KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat izin dari-Nya

jualah sehingga kita telah dapat menyelesaikan SL-PTT di Kelompok Tani Kayu Lumbar Desa Perugaian Kecamatan Kaur Utara, Kabupaten Kaur, Pelaksanaannya dimulai ……………. sampai dengan tanggal …………….. Laporan ini menggambarkan semua kegiatan yang dilaksanakan di lapangan yang meliputi Ekosistem Padi Sawah, Fisiologi Tanaman, Organisme Pengganggu Tumbuhan, Musuh Alami, Pestisida, Pupuk dan Dinamika Kelompok. Dengan selesainya penyusunan laporan ini saya mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Kepala Dinas Pertanian Kab. Kaur 2. Bapak dan Ibu Instruktur dari Kabupaten. 3. Rekan Pemandu Lapang PPL dan PHP Setempat. 4. Kepala Pertanian Kecamatan Kaur Utara. 5. Koordinator Penyuluh BPP Tanjung Ganti. Kami menyadari bahwa dalam memandu peserta SL-PTT maupun menyusun pelaporan ini masih terdapat kekurangan, maka kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan kegiatan di masa yang akan datang tetap kami harapkan. Kami berharap kegiatan ini dapat diteruskan dan lebih dikembangkan lagi, khususnya di Kabupaten Kaur. Kaur, 2013 PEMANDU LAPANGAN

Mengetahui Kepala Pertanian Kecamatan

NIRWAN NIP. 19680307 199803 1 005

BOTEM FOLDER

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar................................................................................................................................... Bab I Pendahuluan............................................................................................................................. A. Latar Belakang....................................................................................................................... B. Tujuan.................................................................................................................................... C. Analisis Agroekosistem Padi Sawah..................................................................................... a. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 1......................................................... b. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 2......................................................... c. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 3......................................................... d. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 4......................................................... e. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 5......................................................... f. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 6......................................................... g. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 7......................................................... h. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 8......................................................... i. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 9......................................................... j. Analisis Agroekosistem Padi Sawah Minggu Ke 10....................................................... Bab II Pelaksanaan............................................................................................................................. 2.1 Tempat dan Waktu................................................................................................................ 2.2 Topografi Wilayah Kecamatan............................................................................................. 2.3 Peserta dan Pemandu Lapang............................................................................................... 2.4 Materi Pelatihan..................................................................................................................... 2.5 Teknik Pelaksanaan............................................................................................................... 2.6 Dinamika Kelompok.............................................................................................................. 2.7 Lahan Pengamatan................................................................................................................. 2.8 Evaluasi.................................................................................................................................. Bab III Kesimpulan............................................................................................................................ 3.1 Kesimpulan............................................................................................................................ 3.2 Saran......................................................................................................................................

............. Daftar Hadir Pertemuan Kelompok dan kwitansi Insentif Penyuluh/pemandu 4.......... Foto Tanaman Mulai Semai sampai Panen 6...........DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Foto Pembelian Barang beserta Kwitansi pembelian 5...... Propil Kelompok Tani Kayu Lumbar ............................. Foto kopi pencairan Rekening kelompok ............ Foto Pertemuan 3... 2...........

I. Tujuan Tujuan dari SL ini adalah sebagai berikut : 1. Latar Belakang Sekolah Lapang Pengendalian Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi sawah merupakan suatu hal yang sangat penting dilaksanakan di tingkat petani. guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi petani tentang PTT padi sawah. pengamatan. . menggambar dan mengumpulkan spesimen. pelestarian musuh alami dan membina petani menjadi ahli PTT . Dilapangan petani belajar bersama. Dapat memahami dan menerapkan kegiatan dinamika kelompok untuk memasyarakatkan PTT melalui kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Tanaman Terpadu (SL-PTT). C. pestisida. Dapat memahami prinsip-prinsip PTT yang meliputi budidaya tanaman sehat. merupakan cara pengembangan belajar yang dinamis dengan menganalisa serta membuat keputusan dengan acuan petunjuk lapang dibagi beberapa bagian yaitu : proses pelatihan dan dinamika kelompok. 3. Untuk memahami agroekosistem tanaman padi dengan mempelajari beberapa komponen yang ada dilahan sawah. ambang ekonomi. diskusi dalam kelompok. 4. Analisa ekosistem adalah suatu metode untuk menggabungkan beberapa faktolr dari ekosistem padi dengan cara menggambar sehingga dapat didiskusikan dan ditentukan tindak lanjutnya. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang PTT padi sawah. Pendekatan SL ini dimaksudkan untuk memahami apa-apa yang ada dilahan sawah. pupuk dan agroekosistem lainnya. 2. PENDAHULUAN B. fisiologi tanamanm serangga hama serta musuh alami.

