Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN Multimeter sebagai voltmeter dan amperemeter

1.1 Tujuan pecobaan Setelah melakukan percobaan ini anda diharapkan dapat : 1. Melediki pengaruh tahanan dalam voltmeter pada pengukuran tegangan searah; 2. Menyelidiki besarnya tegangan jatuh pada rangkaian pembagi tegangan searah; 3. Menyelidiki tegangan output antara variabel resistor atau pembagi tegangan; 4. Menggunakan multimeter sebagai amperemeter dengan terampil; 5. Menylidiki pengaruh tahanan dalam amperemeter apda pengukuran arus. 1.2 Dasar teori Dalam percobaan 1 sudah dijelaskan kegunaan multimeter, yaitu untuk mengukur tegangan, yaitu multimeter sebagai voltmeter. Cara pengukuran tegangan dc, letakan saklar pada posisi multimeter pada posisi dc volt pada range tertentu. Hasilnya akan terlihat pada jarum penunjuk, perhatikan pula skala range yang sesuai. Tegangan adalah suatu beda potensial antara dua titik yang memunyai perbedaan jumlah muatan dengan satuan volt (V). Satu volt adalah perubahan eneri sebesar satu joule yang dialami oleh satu coulomb muatan listrik. Multimeter juga dapat digunakan untuk pengukuran arus / amperemeter. Cara pemasangan amperemeter adalah seri terhadap beban yang akan diukur arusnya (baca teori dasar percobaan 1). Peukur amperemeter juga mempunyai tahanan dalam seperti halnya voltmeter yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran arus pada rangkaian. Arus listrik yang timbul karena adanya gerakan elektron satu arah dari suatu bahan atau zat akibat pengaruh dari luar dengan satuan ampere. Satu ampere adalah jumlah muatan listrik dari 6,34 x 1018 elektron yang mengalir melalui satu titik selama satu detik. Dalam percobaan ini akan diukur arus searah (Direct current).

Tahanan dalam pengukuran Tahanan dalam peukur perlu mendapat perhatian jika kita menggunakan peukur tersebut untuk mengukur tegangan DC maupun AC. Jika suatu peukur tidak dilengkapi dengan data-data tantang besarnya tahanan dalam untuk setiap batas ukur, maka biasanya pada meter itu dicantumkan sensitivitas peukur yang ditulis dalam ohm/volt. Dengan mencantumkan sensitivitas tersebut kita dapat mencari tahanan dalam peukur untuk setiap batas ukur. Tahanan dalam = batas ukur (range) x sensitivitas

1.3 Daftar alat dan bahan 1. Amperemeter 2. Catu daya DC 3. Model resistor : 100 470 1K 10K 100K -2 buah -1 buah 3,3K 4,7K 5,6 K 330

