Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A.

: SMPN 14 Kota Bengkulu : Bahasa Indonesia : VII/1 : 4 x 40 menit

Standar Kompetensi: Mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita.

B.

Kompetensi Dasar: Bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat.

C.

Indikator: Kognitif Produk Mampu menentukan cerita yang menarik berdasarkan buku di perustakaan Mampu menentukan pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik.

Proses Membaca cerita menarik dari perpustakaan Merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang baik dan menarik

Psikomotor Membaca cerita menarik dari perpustakaan Bercerita dengan urutan yang baik, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat.

Afektif Karakter Kerja sama Jujur Tanggung jawab Teliti Rasa ingin tahu

Keterampilan sosial Bertanya dengan bahasa yang santun Menyumbang ide Membantu teman mengalami kesulitan Menghargai pendapat orang lain

D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk 1. Siswa menentukan pokok-pokok cerita dengan mengerjakan tugas di LP 1. 2. Siswa dapat merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik dengan mengerjakan tugas di LP 1. Proses Siswa diberikan lembar kerja LP, selanjutnya siswa diharapkan dapat: Membaca cerita menarik dari perpustakaan Menentukan pokok-pokok cerita. Merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik Psikomotor Menentukan pokok-pokok cerita. Merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik. Bercerita dengan urutan yang baik, lafal,intonasi, gestur, dan miimik yang tepat.

Afektif Karakter Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan berperilaku, seperti bertanggung jawab, teliti, jujur, rasa ingin tahu. Keterampilan sosial Siswa terlibat dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam keterampilan bertanya dengan bahasa yang santun, menyumbang ide, dan membantu teman mengalami kesulitan, serta menghargai pendapat orang lain.

E. Materi Pembelajaran Cerita adalah sebuah karangan fiksi atau tidak nyata yang menceritakan kisah sebuah kehidupan atau kejadian yang di baca masyarakat banyak, dan menarik. Urutan langkah yang kamu lakukan sebelum bercerita adalah (1) menentukan ide pokok cerita, (2) menentukan peristiwa-peristiwa beserta tokoh dan karakter yang terlibat,dan (3) merangkai peristiwa

1. Menentukan Tema/Ide Pokok Cerita Tema adalah ide pokok yang melandasi suatu cerita. Tema dapat diambil dari kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan masalah hakiki manusia seperti cinta kasih, keadilan, kebahagiaan, kesengsaraan, dan sebagainya 2. Menentukan Peristiwa Setelah menemukan tema, proses selanjutnya adalah tema tersebut dikembangkan ke dalam deretan peristiwa yang saling berkaitan atau jalin-menjalin dari awal sampai akhir. Peristiwa tersebut tidak lepas dari peran tokoh beserta karakternya 3. Merangkai Deretan Peristiwa Menjadi Kerangka Cerita Setelah kamu menentukan peristiwa-peristiwa dalam cerita, kegiatan berikutnya adalah merangkai deretan peristiwa sehingga menjadi kerangka cerita. 4. Bacalah informasi berikut untuk menambah wawasanmu tentang teknik bercerita. Agar bisa bercerita dengan baik dan menarik, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. a. Bahan cerita dapat diambil dari peristiwa yang diamati secara langsung baik melalui televisi, majalah, maupun dari buku cerita. b. Pencerita memahami (1) rangkaian peristiwa atau kerangka cerita, (2) karakter tokoh, dan (3) tema dan pesan cerita. c. Pencerita memahami komentar pengarang dan dan dialog tokoh. d. Pencerita menghayati peristiwa -peristiwa atau adegan-adegan dalam cerita e. Pencerita memiliki gambaran penampilan peristiwa demi peristiwa dalam bercerita, yang mencakup (1) tempat dan posisi setiap adegan bercerita, (2) kejelasan pelafalan, (3) variasi atau warna suara dan intonasi setiap adegan, dan (4) gesture serta mimik setiap adegan. Penguasaan dan penghayatan dongeng ini mencakup antara lain jalan cerita, sifatsifat tokoh, pokok persoalan, dan pesan yang ada dalam dongeng.

