LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI

PANITIA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN PEMBANGUNAN LANJUTAN MESS PESERTA PENDIDIKAN LEMHANNAS RI
I. PENDAHULUAN 1. Umum a. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dan dilengkapi dengan peningkatan Mutu atau Kualitas, sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya, dan dapat menjadi teladan bagi lingkungannya, serta memberi kontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. b. Setiap bangunan negara harus direncanakan dan dirancang dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya, dan kriteria administrasi bagi bangunan negara. c. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan negara dan prasarana lingkungannya perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional. d. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang, sehingga mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan kegiatan. 2. Maksud dan Tujuan a. Untuk dapat memahami tujuan pembangunan mess perlu dibuat sebuah Kerangka acuan Kerja (KAK) terlebih pembangunan mess ini merupakan perencanaan lanjutan dari tahap sebelumnya tahun 2010. b. Kerangka acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Perencana yang memuat masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini.

c.

3.

Latar Belakang a. Sarana dan prasarana peserta pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) sangat mempengaruhi kelancaran kegiatan secara umum. Sejalan dengan kondisi dan perkembangan pelaksanaan program pendidikan, Lemhannas RI membutuhkan tambahan prasarana berupa Mess bagi Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan maupun Pendidikan Singkat Angkatan (PPRA/PPSA) sebanyak 140 (seratus empat puluh) Kamar dan Auditorium Teathre yang layak dan memadai.

b.

Pada tahun ......

(Tiga puluh milyar rupiah).. a. Lokasi Pembangunan Lanjutan Mess Peserta Pendidikn dan Auditorium adalah berupa Pengembangan Bangunan Gedung Dwi Warna Purwa Lemhannas RI yang semula 3 (tiga) lantai menjadi 7 (tujuh) lantai. dll) Persiapan Pelelangan. Lingkup Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Mess dan Auditorium Lemhannas RI... sehingga penyelesaian harus dilanjutkan dengan anggaran tahun berikutnya. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Sipil / Struktur Pekerjaan Arsitektur Pekerjaan M / E Pekerjaan Utilitas. c. BQ. maka harus diawali dengan kegiatan perencanaan oleh penyedia jasa Konsultansi Perencana.. Sasaran Kegiatan.000. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. Dalam melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana berpedoman pada ketentuan yang berlaku. dan perencanaan fisik bangunan gedung negara yang terdiri dari : a. Pelaksanaan Pelelangan. Penyusunan Pra Rencana Lanjutan Pengembangan Rencana Lanjutan Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Lanjutan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Lanjutan Penyusunan Rencana Detail (Gambar Kerja. Pada tahun anggaran 2010 Pemerintah RI telah menyediakan anggaran Pembangunan Mess Lemhannas RI melalui APBNP sebesar Rp.2 b.. b. Persiapan. II. 4. KEGIATAN PERENCANAAN 1.000. . kenyamanan pengguna (estetika) dan ekonomis.. site/tapak bangunan. 30. Pengawasan Berkala. anggaran sebesar itu telah dilaksanakan dan dapat memenuhi sebagian fisik bangunan mess. Agar Pembangunan Mess terlaksana tercapai dengan baik dalam arti memenuhi unsur kekuatan (struktur). Tahap-Tahap yang akan dilaksanakan adalah : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Persiapan Perencanaan termasuk survey.000. Tambahan 4 (empat) Lantai tersebut masing-masing untuk Mess dengan 35 kamar/lantai c. yang terdiri dari komponen kegiatan : 1) 2) 3) 4) 5) d. RKS. 2.. Sasaran Kegiatan adalah Perencanaan Pembangunan Mess dan Auditorium Lemhannas RI. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara vide Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : PRT/45/M/2007 tanggal 27 Desember 2007.

4) Laporan akhir perencanaan. termasuk menyusun Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. 3) Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan. 4.3 a. dan uraian konsep yang mudah dimengerti oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 2) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). 2) Rencana arsitektur. 5. Utilitas dan M/E.. Memberikan saran-saran. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK.. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : 1) Gambar-gambar detail Arsitektur.. b. antara lain membuat : 1) Rencana struktur. Hasil karya. . evaluasi penawaran. Membuat laporan akhir pengawasan berkala. perkiraan biaya.. 4) Rencana utilitas 5) Perkiraan biaya.. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku.. III. d. d. c. beserta uraian konsep dan perhitungannya. yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui.. Menyusun Pra Rencana seperti program dan konsep ruang. Konsultan Perencana bertanggung jawab secara profesional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. 2. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN 1. menyusun kembali dokumen pelelangan dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. b. Penyusunan pengembangan rencana. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. b. c. Secara umum tanggung jawab Konsultan adalah sebagai berikut : a. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. Membantu Pejabat Pembuat Komitmen dan Panitia Pengadaan di dalam menyusun dokumen pelelangan dan pelaksanaan pelelangan. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : a. Membantu Panitia Pengadaan pada waktu penjelasan pekerjaan. 3. Struktur. 3) Rencana system Mekanikal / Elektrikal. rencana anggaran biaya pekerjaan.

Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan. e. antara lain terdiri dari : a. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. b. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : 1) Menjamin terwujudnya tata ruang yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya.. BIAYA. c. c. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : 1) 2) b. Biaya Pekerjaan Perencanaan dan tata cara pembayaran akan diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses Seleksi Pengadaan Jasa Konsultansi sesuai peraturan yang berlaku. Kriteria Umum. . Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. Sumber Dana.373. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. 2) Menjamin. standar.. seperti dari segi pembiayaan.. Sumber dana seluruh pekerjaan perencanaan dibebankan pada APBN Lemhannas RI TA. d. Menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Biaya rapat-rapat Jasa dan over head Perencanaan. V.000. Pembelian dan atau sewa peralatan.. 1. yang saat ini masih dalam proses pembahasan dengan Instansi terkait dan untuk pekerjaan perencanaan ini dialokan setinggi-tingginya Rp. termasuk melalui KAK ini.(delapan ratus sembilan puluh satu juta tiga ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah). 891. Persyaratan Struktur Bangunan : 1) Menjamin terwujudnya bangunan yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. KRITERIA 1. Materi dan penggandaan laporan. Menjamin keselamatan pengguna. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung negara. 2011 kegiatan Pembangunan Mess Lemhannas RI. 2. IV.4 b. masyarakat dan lingkungan. Pajak dan iuran daerah lainnya. 2) Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan baik tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. yaitu : a. c. f.

4) Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. Persyaratan Ketahanan Terhadap Kebakaran : 1) Menjamin terwujudnya bangunan yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. . Persyaratan Pencahayaan. d. 1) Menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup. bangunan gedung dan 3) Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. e. 2) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata ruang udara secara baik. g. Penangkal Petir dan Komunikasi.. baik alam maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan sesuai dengan fungsinya. 1) Menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup aman bagi penggunanya maupun pemeliharaannya.. 3) Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur... Kriteria Khusus..5 2) Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan arsitektur bangunan.. 2) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata ruang udara secara baik. baik alam maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. 2. 1) Menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. 2) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa. Persyaratan Instalasi Listrik. . secara struktur stabil selama kebakaran sehingga : (a) Cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman. (b) Cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api. f. 2) Menjamin terwujudnya keamanan penghuninya dari bahaya akibat petir. Persyaratan ventilasi dan pengkodisian udara. (c) Dapat menghindari kerusakan pada properti lainnya.

Teknis konstruksi yang disaratkan oleh perencana hendaknya meggunakan teknologi tingga atau Hightech. Dengan batasan tidak mengganggu kenyamanan penghuninya. dari pekerjaan pondasi sampai dengan finishing. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. Konsep Bangunan pengembangan bangunan di lingkungan sekitarnya. geografi klimatologi. dan lain-lain. Bangunan gedung negara hendaknya fungsional. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. Bangunan Pemerintah hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan.. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. 5. menarik tetapi tidak berlebihan. Kreatifitas disain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus.6 2. AZAS – AZAS.. efisien. 2. b.. hendaknya diusahakan serendah mungkin. seperti faktor sosial budaya setempat. 5. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. dalam melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung negara sebagai berikut : 1. 3. Kriteria Khusus. karena merupakan bangunan bertingkat tinggi dan waktu pelaksanaan sangat terbatas. harus selaras/menyesuaikan dengan 2. 3.. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. VI. spesifik berkaitan dengan bangunan prasarana pendidikan berupa Mess dan Auditorium yang akan direncanakan. Lokasi. Dalam perencanaan harus menyediakan fasilitas pengolah limbah dan antiipasi terhadap bahaya kebakaran serta bencana.. VII. PENDEKATAN METODOLOGI 1. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada di sekitar. sehingga perencana wajib menjelaskan rencana pekerjaan yang bersifat fabrikasi harus dilaksanakan di luar lokasi. Lokasi pekerjaan yang tersedia sangat terbatas. Selain dari kriteria di atas. . terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. misalnya : a. baik dari segi fungsi khusus bangunan tersebut dan segi teknis lainnya. 4. 4. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa.

