Anda di halaman 1dari 32

PERBEDAAN APHASIA

SENSORIK, MOTORIK DAN

KONDUKTIF

Menurut Wood (1971) aphasia merupakan “parsial or complete loss of ability to speak or to comprehend

Menurut Wood (1971) aphasia merupakan “parsial or complete loss of

ability to speak or to comprehend the spoken word due to injury, disease. Or maldevelopment of brain.” (Kehilangan kemampuan untuk bicara atau untuk memahami sebagaan atau keseluruhan dari yang

diucapkan oleh orang lain, yang diakibatkan karena adanya gangguan pada otak).

Menurut Wiig dan Semel (1984) bahwa “Aphasia as involving those who have acquired a language disorder because of brain damage resulting

in impairment of language comprehension formulation, and use”.

(Mereka yang memiliki gangguan pada perolehan bahasa yang disebabkan

karena kerusakan otak yang mengakibatkan ketidakmampuan dalam memformulasikan pemahaman bahasa dan pengguanaan bahasa).

aphasia dibedakan menjadi tiga jenis:

  • Fluent aphasia seseorang dapat berbicara dengan lancar dan baik tetapi memiliki kesulitan dalam pemahaman pendengaran verbal atau dala mpengulangan kata, kalimat, frase yang diucapkan oleh orang lain;

  • Nonfluent aphasia kesulitan dalam mengartikulasi namun relative baik dalam pemahaman pendengaran verbal;

  • Pure aphasia kerusakan yang selektif dalam membaca, menulis, atau pengenalan kata.

Area Broca

Area Broca adalah bagian

dari otak manusia yang terletak di gyrus

frontalis superior pada lobus frontalis korteks otak besar. Area ini berperan pada proses bahasa, serta kemampuan dan pemahaman berbicara

  • Ada dua bagian utama pada area Broca, yang memiliki peran masing-masing dalam kemampuan pembentukan dan pemahaman bahasa:

  • Pars triangularis (anterior), diperkirakan difungsikan untuk menginterpretasikan berbagai macam rangsang dan pengolahan konduksi verbal.

  • Pars opercularis (posterior), diperkirakan untuk menyokong manajemen satu jenis rangsang saja dan

mengkoordinasikan organ wicara dan area motorik dalam berbahasa.

Area Wernicke

  • Area Wernicke adalah bagian dari otak manusia yang berada di bagian korteks otak besar, pada bagian posterior kiri dari gyrus temporalis superior, mengelilingi korteks pendengaran, di fissura Sylvian (bagian pertemuan lobus temporalis dan parietalis otak). Bagian ini disebut juga bagian posterior dari area Brodmann nomor 22.

  • Area Wernicke dihubungkan dengan area Broca dengan fasciculus arcuata.

Perisylvian

Fluent

Comp

Repeat

Broca

-

+

-

Wernicke

+

-

-

Conduction

+

+

-

Global

-

-

-

Transcortical

Motor

-

+

+

Sensory

+

-

+

Mixed (Global)

-

-

+

Wernicke’s Aphasia

ketidakmampuan untuk mengerti dari suatu kata atau

menyuarakannya menjadi ucapan yang utuh.

Luria mengatakan bahwa aphasia ini memiliki tiga karakteristik atau ciri.

  • Pertama, untuk mendengar dan membuat suatu suara, salah satunya harus bisa menjadi suara atau bunyi.

  • Karakteristik yang kedua ialah terdapat kerusakan dalam berbicara

  • Karakteristik yang ketiga ialah kerusakan dalam menulis.

  • Sebagai contohnya, dalam bahasa Jepang bunyi dari huruf “L” dan “R” tidak berbeda. Orang Jepang yang mendengar bahasa Inggris tidak dapat membedakan bunyi dari kedua huruf tersebut karena tidak ada cetakan huruf tersebut di dalam otak mereka. Meskipun perbedaan antara kedua huruf tersebut sangatlah jelas bagi orang yang berbicara dalam bahasa Inggris, tetapi tidak untuk orang Jepang.

  • Contoh tersebutlah yang menjadi masalah dalam bahasa orang yang mengidap penyakit aphasia wernicke, ketidakmampuan untuk membedakan karakteristik fonem yang signifikan dan menggolongkan suara kedalam system fonem yang telah diketahui.

  • Orang yang menderita mungkin dapat berbicara dan mungkin berbicara banyak, namun ia merasa bingung dalam karakteristik fonetik, yang sering disebut sebagai word salad.

  • Seseorang yang tidak dapat mencerna karakteristik fonetik tidak bisa diharapkan untuk bisa menulis, karena ia tidak mengetahui bentuk huruf yang dapat disusun menjadi suatu kata.

 Here is a CT scan of a patient who suffered from Wernicke's aphasia. It comes
  • Here is a CT scan of a patient who suffered

from Wernicke's

aphasia. It comes from the Whole Brain Atlas at Harvard University

Medical School. The

patient's left is on the right. As you can see, the lesion is in the

parietal lobe and

appears to include a large portion of the

perisylvian region.

Broca’s Aphasia

  • Individu yang menderita Broca’s

aphasia memiliki kesulitan dalam

berbicara walaupun ia mampu

memahami suatu kalimat. Broca’

aphasia dikenal juga dengan motor, expressive atau

noninfluent aphasia.

  • Pasien ini berbicara lambat

sekali dengan struktur kata yang sangat sederhana. Kata benda

mampu disebutkan hanya ketika

ia menyebutkan satu kata saja. Kata sambung, kata sifat, dan lainnya jarang sekali digunakan.

Conduction Aphasia

  • Conduction aphasia adalah sebuah paradoxical deficit dimana orang dengan gangguan ini dapat bicara dengan mudah, mengetahui nama objek, dan memahami pembicaraan, tapi mereka tidak dapat mengulang kata-kata. Penejelasan tentang masalah ini adalah terdapat hubungan yang buruk antara perceptual word image dalam pariental-temporal cortex dan sistem motorik yang memproduksi kata-kata.

Transcortical Aphasia

  • Transcortical aphasia sering disebut juga sebagai isolation syndrome dimana individu dapat mengulang dan memahami kata dan nama objek tapi tidak dapat berbicara secara spontan, atau mereka tidak dapat memahami katakata walaupun mereka dapat mengulangnya. Apashia ini diduga diakibatkan oleh hilangnya area korteks luar

Anomic Aphasia

  • Individu yang mengalami Anomic Aphasia atau

amnesic aphasia mampu memahami kalimat,

menghasilkan kalimat dan mengulang kalimat. Ia tidak mampu untuk menyebutkan kata benda. Contohnya, ketika ditampilkan gambar berupa jangkar kapal, pasien yang menderita gangguan ini tidak dapat

menyebutkan nama tersebut. Pasien ini menjawab

“saya tahu itu apa, itu yang biasa digunakan untuk

mengikatkan kapal”. Ia bisa menjelaskan namun sulit

mengatakan kata benda. Kerusakan ini terjadi di temporal cortex. Kata benda dan kata kerja begitu

berbeda. Kemampuan untuk menyebutkan kata

benda ada di bagian otak dalam rekognisi dan klasifikasi sedangkat kata kerja ada dibagian otak yang berhubungan dengan gerakan.

PERBEDAAN PARESE

NERVUS FASIALIS SENTRAL

DAN PERIFER

KELUMPUHAN NERVUS FASIALIS

2 Tipe (Jenis)

  • Sentral (4%)

1)

a.

Trauma kepala

b.

Perdarahan otak

c.

Abses otak

d.

Penyakit sistemik

  • Perifer (96%)

2)

a.

Intra temporal (90%)

b.

Ekstra temporal (6%)

Parese nervus fasialis perifer

  • Kelemahan jenis lower motor neuron yang

terjadi bila nukleus atau serabut distal nervus

fasialis terganggu, yang menyebabkan kelemahan otot wajah.

  • Parese nervus facialis biasanya mengarah pada suatu lesi nervus fasialis ipsilateral atau

dapat pula disebabkan lesi nukleus fasialis ipsilateral pada pons.

  • Parese nervus fasialis timbul karena berbagai etiologi dengan proses patogenesis yang bervariasi, yaitu : 1.Trauma

Parese nervus fasialis bisa terjadi karena trauma kepala, terutama jika terjadi fraktur basis cranii, khususnya bila terjadi fraktur longitudinal. Selain itu luka tusuk, luka tembak serta penekanan forsep saat lahir juga bisa menjadi penyebab. Nervus fasialis pun

dapat cedera pada operasi mastoid, operasi neuroma akusik atau neuralgia trigeminal dan operasi kelenjar parotis.

2.Tumor

Tumor yang bermetastasis ke tulang temporal merupakan

penyebab yang paling sering ditemukan. Biasanya berasal dari tumor payudara, paru-paru, dan prostat. Juga dilaporkan bahwa penyebaran langsung dari tumor regional dan sel schwann, kista dan tumor ganas maupun jinak dari kelenjar parotis bisa

menginvasi cabang akhir dari nervus fasialis yang berdampak

sebagai bermacam-macam tingkat kelumpuhan. Pada kasus yang sangat jarang, karena pelebaran aneurisma arteri karotis dapat mengganggu fungsi motorik nervus fasialis secara ipsilateral.

3. Paralisis nervus fasialis perifer telah dijelaskan

dalam banyak kasus embriopati talidomid Larutan

..

antiseptic kloroseksol yang banyak digunakan

dalam pasta elektroda dan berbagai krim kulit,

telah dilaporkan bahwa dapat menyebabkan

paralisis fasialis yang tiba-tiba.Ingesti etilenglikol,

baik dalam percobaan bunuh diri maupun mabuk,

dapat mengakibatkan kelemahan fasial tipe

perifer, baik permanen ataupun temporer.

  • 4. Kongenital Parese nervus fasialis bilateral kadang merupakan kelainan congenital yang kemungkinan terjadi karena adanya gangguan perkembangan nervus fasialis dan seringkali bersamaan dengan kelemahan okular (sindrom Moibeus).5

5.Bell’s Palsy

Parese Bell merupakan lesi nervus fasialis yang tidak

diketahui penyebabnya atau tidak menyertai penyakit lain. Karena proses yang dikenal awam sebagai masuk angin atau

dalam bahasa inggris “cold” nerfus facialis bisa sembab.

Karena terjepit di dalam foramen stilomastoideus dan

menimbulkan kelumpuhan tipe LMN yang disebut sebagai

Bell’s Palsy.6

6.Penyakti-penyakit tertentu

Parese fasialis perifer dapat terjadi pada penyakit-penyakit

tertentu, misalnya DM, hepertensi berat, anestesi local pada pencabutan gigi, infeksi telinga tengah, sindrom Guillian

Barre.6

Lesi Intra Temporal

Bell’s Palsy

Etiologi belum jelas (dingin, iskemi, autoimun)

Paralisis fasial (fenomena bell’s)

Lesi sering pada pars vertikalis daerah foramen

stilomastoideus

Timbul mendadak

Sindroma Melkersson

ü Etiologi belum diketahui

ü Paralisis fasial ü Edema neurotik fasial (terutama bibir) ü Lingua pliata (lidah pecah-pecah)

Infeksi Telinga Tengah

Trauma

o

Trauma operasi telinga tengah (stapedektomi, mastoidektomi)

o

Trauma kepala (Fraktur os temporal)

Herpes Zoster Otikum (Synd Ramsay Hunt) :

o

Tuli persepsi

o

Erupsi herpes MAE

o

Paralisa N VII

Tumor Telinga Tengah (jarang)

o Jinak o ganas

Lesi Ekstra temporal

·

Operasi / Kelainan kelenjar parotis

 a) Right eye and (b) left eye of an 8-year- old boy with right- sided
  • a) Right eye and (b) left eye of an 8-year- old boy with right- sided facial paralysis causing a mild right lower eyelid entropion with no trichiasis. (c) He had significant right lower eyelid retraction and mild right upper lid retraction in comparison to the unaffected left eye.