Anda di halaman 1dari 12

Panduan Penyerahan Proposal untuk Dana Hibah Penelitian Pengurangan Resiko Bencana AIDFR

1. 1.1 Latar Belakang Jumlah dan tingkat keparahan bencana semakin meningkat di Asia sebagai akibat dari meningkatnya populasi, urbanisasi yang pesat dan perubahan cuaca yang ekstrim. Kombinasi isu perubahan cuaca, urbanisasi, perencanaan penggunaan lahan yang buruk dan penggunaan sumber alam yang berlebihan semakin meningkatkan dampak dari bencana alam. Fokus pada pengurangan resiko bencana bergeser dari hanya menanggapi dampak kemanusiaan dari peristiwa yang tidak terduga menjadi fokus strategis dengan biaya yang efektif dalam mengurangi kerentanan sebelum terjadinya peristiwa tersebut. Mengurangi bencana dan dampak dari bencana yang terjadi serta persiapan yang matang dari suatu negara dan masyarakat dalam menghadapi bencana akan mengurangi korban jiwa dan dampak ekonomi yang ditimbulkan. Fasilitas Pengurangan Bencana Australia Indonesia (AIFDR) diumumkan bersama oleh Perdana Menteri Australia dan Presiden Republik Indonesia pada pertemuan APEC bulan November 2008. AIFDR menggunakan para ilmuwan dari Australia dan Indonesia untuk mengidentifikasi dan mengukur bahaya dan resiko bencana alam di Indonesia secara lebih baik dan menggunakan hasilnya untuk mendukung kegiatan pelatihan dan perencanaan para pelaksana kebencanaan di tingkat nasional dan propinsi. Hasil dari kedua kegiatan tersebut juga akan disebarluaskan ke tingkat regional melalui kemitraan dengan APEC, ASEAN, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan cara ini, AIFDR bertujuan untuk memperkuat kapasitas lokal dan nasional dalam penanggulangan bencana di Indonesia dan menjadikan kawasan yang lebih tahan bencana. Program Penelitian dan Inovasi (Research and Innovation) adalah salah satu dari empat program di AIFDR. Program ini memberikan kelenturan dan keleluasaan terhadap kebutuhan informasi yang muncul di dalam situasi yang kompleks. Program Penelitian dan Inovasi juga akan menjangkau berbagai inisiatif di Indonesia yang akan memberikan kontribusi tidak hanya kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pencapaian jangka panjang AIFDR, tetapi juga dalam kaitannya dengan perkembangan Pengurangan Resiko Bencana (PRB), baik di tingkat nasional dan internasional.

1.2

1.3

1.4

Menara Thamrin Suite 1505, Jalan MH. Thamrin Kav. 3, Jakarta Pusat 10250, Indonesia Tel: +62 21 398 30088 Fax:+62 21 398 30068 www.aifdr.org

