Anda di halaman 1dari 1

POTENSI PROPOLIS SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF PERIODONTITIS AGRESIF

Nirmala Maulida Karimatannisa, Isnadia Naba`atin, Diah Andryantini Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

ABSTRAK
Periodontitis agresif merupakan kelainan jaringan periodontal yang lanjut dan cepat, yang terjadi pada usia pubertas dan dewasa muda sehat. Kelainan ini disebabkan adanya akumulasi bakteri plak terutama Actinobacillus actinomycetemcomitans (AA) dan Porphyromonas gingivalis (PG). Bakteri AA mampu menembus jaringan ikat ginggiva hingga ligamen periodontal serta tulang alveolar serta memproduksi leukotoksin kuat yang akan menyebabkan defek PMN. Bakteri plak lain yang menyebabkan periodontistis agresif adalah PG yang dapat merusak dan mengubah sistem imun dari host dengan menghambat kemotaksis leukosit PMN. Propolis mengandung senyawa flavonoid yang memiliki fungsi sebagai antimikroba dan imunomodulator. Propolis sebagai antimikroba memiliki 3 mekanisme dalam menyerang bakteri plak AA dan PG yaitu menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi membran sitoplasma serta menghambat metabolism energi. Propolis sebagai immunomodulator dapat meningkatkan motilitas dan penyebaran makrofag, dan berfungsi meningkatkan produksi sitokin. Peningkatan produksi sitokin dapat mempengaruhi peningkatan migrasi PMN, sedangkan aktivitas makrofag yang meningkat dapat menghambat pertumbuhan bakteri AA dan PG. Kesimpulannya, propolis berpotensi sebagai terapi alternatif periodontitis agresif karena memiliki fungsi sebagai antimikroba dan imunomodulator. Propolis dapat menghambat pertumbuhan bakteri (AA dan PG) dan meningkatkan sistem imun host. Keyword: Periodontitis agresif, propolis, flavonoids, antimikroba, imunomodulator