LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI

PANITIA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN PEMBANGUNAN LANJUTAN MESS PESERTA PENDIDIKAN LEMHANNAS RI
I. PENDAHULUAN 1. Umum a. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dan dilengkapi dengan peningkatan Mutu atau Kualitas, sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya, dan dapat menjadi teladan bagi lingkungannya, serta memberi kontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. b. Setiap bangunan negara harus direncanakan dan dirancang dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya, dan kriteria administrasi bagi bangunan negara. c. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan negara dan prasarana lingkungannya perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional. d. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang, sehingga mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan kegiatan. 2. Maksud dan Tujuan a. Untuk dapat memahami tujuan pembangunan mess perlu dibuat sebuah Kerangka acuan Kerja (KAK) terlebih pembangunan mess ini merupakan perencanaan lanjutan dari tahap sebelumnya tahun 2010. b. Kerangka acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Perencana yang memuat masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini.

c.

3.

Latar Belakang a. Sarana dan prasarana peserta pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) sangat mempengaruhi kelancaran kegiatan secara umum. Sejalan dengan kondisi dan perkembangan pelaksanaan program pendidikan, Lemhannas RI membutuhkan tambahan prasarana berupa Mess bagi Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan maupun Pendidikan Singkat Angkatan (PPRA/PPSA) sebanyak 140 (seratus empat puluh) Kamar dan Auditorium Teathre yang layak dan memadai.

b.

Pada tahun ......

Persiapan. Penyusunan Pra Rencana Lanjutan Pengembangan Rencana Lanjutan Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Lanjutan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Lanjutan Penyusunan Rencana Detail (Gambar Kerja. Lokasi Pembangunan Lanjutan Mess Peserta Pendidikn dan Auditorium adalah berupa Pengembangan Bangunan Gedung Dwi Warna Purwa Lemhannas RI yang semula 3 (tiga) lantai menjadi 7 (tujuh) lantai. sehingga penyelesaian harus dilanjutkan dengan anggaran tahun berikutnya. Pada tahun anggaran 2010 Pemerintah RI telah menyediakan anggaran Pembangunan Mess Lemhannas RI melalui APBNP sebesar Rp. BQ.000. a. dll) Persiapan Pelelangan. . c. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara vide Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : PRT/45/M/2007 tanggal 27 Desember 2007. Lingkup Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Mess dan Auditorium Lemhannas RI. 2. yang terdiri dari komponen kegiatan : 1) 2) 3) 4) 5) d. b.(Tiga puluh milyar rupiah). 30. 4. site/tapak bangunan. Sasaran Kegiatan. Sasaran Kegiatan adalah Perencanaan Pembangunan Mess dan Auditorium Lemhannas RI. Tambahan 4 (empat) Lantai tersebut masing-masing untuk Mess dengan 35 kamar/lantai c.. kenyamanan pengguna (estetika) dan ekonomis. KEGIATAN PERENCANAAN 1. Agar Pembangunan Mess terlaksana tercapai dengan baik dalam arti memenuhi unsur kekuatan (struktur). Pengawasan Berkala. RKS. Pelaksanaan Pelelangan.. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Sipil / Struktur Pekerjaan Arsitektur Pekerjaan M / E Pekerjaan Utilitas. II.. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. maka harus diawali dengan kegiatan perencanaan oleh penyedia jasa Konsultansi Perencana. dan perencanaan fisik bangunan gedung negara yang terdiri dari : a..000. Tahap-Tahap yang akan dilaksanakan adalah : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Persiapan Perencanaan termasuk survey. Dalam melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana berpedoman pada ketentuan yang berlaku.2 b.000. anggaran sebesar itu telah dilaksanakan dan dapat memenuhi sebagian fisik bangunan mess....

dan uraian konsep yang mudah dimengerti oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Membuat laporan akhir pengawasan berkala. III. c... beserta uraian konsep dan perhitungannya. 3. Secara umum tanggung jawab Konsultan adalah sebagai berikut : a. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku. 4) Rencana utilitas 5) Perkiraan biaya. . Penyusunan rencana detail antara lain membuat : 1) Gambar-gambar detail Arsitektur. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. b. menyusun kembali dokumen pelelangan dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. Hasil karya. 4) Laporan akhir perencanaan. Membantu Pejabat Pembuat Komitmen dan Panitia Pengadaan di dalam menyusun dokumen pelelangan dan pelaksanaan pelelangan. perkiraan biaya. Menyusun Pra Rencana seperti program dan konsep ruang. Struktur.. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : a. Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan. 4. yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. Memberikan saran-saran.. d.. Utilitas dan M/E. 2.3 a.. termasuk menyusun Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. 5. Penyusunan pengembangan rencana. antara lain membuat : 1) Rencana struktur. Membantu Panitia Pengadaan pada waktu penjelasan pekerjaan. 3) Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. b. 2) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).. b. evaluasi penawaran. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. rencana anggaran biaya pekerjaan. c. d. Konsultan Perencana bertanggung jawab secara profesional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN 1. 2) Rencana arsitektur. 3) Rencana system Mekanikal / Elektrikal. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi.

