Anda di halaman 1dari 2

NSHATE (1999) mengelompokkan prinsip-prinsip sanitasi untuk diterapkan dalam SPO Sanitasi menjadi 8 Kunci persyaratan Sanitasi, yaitu :

1. Keamanan Air 2. Kondisi Kebersihan permukaan yang kontak dengan bahan 3. Pencegahan kontaminasi silang 4. Menjaga fasilitas pencuci tangan, sanitasi dan toilet 5. Proteksi dari bahan-bahan kontaminan 6. Pelabelan, penyimpanan dan penggunaan bahan toksin yang benar 7. Pengawasan kondisi kesehatan personil yang dapat mengakibatkan kontaminasi 8. Menghilangkan hama dari unit pengolahan

SSOP pada Industri Pengolahan Seafood


1. Penyediaan air bersih disertai dengan pipa-pipa saluran ke berbagai produksi, baik untuk pembersihan alat dan pencucian bahan-bahan produksi. 2. Penggunaan air bersih pada tangki penampungan ikan disertai dengan penggunaan balok es yang bersih untuk proses chilling ikan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar kebersihan dan kesegaran ikan terjaga dari cemaran aspek mikrobiologi, fisik maupun zat berbahaya yang mungkin ada pada air dan nantinya bisa mengganggu kesegaran ikan. 3. Pengaturan kebersihan tempat untuk proses lanjut. Seafood baik berupa ikan, udang atau lainnya sebagai tahap awal dilakukan sortasi, maka harus dipastikan bahwa alat atau mesin sudah bersih baik dari sisa-sisa produksi ataupun residu pembersih. Tahap awal yang berupa sortasi juga dilanjutkan dengan pencucian, sehingga harus dipastikan selang air sudah bersih. 4. Dalam upaya menghindari kontaminasi silang, dalam proses pemotongan, harus dipastikan alat pemotong sudah memenuhi standar kebersihan dan pemberian larutan alcohol 65% yang bertujuan untuk menurunkan jumlah mikroba yang ada pada alat pemotong. Ketika sanitasi antara mesin yang kontak dengan ikan kurang dijaga, disertai pula dengan alat pemotong yang juga tidak terjaga kebersihannya, maka akan terjadi kontaminasi silang yang bisa mengakibatkan keamanan ikan menurun. 5. Selain alat pengolahan, perlu diperhatikan tingkat sanitasi karyawan yang meliputi penyediaan tempat cuci tangan serta toilet yang memenuhi standar yang dilengkapi dengan formula pembersih anti bakteri, tissue sebagai pengering dan tempat sampah yang tertutup. 6. Pengecekan standar karyawan yang melakukan produksi, meliputi pemeriksaan seragam dan komponennya(sarung tangan, masker), kebersihan tangan dan kesehatan karyawan. 7. Pengecekan kebersihan bahan-bahan produksi, dimulai dari kadar mikroba awal pada bahan baku(seafood) serta bahan tambahan saat proses produksi. Tingkat keamanannya, semisal penggunaan saos untuk olahan seafood kaleng, serta kebersihan plastik dan wadah pengemas untuk ikan fillet. 8.

9. 10. 11. 12. Untuk Pengendalian hama pada perusahaan, disubkontrakkan pada perusahaan
pengendalian hama yakni PT Rentokil Indonesia. Perangkap serangga menggunakan sistem sinar UV dan kawat kasa yang dipasang pada lokasi strategis. Hama mati yang berukuran kecil (seperti lalat, nyamuk, kecoak, dll) dapat langsung dibuang pada tempat sampah, sedangkan hama yang mati dengan ukuran besar (seperti tikus) dikubur dengan kedalaman yang cukup agar tidak mengkontaminasi area lainnya. Perbaikan sanitasi, penutupan jalan masuk hama, dan pemindahan sarang dilakukan untuk mendukung pengendalian hama