Anda di halaman 1dari 23

Angka Indeks

VII. ANGKA INDEKS


A. Pengertian Angka Indeks Angka indeks atau indeks adalah angka yang dipakai sebagai alat perbandingan dua atau lebih kegiatan yang sama untuk kurun waktu yang berbeda. Angka indeks memiliki satuan persen (%), namun dalam prakteknya jarang atau hampir tidak pernah disertakan. 1. Periode atau Waktu Dasar Periode atau waktu dasar adalah periode yang dipakai sebagai dasar dalam membandingkan kegiatan tersebut. Periode dasar biasanya dinyatakan dalam angka indeks, sebesar 100. 2. Periode atau Waktu Berjalan Periode atau waktu berjalan adalah periode yang dipakai yang sedang berjalan atau periode yang diperbandingkan dalam kegiatan tersebut. Periode berjalan disebut juga periode bersangkutan. Cotoh: Jika penduduk Indonesia pada tahun 2010 = 220.000.000 juta, dan tahun 2011 = 230.000.000 juta, maka:
a. Untuk periode dasar 2010, didapat: Indeks penduduk Indonesia 2010 = 220 .000 .000 100% = 100% Indeks penduduk Indonesia 2011 = 220 .000 .000 100% = 104,55% Terjadi kenaikan jumlah penduduk = 104,55% - 100% = 4,55% b. Untuk periode dasar 2011, didapat: Indeks penduduk Indonesia 2011 = 230 .000 .000 100% = 100% Indeks penduduk Indonesia 2010 = 230 .000 .000 100% = 95,65% Terjadi penurunan jumlah penduduk = 100% - 95,65% = 4,35%
220 .000 .000 230 .000 .000 230 .000 .000 220 .000 .000

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

B. Jenis-Jenis Angka Indeks 1. Berdasarkan Penggunaan


a. Indeks harga (price index)

Indeks harga adalah angka indeks yang dipakai untuk mengukur atau menunjukkan perubahan harga barang, baik satu barang maupun sekumpulan barang. Indeks harga ini adalah persentase kenaikan atau penurunan harga barang tersebut. Contoh:
(1) Indeks harga konsumen (2) Indeks harga perdagangan besar (3) Indeks harga yang dibayarkan dan diterima petani b. Indeks kuantitas (quantity index)

Indeks kuantitas adalah angka indeks yang dipakai untuk mengukur kuantitas suatu barang atau sekumpulan barang, baik yang diproduksi, dikonsumsi, maupun dijual. Contoh:
(1) Indeks produksi beras (2) Indeks konsumsi kedelai (3) Indeks penjualan jagung c. Indeks nilai (value index) Indeks nilai adalah angka indeks yang dipakai untuk melihat perubahan nilai dari suatu barang atau sekumpulan barang, baik yang dihasilkan, diimpor, maupun diekspor. Contoh: (1) Indeks nilai ekspor kopra (2) Indeks nilai impor beras

2. Berdasarkan Cara Penentuannya


a. Indeks tidak tertimbang Indeks tidak tertimbang adalah angka indeks yang dalam pembuatannya tidak memasukkan factor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya angka indeks. b. Indeks tertimbang

Indeks tertimbang adalah angka indeks yang dalam pembuatannya memasukkan factor-faktor yang mempengaruhi (penimbang) naik turunnya angka indeks.
c. Indeks rantai Indeks rantai adalah angka indeks yang disusun berdasarkan interval-interval waktu yang berurutan atau angka indeks yang dipakai untuk membandingkan suatu waktu tertentu dengan waktu kapan saja sebagai waktu dasar.