2. 2.1

Tujuan Melalui Program Penelitian dan Inovasi, AIFDR akan mendorong dan memperkenalkan budaya penelitian PRB yang kuat di Indonesia. Program ini akan mendukung Indonesia dalam mengatasi kesenjangan pengetahuan mengenai PRB dan membangun hasil-hasil pekerjaan yang relevan dan dihasilkan secara lokal tentang prioritas Penanggulangan dan Pengurangan Resiko Bencana di Indonesia. Tujuan dari Dana Hibah Penelitian PRB adalah: (a) meningkatkan basis pengetahuan para akademisi, manajer dan praktisi PRB di Indonesia; dan (b) memperkuat kemampuan dan kapasitas penelitian PRB di kalangan akademisi dan institusi penelitian di Indonesia. Tujuan tersebut akan dicapai melalui: (a) kerjasama dengan para pemangku kepentingan dari sektor non-pemerintah, masyarakat dan swasta; (b) pembentukan kemitraan antar disiplin ilmu; (c) pengembangan keterkaitan antara pengetahuan teknis dan praktis, serta pengetahuan lokal; dan (d) membangun jaringan dengan para ahli dan berbagai kelompok pada tingkat regional dan internasional. Temuan penelitian akan diinformasikan kepada pembuat kebijakan kunci, para manajer dan praktisi kebencanaan sehingga mereka dapat memberikan masukan dalam diskusi kebijakan dan/atau pengembangan solusi praktis dan sistematis untuk mengurangi dampak dari bahaya bencana alam di Indonesia. Para kandidat yang berminat untuk memberikan kontribusi terhadap pengurangan resiko bencana diundang untuk mengirimkan permohonan Dana Hibah Penelitian Pengurangan Resiko Bencana di Indonesia. Program ini terbuka bagi mahasiswa/i atau peneliti di perguruan tinggi dan/atau institusi penelitian. Bidang Tema Bidang tema untuk penelitian periode 2010/2011 adalah sebagai berikut: (a) Mengurangi resiko dan kerentanan di daerah perkotaan; (b) Pengintegrasian isu jender dalam Pengurangan Resiko Bencana (PRB); (c) Pengembangan insentif untuk PRB, khususnya seputar pembiayaan berbasis resiko (risk financing); (d) Pengembangan pendekatan baru dan alat/pengetahuan ilmiah yang bermanfaat bagi PRB; (e) Pengembangan lingkungan yang kondusif untuk memperkuat kapasitas institusional; (f) Pengembangan keterkaitan antara adaptasi perubahan iklim, lingkungan dan upaya-upaya pengurangan resiko bencana.

2.2

2.3

2.4

2.5

3. 3.1

3 4. 4.1 Proses Proposal Dana Hibah Penelitian PRB merupakan program tahunan yang dijalankan oleh AIFDR hingga Juni 2013. Kegiatan ini merupakan program yang kompetitif dan tidak ada seorang pelamar pun yang mendapat jaminan permohonannya akan diterima tanpa melalui proses seleksi. Semua informasi dalam proposal harus terbaru sampai pada saat proposal dikirimkan. Setelah dikirim ke AIFDR, proposal akan dianggap final dan tidak diijinkan untuk mengajukan perubahan apapun terhadap proposal tersebut. Namun demikian pelamar dapat menarik kembali proposal yang telah dikirimkan setiap saat dengan mengirimkan pernyataan secara tertulis ke research.grants@aifdr.org atau fax +62 21 3983 0068. Semua informasi dalam proposal harus akurat dan lengkap. Apabila pengiriman proposal terlambat, tidak lengkap atau mengandung informasi yang salah atau tidak tepat, maka proposal tidak akan diproses. Informasi yang tercakup dalam proposal akan diperlakukan secara rahasia. Informasi hanya dapat di lihat oleh staf AIFDR, para penilai dari AIFDR dan pihak ketiga yang turut menilai, mengevaluasi dan memeriksa kelengkapan proposal. Setiap informasi personal yang terdapat pada proposal hanya akan digunakan untuk kepentingan pengumpulan proposal. Untuk dapat memperoleh pendanaan, proposal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a) Dana Hibah Penelitian terbuka untuk semua peneliti Indonesia dari institusi dan perorangan, atau peneliti dari institusi internasional yang memiliki hubungan kemitraan dengan akademisi atau institusi penelitian Indonesia. Pelamar dari institusi harus dapat menunjukkan bahwa penelitian merupakan komponen utama dari organisasi tersebut dan telah menunjukkan kemampuan untuk melakukan penelitian yang berkualitas dan juga mampu mengelola dana hibah secara keseluruhan. Pelamar perorangan yang mengajukan permohonan untuk dana hibah penelitian harus menyertakan satu surat rekomendasi dari institusinya atau dua surat rekomendasi dari lembaga akademik yang relevan dan berkualitas. Bagi pelamar perorangan yang bukan warga negara Indonesia harus memiliki afiliasi dengan organisasi professional atau institusi akademik.