f. Tempat dan posisi yang enak dapat membuat kamu leluasa bergerak dan berekspresi. Dengan pelafalan yang jelas pendengar bisa memahami apa yang kamu sampaikan. Suara yang bervariasi serta intonasinya yang tidak monoton membuat pendengar atau penonton bisa terbantu untuk menggambarkan atau mengimajinasikan karakter tokoh yang mendukung cerita dan peristiwa yang terjadi dalam dongeng itu di benaknya. Selain itu, gesture (gerak lengan) dan mimik yang menggambarkan karakter tokoh membuat cerita yang kamu bawakan sangat menarik. g. Apabila bahan cerita berasal dari buku, pencerita perlu hafal atau setengah hafal ceritatersebut agar dalam bercerita berjalan lancar. h. Bercerita dapat dilakukan secara berkelompok dengan cara berbagi peristiwa yang diceritakan Perhatikan contoh alat peraga untuk mendongeng berikut ini!

Simaklah cerita dongeng berikut ini! Pedagang yang Budiman Sera adalah seorang pedagang keliling. Ia ramah dan selalu gembira. Sambil menyusuri jalan ia menjajakan barang jualannya, "Barang bagus! Barang bagus! Siapa mau beli? Siapa mau beli?" Sera senang jika ibu-ibu mau membelikan anak-anak mereka barang yang bagus. Hatinya puas melihat anak-anak tersenyum bahagia. Suatu hari, saat Sera sedang menyusuri jalan, ia melihat pedagang keliling lain bernama Taro. "Pergi Sera!" seru Taro marah. "Ini jalanku! Aku lebih dulu berada di jalan ini! Kau boleh berdagang di sini setelah aku pergi!" Sera segera pindah ke jalan lain. Taro mengetuk pintu rumah pertama. Seorang gadis kecil membuka pintu.

(Diterjemahkan Oleh Tututha, dari Some Pretty Little Thing) Sumber: Bobo, 19 April 2007

Latihan I 1. Sebutkan tokoh dalam dongeng Pedagang yang Budiman serta tentukan karakter setiap tokoh! 2. Tentukan tema dari dongeng Pedagang yang Budiman!

3. Tentukan pokok-pokok cerita dari dongeng Pedagang yang Budiman1 4. Rangkailah pokok-pokok cerita menjadi cerita yang utuh dengan bahasamu sendiri! Latihan 2 Simaklah dongeng berikut, kemudian jawablah pertanyaan yang mengikutinya! Si Tanduk Panjang

Konon kata yang empunya cerita, dahulu kala binatang rusa tak mempunyai tanduk. Justru anjing yang mempunyai tanduk panjang dan bercabangcabang. Bermula dari cerita inilah kemudian rusa mempunyai tanduk panjang. Pada suatu ketika musim panas berkepanjangan tiba, hampir semua sungai kering tak berair. Semua hewan kehausan dan kelaparan karena rumput dan tanaman tidak tumbuh lagi. Hal itu juga dialami oleh sepasang rusa yang pergi mencari air dengan menyusuri bukit dan lereng-lereng gunung. Pada akhirnya, mereka menemukan sebuah sungai yang masih ada airnya. Banyak pula hewan lain yang telah berada di situ. "Sudah lama sekali kita mengembara, baru sekarang kita menemukan air di sini. Lihat, sudah banyak binatang lain yang berkumpul," kata Rusa Jantan kepada istrinya. Sumber: MB Rahimsyah Cerita Rakyat Nusantara Penerbit: Terbit Terang Surabaya. Pertanyaan: 1. Siapa sajakah tokoh-tokoh dalam cerita dongeng tersebut? 2. Bagaimanakah watak tokoh-tokoh tersebut? 3. Apa pesan yang dapat kamu ambil dari cerita dongeng tersebut?

