekolah seperti, di wilayah Kalama Darat (Kalamandagho, red). "Murid sangat sedikit bersekolah di Pananaru. Mereka lebih cenderung menyekolahkan anak mereka ke tempat yang jauh," tutur warga yang tak ingin identitasnya dipublikasikan seraya mengatakan masalah ini harus secepatnya dibahas. "Kalau tidak cepat dicarikan jalan keluarnya, maka masa depan anak yang saat ini berada dibangku sekolah SMPN 4 hanya akan menjadi kenangan dan sekolah terancam ditutup," pungkas warga. (darwis)

Pemilik Lahan Desak Pengembalian Ganti Rugi
MELONGUANE–Pembuatan pagar pembatas jalan dan pengaspalan jalan menuju Bandara Melonguane oleh Pemkab Talaud pada tahun 2006, diduga sarat kepentingan. Dimana, dalam pembebasan dan penggantian rugi lahan belum terealisasi semua. Hal ini terkuak ketika pemilik lahan Keluarga Ota-Mamudi menyampaikan ke IDnews.com, beberapa hari lalu. Menurutnya, sudah beberapa kali diminta ke pihak pemkab untuk melakukan penggatian rugi namun sengaja di acuhkan. “Kami sudah beberapa kali kesana untuk melakukan penyelesaian, tapi seolah-olah didiamkan begitu saja tanpa ada tanggapan,” kata Keluarga Ota-Mamudi. Ditambahkannya, apabila tidak ada penggantian rugi dalam waktu dekat, mereka akan melakukan pemblokiran jalan tersebut. (darwis)

Kejati Berikan Apresiasi Positif Terhadap Pemkab Mitra Dalam Penyelesaian Kerugian Negara

ADVETORIAL

Kajati Sulut Onggal Siahaan,SH.S.Sos.MS (tengah) saat memberikan materi. Ratahan-Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Sulut, beberapa waktu lalu mengunjungi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra. Kedatangan rombongan Korps baju coklat ini dalam rangka menghadiri dan membuka kegiatan workshop sosialisasi tentang Peran Pengacara Negara dalam Penyelesaiaan Kerugian Negara dan Daerah. Rombongan Kejati Sulut ini, dipimpin langsung Kepala Kejati (Kajati) Sulut Onggal Siahaan,SH.S.Sos.MS dan disambut Bupati Mitra Telly Tjanggulung. Dalam kesempatan ini, Siahaan juga membuka secara resmi kegiatan workshop tersebut. Dalam sambutannya, Siahaan memberikan apresiasi kepada Pemkab Mitra karena telah berhasil mengambil langka untuk mencegah kerugian negara akibat kesalahan yang dilakukan oleh SKPD yang ada di Mitra. “Kegiatan ini sangat positif, karena memberikan anginsegar terhadap pemahaman mekanisme penyelesaian kerugian daerah, sehubungan dengan pelaksanaan sidang MPTP dan TGR yang telah dilaksanakan di Kabupaten Mitra,”paparnya. Sementara itu, Bupati Mitra Telly Tjanggulung dalam pemaparannya mengatakan bahwa saat ini pemkab Mitra sedang melakukan sidang MPTGR bagi PNS yang bermasalah dalam pengelolaan keuangan.(*)

Bupati Mitra Telly Tjanggulung memberikan cenderamata kepada Kajati Sulut.

EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

DPRD SULUT

Watung Lantik Dua Pejabat Baru Sekretariat DPRD Sulut
MANADO – Sekretaris Dewan Adrianus Nixon Watung atas nama Gubernur Dr Sinyo Harry Sarundajang melakukan pengambilan sumpah dan pelantikan kepada Michael V Songkaton SSTP berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Utara nomor 821.2/BKD/SK/53/2013 tertanggal 4 Maret 2013, sebagai Kepala Sub Bagian Risalah pada Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Senin (11/3) pagi. Sebelumnya Michael menjabat Kepala Sub Bagian Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Perangkat Daerah Provinsi pada Bagian Kelembagaan Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemprov Sulut. Selain Michael, pejabat yang dilantik adalah Jesico Fenny Samadi SIP, Pangkat Penata Tkt I, III/D sebagai Kepala Sub Bagian Publikasi dan Informasi pada Bagian Humas Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Sehubungan dengan itu, Gubernur SH Sarundajang dalam sambutannya yang dibacakan Sekwan DPRD Sulut, me-

Nixon Watung saat ketika melantik Michael V Songkaton SSTP dan Jesico Fenny Samadi SIP nyampaikan selamat bertugas dan berkarya kepada saudara-saudara yang dilantik sebagai pejabat struktural, dengan harapan kiranya kepercayaan yang diembankan di pundak saudara-saudara, akan mampu ditunaikan dengan penuh ketulusan, disertai totalitas kesungguhan dan pemberian diri untuk menghasilkan yang terbaik melalui berbagai kebijakan dan program kerja, serta dalam pelaksanaan tugas dan tanggung-jawab yang menjawab kebutuhan organisasi, utamanya kebutuhan masyarakat. Sarundajang juga berharap, pejabat yang baru dilantik dapat bekerja cepat dan tepat mencapai sasaran. “Secara khusus, saya ingin ingatkan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk mampu bersinergi dengan cepat terhadap gerak organisasi, berani melangkah, menghasilkan lompatan-lompatan strategis dalam memperkuat organisasi, dan bekerja dengan cepat, tepat dan mencapai sasaran..! Sebab itu, buktikan bahwa kalian bisa, kalian mampu, kalian layak mengemban kepercayaan dan amanah..! Disamping itu, senantiasa meningkatkan etos kerja dan disiplin, sambil menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas dan komitmen terhadap tugas dan tanggung-jawab,” tutur Sarundajang. (efl)

Tiga Ranperda Usulan Pemprov akan Segera Dibahas
MANADO–Tiga Ranperda mengenai penyertaan modal kepada Bank Sulut, Ranperda pembentukan perseroan perusahaan penjamin kredit daerah (PPPKD), serta ranperda terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diajukan Pemkot Bitung dalam rangka reklamasi pantai, yang diusulkan Pemprov Sulut akhrinya disetujui untuk dibahas. Dijelaskan Wakil Ketua DPRD Sulut Arthur Kotambunan ranperda penyertaan modal Bank Sulut direncanakan antara 50 sampai 500 miliar rupiah. Sementara reklamasi pantai di Bitung sesuai Permendagri, semua kabupaten atau kota yang akan melakukan reklamasi pantai harus melalui persetujuan DPRD Sulut. “Kami meminta kepada pemprov agar dapat melengkapi kajian akademis sebagai salah-satu syarat sebelum pembahasan,” kata Kotambunan, seraya menambahkan bahwa pembahasan dimulai minggu depan. (efl)

Ketua DPRD Sulut Minta KPK Bekerja Sesuai Tugas
Manado-Mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aliansi Nasional Anti Korupsi mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (7/3/2013) lalu, yang diterima langsung Ketua DPRD Sulut, Meiva Salindeho-Lintang. Dalam menyampaikan tanggapannya, Meiva menuturkan kalau pihaknya juga mendorong aspirasi yang disampaikan para pendemo. ”Tuntutan kader HMI dan beberapa organisasi kemahasiswaan ini kami nilai perlu didukung. Apapun itu, KPK harus bertindak tegas dan konsisten. Siapa yang melanggar hukum harus diberlakukan sama,”kata Ketua DPRD yang diusung Partai Golkar itu. Ditambahkannya lagi, DPRD Sulut secara kelembagaan memberikan dukungan kepada KPK untuk menjalankan tugas-tugasnya. Menurut Salindeho, ketaatan terhadap hukum menjadi bagian penting yang patut diperhatikan. ”Memang kita harus menjunjung tinggi praduga tak bersalah, bila saja ada yang melanggar hukum kami DPRD Sulut mendorong untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami meminta KPK agar menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Salindeho.(efl)

Sebagai Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Periode 2013-2018, Pada Tanggal 17 Maret 2013

Ditengah-tengah sukacita masyarakat Kabupaten Minahasa dalam menyambut pemimpin yang baru, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Minahasa tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Drs. Stevanus Vreeke Runtu atas jasajasanyadalampengabdiandanmem bangun tanah Toar Lumimuut termasuk stabilitas dan kerukunan antar umat beragama selama sepuluh tahun. Untuk itu masyarakat mengharapkan kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru agar dapat meneruskan pembangunan di Kabupaten Minahasa dalam kesatuan dan persatuan dengan berbasis budaya mapalus serta falsafah pahlawan Nasional asal Minahasa DR. Samratulangi ‘Si Tou Timou Tumou Tou’.(adv)