dengan demikian belum perlu pengendalian dengan pestisida.ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE I I. Hasil pengamatan dilahan digambar di atas kertas koran. . No Keadaan Tanaman 1 Jumlah Tunas 2 II. Hasil Membuat keputusan pada Sekolah Lapang Pengendalian Tanaman Terpadu (SL-PTT) memerlukan analisa ekosistem yang terpadu. HPP. Setiap peserta mengikuti pengamatan. yang diikuti dengan kegiatan pengamatan dan mempelajari unsur-unsur ekosistem tanaman padi.sekarang kita menggunakan suatu metode dari analisa ekosistem untuk menentukan suatu keputusan. pertanyaan disesuaikan dengan fase yang sedang diamati. Tinggi Tanaman PTT Minggu ke-1 6 22 Cm Non PTT Minggu ke-1 6 22 Cm Pembahasan Keadaan populasi musuh alami pada petak pengamatan diharapkan dapat menekan populasi hama lalat. gambar tersebut untuk bahan diskusi. pada kegiatan ini setiap kelompok harus membuat keputusan dan langkah yang akan dimulai. Analisa ekosistem dikerjakan setiap minggu. persentase hal ini penting agar setiap orang bisa dan dapat mengambil keputusan. Karena populasinya masih rendah. Untuk mengetahui keadaan ekosistem pada lahan sawah dengan cara pengamatan. Tabel : Perbandingan OPT dan Musuh Alami pada Minggu ke 1 pada Petak PTT dan Non PTT sebagai berikut : NO I 1 2 3 II 1 2 3 Jenis OPT/MA OPT Lalat Hydrila Penggerek Batang HPP M. penggambaran diskusi.A Laba-laba Capung Kumbang kerabid PTT Minggu ke-1 Populasi Intensitas Non PTT Minggu ke-2 Populasi Intensitas b. penggambaran dan diskusi. Tabel : Perbandingan Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman Minggu ke 1 pada petak PTT dan Non PTT . Hydrila dan Penggerek Batang. Tingkat kerusakan yang . a. perlu berdiskusi bagaimana unsur ekosistem berinteraksi.

tanaman tersebut masih dapat berkopensasi untuk menggantikan daun atau tunas yang rusak. III. air perlu atur agar gulma tidak dapat tumbuh dengan cepat dan untuk menghindari dari serangan orongorong serta untuk pertumbuhan tanaman padi agar lebih optimal. Kesimpulan .diakibatkan oleh hama lalat daun dan Hpp serta penggerek batang masih rendah.

sedangkan kepinding tanah dapat dikendalikan dengan cara menambah tinggi air ± 10 cm. Tanah Sundep (P. Capung dan Kumbang Kerabid. Cocinella Bel. belalang sungut panjang dan anggang-anggang masih dapat untuk menekan populasi lalat daun dan ulat daun. apabila dilihat dari pertumbuhan tanaman yang normal.B) Ulat Daun Lalat Daun HPP M.. Hasil a.ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE II IX.A Laba-laba Capung K. Kumbang Cucinella. Tinggi tanaman dan jumlah tunas maskin bertambah seiring dengan masa pertumbuhan Vegetatif. Pembahasan Keadaan Populasi Musuh Alami Laba-laba. Tabel : Perbandingan Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman Minggu ke 2 No 1 2 Keadaan Tanaman Jumlah Tunas Tinggi Tanaman PTT Minggu ke-1 Minggu ke-2 Non PTT Minggu ke-1 Minggu ke-2 II. Tabel : Perbandingan OPT pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 1 dan Minggu Ke 2 NO I 1 2 3 4 5 II 1 2 3 4 5 6 Jenis OPT/MA Minggu 1 Pop Int OPT Kep. unsur hara masih cukup. Kerabid K. . Sungut Panjang Anggang-anggang PTT Minggu 2 Pop Int Non PTT Minggu 1 Minggu 2 Pop Int Pop Int` c. tingkat kerusakan yang disebabkan oleh OPT masih di bawah ambang toleransi.