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

C. Cara Penentuan Angka Indeks 1. Indeks harga a. Indeks harga tidak tertimbang
(1) Metode angka relative

,0

100 0

Di mana: I t,0 = indeks harga pada periode t dengan periode dasar 0 Pt = harga pada periode t P0 = harga pada periode dasar Contoh soal: Harga rata-rata (Rp/kg) beberapa komoditas pertanian di Jakarta dari tahun 1990 sampai 1994 disajikan dalam tabel berikut.
Komoditas Kacang Kedelai Kacang Hijau Kentang Jagung Kuning 1990 3.090 3.575 2.482 1.169 1991 3.474 4.262 2.785 1.319 1992 3.568 4.898 2.724 1.737 1993 4.146 5.809 3.578 1.831 1994 5.336 6.232 2.964 1.919

Dari data tersebut, tentukan indeks harga kentang dengan metode angka relative tahun 1991 dan 1994 dengan peride dasar 1990. Penyelesaian: Untuk tahun 1991: I91/90 = 91 100
90

= 2.482 100 = 112,2 Untuk tahun 1994: I94/90 = 94 100


90

2.785

2.964 2.482

100 = 119,42

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

(2) Metode agregat

,0

100 0

Di mana: = jumlah seluruh harga pada periode t 0 = jumlah seluruh harga pada periode dasar Contoh soal: Harga rata-rata sembako di pasar pedesaan seluruh Pulau Jawa dan Madura selama tahun 1976 1978 disajikan pada tabel berikut.
Jenis barang Beras Ikan Asin Minyak kelapa Gula pasir Garam Minyak tanah Sabun cuci Tekstil Batik Jumlah Satuan Kg Kg Botol Kg kg Liter Batang Meter lembar 1976 134,15 320,41 180,39 190,79 29,29 27,21 62,68 244,25 2.023,98 3.213,15 Harga 1977 139,87 356,57 234,26 203,54 26,98 28,59 71,12 259,10 2.173,26 3.493,29 1978 149,67 382,38 269,76 225,75 26,70 29,90 75,12 268,65 2.255,55 3.683,48

Dari data tersebut, tentukan indeks harga dengan metode agregat untuk tahun 1978 dengan periode dasar 1976. Penyelesaian: 78,76 78,76
=

78 100 76 100= 114,64

3.683 ,48 = 3.213 ,15

(3) Metode rata-rata relative

,0 =

0 100

Di mana: K = banyaknya barang

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

Contoh soal: Jika kita gunakan data yang ada pada tabel di atas, maka diperoleh indeks angka relative sebagai berikut:
Jenis barang Beras Ikan Asin Minyak kelapa Gula pasir Garam Minyak tanah Sabun cuci Tekstil Batik Jumlah Satuan Kg Kg Botol Kg kg Liter Batang Meter lembar 1976 134,15 320,41 180,39 190,79 29,29 27,21 62,68 244,25 2.023,98 3.213,15 Harga 1977 139,87 356,57 234,26 203,54 26,98 28,59 71,12 259,10 2.173,26 3.493,29 1978 149,67 382,38 269,76 225,75 26,70 29,90 75,12 268,65 2.255,55 3.683,48 Indeks angka relative (1976) 111,57 119,34 149,54 118,32 91,16 109,87 119,85 109,99 111,44 1.041,08

Jika indeks rata-rata relative tahun 1976 merupakan rata-rata hitung dari indeks angka relative keseluruhan barang, maka indeks rata-rata relatifnya adalah: Indeks rata-rata relative = Indeks rata-rata relative =
( ) 1.041 ,08 9

= 115,67

b. Indeks harga tertimbang Dalam penentuan indeks harga tertimbang, penimbang yang sering digunakan adalah kuantitas barang yang diproduksi, dijual, dan dikonsumsi.
(1) Metode agregat sederhana tertimbang

,0 =

. 100 0 .

Di mana: W = nilai tertimbang


(a) Metode Laspeyres Dalam menentukan indeks agregat sederhana tertimbang Laspeyres dipakai penimbang kuantitas pada periode dasar.

,0 =

. 0 100 0 . 0

Di mana: ILt,0 = indeks Laspeyres


D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

Pt = harga pada periode t P0 = harga pada periode dasar Q0 = kuantitas pada periode dasar Contoh soal: Data berikut adalah harga (Rp/kwt) dan kuantitas (Kwt) perdagangan besar beberapa komoditas pertanian selama 1993 1995 (Rp/kwintal): Jenis barang Kacang tanah Ketela rambat Kentang Penyelesaian:
Jenis barang K Tanah K. Rambat Kentang Jumlah P93 86.327 9.088 35.805 P94 100.242 11.055 30.142 P95 118.622 6.976 29.402 Q93 65 45 74 P93.Q93 5.611.255 408.960 2.649.570 8.669.785 P94.Q93 6.515.730 497.475 2.230.508 9.243.713 P95.Q93 7.710.430 313.920 2.175.748 10.200.098