Meiva Salindeho-Lintang

EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

SOSOK
Drs. Jantje Wowiling Sajow, MSi

Hidup Dalam Kasih, Bergaul Dengan Semua Orang
Proses pemilihan langsung Bupati dan Wakil Bupati Minahasa periode 20132018 , berhasil menobatkan Drs. Jantje Wowiling Sajow, MSi dan Ivan Sarundajang sebagai Bupati dan Wakil Bupati Minahasa terpilih. Hal ini membuktikan bahwa kematangan berdemokrasi seluruh rakyat Minahasa kembali terbukti dan kini telah berbuah manis.
UKSES yang diraih saat menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) 12 Desember 2012 lalu, tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Beragam upaya dan kerja keras pemerintah dan dukungan segenap masyarakat di kabupaten Minahasa yang dikenal sarat akan nilai-nilai religius menjadi rahasia yang terkuak dibalik tirai misteri keberhasilan ini. Siapakah sebenarnya sosok Bupati Minahasa terpilih periode 2013-2018, yang bernama Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi ?. Mener, Antje, Pena dan Ketua, merupakan segelitintir sapaannya dan menggambarkan kedekatannya dengan berbagai elemen masyarakat, membuktikan kepopulerannya di berbagai komunitas. Sifat yang tegas dan rendah hati serta supel juga dinamis dan progresif, membuat dia disukai banyak kalangan. Beliau memahami kepentingannya membangun komunikasi dengan semua pihak (Humanis). Tuama kelahiran Minahasa, 14 Januari 1962, dianugerahi Tiga (3) orang anak (Nicky, Timothy, dan Gabriela) dalam mahligai rumah tangga bersama istri tercinta, Dra. Olga A. Singkoh, M.Hum. Sebagai birokrat sejati, Drs. Jantje Wowiling Sajow, MSi, yang berkutat dengan berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk pengembangan mutu pendidikan dan rohani generasi muda sebagai pemilik masa depan bangsa. Kak Antje yang saat ini menjadi Ketua Remaja GMIM sekaligus Ketua Komisi Pelayanan Kategorial (Kompelka) Remaja Sinode GMIM. Walaupun disibukkan dengan berbagai karya pengabdian, tidak mengurangi performance lelaki Desa Koka, Kecamatan Tombulu ini, untuk senantiasa tampil simpatik, sabar, sederhana, namun penuh percaya diri, tidak suka menunda pekerjaan dan selalu berusaha menuntaskan pekerjaan tepat waktu. Selain itu, sikap sabar dan tidak mudah terpancing emosi, selalu diaktualisasikan ayah 3 anak yang hobi berolahraga, bermusik, dan “bakobong”, saat menghadapi tantangan dalam pekerjaan, termasuk dalam mengatasi berbagai isu yang kerap mendiskreditkannya. Itu semua dihadapi dengan iman. Berbagai kritikan selalu diterima dengan tangan terbuka karena baginya, kritikan bukanlah suatu hal yang tabu, melainkan sebagai bahan pembelajaran, untuk diambil hikmahnya. Menurutnya, keberhasilan dan prestasi merupakan anugerah indah dari Tuhan yang selalu disyukuri bersama keluarga. Karena dukungan keluarga menjadi kekuatan yang mampu menopangnya, dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab, yang senantiasa memahami dan merespon dengan baik setiap kesibukan yang dijalani. “Saya selalu memanage waktu agar tugas dan tanggung jawabnya berjalan beriringan dengan kehidupan keluarga,”ujarnya. Terlepas dari berbagai prestasi yang diraih, ada juga masa-masa sulit yang tidak kondusif. Dimana kemampuan sebagai birokrat dan ketabahan “diuji” dengan kondisi yang tidak kondusif. “Puji Tuhan, semuanya telah dilalui berkat kekuatan dan topangan keluarga, bahkan dari dukungan sahabat yang tak hentihentinya,”ungkapnya. Soal kepemimpinan lima tahun kedepan, sosok Jantje Wowiling Sajow (JWS) tidak di ragukan lagi. Selalu terstruktur dan konseptual dalam memaknai kehidupan. Kapan pun dan di mana pun dia berada, selalu berusaha keras membuat sesuatu itu berarti bagi keluarga, masyara-

PROFIL
PROFIL FIGUR
Nama Tempat/ Tanggal Lahir Jabatan Sekarang Agama Istri Tempat/TgI Lahir Pekerjaan Pendidikan Anak-anak : : : : : : : : : Drs. Jantje Wowiling Sajo, MSi Koka, 14 Januari 1962 Bupati Minahasa Kristen Protestan (GMIM) Dra. Olga A. Singkoh, M.Hum Tondano, 19 Agustus 1962 Dosen FPBS UNIMA Kandidat Doktor (S3) di UNSRAT Manado Nicky J. Sajow, SE, Timothy J. Sajow, Gabriela T. Sajow

RIWAYAT PENDIDIKAN - SD GMIM KOKA Lulus Tahun 1974 - SMP Kristen GMIM Kembes Lulus Tahun 1977 - SMA Kristen GMIM Tomohon Lulus Tahun 1980 - IKIP Negeri Manado Lulus Tahun 1985 - Pasca Sarjana UNSRAT Manado Lulus Tahun 2004 - Kandidat Doktor (S3) Univesitas Merdeka Malang BIROKRAT - Guru SMA (SMA N. III Manado, SMA Neg V Manado, SMA Pancasila Manado, SMA WidyadikaraManado, WA Pertiwi Manado SMA K1a Manado, SMA Muhamadiyah Manado, SMA Widaria Manado, SMA El-Fatah Manado, SMA PGRI Manado, SMA Kristen Manado, SMA Lelemuku Manado) 1981-1986 - Guru/Kepala Sekolah SMA El Fatah Manado 1986-1992 - Guru SMA Kristen Tondano 1992-2003 - Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Oaerah Kabupaten Minahasa. - Kepala Badan Narkoba Kabupaten Minahasa - Wakil Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Minahasa 2003 (Juni-Agustus) - Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Minahasa 2003-2007 - Dosen STIE El Fatah Manado - Wakil Bupati Minahasa 2008-2013 - Bupati Minahasa 2013-2015 ORGANISASI POLITIK 1. Anggota DPRD Minahasa tahun 1992-2003 (3 periode) 2. Sekretaris DPD Partai GOLKAR Kabupaten Minahasa tahun 1999-2003 3. Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan (FKP) DPRD Minahasa tahun 1992-1997 4. Wakil Ketua Kmisi Kesejahteraan Rakyat DPRD Minahasa tahun 1997-1999 5. Ketua Komisi Keuangan ÐPRD Minahasa tahun 1999-2003 6. Sekretaris Panitia Anggaran DPRD Minahasa tahun 1999-2003

S

kat, bangsa dan Negara. Setelah membina karir di birokrat, kemudian memantapkan langkahnya di bidang politik, putra mantan Hukum Tua Desa Koka, Kecamatan Tombulu ini adalah figur patriotik dan kharismatik bagi iklim perpolitikan di tanah Minahasa. Dengan pengalamannya sebagai politisi, sejumlah jabatan di berbagai ormas pernah disandangnya. Mulai dari Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Tombulu paheluman Ne Tombulu 2005, Ketua RSN (Relawan Sulut Nyaman) Provinsi Sujawesi Utara 2010-2015, Wakil ketua GAMKI Kabupaten Minahasa 1992-1997, Ketua AMPI Rayon Pineleng 1989-1994, Fungsionaris DPD I AMPI Provinsi Sulut 1989-1994,Fungsionanis DPD II KNPI Kabupaten Minahasa 19891992, Ketua DPD II Generasi Muda KOSGORO Kabupaten Minahasa 19972007, Ketua PGRI Kabupaten Minahasa 2005-2010, Sekretaris Umum PGRI Provinsi Sulut 2005-2015, hingga Ketua Ikatan Alumi IKIP / UNIMA 2012-2019. Dari itulah beliau mendapatkan kepercayaan masyarakat Minahasa untuk menahkodai Minahasa selang 5 tahun ke depan, dengan meraih mayoritas suara rakyat Minahasa yang “mengagetkan” banyak kalangan. Figurannya semakin dikagumi teman dan disegani lawan karena program terobosan JWS, menghentak Minahasa dan membahana di seantero bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara. Ide dan

gagasan cerdas nan bijak untuk membangun Minahasa secara Konseptual, terintegrasi, komprehensif, adil dan merata, dengan memperhatikan potensi dan keunggulan wilayah, telah dituangkan dalam berbagai program terobosan yang implementatif dan aplikatif. “Kedepan, dengan pertolongan dan berkomitmen dengan Tuhan, sudah pasti saya akan berjuang dengan penuh dedikasi dalam menjalankan kewajibannya, tanpa mengenal ruang dan waktu,”ungkap JWS. Dengan konsep hidup melayani atas dasar kasih, JWS menapaki jejak-jejak terjal dan berliku dengan berkasutkan kerja keras, di atas keyakinan. Dasar kesuksesan seseorang, adalah minat yang keras dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan Visi, “Menuju Minahasa yang Bermartabat, Sehat Berdaya saing, Berkeadilan dan Sejahtera”di tengah era globalisasi, otonomisasi, dan dernokratisasi. Dalam mengimplementasikan “mimpi besarnya”, tentulah memerlukan dukungan segenap komponen masyarakat Minahasa. Dengan kerendahan hati yang menjadi karakter khasnya, pak Ance selalu berucap, “Tanpa rakyat, saya bukanlah siapa-siapa, oleh karena itu, saya memohon dukungan rakyat untuk kiprah pengabdian dan karya pelayanan saya, mengantar tanah Toar Lumimuut Minahasa tercinta, semakin maju,”tegasnya. Selamat Kak Antje, kiranya Tuhan akan memberkati perjuangannya bersama Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, dalam membangun Kabupaten Minahasa, Tanah Toar Lumimuut, Provinsi Sulawesi Utara, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memberkati kita semua.(***)