Hasil a. Kuba/Cocinella Cocopot Anggang-anggang 4 3 6 2 4 9 7 12 9 1.6 4.III. Kumbang Kuba dan Anggang-anggang yang seiring dengan peningkatan jumlah tunas dan tinggi batang apabila dibandingkan dengan minggu kedua yang lalu. Pembahasan Pada minggu ini populasi OPT masih tetap di bawah Ambang Ekonomi (AE).7 8 2 13 3 4 13 6 19 11 6 26 3. Aplikasi pestisida belum perlu.B) Ulat Daun Lalat Daun Hama Putih M.3 14. capung dan kumbang karabid.0 6. IV.5 3. namun pemantauan mingguan tetap dilakukan.6 5. untuk mempercepat pertumbuhan tunas dan tinggi tanaman. Tanah Sundep (P.9 - a. yang masih berimbang bahkan terjadi peningkatan populasi musuh alami (MA) terutama pada labalaba.5 PTT Minggu 3 Pop Int 7 2 12 2 3 10 2 7 6 1 4 3.A Laba-laba Capung K.8 10. Kerabid K.7 Non PTT Minggu 2 Minggu 3 Pop Int Pop Int 3 3 8 3 4 5 6 7 6 1.2 3. .3 3.Kesimpulan ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE III I.8 3. Kesimpulan Tanaman perlu pemupukan susulan ke 1.1 14.6 10.2 4. Tabel : Perbandingan Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman Minggu ke 2 dan 3 No 1 2 Keadaan Tanaman Jumlah Tunas Tinggi Tanaman PTT Minggu ke-2 12 39 Cm Minggu ke-3 19 49 Non PTT Minggu ke-2 10 39 Cm Minggu ke-3 17 48 II. Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 2 dan Minggu Ke 3 NO I 1 2 3 4 5 II 1 2 3 4 5 6 Jenis OPT/MA Minggu 2 Pop Int OPT Kep.

9 3 4 3 2 4 6 5 3 10 2 20 6.5 2.4 Non PTT Minggu 3 Minggu 4 Pop Int Pop Int 8 2 13 3 4 13 6 19 11 6 26 3.4 6.1 5.3 - b.B) Ulat Daun Lalat Daun Hama Putih M. cocoput dan anggang-anggang dan tentunya akan dapat memangsa sekaligus mengendalikan opt-opt tersebut di atas. ulat daun dan lalat daun. K. Tanah Sundep (P.3 3.8 3. capung.2 3. namun masih tetap di bawah AE. Hasil a.A Laba-laba Capung K.Kesimpulan .1 14. dan terjadinya penurunan OPT kepinding tanah. Kerabid K.ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE IV I. III. Tabel : Perbandingan Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman Minggu ke 3 dan 4 No 1 2 Keadaan Tanaman Jumlah Tunas Tinggi Tanaman PTT Minggu ke-3 19 49 Minggu ke-4 24 60 Non PTT Minggu ke-3 17 48 Minggu ke-4 20 58 II.4 3. Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 3 dan Minggu Ke 4 NO I 1 2 3 4 5 II 1 2 3 4 5 6 Jenis OPT/MA Minggu 3 Pop Int OPT Kep.. Kerabid dengan kumbang kuba.5 3.7 PTT Minggu 4 Pop Int 2 3 3 2 3 4 4 7 5 3 6 5. Kuba Cocoput Anggang-anggang 7 2 12 2 3 10 2 7 6 1 4 3.3 2. Sedangkan perkembangan musuh alami tetap stabil pada laba-laba.6 3.3 14. Pembahasan Pada pengamatan minggu ke 4 terjadi peningkatan pada penggerek batang dan hama putih.

terutama tikus. dan perlu oengamatan mingguan dalam memantau perkembangan OPT. keadaan ini sangat mendukung proses pembentukan Primordia atau pembentukan malai pada fase ini. Aplikasi pestisida belum perlu di lakukan. . Pembahasan Keadaan cuaca cerah. Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 4 dan Minggu Ke 5 NO I 1 2 3 II 1 2 3 4 5 6 Jenis OPT/MA Minggu 4 Pop Int OPT Penggerek Batang Hama Putih Tikus M.A Laba-laba Capung K. capung. Kerabid.3 2 5 5 4 4 5 4 9 4.8 1. Kuba Parasit Bel.3 Non PTT Minggu 4 Minggu 5 Pop Int Pop Int 4 4 6 5 3 10 6.4 2.4 6. Jumlah anakan rata-rata 28 batang per rumpun gulma tidak ada. parasit dan Belalang Sungut Panjang. Hasil a. III. Kerabid K.4 PTT Minggu 5 Pop Int 2 4 3 3 3 6 6 3 4.4 7. Diharapkan akan terus mengendalikan perkembangan hama yang ada.Kesimpulan Perlu pemberian pupuk susulan ke 2 untuk pertumbuhan malai. Populasi hama yang ada tidak berpengaruh besar terhadap kehilangan hasil. K. Musuh alami yang ada laba-laba. air cukup.ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE V I. Tabel : Perbandingan Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman Minggu ke 4 dan 5 No 1 2 Keadaan Tanaman Jumlah Tunas Tinggi Tanaman PTT Minggu ke-4 24 60 Minggu ke-5 28 65 Non PTT Minggu ke-4 20 58 Minggu ke-5 26 64 II.6 5. Sungut Panjang 3 3 4 4 4 5 6.6 8. K. Kuba.3 - c.

III.3 Non PTT Minggu 5 Minggu 6 Pop Int Pop Int 2 5 5 4 4 4 9 4. Hasil a.3 PTT Minggu 6 Pop Int 4 6 4 3 6 5 4 4 6.4 2.3 4 7 7 3 8 9 2 4 7. Tabel : Perbandingan Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman Minggu ke 5 dan 6 No 1 2 Keadaan Tanaman Jumlah Tunas Tinggi Tanaman PTT Minggu ke-5 28 65 Minggu ke-6 28 67 Non PTT Minggu ke-5 26 64 Minggu ke-6 27 65 II.A Laba-laba Capung K..Kesimpulan . namun belum perlu dike ndalikan karena keberadaannya belum ada yang akan dirusak.8 1.6 8. Hama yang ada ditemukan populasi walang sangit yang cukup tinggi.5 - d. akan tetapi perlu diwaspadai. Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 5 dan Minggu Ke 6 NO I 1 2 3 4 II 1 2 3 4 5 Jenis OPT/MA Minggu 5 Pop Int OPT Penggerek Batang Hama Putih Tikus Walang Sangit M. Sungut Panjang 2 4 3 3 3 6 3 4. sedngkan hama sundep dan hama putih intensitasnya juga naik akan tetapi masih tetap di bawah ambang ekonomi.4 4.ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE VI I. Kerabid Parasit Bel.4 7.3 12.8 12. Pembahasan Pada minggu keenam tanaman sudah berumur 45 hari.2 1.

3 18 8 5 3 5.A Laba-laba Capung K.ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE VII I. . III. Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 6 dan Minggu Ke 7 NO I 1 2 II 1 2 3 4 b.8 PTT Minggu 7 Pop Int 6 1 5 1 4. Pembahasan Pada minggu ketujuh tanaman sudah ada yang keluar malai dan sudah ada yang terserang hama Bluk. hama bluk tidak perlu dikendalikan dengan insektisida karena keberadaannya masih di bawah ambang ekonomi. akan tetapi populasi walang sangit sudah cukup tinggi dan padi sudah mulai mengeluarkan malai maka saatnya untuk di kendalikan dengan pestisida yang dianjurkan. namun hama walang sangit saatnya untuk dikendalikan dan pemantauan mingguan tetap diperlukan. Sungut Panjang 4 3 6 5 4 6.2 Non PTT Minggu 6 Minggu 7 Pop Int Pop Int 7 3 8 9 4 7. No 1 2 Jenis OPT/MA Minggu 6 Pop Int OPT Bluk Walang Sangit M. namun masih di bawah ambang toleransi yang telah ditetapkan. Hasil a. Karabid Bel.3 - Tabel : Perbandingan Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman Minggu ke 6 dan 7 Keadaan Tanaman Jumlah Tunas Tinggi Tanaman PTT Minggu ke-6 28 67 Minggu ke-7 28 70 Non PTT Minggu ke-6 27 65 Minggu ke-7 27 70 II.Kesimpulan Air masih diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan pertumbuhan malai.

Karabid Bel. Sungut Panjang 6 1 1 4.3 5 4 6 5 5. hal ini di sebabkan karena tanaman petani dilapangan tidak serentak dan pengendaliannya pun tidak serentak. Musuh alami yang ada tidak banyak berperan terhadap kedua hama itu tadi. Akan tetapi hama Walang sangit masih cukup tinggi dan sangat berpotensi untuk merusak malai.Kesimpulan .2 3.2 PTT Minggu 8 Pop Int 5 4 5 4. Pembahasan Hama Bluk dan hama putih keberadaannnya masih ada. Hasil a.ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE VIII I.3 4. III. Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 7 dan Minggu Ke 8 NO I 1 2 3 II 1 2 3 4 b. No 1 2 Jenis OPT/MA Minggu 7 Pop Int OPT Bluk Walang Sangit Tikus M. hama tikus kembali muncul walaupun intensitas serangannya masih rendah. oleh karenanya pengendalian dengan pestisida perlu di laksanakan secara serentak oleh petani.2 - Tabel : Perbandingan Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman Minggu ke 7 dan 8 Keadaan Tanaman Jumlah Tunas Tinggi Tanaman PTT Minggu ke-7 28 70 Minggu ke-8 28 80 Non PTT Minggu ke-7 27 70 Minggu ke-8 27 80 II. namun tidak diperhitungkan lagi.7 Non PTT Minggu 7 Minggu 8 Pop Int Pop Int 18 8 3 5.A Laba-laba Capung K.

