Anda di halaman 1dari 9

A. Pendahuluan Latar Belakang Kalor merupakan suatu bentuk energi.

Kalor selalu mengalir dari daerah yang bertemperatur tinggi ke daerah yang bertemperatur lebih rendah. Kalor sering disebut dengan panas dan dinyatakan dengan satuan kilo kalori atau kalori per gram Perpindahan kalor berpegang pada hukum kekekalan energi yang dikenal dengan Azaz Black yaitu panas yang dilepas oleh suatu sistem sama dengan panas yang diterima sistem. Faktor yang menyebabkan kalor dapat berpindah adalah perbedaan suhu diantara bahan-bahan yang ada. Perpindahan kalor dapat terjadi dengan 3 cara, yaitu konduksi. Konduksi adalah perpindahan kalor dengan melalui zat penghantar dan energi molekul langsung berpindah dari daerah yang lebih panas ke daerah yang lebih dingin. Konveksi yaitu perpindahan kalor yang diikuti perpindahan sekelompok molekul di dalam zat alir, dan radiasi merupakan perpindahan kalor secara pancaran dengan gelombang elektromagnetik. Perpindahan kalor juga bermanfaat dalam bidang pertanian. Pada pengeringan padi berlangsung perpindahan kalor secara radiasi. Panas matahari membuat padi menjadi kering. Selain itu radiasi juga terjadi pada proses fotosintesis tumbuhan, kalor yang dihasilkan melalui matahari sangat dibutuhkan oleh semua jenis tumbuhan. Dalam praktikum kalorimetri ini kita menggunakan pendekatan Azaz Black untuk menghitung kalor jenis garam dan kopi. Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu tiap satuan massa benda sebanyak satu derajat Menurut Black apabila dua zat yang berbeda suhunya dicampur maka zat yang suhunya lebih rendah akan menyerap panas dari zat yang lebih tinggi suhunya. Dalam praktikum ini larutan garam dan larutan kopi digunakan sebagai sistem penerima kalor dan air sebagai sistem yang melepas kalor. Tujuan Praktikum a. Mencoba menentukan nilai kapasitas panas jenis ( c) suatu larutan tertentu dengan menggunakan Asas Black

3.

Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum acara kalorimetri ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 20

September, pada pukul 14.30-1600 WIB. Dilaksanakan di Laboratorium Proses Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta. .B. Tinjauan Pustaka Bila ada dua benda denga suhu berhimpitan, secara spontan mengalir dari benda yang panas menuju yang dingin. Aliran kalor spontan cenderung mengarah pada enyimpangan suhu. Nilai banding dari jumlah energi yang dipindahkan terhadap perubahan temperatur dinamakan kapasitas kalor (Giancolli,1997). Kalor jenis adalah sifat khas suatu zat yang telah menunjukan kemampuannya dalam menyerap kalor untuk menaikkan suhu yang rendah. Zat-zat seperti ini dimanfaatkan untuk menyimpan energi thermal (Kertiasa,1999). Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa kalor yang dilepas oleh suatu benda yang bersuhu tinggi sama dengan factor yang diterima oleh benda yang bersuhu rendah bila kedua benda tersebut digabungkan atau dengan kalor yang dimasuki oleh bagian yang lain (Hasan,1997). Setiap zat atau benda mempunyai zat alir yang berfungsi untuk mentransfer panas bahwa pada saat dua benda atau zat yang berbeda suhu bersentuhan maka akan terdapat zat alir yang memindahkan panas dan menyebabkan perubahan suhu pada kedua benda tersebut (Anonim, 2007). Menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum, bahwa entropy benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol. Perubahan entalpi dalam dari suatu system termodinamika tertutup sama dengan total jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem (Anonim, 2007). C. Alat, Bahan, dan Cara Kerja a. Alat Kalorimetri Termometer Timbangan