F. Model dan Metode pembelajaran Model Pendekatan Metode G. Bahan LP 1, Spidol, alat peraga: boneka H. Alat Komputer dan LCD : Kooperatif : CTL : Quantum, Penugasan, Diskusi

I. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan Pertama No Kegiatan Alokasi Waktu A Kegiatan Elaborasi (5 menit) . 1. Guru mengucapkan salam, berdoa, Mengkondisikan kelas: menyiapkan alat 1 menit

pembelajaran dan mempresensi. 2. Memotivasi siswa sebagai kegiatan apersepsi 1 menit dengan cara menayangkan contoh cerita Dan menanyakan : Apa yang menarik dari cerita tersebut 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 2 menit 2. Guru menyampaikan prosedur pembelajaran, 1 menit (ditanyakan terlebih dahulu ke siswa. Ada yang perorangan dan ada yang kelompok). Kegiatan Kolaborasi (25 menit) 1. Siswa dibagi secara individu dan secara 1 menit) berkelompok (3-4 orang). 2. Guru membagikan lembar cerita dan lembar 1 menit) tugas yang akan dikerjakan siswa. 3. (sebelum siswa mengerjakan tugas), guru 1 menit menayangkan contoh cerita untuk

penyimpulan pokok-pokok cerita 4. Berdiskusi untuk menentukan pokok-pokok 5 menit cerita. 5 menit 5. Siswa merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang baik dan menarik 6. Siswa berlatih menceritakan peristiwa sesuai 5 menit dengan pokok-pokok yang telah disusun. 5 menit 7. Kelompok yang lain menanggapi. 2 menit

Kegiatan Konfirmasi (10 menit) 1. Siswa membuat rumusan simpulan tentang 5 menit pembelajaran yang sudah diikutinya. 2. Siswa mengungkapkan kesan terhadap 2 menit

pembelajaran yang baru berlangsung dnegan bahasa yang santun sebagai kegiatan refleksi. 3. Guru memberikan tugas rumah pada siswa 3 menit membaca cerita untuk menemukan hal-hal menarik berikutnya untuk diperiksa pertemuan

Pertemuan Kedua No Kegiatan Alokasi Waktu A Kegiatan Elaborasi (5 menit) . 1. Guru mengucapkan salam, berdoa, Mengkondisikan kelas: menyiapkan alat pembelajaran dan mempresensi. 2. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang kesiapan latihan berceritanya. 3. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya Kegiatan Kolaborasi (25 menit) 1. Guru dan siswa menyepakati format penilaian pengamatan bercerita. 2. Siswa lain menilai siswa yang tampil dengan mengisi format pengamatan. 3. Secara bergantian siswa memberikan komentar pada siswa yang tampil. 4. Siswa dan guru menentukan tiga pencerita terbaik. 5. Tiga pencerita terbaik mendapatkan penghargaan dari guru dan teman-teman. 6. Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran terkait 1 menit 3 menit 1 menit

1 menit 10 menit 5 menit 2 menit 2 menit 3 menit

kegiatan bercerita. Kegiatan Konfirmasi (10 menit) 1.

2 menit

Siswa membuat rumusan simpulan tentang 5 menit pembelajaran yang sudah diikutinya.

2.

Siswa

mengungkapkan

kesan

terhadap 3 menit

pembelajaran yang baru berlangsung dnegan bahasa yang santun sebagai kegiatan refleksi. 3. Guru memberi tugas siswa untuk melihat di TV 2 menit tentang acara bercerita dengan alat peraga

J. Sumber Penilaian Lembar kerja LP 1= kognitif:produk LP 2= kognitif proses LP 3= psikomotor LP4= afektif: perilaku berkarakter LP5= afektif : keterampilan sosial Silabus

K. Penilaian Jenis tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan : menggunakan LP 1 untuk individu : menggunakan LP 1 untuk kelompok : lembar kerja

Lampiran: Juga terdapat LP 2, LP 3, LP 4, dan LP 5. Bentuk instrumen Uraian bebas Jawaban singkat Lembar pengamatan

1.