3 4.2 3. Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 8 dan Minggu Ke 9 NO I 1 2 3 II 1 2 3 Jenis OPT/MA Minggu 8 Pop Int OPT Bluk Walang Sangit Tikus M.2 - II. Hasil a. Untuk hama Bluk pada petak PTT ada sedikit peningkatan serangan namun itensitas serangannya masih di bawah AE. hama Walang sangit dan tikus masih ada akan tetapi populasi/itensitas serangannya sudah sangat kecil karena sudah di kendalikan minggu lalu. Pembahasan Untuk jumlah tunas dan tinggi tanaman sudah tidak bertambah lagi. bahkan tunas ada yang berkurang dikarenakan dimakan hama tikus.7 Non PTT Minggu 8 Minggu 9 Pop Int Pop Int 5 5.3 4. Karabid 5 6 4.2 3.Kesimpulan Serangannya hama yang terjadi tidak akan merugikan di tingkat petani karena serangan sudah rendah.A Laba-laba Capung K.7 PTT Minggu 9 Pop Int 3 7 5 4 4. Maka untuk minggu kesembilan dan seterusnya tabel jumlah tunas dan tinggi tanaman tidak ditampilkan lagi. namun minggu berikutnya masih perlu dipantau.ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE IX I.2 2 4 6 3 5. III. pestisida tidak perlu lagi pada minggu ini. .

Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 9 dan Minggu Ke 10 NO I 1 2 II 1 2 3 Jenis OPT/MA Minggu 9 Pop Int OPT Bluk Tikus M. III.2 - II.3 Non PTT Minggu 10 Minggu 11 Pop Int Pop Int 0.2 3.3 4. Hasil a. Pembahasan Pada minggu ke 10 hama yang ada tinggal Bluk dan tikus.1 - . Intensitas serangan tidak lagi bertambah.ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE X I. Sedangkan walang sangit populasinya tidak ada lagi sementara malai padi sudah mulai menguning bearti fase kritis sudah lewat.7 PTT Minggu 10 Pop Int 6 4.4 6 4.1 2 5. Karabid 7 5 4 4. Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 10 dan Minggu Ke 11 NO I 1 2 II 1 Jenis OPT/MA Minggu 10 Pop Int OPT Walang sangit Penggerek batang M.2 3. merupakan sisa serangan minggu ke 9 yang lalu.2 5. Hasil a.Kesimpulan Hama yang ada tidak lagi berpotensi untuk merugikan di tingkat petani.A Laba-laba Capung K.3 4.7 Non PTT Minggu 9 Minggu 10 Pop Int Pop Int 4 6 3 5. maka hama tersebut tidak perlu dikendalikan dengan insektisida. ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE XI I.3 PTT Minggu 11 Pop Int 4. tetapi tetap ada dikarenakan dia rusak mutlak.5 4 5.A Laba-laba bundar 0.

Pembahasan Pada minggu ke 11 padi sawah pada petak pengamatan Non PTT sudah masak penuh dan sudah siap di panen. hama dan musuh alami sudah tidak berpengaruh lagi terhadap tanaman. sedangkan untuk minggu yang akan datang adalah minggu terakhir. . namun masih diamati. sedangkan tanaman padi sudah menguning bahkan pada petak Non PTT sudah matang penuh.2 Belalang panjang sungut 4 - 3 - - - 4 - II. karena populasinya sudah semakin sedikit.Kesimpulan Hama yang ada tidak akan merusak tanaman padi lagi. III. Diharapkan tidak ada lagi hama yang akan berperan kuat untuk merusak tanaman padi.

ANALISA AGROEKOSISTEM PADI SAWAH MINGGU KE XII I. Pembahasan Minggu ke 12 pengamatan sudah tidak dilaksanakan lagi karena tanaman padi sudah masak dan siap dipanen. . Hasil a.Kesimpulan Minggu ini minggu terakhir semua kegiatan pengamatan sudah dilaksanakan dan ditutup dengan kegiatan Tes Akhir Ballot Box. Tabel : Perbandingan OPT dan musuh alami pada Petak Pengamatan PTT dan Non PTT Minggu ke 11 dan Minggu Ke 12 NO I II Jenis OPT/MA OPT M. III.A Minggu 11 Pop Int PTT Minggu 12 Pop Int Non PTT Minggu 11 Minggu 12 Pop Int Pop Int - II.