10

TOMOHON
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

Pemilu 2014, Tomohon Tetap Tiga Dapil
TOMOHON-Rencana KPU Tomohon untuk menambah satu (1) Daerah Pemilihan (Dapil) pada Pemilu 2014 mendatang akhirnya sirna. Kepada IDENTITAS, Ketua KPU Tomohon Beldie Tombeg menjelaskan bahwa batalnya hal tersebut dikarenakan beberapa pertimbangan seperti jumlah pertumbuhan penduduk yang belum signifikan serta letak geografis yang memang belum memungkinkan. "Penambahan dapil ini, sudah kami usulkan saat pelaksanaan rakor di Jakarta beberapa hari lalu. Dan hasilnya, KPU Pusat tidak menyetujui adanya penambahan dapil di Kota Tomohon,"ungkap Tombeg. Lanjut ia menambahkan, sesuai SK KPU No.126/KPTS/KPU/Tahun 2013, lampiran II.71.73 tanggal 9 Maret, Kota Tomohon tetap 3 Dapil yaitu, Dapil 1 meliputi Kecamatan Tomohon Timur, Tomohon Tengah dan Tomohon Barat yang akan memperebutkan Sembilan (9) kursi. Sedangkan Dapil 2 meliputi, Kecamatan Tomohon Utara yang akan merebutkan Enam (6) kursi dan Dapil Tiga (3) yang terdiri dari Kecamatan Tomohon Selatan dan akan merebutkan Lima (5) kursi di DPRD Kota Tomohon pada Pemilu 2014 mendatang,”pungkasnya.(edi)

Beldie Tombeg

Pansus akan Pelajari Perda PBB Manado dan Bitung
TOMOHON-Sekretaris Pansus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Paulus A Sembel mengatakan, rapat Pansus yang dihadiri Asisten III Trusje Kaunang dan Kadis DPPKD Kota Tomohon Harold Lolowang, beberapa waktu, masih membahas sebatas persoalan umum seperti, data mePaulus Sembel ngenai wajib pajak baik perorangan maupun yang berbadan hukum. "Rapat masih membahas hal yang umum, termasuk data wajib pajak perorangan maupun badan hukum,"ujar Sembel. Selain hal tersebut, Sembel yang juga Ketua Komisi A DPRD Kota Tomohon ini menerangkan bahwa Pansus telah mengingatkan agar Pemkot Tomohon aktif melakukan koordinasi. Sebab dari data yang dimiliki, Pansus masih menemui adanya beberapa kendala seperti, batas-batas wilayah yang belum jelas serta adanya SPPT ganda. "Untuk menetapkan berapa besar Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) termasuk tarif PBB yang nantinya akan diberlakukan, data-data pendukung harus tersedia,"ungkap Sembel seraya menambahkan bahwa nantinya Pansus juga akan melihat dan mempelajari Perda PBB yang sudah ditetapkan di Kota Manado dan Bitung. Sementara itu, Kabag Pemerintahan Umum Herry Lantang, SSTP yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sementara mempersiapkan datadata yang diperlukan Pansus dalam menetapkan Perda PBB ini. "Kami sementara mempersiapkan data-data yang diperlukan untuk kelancaran pembuatan perda ini,"pungkas Lantang.(edi)

Walikota Tomohon Optimis Raih Adipura

Walikota Tomohon Jimmy F Eman, SE.Ak saat memantau langsung kesiapan lokasi yang menjadi titik penilaian Adipura

Mamahit dan Ngala Raih Juara OSN Tingkat SD
TOMOHON - Untuk menghasilkan siswa-siswi yang memiliki pengetahuan sains yang berkarakter dan mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan di tingkat nasional, Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Kota Tomohon menggelar lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kota Tomohon, yang digelar di SD GMIM IV, Jumat (08/03/2013) lalu. Menurut Kadis Dikda Kota Tomohon melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Sonny Saruan, pelaksanaan OSN ini diikuti 132 peserta dengan bidang lomba mata pelajaran Matematika dan IPA. "Pelaksanaan kegiatan ini sebagai ajang lomba untuk seleksi ke tingkat provinsi. Dan 132 peserta yang mengikuti kegiatan lomba tingkat kota ini, sudah dilakukan lomba seleksi di tingkat sekolah sebelumnya,"ujar Saruan seraya mengatakan seleksi yang dilakukan ini secara kompetitif dan objektif. Dalam lomba kategori Matematika, peringkat Pertama berhasil diraih Christy Mamahit (SD GMIM 8 Tomohon). Juara Kedua Brigitha Pangemanan (SD Katolik 1 Tomohon) dan Juara Ketiga diraih Russel Wayong (SD GMIM 2 Tomohon). Sedangkan pada kategori IPA, peringkat pertama berhasil diraih Godeliva Ngala (SD Katolik 1 Woloan). Peringkat Kedua Marbella Widodo (SD GMIM 3 Tomohon) dan Julvinka Mokoagouw (SD GMIM Kumelembuai) yang meraih peringkat ketiga.(edi)

TOMOHON-Menjelang penilaian Piala Adipura tahap Dua (2), Pemkot Tomohon terus melakukan upaya pembenahan untuk menggenjot perbaikan serta kekurangan yang ditemui dalam penilaian tahap pertama yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Untuk mengecek kesiapan tersebut, Walikota Tomohon Jimmy F Eman, SE.Ak bersama jajarannya terus melakukan pengecekan dan turun memantau langsung kondisi dititik yang menjadi penilaian Adipura seperti, Pasar Beriman, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Taratara, sekolah, Puskesmas, kompleks perkantoran dan jalan umum maupun diseluruh Kecamatan dan Kelurahan yang ada di Kota Tomohon. Saat berkunjung di Pasar Beriman, Walikota pun tak segan-segan untuk melihat langsung serta melakukan dialog dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi kebersihan dan mengecek limbah yang dihasilkan pasar tradisional terbaik kedua di tanah air ini.

“Untuk mendapatkan piala Adipura tahun ini, pemerintah dibantu SKPD dan masyarakat harus berkomitmen untuk mencapainya. Tentunya peran serta dari setiap SKPD dan seluruh komponen masyarakat sangatlah berpengaruh dalam pencapaian tersebut,”ungkap Eman seraya menambahkan tentunya tidak sulit bagi Kota Tomohon untuk meraih Adipura asalkan keterlibatan atau peranan masyarakat demikian juga dengan SKPD harus bahu membahu dalam mewujudkan Tomohon Kota yang hijau bersih dan nyaman. “Saya optimis, dengan Kekompakan dan sinergitas yang terus dilakukan dalam rangka merubah nilai yang sudah didapat pada tahap pertama, saya yakin kita pasti mampu meraih Adipura,”tegasnya. Seperti diketahui, pada penilaian tahap pertama Kota Tomohon meraih nilai keseluruhan 73,03. Dengan titik penilaian meliputi komponen pasar, pendidikan dan kesehatan.(edi)

Situs dan Cagar Budaya Harus Dilindungi
Tomohon-Situs dan cagar budaya di Kota Tomohon terus dilindungi oleh warga dan Pemerintah Kota Tomohon. Hal ini terbukti, dalam dialog budaya sekaligus sosialisasi Undang-undang No. 11 tahun 2010 tentang cagar budaya, Rabu (6/3/2013), di aula lantai III kantor Wali Kota. Dalam kegiatan yang dihadiri Walikota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak, para budayawan dan tokoh masyarakat lainnya ini turut memberikan apresiasi dan kebanggan buat seluruh stackholder yang peduli untuk menjaga puluhan cagar budaya yang ada di Kota Tomohon. Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Drs Gerardus Mogi selaku penanggungjawab kegiatan mengatakan, sasaran pelaksanaan budaya adalah soal UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya. "Kita tidak bisa pungkiri kalau cagar budaya yang ada di Kota Tomohon itu sangat banyak. Untuk itu, acara tersebut sangat penting untuk diikuti, apalagi kami juga telah mengundang narasumber yang memang berkompeten bicara soal budaya," terang Mogi sembari menyambung sekitar 20-an situs dan cagar budaya di Kota Tomohon butuh kerjasama dari semua pihak untuk menjaganya selalu.(edi)

Dialog budaya dan sosialisasi UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

