Anda di halaman 1dari 10

STT MIGAS BALIKPAPAN

BAB X PRINSIP PRINSIP TRANSMISI

10.1 Garis besar dari Tranmission Engineering Tujuan dari pada komunikasi pada umumnya untuk menyampaikan berita atau informasi dari pihak atau peralatan yang memanggil ke pihak atau peralatan yang dipanggil dengan baik. Dalam telekomunikasi, informasi diubah menjadi sinyal listrik dan transmisikan melalui suatu media, yang dinamakan sirkit transmisi. Untuk maksud tertentu digunakan jenis sirkit atau system transmisi yang paling cocok. Transmission Engeneering mendorong teknologi untuk melakukan penyelidikan secara rasional dan ekonomis, dan perkembangan system-sistem baru, dan untuk perencanaan (planning), disain (designing), pembangunan (constructing) dan pemeliharaan system-sistem transmisi. Dari semua system-sistem telekomunikasi, yang paling terkenal dalam kehidupan kita sehari-hari adalah telepon. Dalam system telepon, suara maanusia diubah menjadi arus pulsa, atau arus suara atau arus pembicaraan yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen frekwensi seperti suara yang dikeluarkan manusia, mempunyai daerah kurang lebih dari 50 sampai 7.000 Hz. Dalam arus suara, bagian terbesar articulation dapat terkandung pada komponen-komponen frekwensi yang mempunyai daerah dari 300 sampai 3.400 Hz. Oleh karena itu, untuk pertimbangan ekonomis, system-sistem transmisi umumnya didisain (designed), atas dasar pembatasan bidang frekwensi transmisi. Alat system transmisi diklasifikasikan menjadi system kawat dan system radio. Untuk sirkit telepon hanya yang pertama akan dibahas dalam buku ini. Sirkit transmisi pada masa dahulu adalah system yang mengtransmisikan arus suara dalam bentuk aslinya, atau sirkit suara dimana hanya sepasang manusia dapat bercakap-cakap, dan terdiri dari sepasang saluran terbuka atau kabel yang penghantar-penghantarnya terbuat dari bahan yang tahanannya kecil, seperti aluminium atau tembaga. karena timbul permintaan untuk panggilan jarak jauh, 97
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS

STT MIGAS BALIKPAPAN

penggunaan secara effisien dan ekonomis dari sirkit jarak jauh menjadi persoalan yang sangat penting, sebab sirkit sentral jarak jarak jauh jauh biaya (toll pembangunandan exchange), yang pemeliharaannya sangat besar untuk mengatasi keadaan seperti itu perlu dikembangkan pemasangan menyelengarakan sirkit jarak jauh dan system gelombang pembawa telepon (carrier telephone system), yang dapat menyelenggarakan pembicaraan telepon secara simultan melalui sepasang penghantar. System gelombang pembawa telepon (carrier telephone system) terdiri dari perlatan terminal yang terletak pada kedua kantor terminal dan sirkit tranes transmisi penguat-ulang (repeated transmission circuit) yang ditempatkan antara kedua kantor tersebut. Peralatan terminal menyusun sejumlah arus pembicaraan dalam urutan yang teratur yang teratur dengan jalan translasi menjadi sinyal majemuk (composite signal) dan mengirimkan sinyal tersebut dinamakan multiplexing, dan arus pembicaraaan majemuk (multiplexed) demikian membentuk arus frekwensi saluran (line frequency current). Arus ini sampai ke peralatan terminal penerima melalui sirkit transmisi dan diubah kembali menjadi arus pembicaraan seperti semula, secara terpisah. Dalam system gelombang pembawa telepon, bagian dari tiap-tiap arus pembicaraan dinamakan kanal (channel). Sirkit transmisi penguat ulang adalah suatu saluran transmisi yang dilengkapi dengan repeater pada interval yang teratur, dan bekerja dalam penyaluran frekwensi saluran yang dikirimkan dari terminal kirim ke terminal penerima pada nilai daya (level energy) yang cukup, tanpa distorsi. Carrier telephone yang digunakan dewasa ini diklasifikasikan menjadi dua system yaitu system frekwensi division multiplex (FDM) aadalah system time division multiplex (TDM). Dalam system FDM, bidang frekwensi saluran dibagi menjadi bidang-bidang frekwensi yang sempit, dimana masing-masing menghasilkan satu kanal. Penguat ulang (repeater) dalam system terdiri dari pengeras (amplifier) dan penyama rata (equazer), yang masing-masing mengkompensiir redaman oleh saluran dan kecacatan redaman.