. V.000. 2. 891. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. 2) Menjamin. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Sumber Dana. Menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. antara lain terdiri dari : a. Biaya Pekerjaan Perencanaan dan tata cara pembayaran akan diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses Seleksi Pengadaan Jasa Konsultansi sesuai peraturan yang berlaku. 1.373.(delapan ratus sembilan puluh satu juta tiga ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah). waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung negara. Pajak dan iuran daerah lainnya.. BIAYA.. c. . Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. Persyaratan Struktur Bangunan : 1) Menjamin terwujudnya bangunan yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. 2) Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan baik tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. KRITERIA 1. seperti dari segi pembiayaan. c. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : 1) 2) b. Pembelian dan atau sewa peralatan. f. Kriteria Umum. yaitu : a. termasuk melalui KAK ini. Biaya rapat-rapat Jasa dan over head Perencanaan. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : 1) Menjamin terwujudnya tata ruang yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. b. d. standar. Sumber dana seluruh pekerjaan perencanaan dibebankan pada APBN Lemhannas RI TA. 2011 kegiatan Pembangunan Mess Lemhannas RI. Materi dan penggandaan laporan. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan. IV. yang saat ini masih dalam proses pembahasan dengan Instansi terkait dan untuk pekerjaan perencanaan ini dialokan setinggi-tingginya Rp. Menjamin keselamatan pengguna. e..4 b. masyarakat dan lingkungan. c.

2) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata ruang udara secara baik. (c) Dapat menghindari kerusakan pada properti lainnya. bangunan gedung dan 3) Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya... . g. 2) Menjamin terwujudnya keamanan penghuninya dari bahaya akibat petir. 1) Menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. 1) Menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup. 3) Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. Persyaratan Ketahanan Terhadap Kebakaran : 1) Menjamin terwujudnya bangunan yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. e. 4) Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. Kriteria Khusus. baik alam maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan sesuai dengan fungsinya. Persyaratan ventilasi dan pengkodisian udara. 2. 2) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata ruang udara secara baik. Penangkal Petir dan Komunikasi. d..5 2) Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan arsitektur bangunan. f.. baik alam maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. secara struktur stabil selama kebakaran sehingga : (a) Cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman. (b) Cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api.. Persyaratan Pencahayaan.. 1) Menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup aman bagi penggunanya maupun pemeliharaannya. 2) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa. . Persyaratan Instalasi Listrik.

seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. Teknis konstruksi yang disaratkan oleh perencana hendaknya meggunakan teknologi tingga atau Hightech.. Bangunan Pemerintah hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Konsep Bangunan pengembangan bangunan di lingkungan sekitarnya. Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus.6 2. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada di sekitar. Selain dari kriteria di atas.. VI. Dalam perencanaan harus menyediakan fasilitas pengolah limbah dan antiipasi terhadap bahaya kebakaran serta bencana. 4. Lokasi pekerjaan yang tersedia sangat terbatas. hendaknya diusahakan serendah mungkin. 5. dan lain-lain. 5. dari pekerjaan pondasi sampai dengan finishing. sehingga perencana wajib menjelaskan rencana pekerjaan yang bersifat fabrikasi harus dilaksanakan di luar lokasi. Kriteria Khusus. karena merupakan bangunan bertingkat tinggi dan waktu pelaksanaan sangat terbatas. 2. Kreatifitas disain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. Dengan batasan tidak mengganggu kenyamanan penghuninya. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. Lokasi. geografi klimatologi. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. harus selaras/menyesuaikan dengan 2.. 4. . tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. Bangunan gedung negara hendaknya fungsional. seperti faktor sosial budaya setempat. 3. misalnya : a. 3. menarik tetapi tidak berlebihan.. AZAS – AZAS. spesifik berkaitan dengan bangunan prasarana pendidikan berupa Mess dan Auditorium yang akan direncanakan. baik dari segi fungsi khusus bangunan tersebut dan segi teknis lainnya. efisien. terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. VII. dalam melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung negara sebagai berikut : 1. PENDEKATAN METODOLOGI 1. b..

