Anda di halaman 1dari 14

Pengertian Keluarga

Menurut WHO (1969) Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan

Menurut UU No.52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yg terdiri dari suami istri atau suami, istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya.

Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 1998 Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Sesuai dgn PP No.21 (1994) bahwa keluarga dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah.

Menurut Friedman (1998) Keluarga terdiri dari orang yg sama-sama terikat dlm perkawinan darah, adopsi dan bertempat tinggal dalam rumah yg sama

Menurut Bailon dan Maglaya Keluarga adalah dua atau lebih individu yg bergabung krn hub darah , perkawinan atau adopsi, hidup dlm satu RT, berinteraksi satu sama lain dlm perannya dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.

Menurut Zelditch Keluarga adalah suatu kelompok sosial dimana hub seksual antara dua oran g dewasa telah diperbolehkan, terjadi reproduksi secara legal. Kelurga tsb bertujuan terhadap lingkungan sosial untuk merawat dan membesarkan anakank dan keluarga. Keluarga adalah unit ekonomi kelompok terkecil.

Menurut Group of Midwest Nursing Research Society Keluarga adalah kelompok yg terdiri dari 2 orang atau lebih yg hidup bersama, yg masinmasing mempunyai sustu keterikatan satu sama lain, dihubungi oleh hub darah atau pernikahan dan mungkin juga orang-orang yg menjalin salin pengertian dan hidup bersama seperti berteman.

Berdasarkan berbagai sumber tentang pengertian keluarga, jadi dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah unit terkecil dlm suatu masyarakat yg terdiri dari dua org atau lebih, terikat dalam hub perkawinan, pertalian darah atau adopsi yg menciptakan dan mempertahankan budaya dan mempunyai ketergantungan satu sama lain

TIPE KELUARGA
Menurut Effendi (1998), tipe keluarga terdiri dari 1) Keluarga inti (Nuclear Family), terdiri dari ayah, ibu, dan anak -anak. 2) Keluarga besar (Extended Family), adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya : nenek, kakak, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya. 3) Keluarga berantai (Serial Family), terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti. 4) Keluarga duda/janda (Single Family), adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian. 5) Keluarga berkomposisi (Composite), adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama. 6) Keluarga kabitas (Cohabitation), adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga. Keluarga Indonesia umumnya menganut tipe keluarga besar (Extended Family), karena masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku hidup dalam suatu komunitas dengan adat istiadat yang sangat kuat.

STRUKTUR KELUARGA
1. Patrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur ayah 2. Matrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu 3. Matrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah ibu 4. Patrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami 5. Keluarga kawinan : hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

CIRI-CIRI STRUKTUR KELUARGA


1. Terorganisasi : saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga 2. Ada keterbatasan : setiap anggota memiliki kebebasan, tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam mejalankan fungsi dan tugasnya masing-masing 3. Ada perbedaan dan kekhususan : setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.

Beri Nilai