Kemukakan pokok-pokok cerita menarik dari teks berjudul .........................karya ...........................hal................ Buku Teks berikut!

Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Siswa mengemukakan pokok-pokok cerita secara lengkap Siswa mengemukakan pokok-pokok cerita tetapi tidak lengkap Siswa tidak mengemukakan pokok-pokok cerita 2. Rangkailah pokok-pokok cerita itu menjadi urutan cerita1 Skor 2 1 0

Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Siswa menuliskan ranmgkaian cerita secara berutuan Siswa menuliskan rangkaian cerita tetapi tidak berurutan Siswa tidak menulisrangkaian cerita 3. Skor 2 1 0

Ceritakanlah secara lisan peristiwa yang menarik itu berdasarkan pokok-pokok cerita yang telah kamu susun dengan urutan yang baik dan dibantu dengan menggunakan alat peraga (properti) Rubrikpenilaian bercerita dengan alat peraga untuk diisi guru dan siswa Nama siswa : ........................................ Tanggal : ........................................ Judul cerita : ........................................ Skor

No 1 2 3 4

Aspek Kesesuaian isi/urutan Suara Pelafalan Intonasi

Deskriptor maks Isi cerita sesuai dengan pokokpokok cerita yang disusun Suara jelas dan kuat serta vokal tepat Pelafalan kata tepat dan jelas Tinggi rendah pengucapan kata sesuai makna 2 3 3 4

Peroleh an skor

5 6 7

Gesture/jeda Mimik/gerak Kesesuaian visualisasi properti

Gesture sesuai dengan intonasi Keserasian antara ekspresi wajah, sikap, gerak, dan ucapan Alat peraga/properti digunakan dengan tepat dan menambah jiwa cerita Skor maksimal

4 5

25

*Keterangan: Berilah tanda skor sesuai rentangan nilainya yaitu antara 15 pada perolehan skor siswa. Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = X skor (100.000) Ideal = ............................

Lembar Kerja Siswa (LKS) a. Lembar Kerja Siswa (LKS) Nama Kelompok Nama anggota Kelompok Hari / Tanggal : Si Tanduk Panjang Konon kata yang empunya cerita, dahulu kala binatang rusa tak mempunyai tanduk. Justru anjing yang mempunyai tanduk panjang dan bercabang-cabang. Bermula dari cerita inilah kemudian rusa mempunyai tanduk panjang. Pada suatu ketika musim panas berkepanjangan tiba, hampir semua sungai kering tak berair. Semua hewan kehausan dan kelaparan karena rumput dan tanaman tidak tumbuh lagi. Hal itu juga dialami oleh sepasang rusa yang pergi mencari air dengan menyusuri bukit dan lereng-lereng gunung. Pada akhirnya, mereka menemukan sebuah sungai yang masih ada airnya. Banyak pula hewan lain yang telah berada di situ. "Sudah lama sekali kita mengembara, baru sekarang kita menemukan air di sini. Lihat, sudah banyak binatang lain yang berkumpul," kata Rusa Jantan kepada istrinya. : :