11

MINSEL-MINUT
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

Paruntu Bertandang ke Kemensos RI

Dehoop: Pemkab Butuh 921 PNS
AM UR AN G – Ka bupaten Minahasa Selatan dibawah pimpinan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE, masih membutuhkan 921 Pegawai Negeri Sipil. Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD)Kabupaten Minsel Drs Joutje Dehoop saat dihubungi via selulernya. “Iya sesuai dengan analisis jabatan dan beban kerja Calon Pegawai Negeri Sipil 2013 di Kabupaten Minsel, kami simpulkan 921 formasi jabatan. Dan ini sebagian besar tenaga kesehatan dan guru,” ujar Dehoop. Lanjut dia, untuk menindaklanjuti itu, pihaknya telah menerima surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN), dan usulan ini dalam waktu dekat akan dikirim ke pusat untuk diproses lebih lanjut. “Namun formasi ini belum final, jadi yang menentukan adalah KemenPAN, kita tinggal menunggu saja,” ujar Dehoop. Menanggapi itu lulusan sarjana Asal Minahasa Selatan, meminta agar dalam rekruitmen CPNS tahun 2013 ini, lebih memprioritaskan putra-putra Minsel. “Walaupun memang harus diakui bahwa siapa saja berhak untuk datang mendaftar ke Minsel, namun apa guna kita ini sebagai Daerah Otonom jika tidak memprioritaskan orang Minsel. Sebagai tokoh masyarakat Cuma bisa memohon kepada Pemerintah kalu dengar makasi, dan kalau tidak juga nda apa-apa,” ujar Frangki Maramis. (jef)

Bupati Minsel Christiany E. Paruntu, SE saat berkunjung ke Kantor Kemensos RI AMURANG–Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany E. Paruntu, SE, didampingi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs. Jefry Prang, MSi, mendatangi Kementrian Sosial (Kemensos) RI, Jumat, (1/3/2013). Maksud dan tujuan keberangkatan Bupati dan Kadis Sosial dan Nakertrans Minsel, untuk menyampaikan usulan perbaikan rumah korban bencana alam tanah longsor dan banjir, perbaikan rumah tidak layak huni, pemberdayaan fakir miskin, rehabi litasi Taman Makam Pahlawan (TMP), pengadaan mobil Tagana dan penagananan konflik sosial antara desa Picuan dan Wanga. Dirjen Kemensos menyambut baik maksud dan tujuan usulan Bupati, dan langsung memberikan arahan kepada beberapa direktur untuk menindaklanjutinya. “Dirje merespon positif apa yang kami sampaikan, dan akan segera menurunkan tim untuk mengverifikasinya,” kata Paruntu. Selain itu, Dirjen berharap agar Pemkab Minsel untuk memberdayakan potensi sosial seperti karang taruna. (jsk)

Penyelesaian Aset Terus Dipacu
AIRMADIDI-Penyelesaian aset daerah di Minahasa Utara terus dipacu. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal aset yang administrasinya tidak lengkap.“Penyelesaian administrasi asset sementara dirampungkan,” kata Bupati. Menurut Singal, penyelesaian aset yang dilakukan saat ini hanyalah masalah administrasi pengalihan dari Kabupaten Minahasa yang hamper rampung. “Sudah ada penyelesaian administrasinya dan diharapkan tim bekerja secara optimal sehingga hasilnya cepat dan tepat,” tambah Singal. Administrasi aset yang sementara dirampugkan terdapat di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menyangkut aset sekolah-sekolah, dan di Dinas Kesehatan menyangkut aset Puskesmas dan lainnya. Ada juga di Dinas Pertanian menyangkut Balai Penyuluh Pertanian serta aset lainnya yang tersebar di sejumlah SKPD bahkan termasuk soal kendaraan dinas. “Biarlah semua pihak ikut membantu penyelesaian administrasi aset,” ujar Singal. Sekretaris Daerah Drs Johannis Rumambi usai memimpin rapat aset mengatakan, pihaknya berupaya persoalan administrasi kepemilikan asset cepat selesai, sehingga tidak ada pembahasan yang berlarut-larut. Bahkan Rumambi bertekad, jika administrasi aset selesai, Minut diharapkan mendapat catatan atau opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).(efl)

SMPN 1 Airmadidi Gelar Pelatihan Teknik jurnalistik
AIRMADIDI-Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Airmadidi, Senin (4/3) 2013 lalu, menggelar pelatihan teknik jurnalistik dalam komunikasi pendidikan dengan menghadirkan jurnalis senior Drs. Edwin Rondonuwu, MBA, MM sebagai narasumber dan diikuti oleh guru-guru berbasis bahasa Indonesia. Menurut kepala sekolah SMP N 1 Airmadidi, Dra. Noula Kikie Wuisan Mpd, pelatihan ini sengaja diadakan untuk menambah wawasan kepada guru dan murid dengan bertemakan ‘Mari Torang Saling Baku Beking Pande’,”tegas Wuisan. Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Drs. Maximilian Tapada Mpd, dalam sambutannya memberi apresiasi kepada kepala sekolah SMPN 1 yang telah mengadakan pelatihan ini dan diharapkan bagi para peserta agar dapat menerapkan Teknik jurnalistik dalam komunikasi pendidikan sebagai message dalam melaksanakan atau melakukan pendidikan. Dalam pelatihan tersebut dihadiri oleh guruguru bahasa Indonesia dan pengawas se-Kabupaten Minahasa Utara. (efl)

Drs. Sompie Singal saat melantik pejabat Eselon III

Singal: Pertahankan Citra Birokrasi Yang Bersih
AIRMADIDI–Bupati Minahasa Utara (Minut), Drs. Sompie Singal, mengajak seluluh jajarannya agar mempertahankan citra birokrasi yang bersih untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kinerja pemerintah. Hal tersebut diungkapkan bupati, saat melantik Tiga (3) pejabat Eselon III di aula kantor bupati beberapa waktu lalu. “Kepada pejabat diingatkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kinerja birokrasi pemerintah, hindari resistensi ataupun preseden buruk bagi masyarakat. Wibawa dan citra pemerintah harus dijaga dan dipelihara serta pertahankan citra birokrasi yang bersih. Tunjukan kepada masyarakat elektabilitas, kredibilitas dalam pelayanan kepada publik secara prima,”tegas Sompie. Adapun pejabat yang dilantik, Novi Tampi yang sebelumnya menjabat Sekretaris BKDD kini menjadi Sekretaris BP4K. Sedangkan Drs Tomy Dolongseda yang sebelumnya Camat Likupang Timur kini menjadi Sekretaris BKDD dan Stevi Watupongoh sebelumnya Kabid Disiplin BKDD menjadi Camat Likupang Timur. (efl)

Minsel Tuan Rumah Pelatihan OKP2 se-Indonesia
AMURANG – Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Minahasa Selatan, Pemkab Minsel bekerja sama dengan Bandiklat Kementrian Dalam Negeri akan menyelenggarakan Orientasi Kepemimpinan Penyelenggaraan Pemerintahan (OKP2) dan Orientasi Lapangan. Sesuai rencana, penyelenggaraanya akan dilaksanakan pada tanggal 17-20 Maret 2013. Bupati Minsel Christiany E. Paruntu, SE menjelaskan, acara yang akan diselenggarakan ini patut mendapatkan apresiasi penuh karena merupakan hal positif demi memajukan system kepemerintahan yang ada. Selain di Minsel Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Provinsi Sumatera Selatan, yang akan diikuti oleh 50 Bupati dan Walikota se-Indonesia. “Tim protokol dan Humas Bandiklat Kementerian Dalam Negeri sudah datang meninjau lokasi, dan kita sudah sangat siap selaku tuan rumah dalam hajatan ini,”tukas Paruntu. (jsk)

Pelatihan jurnalistik di SMPN 1 Airmadidi

12

MITRA
EDISI 96, FEB RUARI-MARET 2013

Penyakit Tipes dan DBD Serang Mitra

Tinungki: Tidak Ada Lagi Lompat Jalur
RATAHAN–Sekertaris Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara, Ir. BA Tinungki, MEng, mulai unjuk gigi sehubungan dengan maraknya lompat jalur untuk mendapatkan tanda tangan Bupati dalam sistim administrasi pemerintahan disana. Hal ini yang membuat Tinungki geram dan menjadi perhatian serius Pemkab Mitra, dalam hal ini dirinya selaku Sekda. Diruang kerjanya, Tinungki kepada beberapa awak media menyampaikan, dalam rapat kordinasi terus diupayakan untuk tak ada lagi sistem langsung main tembak. “Pada kenyataannya waktu yang lalu banyak surat yang sudah ditandatangani bupati, namun belum terekspedisi di sekretariat Tata Urusan Pemerintahan (TUP), dan hal ini membuat sistim adminitrasi tak jalan dengan baik,” bebernya. Harapannya mulai saat ini tak ada lagi yang seperti itu. “Kedepannya kami akan secara tegas memberlakukan system seperti itu, dan tidak ada lagi