. 14.. kegiatan tersebut dimulai tanggal . 11. 5. 2........ 25..2 Topografi Wilayah Kecamatan Wilayah Kecamatan Kaur Utara seluas 7.. Pelaksanaan SL-PTT selama 10 kali pertemuan satu kali dalam satu minggu setiap Minggu. 8. 10..... 20. 6... 1 Nama-nama dan Umur Peserta SL-PTT Padi Sawah sebagai berikut : NO 1. 4. 12...........700 ha yang berbatasan dengan Kecamatan : Sebelah Utara dengan Bukit Barisan sebelah Selatan Kecamatan Kelam Tengah Sebelah Timur Kecamatan Lungkang Kule Sebelah Barat Berbatasan dengan bukit barisan... 21. 13.... 7... 18.... berakhir tanggal . 22...1 Tempat dan Waktu Sekolah lapang Pengendalian Tanaman Terpadu (SL-PTT) di Kecamatan Kaur Utara..II... 24.... dilaksanakan di Desa Perugaian Kelompok Tani Kayu Lumbar yang beranggotakan 26 orang yang ikut SL-PTT hanya 20 orang.. Dst NAMA Siswadi Liharman Jusman Ertawan Gima Pangabean Yansudi Buyung Airudin Arlian Mansah Adi Simarahim Arnusi Anarudin Yarlian Amarlela Disman Gunadi Lipi Sudiarto Siharno Saimin Irsudin JABATAN Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Umur 44 43 38 37 35 32 49 47 32 54 30 44 27 44 43 40 27 47 52 46 Pendidikan SMA SMA SMA SMA STM SMP SD SMP SMP SD SD SMA SMA SMP SMP SD SD SMA SD SD 2......... 15.. .... Kabupaten Kaur.. Tabel......... 19. 23.. 16.. 9.......... PELAKSANAAN 2.. 3... 17..

Pendidikannya sangat beragam. 1 orang Penyuluh.3 Peserta dan Pemandu Lapang Peserta SL-PTT sebanyak 20 orang yang berasal dari Desa Perugaian 20 orang. 3.Jumlah penduduk 7. Dari hasil survei dan pertemuan koordinasi di Kecamatan.598 jiwa. Sekolah Lapang Pengendalian Tanaman Terpadu merupakan kegiatan yang berorientasi pada lapangan yang bersifat sosial dan di tingkat lapang dipandu dua orang pemandu. Umur 20 – 30 31 – 40 41 – 50 51 Keatas Jumlah Jumlah (Orang) 4 7 4 5 20 Keterangan yang menjadi peserta Sekolah Lapang Pengendalian Tanaman Terpadu Padi Tabel : 3 Pendidikan Peserta SL-PTT Padi Sawah No 1. Pendidikan SD SMP SLTA Jumlah Jumlah (Orang) 13 3 4 20 Keterangan Dari tabel tersebut menunjukkan usia terbanyak 31 . Tabel : 2 umur Peserta SL-PTT Padi Sawah. kemudian SLTP dan sedikit SLTA. Ganti meliputi 3 WKPP. sedangkan pemandu 2 orang (1 PPK.842 jiwa ketinggian dpl 400 m dataran rendah sampai berbukit terdiri dari 11 Desa. Pemandu selama musim tanam bekerjasama di lapangan dalam mengorganisir dan mengevaluasi pelatihan PTT . 3. . No 1. serta Penyuluh 34 orang. Semua kegiatan SL-PTT dan monitoring pelaksanaannya di laksanakan di lapangan.40 tahun dan pendidikan terbanyak masih SD. Perempuan 3. Kelompok Tani 32 kelompok semuanya masih kategori pemula. latar belakang Pendidikan SMK Pertanian. 2.756 jiwa. maka disepakati Kelompok Tani Sawah.1 orang penyuluh dan 1 orang POPT). 1 orang POPT sebagai fasilitator bukan guru dan pengajar. Wilayah kerja BPP Tj. laki-laki 3. 4. Instruktur dari Kabupaten dan Propinsi 1 orang dari Kabupaten. POPT 5 orang. 2. 2.

00-09. 4.4 Materi Pelatihan Pelatihan merupakan teknologi tepat guna yang telah dirancang sesederhana mungkin sehingga mudah diterapkan ditingkat petani dengan tujuan memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan petani. No I.00-08.45-11. 5. 6.00 11. 4.00 08. No I.00-10. 4.00-08. 2. 6.00 09.00 08. 2.30 10. 3. 5.30 10.00 Hari/Tgl/Waktu Rabu.00 Acara/Kegiatan Pembukaan dan Tes Ballot Box Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus (Peranan Kel. Tehnik Pengamatan Bagi Petani) Acara/Kegiatan Pengamatan Agroekosistem Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus (Pengamatan dan Pengendalian Hama tikus.00 09. mengenal serangan hama/MA) Pemandu/Instruktur Dinas Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu PPK Pangan/Instruktur Kab.00 11. 15-12-2012 07.00 08. 1. Hari/Tgl/Waktu Kamis.45 10.30-10. 3. 3.00-10. 20-11-2012 07.30-10. dalam upaya memperkuat teknologi produksi pertanian melalui kelompok tani sebagai subjek. 3. 25-12-2012 07.30 10.00 11. BPP Pemandu/Instruktur Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Laboratorium (BPTPH) .00-09.30-10. 6.00 Acara/Kegiatan Pengamatan Agroekosistem Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus (Budidaya Tanaman Padi Sawah) Acara/Kegiatan Pengamatan Agroekosistem Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus (Agens Hayati) Pemandu/Instruktur Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Ka.00 Hari/Tgl/Waktu Selasa. No I. Pemandu/Instruktur Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Instruktur Kab. 4. Tani.00 08.00-08.00-12.00-08. 2. 1. 1. Hari/Tgl/Waktu Selasa.45 10. 1. 2.2.45 10.45-11.00-10.45-11.00-09.00-10.00-12. 5. 6.00-09. 5.30 10.00 09. Pelaksana Kegiatan SL-PTT dengan materi sebagai berikut : No I.45-11.45 10.00 11.00-12. 05-12-2012 07.00 09.30-10.00-12.