Pemanas air b. Bahan Air Larutan (garam dan kopi) Cara Kerja 1. Mencampur air dengan larutan yang dicari nilai kapasitas panas jenisnya (c). 2. Menentukan nilai dari kapasitas panas jenis ( c ) air, massa air, dan suhu awalnya. 3. Menentukan massa dan suhu larutan (nilai kapasitas panas jenis ( c ) larutan belum diketahui dan akan dicari setelah dicampurkan dengan air dan suhunya telah relatif stabil). 4. Melakukan proses pencampuran, yaitu bahan yang lebih rendah suhunya dimasukkan lebih dahulu ke dalam kalorimeter, baru kemudian bahan yang lebih panas dimasukkan. 5. Mencatat suhu akhir bila telah stabil. 6. Mencari nilai kapasitas panas jenis ( c ) larutan berdasarkan Asas Black. 7. Mengulangi percobaan di atas untuk mendapatkan data yang akurat. D. Hasil dan Analisis Hasil Percobaan Hasil Percobaan Tabel 3.1 Hasil Percobaan pada Larutan Garam No. Massa Massa Suhu Suhu Massa bejana (gr) larutan awal awal air (gr) larutan air (0C) (0C) 1. 140 70 30 70 40 2. 140 60 30 68 50 3. 140 80 30 65 30 Sumber : Laporan Sementara Suhu akhir larutan 60 50 56 Kalor jenis (kal/gr0C) 1,19 1,28 0,72 c =1,06

Tabel 3.2 Percobaan pada Larutan Kopi No. Massa Massa Suhu Suhu bejana (gr) larutan awal awal (gr) larutan air (0C) (0c) 1. 140 50 30 61 2. 140 50 30 59 3. 140 50 30 58 Sumber : Laporan Sementara 2. Analisis Percobaan Qterima (m.c.t)larutan (m.c.t)air = keterangan: m c t = massa (gr) = kalor jenis (kal/groC) = perubahan suhu (oC) = akhir-Tawal Rumus Umum = Qlepas =

Massa air (gr) 30 40 40

Suhu akhir larutan (0C) 40 40 40

Kalor jenis (kal/gr0C) 1,26 1,52 1,44 c =1,14

Kalor jenis air 2

= 1kal/groC

Massa kalorimetri = 150gr Untuk larutan Garam a.1.Diketahui = mgar T1gar T1air mair Takh Tair Tgar Ditanya = c larutan? Dijawab = Qlepas = Qterima (m.c.t)air = (m.c.t)gar = 70gr = 30oC = 70oC = 40 gr = 43oC = 27oC = 13oC

40.1.27= 95.c.24 c = 1080 = 1,19 kal/groC 910

a.2.Diketahui =

mgar T1gar T1air mair Takh Tair Tgar

= 60gr = 30oC = 70oC = 50 gr = 45oC = 23oC = 15oC

Ditanya Dijawab Qlepas 50.1.23 c

= c larutan..? = = Qterima = 60.c.15

(m.c.t)air = (m.c.t)gar = 1150 = 1,28 kal/groC 900 a.3.Diketahui = mgar = 80gr T1gar T1air mair Takh Tair Tgar Ditanya Dijawab Qlepas 30.1.23 c = = Qterima = 80.c.12 = 690 = 1,06 kal/groC 960 = 30oC = 65oC = 30 gr = 42oC = 23oC = 12oC

= c larutan..?

(m.c.t)air = (m.c.t)gar

garam = 1,19 + 1,28 +0,72 3 =1,06 kal/groC 3 Untuk larutan Kopi b.1.Diketahui = mgar T1gar T1air mair Takh Tair Tgar Ditanya Dijawab Qlepas 30.1.21 c = clarutan..? = = Qterima = 50.c.10 = 50gr = 30oC = 61oC = 30 gr = 40oC = 21oC = 10oC

(m.c.t)air = (m.c.t)kopi = 630 = 1,26 kal/groC 500 b.2.Diketahui = mgar = 50gr T1gar T1air mair Takh Tair Tgar Ditanya Dijawab Qlepas 70.1.16 c =c larutan..? = = Qterima = 60.c.15 = 706 = 1,52kal/groC 500 = 30oC = 59oC = 40 gr = 40oC = 19oC = 10oC