maupun yang dicari sendiri. b. IX. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. a. konsultan Perencana harus menyediakan Tenaga Ahli yang memenuhi ketentuan dari Pejabat Pembuat Komitmen. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan maksimal 60 (enam puluh ) hari Kalender atau 2 (dua) bulan sejak dikeluarkannya Kontrak/Surat Perintah Mulai Kerja. Berpengalaman dalam perencanaan bangunan / bertingkat……… . berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. sehingga untuk pengadaan material ke lokasi proyek harus peraturan yanag berlaku. baik yang berasal dari Pejabat Pembuat Komitmen. INFORMASI DAN TENAGA AHLI 1. b.7 5. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. 2. Lokasi pekerjaan berada di lingkungan jalan utama. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. 4. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung yang dibutuhkan perencanaan kegiatan Pembangunan Mess dan Auditorium terdiri dari : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) d. 3. Konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pejabat Pembuat Komitmen dan Pengelola Kegiatan. VIII. Team Leader Ahli Madya Sipil/Struktur Ahli Utama Arsitektur Ahli Madya Mekanikal Ahli Madya Elektrikal Ahli Muda Quantity Surveyor Asisten Tenaga Ahli Surveyor (Teknisi) CAD Operator/drafter Tenaga Administrasi : : : : : : : : : : 1 orang 1 orang 2 orang 1 orang 1 orang 2 orang 5 orang 2 orang 3 orang 2 orang dalam Persyaratan Tenaga Ahli dan personil adalah sebagai berikut : 1) Team Leader. Informasi. a. Untuk melaksanakan tujuannya. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. antara dan pokok yang harus dihasilkan Konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. 2. Dalam melaksanakan tugas. baik ditinjau dari segi lingkup kegiatan maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. Jangka waktu pelaksanaan. Tenaga Ahli.

Tenaga pendukung lainnya seperti Tenaga Surveyor.8 bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 15 (lima belas) tahun dan 8 (delapan) tahun untuk S2 dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang. 4) Tenaga Ahli Mekanikal. Berpengalaman dalam perencanaan bangunan bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang. 1 (satu) orang Jurusan Arsitektur dan 1 (satu) orang Jurusan Elektro. berpendidikan minimal Sarjana Teknik Arsitektur (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B. . Administrasi. KELUARAN. berpendidikan minimal Sarjana Teknik Elektro (S1) lulusan universitas/Perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B. Berpengalaman dalam perencanaan bangunan bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang.. 6) Asisten Tenaga Ahli (5 orang).. 5) Tenaga Ahli Elektrikal. dapat mengoperasikan program AUTOCAD/3D Max atau yang sejenisnya dan memiliki Sertifikat Keahlian sesuai bidang.. c. berpengalaman pada bangunan bertingkat non perumahan sekurangkurangnya 5 (lima) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sesuai bidangnya.. berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B. berpendidikan minimal Sarjana Teknik Mesin (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi minimal B. 3) Tenaga Ahli Struktur.. minimal berpendidikan Sarjana Muda (D3) masing-masing 1 (satu) orang Jurusan Teknik Sipil. X. 7) CAD Operator/Drafter (3 orang). berpendidikan minimal Sarjana Muda (D3) masing-masing 1 (satu) orang Jurusan Teknik Sipil. Arsitektur. Berpengalaman dalam perencanaan mekanikal bangunan bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang. Pengemudi dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan serta ketentuan yang berlaku. 2) Tenaga Ahli Arsitektur. Berpengalaman dalam perencanaan elektrikal bangunan bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang. Mekanikal dan Elektro.

Perkiraan biaya pembangunan. XI. Laporan Pendahuluan. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan.. d. Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan. Konsep penyiapan rencana teknis dan uraian rencana kerja konsultan perencana. b. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. Jadwal Kegiatan penyedia Jasa. Tahap Konsep Rencana Teknis a. Tahap Pelelangan. Konsep skematik rencana teknis. 2. ME dan utilitas. b. LAPORAN. d.9 X. Laporan Bulanan/Antara.. b. yang berisi : a. Rencana anggaran biaya (RAB). Tahap Rencana Detail a. Laporan data dan informasi lapangan. Jenis laporan yang harus diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen oleh oleh Penyedia Jasa Konsultanasi adalah meliputi : 1. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) Bill Of Quantity (BQ). 5.. Gambar-gambar Pra-rencana. . Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Tahap Pra-rencana Teknis a. 3. c. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. Catatan : Laporan pendahuluan tersebut dibuat dalam rangka 5 dan harus diserahkan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja. Gambar pengembangan rencana arsitektur. b. c.. yang minimal meliputi : 1. Tahap Pengembangan Rencana a. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). yang berisi : a. KELUARAN Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. Kendala. c. struktur. Rencana Kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh. c. c. Draft rencana anggaran biaya. 2. Mobilisasi tenaga Ahli dan tenaga Pendukung Lainnya. 4. b.

Dan lain-lain. Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan. Laporan Akhir Perencanaan. Laporan Hasil Perencanaan tersebut dibuat dalam rangka 5 dan harus diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja. yang berisi : a. Laporan Pengawasan Berkala tersebut dibuat dalam rangka 5 dan harus diserahkan kepada Pejabat P embuat Komitmen selambatlambatnya 5 (limah) hari kalender sejak tanggal Serah Terima Pekerjaan Fisik Tahap I. kendala dan solusi penyelesaiannya. d. 4. b. Kendala dan Solusi Penyelesaiannya. Laporan Bulanan/Antara tersebut dibuat dalam rangka 5 dan harus diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja. Gambar-Gambar Detail Hasil Perencanaan. Kendala dan Solusi Penyelesaiannya. c. Laporan Pengawasan Berkala. Gambar-gambar pra-rencana. 3.10 b. yang berisi tentang Hasil Pengawasan Berkala. c. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful