Anda di halaman 1dari 22

1

BAB I PENDAHULUAN Kesehatan merupakan salah satu hal yang penting bagi setiap individu, dimana individu tersebut merupakan bagian dari keluarga dan komunitas/masyarakat. Kesehatan akan mempengaruhi produktivitas fisik, sosial, dan ekonomi bagi setiap individu, sehingga jika individu memiliki masalah kesehatan, hal itu akan mempengaruhi produktivitasnya tidak hanya bagi dirinya sendiri namun bagi keluarga dan komunitas/masyarakat. Salah satu cara untuk mendapatkan gambaran jelas tentang masalah pada suatu komunitas diperlukan Community Assessment, yang berfungsi sebagai titik awal untuk mengembangkan visi dan strategi untuk perubahan dalam masyarakat. Strategi ini digunakan untuk mengumpulkan informasi awal untuk mengukur konteks kerja sama, membentuk kemitraan, dan mengembangkan visi bersama.1 Community assessment adalah suatu proses pengumpulan, menganalisis, dan pelaporan informasi tentang kebutuhan suatu komunitas dan kapasitas atau kekuatan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan komunitas tersebut.2 Informasi didapat dari berbagai sumber terutama orang tua dan anggota keluarga dan diperoleh dengan banyak teknik, termasuk wawancara, focus groups, dan mengamati data demografis yang dikumpulkan oleh perwakilan masyarakat setempat. Karena banyak jenis mitra yang berpartisipasi dalam community assessment, seperti perencana strategi, staf program, administrator, guru, orang tua, dan anggota masyarakat lainnya maka informasi yang dihasilkan adalah luas, akurat, dan bermanfaat. Community assessment berfokus pada aset lokal, sumber daya, dan aktivitas serta kesenjangan, hambatan, atau kebutuhan yang muncul. Proses identifikasi dan penilaian informasi ini akan membantu kemitraan kolaboratif.3 Sebuah community assessment yang komprehensif akan membantu anda mengidentifikasi bagaimana membangun organisasi untuk mengatasi masalah tertentu, menentukan komunitas yang menjadi masalah, faktor resiko dan pencegah, mengumpulkan sumber daya komunitas untuk terlibat dalam

community assessment ini baik sebagai penilai maupun partisipan, mengumpulkan data primer maupun sekunder, menganalisis data tersebut untuk menghasilkan suatu cara untuk mengatasi masalah yang ada, kemudian melakukan studi literatur untuk membandingkan dengan hasil penelitian atau literatur yang sudah ada supaya hasilnya semakin valid dan nyata, selanjutnya penulisan laporan yang baik untuk kemudian hasilnya dapat dipublikasikan.1 Pada makalah ini akan dibahas bagaimana cara mengaplikasikan community assessment, tujuan, prinsip, langkah, kelebihan dan kekurangan masing-masing teknik pengumpulan informasi community assessment sehingga kita dapat menggambarkan kesehatan masyarakat, dengan menghadirkan informasi mengenai status kesehatan, kebutuhan kesehatan masyarakat, sumber daya, dan epidemiologi dan studi lain mengenai masalah kesehatan setempat.

BAB II

PEMBAHASAN

II.1 DEFINISI Community assessment adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan informasi tentang kebutuhan suatu komunitas dan kapasitas atau kekuatan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan komunitas tersebut. Dengan kata lain, community assessment dapat menentukan permasalahan dan memberikan solusi yang layak, dapat diterapkan, dan efisien atau kombinasi dari berbagai solusi untuk memecahkan masalah secara tepat dan cepat. Community assessment menggambarkan tanggapan dan kebutuhan yang diinginkan suatu populasi dan segala aset dan sumber daya mereka untuk pembangunan kesehatan masyarakat. Community assessment merupakan awal dari proses evaluasi pada Participatory Model for Evaluation (lihat Gambar 1).1

Gambar 1. Community assessment sebagai komponen dari Participatory Model for Evaluation1 Community assessment merupakan bagian yang penting dari suatu program perencanaan dan fokusnya bersumber dari komunitas dan merupakan bagian dari satu lingkaran proses dan lebih dahulu dilakukan sebelum diseleksi, dikembangkan, dan implementasikan dalam suatu rencana (lihat Gambar 2).

Komunitasnya dapat dibedakan secara geografik, nasib, ras/etnik, sekolah, profesional, atau komunitas kultural. Community assessment dibutuhkan untuk mengidentifikasi kebutuhan tambahan, aset dan prioritas dan menentukkan langkah selanjutnya untuk pembangunan program.1

Gambar 2. Community assessment, initiative, dan evaluation1 II.2 TUJUAN Tujuan utama Community Assessment adalah untuk membuat keputusan tentang rancangan program dan layanan berbasis informasi dimana yang akan dikumpulkan dan dianalisis. Analisa data masyarakat digunakan sebagai bahan:3 a. b. c. d. e. Mengidentifikasi permasalahan yang ada dan dirasakan oleh Menetapkan kebutuhan masyarakat Menetapkan kekuatan masyarakat Mengidentifikasi pola respon sehat-sakit masyarakat Mengidentifikasi pola kecenderungan penggunaan pelayanan masyarakat

kesehatan. Communtity assesment memungkinkan untuk menentukan apakah telah terjadi perubahan kebutuhan penduduk di suatu wilayah. Hasil program community assesment dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi masyarakat, menangkap kecenderungan data internal dan eksternal, upaya advokasi dukungan, dan perencanaan program.3 II.3. MANFAAT

Setidaknya ada 7 manfaat dalam melakukan community assessment seperti yang dilakukan di American Indian/Alaska Native Head Start/Early Head Start programs. Namun dalam hal ini akan disajikan 6 manfaat saja untuk menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Manfaat tersebut adalah: 1. Dapat membuat keputusan dan perencanaan Community assessment adalah dasar untuk mendesain sebuah perencanaan, memilih partner komunitas, membuat kolaborasi dan mengimplementasikan pelayanan yang komprehensif untuk menemukan kebutuhan masing-masing keluarga dalam suatu komunitas. Dengan menggunakan data yang didapat dari community assessment, pemerintah dapat memfasilitasi suatu proses pembuatan keputusan.4 2. Pelatihan dan pengembangan sumber daya Community Assessment yang komprehensif adalah cara yang efektif untuk mengedukasi staff, orangtua, dan pemerintah tentang apa yang mereka butuhkan, dan kekuatan mereka, karakteristik keluarga dalam sebuah komunitas. Semua ini dapat digunakan untuk merencanakan suatu pelatihan yang memadai.4 3. Mengembangkan sumber daya komunitas Community Assessment dapat membantu mengidentifikasi sumber daya komunitas. Pengumpulan informasi melalui community assessment dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sumber daya yang mereka punya.4 4. Advokasi Community Assessment menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk advokasi dan menetapkan prioritas.4 5. Respon terhadap perubahan kebijakan dan program Perubahan prioritas seperti kesejahteraan merupakan tantangan reformasi staf program. Community assessment dapat membantu program dan menjawab tantangan tersebut dengan merumuskan tujuan dan sasaran yang tepat.4 6. Dapat digunakan untuk mengajukan dana tambahan

Community assessement dapat digunakan untuk mengembangkan program baru, membenarkan perlunya perluasan layanan, dan mengidentifikasi khusus dana untuk program untuk mengatasi kebutuhan.4 Dengan kata lain, community sssessment digunakan untuk membuat, merencanakan dan mengevaluasi program baik di tingkat penerima maupun pada tingkat federal. Keputusan tidak terbatas pada pilihan program, pusat lokasi, dan bagaimana layanan akan diterima oleh anggota komunitas. Communtity assessment memungkinkan untuk menentukan apakah telah terjadi perubahan kebutuhan penduduk di suatu wilayah. Hasil program community assessment dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi masyarakat, menangkap kecenderungan data internal dan eksternal, upaya advokasi dukungan, dan perencanaan program. II.4 PRINSIP PRINSIP DALAM COMMUNITY ASSESSMENT Adapun dalam sebuah community assessment, terdapat 4 prinsip yang akan dibahas lebih lanjut. Prinsip tersebut adalah : Membangun hubungan kemitraan Pengembangan kapasitas komunitas Community driven process Emphasizing community assets 1. Membangun hubungan kemitraan Kunci utama dalam melakukan community assessment adalah menjalin hubungan kemitraan antara orang dan suatu organisasi yang ada dalam masyarakat tersebut yang mana mereka saling mempercayai. Sebuah kemitraan umumnya terdiri dari warga masyarakat, lembagalembaga publik, dan organisasi berbasis masyarakat. Setiap individu dalam sebuah komunitas itu sendri harus mengambil peran masing- masing dalam mewujudkan mitra yang suskes. Mitra yang berhasil diukur dengan adanya sifat saling percaya antara kedua pihak.5

2. Pengembangan kapasitas komunitas Antara lain tujuan perlunya dilakukan pengembangan kapasitas komunitas adalah untuk meningkatkan kekuatan dalam komunitas itu sendiri. Antara lain, komponen yang bisa dikembangkan adalah meliputi komitmen, sumber daya, dan kemampuan dalam komunitas supaya bisa menjadikan komunitas yang kuat dan bisa memecahkan masalah. Pengembangan kapasitas masyarakat sangatlah dibutuhkan supaya masyarakat mendapat ide dan kemampuan sendiri untuk menjadi lebih terampil tanpa membutuhkan pertolongan dari tenga kesehatan itu sendiri.5 3. Community driven process Prinsip ketiga adalah Community driven process di mana masyarakat sendiri tau dan bisa mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam masyarakat mereka sendiri. Dalam hal ini mereka sendiri akan mencari penyelesaian untuk setiap masalah yang muncul dan melakukan evaluasi terhadap hasil akhir dari suatu proses community assessment itu sendiri.5 4. Emphasizing community assets Aset komunitas adalah sumber daya dalam masyarakat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup. Menghubungkan aset individu dan kelompok dapat meningkatkan kekuatan seluruh masyarakat. Selain itu, proses identifikasi aset masyarakat membantu warga untuk lebih baik memanfaatkan sumber daya yang ada di komunitas mereka dan mengembangkan keterampilan yang dapat mereka gunakan dalam penilaian masa depan atau dalam memecahkan masalah.5 II.5 PANDUAN DASAR 1. 2. 3. 4. Pendapat kemitraan harus menjadi panduan community assessments Penilaian harus terfokus pada topik-topik yang spesifik Penilaian merupakan proses berkelanjutan Penilaian yang akurat dapat meninjau masyarakat dari banyak

perspektif

5. 6.

Penilaian yang efektif dapat melihat keanekaragaman dalam Koordinator informasi dapat memfasilitasi pengumpulan

masyarakat

II.6 LANGKAH-LANGKAH Langkah Awal Sebelum Diambil Penilaian Masyarakat Terdapat beberapa langkah dan pertimbangan yang diperlukan sebelum melakukan penilaian masyarakat. Lima pertimbangan yang diidentifikasi adalah ruang lingkup penilaian, jumlah peneliti yang terlibat dalam penilaian, waktu pembatasan baris, memastikan relevansi dan ketersediaan data dan persetujuan formal dan informal. 1. Ruang lingkup penilaian. Lingkup penilaian dapat ditentukan berdasarkan sumber dan survey terhadap daerah yang akan diamati. 2. Jumlah peneliti yang terlibat dalam penilaian. Meskipun informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, lembaga, dan penyedia layanan kesehatan, semua informasi dikumpulkan dan disusun oleh peneliti sendiri. 3. 4. Kendala waktu. Penyelesaian tepat waktu dari penilaian diperlukan Relevansi dan ketersediaan data penilaian. Dalam menentukan untuk memungkinkan dilakukannya umpan balik ataupun evaluasi. penilaian masyarakat, relevansi dan ketersediaan data penilaian harus diuji sebelumnya.6 Langkah-langkah dalam melakukan community assessment bervariasi, tergantung pada masalah perencanaan yang dihadapi masyarakat. Kelompok perencanaan sebaiknya sudah memulai pekerjaan dalam mempersiapkan community assessment yaitu dengan memasukkan pemangku kepentingan (stakeholders), mengembangkan visi untuk masa depan komunitas, dan membuat daftar pertanyaan yang perlu dijawab oleh penilaian masyarakat. Ada lima langkah dasar dalam proses community assesment:6 a) Langkah 1: Merencanakan dan Mengatur b) Langkah 2: Rancangan Pengumpulan Data

c) Langkah 3: Mengumpulkan Data d) Langkah 4: Data Review dan Analisa Data e) Langkah 5: Membuat Keputusan II. 7 PENGUMPULAN DATA Dalam mengumpulkan data kita harus mengetahui variabel data apa saja yang perlu dikaji dalam suatu komunitas. Ada dua variabel data yang dikaji dalam komunitas, yaitu data inti dan data subsistem. Data inti ini meliputi riwayat komunitas, demografi, etnik, serta nilai dan kepercayaan. Sedangkan, data subsistem terdiri dari lingkungan fisik, layanan kesehatan dan sosial, ekonomi, transportasi dan keselamatan, politik dan pemerintahan, komunikasi, pendidikan, dan rekreasi.7

Gambar 3. Variabel Pengkajian Komunitas A. Data Inti Komunitas (core) Komponen Riwayat komunitas Demografi Tipe rumah tangga - Keluarga - Non keluarga Sumber informasi Perpustakaan Wawancara dengan tokoh masyarakat Sensus Sensus

10

- Kelompok Status pernikahan - Belum menikah - Menikah - Cerai Statistik vital - Angka kelahiran - Angka kematian berdasarkan umur dan penyebab kematian Nilai dan kepercayaan

Sensus

Dinas Kesehatan Puskesmas

Kontak personal Observasi

B. Data Subsistem a. Lingkungan Fisik Pada lingkungan fisik data-data yang dikaji berupa bagaimana bentuk rumah, halaman rumah, ketersediaan pembuangan sampah, MCK, sumber air, map/denah daerah, batas wilayah, lingkungan sekitar, geografis, kepadatan (luas daerah/jumlah penduduk), kualitas udara, tumbuh-tumbuhan, dan binatang peliharaan, keindahan alam, dan kondisi air.7 Komponen Inspeksi Individu Semua aspek Otoskop Auskultasi Tanda-tanda vital Oftalmoskop Stetoskop Termometer Tensimeter System of review Head to toe Sumber data Komunitas Semua aspek Observasi komunitas Mendengarkan isu yang ada di komunitas Observasi iklim, daratan, batas-batas wilayah, dan sumber-sumber yang ada Observasi sistem sosial, meliputi perumahan, tempat bisnis, tempat ibadah

11

Pemeriksaan laboratorium

Test darah

Data sensus

b. Layanan Kesehatan dan Sosial Pada pelayanan kesehatan dan sosial, data yang dikaji berupa apakah ada pusat pelayanan umum, jenisnya, bagaimana karakteristik pemakainya, statistiknya, adekuatkah, dapat dicapai, diterima, bagaimana tingkat kepercayaan pengguna jasa.7

c. Data Ekonomi Pada bidang ekonomi, data yang dikaji berupa bagaimana tingkat perekonomiannya, sejauhmana mempengaruhi tingkat kesehatan, berapa jumlah pengangguran, persentase masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, pendapatan perbulan, kemampuan daya beli masyarakat terutama kesehatan, apakah terdapat tempat industri, pertokoan, lapangan kerja, dan kemana warga berbelanja.7

12

d. Data Keamanan dan Transportasi Data keamanan dan transportasi yang dikaji, yaitu bagaimana keadaan keamanan masyarakat, pelayanan keamanan, tingkat kriminalitas, jenis transportasi yang ada, bagaimana situasi jalannya, apakah dekat dengan pelayanan kesehatan bagaimana mencapainya.7 e. Data Politik dan Pemerintahan Data politik dan pemerintahan yang dikaji, yaitu bagaimana struktur organisasi dimasyarakat, aktif atau tidak, formal/non formal, jenis keyakinan atau nilai terhadap politik kelompok tertentu, apakah ada peran serta partai politik dalam pelayanan kesehatan, dan adakah distribusi power dimasyarakat.7

f. Data Komunikasi

13

Data komunikasi yang dikaji, yaitu bagaimana masyarakat memperoleh informasi, apakah ada papan informasi, jenis perkumpulan atau pertemuan yang ada, dan alat komunikasi.7 Komponen Formal Surat kabar (jumlah, sirkulasi, Radio dan televisi (jumlah Kantor surat kabar frekuensi, dan skope berita) stasiun, komersial atau pendidikan, audiens) Layanan kantor pos Telepon Kantor Telkom (yellow pages, buku telepon, sensus data penggunaan telepon) Informal Papan pengumuman, bulletin, Desiminasi (bagaimana Survey Wawancara dengan warga poster, koran sekolah masyarakat memperoleh informasi ) g. Data pendidikan Data pendidikan yang dikaji, yaitu persentase masyarakat yang sekolah, apa saja pendidikan yang tersedia di masyarakat, apakah masyarakat memerlukan pengetahuan khusus, apakah tersedia sarana pendidikan khusus, siapakah penggunanya, dan bagaimana karakteristiknya.7 Sumber Informasi

Komponen Status pendidikan

Sumber Informasi Data sensus

14

Penduduk yang lulus sekolah Pendaftaran sekolah dan tipe

sekolah Sumber pendidikan Layanan (pendidikan, Administrasi sekolah (kepala sekolah) rekreasi, komunikasi, kesehatan ) biaya dan sistem pencatatan) Karakteristik pengguna (distribusi geografi, profil demografi) Adekuasi, kemudahan akses, penerimaan pendidikan dari siswa dan staff h. Data Rekreasi Data rekreasi yang dikaji, yaitu bagaimana persepsi masyarakat tentang rekreasi, tempat yang sering digunakan, fasilitas rekreasi yang ada, apakah terjangkau oleh komunitas, dimana anak-anak bermain.7 Dalam upaya pengumpulan data, adalah penting Anda pertama kali menetapkan batas berapa banyak data yang akan dikumpulkan dan dianalisis. Pertimbangkan waktu dan sumber daya yang tersedia sebelum memilih metode tertentu atau kombinasi metode. Prioritaskan pengumpulan data sesuai dengan apa yang penting untuk menyelesaikan penilaian komunitas.8 Selanjutnya untuk mengumpulkan data kita harus mengetahui siapa yang akan mengumpulkan data, bagaimana mengumpulkan data, dan bagaimana melaporkannya. Untuk itu dalam pengumpulan data diperlukan relawan dari grup kita yang dapat menyalurkan kuisioner jika jumlah relawan memadai dan pelatihan penyaluran relawan tersedia. Melakukan wawancara telepon, percakapan langsung, fokus grup, dan beberapa Siswa dan staf

Sumber (personal, ruangan, Guru dan staf

15

metode lainnya membutuhkan pelatihan khusus dan keterampilan. Sebuah kelompok harus mempertimbangkan seseorang yang memiliki pengalaman di area yang dipilih.5 Untuk mendapatkan data mengenai komunitas dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: survey, inventarisasi aset, pemetaan masyarakat, jadwal kegiatan harian, kalender musiman, cafe komunitas, fokus kelompok, diskusi panel.5 1. Survei Survei adalah salah satu metode yang paling populer untuk menilai kekuatan dan kelemahan sebuah komunitas. Survei bisa sangat sederhana, menargetkan hanya sekelompok kecil komunitas yang memiliki kepentingan, atau cukup kompleks, yaitu sampel yang besar yang merupakan bagian dari segmen populasi. Sebuah survei yang baik dapat mengungkapkan kekayaan informasi yang berguna dan mudah diukur.5 Perencanaan yang cermat merupakan salah satu bagian paling penting dari setiap kesuksesan sebuah survei. Desain survei yang paling pertama dimulai dengan pernyataan tujuan, atau alasan mengapa survei dilakukan. Tujuan akan membantu peneliti menentukan jenis pertanyaan untuk bertanya, bagaimana survei harus dikelola, dan siapa yang harus menerimanya. Secara umum, paling baik adalah membuat survei yang singkat dengan pertanyaan yang mudah dipahami.5 Uji survei anda pada sekelompok kecil orang sebelum mendistribusi untuk target. Ini akan membantu anda mengidentifikasi buruk worded pertanyaan atau cacat dalam desain survei yang mungkin mengakibatkan informasi yang tidak akurat.5

2. Inventarisasi Aset

16

Inventarisasi aset adalah teknik untuk mengumpulkan informasi tentang masyarakat melalui observasi. Cara ini bekerja lebih baik bila dilakukan pada pertemuan masyarakat. Untuk melakukan inventarisasi, sebuah tim kecil masuk ke dalam komunitas dan mengamati orang, tempat, dan hal yang mereka anggap berharga. Anggota tim kemudian mendiskusikan hasil pengamatannya, membuat daftar untuk tim, dan berbagi dengan kelompok yang lebih besar.5 3. Pemetaan Masyarakat Pemetaan komunitas digunakan untuk mengungkapkan perspektif masyarakat yang berbeda tentang komunitas. Hal ini membutuhkan sedikit sumber daya dan sedikit waktu dan dapat diadaptasi untuk orang-orang dari hampir dari segala usia atau latar belakang pendidikan.5 Dalam kegiatan ini individu atau kelompok menggambar peta komunitas mereka dan poin-poin penting dan seberapa sering mereka mengunjungi komunitas mereka. Seorang fasilitator memimpin sebuah diskusi antara peserta mengenai peta, sementara fasilitator lain mencatat diskusi. Pemetaan masyarakat dapat dilakukan di pertemuan komunitas informal ataupun dalam sebuah rapat di mana para pemangku kepentingan masyarakat diundang untuk berpartisipasi.5 4. Jadwal Kegiatan Harian Mencari tahu tentang kebiasaan kerja anggota masyarakat adalah cara terbaik untuk belajar tentang pembagian komunitas mengenai tenaga kerja dan persepsi kerja, berdasarkan jenis kelamin dan usia. Ini juga dapat membantu mengidentifikasi area mana teknik kejuruan baru atau alat-alat dapat digunakan untuk meningkatkan kerja masyarakat yang efisien.5 Dalam kegiatan ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok (lakilaki dan perempuan) dan diminta untuk menggambarkan jadwal

17

kegiatan sehari-hari yang sering dilakukan. Seorang fasilitator memimpin peserta dalam diskusi mengenai kegiatan dari setiap anggota komunitas, sedangkan fasilitator lain mencatat poin utama dari diskusi. Hal ini dapat memberikan informasi penting tentang kapan kelompok berbeda dapat berpartisipasi dalam kegiatan tertentu.5 5. Kalender Musiman Kegiatan ini mengungkapkan perubahan permintaan dan penawaran tenaga kerja musiman, pola pendapatan rumah tangga, ketersediaan makanan, dan kebutuhan terhadap sumber daya publik, seperti sekolah, angkutan umum, dan fasilitas rekreasi.5 Dalam kegiatan ini, sekelompok anggota masyarakat dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan usia, gender, atau profesi. Seorang fasilitator meminta setiap kelompok untuk mengidentifikasi tugas yang harus mereka lakukan di waktu yang berbeda tahun ini (terkait dengan pekerjaan, kegiatan sosial, kegiatan pendidikan, kesehatan keluarga, dan perubahan lingkungan) dan mengatur tugas sesuai waktu yang cocok. Fasilitator memimpin sebuah diskusi di mana peserta menjelaskan perbedaan yang dirasakan. Hasil ini dapat digunakan untuk menentukan waktu yang terbaik untuk proyek-proyek tertentu dan mempertimbangkan kesannya terhadap kelompok orang yang berbeda.5 6. Cafe Komunitas Sebuah kafe masyarakat menciptakan suasana restoran atau kafe di mana masyarakat mendiskusikan masalah atau pertanyaan yang diminta oleh fasilitator dalam kelompok kecil. Hal ini dapat menjadi hal yang menarik bagi para peserta dan cara yang unik untuk belajar tentang komunitas dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam dialog langsung. Setiap meja memiliki "host," atau fasilitator diskusi, yang memimpin diskusi mengenai topik tertentu. Peserta pindah dari

18

meja ke meja setelah batas waktu tertentu. Setiap masalah yang didiskusikan dicatat oleh host dan dilaporkan ke kepala fasilitator. Kelompok dapat menggunakan ide-ide untuk merencanakan proyek apa yang dapat dilakukan di komunitas mereka.5 7. Fokus Kelompok Sebuah kelompok fokus adalah diskusi lengkap untuk mengetahui preferensi dan opini tentang masalah atau ide tertentu. Membuat kelompok fokus memerlukan perencanaan yang baik dan individu yang kompeten dalam memfasilitasi diskusi. Kelompok fokus terdiri dari 510 orang. Partisipan ditanyakan beberapa pertanyaan yang terfokus kepada beberapa isu dalam komunitas.5 Kelompok fokus yang efektif merupakan mirip seperti sebuah wawancara untuk pekerjaan daripada perdebatan atau diskusi kelompok. Walaupun beberapa kelompok mengikutsertakan kelompok fokus dalam rapat kelompok, adalah lebih baik jika kelompok fokus dilakukan dalam ruangan private dengan satu atau dua fasilitator dan individu yang merekam kegiatan yang dilakukan.5 8. Diskusi Panel Diskusi panel adalah diskusi yang dipandu dan melibatkan beberapa ahli di bidang tertentu. Diskusi panel terstruktur dengan baik dan melibatkan fasilitator yang menanyakan kepada panelis pertanyaan yang spesifik mengenai komunitas atau masalah tertentu. Seringkali, pemerintah kota, organisasi nonprofit atau nonpemerintah, rumah sakit, dan universitas membayar ahli untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan informasi secara rinci mengenai komunitas dan masalah yang mereka hadapi. Sebelum melakukan diskusi panel, identifikasi anggota komunitas yang qualified untuk membicarakan isuisu tertentu dan sumber daya. Panel biasanya terdiri dari 4-6 ahli pada isu tertentu (misalnya, diskusi mengenaikesehatan masyarakat dapat

19

melibatkan dokter dari rumah sakit setempat, pegawai dinas kesehatan, dan profesor dari universitas lokal yang melakukan penelitian mengenai masalah kesehatan komunitas.5 Diskusi panel adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan kesadaran anggota kelompok dan dapat dengan cepat belajar tentang peluang layanan dari para ahli.5 II.8 EVALUASI DALAM COMMUNITY ASSESSMENT Tujuan evaluasi community assessment adalah untuk memastikan masalah kesehatan utama di masyarakat dimonitor secara efisien dan efektif sehingga tindakan yang diambil dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas serta meningkatkan kesehatan dapat tercapai. Community assessment harus dievaluasi secara periodik dan mencakup rekomendasi untuk meningkatkan kualitas, efisiensi dan manfaat. Community assessment dikatakan berhasil bila informasi yang didapatkan akurat, dari sumber yang terpercaya sehingga tindakan dapat diambil dengan kadar segera.5 Keberhasilan community assessment juga dimulai dengan melihat dampak serta manfaatnya di masa depan. Dengan meningkatnya ketersediaan informasi akibat perubahan teknologi, perencanaan kelompok awalnya sangat banyak, namun hanya sedikit yang dapat diaplikasikan dalam penelitian. Dilakukan identifikasi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh anggota kelompok community assessment agar dapat lebih selektif dalam pengumpulan data dan dalam menilai kegunaan serta manfaat data tersebut. Persiapan susunan pertanyaan juga akan berperan sebagai batasan kerja untuk mengumpulkan informasi terbaru selama survei dan pertemuan publik.5 Hasil akhir yang di harapkan dari community assessment adalah semoga informasi dan pengetahuan yang didapat bermanfaat terutama terhadap individu seperti orang tua, pelajar, personal agen, dan pemerintah. Selain itu, community assessment juga memberikan kebebasan untuk membuat perubahan dalam program kelompok yang menghubungkan informasi dengan stakeholders dalam proses perencanaan.5

20

Penyelesaian dalam community assessment dilakukan dengan cara mendapatkan informasi yang dibutuhkan, yaitu berupa informasi yang akurat lagi terpercaya yang akan menjadi dasar untuk membuat suatu tindakan atau keputusan. Community assessment yang berhasil membutuhkan kerjasama serta peran dari semua pihak yang terlibat sehingga hasilnya berkualitas dan bermanfaat. 5 Jika terdapat perubahan dalam perencanaan, langkah awal harus dimulai lagi. Peran fasilitator berguna dalam menuntun visi grup, merumuskan masalah yang telah diidentifikasikan, menyamakan solusi dan rencana dari tindakan yang akan digunakan pada komunitas masyarakat. Intinya, peran fasilitator adalah untuk memberikan masukan kepada grup sehingga membantu dalam pertimbangan membuat pilihan.5 II.9 HAMBATAN DALAM COMMUNITY ASSESSMENT o o Kurangnya komunikasi bersama antar sektor masyarakat Bersikap profesional dalam menangani sikap kepemilikan sehingga

informasi yang berguna dapat disebarkan atau terjadi penukaran informasi. o o o o Kurangnya komitmen dari pemegang stakeholder atau anggota tim Kesulitan dalam mengakses data lokal yang relevan Kesulitan dalam mengakses populasi target Kesulitan dalam menerjemahkan temuan ke tindakan yang efektif

dan efisien. 5

BAB III PENUTUP

21

Suatu masalah di dalam komunitas dapat mempengaruhi status kesehatan individu-individu yang terdapat didalamnya. Dengan mengetahui masalah yang terdapat pada suatu komunitas upaya-upaya dapat digerakkan sehingga dapat memperbaiki sekaligus meningkatkan derajat kesehatan komunitas tersebut. Melalui community assessment gambaran jelas tentang masalah yang terdapat dalam suatu komunitas dapat diketahui dan dinilai sehingga tindak lanjut dapat direncanakan. Community assessment memerlukan komitmen dari seluruh anggota tim dalam mengumpulkan informasi atau masalah yang ada dalam sebuah komunitas atau masyarakat. Penilaian menyeluruh melibatkan pengamatan dari informasi dan masalah yang didapatkan dalam komunitas, fokus pengembangan keluarga, identifikasi aset komunitas dan aksesibilitasnya, serta dalam menganalisis informasi yang diterima. Penilaian melibatkan banyak aspek yang harus dipertimbangkan dapat berupa perbedaan budaya, tingkat pendidikan, bahasa, kelompok etnis, dan ekonomi. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan informasi penilaian termasuk survei, inventarisasi aset, community mapping, jadwal aktivitas harian, kalender musiman, kafe komunitas, fokus kelompok, dan diskusi panel. Setelah informasi dikumpulkan akan dilanjutkan dengan menganalisis, serta menggunakan data untuk mengedukasi dan menggerakkan komunikasi, membangun prioritas, sumber dan rencana tindakan untuk meningkatkan derajat kesehatan. Anggota tim atau mitra akan mempelajari banyak hal dengan berpartisipasi dalam community assessment dan dalam menganalisis dan menginterpretasikan informasi yang didapatkan. Seharusnya diusahakan untuk melibatkan seluruh anggota tim atau mitra dan anggota komunitas dalam setiap fase penilaian bermula dari perencanaan, pengamatan, melakukan wawancara secara langsung atau melalui alat teknologi, melakukan focus groups dan forum komunitas dalam community mapping. DAFTAR PUSTAKA

22

1. 2. 3.

Harris, Muriel J. Evaluation Public and Community Health Program. San Fransisco : Jossey-Bass A Willey Imprint. 2010. Page : 20-40. IOWA State University. Preparing for a Collaborative Community Assessment. IOWA State University Extention. East Hall Ames. 2001 Mizoguchi N, Luluquisen M, Witt S, Maker L. A handbook for participatory community assessment. Oakland: Alameda county public health department; 2004

4.

Department of Health and Human Services (DHHS), Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Community Assessment for Public Health Emergency Response (CASPER) Toolkit. CDC, Atlanta. 2009.

5.

Rotary international. Community assessment tools, a companion piece to communities in action: a guide to effective service projects (605A-EN). USA: Rotary international; 2006.

6. 7.

Five steps to community assessment. AI-TAN/AED; 2006. Prasetyo B Yoyok . Pengkajian Komunitas. 2010. Dikutip dari http://yoyokbektiprasetyo.staff.umm.ac.id/files/2010/01/CommunityAssessment-Compatibility-Mode.pdf

8.

Strengthening Nonprofits: A Capacity Builders Resource Library. University of Kansas

Anda mungkin juga menyukai