B.A Tinungki lompat jalur,” tegasnya. Terpisah,menurut pengamat Pemerintahan dan Pembangunan Mitra Roy Wulur SH MH, jika ada sistem admnistrasi pemerintahan melakukan cara seperti itu, yakni lompat jalur, maka disebutkannya akan berimbas pada kebobrokan sistem pemerintahan, sebab ada orang-orang tertentu yang akan memanfaatkan situasi itu. “Kalau ini tidak bisa dirubah, maka akan sangat berdampak pada otoritas pemerintahan,” tukasnya. (fre)

Pemilukada Mitra
Antisipasi DBD, fogging seperti ini harus secepatnya dilakukan. RATAHAN–Beberapa bulan terakhir ini, penyakit Tipes dan Demam Berdarah (DBD) menyerang warga masyarakat Minahasa Tenggara (Mitra). Terbukti dengan adanya beberapa warga, Kecamatan Tombatu, Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur yang sudah terdeteksi positif terserang Demam Berdarah dan Tipes. Kadis Kesehatan Kabupaten Mitra dr. Lili Mawati melalui Kepala Puskesmas Ratahan dr. Juanita Tetengean kepada IDENTITAS, Jumat (8/3/2013) lalu mengakui hal tersebut. Menurutnya, sudah beberapa warga yang menderita penyakit Tipes dan DBD, yang dikarenakan pola hidup tidak bersih, baik linkungan maupn alam sekitar. Diharapkannya, warga senantiasa menjaga lingkungan agar tidak kotor dengan cara membersihkan lingkungan serta menjaga diri tetap bersih. “Untuk penyakit DBD, kami akan melakukan fogging,” tukasnya. (fre)

T2 Diberi Kebebasan Memilih Pasangan
RATAHAN-Telly Tjanggulung (T2) yang saat ini menjabat Bupati Mitra, boleh bernapas lega. Pasalnya DPP Partai Golkar telah mengeluarkan SK Calon Bupati Mitra periode 20132018 dan dirinya ditetapkan sebagai calon tunggal PG, serta diberika kebebasan untuk menentukan pasangan yang akan mendampinginya. “Saat ini Tjanggulung sudah bertolak ke Jakarta untuk menjemput SK calon Bupati,” ungkap Oto Kawengian, salah satu pengurus partai Golkar Mitra. Kawengian mengatakan bahwa saat ini partai Golkar Mitra sangat solit dan kuat. Bahkan dia menyakini kalau Ketua PG Mitra ini bisa kembali pimpin Mitra. “Saya yakin Ibu Telly Tjanggulung bisa memenangkan Pemilukada mendatang. Hal ini terlihat dari dukungan warga Mitra yang semakin banyak mengarah kepada Bunda,” ucap Kawengian. Sementara itu, T2 beberapa waktu lalu kepada wartawan mengatakan bahwa dirinya sudah sangat siap untuk bertarung dalam pemilukada nanti. “Jika Tuhan berkenan, maka saya akan maju dalam pilkada, dan saya sudah siap untuk memenangkan partai Golkar,”ucap T2 Reagen Pantow yang merupakan ketua Media Center Pemenangan Telly Tjanggulung, Tjanggulung saat ini sudah berada di atas angin untuk kemenangan pemilukada Mitra. “Sebagai putra daerah saya mengajak masyarakat untuk sama- sama berjuang dan memenangkan Bupati mendatang. Karena di pundak Tjanggulung pembangunan dan keberhasilan kabupaten pemulihan dipertaruhkan,” ucap Pantow.(fre)

Sarundajang: Jangan Ada Roling Jelang Pemilukada
jelang pemilukada. “Memang Pak gubernur mengharapkan tak ada roling jelang pemilukada namun yang dimaksud agar supaya terjaga sinergitas kerja, jangan sampai terjadi roling dan menganggu kinerja SKPD menjelang pesta demokrasi,” ujar Pheibe. Sementara itu, rolling pejabat yang saat ini semakin santer terdengar di kalangan Pemkab Mitra, langsung ditanggapi serius Bupati Mitra Telly Tjanggulung. “Tidak ada roling pejabat, yang ada hanya pengisian jabatan yang lowong,” jelasnya. Lanjut Tjanggulung menambahkan, memang ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang pejabatnya sangat mendesak untuk diisi, karena menyangkut dengan kepentingan pelayanan pada masyarakat seperti, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) dan jabatan pada esalon III dan IV yang masih lowong,” paparnya. Meskipun demikian, Tjanggulung belum bisa memastikan kapan pelantikan pejabat baru tersebut akan dilakasanakan. (fre)

Panwas Lakukan Tes
RATAHAN-Bertempat diruang Seketariat Daerah (Setda) Kabupaten Mitra, Selasa (5/3/2013), sebanyak 45 peserta calon panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) mengikuti seleksi tertulis dari Panwaslu Kabupaten. Peserta yang di test mendapat pengawasan yang cukup ketat dari panwas kabupaten dan pihak Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) provinsi dibawah pimpinan Edwin Malonda SE. Sebelum dilaksanakannya test untuk peserta, Malonda dalam arahanya mengatakan, test tertulis yang dilaksanakan ini, baru langkah awal untuk memasuki test selanjutnya. “Ini belum final, masih ada seleksi lagi,” katanya singkat. Dikatakannya, untuk menjadi Panwas, setidaknya menguasai peraturan dan mekanisme terkait dengan peran panwas dilapangan. “Baik itu dalam ajang Pemilukada begitu juga halnya dengan pelaksanaan pemilu. Supaya saat kita menemukan sesuatu yang konon betentangan dengan aturan, kita bisa mengambil sikap susuai dengan aturan juga. Saling koordinasi antar lembaga juga sangat perlu dilakukan dalam hal ini,” jelas Malonda.(fre)

SH Sarundajang RATAHAN-Instruksi Gubernur Sulut DR Sinyo Hari Sarundajang agar jangan ada roling pejabat menjelang Pemilukada di Empat (4) Kabupaten, membuat Kepala Dinas dan Badan, serta Eselon Tiga yang bakal diganti mendapat angin seger. Instruksi ini disampaikan langsung oleh Sarundajang saat Rakor BKD se-Sulut. Kepala BKDD Mitra, Pheibe. J.

Telly Tjanggulung Punuindoong SH saat diminta tanggapannya menyangkut instruksi gubernur mengatakan, konsultasi masalah roling tersebut sementara kami lakukan ditingkat provinsi, sebab yang di isi nantinya pejabat yang masih berstatus pelaksana tugas dan beberapa SKPD yang kosong, sehingga hal ini tak menimbulkan presedent buruk dalam men-

13

TOTABUAN RAYA
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013

Bupati Launching LPSE dan ULP Bolmong
dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bolaang Mongondow , beberapa waktu lalu. Dengan Visi “Pengadaan barang /jasa yang handal transparan dan akuntabel”, serta Misi “Mewujudkan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa yang prima dan mengembangkan sumber daya manusia yang profesional berbasis IT”, ditargetkan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik ini, akan lebih meningkatkan dan menjamin terjadinya efesiensi, efektifitas , transparansi dan akuntabilitas dalam pembelanjaan uang negara. Harapan Salihi, dengan kehadiran system layanan pengadaan secara elektronik dapat mewujudkan kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengadaan barang dan jasa pemerintah. (jhon/fera)

Mokodongan Diminta Optimalkan Potensi yang Ada
TUDUAOG–Sangadi Tuduaog terpilih Ny. Uri Mokodongan yang secara resmi dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Bolaang Mongondow Hi Salihi Mokodongan melalui SK Bupati Nomor 03 Tanggal 3 Januari 2013, diminta untuk dapat merangkul seluruh kekuatan di desa, dalam rangka mengoptimalkan setiap potensi yang ada, demi mewujudkan proses pemerintahan yang seiring dan sejalan dengan arah pembangunan. Bupati juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Desa Tuduaog yang telah melaksanakan proses pemilihan sangadi secara demokratis, tertib aman dan lancar. “Tentunya dalam proses pemerintahan desa membutuhkan persatuan dan kesatuan di masyarakat, agar program pembangunan sosial kemasyarakatan yang telah dan akan dilaksanakan selama periode jabatan sangadi baru, dapat terlaksana seusai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Salihi. (jhon/arman)

LOLAK-Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Hi Salihi Moko-

dongan me-launching Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)

Proyek SDA Tahun 2012 Sarat Penyimpangan
BOLSEL–Proyek Sumber Daya Air (SDA) yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mendapat sorotan dari warga. Mursanif Bonde SE, salah seorang warga kepada IDENTITAS bahwa proyek tersebut sarat dengan penyimpangan, karena pihak kontraktor hanya mementingkan keuntungan sendiri daripada kepentingan banyak orang. “Pekerjaan yang ada juga terkesan asal jadi. Dan itu saya bisa buktikan,” katanya. Dalam hal ini pemerintah dan pihak terkait diminta untuk memperhatikan dan memproses secara hukum. “Ya, pengerjaannya tidak sesuai bestek. Tentunya merugikan warga setempat dan Negara,” katanya. (muh/yongki)
Uri Mokodongan saat dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Bolaang Mongondow Hi Salihi Mokodongan