30-10.00 09.No I.45-11.00 08.45-11.00-12.00 08. 10-03-2012 07.45 10.30 10.30-10.00-12. 6. Hari/Tgl/Waktu Selasa. 2.Akar dan jaringan pengangkut tanaman Acara/Kegiatan Pengamatan Agroekosistem Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus : .Penyakit Penting Tanaman Padi . 1.00 09.30 10. 16-01-2012 07. kerusakan dan pengendaliannya Acara/Kegiatan Pengamatan Agroekosistem Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus (Mengenal MA) Pemandu/Instruktur Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Instruktur Kab. 1.00-10. Hari/Tgl/Waktu Selasa.00-10. 03-01-2012 07.00-08.00 Pemandu/Instruktur Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Instruktur Kab.00 09. 4.Penggerek Batang padi. 4.45 10. 3.45 10. 4. 6.Hama Penting Tanaman Padi Pemandu/Instruktur Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu BPTPH Pemandu/Instruktur Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Instruktur Kab. Hari/Tgl/Waktu Sabtu.45-11. 07-12-2012 07.45 10. No I.00-12.00-10. 3. 2. 1. 2.00 08. 3.00-08.45-11.00-10.00-12. 5.00-09. 5. 6. 5. 1.30 10.00 Acara/Kegiatan Pengamatan Agroekosistem Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus : . 2.00 Acara/Kegiatan Pengamatan Agroekosistem Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus (Perkembangbiakan Hama tikus) Acara/Kegiatan Pengamatan Agroekosistem Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus : .00 08.30-10.30-10.30 10.00-09.00-10. No I.00 09.00 11.45 10.00 11.45-11.00-08.00-09.00-09.00-12. 5.00 09. 6. 3.30 10. 4.30-10.00 11. No I. Hari/Tgl/Waktu Selasa.00-08.00 11.00-08. 3. 5.00 Pemandu/Instruktur Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu BPTPH . 2.00 Hari/Tgl/Waktu Senin. No I. 21-02-2012 07. 6. 1.00-09.00 11.00 08. 4.

30 10. kegiatan ini berguna untuk menyegarkan suasana. cuaca. Dimulai dengan pembukaan dan tes awal Ballot Box b. Yang dipersentasikan yaitu : Gambar tanaman Jumlah anakan Tinggi tanaman Keadaan gulma Kelembaban Musuh alami Hama penyakit. Hari/Tgl/Waktu Sabtu.00-08. d.00-10.00-12. Pengamatan Agroekosistem untuk mengetahui keadaan.Tehnik penyemprotan dan memelihara alat alpikasi Pemandu/Instruktur Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Pemandu Instruktur Kab. 5. perlu dikuasai dan dapat diterapkan secara langsung di lapangan dan sangat sederhana. 4. 2. 3.30-10. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 5 orang. gulma. 1.00 09.00 11.No I.00 08. menambah semangat peserta dan mempererat hubungan Kelompok Tani. 10-04-2012 07. hama.45 10. air. 2. Hasil pengamatan dilapangan digambar diatas kertas karton terus dipersentasi.6 Dinamika Kelompok Dinamika Kelompok sebagai penunjang kegiatan.00 Acara/Kegiatan Pengamatan Agroekosistem Menggambar Agroekosistem Deskusi Kelompok/Analisa Snack Dinamika Kelompok Topik Khusus : . . 2. c. musuh alami pada tanaman padi sawah.5 Teknik Pelaksanaan a. 6. Pengamatan mengambil garis diagonal sebanyak 10 rumpun tanaman dibuat pada petak PTT dan Non PTT .45-11.00-09. Dalam melaksanakan deskusi setiap kelompok diwakili 1 orang secara bergiliran setiap minggu.