4. Variabel resistor

BAB II PERCOBAAN
2.1 Gambar rangkaian R1

8V

R2

Gambar 2.1
2

R1 R2 10V

Gambar 2.2

6V B

Gambar 2.3 R1
A2

6V I2
A2

R2

Gambar 2.4
3

AT
AT

I1
T

I2 R2

R1

6V

A1

A2

Gambar 2.5

It
A1

R1 I2 I3

VS

R2

R3

A2

A3

Gambar 2.6

2.2 Langkah percobaan


1. Lakukan pengukuran tegangan sepetri Gambar 2.1 dengan voltmeter, catat hasilnya pada tabel 2.1 2. Lakukan pengukuran tegangan V1 dan V2 seperti pada Gambar 2.1 dengan voltmeter. Catat hasil pada Tabel 2.2 3. Lakukan pengukuran tegangan sepetri Gambar 2.3 dengan voltmeter. Catat hasilnya pada Tabel 2.3 4. Ulangi langkah 1, 2, dan 3 dengan menggunakan peukur lain. 5. Untuk rengkaian yang dipasng seri seperu Gambar 2.4, ukurlah arus I1 dengan menggunakan amperemeter A1 dan arus I2 dengan menggunakan A2. Catat hasilnya pada Tabel 2.4 untuk beberapa variasi nilai R1 dan R2 6. Untuk rangkaian yang dipasang paralel seperti Gambar 2.5. Ukuralah besarnya It (arus total) pada At dan arus masing-masing cabang I1 dan I2. Catat hasilya pada Tabel 2.5 untuk beberapa variasi nilai R1 dan R2 7. Untuk rangkaian yang dipasang seri paralel seperti Gambar 2.6. Ukurlah I1, I2, dan I3 untuk Vs = 6 Volt. Catat hasilnya pada Tabel 2.6 untuk beberapa variasi nilai R1, R2, dan R3. Ganti sumber tegangan dengan 8 Volt. Catat hasilnya pada Tabel 2.7

2.3 Keselamatan kerja


1. Untuk pengukuran arus dan tegangan searah, letakan multimeter pada saklar Idc / Vdc, kemudian untuk skala batas ukur pasangkan pada skala batas ukur paling besar. Bila belum terbaca perlahan-lahan turunkan sampai terbaca dengan jelas pada skala pengukuran. 2. Perhatian skala range yang sesuai dengan batas ukur dan baca hasil pengukuran yang teliti dan benar, catat hasilnya.

2.4 Data percobaan


Tabel 2.1 Pengukuran (V) R1 100 R2 100 1OK Sunwa Range 10 V 3,99 Winner Range 10 V 4,01 I = 0,04 V=4 1K 10 7,08 10 7,15 I = 0,000727 V = 7,27 100K 100 100 1K 1OK 10 7,1 10 7,15 I = 0,0072 V = 7,2 10 7,88 10 7,96 I = 0,000792 V = 7,92 470 10 6,22 10 6,3 I = 0,0140 V = 6,58 Perhitungan (V) Ket

Tabel 2.2 R1 100 4,7K 330 R2 470 3,3K 5,6K Range 10 10 10 Pengukuran (V) V1 1,74 4 9,2 Range 10 10 10 V2 8 5,6 0,59 Perhitungan (V) V1 1,75 4,125 9,44 V2 8,24 5,875 0,554 Ket

Tabel 2.3 Posisi Variabel Resistor A B C D E F G 10 10 10 10 10 10 10 0 1 2 3 4 5 6 10 10 10 10 10 10 10 6 5 4 3 2 1 0 Range Pengukuran (V) Vac Renge Vbc Perhitungan (V) Vac K 0 17 40 50 28 14 100 Vbc K 100 83 60 50 72 86 0 Ket

Tabel 2.4 Pengukuran (mA) R1 100 100 330 330 R2 100 470 47 100 250 250 250 250 31 11 16 14 250 250 250 250 31 11 16 14 30 10 16 14 30 10 16 14 Range I1 Range I2 Perhitungan (A) I1 I2 Ket

Tabel 2.5 R1 100 100 330 R2 100 470 47 Range 250 250 250 It 61 61 18,1 Pengukuran (mA) Range 250 250 250 I1 61 12,1 127,2 Range 250 250 250 I2 120 72 145 Perhitungan (mA) It 120 72 145 I1 60 60 18 I2 60 12 127 Ket

Tabel 2.6 Vs = 6Volt R1 100 R2 100 R3 100 Range 250 I1 40,1 Pengukuran (mA) Range 250 I1 20,2 Range 250 I2 20,2 Perhitungan (mA) I1 = 40 I2 = 20 13 = 20 100 330 470 250 20,6 250 8,6 250 12 I1 = 20,4 I2 = 8,415 I3 = 11,98 100 470 330 250 20,6 250 12 250 8,6 I1 = 20,4 I2 = 11,98 I3 = 8,415 Ket

Tabel 2.6 Vs = 8Volt R1 100 R2 100 R3 100 Range 250 I1 50,8 Pengukuran (mA) Range 250 I1 25 Range 250 I2 25 Perhitungan (mA) I1 = 56,3 I2 = 26,65 13 = 26,65 100 330 470 250 26,6 250 10,9 250 15 I1 = 27,2 I2 = 11,22 I3 = 15,98 100 470 330 250 26,6 250 15 250 10,6 I1 = 27,2 I2 = 15,98 I3 = 11,22 Ket

2.5 Evaluasi dan pertanyaan


Jawablah soal-soal berikut dengan jelas dan benar ! 1. Apa pengaruh tahanan dalam voltmeter terhadap hasil pengukuran rangkaian Gambar 2.1 ? 2. Berapa besar tegangan jatuh pada R1 dan R2 pada rangkaian Gambar 2.2 ? 3. Berapa besar tegangan output potensiometer sebagai pembagi tegangan ? 4. Buatlah dalam kertas grafik : It + f (Rt) dan hasil pengukuran dan perhitungan dari rangkaian Gambar 2.1 dan 2.2 (pilih salah satu macam variasi R1 dan R2) 5. Buatlah dalam kertas grafik : It + f (Rt) dan hasil pengukuran dan perhitungan dari rangkaian Gambar 2.3 (pilih salah satu macam variasi R1, R2, dan R3 dengan satu macam sumber tegangan) 6. Apa kesimpulan analisa Anda dari percobaan diatas ?

Jawaban 1. Pengaruh tahanan dalam voltmeter sedikit mempengaruhi hasil pengukuran oleh karena itu jika hasil pengukuran sedikit berbeda dengan hasil perhitungan itu dikarenakan pengaruh dari tahanan dalam alat ukur itu sendiri. Tahanan dalam alat ukur sudah ditentukan oleh perusahaan yang membuat alat ukur tersebut. 2. Tegangan jatuh pada R1 Gambar 2.2 jika menggunakan resistor 100 adalah sebesar 1,7 V jika diperhitungkan maka hasilnya 1,75 V. Sedangkan pada R2 jika menggunakan resistor 470 adalah sebesar 8,2. Untuk hasil perhitungannya adalah sebesar 8,24. 3. Besar tegangan output potensio meter untuk pembagi tegangan tergantung dari besara potensiometer itu sendiri. Disini kami menggunakan potensiometer 100 K dengan tegangan sumber 6 Volt. Output dari potensiometer itu sendiri adalah sebesar 6 V.

BAB III 3.1 ANALISA RANGKAIAN


GAMBAR 2.1 R1

8V

R2

Menggunakan range 10 dengan V=8Volt Gambar ini merupakan rangkaian Seri

Untuk menghitung

R1 di abaikan karena R1 merupakan sebelum bagian dari arus yang di lewati dan yag di ukur adalah tegangan sebelum R2 dan sesudahnya.
10

GAMBAR 2.2

R1 R2 10V

Menggunakan perhitungan V = 10 V Berbeda dengan gambar 2.1 yang hanya satu kali perhitungan, pada gambar 2.2 ini menggunakan dua kali perhitungan dengan range yang di gunakan adalah 10

Karena merupakan suatu rangkaian SERI Mengukur V1 Mengukur V2

11

GAMBAR 2.3 A

6V B

Menggunakan Variabel Resistor dan dengan V=6V, Menggunakan dua alat ukur dengan range 10 pada voltmeter Dan 100ohm pada nilai resistansi SUSUNAN KABEL ALAT UKUR

12

GAMBAR 2.4 R1
A2

6V I2
A2

R2

Menggunakan V=6volt dengan range 250 dan merupakan rangkaian Seri Rtotal= R1 + R2 Menghitung A1 dan A2 menggunakan Perbandingan alat ukur

Saat menghitung A1 maka A2 harus di abaikan karena yang di minta adalah I maka

Karena menggunakan range 250mA maka I harus di ubah ke mA dengan cara IAx1000=ImA

13

GAMBAR 2.5

AT
AT

I1
T

I2 R2

R1

6V

A1

A2

Menggunakan V=6V dengan Range 250 mA, menggunakan range 250 mA maka jika hasil I dalam bentuk IA maka harus di ubah ke ImA IAx1000=ImA. MENGUKUR A1 RUMUS I1=V/R1

14

MENGUKUR A2

MENGUKUR AT

Ketika mengukur AT maka A1 dan A2 harus di tutup, jika mengukur A1 maka AT dan A2 yang harus di tutup begitu juga untuk mengukur A2 maka AT dan A1 yang tutup. Menutup harus menggunakan jumper yang telat di sediakan.