ADVETORIAL

Momen kebangkitan Yesus Kristus dari maut untuk menghapus dosa kita manusia menandakan bahwa kita harus mengintrospeksi diri. Penderitaan yang dialami Yesus di kayu salib, serta kebangkitannya pada hari ketiga, hendaknya menjadi peringatan bagi kita untuk lebih dekat kepada Tuhan. Ketua DPRD Kabupaten Mitra Tony Hendriek Lasut AmTm mengatakan bahwa kita hendaknya memaknai dengan Paskah Yesus Kristus dengan hati yang bersih. Jauhi hal hal yang tidak baik dan tidak berkenan kepada Tuhan. “Atas nama pimpinan DPRD saya mengucapkan Selamat Paskah. Semoga makna kebangkitan kristus membawa hati kita semakin bersih dan kita takut akan Tuhan. (*)

Delly Mokalow Wakil Ketua

Katrien Mokodaser Wakil Ketua

Tony H Lasut, AmTm Ketua

Stanley Pasulatan SE, Msi Sekwan

14

TOTABUAN RAYA
EDISI 95, FEBRUARI-MARET 2013

Masyarakat Tolak Perkebunan Karet dan Kelapa Sawit

Nayodo: Kotamobagu Bakal Menjadi 4 Dapil
KOTAM OB AG U— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu menggelar konsultasi publik tentang pembagian Daerah Pemilihan (Dapil) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014. Konsultasi ini melibatkan 10 pimpinan partai politik peserta Pemilu 2014 di KotaNayodo Koerniawan mobagu, yang digelar di Media Center KPU. “Dalam pengusulan Dapil ke KPU Pusat, melewati beberapa tahapan. Mulai pembahasan secara internal KPU Kotamobagu, kemudian dengan KPU Provinsi Sulut dan sebelum diusulkan harus meminta saran masukan parpol sebagai peserta Pemilu nantinya,” ujar Ketua KPU Kotamobagu Nayodo Koerniawan. Lanjut Nayodo, Dapil tersebut harus disosialisasikan kepada Parpol-Parpol yang akan menjadi peserta pemilihan umum. “Kpu sudah mempunyai dua opsi untuk diusulkan. Yakni, bertahan dengan tiga Dapil atau menambah satu dapil lagi, sehingga menjadi empat dapil,” ujar Nayodo. Kemungkinan akan menjadi empat Dapil pada Pemilu tahun ini, karena Kecamatan Kotamobagu Timur dan Utara yang semula satu Dapil akan dipecah menjadi dua Dapil. Namun, jumlah kursi di DPRD Kotamobagu tetap seperti pada tahun 2009, 25 kursi.(Jhon)

SANGKUB-Rencana Pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan karet di Kecamatan Sangkub, Bolangitan Timur dan Bolangitan Barat oleh Perusahan PT Anugera Bolmut, tampaknya masih terbentur sikap penolakan dari masyarakat setempat. Pasalnya, sejumlah masyarakat dari beberapa desa belum setuju dengan rencana tersebut. Hal ini terungkap dalam sosialisasi rencana pembukaan perkebunan. Rencananya, perusahaan kelapa sawit yang luasnya mencapai 6000 hektar akan melintasi Desa di Kecematan Sangkub sampai di Kecamatan Bolangitan Barat. Menurut masyarakat, dengan adanya pembukaan lahan kelapa

sawit, secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak buruk terhadap sungai besar di sana. “Saya dan seluruh masyarakat tidak setuju dengan pembongkaran hutan untuk perkebunan kelapa sawit oleh PT Anugrah Bolmut, karena area hutan yang akan dibabat merupakan area yang rawan banjir. Apalagi sungai besar ini setiap musim hujan selalu meluap,”ujar Jamal Wengkeng, salah satu warga Bolmut, Minggu (3/ 3/2013) lalu. Ditempat terpisah Salim Bin Abdulah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolmut, meminta pihak perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Bolmut, tidak memaksakan kehen-

dak agar masyarakat menerima pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit “kita tentu tidak bisa memaksakan buka lahan Sawit kalau masyarakat menolak,” tuturnya kepada sejumlah wartawan di warung mania. Salim menilai masyarakat tentu memiliki banyak alasan untuk menolak perkebunan sawit di wilayahnya. Dengan begitu, masyarakat sudah memiliki rasa ketidakpercayaan kepada perusahaan bersangkutan. “Contohnya, berbagai daerah yang memiliki perkebunan kelapa sawit. Dengan demikian masyarakat akan mendapat uang dan pekerjaan dari hasil menjadi kuli kelapa sawit. (haris/alaina)

Proyek Rehabilitasi Gedung Sekolah

Mamonto: Semua Sudah Sesuai RAB dan Juknis
BOLTIM–Apa yang dialami oleh Kepala Dinas Pendidikan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Drs. Dat Paputungan yang terjerat kasus hikum hingga menjadi penghuni ‘hotel prodeo’, tidak membuat membuat para pemimpin SKPD Boltim jerah. Hal itu terbukti dengan temuan serta laporan dari salah satu pelaksana pekerjaan proyek Dinas Pendidikan. Dalam hal ini dari anggara Dana Alokasi Khusus Rp 6 Miliyar, yang diplotkan dari Anggaran Belanja Negara Tahun 2012, dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan dilapangan. “Ya, pelaksanaan proyek rehabilitasi gedung sekolah didominasi oleh para tim sukses pemenang Bupati dan beberapa anggota legislative,” beber sumber terpercaya IDENTITAS, saat pengurusan proses pencairan tahap kedua. “Pekerjaan proyek berdasarkan perintah kepala dinas. Akibatnya, proyek yang tidak sesuai denganUjknis dan RAB amburadul dikarenakan bahan yang dipakai tidak berkwalitas dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI),” lanjutnya. Kepala Dinas Pendidikan Boltim Drs.Husain Mamonto saat diklarifikasi di ruang kerjanya, dengan sangat lantang membantah semua itu. Menurutnya semua itu sudah sesuai dengan aturan. “Itu semua sudah sesuai RAB dan Juknis,” kelit Mamonto. (jhon)

Bolmong Bentuk Panitia Pembakuan Rupa Bumi Kabupaten
BOLMONG - Dalam rangka mengolah, mengumpulkan dan menginventarisir data yang berkaitan dengan nama unsur-unsur rupa bumi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, seperti nama jalan, pantai, danau, bukit hingga gunung untuk dibakukan, pemerintah membentuk panitia pembakuan nama rupa bumi. Hal ini berdasarkan Permendagri Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pembakuan Nama Rupa Bumi dan Permendagri Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pedoman Pembentukan Panitia Pembakuan Nama Rupa Bumi. Demikian diungkapkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Bolmong Jemy Sako SH melalui Kasubag Pengembangan Otonomi Daerah Ahmad Ijabu S.STP, Selasa (5/3/2013). Menurut Ahmad, pembentukan panitia pembakuan nama rupa bumi penting dilakukan mengingat masih banyak nama rupa bumi di wilayah Bolmong yang belum terdata, lebih khusus yang ada diwilayah Ibu Kota Kabupaten Bolaang Mongondow yang teletak di kecamatan lolak. Hal ini juga dilakukan agar penamaan rupa bumi lebih tertib administrasi dan tersimpan didalam data Tim Pembakuan Nama Rupa Bumi Nasional. Ahmad menambahkan panitia ini nantinya melaksanakan tugas berdasarkan SK Bupati, yang saat ini telah disusun untuk ditandatangani oleh Bupati Hi Salihi Mokodongan. Dimana tugas dari Panitia Pembakuan Nama Rupa Bumi Kabupaten Bolaang Mongondow diantaranya melakukan kegiatan inventarisasi, mengumpulkan dan mengolah data dan informasi yang berkaitan dengan nama unsur unsur rupa bumi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, dan selanjutnya mengusulkan kepada tim nasional pembakuan nama rupa bumi melalui Panitia Rupa Bumi Provinsi Sulawesi Utara. “Upaya inventarisasi oleh panitia akan melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa yang ada secara berjenjang, selanjutnya akan diserahkan kepada tim pembakuan nama rupa bumi pusat melalui provinsi,” ujar Ahmad Ijabu. Ditambahkan, Koordinator Panitia adalah Asisten Pemerintahan Sekdakab Bolmong, dengan Ketua Panitia Kabag Tata Pememerintahan Bolmong. Sedangkan keanggotaan panitia terdiri dari SKPD terkait, unsure Badan Pusat Statistik Kabupaten Bolmong dan unsur Kantor Pertanahan Kabupaten Bolaang Mongondow. Sementara itu, Assisten Pemerintahan Sekdakab Bolmong Drs Chris T Kamasaan menuturkan, SK Panitia akan segera ditandatangani Bupati dalam waktu dekat. (jhon/arman)