98
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS

STT MIGAS BALIKPAPAN

System FDM tingkat multiplexing mengalami perkembangan pesat yang sebelumnya hanya beberapa kanal sampai sudah mencapai 10.000 kanal pada system supermultiplex, dengan menatar saluran-saluran tranmisi dari saluran terbuka dan kabel yang tidak dipupinisir (nonleaded) ke kabel koaksial. 10.2 Sistem Transmisi Frequency Division Multiplex (FDM) System transmisi FDM adalah suatu system dimana sepasang penghantar dalam mengtranmisi sejumlah arus pembicaraan dimultiplexed dengan membagibagi bidang frekwensi tranmisi menjadi bagian yang sama kecil untuk masingmasing kanal. System ini terdiri dari dua peralatan terminal dan penguat ulang saluran transmisi (repeater transmission), seperti terlihat dalam Gbr. 4.2.1.

Gambar 4.2.1. Susunan Dari Sistim Carrier Telepon 10.3 Peralatan Terminal (teminal Equipment). Perlatan teminal terdiri dari bagian kirim yang mengkirimkan frekwensi pembicaraan majemuk ke penguat ulang tranmisi saluran dan bagian penerima arus tersebut dan mengubah kambali menjadi arus pembicaraan seperti semula. Peralatan terminal terdiri dari modulator-modulator, demodulator-demodulator, saringan frekwensi (filter), peralatan umum pencatu arus carrier (carrier current supply equipment) dan peralatan ujung (terminating equipment).

99
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS

STT MIGAS BALIKPAPAN

10.4 Modulator dan Demodulator Modulasi komponen-komponen dari gelombang bermodulasi (components of a modulated wave). Dalam system transmisi FDM, modulasi dan demodulasi adalah kegiatan utama. Modulasi adalah suatu proses pad suatu frekwensi tinggi, dimana frekwensi tinggi itu diubah-ubah sesuai dengan arus pembicaraan 9atau atau sinyal semula yang dimasukkan). Frekwensi tinggi yang membawa informasi dari arus pembicaraan dimana arus carrier. Sekarang, namakanlah A, C dan f masing-masing amplitude, angular frekwensi dan sudut fasa, maka arus carrier dapat dinyatakan sebagai berikut : I = A cos (ct + f ) c Bila A, C dan f diubah sesuai dengan arus pembicaraan, proses tersebut masing-masing dinamakan amplitude modulasi (AM), frekwensi modulasi (FM) dan phase modulasi (P.M). oleh karena, dewasa ini yang paling banyak digunakan dalam system FDM adalah AM, maka berikut ini hanya akan dibahas mengenai amplitude modulasi. Arti fisik dari amplitude modulasi adalah superposisi perubahan dari arus pembicaraan terhadap amplitude arus carrier, seperti terlihat dalam Gbr. 4.2.2. arus yang memperoleh demikina dinamakan arus bermodulasi (modulated current) atau gelombang.

100
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS

STT MIGAS BALIKPAPAN

Gambar 4.2.2 Arti Fisis dari Amplitudo Modulasi Disini, diumpamakan arus carrier ic dan arus pembicaraan ip yang memperlihatkan dengan persamaan sebagai berikut : I = A cos(ct + f ) c I = a cos(pt + ) p Dimana: a, p, dan , masing-masing adalah amplitudo, angular frekwensi dan sudut fasa dari arus pembicaraan. Maka, carrier bermodulasi (modulated carrier) im akan diperlihatkan dalam persamaan. Modulasi carrier bermodulasi terdiri dari tiga komponen frekwensi. Suku pertama menyatakan arus carrier yang diberikan dalam persamaan, suku kedua dan ketiga adalah komponen-komponen, dengan angular frekwensi yang merupakan jumlah dan selisih dari angular frekwensi arus carrier dan arus pembicaraan. Kedua komponen tersebut diatas dinamakan gelombang bidang sisi atas (USB) dan bidang sisi bawah (LSB). Menggambarkan komponen-komponen tersebut. Dalam hal tersebut diatas, frekwensi pembicaraan diumpamakan terdiri dari satu frekwensi. Sebenarnya, arus pembicaraan menempati suatu bidang frekwensi. Sebagai hasilnya gelombang bidang sisi itu menempati daerah frekwensi. Tranmisi satu bidang sisi dengan penekanan carrier (Carrier suppressed single sideband transmission). Gelombang bermodulasi terdiri dari tiga komponen : gelombang carrier dan dua bidang sisi. Dalam siaran radio (radio broadcast), seperti kita ketahui, pada pihak pemancar, ketiga komponen diradiasikan

