Anda di halaman 1dari 6

BY. NILA ARDANI, SKM. MPd.

A. Sistem Rujukan
1.Pengertian
Sistem rujukan adalah :
yang dikelola secara strategis, proaktif, pragmatif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna kesehatan ibu dan bayi melalui peningkatan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan dan neonatal di wilayah mereka berada. (Depkes RI, 2006)
*System

komprehensif bagi masyarakat yang membutuhkannya terutama ibu dan bayi baru lahir, dimanapun mereka berada dan berasal dari golongan ekonomi manapun agar dapat dicapai peningkatan derajat kesehatan

*Pelayanan

Upaya membentuk kemandirian sistem rujukan ini tidaklah mudah dilakukan. Tenaga kesehatan di Puskesmas yang sangat terbatas, dan pelaksana kesehatan lainnya, seperti suster dan bidan yang tidak ramah menjadi tantangan saat merujuk Persyaratan memiliki kartu gakin juga menjadi proses yang harus dihadapi oleh keluarga pasien dengan keluhan / masalah serius untuk bisa mendapatkan intervensi lanjutan dari RS setempat.

Dipandang perlu untuk melakukan revitalisasi puskesmas yang meliputi : - reformasi konsep, - kinerja, - tenaga pelaksana, - dan peran puskesmas
Mengingat puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas menjadi system rujukan ditingkat I, menerima rujukan dari posyandu, polindes, prakek bidan swasta, dll.

Rujukan dilakukan dengan upaya membina hubungan posyandu dengan Puskesmas/RS setempat.
Misalnya pada : Balita yang mengalami gangguan kesehatan dan gizi buruk mendapatkan layanan rujukan ke RS/RSU Kota, dan puskesmas, Yang kegiatannya difasilitasi oleh kader posyandu