Anda di halaman 1dari 20

KARAKTERISTIK SYARIAT ISLAM

Karakteristik Syariat Islam


a. b. c. d. e. f. Teistis (Rabbaniyyah) Etis (Akhlaqiyyah) Realistis (Al-Waqiiyyah) Humanistis (Al-Insaiyyah) Keteraturan (Al-Tanasuq) Komprehensif (Al-Syumul)

A. Teistis (Rabbaniyyah)
Kekhasan syariat islam dibandingkan undangundang lain adalah sifatnya yang teistis (rabbaniyyah) atau religius (diniyyah). Kesucian perundang-undangan tidak tertandingi. Allah SWT berfirman :

Oleh karena syariat dan perundangan-undangan islam bersifat teistis (rabbaniyah), maka tidak ada alasan bagi orang muslimpun untuk menolaknya, baik dalam posisinya sebagai subjek hukum(hakim) maupun sebagai objek hukum (mahkum). Allah SWT berfirman :

Realisasi rabbaniyyah terhadap manusia dalam melaksanakan syariat islam disertai dalil dan contohnya

Sifat teistis (rabbaniyah) syariat dan perundang-undangan islam membuat islam mau menghormati, menerima, melaksanakan, menaatinya. Hal ini tidak dijumpai dalam perundang-undangan manusia. Allah SWT berfirman :

B. ETIS (Akhlaqiyyah)
Sebagaimana syariat islam menjadi istimewa karena bersifat teistis (rabbaniyyah), ia juga istimewa karena memperhatikan masalah akhlak (moral, etika) dan seluruh aspeknya. Sesuai sabda Rasulullah sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia

Jelas sekali perbedaan antara syariat dengan perundang-undangan lain. Perundangundangan memprioritaskan hak-hak, sedangkan syariat memprioritaskan kewajiban-kewajiban.

Contoh untuk pelanggaran-pelanggaran tertentu, syariat menetapkan sanksi hukum yang pada tahap pertama diserahkan pada hati dan ketakwaan pelakunya, bukan pada hakim dan lembaga peradilan. Sebagaimana firman Allah SWT :

Contoh lain, denda membunuh seorang mukmin atau kafir dzimmi (kafir yang berada dibawah perlindungan penguasa muslim) tanpa sengaja dengan memerdekakan seorang hamba sahaya. Jika tidak sanggup Allah berfirman,

Salah satu bukti sifat etis syariat adalah memelihara adealisme moral dengan membatasi pertimbangan akal dalam menjaga tatanan dan sistem suatu masyarakat. Buraidah meriwayatkan apabila Rasulullah mengangkat seorang panglima untuk memimpin pasukan, beliau memberikan wasiat khusus kepadanya supaya bertaqwa kepada Allah dan kepada orang-orang muslim yang ikut bersamanya untuk melakukan kebaikan. Berpeganglah kalian, jangan berbuat curang, jangan melanggar janji, jangan menakut-nakuti, dan jangan membunuh anak-anak:. (HR.Muslim dari Abu Dawud dan Al-Nasai).

Realisasi Akhlaqiyyah terhadap manusia dan melaksanakan syariat islam disertai dalil dan contoh

C. REALISTIS (Al-Waqiiyyah)
Keistimewaan lain yang dimiliki syariat islam adalah bersifat realistis. Perhatiannya terhadap idealisme