Pemekaran Desa Linawan Hanya Janji
PINOLOSIAN-Pemekaran desa Linawan Kecamatan Pinolosian yang dijanjikan Pemkab Bolses sampai saat ini belum ada kejelasan yang pasti. Nasrun Maslili ,Hasni Suaib dan Nurdin kepada IDENTITAS mengatakan, pemekaran tiga dusun yang ada di desa Linawan menjadi satu desa persiapan yang sudah dijanjikan melalui Pemdes hanyalah isapan jempol belaka. “Cuma banyak dengan janji ini pemrintah,” sembur mereka. Lebih lanjut dikatakan mereka, pemekaran sudah dijanjikan dari tahun 2012, dan sudah dinantikan oleh warga masyarakat. “Kiranya pemerintah dapat memperhatikan akan hal ini. Karena dengan keterlambatan atau pun tidak ditepati program yang sudah diagendakan dari jauhjauh hari ini, bisa memicuh konflik antar warga,” tukas mereka. (muh/maksum)

15

MINAHASA
EDISI 96, FEBRUARI-MARET 2013
MANADO–Untuk membasmi eceng gondok di Danau Tondano yang merupakan salah satu aset terbaik Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Pemprov dan Pemkab Minahasa akan dibantu Negara Jerman. Hal ini dinyatakan oleh Gubernur Sulut SH Sarundajang. “Itu tercetus lewat kunjungan saya bersama Pak SBY di Jerman, dimana pemerintah Jerman akan membantu Sulut mengatasi masalah eceng gondok di Danau Tondano,” kata Sarundajang, dalam jumpa pers yang dilaksanakan di VVIP Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (11/3/2013) lalu. Secara detail atau terperinci, bantuan pemerintah Jerman belum disampaikan. Namun, penyelamatan danau Tondano dari ancaman pendangkalan yang terpenting. “Diangkat semua atau dijadikan bahan industri saya belum tahu persis. Pastinya, Danau Tondano terselamatkan yang sangat penting, karena merupakan sumber kebutuhan orang banyak,” jelasnya singkat.(idn)

Basmi Eceng Gondok Danau Tondano, Sulut Akan Dibantu Jerman

JWS-Ivansa Siap Bangkitkan Olahraga di Minahasa
Misi Bupati-Wabup Minahasa:
- Mewujudkan Minahasa berkualitas, aman, nyaman, damai, sejahtera - Mewujudkan Pemerintahan Minahasa berdaya saing tinggi - Mewujudkan target Minahasa pintar - Mendorong pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) - Mewujudkan pelestarian Danau Tondano - Mewujudkan Danau Tondano dan sekeliingnya sebagai Kawasan Rekreasi Rakyat - Melengkapi seluruh infrastruktur pendidikan, jalan (termasuk jalan-jalan desa perkebunan) - Mendorong kegiatan olahraga masyarakat (Olahraga Berprestasi) - Mewujudkan target Minahasa Sehat dengan memaksimalkan pelayanan kesehatan. TONDANO-Bupati dan Wakil Bupati Minahasa terpilih, Drs Jantje W Sajow dan Ivan Sarundajang (JSWIvansa), berencana bakal meningkatkan minat dan prestasi olahraga yang ada di Tanah Toar Lumimuut. Kepada sejumlah pewarta saat meninjau persiapan gedung Wale Ne Tou, JWS menjelaskan bahwa dirinya merencanakan membentuk perkumpulan olahraga, yang rencananya dibagi di Empat (4) wilayah seperti Tondano, Universitas Negeri Manado, Kawangkoan dan Pineleng. "Perkumpulan olahraga yang dibentuk nantinya bakal dibiayai pemerintah. Tak hanya satu cabang olahraga saja, tapi semua cabang olahraga beserta pelatihnya,”ungkapnya. Agar program ini nantinya berjalan maksimal dan menghasilkan bibit atlet yang berprestasi, semua fasilitas olahraga yang ada di Kabupaten Minahasa akan dibenahi dan dimanfaatkan penggunaannya.”Stadion yang ada seperti, Maesa Tondano serta gedung Wale Ne Tou, akan benar-benar dimaksimalkan penggunaannya, dan jangan hanya menjadi fasilitas yang kurang berguna,”himbaunya.(edi)

SVR: Bupati Terpilih, Diminta Perhatikan Birokrat Berkualitas
TONDANO-Diakhir masa tugasnya, Bupati Minahasa Drs Stefanus Vreeke Runtu meminta agar Bupati Minahasa terpilih, Drs Jantje W Sajouw, MSi untuk dapat memperhatikan birokrat Pemkab Minahasa yang ada saat ini. Vreeke Runtu Hal tersebut diungkapkan bupati saat melakukan kunjungan ke Tompaso, beberapa waktu lalu. Menurut Vreeke, dirinya telah meminta kepada Sajow untuk memperhatikan dan memanfaatkan pejabat yang dianggapnya memiliki kualitas dan kemampuan untuk melaksanakan tugas. "Secara pribadi, saya telah menyampaikan pada bupati terpilih (Sajow,red) untuk memperhatikan pejabat Pemkab Minahasa yang berkualitas. Namun semuanya tergantung dari beliau nanti apakah akan menggunakan para pejabat ini atau tidak,"ujarnya seraya menambahkan bahwa dirinya telah lama bekerjasama dengan para pejabat yang ada saat ini. “Pejabat yang ada saat ini telah meniti karir mereka dari bawah. Dan mereka juga bekerja dengan baik dan loyal,”pungkasnya.(edi)

Bacaleg PDI-P Minahasa Harus Bebas Narkoba
Tondano–Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Minahasa, Dharma Palar mengatakan bahwa Bakal Calon Legilatif (Bacaleg) harus bebas Narkoba. Dan untuk membuktikan seluruh bacaleg bersih dari barang haram tersebut, pihaknya akan melakukan beberapa tahapan tes. “Tes Narkoba akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk memastikan para Bacaleg negatif narkoba,” katanya. Apabila bacaleg atau yang bersangkutan dinyatakan positif Narkoba akan langsung di coret. Disinggung mengenai jumlah Bacaleg yang mendaftar di PDI-P, Palar mengatakan, hingga saat ini sudah mencapai 70 orang atau 200 persen yang telah menyerahkan permohonan pendaftaran untuk ikut serta dalam pemilihan legislatif. “Pada awal April akan diseleksi menjadi 100 persen atau 35 orang,” pungkasnya.(edi)

33 Hukum Tua Diperpanjang Jabatannya
TONDANO–Berhubung akan habisnya masa jabatan 33 penjabat hukumtua di desa yang baru dimekarkan, dimana masa jabatan akan berakhir sesuai SK Bupati Minahasa yang hanya berlaku setahun, Asisten I Pemkab Minahasa, FP Loing pun angkat bicara dan menjelaskannya, Selasa (5/3/ 2013). Menurutnya, dalam menjalankan roda pemerintahan di desa tidak boleh ada kekosongan. Untuk itu, Pemkab telah memberikan petunjuk pada Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) untuk melakukan pembahasan siapa yang akan memimpin desa sampai proses pemilihan hukumtua selesai dilaksanakan. "Kami telah memberikan petunjuk pada BPD masing-masing desa. Dan itu menjadi wewenang mereka untuk menentukan pejabat hukumtua, apakah akan meneruskan atau menunjuk pejabat yang baru," tukasnya. Ia pun menambahkan, para pejabat hukumtua akan diberikan nota dinas yang baru oleh camat, dan hanya berlaku tiga bulan ke depan. (edi)

Dharma Palar

SIM Dominasi Pelanggaran Lalu-Lintas
TONDANO-Angka pelanggaran lalu ujarnya. Karena itu, dia mengingatkan lintas di wilayah hukum Polres Minakepada pengguna kendaraan secara hasa, kebanyakan lantaran pengendara umum agar mematuhi segala sesuatu bermotor tidak memiliki, Surat Izin Meyang diatur pihaknya karena itu juga ngemudi (SIM). Ini sesuai data yang teruntuk ketertiban umum, keselamatan jaring dalam setiap operasi rutin Satuan pengendara dan disiplin warga negara Lalulintas(Sat-Lantas) Polres Minahasa, yang taat aturan. Ada beberapa faktor seperti pernyataan Kapolres Minahasa sepele yang dianggapnya, sebagai penyemelalui Kanit Dikyasa, Ipda Ambo, akhir bab minimnya kesadaran pengendara pekan lalu. untuk membuat SIM, antara lain peraMenurut catatannya, sepanjang tahun saan repot dalam proses pembuatan. 2012 lalu pelanggaran pengendara ken“Sepertinya ada yang berpikir jika daraan bermotor khususnya roda dua proses pembuatan SIM itu susah padaadalah pada kepemilikan SIM, entah sahal sebenarnya mudah dan cepat. Dalam ma sekali belum punya, atau SIM-nya hal pelayanan bagi masyarakat yang Kapolres Minahasa, telah kedaluwarsa. AKBP Henny Posumah datang untuk maksud itu kami juga tidak “Padahal, kami telah lama memberi pilih-pilih prioritas. Siapa saja yang penjelasan soal pentingnya seorang pengendara duluan, dia yang kami tuntaskan dan tidak tunggukendaraan bermotor untuk menggantongi SIM” tunggu lama,” urainya.(edi)

Pelantikan Hukum Tua beberapa waktu lalu

EDISI 96, FEBRUARI - MARET 2013

ROAD 2014

Jackson Kumaat bersama Sekjen Partai Demokrat, Edhi B Yudhoyono.