test akhir 70. NAMA Siswadi Liharman Jusman Ertawan Gima Pangabean Yansudi Buyung Airudin Arlian Mansah Adi Simarahim Arnusi Anarudin Yarlian Amarlela Disman Gunadi Lipi Sudiarto Siharno Saimin Irsudin Jumlah Rata-rata Nilai Tes Awal 45 45 30 60 20 25 40 25 30 20 35 40 30 20 20 30 40 40 30 30 655 34 Akhir 80 75 85 85 65 70 70 60 70 70 70 65 65 60 60 70 65 60 70 65 1380 70 Peningkatan Selisih Nilai 35 30 55 25 45 45 30 35 40 50 35 25 35 40 40 40 25 20 40 35 725 36 Persentase (%) 77 66 183 41 225 180 75 140 133 250 100 62 116 200 200 100 62 50 133 116 2. Tabel : 4 Hasil Tes Ballot Box NO 1. Tes akhir mutlak dilakukan untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan yang didapat oleh petani setelah melaksanakan sekolah lapang pengendalian hama terpadu SL-PTT selama 12 kali pertemuan. 16. 18. hal ini dianalisa berdasarkan K3 A/Swot. 6. 11. 13. 5. 19. peningkatan 36 dengan persentase 118. 17.509 118. 7. yang utama rendahnya SDM serta wawasan yang dimiliki. 2. 20.2. 15. Pada petak tersebut dilaksanakan pengamatan Agroekosistem selama 12 kali pengamatan (12 minggu). Dalam pelaksanaan kegiatan Skolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu banyak dijumpai kelemahan dari peserta. 10.7 Lahan Pengamatan Lahan pengamatan yang digunakan adalah seluas 1 Ha. 12. 4. 14. 8. . 3. sebelum melaksanakan kegiatan SL-PTT. 2.5 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata hasil tes awal 34. 9.8 Evaluasi Tes awal Ballot Box dilakukan sebelum kegiatan berjalan guna untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan peserta dalam melakukan kegiatan budidaya tanaman padi sawah.5 %.

akhirnya senang untuk mengerjakan. 4. Peserta masih ada yang tidak tetap diganti dengan anaknya. Kekuatan a. Tingkat pengetahuan dan usia peserta jauh berbeda. Topik yang diambil dari lingkungan sendiri mulai dari praktek sampai pemecahan masalah d. 3. c. Adanya peserta tertarik karena ada motivasi lain b. Kontrak belajar sebagai kesepakatan sehingga petani tidak merasa diperintah. Kelemahan a. 2. Ancaman a. Umumnya petani memupuk tanaman padinya belum berimbang. d. Kurang motivasi peserta untuk aktif deskusi b. Kesempatan Apabila masih ada petani yang ingin ikut SL-PTT terutama kelompok yang ada di desa tetangga mungkin tertarik dengan kegiatan tersebut. Ilmu tentang pengendalian hama masih kurang b. melihat proses belajar secara langsung di lapangan. e.1. Buku petunjuk untuk petani masih kurang c. Masih ada pergantian peserta dengan anggota keluarganya c. Ilmu yang disampaikan sudah sesuai untuk petani belajar sendiri sehingga petani dapat menjawab dan mengambil keputusan. sehingga analisanya juga berbeda. Faktor ekonomi dan sosial budaya daya terima dan .

.... KESIMPULAN 3...2012 Ketua Kelompok Tani BOTEM FOLDER Mengetahui Petugas Pertanian Kecamatan SISWADI NIRWAN NIP....... Kaur khususnya dan Propinsi Bengkulu umumnya.. Petugas Penyuluh Pertanian /Pemandu .... Petani sudah dapat bertindak bijak.......III...... Peserta telah menyadari bahwa kebiasaan menggunakan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit tidak selalu menguntungkan..... 3.. pestisida digunakan merupakan alternatif terakhir.... Kegiatan ini perlu diteruskan dan disebarluaskan pada Kelompok Tani-Kelompok Tani yang lain yang ada di Kab...1 Kesimpulan Beberapa hal yang dapat kami simpulkan setelah dilaksanakannya kegiatan Sekolah Lapang PTT adalah sebagai berikut : Secara umum petani dapat membedakan antara hama dan musuh alami.. 19680307 199803 1 005 . Pada petak PTT hanya ada satu kali aplikasi pestisida yaitu pada minggu ke-8 (pengendalian hama walang sangit) dan produksi tetap normal....... Peserta telah dapat melaksanakan pengamatan analisa serta mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan di lapangan dengan memperhatikan aspek keuntungan secara ekonomis.2 Saran Diharapkan petani yang sudah dilatih dapat mengembangkan dan menyebarkan ilmunya pada petani lain...