101
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS

STT MIGAS BALIKPAPAN

bersama-sama, dan pada pihak penerima dideteksi dengan sirkit penyearah yang sederhana untuk memperoleh program. Berbeda dengan hal tersebut diatas, dalam system transmisi FDM, biasanya yang ditranmisikan hanya satu bidang sisi dari ketiga komponen tersebut diatas. System ini dinamakan system transmisi satu bidang sisi dengan penekanan carrier atau dengan sederhana system transmisi atau satu bidang sisi dan mempunyai keuntungan seperti dibawah ini : 1. Arus saluran tidak mengadung komponen carrier dengan amplitude besar, yang dapat memberikan beban lebih pada repeaters. 2. Bidang frekwensi yang diperlukan dapat menghemat penguat ulang transmisi, sebab hanya satu bidang sisi yang ditransmisikan. Prinsip dari transmisi satu bidang sisi diperlihatkan seperti Gbr 4.2.6. arus pembicaraan p memodulir arus carrier c, yang menghasilkan bidang sisi atas dan bawah c + p. kedua bidang sisi disaring dan yang dikirimkan dari terminal kirim ke penguat ulang saluran, hanya bidang sisi atas c + p. pada terminal penerima, pertama bidang sisi atas yang diterima memodulir arus carrier lain, yang mempunyai frekwensi sudut sama c seperti arus carrier yang dipunyai oleh terminal kirim, dan akhirnya bidang sis, memungkinkan untuk menghasilkan kembali arus pembicaraan pada terminal penerima. Modulasi pada terminal penerima biasanya disebut demodulasi. Dalam transmisi atau satu bidang sisi, diperlukan untuk memilih salah satu bidang sisi, atas (USB) atau bawah (LSB). Untuk maksud ini digunakan saringan frekwensi (filter). Biasanya dikatakan, fungsi dari pada filter adalah memilih atau mnghasilkan gelombang frekwensi yang tidak diperlukan dari sejumlah frekwensi. Filter diklasifikasikan dalam empat jenis yaitu saringan frekwensi lalu rendah (low pass filter), saringan frekwensi lalu tinggi (high pass filter), saringan frekwensi lalu bidang (band pass filter) dan saringan frekwensi penyetop (band elimination filter). Untuk carrier telephone terminal, diperlukan filter-filter yang jumlahnya tidak sedikit dengan harga mahal, sehingga bagian terbesar dari keseluruhan harga peralatan terminal. Ring modulator, pada masa dahulu untuk elemen-elemen modulator umumnya digunakan germanium. Akan tetapi, dewasa ini elemen102
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS

STT MIGAS BALIKPAPAN

elemen transistor sering sekali digunakan, sebagai pengganti elemen germanium. Disini, akan diterangkan prinsip modulator dalam hal ring modulator dengan elemen germanium. Impedansi dari elemen germanium mendekati nol bila kepadanya diberi bias penerus (biased forward) dan mendekati tak terhingga bila diberi bias kebalikan (biased backward). Sirkitdasar ini modulator diberikan dalam Gbr. 4.2.7. marilah kita perhatikan bentuk gelombang dari arus yang keluar. Sirkitnya, berturut-turut ekivalen dengan sirkit-sirkit yang diberikan dalam Gbr 4.2.8 (a) atau (b), setiap setengah putaran positif atau negatip dari pergantian bias yang diberikan oleh arus carrier; karena arus frekwensi carrier jauh lebih tinggi dari pada arus pembicaraan, maka gelombang arus carrier mendekati bentuk gelombang persegi bipolar, Gbr 4.2.8 (a) dan (b) dapat diganti dengan arus Gbr 4.2.9, yang memperlihatkan sirkit pemindah (switch). Oleh karena itu, arus pembicaraan p, arus carrier c, dan arus carrier bermodulasi s akan berkesamaan dengan yang dilukiskan dalam Gbr 4.2.10. komponen-komponen utama dari gelombang carrier bermodulasi adalah c + p. Modulasi berkali-kali secara bertingkat (multistage modulation). Dalam multiplexing arus pembicaraan (0,3 sampai 3,4 kHz). Untuk menyusun secara sistimatis bidang sisi -bidang sisi (single sidebands) dari gelombang carrier bermodulasi; sehingga bidang sisi bidang sisi tersebut tidak terletak dalam daerah frekwensi yang sama, maka untuk itu arus frekwensi carrier diberi jarak antara yang tertentu (dari 4 kHz). Peranan dari arus sinyal dan frekwensinya. Pembahasan di atas diberikan hanya pada arus pembicaraan, tidak termasuk arus sinyaling yang bermacammacam informasi untuk melayani pengendalian dari penyambungan dari disentral (exchange switch) yang terletak antara sepadang pembicaraan. Switch harus menyambungkan sirkit jarak jauh sebelum mereka berbicara.