b. 4. baik ditinjau dari segi lingkup kegiatan maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. 3. a. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung yang dibutuhkan perencanaan kegiatan Pembangunan Mess dan Auditorium terdiri dari : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) d. Team Leader Ahli Madya Sipil/Struktur Ahli Utama Arsitektur Ahli Madya Mekanikal Ahli Madya Elektrikal Ahli Muda Quantity Surveyor Asisten Tenaga Ahli Surveyor (Teknisi) CAD Operator/drafter Tenaga Administrasi : : : : : : : : : : 1 orang 1 orang 2 orang 1 orang 1 orang 2 orang 5 orang 2 orang 3 orang 2 orang dalam Persyaratan Tenaga Ahli dan personil adalah sebagai berikut : 1) Team Leader. berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan maksimal 60 (enam puluh ) hari Kalender atau 2 (dua) bulan sejak dikeluarkannya Kontrak/Surat Perintah Mulai Kerja. Untuk melaksanakan tujuannya. konsultan Perencana harus menyediakan Tenaga Ahli yang memenuhi ketentuan dari Pejabat Pembuat Komitmen. INFORMASI DAN TENAGA AHLI 1. VIII. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. Informasi. Lokasi pekerjaan berada di lingkungan jalan utama. Tenaga Ahli. Konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pejabat Pembuat Komitmen dan Pengelola Kegiatan. Jangka waktu pelaksanaan. Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. Dalam melaksanakan tugas. Berpengalaman dalam perencanaan bangunan / bertingkat……… . maupun yang dicari sendiri. 2. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. 2. baik yang berasal dari Pejabat Pembuat Komitmen. b.7 5. IX. antara dan pokok yang harus dihasilkan Konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. sehingga untuk pengadaan material ke lokasi proyek harus peraturan yanag berlaku. a. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta.

Tenaga pendukung lainnya seperti Tenaga Surveyor.. X. 5) Tenaga Ahli Elektrikal. berpengalaman pada bangunan bertingkat non perumahan sekurangkurangnya 5 (lima) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sesuai bidangnya. Berpengalaman dalam perencanaan bangunan bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang. 7) CAD Operator/Drafter (3 orang). c. Berpengalaman dalam perencanaan elektrikal bangunan bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang.8 bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 15 (lima belas) tahun dan 8 (delapan) tahun untuk S2 dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang.. berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B. 2) Tenaga Ahli Arsitektur. berpendidikan minimal Sarjana Teknik Mesin (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B... 4) Tenaga Ahli Mekanikal. dapat mengoperasikan program AUTOCAD/3D Max atau yang sejenisnya dan memiliki Sertifikat Keahlian sesuai bidang. 6) Asisten Tenaga Ahli (5 orang). Arsitektur. berpendidikan minimal Sarjana Teknik Arsitektur (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B. Mekanikal dan Elektro. Pengemudi dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan serta ketentuan yang berlaku. Administrasi. 1 (satu) orang Jurusan Arsitektur dan 1 (satu) orang Jurusan Elektro.. Berpengalaman dalam perencanaan bangunan bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang. 3) Tenaga Ahli Struktur. berpendidikan minimal Sarjana Teknik Elektro (S1) lulusan universitas/Perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B. KELUARAN. Berpengalaman dalam perencanaan mekanikal bangunan bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang. minimal berpendidikan Sarjana Muda (D3) masing-masing 1 (satu) orang Jurusan Teknik Sipil. . berpendidikan minimal Sarjana Muda (D3) masing-masing 1 (satu) orang Jurusan Teknik Sipil.

b. yang berisi : a. Laporan data dan informasi lapangan. Tahap Rencana Detail a. yang berisi : a. c. Jenis laporan yang harus diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen oleh oleh Penyedia Jasa Konsultanasi adalah meliputi : 1. Catatan : Laporan pendahuluan tersebut dibuat dalam rangka 5 dan harus diserahkan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja. Perkiraan biaya pembangunan. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). struktur. XI. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Konsep skematik rencana teknis. d. Gambar pengembangan rencana arsitektur. b. 5. Konsep penyiapan rencana teknis dan uraian rencana kerja konsultan perencana. . b. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan. Jadwal Kegiatan penyedia Jasa. KELUARAN Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian.. Kendala. c. Laporan Pendahuluan.. Laporan Bulanan/Antara. Tahap Pra-rencana Teknis a. Tahap Pelelangan. c. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) Bill Of Quantity (BQ). b. yang minimal meliputi : 1.9 X. Tahap Konsep Rencana Teknis a. d. Draft rencana anggaran biaya. ME dan utilitas. Rencana Kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh. c. 4. Tahap Pengembangan Rencana a.. 2. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 2. Rencana anggaran biaya (RAB).. Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan. Gambar-gambar Pra-rencana. Mobilisasi tenaga Ahli dan tenaga Pendukung Lainnya. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. 3. c. b. LAPORAN. b.

kendala dan solusi penyelesaiannya. Laporan Akhir Perencanaan. d. yang berisi tentang Hasil Pengawasan Berkala. Dan lain-lain. b. Laporan Hasil Perencanaan tersebut dibuat dalam rangka 5 dan harus diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja. Gambar-Gambar Detail Hasil Perencanaan. Kendala dan Solusi Penyelesaiannya. Laporan Bulanan/Antara tersebut dibuat dalam rangka 5 dan harus diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja. Laporan Pengawasan Berkala. Gambar-gambar pra-rencana. yang berisi : a.10 b. Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan. c. Kendala dan Solusi Penyelesaiannya. Laporan Pengawasan Berkala tersebut dibuat dalam rangka 5 dan harus diserahkan kepada Pejabat P embuat Komitmen selambatlambatnya 5 (limah) hari kalender sejak tanggal Serah Terima Pekerjaan Fisik Tahap I. 4. 3. . c.