Anda di halaman 1dari 24

Golongan 17

KI 2231 Unsur golongan utama semester II 2008/2009


Djulia Onggo

Unsur gol 17
Semuanya non-logam Rumus kimianya X2-titik didih rendah Sangat reaktif, bersifat oksidator kuat
Bereaksi dengan logam membentuk halida ionik Bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrida HX, bersifat asam kuat Mampu membentuk senyawa antar halogen

sumber
Air laut Kerak bumi:
Mineral Fluorspar/ fluorite Cryolit Fluoroapatite Garam batu (rock salt) carnalite

Penggunaan
Gas klor:
pemurnian air minum, desinfektan pada air kolam renang, bahan pelarut organik CCl4 Bahan baku polimer pvc Bahan freon

AgX untuk fotografi NaClO bahan pemutih Iodium untuk desinfektan


Bahan baku iodoform Insektisida DDT Garam dapur beriodium

Sifat fisik

keelektronegatifan

Ukuran atom dan ion

Sifat fisik Fluor


Hanya memiliki tingkat oksidasi 1 Elektronegativitas F paling tinggi Energi disosiasi F2 paling kecil Daya oksidasi F2 paling besar, dapat mengoksidasi air

Sifat fisik klor, brom dan iod


Kelarutan X2 dalam air menurun dari Cl ke I Warna makin gelap Kelarutan dalam pelarut organik makin mudah

Sifat kimia
Kereaktifan unsur makin menurun, karena
Afinitas elektron menurun pada senyawa ionik Ikatan kovalen makin lemah dari Cl2 ke I2

Laju pembentukan H-X makin menurun, reaksi pembentukan HI dari I2 tidak lengkap Daya oksidasi menurun (Eo menurun)
Cl2/Br2 + S2O32I2 + S2O32SO42- + Cl-/BrS4O62- + I-

Reaksi halogen dengan basa


Dipengaruhi oleh temperatur Pada temperatur ruang Cl2 + 2OH- Cl- + ClO- + H2O disproporsionasi Dalam keadaan panas: 3Cl2 + 6OH- 5Cl- + ClO- + 3H2O

Produksi fluorine

2F2H+ + 2e2HF

F2 (g) + 2eH2 (g) H2 (g) + F2 (g)

Produksi gas klor


MnO2 (s) + 2H2SO4 (aq) + 2NaCl (aq) MnSO4 (aq) + Na2SO4 (aq) + 2H2O (l) + Cl2 (g)

Produksi klor
2Cl- (aq) 2Na+ (aq) + 2e2NaCl (aq)
Hg (l)

Cl2 (g) + 2e2Na/Hg 2Na/Hg (g) + Cl2 (g)

Senyawa halogen

Hidrogen halida
Rumus kimia HX, merupakan gas tak berwarna pada temperatur ruang Larut dalam air jadi asam HX + H2O H3O+ + X Makin ke bawah makin kuat asamnya karena ikatan HX menurun, HF asam lemah, pKa =3,45

Makin kebawah makin tidak stabil terhadap pemanasan HI H 2 + I2 HX dengan NH3 membentuk asap putih NH4X

Pembuatan Hidrogen halida


Dari reaksi garam halida dan asam sulfat pekat HCl(g)/ HBr(g) NaCl/NaBr + H2SO4 p HI tidak dapat dibuat dengan cara tsb, karena I- teroksidasi menjadi I2, HI dibuat dari NaI dengan H3PO4 p

Reaksi ion halida


Dengan Ag+ membentuk padatan AgX putihputih kuning-kuning
AgCl larut dalam larutan amonia AgBr larut dalam amonia pekat AgI tidak larut dalam amonia

Garam halida bereaksi dengan Asam sulfat pekat membentuk HX(g), tetapi karena asam sulfat oksidator, mampu mengoksidasi I- jadi I2 Halida dapat dioksidasi oleh halogen I- + Cl2 I2 + Cl-

Senyawa antar halogen


Tingkat oksidasi F selalu -1 Reaksi F2 dengan halogen lain pada temperatur & tekanan standar membentuk ClF, BrF3 dan IF5 Pada temperatur lebih tinggi menghasilkan ClF3, BrF5 dan IF7 Struktur senyawa antar halogen mengikuti model VSEPR (gambarkan!)

Asam oksi halogen


HOF tak stabil mudah terdekomposisi menjadi HF dan O2, dalam air tidak terionisasi HOX (Cl, Br, I) hipo X-it, dalam air bersifat asam lemah, HOCl oksidator kuat HOClO =HClO2 asam klorit HOClO2 = HClO3 asam klorat HOClO3 = HClO4 asam perklorat

Asam okso klorin

Garam oksi halogen


NaOCl, Ca(OCl)2 pemutih KBrO3 & KIO3 digunakan pada analisis volumetri KClO4 kalium perklorat mudah meledak

Struktur perklorat

Diagram Potensial