4.2

4.3

4.4

4.5

b) c) d)

Tujuan dan penelitian yang diajukan secara jelas mendukung tujuan program dana hibah penelitian PRB AIFDR. Penelitian yang diajukan memiliki relevansi dan penerapan yang kuat dalam memperkuat isu PRB di Indonesia. Proposal menunjukkan kontribusi terhadap pengetahuan yang lebih luas dalam isu pengurangan resiko bencana dan pembangunan di Indonesia.

e)

Pelamar dari institusi harus sudah terakreditasi secara resmi dari pemerintah Indonesia. Lembaga penelitian internasional harus mendapat akreditasi dari dewan penelitian atau yang setara dari negara yang bersangkutan. Pelamar harus bersedia dan dapat membuka rekening terpisah untuk Dana Hibah Penelitian AIFDR. Pelamar harus memiliki pengalaman dan pengetahuan yang relevan mengenai topik penelitian yang diajukan, yang diperkuat oleh surat referensi terbaru serta dokumen pendukung lainnya. Proposal yang mampu mengidentifikasi sasaran utama dari penelitian (key target audiences) dan membuat perencanaan pendekatan awal dalam mengkomunikasikan dan melibatkan sasaran akan mendapat pertimbangan lebih baik. Apabila proposal penelitian telah menerima pendanaan dari pihak lain, maka proposal tersebut tidak dapat memperoleh dana hibah dari program ini. Salah satu komponen pendanaan dapat digunakan untuk menghadiri konferensi dan seminar di mana pelamar akan mempresentasikan hasil kerja mereka atau untuk memperoleh masukan dari para ahli. Namun pengurusan administrasi dan logistik, seperti visa, ijin masuk/tinggal, pemeriksaan kesehatan, pemesanan tiket pesawat, akomodasi dan lain-lain adalah tanggung jawab dari para pelamar. Dana Hibah Penelitian tidak dapat digunakan untuk keperluan: i. ii. iii. iv. v. vi. biaya-biaya operasional (overhead) organisasi; honor staf, karyawan atau konsultan kecuali yang berhubungan langsung dengan kegiatan penelitian; peralatan kantor; biaya konsultasi untuk kegiatan yang tidak berkaitan secara langsung dengan penelitian yang diajukan; kehadiran dan perjalanan ke konferensi/seminar/pertemuan yang tidak berkaitan secara langsung dengan penelitian yang diajukan; kegiatan yang tidak sesuai dengan kebijakan dan ketentuan AusAID dan Pemerintah Indonesia (lihat dokumen referensi).

f) g)

h)

i)

j)

k)

l)

Peneliti individu untuk proyek master dan doctor tidak diperbolehkan; tetapi apabila proyek penelitian mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proyek penelitian universitas atau institusi penelitian, permohonan ini dapat dipertimbangkan.

5. 5.1

Pendanaan dan Jadwal Dana akan disediakan untuk jangka waktu hingga dua tahun. Pelamar dapat mengajukan permohonan dana sebesar AUD 20,000 sampai AUD 100,000. Dana hibah akan dibayarkan secara bertahap (sesuai dengan kesepakatan kedua pihak), tergantung hasil kegiatan pemantauan proyek dan penerimaan milestones. Hal ini akan dirinci dalam Perjanjian Dana Hibah Penelitian antara AIFDR dan penerima Dana Hibah Penelitian.

5 6. 6.1 Proses Penilaian Proposal AIFDR akan melakukan kajian secara internal dan eksternal terhadap proposalproposal yang masuk untuk memastikan adanya transparansi, akuntabilitas dan penjaminan mutu. Pelamar akan dinilai secara kompetitif berdasarkan sejumlah kriteria seleksi. Proses pengkajian terdiri dari 2 tahap yaitu pemeriksaan administratif dan kajian teknis: (a) Pemeriksaan administratif: semua proposal akan dikaji oleh tim yang terdiri dari staf AIFDR dan pengkaji eksternal. Tim akan memeriksa konsistensi proposal sesuai dengan persyaratan pada butir 4.5 di atas, dan persyaratan proposal. Proses ini akan mengeliminasi proposal yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak sesuai, memeriksa apakah pelamar sudah menyerahkan proposal lengkap yang terdiri dari semua keperluan yang diminta berikut surat rekomendasi dari calon mentor (apabila relevan), riwayat hidup (CV) peneliti, dan apakah telah menyertakan proposal pendanaan serta dokumen pendukung lainnya. Hanya proposal-proposal yang berhasil melalui tahap pemeriksaan administratif yang akan diteruskan ke tahap pengkajian teknis. Pelamar yang tidak berhasil melalui pemeriksaan adminsitratif akan mendapat pemberitahuan. Semua keputusan bersifat final dan tidak ada proses banding. (b) Pengkajian teknis: proposal yang telah melewati pemeriksaan administratif akan melewati proses pengkajian teknis yang dilakukan oleh tim pengkaji teknis yang terdiri dari tenaga ahli yang berkaitan dengan bidang tema yang sesuai. Setiap pengkaji akan membuat daftar proposal yang layak dipertimbangkan untuk mendapat pendanaan, berdasarkan pada penilaian terhadap proposal-proposal tersebut, termasuk penilaian secara kuantitatif terhadap masing-masing kriteria dan penjelasan mengenai penilaian tersebut. 6.3 Proposal akan dinilai oleh panel pengkaji teknis berdasarkan kriteria di bawah ini: 1TIM PENELITI a) Kualifikasi pelamar/tim i) Data atau bukti-bukti yang memperlihatkan kemampuan pelamar mendukung topik penelitian yang diajukan. ii) Pengalaman, keahlian dan pengetahuan dalam topik penelitian yang diajukan. iii) Kapasitas dalam melakukan dan mengelola penelitian yang diajukan. iv) Bukti yang dapat menunjukkan kerjasama yang kuat dengan mitra yang diajukan dalam proposal. v) Adanya keterlibatan peneliti perempuan dalam tim akan mendapat pertimbangan yang lebih baik. b) Pemilihan dan dukungan mentor i) Pemilihan mentor yang sesuai dan surat rekomendasi yang baik dari akademisi yang berkualitas atau pemberi rekomendasi. 0-15 Poin

6.2

2-

PERTANYAAN PENELITIAN DAN HASIL i) Bahaya bencana yang terabaikan atau luput dari perhatian dan/atau kerentanan yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian. ii) Tujuan proposal memperlihatkan kaitan yang jelas dan kuat dengan program dana hibah Penelitian Pengurangan Resiko Bencana AIFDR serta bidang tema yang terdapat pada bagian 3 di atas. iii) Hasil penelitian yang ingin dicapai akan memajukan basis pengetahuan berdasarkan disiplin ilmu dan dapat memfasilitasi keterkaitan antara berbagai disiplin ilmu yang relevan. iv) Menunjukkan tujuan yang jelas, dapat diukur, dapat dicapai dan realistis, dengan dampak dari pengurangan resiko bencana secara lokal, nasional dan internasional. v) Inovasi dan kreativitas: kekuatan proyek secara menyeluruh dalam menangani penelitian.

0-30 Poin

3-

METODE PENELITIAN i) Kerangka konseptual, desain, metode dan analisa dikembangkan secara baik, terintegrasi dan sesuai dengan tujuan dan prioritas AIFDR dan Pemerintah Indonesia. ii) Justifikasi pendekatan penelitian jelas dan metodologi yang digunakan akan menghasilkan temuan-temuan yang berarti. iii) Desain menunjukkan metode yang cepat dengan pemikiran yang inovatif. iv) Menunjukkan rencana kerja yang logis dan nyata. v) Kualitas referensi mengindikasikan kesesuaian dengan kunci kepustakaan/literatur.

0-15 Poin

4-

KAITAN PENELITIAN i) Proposal penelitian mengidentifikasikan isu lintas sektoral yang relevan, seperti jender, adaptasi perubahan iklim, dan lingkungan. ii) Analisa yang praktis dan kuat secara teoritis dalam mengkaitkan isu-isu tersebut di atas dengan permasalahan atau isu dalam proposal penelitian. iii) Menunjukkan kemampuan untuk menjembatani isuisu multi-disiplin serta sumber-sumber pengetahuan ilmiah maupun lokal. iv) Kaitan antara analisa pemangku kepentingan dan komunitas jelas, mitra ikut terlibat dan suportif. PERENCANAAN KOMUNIKASI i) Rencana komunikasi harus inovatif, dapat diterima dan dicapai. ii) Rencana tersebut harus mampu mengidentifikasi tiga

0-15 Poin

5-

0-15 Poin

7 target (key target audience) yang paling strategis dan menguraikan metode untuk melibatkan tiap target secara bermakna. iii) Mengidentifikasi area dimana yang dapat dipengaruhi oleh rencana ini. Kegiatan-kegiatan dalam proposal sudah termasuk proses, jadwal pelaksanaan dan anggaran. 6ANGGARAN i) Anggaran yang diajukan harus sesuai dengan kegiatan penelitian dengan justifikasi yang jelas untuk masingmasing pos. ii) Institusi dan individu berkontribusi dalam penelitian yang diajukan, baik secara keuangan atau kontribusi non-material. 0-10 Poin

Keseluruhan Poin: 100 6.4 Panel pengkaji teknis akan merekomendasikan daftar pelamar yang memenuhi kriteria ke AIFDR dan BNPB, yang akan memberikan keputusan akhir terhadap proposal-proposal tersebut untuk didanai. Pelamar yang berhasil memperoleh pendanaan akan diberitahukan oleh AIFDR melalui surat. Mekanisme yang jelas dan transparan akan dilakukan dalam seluruh proses penilaian dimana anggota komite pemilihan atau pengkaji teknis harus menyatakan adanya atau potensi konflik kepentingan dalam proses seleksi. Persyaratan Bahasa Proposal penelitian harus ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia dan tidak lebih dari 20 halaman. Ringkasan kegiatan (lihat bagian 2 contoh dari proposal Dana Hibah Penelitian PRB AIFDR) harus ditulis dalam bahasa Inggris (maksimum 1 halaman). Pelamar dapat melakukan penelitian dalam bahasa Indonesia, dan laporan penelitian serta hasil dikirim dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Fokus Geografis Kegiatan penelitian harus memusatkan perhatian pada daerah yang teridentifikasi dalam Rencana Aksi Nasional untuk Pengurangan Resiko Bencana 2010-2012 (lihat dokumen referensi) sebagai daerah dengan resiko tinggi dan rentan terhadap bencana alam. Jika penelitian berupa studi perbandingan (dengan negara lain), maka perbandingannya perlu dibuat dengan daerah-daerah yang secara internasional diakui sebagai rawan bencana. Laporan Perkembangan dan Keluaran Akhir Hasil yang diharapkan dari kegiatan penelitian yang telah terseleksi adalah sebagai berikut:

6.5

7. 7.1

7.2

8. 8.1

9. 9.1

a) b)

Judul dan deskripsi kegiatan penelitian untuk publikasi pada website AIDR, 1 halaman dalam bahasa Inggris. Laporan enam bulan dan laporan keuangan (untuk penelitian dengan durasi waktu lebih dari satu tahun) atau laporan khusus (untuk penelitian dengan durasi kurang dari satu tahun) Laporan ini terdiri dari lima halaman, memiliki fokus pada proses penemuan kemajuan dari rencana penelitian, menyoroti temuan awal dan pencapaian; perubahan pada rencana proposal awal, serta penjelasan yang lebih terinci mengenai rencana komunikasi, dan tindakan-tindakan yangdiambil. Laporan keuangan pertengahan kegiatan (mid-term financial report) merupakan laporan neraca keuangan (acquittal) yang mengindikasikan semua biaya yang sudah terpakai selama periode pelaporan dengan menyertakan seluruh salinan bukti pembayaran (laporan pertengahan kegiatan dapat dibuat dalam bahasa Indonesia atau Inggris).

c)