Rusa Betina memalingkan wajahnya ke segala penjuru. "Memang tempat ini sudah ramai dikunjungi oleh binatang lainnya," kata Rusa Betina. Sepasang rusa itu kemudian turun ke sungai. Tiba-tiba Rusa Betina mengamit punggung suaminya seraya berkata, "Coba lihat ke sana! Siapa gerangan yang sedang kemari. Sungguh tampan ia, tanduknya sangat indah dan menarik. Wah, sungguh gagah sekali tampaknya." Si Rusa Jantan menoleh, memerhatikan pendatang baru yang sedang menuruni bukit menuju sungai. "Yang ke sini itu adalah Anjing. Dia sahabatku, namun sudah lama kami tak jumpa," karta Rusa Jantan. "Hai, Rusa! Mengapa engkau juga berada di sini?" tegur si Anjing kepada sahabatnya. "Ya, tak usah heran. Bukankah sekarang ini air sangat sulit diperoleh, makanan pun tak ada. Airlah yang membuat kita begini, pergi berkeliaran hingga ketemu di tempat ini," kata Rusa Jantan. Kemudian mereka turun ke sungai untuk minum melepas dahaga. Setelah minum, mereka berpencar kembali. "Mana Anjing itu tadi?" tanya Rusa Betina kepada suaminya. "Oh itu di sana! Di bawah pohon sedang beristirahat, mungkin ia masih kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh." Sahut Rusa Jantan. "Kalau begitu, marilah? Kita juga beristirahat di sana bersama dengan dia," ajak si Rusa Betina. "Ah, kamu ini. Selalu saja ketampanan si Anjing yang jadi buah mulutmu," sahut si Rusa Jantan. Tapi akhirnya mereka pergi juga, ke tempat si Anjing yang tengah beristirahat. Ketika mereka berteduh di bawah pohon besar yang tak jauh dengan si Anjing, Rusa Betina itu selalu memandangi si Anjing. Sang Rusa Jantan juga terus menerus memerhatikan tingkah laku istrinya. "Hei!" tegur si Rusa Jantan. "Kenapa kau selalu memandangi si Anjing? Sedang aku tak kau perhatikan?" tanya Rusa Jantan dengan jengkel "Tentu saja. Aku sangat mengagumi tanduk Anjing itu, sungguh tak terkatakan indahnya. Oh,......sungguh bagus sekali," jawab Rusa Betina segan memuji-muji tanduk di Anjing. "Apakah ia lebih gagah dariku?" tanya si Rusa Jantan pada istrinya. "Yah tentu saja tidak. Tetapi yang jelas tanduknya sangat bagus. Sekiranya engkau bertanduk seperti dia, pasti kau akan jauh lebih gagah daripada si Anjing" jawab Rusa Betina. Rusa Jantan terdiam sejenak. Ia berusaha mencari akal. "Lebih baik begini," katanya sesaat kemudian. Kalau kau mau lihat aku bertanduk, nanti aku meminjam tanduk si Anjing. Aku akan ke sana dulu untuk menyiasatinya." Rusa Jantan itu tampaknya termakan oleh rayuan si istrinya. Ia segera menemui si Anjing. "Hei saudara Anjing. Istriku ingin melihat kita berlomba lari," kata Rusa Jantan berbohong. Si Anjing yang tak ingin mengecewakan sahabatnya menyetujui usul itu. Mereka kemudian pergi ke tepi padang rumput untuk berlomba. "Apabila saya sudah berdiri dan mengangkat kakiku, maka mulailah kalian berdua lari" Rusa Betina memberi aba-aba. Rusa Jantan dan Anjing itu kemudian berlomba lari, ternyata, Anjing dapat dikalahkan oleh si Rusa. Si Anjing menjadi kecewa karena kekalahannya itu. Sang Rusa Jantan pun segera menghibur sambil menyiasatinya. "Begini saudara Anjing. Engkau tadi dapat ku kalahkan karena engkau memakai tanduk sehingga larimu lambat. Nah, supaya adil bagaimana kalau aku sekarang yang

