Anda di halaman 1dari 5

CONTOH GUGATAN WANPRESTASI (UTANGPIUTANG)

KANTOR ADVOKAT _________________& REKAN


Jalan ___________________, __________ Telepon __________, Faks. __________ E-mail: __________ Nomor: ____________ ___________________ Hal : Gugatan Wanprestasi Yth. Ketua Pengadilan Negeri ________________ Jalan _________________________ di _______________ PT ________________________, berkedudukan di _____________________, yang anggaran dasarnya dan perubahannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya tertanggal ______________, Nomor ___________, berkantor di Jalan ____________________, Kabupaten/Kotamadya ____________, dalam hal ini telah memberi kuasa kepada: ______________________, ____________________, ____________________, dan _______________, semuanya Advokat, berkantor di Jalan ___________________, Kota _________________, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal _______________ Nomor _______________, untuk membuat, menandatangani, dan mengajukan gugatan yang akan diuraikan di bawah ini, selanjutnya disebut juga: PENGGUGAT; PENGGUGAT dengan ini mengajukan gugatan wanprestasi dalam perkaranya melawan: Tanggal

Tuan _____________________, pekerjaan _________________, bertempat tinggal di Jalan _______________ No. __, RT ___ RW ___, Kelurahan ___________, Kecamatan __________, Kabupaten/Kotamadya ______________, Proviinsi ____________, selanjutnya disebut juga: TERGUGAT; ALASAN-ALASAN GUGATAN Gugatan a quo diajukan berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut: 1. Bahwa atas Sales Order dari TERGUGAT, pada sekitar bulan __________ tahun _____sampai dengan __________ tahun _____, PENGGUGAT telah menjual dan menyerahkan barang dagangan berupa _______________________ dengan segala merek dan ukuran dalam jumlah serta harga sebagaimana disebutkan dalam faktur-faktur yang harganya dibayar sebagian dengan bilyet giro dan sebagian lagi belum dibayar dengan apa pun, sedangkan yang dibayar dengan giro bilyet sebagian telah dicairkan atau diganti dengan uang yang ditransfer ke rekening PENGGUGAT dan sebagian lagi tidak dapat dicairkan sesuai dengan tabel sebagai berikut: ________________; (Bukti P-1)

(BUATLAH TABEL YANG TERDIRI ATAS KOLOM-KOLOM FAKTUR, GIRO BILYET, PEMBAYARAN, RETUR/DISKON, DAN SALDO. KEMUDIAN MASING-MASING KOLOM TERSEBUT DIBAGI LAGI, YAITU: A.
KOLOM

FAKTUR DAN GIRO BILYET MASING-MASING DIBAGI MENJADI 3 SUBKOLOM, YAITU SUB-SUBKOLOM

NOMOR, TANGGAL, DAN JUMLAH (RP);B. KOLOM PEMBAYARAN (BG/TUNAI/TRANSFER) DIBAGI MENJADI 3 SUBKOLOM, YAITU SUB-SUBKOLOM BUKTI, TANGGAL, DAN JUMLAH (RP); C. KOLOM RETUR/DISKON (RP)
DAN KOLIM SALDO (RP) TIDAK TERBAGI ATAS SUBKOLOM)

2. Bahwa pada tanggal ___________________, berdasarkan Perjanjian Penyeleaian UtangPiutang yang ditandatangani oleh PENGGUGAT dan TERGUGAT, selanjutnya disebut Perjanjian Penyeleaian Utang-Piutang, kedua belah pihak telah bersepakat untuk menyelesaikan utangpiutang yang timbul berdasarkan Sales Order tersebut, yang masih bersisa sebesar Rp__________ (_____________________________ rupiah) dengan cicilan sebagai berikut: a. Pada tanggal ______________ dengan cicilan sebesar Rp_______________ b. Pada tanggal ______________ dengan cicilan sebesar Rp_______________ c. Pada tanggal ______________ dengan cicilan sebesar Rp_______________

d. Pada tanggal ______________ dengan cicilan sebesar Rp_______________ (Bukti P-2) 3. Bahwa selain itu, dalam Perjanjian Penyeleaian Utang-Piutang juga telah ditentukan klausul yang menyatakan bahwa TERGUGAT akan dikenakan denda kerterlambatan yang wajib dibayar dengan seketika dan sekaligus lunas sebesar ____ % per hari dari jumlah uang yang masih terutang hingga dibayar lunas; 4. Bahwa hingga saat gugatan a quo diajukan ke pengadilan a quo, ternyata TERGUGAT baru melaksanakan kewajibannya untuk membayar cicilan tersebut untuk tanggal _____________ yang berjumlah sebesar Rp _________________ (______________________ rupiah), dan untuk kewajiban selebihnya yang masih bersisa sebesar Rp _________________ (______________________ rupiah), yang seharusnya dilunasi oleh TERGUGAT terakhir pada tanggal ___________, ternyata telah diabaikan begitu saja oleh TERGUGAT walaupun untuk itu PENGGUGAT telah berkala-kali memberikan teguran seperti ternyata dari surat teguran PENGGUGAT tertanggal ______________ dan tertanggal _____________ selain teguranteguran secara lisan; (Bukti P-3) 5. Bahwa karena TERGUGAT telah tidak mengindahkan kewajiban sebagaimana disebutkan di atas, dan juga tidak pernah memberikan respons sebagaimana mestinya atas teguran-teguran tersebut, sangatlah beralasan bagi PENGGUGAT untuk memohon kepada Pengadilan agar dapat menyatakan TERGUGAT telah melakukan wanprestasi terhadap Perjanjian Penyeleaian Utang-Piutang, yaitu wanprestasi dalam melaksanakan kewajibannya membayar utang yang masih bersisa sebesar Rp ___________ (______________________ rupiah) ; 6. Bahwa sebagai akibat wanprestasi tersebut, sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Pasal _____ Perjanjian Penyeleaian Utang-Piutang, sangatlah beralasan bagi PENGGUGAT untuk memohon kepada Pengadilan agar dapat kiranya menghukum TERGUGAT untuk melaksanakan kewajibannya membayar utang yang masih bersisa sebesar Rp ___________ (______________________ rupiah) disertai dengan denda kerterlambatan yang wajib dibayar dengan seketika dan sekaligus lunas sebesar ____ % per hari dari jumlah uang yang masih terutang hingga dibayar lunas; 7. Bahwa oleh karena ada kekhawatiran yang sangat beralasan bagi PENGGUGAT terhadap TERGUGAT yang akan mengalihkan harta kekayaannya kepada pihak lain guna menghindari gugatan a quo, sudah sepatutnyalah untuk menjaga agar gugatan a quo tidak menjadi sia-sia, PENGGUGAT memohon kepada Pengadilan agar dapatlah kiranya menetapkan untuk meletakkan

sita jaminan atas seluruh harta kekayaan TERGUGAT yang hingga saat gugatan a quo diajukan baru diketahui oleh PENGGUGAT berupa: a. Hak Milik/Hak Huna Usaha/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai __________ Nomor ________ atas sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur/Gambar Situasi tanggal __________ Nomor ______, seluas ________ m2 (__________________ meter persegi) dengan Nomor Identifikasi Tanah (NIB) ____________; b. Hak Milik/Hak Guna Usaha/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai __________ atas sebagian tanah Hak Milik/Hak Huna Usaha/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai Nomor _________ dengan Nomor Identifikasi Tanah (NIB) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , yaitu seluas ________ m2 (__________________ meter persegi), dengan batas-batas: ________________________________________________ sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur/Gambar Situasi tanggal __________ Nomor ______; c. Hak Milik atas sebidang tanah _______________ Persil Nomor _______, Blok ______, Kohir Nomor _________, seluas ________ m2 (__________________ meter persegi), dengan batas-batas: ________________________________________________ sebagaimana diuraikan dalam peta tanggal ___________; d. Hak Milik atas Satuan Rumah Susun Nomor ________, terletak di Provinsi _______________, Kabupaten/Kotamadya ____________________, Kecamatan ___________________, Desa/Kelurahan ______________, Jalan ________________________, termasuk pula tanah bersama, dengan nilai perbandingan proporsional _______________, dengan luas unit ________ m2 (_____________ persegi), seperti diuraikan dalam Gambar Denah tertanggal ____________________ Nomor _______________; 8. Bahwa oleh karena gugatan a quo diajukan atas dasar akta autentik dan surat-surat lain yang tidak dapat dibantah kebenarannya oleh TERGUGAT, sudah sewajarnya PENGGUGAT mohon kepada Pengadilan untuk dapat kiranya menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun ada banding atau verzet. MAKA, berdasarkan alasan-alasan sebagaimana diuraikan di atas, PENGGUGAT mohon kepada Pengadilan Negeri _________________ sebagai hakim-hakim yang baik agar berkenan memeriksa dan mengadili perkara a quo serta memutuskan:

DALAM PRIMAIR 1. Mengabulkan seluruh gugatan PENGGUGAT; 2. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang akan diletakan dalam perkara a quo; 3. Menyatakan bahwa TERGUGAT telah melakukan wanprestasi terhadap Perjanjian Penyeleaian Utang-Piutang, yaitu wanprestasi dalam melaksanakan kewajibannya membayar utang yang masih bersisa sebesar Rp ___________ (______________________ rupiah) ; 4. Menghukum TERGUGAT karena wanprestasi tersebut untuk melaksanakan kewajibannya membayar utang yang masih bersisa sebesar Rp ___________ (______________________ rupiah) disertai denda kerterlambatan yang wajib dibayar dengan seketika dan sekaligus lunas sebesar ____ % per hari dari jumlah uang yang masih terutang hingga dibayar lunas; 5. Menyatakan putusan dalam perkara a quo dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun ada banding atau verzet; 6. Menghukum TERGUGAT untuk membayar seluruh biaya perkara. DALAM SUBSIDIAIR Apabila Pengadilan berpendapat lain, mohon keadilan yang seadil-adilnya. Hormat kami, Untuk dan atas nama PT _____________

________________ Kuasa/Advokat

________________ Kuasa/Advokat