103
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS

STT MIGAS BALIKPAPAN

10.5 Peralatan Umum Pencatu Arus Carrier (Carrier Common Supply Equipment) Dalam system FDM, diperlukan bermacam-macam arus carrier untuk modulator-modulator, demodulator-demodulator, arus surpervise, arus supervise yang menunjukkan keadaan bekerjanya dari penguat aulang saluran transmisi (repeated transmission line) dan arus sinyaling seperti yang telah disebutkan dalam 4.2.2 peralatan umum pencatu arus carrier, yang menghasilkan arus-arus engan ketelitian dan kestabilan frekwensi tinggi, mencatu bagian-bagian yang memerlukan dengan arus-arus itu. Peralatan umum pencatu carrier adalah suatu peralatan yang sangat penting dalam system FDM: bila peralatan tersebut mendapat gangguan, pemberian arus carrier dan arus supervise terhenti, sehingga banyak sekali sirkit telepon yang tidak dapat digunakan. 10.6 Terminating Equipment (Peralatan Terminal) Terminating equipment adalah peralatan yang mengubah system transmisi dua kawat (2w) menjadi system transmisi 4 kawat (4w) atau sebaliknya, dan terdiri dari lilitan garpu (hibrid coil), yang terdiri dari 3 pasang coil dan satu rangkaian penyeimbang (balancing network). Bila keadaan saluran mengizinkan, sebagai pengganti hybrid coil dapat digunakan tahanan garpu (hybrid resistence) atau selanjutnya. 10.7 Repeater Equipment (Peralatan Penguat Ulang) Repeater equipment terdiri dari pengeras (amplifier) dan equalizer yang fungsinya masing-masing untuk mengkompersir redaman dan kecacatan redaman (attenuation distortion), sewaktu transmisi melewati saluran antara kedua repeater. 10.8 Terminal Repeater Equipment (Peralatan Terminal Penguat Ulang) Terminal repeater equipment adalah bagian peralatan terminal dan terdiri dari pengeras (amplifier) kirim, pengeras penerima maupun equalizer. Pengeras kirim (transmitting amplifier) ditempatkan antara modulator-modulator dan saluran 104
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS

STT MIGAS BALIKPAPAN

transmisi. Amplifier trsebut mengeraskan multiplex modulated carrier current yang keluar dari modulator sampai pada level tertentu. 10.9 Intermediate Repeate Equipment (Peralatan Penguat Ulang antara) Peralatan penguat ulang antara, dipasang pada interval tertentu dalam saluran, antara peraltan kirim dan peralatan terminal terima. Repeater meratakan (equalize) dan mengeraskan (amplifiy) arus yang telah mengalami redaman dan kecacatan, sewaktu melewati masing-masing jarak rentang (spans). Beberapa dari repeater-repeater tersebut, ditempatkan pada beberapa rentang (serval spans), diberi fungsi unruk pengaturan level secar otomatis (outomatic level regulation) 10.10 Penyamarataan (Equalization) dan Pengaturan Level Otomatis (Outomatic Level Regulation) Arus frekwensi saluran terdiri dari sejumlah komponen-komponen frekwensi, karena sewaktu transmisi komponene-komponen yang lebih tinggi mengalami redaman yang lebih besar, arus saluran yang diterima mungkin mempunyai karakteristik redaman frekwensi yang tidak sama (miring). Untuk mengkompensasi karakteristik redaman frekwensi, tiap-tiap repeater dilengkapi dengan penyama rata (equalizer) yang mempunyai sifat mengkompensasi kehilangan (loss-compensation) pada inputnya atau dengan membuat karakteristik pengerasan frekwensi yang miring (inclined frequency-again characteristic). 10.11 Feedback Amplifier (Pengeras Umpan Balik) Pengeras umpan balik adalah suatu pengeras dimana sebagian dari output dimasukkan kembali ke inputnya melalui sirkit pengkopel. Dalam pengeras umpan-balik positif (positive feedback amplifier), pengerasan 9gain) akhir lebih besar daripada pengerasan (gain) tanpa umpan balik (feedback). Dalam pengerasan umpan-balik negatif (negative feedback amplifier), pengerasan jauh lebih kecil dari pada pengerasan tanpa umpan-balik (non feedback gain). Pengerasan umpan-balik negatif memiliki beberapa keuntungan yaitu:

105
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS

STT MIGAS BALIKPAPAN

1. Dapat diperoleh pengerasan karakteristik frekwensi (gain frequency characteristics) yang rata. 2. Kecacatan non-linear dapat diperbaiki 3. Internal noise dapat lebih baik 4. penguatan stabil, tidak dipengaruhi oleh perubahan tegangan pencatu daya (supplied power voltage) dan kurang dalam penggantian elemen-elemen pengeras (amplifier parts) 5. Impedansi masuk atau impedansi keluar, bila perlu dipertukarkan.

106
TEKNIK INSTRUMENTASI & ELEKTRONIKA MIGAS