memakai tanduk itu. Kemudian kita berlomba lagi." Sang Anjing segera menyetujui lagi usul sahabatnya tanpa curiga. Ia segera melepas tanduknya dan memberikannya kepada si Rusa Jantan. Kemudian Rusa Jantan memakai tanduk si Anjing yang besar dan bercabang-cabang indah itu. Segera mereka berlomba lagi. Ketika Rusa Jantan melihat si anjing berlari sekencang-kencangnya di depan, ia pun berlari terus membelok ke arah lain menjauhi si Anjing. Sementara itu, si Anjing terus berlari dan berlari. Karena merasa akan menang, ia menoleh ke belakang. Alangkah terkejutnya ketika dilihat si Rusa tidak ada di belakangnya. Sadar merasa ditipu, si Anjing berlari kembali memburu si Rusa dengan marah. Akan tetapi, karena si Rusa lebih gesit dan lincah, si Anjing tak mampu menyusulnya. Akhirnya, tanduk si Anjing dibawa lari oleh si Rusa. Itulah sebabnya hingga kini, bila Anjing melihat Rusa pasti segera mengejarnya, karena ingin mengambil kembali tanduknya yang dipinjam si Rusa. Hingga saat ini, binatang Rusa Jantan memiliki tanduk yang indah dan kukuh, membuat ia tampak lebih gagah Sumber: MB Rahimsyah Cerita Rakyat Nusantara Pertanyaan: 1. Siapa sajakah tokoh-tokoh dalam cerita dongeng tersebut? 2. Bagaimanakah watak tokoh-tokoh tersebut? 3. Apa pesan yang dapat kamu ambil dari cerita dongeng tersebut? 4. Sebutkan pokok-pokok cerita Si Tanduk Panjang! 5. Ceritakan cerita Si Tanduk Panjang dengan urutan yang baik, lafal, intonasi, gestutr, dan mimik yang tepat! Kunci Jawaban 1. Rusa jantan, Anjing dan Rusa Betina 2. Watak tokoh rusa jantan yaitu curang atau licik, watak anjing yaitu bodoh. 3. Pesan yang dapat dipetik dari certa di atas adalah jangan suka membodohi sesame hanya untuk kepentingan diri sendiri. 4. Poko-pokok certa di atas adalah : Semua binatang mengalami kekeringan sehingga merasa haus. Mereka berkumpul di suatu sungai Rusa mengajak Anjing lomb lari. Rusa menginginkan tanduk anjing dan berusaha mencari akal untuk mendapatkan tandk tersebut. Rusa mendapatkan tanduk Anjing.

Lembar Penilaian (LP) a. Lembar Penilaian Kognitif Ayo, pilihlah jawaban yang paling tepat. Kerjakanlah di buku tulismu. 1. Seorang pencerita harus memiliki gambaran penampilan peristiwa demi peristiwa dalam bercerita, yang mencakup sebagai berikut, kecuali. a. Tempat dan posisi setiap adegan bercerita b. Kejelasan pelafalan, c. Variasi atau warna suara dan intonasi setiap adegan d. Kemampuan bercerita 2. Manfaat bercerita menggunakan alat peraga adalah sebagai berikut, kecuali. a. Mengganggu konsentrasi pencerita pada saat bercerita b. Menambah daya imajinatif c. Bererita lebih leluasa mengekspresikan perasaan d. Memudahkan pencerita menampilkan watak tokoh yang diperagakan 3. Bacalah kutipan dongeng ini baik-baik baik sekali paman, terima kasih.kots memsng tidsk boleh membiarkan hama apapun menyerang tanaman rakyat, terutama padi. Bila tanaman mereka habis dimakan hama, mereka akan menderita kelaparan. Jika mereka kelaparan seisi negeri pun akan kacau. Kita harus menghindarkan diri jauh-jauh dari keadaan seperti itu, ucapnya tegas. Watak tokoh pada kutipan dongeng tersebut adalah. a. Pemimpin yang rakus b. Pemimpin yang ramah c. Pemimpin yang bijaksana d. Pemimpin yang sombong 4. Bacalah kembali kutipan dongeng di bawah ini benar sekali, baginda Ratu. Sebagian mereka itu merupakan saka guru perekonomian negeri kita. Kalau saka gurunya kuat, negeranya pun akan makmur. Akan tetapi kalau sebaliknya, tentu keadaan negeri pun akan kacau dan hancur. Ampun seribu ampun Baginda Ratu, ini hanya omong kosong hamba saja, hehe., Tema kutipan dongeng tersebut adalah. a. Situasi keamanan kerajaan b. Keadaan perekonomian kerajaan c. Siasat menghadapi ekonomi kerajaan d. Peran Patih dalam perekonomian 5. Perhatikan langkah-langkah berikut; (3) menentukan ide pokok cerita, (4) menentukan peristiwa-peristiwa beserta tokoh dan karakter yang terlibat, (1) merangkai peristiwa (2) membaca cerita Urutan langkah yang kamu lakukan sebelum bercerita adalah. a. (3)-(4)-(1)-(2) c. (2)-(1)-(4)-(3) b. (2)-(1)-(3)-(4) d. (2)-(4)-(3)-(1)