Tak kuasa menahan desakan dari para pendukung dan simpatisannya agar dirinya maju memperjuangkan Sulawesi Utara dikancah nasional, membuat sosok Jackson Kumaat yang dikenal sebagai Ketua DPD I KNPI Sulawesi Utara, akhirnya menyatakan kesiapan dirinya untuk tarung dalam Pemiilhan Legislatif (Pileg) DPR RI 2014 Daerah Pemilihan (Dapil) Sulut. Jacko demikian ia biasa disapa akan menggunakan Partai Demokrat (PD) sebagai kendaraan politiknya.
EPADA IDENTITAS, sosok low profile ini mengatakan bahwa dirinya sudah mengambil formulir di Sekretariat DPD Demokrat Sulut dan telah bertemu dengan 15 Ketua DPC seSulut, sewaktu pelaksanaan Rapimnas di Jakarta, beberapa waktu

Jackson Kumaat
lalu.”Saya memilih partai ini berdasarkan figur Ketua Dewan Pembina (SBY,red). Terutama dalam sikapnya yang tegas yaitu tidak pandang bulu dalam menindak pelaku korupsi dan saya merasa sudah cocok dengan partai ini,”ungkapnya. Selain itu, Jacko sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa salah satu motivasi dirinya ke DPR RI karena ingin Sulut lebih diperhatikan. Sebab menurutnya, kebijakan anggaran saat ini lebih banyak ke Sulsel, Sulbar dan

K

Gorontalo. Sedangkan untuk kawasan Indonesia Timur, anggaran lebih banyak ke Papua.”Ini yang membuat saya tergerak untuk memperjuangkan Sulut. Saya bukan kontraktor, saya tidak pernah pegang proyek ABPD, APBN. Saya mandiri berkembang dengan usaha saya pribadi. Kalaupun menyebut motivasi karena kebijakan anggaran, karena memang itulah salah satu fungsi legislatif selain membuat undang-undang,”katanya. Lanjut dikatakan ayah dari Dua (2) anak ini, jika dirinya dipercayakan masyarakat Nyiur Melambai, tentu akan menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya, dalam memajukan Sulut di kancah Nasional.”Kalau dipercayakan masyarakat, saya tentu akan memberikan yang terbaik yang saya miliki. Dan ini adalah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan,” pungkasnya. Salah satu tokoh pemuda Kota Tomohon Yongkie Sumual menandaskan bahwa sosok dan low frofile seorang Jacko sudah tak diragukan lagi dan layak untuk mewakili Sulut di DPR RI.”Saya mendukung Jacko masuk senayan. Selain figur muda, kematangan seorang Jacko dalam berorganisasi dan dedikasinya untuk berbakti bagi Sulut sangat begitu besar,”ungkap Sumual. (edi)

Selalu Belajar dan Ingin Indonesia yang Lebih Baik

J

ACKSON Kumaat dilahirkan di Bandung 24 Januari 1978 adalah Tuama Tareran. Sebagai seorang Pemuda Indonesia yang adaptif, dirinya pun selalu belajar dan ingin Indonesia diubahkan ke arah yang lebih baik melalui transformasi diberbagai bidang, serta memperhatikan tentang nilai (value,red) dan menyadari bahwa Tuhan telah memberikan anugerah dan berkat yang spesial sehingga harus bertanggung jawab untuk mengelolanya serta menjadi solusi bagi Indonesia dan bangsa-bangsa di seluruh Dunia. Selain tercatat sebagai pengurus dan pemimpin organisasi usaha dari KADIN (Indonesia Chamber of Commerce & Industry), HIPMI (Indonesia Young Enterpreneur Association), organisasi NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan yayasan yang bergerak di bidang sosial, budaya dan keagamaan, Jacko begitu sapaan akrabnya, juga aktif di bidang politik. Sebagai aktivis organisasi, Jacko juga mempunyai pengalaman politik yang cukup, mendirikan partai dan menjadi ketua umum serta sekretaris jenderal partai politik peserta pemilu di Indonesia. Bergelar Sarjana Ekonomi yang mengambil jurusan Manajemen Keuangan Perbankan di Institut Bisnis Nusantara, Jakarta, Jacko telah menjadi profesional di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi sejak tahun 1995, salah satunya adalah kontraktor di pengolahan gas dan terminal produksi gas LNG terbesar di dunia, PT. Badak NGL di Bontang, Kalimantan Timur dan beberapa perusahaan migas internasional di Indonesia termasuk diantaranya VICO, UNOCAL, TOTAL dan PERTAMINA. Dengan pengalamannya tersebut, Jackson Kumaat pun membuka perusahaannya sendiri di tahun 2004, hingga sekarang, dan telah mengelola bisnis yang bergerak dibidang : 1. Energi : Pengelolaan gas di Pulau Jawa serta di Sulawesi Utara. Pertambangan batubara, sebagai pemilik konsesi Batubara di SangaSanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan di Sorong, Papua Barat, yang dilakukan dengan kerjasama strategis bersama perusahaan besar internasional, Noble Group. 2. Mineral : Pemilik konsesi pertambangan Emas di Sulawesi Utara meliputi 5 Konsesi mulai dari Minahasa hingga Bolaang Mongondouw, dan melakukan kerjasama dengan perusahaan internasional di Hongkong. 3. Agricultural : Memiliki 100,000 hektar perkebunan Kacang Kedelai dan Crushing Plant kedelai di Sulawesi Utara. Jackson Kumaat juga mengenyam pendidikan hukum di Universitas 17 Agustus Jakarta, dan sangat memahami tentang produkproduk hukum di Indonesia termasuk Company Law, Mining Law, Taxation Law, Labour Law, Banking Law, Operational Agreement Contract Administration and mine closure. Mendirikan law firm yang bernama Nusantara Prime Law dan telah mempunyai multinasional clients and National Company Clients.(*)

PERSONAL DATA
Nama Lengkap : JACKSON ANDRE WILLIAM KUMAAT Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 24 Januari 1978 Agama : Kr isten Status Perkawinan : Menikah dengan 2 anak Riwayat Pendidikan : - SD ADVENT III,Menteng, Jakarta; - SMP Negeri I, Cikini-Menteng, Jakarta; - SMA YADIKA 4,Jatiwaringin, Pd.Gede, Bekasi; - STIE Nusantara, Konsentrasi Manajemen Keuangan dan Perbankan,Jakarta - Universitas 17 Agustus (UNTAG), Fakultas Hukum, Jakarta; Riwayat Organisasi : - Pengurus Extrakulikuler Komputer OSIS SMP Negeri 1 Jakarta; - Pengurus Extrakulikuler Pramuka SMP Negeri 1 Jakarta - Ketua OSIS SMA YADIKA 4, Jakarta (1995); - Sekretaris Umum, Senat Mahasiswa STIE Nusantara,Jakarta (1998); - Aktivis Forum Kota, Jakarta (1998 – 2000); - Pengurus Pusat Lembaga Demokrat Sejati (2004); - Wakil Bendahara Salahuddin Wahid, Tim Sukses WirantoWahid (Pilpres 2004); Anggota Dewan Kehormatan PB PMII (2004-2006) Pengurus Harian: Wakil Bendahara Umum DPP BARINDO Ketua DPD DKI Jakarta GPPMP (Generasi Penerus Pejuang Merah Putih) - Ketua Perkumpulan Kekeluargaan Makurupan Tareran Minahasa Selatan, SULUT - Ketua Umum, Partai Karya Perjuangan (2007-2008) - Sekretaris Jenderal, Partai Karya Perjuangan (2008 – Sekarang) Riwayat Pekerjaan - PT. Era Sunar Abadi, Jakarta, 1995-1997; - PT. Bangun Alam internusa Utama, Jakarta, 1998- 1999; - PT. Subur Djaja Teguh, Jakarta, 2003-2006; - PT. Nusantara Prime Energie, Jakarta, 2004-sekarang; - PT. Nusantara Prime Communication, Jakarta, 2006sekar ang; - Nusantara Prime Law, Jakarta, 2006-sekarang - PT. Serang Gas Indonesia, Tangerang, 2006-sekarang; - PT. Tangerang CNG Indonesia, Tangerang, 2006-sekarang -

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->