Harga (Rp/kwt) 1993 1994 1995 86.327 100.242 118.622 9.088 11.055 6.976 35.805 30.142 29.402

Kuantitas Penjualan 1993 (kwt) 65 45 74

95,93 = =

95 . 93 100 93 . 93 10.200.098 100 8.669.785

= 1,1765 100 = 117,65


(b) Metode Paasche Dalam menentukan indeks agregat sederhana tertimbang Paasche dipakai penimbang kuantitas pada periodeberjalan.

,0 =

. 100 0 .

Di mana: IP t,0 = indeks Paasche Pt = harga pada periode t P0 = harga pada periode dasar Q t = kuantitas barang pada periode t Contoh soal: Tentukan indeks Paasche dari data berikut untuk tahun 1995 dengan tahun dasar 1993 jika kuantitas penjualan tahun 1995 berturut-turut untuk ketiga hasil pertanian tersebut adalah 80 kwt, 52 kwt, dan 95 kwt.
D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

Jenis barang K Tanah K. Rambat Kentang Jumlah

P93 86.327 9.088 35.805 -

P95 118.622 6.976 29.402 -

Q95 80 52 95 -

P93.Q95 6.906.160 472.576 3.401.475 10.780.211

P95.Q95 9.489.760 362.752 2.793.190 12.645.702

95,93 = =

95 . 95 100 93 . 95 12.645.702 100 10.780.211

= 1,1730 100 = 117,30


(c) Metode Drobisch

Metode Drobisch merupakan penggabungan antara metode Laspeyres dan metode Paasche dengan mengambil rata-rata hitungnya. ,0 = ,0 + ,0 2

Di mana: ID t,0 = indeks Drobisch IL t,0 = indeks Laspeyres IP t,0 = indeks Paasche Contoh soal: Tentukan indeks Drobisch dengan menggunakan data pada tabel sebelumnya untuk tahun 1995 dan tahun dasar 1993. Penyelesaian: Dari perhitungan diketahui: IL 95,93 = 117,65 IP 95,93 = 117,30 95,93 = = = 95,93 + 95,93 2 117,65 + 117,30 2 234,94 2

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

= 117,47
(d) Metode Fischer

Metode Fischer merupakan penggabungan antara metode Laspeyres dan metode Paasche dengan mengambil rata-rata ukurnya. ,0 = ,0 . ,0

Contoh soal: Dengan menggunakan data yang sudah ada, buatlah indeks Pischer untuk tahun 1995 dengan tahun dasar 1993. Penyelesaian: Dari perhitungan dengan metode Laspeyres dan metode Paasche diketahui: IL 95,93 = 117,65 IP 95,93 = 117,30 95,93 = = = 95,93 . 95,93 117,65 (117,30) 13.800,345

= 117,47
(e) Metode Marshal-Edgeworth Metode ini menggunakan enimbang total kuantitas dari periode berjalan dengan periode dasar.

,0 =

(0 + ) 100 0 (0 + )

Contoh soal: Tentukan indeks Marshal-Edgeworth dari data sebelumnya untuk tahun 1995 dengan tahun dasar 1993. Penyelesaian:
Jenis barang K Tanah K. Rambat Kentang Jumlah P93 86.327 9.088 35.805 P95 118.622 6.976 29.402 Q93 65 45 74 Q95 80 52 95 Q93+Q95 145 97 169 P93(Q93+Q95) 12.517.415 881.536 6.051.045 19.449.996 P95(Q93+Q95) 17.200.190 676.672 4.968.938 22.845.800

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

95,93 = =

95 (93 + 95 ) 100 93 (93 + 95 ) 22.845.800 100 19.449.996

= 1,1746 100 = 117,46


(2) Metode rata-rata tertimbang

Metode rata-rata tertimbang juga merupakan pengembangan dari metode angka relative, yaitu dengan member timbangan pada angka relative. Pemberian timbangan menggunakan prinsip rata-rata hitung, sedangkan penimbang biasanya berupa nilai yang dikonsumsi atau dijual atau diproduksi. 0 100

,0 =

Di mana: ,0 = indeks rata-rata tertimbang W = penimbang Oleh karena penimbang dapat berupa nilai pada periode dasar atau nilai pada periode berjalan, maka rumus di atas dapat diubah menjadi dua rumus, yaitu rumus dengan menimbang nilai barang pada periode dasar dan rumus dengan penimbang nilai barang pada periode berjalan.
(a) Untuk nilai pada periode dasar (rata-rata tertimbang dengan rumus Laspeyres)

,0 =

0 0 . 0 100 0 . 0

(b) Untuk nilai pada periode berjalan (rata-rata tertimbang dengan rumus Paasche)

,0 =

0 . 100 .

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

Contoh soal: Dengan menggunakan data yang sudah ada, buatlah indeks rata-rata tertimbang untuk tahun 1995 dengan waktu dasar tahun 1993. Gunakan rumus Laspeyres dan rumus Paasche. Penyelesaioan:
Jenis barang K Tanah K. Rambat Kentang Jumlah P93 86.327 9.088 35.805 P95 118.622 6.976 29.402 Q93 65 45 74 Q95 80 52 95 95 93 1,37 0,77 0,82 P93Q93 5.611.255 408.960 2.649.570 8.669.785 P95Q95 9.489.760 362.752 2.793.190 12.645.702
95 93

P93Q93

95

P Q 93 95 95 13.000.971,20 279.319,04 2.290.415,80 15.570.706,04

7.687.419,35 314.899,20 2.172.647,40 10.174.965,95

Indeks rata-rata tertimbang dengan menggunakan rumus Laspeyres: 95 93 93 . 93 100 93 . 93 10.174.965,95 100 8.669.785

95,93 = =

= 1,1736 x 100 = 117,36

Indeks rata-rata tertimbang dengan menggunakan rumusPaasche: 95 93 95 . 95 100 95 . 95 15.570.706,04 100 12.645.702

95,93 = =

= 1,2313 100 = 123,13

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

10

Angka Indeks

2.

Indeks kuantitas
a. Indeks kuantitas tidak tertimbang (1) Metode angka relative

,0 =

100 0

(2) Metode agregat

,0 =

100 0

(3) Metode rata-rata relative

,0 =

0 100

b. Indeks kuantitas tertimbang (1) Metode Laspeyres

,0 =

. 0 100 0 . 0

(2) Metode Paasche

,0 =

. 100 0 . ,0 + ,0 2 ,0 . ,0

(3) Metode Drobisch

,0 =

(4) Metode Fischer

,0 =

(5) Metode Marshal-Edgeworth

,0 =

(0 + ) 100 0 (0 + )

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

11

Angka Indeks

(6) Metode rata-rata tertimbang (a) Menggunakan rumus Laspeyres

,0 =

0 . . 0 100 0 . 0

(b) Menggunakan rumus Paasche

,0 =

0 . . 100 .

Contoh soal: Berikut ini adalah data mengenai kuantitas konsumsi dan harga eceran tiga jenis barang tahun 1994 dan 1995.
Jenis barang X Y Z Produksi (unit) 1994 44 125 86 1995 65 174 134 Harga (Rp/unit) 1994 25 75 40 1995 50 100 60

Dari data tersebut, tentukan:


1) Indeks kuantitas relative barang Y tahun 1994, jika tahun dasar 1995. 2) Indeks kuantitas rata-rata relative tahun 1995, jika tahun dasar 1994. 3) Indeks kuantitas Laspeyres tahun 1995, jika tahun dasar 1994. 4) Indeks kuantitas Paasche tahun 1995, jika tahun dasar 1994. 5) Indeks Marshal-Edgeworth 1995, jika tahun dasar 1994. 6) Indeks rata-rata tertimbang kuantitas relative tahun 1994 dengan rumus Laspeyres dan Paasche.

Penyelesaian:
1) Indeks kuantitas relative barang Y tahun 1994 dengan tahun dasar 1995:

()94,95 =

94 100 95

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

12

Angka Indeks

125 100 174

= 0,7184 100 = 71,84


2) Indeks kuantitas rata-rata relative tahun 1995 dengan tahun dasar 1994:
Jenis barang X Y Z Jumlah Indeks angka reltif 1995 147,73 139,20 155,81 442,74

95,94 =

( ) = 442,74 3

= 147,58 3 dan 4) Penyelesaian Indeks Laspeyres dan indeks Paasche dengan menggunakan tabel berikut:
Jenis barang X Y Z Jumlah Q94 44 125 86 Q95 65 174 134 P94 25 75 40 P95 50 100 60 Q95P94 1.625 13.050 5.360 20.035 Q94P94 1.100 9.375 3.440 13.915 Q95P95 3.250 17.400 8.040 28.690 Q94P95 2.200 12.500 5.160 19.860

3) Indeks kuantitas Laseyres 1995 dengan tahun dasar 1994:

95,94 =

95 . 94 100 94 . 94 = 20.035 100 13.915

= 1,4398 100 = 143,98

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

13

Angka Indeks

4) Indeks kuantitas Paasche 1995 dengan tahun dasar 1994:

95,94 =

95 . 95 100 94 . 95 = 28.690 100 19.860

= 1,4446 100 = 144,46


5) Indeks Marshal-Edgeworth 1995 dengan tahun dasar 1994:
Jenis barang X Y Z Jumlah Q94 44 125 86 Q95 65 174 134 P94 25 75 40 P95 50 100 60 P94+P95 75 175 100 Q95(P94+P95) 4.875 30.450 13.400 48.725 Q94(P95+P95) 3.300 21.875 8.600 33.775

95,94 = =

95 (94 + 95 ) 100 94 (94 + 95 ) 48.725 100 33.775

= 1,4426 100 = 144,26


6) Indeks rata-rata tertimbang kuantitas relative tahun 1995 dan tahun dasar 1994 dengan menggunakan Laspeyres dan Paasche:
Jenis barang X Y Z Jumlah Q94 44 125 86 Q95 65 174 134 P94 25 75 40 P95 50 100 60 95 94 1,48 1,39 1,56 Q94P94 1.100 9.375 3.440 13.915 Q95P95 3.250 17.400 8.040 28.690
95 94

94 .P94

95 94

Q95.P95

1.628,00 13.031,25 5.366,40 20.025,65

4.810,00 24.186,00 12.542,40 41.538,40

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

14

Angka Indeks

Metode Laspeyres: 95 94 . 95 . 94 100 94 . 94 20.025,65 100 13.915

()95,94 = ()95,94 =

()95,94 = 1,4391 100 ()95,94 = 143,91 Metode Paasche: 95 94 . 95 . 95 100 95 . 95 41.538,4 100 28.690

()95,94 = ()95,94 =

()95,94 = 1,4478 100 ()95,94 = 144,78 3. Indeks produktivitas Indeks produktivitas adalah indeks yang dipakai untuk mengukur tingkat efektifnya factor yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa yang ekonomis, atau indeks yang dipakai untuk mengukur rasio antara output dan input. = () 100 (0)

Contoh soal:
(1) Sebuah perusahaan pembuat tas pada tahun 1991 mepekerjakan 500 jam kerja untuk menghasilkan 300 tas dan pada tahun 1990 mepekerjakan 550 jam kerja untuk menghasilkan 250 tas. Tentukan nilai indeks produktivitas tahun 1991 dengan tahun 1990 sebagai tahun dasar.

Penyelesaian: Produktivitas tahun 1990 =


250 550

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

15

Angka Indeks

= 0,45 tas per jam kerja Produktivitas tahun 1991 =


300 500

= 0,60 tas per jam kerja = = (91) 100 (90) 0,60 100 0,45

= 1,3333 100 = 133,33


(2) Cara lain untuk menghitung indeks produktivitas adalah: = 100

Contoh soal: Sebuah industri barang-barang kulit tahun 1995 memerlukan 1,25 jam kerja per sepatu, 2,5 jam kerja per tas, dan 0,50 jam kerja per ikat pinggang. Tahun 1997 industri tersebut memakai 550.000 jam kerja untuk membuat 125.000 sepatu, 225.000 tas, dan 90.000 ikat pinggang. Hitunglah indeks produktivitas industri tersebut untuk tahun 1997 dengan periode dasar 1995.

Penyelesaian: Tahun 1997 jumlah jam kerja yang digunakan adalah 550.000 jam kerja. Tahun 1995 jumlah jam kerja yang digunakan adalah:
(a) Untuk membuat 125.000 sepatu diperlukan (125.000)(1,25) = 156.250 jam kerja. (b) Untuk membuat 225.000 tas diperlukan (225.000)(2,5) = 562.500 jam kerja. (c) Untuk membuat 90.000 ikat pinggang diperlukan (90.000)(0,5) = 45.000 jam kerja.

Jadi, tahun 1995 jumlah jam kerja yang digunakan adalah (156.250 + 562.500 + 45.000) jam kerja = 763.750 jam kerja.
= 100
16

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks

763.750 100 550.000

= 1,3886 100 = 138,86

4.

Indeks nilai
,0 = . 100 0 . 0

Contoh soal: Berikut ini adalah tabel berisikan harga dan banyaknya produksi tahun 1995 sampai tahun 1996 dari jenis tanaman tertentu.
Jenis tanaman X Y Z Harga (Rp/unit) 1995 400 550 325 1996 750 825 615 Produksi (unit) 1995 55 72 92 1996 82 98 113

Dari data tersebut, tentukanlah indeks nilai tahun 1996 dengan tahun dasar 1995. Penyelesaian:
Jenis tanaman X Y Z Jumlah P0 400 550 325 Pt 750 825 615 Q0 55 72 92 Qt 82 98 113 P0 Q0 22.000 39.600 29.900 91.500 Pt Qt 61.500 80.850 69.495 211.845

96,95 =

211.845 100 91.500

= 2,3152 100 = 231,52

D. Indeks Rantai
Indeks rantai merupakan perbandingan yang berpasangan dan disusun secara berantai dari tahun ke tahun (tidak terbatas pada satu tahun atau periode saja). Indeks rantai umumnya

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

17

Angka Indeks

lebih fleksibel terhadap penggantian jenis barang ataupun timbangan dibandingkan dengan angka-angka indeks biasa sebelumnya. Sebenarnya, untuk membuat indeks rantai prosedurnya hampir sama dengan cara membuat angka indeks sebelumnya, hanya kalau ingin membuat indeks berantai harus ditentukan terlebih dahulu berapa satuan waktu sebelumnya yang akan digunakan sebagai waktu dasar. Kemudian, mengganti Po menjadi Pt-1 atau Pt-2, Qo menjadi Qt-1 atau Qt-2 dan seterusnya.

1. Indeks rantai harga ,


1

100 1

2. Indeks rantai kuantitas ,


1

100 1

3. Indeks rantai dengan metode agregat tertimbang dengan timbangan tetap (Q0) ,
1

. 0 100 1 . 0

Contoh soal: Berikut ini data mengenai perkembangan harga suatu komoditas tertentu selama lima tahun dari tahun 1991 sampai 1995.
Tahun Harga (Rp/kg) 1991 750 1992 925 1993 1.150 1994 1.300 1995 1.550

Buatlah indeks rantai untuk tahun 1992, 1993, 1994, dan 1995 dengan tahun dasar 1991. Penyelesaian: 92,91 = 93,92 = 94,93 = 95,94 =
92 91 93 92 94 93 95 94

100 = 100 =

925 750 1.150 925 1.300

100 = 1,2333 100 = 123,33 100 = 1,2432 100 = 124,32

100 = 1.150 100 = 1,1304 100 = 113,04 100 = 1.300 100 = 1,1923 100 = 119,23
1.550

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

18

Angka Indeks

Indeks rantai di atas merupakan indeks rantai dengan tahun dasar yang berubahubah. Dari indeks tersebut dapat dibuat indeks rantai dengan dasar yang tetap. It+1,t-1 = (It,t-1)(It+1,t) Rumus di atas berlaku sebelum masing-masing indeks dikalikan dengan 100, hasil perkaliannya baru dikalikan dengan 100. Contoh soal: Buatlah indeks rantai dengan tahun dasar tetap, yaitu 1991 dari data di atas. Penyelesaian: Dari uraian di atas diketahui: 92,91 = 93,92 = 94,93 = 95,94 = Jadi: 92,91 = 1,2333 100 = 123,33 93,91 = = = = 94,91 = = = = = 95,91 = = = = = 92,91 93,92 100 (1,2333)(1,2432) 100 1,5332 x 100 153,32 92,91 93,92 94,93 100 93,91 94,93 x 100 (1,5332)(1,1304) 100 1,7331 x 100 173,31 92,91 93,92 94,93 95,94 100 94,91 95,94 x 100 (1,7331)(1,1923) 100 2,0664 x 100 206,64
92 91 93 92 94 93 95 94

100 = 100 =

925 750 1.150 925 1.300

100 = 1,2333 100 100 = 1,2432 100

100 = 1.150 100 = 1,1304 100 100 = 1.300 100 = 1,1923 100
1.550

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

19

Angka Indeks

E.

Mengubah Tahun atau Periode Dasar

Pengubahan atau pemindahan tahun atau periode dasar dari angka-angka indeks perlu dilakukan untuk kepentingan tertentu, seperti:
1. 2. Tahun dasar yang sudah lama dan terlalu jauh di belakang, Ingin membandingkan indeks sekumpulan barang pada tahun-tahun yang sama dengan tempat yang berbeda.

Cara mengubah tahun atau periode dasar ialah:


1. 2. Angka indeks dari tahun dasar yang baru disamakan dengan 100. Angka-angka indeks dari tahun-tahun berikutnya (mungkin juga dari tahun-tahun sebelumnya), dibagi dengan indeks dari tahun dasar baru dan dikalikan dengan 100.

Contoh soal: Berikut ini adalah angka indeks untuk tahun-tahun tertentu:
Tahun Angka indeks 1985 100 (dasar) 1986 125 1987 147 1988 165 1989 183 1990 197

Buatlah angka indeks yang baru dengan tahun dasar 1987. Penyelesaian: Tahun dasar 1987 diubah menjadi sama dengan 100. Angka indeks untuk tahun 1985, 1986, 1988, 1989, dan 1990 dihitung sebagai berikut: Angka indeks 1985 = 147 100 = 0,6803 100 = 68,03 Angka indeks 1986 =
125 147 147 100

100 = 0,8503 100 = 85,03

Angka indeks 1987 = 147 100 = 0,1000 100 = 100,00 Angka indeks 1988 = 147 100 = 1,1224 100 = 112,23 Angka indeks 1989 = 147 100 = 1,2449 100 = 124,49 Angka indeks 1990 = 147 100 = 1,3401 100 = 134,01 Jadi angka indeks dengan tahun dasar 1987 adalah:
Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 20
197 183 165

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

Angka Indeks
Angka indeks 68,03 85,03 100 (dasar) 112,23 124,49 134,01

F.

Kegunaan Angka Indeks

Dalam kehidupan sehari-hari, angka indeks dapat digunakan dalam pendeflasian, penghitungan daya beli, escalator kontrak kerja, dan indicator dunia perdagangan. 1. Pendeflasian

Pendeflasian adalah penghitungan upah nyata dengan cara mengalikan uapah uang dengan daya beli rupiah atau uang dengan indeks harga. Upah nyata adalah daya beli dari upah yang diterima. Upah uang adalah upah yang diterima pekerja dalam bentuk uang. Upah nyata lebih berarti daripada upah uang, karena daya beli dari upah uang sangat dipengaruhi oleh harga umum dan barang-barang konsumsi atau biaya hidup. Misalnya, upah pekerja yang dinaikkan 30% dari tahun-tahun sebelumnya tidak akan berarti apabila upah nyata tidak ikut dinaikkan. Contoh: Berikut ini adalah data mengenai rata-rata upah mingguan (Rp 10.000) dari sebuah perusahaan garmen beserta indeks biaya hidup selama lima tahun.
Tahun 1991 1992 1993 1994 1995 Rata-rata upah mingguan 5,03 5,52 6,02 6,52 6,80 Indeks biaya hidup 98,0 102,2 101,8 104,5 108,1

Dari data tersebut:


a. Tentukan upah nyata mingguan, b. Tentukan kenaikan upah uang dan kenaikan upah nyata dari tahun 1991 sampai tahun 1995. c. Apa kesimpulannya?.

Penyelesaian: Indeks biaya hidup (IBH) yang baru dengan tahun dasar 1991: IBH91,91 =100 IBH92,91 =
102 ,2 98

100 = 1,0428 = 104,28

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

21

Angka Indeks

IBH93,91 = IBH94,91 = IBH95,91 =

101 ,8 98 104 ,5 98 108 ,1 98

100 = 1,0388 = 103,88 100 = 1,0663 = 106,63 100 = 1,1031 = 110,31

a. Indeks upah nyata mingguan (IUNYM):


IUNYM91 =
5,03 100 ,00 5,52

100 = 0,0503 100 = 5,03

IUNYM92 = 104 ,28 100 = 0,0529 100 = 5,29 IUNYM93 = 103 ,88 100 = 0,0579 100 = 5,79 IUNYM94 = 106 ,63 100 = 0,0611 100 = 6,11 IUNYM95 = 110 ,31 100 = 0,0616 100 = 6,16
6,80 6,52 6,02

b. Kenaikan upah uang dan upah nyata dari tahun 1991 sampai tahun 1995:
(1) Kenaikan upah uang dari tahun 1991 sampai tahun 1995:

6,80 5,03 1,77 100% = 100% = 0,35 100% = 35,19 % 5,03 5,03

(2) Kenaikan upah nyata dari tahun 1991 sampai tahun 1995:

6,16 5,03 1,13 100% = 100% = 0,2247 100% = 22,47 % 5,03 5,03

c. Kesimpulan: Kenaikan upah uang tidak dapat mengimbangi kenaikan indeks yang terjadi sebelumnya, sehingga kenaikan upah nyata kurang sebanding.

2.

Daya beli

Daya beli merupakan angka relative terhadap periode dasar pada waktu indeks disusun. Cara memperoleh daya beli untuk berbagai tahun adalah dengan membagi daya beli tersebut dengan indeks tahun bersangkutan, kemudian mengalikannya dengan 100. Contoh soal: Tentukanlah daya beli (DB) rupiah dari tahun ke tahun dari data sebelumnya, jika daya beli satu rupiah pada tahun 1991 bernilai Rp 1,00.
D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

22

Angka Indeks

Penyelesaian: Daya beli Rp 1,00 untuk tahun 1991 tetap maka daya beli Rp 1,00 untuk tahun-tahun selanjutnya: DB91 = 100 ,00 100 = 0,0100 100 = 1,00 DB92 = 104 ,28 100 = 0,0096 100 = 0,96 DB93 = 103 ,88 100 = 0,0096 100 = 0,96 DB94 =
1 106 ,63 1 1 1 1

100 = 0,0094 100 = 0,94

DB95 = 110 ,31 100 = 0,0091 100 = 0,91 3. Eskalator Kontrak kerja

Angka indeks dapat digunakan sebagai syarat penyesuaian dalam berbagai kontrak atau perjanjian yang dilakukan perusahaan. MIsalnya, penggunaan indeks harga konsumen dalam perjanjian kerja atau kontrak upah dan indeks harga grosir untuk penyesuaian harga-harga pada waktu pengiriman dalam kontrak dagang jangka panjang. 4. Indikator dunia perdagangan

Angka indeks dapat juga digunakan sebagai indicator dari kondisi perdagangan regional dan dunia pada umumnya. Misalnya, indeks harga grosir untuk mengikuti dasar pergerakan hargadan perencanaan kebijakan harga, indeks produksi untuk mengikuti perubahan volume produksi fisik, membuat perbandingan-perbadingan, dan membuat perencanaan yang sesuai.

D:\DATA KERJA\Website FEKON\Fekon Maret 2013 (Sulhan)\Statistika-1 Rev 070313\Statistika-1 Rev 200512\7-Sttk1AI (Rev 200512)I.docx

23