LP 4 = Afektif: Perilaku Berkarakter PETUNJUK: Berikan penilaian atas setiap perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut: A = sangat baik C = Menunjukkan kemajuan B = memuaskan D = memerlukan perbaikan

FORMAT PENGAMATAN PERILAKU BERKARAKTER

No. 1 2 3 4 5

Rincian Tugas Kinerja (RTK) Konsentrasi Kerja sama Jujur Bertanggung jawab Teliti

Memerlukan perbaikan (D)

Menunjukkan Kemajuan (C)

Menuaskan (B)

Sangat Baik (A)

Hari, Tanggal: Guru/Pengamat, (..)

LP 5 = Afektif: Keterampilan Sosial


PETUNJUK: Berikan penilaian atas setiap keterampilan sosial siswa menggunakan skala berikut: A = sangat baik C = Menunjukkan kemajuan B = memuaskan D = memerlukan perbaikan

FORMAT PENGAMATAN KETERAMPILAN SOSIAL

No.

Rincian Tugas Kinerja (RTK) Bertanya dengan bahasa yang santun

Memerlukan perbaikan (D)

Menunjukkan Kemajuan (C)

Memuaskan (B)

Sangat Baik (A)

2 3

Menyumbang ide Membantu teman yang mengalami kesulitan Menghargai pendapat orang lain

Bengkulu, Desember 2011 Praktikan Pengalaman Lapangan (PPL) Mengetahui Guru pamong Praktikan

Hj. Suparmi S.Pd. NIP. 19620431985012001

Titis Sri Lestari (A1A008035)

MENGUJI SAHABAT SEJATI

Rara adalah seorang putri di sebuah kerajaan. Parasnya cantik dan sikapnya santun. Ia pun tak sombong. Banyak yang suka padanya. Tak heran bila ia mempunyai banyak teman. Namun, Putri Rara masih ragu. Jangan-jangan mereka berteman dengannya hanya karena ia seorang putri raja. Putri Rara sedih memikirkannya. Ia ingin memiliki seorang sahabat yang bisa ia percaya. Tempat ia berbagi suka dan duka. Sahabat yang tak pernah iri. Bagaimana cara untuk mengetahuinya? Tak mungkin bila ia harus menanyakan langsung pada teman-temannya satu persatu. Mereka pasti akan menjawab, bahwa merekalah sahabat sejatinya. Namun, tanpa bertanya pun, tak mungkin. Putri Rara kan, tak bisa membaca bisiskan hati mereka. Suatu pagi, setelah mandi. Putri Rara bercermin. Ia tersenyum. Ada noda tinta di hidungnya. Pasti bekas semalam ia menulis. Ketika melihat noda itu, Ah aku ada akal ! guman Putri Rara gembira. Putri Rara sengaja tak menghapus noda itu. Ia berpura-pura tak tahu kalau ada tinta di hidungnya. Hari ini ia akan menguji ketulusan teman-temannya. Ada tujuh putri bangsawan yang selalu berada di dekatnya. Mereka bermain dan belajar bersama. Hari ini, Putri Rara dan ketujuh temannya akan belajar menulis puisi. Putri Rara memasuki ruangan belajar. Teman-temannya menyambut hangat. Hangat ada enam putri yang hadir, karena Luna sedang sakit flu. Sepanjang pelajaran, Putri Rara memperhatikan wajah sahabat-sahabatnya. Mereka tampak tekung mendengarkan guru puisi mereka. Putri Rara heran, apakah noda tinta itu sudah hilang? Ah, tanpa cermin pun, Putri Rara bisa melihat kalau noda hitam itu masih ada di ujung hidungnya. Ia langsung bersedih. Keenam temannya, bahkan guru puisinya, telah tak jujur padanya. Ketika Putri Rara pamit sebentar ke kamar mandi, didengarnya suara tawa. Tawa keenam teman dan guru puisinya. Betapa sedihnya hati Putri Rara, karena ia tahu mereka menertawakan dirinya. Ternyata ia tak mempunyai sahabat sejatinya. Apa itu di wajahmu, Putri Rara? ujar Luna dari tempat tidurnya, saat Putri Rara datang menjenguk. Mari kubersihan. Luna tertatih-tatih turun dari tempat tidurnya, menuju kamar mandi. Ia membasahi sapu tangan kesayangannya dan membasuh hidung Putri Rara, sampai noda itu menghilang. Putri Rara menagis terharu. Terharu ia masih mempunyai sahabat. Luna lah sahabat sejatinya. Sahabat yang tak akan mentertawakannya di belakang, saat ia mempunyai cela.

