Anda di halaman 1dari 7

LABORATORIUM PRAKTIKUM PENGENDALIAN PROSES SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013

MODUL : Konfigurasi Pengendalian Tekanan

PEMBIMBING : Harita N Chamidy, LRSC, MT

Praktikum (Laporan)

: 08 Maret 2013

Penyerahan : 11 Maret 2013

Oleh : Kelompok Nama :7 : Nurizal Furqon Nugraha Nurul Wanda Oktiavani Riestha Nopi Lestari Yunita Eka Saputri Nala Kelas : 2A-TKPB .111424019 .111424020 .111424023 .111424030

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH

JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2013

KONFIGURASI PENGENDALIAN LEVEL I. TUJUAN 1. Melakukan identifikasi unit-unit/elemen-elemen pengendalian proses. 2. Menjelaskan jenis alat beserta fungsinya pada setiap unit/elemen pengendalian proses. 3. Melakukan identifikasi variable-variabel/sinyal-sinyal pengendalian proses dan media transmisinya. II. HASIL PERCOBAAN 1. Diagram Blok Pengendalian Tekanan
Gangguan dan beban

Set point
+

Unit Kendali

Unit Pengubah Sinyal

Unit Kendali Akhir

MV

Unit Proses
Var. tak terkendali (P,T,C)

PV Unit Pengukuran

2. Skema Peralatan Pengendalian Tekanan

3. Skema Peralatan Pengendalian Tekanan Disertai Fotonya

4. Tabulasi Data Pengendalian Tekanan


No Unit Nama Alat Tangki PCT Spesifikasi/ kapasitas D= 19,4 cm Sinyal Masuk variab Jenis el sinyal MV Udara Sinyal keluar variab Jenis el sinyal -

Proses

14

H= 38 cm V= 11,226 liter Bahan: Alloy MV 0-2 Bar 0-30 Bar 4-20 Psi 3-15 Psi PCT 10 PV

Tekan

Unit Pengukur an

Orifice Manomete r Alat Ukur Tekanan

Udara Tekan Udara Tekan

PV PV -

Elektrik Pneumati k Elektrik

PV Udara Tekan Elektrik

Unit Kendali

Proses Kontrol Sinyal Conditionin g Tranduser I/P

Elektrik

Unit Pengubah Sinyal

Unit Kendali Akhir Ganggua n

Watson Smith 100x Input: 4-20 mA Tranduser Output: 0-30 I/P Psi Control Platon SCR Valve No: 172310 Mark: Platon Act: A.T.C Laju alir udara dalam tangki

Elekelek

--

Elektrik

MV

Elektrik Pneumati k

MV MV

Pneumati k pneumati k

III. PEMBAHASAN Seiring berkembangnya zaman globalisasi ini, sebagian besar industri menggunakan sistem pengendali dalam proses produksinya, dan manusia sebagai pengendali serta pelaku keputusan. Sistem pengendalian umumnya ditujukan pengendalian tekanan (pressure) didalam sebuah vessel atau pipa, aliran (flow) didalam pipa, suhu (temperature) di unit proses seperti heat exchanger, dan ketinggian (level) disebuah tangki, dan yang praktikan lakukan yaitu mengenal dan memahami konfigurasi pengendalian tekanan. Pada pengendalian level, terdapat 5 unit yaitu unit proses, unit pengukuran, unit kendali, unit pengubah sinyal dan unit kendali akhir. Unit proses menggunakan tangki PCT14 yang berkapasitas 11,22 liter dan berbahan alloy, jika terdapat gangguan seperti laju alir udara pada unit

proses ini maka udara tekan dari tangki ini akan masuk pada pipa (sifat tekanan yang menyebar sesuai volume yang ditempatinya) dan terdeteksi oleh unit pengukuran. Dalam Unit pengukuran terdapat 3 alat pengukur tekanan yaitu orifice, manometer, dan sensor pengukur tekanan, pengukur tekanan ini dihubungkan dengan pipa TEE yang dapat membuat canang aliran dengan tekanan identik. Manometer mengukur udara tekan yang masuk dan kemudian sensor menerima udara tekan serta langsung mengirimkannya ke unit pengendali dalam bentuk sinyal elektrik. Selain manometer dan sensor, orifice pun mengukur udara tekan yang masuk dan langsung mengirimkannya ke unit pengendali dalam bentuk sinyal elektrik. Unit pengendali merupakan otak system dalam pengendalian dikarenakan fungsinya sebagai algoritma pengukuran yaitu menerima sinyal elektrik dari unit pengukur dan membandingkan proses variable (PV) dengan set point yang diinginkan (SP), hasilnya dinamakan error (e), jika e<1 atau PV>SP maka unit kendali ini akan mengirimkan sinyal elektri ke unit kendali akhir untuk mengecilkan udara tekan, begitupun sebaliknya jika e>1 atau PV<SP maka unit kendali akan memerintahkan unit kendali akhir untuk memperbesar udara tekan. Aksi sistem proses ini dinamakan direct acting dan aksi pengendalinya dinamakan reverse acting serta katup kendali yang disarankan yaitu Fail Close (FC) untuk menghindari jika kehilangan energi tangki akan meledak dikarenakan control valve yang terbuka (FO) dan tekanan ditangki menjadi tinggi. Unit kendali ini akan terus membandingkan dan menghitung nilai e, hingga nilai e sama dengan 0 atau sama dengan setpointnya. Setelah unit kendali mendapatkan nilai e nya, kemudian nilai e tersebut akan dikirimkan ke unit pengubah sinyal untuk merubah sinyal elektrik menjadi sinyal pneumatic, alat yang digunakan terbagi menjadi 2 yaitu input transduser dengan skala 4-20 mA yang akan mengeluarkan dan mengirimkan sinyal elektrik ke output transduser. Pada output transduser ini, sinyal elektrik akan diubah menjadi sinyal pneumatic dengan skala 015 psig yang selanjutnya dikirimkan ke unik kendali akhir.

Unit kendali akhir biasanya berupa control valve, sinyal elekrik dari unit kendali akan direaliasasikan dengan control valve ini yang sebelumnya sinyal tersebut diubah menjadi sinyal pneumatic oleh transduser. Control valve terbagi menjadi 2 bagian yaitu actuator dan valve, actuator merupakan alat penggerak yang dapat membuka dan menutup valve sehingga akan mempengaruhi laju alir udara tekan yang masuk ke sistem proses. Berdasarkan aksi katup oleh adanya perubahan tekanan udara, katup kendali dibedakan menjadi dua macam yaitu fail closed dan fail open. Pada jenis fail closed katup akan membuka jika mendapatkan tekanan udara, atau jika terjadi kegagalan pasokan udara maka katup akan menutup, begitupun sebaliknya pada fail open yang akan menutup jika mendapatkan tekanan udara. Hasil dari unit kendali akhir berupa udara tekan yang akan mengendalikan proses agar sesuai dengan setpoint yang dihasilkan, variable ini dinamakan manipulated variable. Proses pengendalian ini akan terus berlangsung hingga mendapatkan nilai setpoint yang diinginkan secara konstan, walaupun untuk mencapai nilai setpoint sangatlah sulit dan kebanyakan masih mempunyai sedikit perbedaan antara setpoint dengan variable proses (offset), namun nilai ini memiliki toleransi sesuai dengan industri yang menerapkannya. Pada sistem perpipaan apabila aliran udara ditutup atau tidak ada udara yang mengalirkan dalam pipa maka tekanan udara didalam sistem tersebut tekanan atmosfer, sehingga tekanan minimum di dalam sistem 0 psig yang dimaksud adalah tekanan atmosfer. Oleh karena itu tekanan pada tangki/vessel akan sama dengan pipa yang terhubung dengan unit pengukuran sehingga gangguan yang terdapat pada tangki akan terdeteksi dengan unit pengukuran serta langsung dievaluasi oleh unit kendali dan dikoreksi oleh unit kendali akhir.
IV. KESIMPULAN

Unit proses pada pengendalian tekanan adalah PCT 14 Pengukuran tekanan pada tangki PCT14 maupun pada pipa yang dihubungkan dengan pipa TEE sama, karena sifat tekanan yang menyebar dengan identik ke seluruh volumenya jika divacumkan.

Unit pengukuran terdiri dari 3 buah yaitu orifice, manometer dan sensor pengukur tekanan. Orifice mengukur serta langsung merubah udara tekan menjadi sinyal elektrik, sedangkan manometer mengukur dan sensorlah yang merubah udara tekan menjadi sinyal elektriknya. Unit kendali pada pengendalian tekanan adalah PCT 10, dengan aksi sistem direct acting dan aksi pengendalinya reverse acting. Unit kendali akhir pada pengendalian tekanan adalah control valve.

DAFTAR PUSTAKA Jobsheet praktikum Pengendalian Proses modul Konfigurasi Pengendalian, Jurusan Teknik kimia, POLBAN Heriyanto.2010.Bahan Ajar Pengendalian Proses.Bandung.Jurusan Teknik Kimia.POLBAN