Anda di halaman 1dari 6

STRAIN

Strain secara singkat dapat diartikan sebagai kumpulan dari beberapa jenis sel. Menurut Kusnadi, dkk dalam buku nya yang berjudul common text mikrobiologi (2003), Setiap macam bakteri dianggap sebagai suatu spesies, yang dibentuk dari kumpulan strain yang memberikan beberapa gambaran sangat berbeda dari strain lain. Suatu strain merupakan merupakan progeni atau subkultur dari isolat koloni tunggal dalam kultur murni. Kumpulan spesies bakteri terdiri dari strain-strain yang saling berhubungan tetapi berbeda organisme, kadang-kadang disebut sebagai cluster. Dalam setiap kumpulan spesies atau cluster, suatu strain dipilih secara acak untuk menjadi wakil terbaik dari spesies tersebut. Strain ini disebut biotipe (atau biovar) dari spesies, dan sesudah itu sifatnya digunakan untuk menggambarkan spesies tersebut. Strain biotipe digunakan sebagai strain referensi, tersedia pada koleksi kultur seperti The American Type Culture Collection (ATCC), Rockville, Maryland, USA. Strain biotipe tidak memperlihatkan semua sifat strain dalam kumpulan spesies. Oleh karena itu, penandaan subspesies, seperti serotipe (serovar), patotipe (patovar), morfotipe (morfovar), atau tipe faga (fagovar) kadang-kadang digunakan untuk menunjukan sifat tertentu dari variasi strain. Seleksi dan isolasi strain mikroorganisme fermetatif penting untuk industry penghasil alkohol, pelarut, vitamin, asam organik, antibiotik, dan industry enzim. Isolasi dan perkembangan strain mikroorganisme yang cocok untuk pabrik dan peningkatan kualitas dan rasa dalam bahan-bahan makanan tertentu seperti yogurt, keju, produk susu. (kusnadi, 2003) Secara genetik perbedaan pada anggota dari spesies bakteri yang sama kadang kadang dikenal sebagai perbedaan strain jika perbedaan tersebut kecil, atau sebagai perbedaan varietas jika perbedaan tersebut substansial. Contoh, sebagian besar penelitian mengenai spesies E. coli. Strain ditandai dengan penambahan suatu huruf besar yang tidak miring atau nomor sesudah nama spesies, jadi E. coli B, E. coli S, dan seterusnya. Tiga besar yang terdapat pada strain E. coli ialah: E. coli B (inang untuk faga seri T), E. coli C (inang untuk faga ( x 174 DNA rantai-tunggal), dan E. coli K12 (mengandung profaga lambda). Catatan

tentang perbedaan dalam suatu strain ditandai dengan penambahan nomor sesudah huruf strain. (kusnadi, 2003)

SKEMA SEL

Bentuk umum sel dan rangkaian sel bakteri (Sumber: Milton R.J. Salton dan Kwang-Shin Kim, 2001)

Gambaran umum struktur sel bakteri (Sumber : Fardiaz,1987)

http://biologi.blogsome.com/images/bakteri2.png

Struktur dasar bakteri : 1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram

positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis). 2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein. 3. Sitoplasma adalah cairan sel. 4. 5. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan

Struktur tambahan sel bakteri:

http://biologi.blogsome.com/images/bakteri4.PNG

Struktur tambahan bakteri : 1. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. 2. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.

3. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus. 4. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis. 5. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis. 6. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.

DAFTAR PUSTAKA Kusnadi, dkk . 2003 . Common Text Book Mikrobiologi . Jica Imstep. Mustahib, bakteri: ciri dan struktur, 21 agustus 2011 , http://biologi.blogsome.com/2011/08/21/bakteri-ciri-dan-struktur/ , (12 Maret 2013) struktur sel bakteri , 9 agustus 2012 , http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_sel_bakteri , (12 Maret 2012) Budiyanto, klasifikasi penggolongan bakteri , 23 sept 2012 , http://budisma.web.id/materi/sma/kelas-x-biologi/penggolonganbakteri/#comments , (12 Maret 2013)

Siska, klasifikasi mikroorganisme , 2 november 2012 , http://siskaindarbeni.blogspot.com/2012/11/klasifikasi-mikroorganisme.html , (12 Maret 2013) Hamid, KLASIFIKASI MIKROBA KLASIFIKASI DAN PERANAN MIKROBA DALAM KEHIDUPAN , 2009 , http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/26/klasifikasimikroba-klasifikasi-dan-peranan-mikroba-dalam-kehidupan/ , (12 Maret 2013)