Anda di halaman 1dari 1

Nilai Personal dalam Cerpen Saat Mengantar Sule

Menurut Huck (1987), nilai personal sastra anak terbagi atas empat bagian, antara lain perkembangan emosional, perkembangan imajinasi, perkembangan intelektual, pertumbuhan sosial, dan pertumbuhan etis dan religi. Cerita pendek Saat Mengantar Sule karya Deni Wibisono mengandung empat dari lima bagian dalam nilai personal tersebut. Dari cerita pendek yang dimuat dalam Kompas, pada Minggu, 10 Maret 2013 dapat diambil pesan moral dari sudut pandang anak-anak berupa perkembangan emosioanal, perkembangan intelektual, pertumbuhan sosial, dan pertumbuhan etis dan religi. Aspek pertumbuhan sosial dalam cerpen ini mulai ditemukan di alur pengenalan. Pengarang menyampaikan bahwa pembaca hendaknya meniru perilaku tokoh Desma yang melarang tokoh Aku menyakiti anjing. Hal ini berkaitan dengan perilaku makhluk hidup untuk saling menyayangi. Manusia harus menyayangi hewan. Pembaca mendapat pesan moral bahwa hendaknya tidak meremehkan dan merendahkan hewan. Hewan dan manusia sama-sama makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hewan juga memiliki akal yang bisa diandalkan untuk membantu pekerjaan manusia. Apek pertumbuhan etis dan religi dimunculkan pengarang melalui alur tokoh anjing, Pepi, yang diberi daging ayam lantas jinak dan membantu Kenzie sebagai tokoh Aku mengantarkan sule (susu kedelai) ke rumah pelanggan. Hal tersebut menyampaikan bahwa apabila kita berbuat baik, maka mendapat yang baik pula. Pengarang ingin menunjukkan hubungan timbal balik antarmakhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Melalui konflik demikian simbiosis motualisme diharapkan dapat diterapkan. Aspek perkembangan emosional, perkembangan intelektual dan pertumbuhan sosial didapat melalui pesan moral yang disampaikan pengarang bahwa pembaca harus membantu orang tua. Melalui alur saat Kenzie kebingungan membantu ayahnya mengantarkan sule keliling, dari perkataan ayahnya yang sulit dipahami, meminta bantuan kepada Pak Ardi, menyesuaikan diri dengan anjing yang sering diganggunya, hingga perasaan menyesal sering memperlakukan Pepi tidak baik. Pembaca diajak memecahkan masalah melawan emosi yang meradang untuk mencapai keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan memenuhi kebutuhan dalam kehidupan sosial.