(m.c.t)air = (m.c.t)kopi

b.3.Diketahui =

mgar T1gar T1air mair Takh Tair Tgar

= 50gr = 30oC = 58oC = 40 gr = 40oC = 18oC = 10oC

Ditanya Dijawab Qlepas 40.1.18 c

=c larutan..? = = Qterima = 50.c.140 = 720= 1,44 kal/groC 500

(m.c.t)air = (m.c.t)kopi

kopi = 1,26+ 1,52 +1,44 3 =1,41 kal/g

1.6 1.4 Kalor Jenis (Kal/gr C)


o

1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 39

kopi

garam

40

41

42

43
o

44

45

46

Suhu Akhir ( C) Gambar 2.1 Grafik Hubungan Antara Kalor Jenis dan Suhu Akhir Larutan

B.

Pembahasan Kalor dapat mengalir dari suatu benda ke benda yang lain dari daerah yang

bertemperatur tinggi ke daerah yang bertemperatur rendah. Bila ada suatu sistem yang melepas kalor pasti ada sistem yang menerima kaloe dalam jumlah yang sama besarnya. Kalor berhubungan erat dengan kalor jenis (c ). Kalor jenis adalah bilangan yang menunjukkan berapa kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram zat itu 1oC. Pada praktikum ini diperoleh beberapa kalor jenis larutan garam berturut-turut adalah sebesar 1,19kal/groC, 1,28kal/groC, 0,72kal/groC sehingga diperoleh kalor jenis rata-rata larutan garam sebesar 1,06kal/groC. Sedangkan larutan kopi sebesar 1,26kal/groC, 1,52kal/groC, 1,44kal/groC, dan diperoleh kalor jenis ratr-rata larutan kopi sebesar 1,41kal/groC Kalor jenis rata-rata larutan kopi lebih besar daripada larutan garam karena massa dan perubahan suhu larutan kopi lebih kecil. Selain itu larutan garam adalah larutan elektrolit dan larutan kopi adalah larutan nonelektrolit Larutan elektrolit menghantarkan kalor lebih baik daripada larutn nonelektrolit maka larutan garam nilai kalor jenisnya lebih kecil daripada larutan kopi. Seharusnya kalor jenis larutan pada praktikum kali ini adalah kurang dari 1kal/groC dan memiliki nilai yang konstan. Namun kalor jenis yang dihasilkan kedua larutan justru lebih dari 1kal/groC dan nilainya berubah-ubah atau tidak konstan untuk larutan garam. Besarnya kalor jenis dipengaruhi oleh massa, perubahan suhu, dan jenis larutan. Grafik yang terbentuk untuk kalor jenis pada larutan kopi lurus karena suhu akhir larutan yang dihasilkan konstan. Sedangkan untuk larutan garam grafik yang terbentuk adalah grafik fluktuatif , tidak lurus dan naik turun karena kalor janis yang dihasilkan dan suhu akhir larutan tidak konstan. Kesimpulan Dari praktikum yanga kami lakukan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. 1,06kal/groC. Kalor jenis rata-rata larutan garam adalah

2. 1,41kal/groC. 3. perubahan suhu, dan jenis 4. daripada kopi 5. tidak konstan. 6. 7. larutan.

Kalor jenis rata-rata larutan kopi adalah Kalor jenis larutan dipengaruhi oleh massa, Kalor jenis rata-rata garam lebih kecil Grafik yang terbentuk untuk larutan kopi

lurus dan larutan garam adalah grafik fluktuatif karena kalor jenis yang dihasilkan Kalor Kalor jenis yang dihasilkan dari benda dalam yang

praktikum ini tidak ideal karena nilainya lebih dari 1kal/groC. berpindah bertemperatur tinggi ke benda yang bertemperatur lebih rendah.