TUGAS !!! 1. Bacalah cerita di atas! 2. Tentukan pokok-pokok cerita tersebut! 3. Rangkailah pokok-pokok cerita di atas, sehingga menjadi cerita yang menarik dengan kata-kata mu sendiri ! 4. Majulah ke depan dan ceritakan kembali cerita mu tadi, dengan menggunakan urutan yang baik, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat !

PUDING ROTI BUAYA

Tetanggaku menikahkan anaknya, pernikahan itu memakai adat betawi. Salah satu hantarannya adalah roti buaya. Aku penasaran. Seperti apa sih, roti buaya itu? Kubuka bungkusannya. Ibu mendapat bagian ekornya. Serasa memegang balok kayu. Kucubit sedikit roti itu dan kumakan. Ukh, rasanya hambar.tidak selezat bolu panggang buatan ibuku. Aku jadi tak berminat lagi untuk menikmatinya. Tampaknya seluruh anggota keluarga merasakan hal yang sama. Karena keesokan siangnya, roti buaya itu masih utuh seperti semula. Wah, kasihan sekali nasibmu. Disia-siakan, ujarku sambil mencomot onde-onde di sebelah roti buaya itu. Lalau aku meleset pergi. Hari ini aku les bahasa inggris. Di tempat les, aku belajar tentang makanan. Ada sandwich, ada fried chicken, ada juga fried rice. Aku jadi teringat pada roti buaya nan malang itu. Kalau sampai malam ini belum ada juga yang memakannya, roti itu pasti akan terbuang. Sepulang les, aku mendapat ide untuk menyelamatkan roti buaya itu. Aku akan mengolahnya kembali, agar menjadi enak. Aku menamakan resep temuanku ini, puding roti buaya. Selesai mandi dan berdandan rapi, aku bergegas ke dapur. Kubuat segelas susu kental manis. Kucelupkan roti buaya kedalam susu itu agar menjadi lunak. Lalu kudidihkan air dan kumasukkan agar-agar serta gula. Ketika agar-agar hampir matang, kumasukkan roti yang telah lumat. Setelah agar-agar matang. Kutuangkan kedalam loyang. Puding itu lalu kudinginkan, agar bisa dinikmati besok pagi. Saat agar-agarnya sudah mengeras. Aku berharap semoga puding ini rasanya seenak yang kubayangkan. Saat pagi tiba, aku segera menengok puding eksperimenku. Kupotong sedikit dan kucicipi. Wow! Rasanya enak sekali. Dan seluruh anggota keluarga menyukainya. Bukitnya, puding roti buaya ludes dimakan mereka. Aku tersenyum bangga. Akhirnya buaya itu, eh maksudku, roti buaya itu, tidak jadi terbuang percuma.

TUGAS !!! 1. Bacalah cerita di atas! 2. Tentukan pokok-pokok cerita tersebut! 3. Rangkailah pokok-pokok cerita di atas, sehingga menjadi cerita yang menarik dengan kata-kata mu sendiri ! 4. Majulah ke depan dan ceritakan kembali cerita mu tadi, dengan menggunakan urutan yang baik, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat !