Anda di halaman 1dari 3

Asuhan keperawatan klien perilaku kekerasan

Perawat yang bekerja di tempat-tempat seperti ruang emergensi,area perawatan kritis,dan pusat trauma,sering merawat klien-klien yang mengamuk dan berprilaku yang membahayakan dirinya sendiri,orang lain,dan petugas kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting bagi perawat memiliki keterampilan untuk menanganinya, Klien yang diterima di unit psikiantri,biasanya dalam keadaan krisiskarena koping mereka sudah tidak efektif. Selama masa-masa stress klien,sering terjadi perilaku agresif atau melukai.sebagai perawat jiwa,tetunya waktunya lebih banyak dihabiskan bersama klien-klien seperti ini dibandingkan dengan profesi lain. Hal ini lebih memungkinkan perawat-perawat jiwa dilibatkan dalam pecegahan dan penanganan perilaku agresif.namun lebih berisiko pula menjadi korban dari perilaku klien.karena alas an tersebut, maka mahasiswa sebagai calon perawat,harus dapat mengkaji klien dengan resiko perilaku kekerasan da mengintervensinya secara efektif sebelum,selama,dan setelah episode agresif klien. Perawat perlu berkomunikasi dengan klien untuk memahami kejadian apa yang dianggapnya telah membuat dirinya marah.kita tahu bahwa marah hanyalah salah satu kemungkinan respon emosional dari stressor internal atau eksternal(beberapa orang meresponya dengan depresi atau menarik diri).lihat kembali bagaimana proses terjadinya marah. A. Konsep perilaku kekerasan 1. Pengertian perilaku kekerasan Petricia D.Barry (1998:140,) menyatakan: Agression: An emotion compounded of frustration and hate or rage.it is an emotion deeplyrooted in every one of us,a vital part of our emotional being that must be either projected outward on the environment or inward,destructively,on the self. Suatu keadaan emosi yang merupakan campuran perasaan frustasi dan benci atau marah.hal ini didasari keadaan emosi secara mendalam dari setiap orang sebagai bagian penting dari keadaan emosianal kita yang dapt di proyeksikan ke lingkungan,ke dalam diri atau secara destruktif. Agresif berkaitan dengan trauma pada masa anak pada saat merasa lapa,kedinginan,basah,atau merasa tidak nyaman.bila kebutuhan tersebut tidak frontal(untuk pemikiran rasional), dan lobus temporal (untuk interpretasi indera penciuman dan memori). Neurotransmitter yang sering dikaitkan dengan perilaku agresif:serotonin,dopamin norepinephriene,acetikolin,dan asam amino GABA. Faktor-faktor yang mendukung: 1. Masa kanak-kanak yang tidak menyenagkan; 2. Sering mengalami kegagalan;

3. Kehidupan yang penuh tindakan agresif; 4. Linkungan yang tidak kondusif (bising,padat). Faktor presipitasi Secara umum,sesorang akan berespon dengan marah apabila merasa dirinya terancam.ancaman tersebut dapat berupa injury secara psikis,atau lebih dikenal dengan adanya ancaman terhadap konsep diri seseorang.ketika seorang merasa terancam,mungkin dia tidak menyadari sama sekali apa yang menjadi sumber kemarahannya.oleh karena itu,baik perawat maupun klien harus bersama sama mengindetifikasaikan.ancaman dapat berupa internal ataupun eksternal. Contoh stressor eksternal: serangan secara psikis,kehilangan hubungan yang di anggap bermakna,dan adanya kritikan dari orang lain. Sedangkan contoh dari stressor internal: merasa gagal dalambekerja,merasa kehilangan orang yang dicintai,dan ketakutan terhadap penyakit yang diderita. Bila dilihat dari sudut perawat-klien,maka factor yang mencetuskan terjadinya perilaku kekerasan terbagi dua,yakni: 1. Klien: kelemahan fisik,keputusan,ketidakberdayaan,kurang percaya diri. 2. Lingkungan : rebut, kehilangan orang/objek yang berharga,konflik interaksi social. B. Peran perawat dalam perilaku kekerasan Asuhan keperawatan Pengkajian Seorang perawat harus berjaga-jaga terhadap adanya peningkatab angitasi pada klien,hirarki agresif dan kekerasan. Disamping itu,perawat harus mengkaji pula efek klien yang berhubungan dengan perilaku agresif. Kelengkapan pengkajian dapat membantu perawat: Membangun hubungan yang terapeutik dengan klien. Mengkaji perilaku klien yang berpontensial kekerasan. Mengembangkan suatu perencanaan. Mengimplimentasikan perencanaan. Mencegah perilaku agresif dan kekerasan dengan terapi milleu.

Dan bila klien dianggap hendak melakukan kekerasan,maka perawat harus: 1) Melaksanakan prosedur klinik yang sesuai untuk melindungi klien dan tenaga kesehatan. 2) Beritau ketua tim 3) Bila perlu,minta bantuan keamanan. 4) Kaji lingkungan dan buat perubahan yang perlu. 5) Beri tahu dokter dan kaji dan kaji PRN untuk pemberian obat.

Perilaki yang berhubungan dengan agresif: Angitasi motorik:bergerak cepat,tidak mampu duduk diam,memukul dengan kayu kuat,mengapit kuat, respirasi meningkat,membentuk aktifitas motorik tiba-tiba(katatonia) Verbal: mengancam pada obyek yang tidak perhatian,menunjukkan adanya delusi atau pikiran paranoid. nyata,mengacau minta

Afek:marah,permusuhan,kecemasan yang ekstrim,mudah terangsang,euphoda tidak sesuai atau berlabihan,afek labil. Tingkat kesadarn: bingung,status mental berubah tiba-tiba,disorientasi, kerusakan memori,tidak mampu dialihkan. Perawat dapat mengimplesikan berbagai intervensi untuk mencegah dan memenej perilaku agresif.intervensi dapat melalui rentang intervensi keperawatan.

Strategi preventif Kesadaran diri Pendidikan klien Latihan asertif

strategi antisipatif komunikasi perubahan lingkungan tindakan perilaku psikofarmakologi

strategi pengurungan managemen krisis seclusion,restrains

Kesadaran diri