Anda di halaman 1dari 18

Jenis Obat Yang Boleh Dikomsumsi Anak

BY. NILA ARDANI, SKM. MPd.

Orangtua kadang ragu saat harus memberikan obat untuk buah hatinya.
Tapi jika anak sudah merasa kesakitan, akan lebih buruk lagi jika membiarkannya. Karena itu kenali obat-obat apa saja yang boleh dikonsumsi bayi. Obat yang diperuntukkan bagi bayi terkadang memang dijual bebas, tapi sebenarnya ada obat yang kurang efektif dan hanya memberikan efek plasebo saja. Efek plasebo adalah jika suatu obat dikatakan bisa membuat kondisi anak membaik, maka sepertiga populasi anak akan merasakan hal tersebut (kondisi membaik).

Beberapa jenis obat untuk bayi


1. Jenis obat cair
Kebanyakan obat-obatan khusus untuk bayi dibuat dalam bentuk cairan (sirup). Cara termudah untuk memberikannya adalah melalui pipet (tabung suntik khusus untuk obat). Usahakan untuk mengarahkan obat ke dinding dalam pipi bayi dan bukan ke pangkal tenggorokan sehingga bayi mengarahkan obat ke dinding dalam pipi bayi dan bukan ke pangkal tenggorokan sehingga bayi tidak tersedak.

2. Jenis obat supositoria


Jenis obat ini biasanya diberikan pada bayi melalui anus.
Caranya :

Masukkan obat yang ujungnya berbentuk seperti peluru ke lubang anus, lalu rapatkan kedua belah pantat bayi selama beberapa saat agar obat tidak terdorong keluar lagi.

3. Jenis Obat Tetes


Obat ini biasanya diberikan sebagai obat tetes mata, obat telinga atau obat untuk mengatasi masalah di hidung.

Tak ada salahnya jika orangtua meminta saran dari apoteker atau dokter mengenai obatobatan yang bisa dibeli bebas tanpa resep dokter

Dosis Obat Untuk Bayi Dan Anak anak


Memilih serta menetapkan dosis bayi dan anak memang tidaklah mudah. Banyak faktor yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah keadaan pasien, kasus sakit, jenis obat, toleransi tubuh dan lainnya.

Respon tubuh bayi dan anak terhadap obat, tentulah tidak sama dengan respon orang dewasa. Berbagai mekanisme metabolik yang terdapat pada bayi, terutama bayi prematur dan bayi baru lahir memang belum dikembangkan dengan sempurna.

Memberi obat si kecil, tidak cukup hanya membaca aturan minum saja. Cermati cara tepat memberikan, kontra indikasi dan trik agar pemberian obat berhasil. Sistem kekebalan tubuh si kecil yang belum sempurna, membuatnya rentan terhadap serangan penyakit, terutama infeksi. Tak heran bisa sebelum melewati umur 5 tahun, Anda kerap memberinya obat berupa sirup atau puyer (serbuk).

Umur Bayi Prematur

Bobot Badan ( kg ) 1,13 1,81 2,27

Dosis Bayi & Anak Terhadap Orang Dewasa 2,5 5 % 48% 5 10 % 12,5 % 15 % 25 % 29 % 33 % 50 % 60 % 75 % 80 %

Bayi Baru Lahir 2 Bulan 4 Bulan 1 Tahun 3 Tahun 7 Tahun 10 tahun 12 Tahun 14 Tahun

3,18 4,54 6,35 9.98 14, 97 22,68 29,94 35, 52 45, 36

*Berikan obat sesuai aturan yang tertera pada label, misalnya 3 kali sehari.

* Atau, berikan sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan yang meresepkan obat tersebut
* Baca semua aturan pemberian obat. Penjelasan ini ada yang tercantum dalam kotak kemasan dan ada pula yang tertulis pada lembaran kertas yang dilipat dan dimasukkan ke dalam kotak kemasan * Berikan obat sesuai waktunya, misalnya harus diberikan sebelum atau sesudah makan * Berikan sesuai dosis anjuran.
Sebaiknya gunakan sendok takar yang ada dalam kemasan obat

tersebut.

* Apabila muncul gejala alergi, stop pemberian obat dan segera konsultasikan dengan dokter * Berikan obat antibiotik sampai habis * Jangan mengulang pemberian obat yang sama pada anak, walau dengan gejala dan penyakit yang sama dengan sebelumya. Konsultasi dulu ke dokter * Hindari pemberian obat bebas yang tidak jelas kandungan/komposisinya

Gunakan alat bantu:


* Resmi o Sendok takar/gelas takar o Alat ukur obat berupa suntikan o Siring atau pipet (untuk obat tetes)
* Tidak resmi o Jus buah, campur dalam jumlah yang tidak terlalu banyak o Jeli/agar-agar/pudding buah untuk menyembunyikan puyer o Sendok/alat makan yang berbentuk dan bermotif lucu o Susu biasa atau susu cokelat. Pastikan obat bercampur dengan baik o Makanan kesukaan si kecil. Bisa diberikan bersama potongan kue, dicampur madu (untuk anak usia diatas setahun). Atau berikan makanan kesukaan anak sebelum atau sesudah minum obat.

PROSEDUR
PEMBERIAN OBAT
A. PENGERTIAN OBAT
Obat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau binatang sebagai perawatan atau pengobatan bahkan pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh. Pada aspek obat ada beberapa istilah yang penting kita ketahui diantaranya: nama generic yang merupakan nama pertama dari pabrik yang sudah mendapatkan lisensi, Kemudian ada nama resmi yang memiliki arti nama di bawah lisensi salah satu publikasi yang resmi, nama kimiawi merupakan nama yang berasal dari susunan zat kimianya seperti acetylsalicylic acid atau aspirin,

Kemudian nama dagang ( trade mark) merupakan nama yang keluar sesuai dengan perusahaan atau pabrik dalam menggunakan symbol seperti ecortin, bufferin, empirin, anlagesik, dan lain-lain

Obat yang digunakan sebaiknya memenuhi berbagai standar persyaratan obat diantaranya kemurnian, yaitu suatu keadaan yang dimiliki obat karena unsur keasliannya, tidak ada pencampuran dan potensi yang baik.selain kemurnian. Obat juga harus memiliki bioavailibilitas berupa keseimbangan obat, keamanan, dan efektifitas

B. REAKSI OBAT
Sebagai bahan atau benda asing yang masuk kedalam tubuh obat akan bekerja sesuai proses kimiawi, melalui suatu reaksi obat. Reaksi obat dapat dihitung dalam satuan waktu paruh yakni suatu interval waktu yang diperlukan dalam tubuh untuk proses eliminasi sehingga terjadi pengurangan konsentrasi setengah dari kadar puncak obat dalam tubuh.

Adapun faktor yang mempengaruhi reaksi obat yaitu : 1. Absorbs obat 2. Distribusi obat 3. Metabolisme obat 4. Eksresi sisa

Ada 2 efek obat yakni :


Efek teurapeutik dan Efek samping.
Efek terapeutik Adalah obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diharapkan sesuai kandungan obatnya, seperti: - Paliatif ( berefek untuk mengurangi gejala), - Kuratif ( memiliki efek pengobatan) dan lain-lain.
Sedangkan efek samping Adalah dampak yang tidak diharapkan, tidak bisa diramal, dan bahkan kemungkinan dapat membahayakan, seperti adanya : - Alergi - toksisitas ( keracunan) - penyakit iatrogenic - kegagalan dalam pengobatan - dan lain-lain.

C. PERSIAPAN PEMBERIAN OBAT


Ada 6 persyaratan sebelum pemberian obat yaitu dengan prinsip 6 benar :

1. Tepat Obat
Sebelum mempersipakan obat ketempatnya bidan harus memperhatikan kebenaran obat sebanyak 3 kali yaitu ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan obat, saat obat diprogramkan, dan saat mengembalikan ketempat penyimpanan.

2. Tepat Dosis
Untuk menghindari kesalahan pemberian obat, maka penentuan dosis harusdiperhatikan dengan menggunakan alat standar seperti obat cair harus dilengkapi alat tetes, gelas ukur, spuit atau sendok khusus, alat untuk membelah tablet dan lain-lain sehingga perhitungan obat benar untuk diberikan kepaad pasien.

3. Tepat pasien
Obat yang akan diberikan hendaknya benar pada pasien yang diprogramkan dengan cara mengidentifikasi kebenaran obat dengan mencocokkan nama, nomor register, alamat dan program pengobatan pada pasien. 4. Tepat cara pemberian obat 5. Tepat waktu Pemberian obat harus benar-benar sesuai dengna waktu yang dprogramkan , karena berhubungan dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek terapi dari obat. 6. Tepat pendokumentasian