15

GAMBAR 2.6 It
A1

R1 I2 I3

VS

R2

R3

A2

A3

Menggunakan V=6volt pada table 2.6 dan menggunakan V=8volt pada table 2.7 dengan range 250 mA Karena pada gambar rangkaian ini terdapat penggabungan rangkaian seri dan pararel maka harus di hitung satu persatu setip rangkaian. Rangkaian Pararel

Rangkaian Seri

16

Menghitung I1=A1 (Rtotal adalah Rseri)

Menghitung A2

Menghitung A3

17

3.2 ANALISA PERHITUNGAN

18

3.3 ANALISA PRATIKUM


1. Sebelum melakukan percobaan cek terlebih dahulu komponen yang akan dipakai. Jika komponen yang akan digunakan mengalami kerusakan segera ganti dengan yang lain agar nantinya tidak terjadi kesalahan pada saat proses pengukuran. 2. Tahanan dalam alat ukur juga mempengaruhi proses pengukuran. Walau mempengaruhi hasil pengukuran tapi tidak terlalu jauh dari hasil perhitungan. 3. Menghubungkan amperemeter haruslah seri terhadap beban. Jika disambung secara paralel maka amperemeter tidak akan bekerja. Pada saat menghubungkan amperemeter ke beban tidak boleh ada penyabung lain karena akan mempengaruhi proses pengukuran dan juga bisa merusak amperemeter itu sendiri. 4. Pemilihan selector switch juga penting saat proses pembacaan hasil ukur. Sesuaikan antara sumber tegangan dengan batas ukur pada alat ukur. Jika pemilihan selector switch tepat maka proses pembacaan hasil ukurpun akan lebih mudah. 5. Jika rangkaian yang diukur adalah rangkaian seri maka arusnya akan sama tetapi tegangannya berbeda. Sedangkan jika yang diukur adalah rangkaian paralel arusnya akan berbeda tetapi tegangannya akan sama. 6. Jika hasil pengukuran dan hasil perhitungan tidak berbeda jauh itu dikarenakan adanya pengaruh tahanan dalam alat ukur. Tapi jika berbeda jauh maka bisa jadi ada kesalahan dalam rangkaian atau pada saat proses pembacaan.

19

BAB IV

KESIMPULAN
Pada praktik kali ini kami menyimpulkan jika hubungan rangkaian berbentuk seri maka arusnya akan sama tetapi tegangannya berbeda dan jika hubungan rangkaiannya paralel maka arusnya akan berbeda tapi tegangannya akan tetep sama. Pemilihan selector switch juga penting karena akan mempermudah kita dalam proses pembacaan hasil ukur. Sebagai contoh jika kita ingin mengukur rangkaian yang memiliki tegangan atau arus yang kecil dan kita menggunakan skala batas ukur yang besar maka kita akan kesulitan membaca hasil ukurnya tetapi jika kita turunkan skalanya maka kita mudah untuk membaca hasil ukurnya. Pengaruh tahanan dalam alat ukur juga sedikit mempengaruhi hasil pengukuran walaupun tidak begitu besar. Dalam percobaan ini juga di dapati kesimpulan bahwa semakin besar nilai hambatan maka arus yang melewati akan semakin kecil tapi jika nilai hambatan semakin kecil maka arus yang melewati akan semakin besar, jadi dengan kata lain besar hambatan berbanding terbalik dengan besar arus yang melewatinya.

20

BAB V DAFTAR PUSTAKA


Evlina Yudi. 2012. Praktek Alat Ukur dan Pengukuran. Politeknik Negeri Sriwijaya

21

Anda mungkin juga menyukai