Laporan Akhir dan Laporan Keuangan i) Laporan terdiri dari 10-25 halaman tergantung pada jangka waktu (silakan lihat bagian 14 dari Perjanjian Dana Hibah Penelitian) dan dapat menyertakan lampiran teknis tambahan. Isi dari laporan akan ditujukan pada sasaran strategis (strategic audience) sebagaimana tertera pada rencana komunikasi. Pedoman untuk menulis laporan akhir dan laporan keuangan akan disediakan. Laporan akhir dapat dibuat dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Laporan dalam bahasa Inggris akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk keperluan penyebaran informasi yang lebih luas. Laporan keuangan akhir merupakan rekonsiliasi dari semua biaya yang dikeluarkan dengan menyertakan seluruh salinan bukti pembayaran (silakan lihat butir 14.4).

ii)

d)

Dua halaman mengenai proyek penelitian secara singkat Halaman ini akan menjadi bagian komunikasi pemasaran sosial dalam bahasa Inggris yang dirancang untuk menjangkau khalayak luas dan bagi mereka yang berminat kemudian dapat mencari informasi yang lebih lengkap. Halaman ini mencakup ringkasan penelitian, temuan-temuan kunci dan rekomendasi. Panduan dan format untuk dokumen tersebut akan disediakan kemudian.

10.

Tanggal-tanggal Penting Tahapan Proposal Tenggat waktu penerimaan proposal Kajian dan Seleksi Pengumuman Hasil Seleksi Kegiatan dimulai Tanggal 22 October 2010 November 2010 1 February 2011 1 April 2011

11. 11.1

Informasi mengenai Kepemilikan Kerahasiaan dan Kekayaan Intelektual AIFDR menerima semua proposal yang masuk untuk pendanaan dan informasi yang ada di dalamnya akan dirahasiakan.

9 11.2 Hak-hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan informasi pada proposal yang telah diserahkan kepada AIFDR masih menjadi hak para pelamar sampai adanya perubahan sesuai dengan persyaratan yang ada dalam perjanjian dana hibah antara AIFDR dengan Penerima Dana Hibah Penelitian. Semua informasi dalam proposal yang telah diterima oleh AIFDR dan lulus proses penilaian, hanya akan diketahui oleh AIFDR, AusAID, dan staf BNPB yang secara langsung terlibat dalam administrasi Dana Hibah Penelitian, pengkaji teknis, dan anggota komite pengarah AIFDR, atau hanya diberitahukan sesuai dengan ketentuan hukum atau untuk memudahkan AIFDR memenuhi kewajibannya terhadap Parlemen Australia ataupun Indonesia, para menteri, dan masing-masing pemerintah. Penyingkapan informasi apapun dalam proposal kepada pihak-pihak selain yang disebutkan di atas, atau penggunaan informasi yang ada di dalam proposal untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan kegiatan AIFDR dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum mengenai pelaporan dan arsip, tidak diijinkan. AIFDR tidak menyatakan hak kekayaan intelektual dari kegiatan penelitian yang didanai dari dana hibah penelitian. Tetapi AIFDR berharap dapat mempublikasikan dan menggunakan semua atau sebagian dari laporan kegiatan yang dipilih. Oleh karena itu dalam persyaratan perjanjian dana hibah, penerima dana hibah akan diminta untuk memberikan lisensi bebas royalti, bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan kepada Pemerintah Indonesia dan Australia. Ijin ini termasuk hasil-hasil maupun data yang diperoleh dengan menggunakan dana hibah. Panduan Anggaran Aspek yang paling penting dari proposal anggaran adalah konsisten, logis, dan secara jelas sejalan dengan proposal kegiatan. Pelamar harus dapat mengantisipasi biaya rencana komunikasi dan membuatnya dengan jelas dalam anggaran. Apabila ada klarifikasi tambahan, pelamar perlu membuat catatan singkat yang menjelaskan keperluan untuk pos-pos anggaran khusus. Contoh untuk anggaran yang tersedia dalam proposal dapat menjadi panduan bagi pelamar, tetapi pelamar tidak dibatasi pada pos anggaran yang ada dalam contoh tersebut. Para pelamar harus memasukkan semua pos anggaran untuk pendanaan ke dalam anggaran mereka, dan hal-hal yang tidak sesuai seperti yang ada di dalam contoh. Proposal anggaran perlu dibagi menjadi beberapa kategori, tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut: i. Biaya personel: a) Honor: Anggaran maksimum AUD 500 untuk mentor bisa dianggarkan sebagai honor bagi para mentor selama pelaksanaan kegiatan berlangsung (one-off), apabila para mentor tersebut bersedia meninggalkan kegiatan lain yang juga memberikan pendapatan demi membantu tim pelamar. Biaya ini dibayarkan pada akhir pembayaran.

11.3

11.4

11.5

12. 12.1

12.2

12.3

b) Narasumber: Untuk setiap tenaga ahli teknis yangdibutuhkan. ii. Biaya Administrasi: a) Terjemahan: Apabila terdapat materi yang perlu diterjemahkan ke dalam bahasa lain berikut pembiayaannya, maka biaya ini dapat dimasukkan dan bukti nota pembayaran yang ditandatangani oleh penterjemah/penyedia jasa harus disertakan. b) Biaya-biaya bank : Biaya ini mencakup bukti pembayaran atas pengiriman uang melalui bank (bisa dicek dengan bank anda). c) Perlengkapan yang digunakan (consumables): Termasuk perlengkapan kantor, kudapan yang disediakan pada saat pertemuan dengan peserta kegiatan, dan berbagai perlengkapan yang akan habis digunakan selama pelaksanaan kegiatan penelitian. Pengeluaran ini perlu didukung oleh bukti pembayaran dari toko, baik dicetak oleh toko dengan tanggal, daftar barang dan biaya, maupun dengan tulisan tangan dan dengan tanda tangan pemilik atau penjaga toko. d) Percetakan : termasuk kertas, CD dan label untuk keperluan replikasi, fotokopi, percetakan professional, tinta printer dan pengeluaran serupa yang harus disertai dengan bukti pembelian dari toko, atau daftar biaya yang dibebankan oleh lembaga . Biaya-biaya tersebut sebaiknya diantisipasi dan termasuk biaya produksi materi untuk keperluan penyebaran informasi. e) Perangko: termasuk biaya-biaya yang dikenakan untuk penyebaran materi atau laporan. f) Telekomunikasi : biaya-biaya tagihan telepon, fax dan hubungan internet yang berkaitan langsung dengan kegiatan penelitian, dengan menyertakan salinan bukti tagihan dan pembayaran. Tagihan telepon genggam prabayar dengan mengunakan voucher dan sejenisnya dapat ditagihkan dengan menyertakan bukti pembayaran. iii. Biaya Perjalanan a) Uang saku: Uang saku dibayarkan pada saat anggota tim melakukan perjalanan ke luar wilayah tempat tinggal atau kerja, dan hanya pada saat pelaksanaan proyek penelitian selama satu hari penuh, hitungan minggu atau bahkan bulan. Uang saku juga dapat dimintakan untuk narasumber atau konsultan yang dipekerjakan dalam jangka pendek untuk perjalanan ke luar wilayah tempat tinggal mereka untuk melaksanakan kegiatan penelitian yang diajukan dalam proposal. Uang saku ini sudah mencakup biaya transportasi lokal, makan dan biaya insidentil. Masing-masing biaya ini harus dianggarkan dengan merinci waktu yang dibutuhkan (hari, minggu atau bulan) dan jumlah besarnya uang saku yang diminta. b) Akomodasi: biaya menginap untuk anggota tim atau konsultan selama melakukan perjalanan ke luar wilayah tempat tinggal atau kerja untuk pelaksanaan projek penelitian dalam hitungan hari, minggu atau bulan. Bukti pembayaran akomodasi, tiket dan boarding pass harus dilampirkan dalam pelaporan pelunasan (acquittal).

11 c) Biaya penerbangan dan jenis transportasi lainnya: Biaya ini dapat diklaim untuk biaya transportasi aktual anggota tim atau konsultan ke wilayah kegiatan penelitian seperti yang terdapat pada proposal. Biaya ini juga bisa digunakan untuk transportasi atau biaya perjalanan peserta kegiatan penelitian lainnya, konsultan atau relawan ke wilayah yang tertulis dalam proposal. Apabila bukti pengeluaran atau bon tidak tersedia, pengeluaran tersebut dapat didokumentasikan secara rinci di dalam catatan perjalanan (travel log) dengan mencantumkan tanggal, jenis transportasi yang digunakan dan biaya dalam mata uang lokal. iv. Pertemuan/pelatihan/lokakarya untuk kegiatan penelitian: a) Tempat pertemuan/pelatihan: sebisa mungkin pertemuan, lokakarya ataupun pelatihan diadakan di kantor organisasi atau pemerintah atau mitra yang terlibat. Namun demikian, pelamar dapat menyewa ruang pertemuan atau tempat pertemuan lain apabila ruang pertemuan yang ada tidak dapat menampung semua peserta. b) Rehat kopi. c) Makan Siang. d) Paket pertemuan. 12.4 13. 13.1 Biaya administrasi tidak boleh lebih dari 10% dari total anggaran dalam proposal. Kontak Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan menghubungi Program Dana Hibah Penelitian PRB AIFDR: research.grants@aifdr.org. Pengiriman Proposal Proposal yang asli harus dikirimkan melalui e-mail ke research.grants@aifdr.org dengan judul: Pengiriman Proposal (Proposal Submission). Pelamar harus menggunakan formulir proposal AIFDR yang disediakan secara online. Proposal dalam format lain tidak akan diterima. Proposal yang terlambat dikirimkan atau proposal yang tidak sesuai dengan Panduan yang telah disediakan tidak akan dinilai. Proposal yang lolos Pelamar yang lolos proses seleksi akan diminta untuk menandatangani Perjanjian Dana Hibah Penelitian dengan AIFDR, yang berisi sejumlah informasi mengenai kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan, kegiatan dan keluaran yang spesifik, kerangka waktu dan keuangan dan tanggung jawab serta kewajiban dari masingmasing pihak. Perjanjian Dana Hibah Penelitian harus diselesaikan dalam waktu tiga bulan dari tanggal rancangan perjanjian pertama diserahkan kepada pelamar dan harus ditandatangani sebelum dana hibah dibayarkan. Pelamar harus berkomitmen untuk menunjukkan standar kerja yang tinggi, mematuhi ketentuan

14. 14.1

14.2

14.3

15. 15.1

pelaporan yang telah dinyatakan dalam Perjanjian Dana Hibah Penelitian dan memberitahukan AIFDR seandainya ada perubahan dalam kegiatan ataupun anggaran. 15.2 Salinan standar Perjanjian Dana Hibah AIFDR tersedia pada website, berikut dengan dokumen-dokumen AIFDR lainnya yang relevan. Pelamar harus dapat mengindikasikan pada bagian 8 dari proposal apabila mereka menemukan kesulitan untuk memenuhi persyaratan pada Perjanjian Dana Hibah Penelitian. Kegiatan harus dimulai tiga bulan setelah persetjuan ditandatangani. Keterlambatan lebih dari tiga bulan tanpa pemberitahuan dan persetujuan dari AIFDR akan menyebabkan pembatalan pemberian dana hibah. Dana yang sudah ditransfer harus dikembalikan ke AIFDR dalam waktu 30 hari. Dokumen Referensi

15.3

16.

Semua pelamar harus merujuk kepada dokumen-dokumen di bawah ini: 1) 2) 3) Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2010-2014, http://www.bnpb.go.id Rencana Aksi Nasional Pengurangan Resiko Bencana, 2010-2012, http://www.bnpb.go.id Australian Government Policy on disaster risk reduction Investing in a safer Future: A Disaster Risk Reduction policy for the Australian aid program, http://www.ausiad.gov.au/publications/pdf/disasteriskreduction.pdf Gender and Equality in Australias Aid Program Why and How, http://www.ausaid.gov.au/publications/pdf/gender_policy.pdf Development for All: Towards a disability-inclusive Australian aid program 20092014, http://www.ausaid.gov.au/publications/pdf/FINAL%20AusAID_Disability%20for %20All.pdf Australian Governments Child Protection Policy: http://www.ausaid.gov.au/publications/pubout.cfm?Id=7954_7703_6074_4255_42 27

4) 5)

6)