PENYAKIT-PENYAKIT PADA JANTUNG

1. Coronary heart disease ± 80%
2. Hipertensive heart disease ± 9% 3. Rheumatic heart disease ± 2-3% 4. Congenital heart disease ± 2% 5. Bacterial endocarditis ± 1-2% 6. Sifilitik heart disease ± 1% 7. Cor pulmonale ± 1% 8. Penyakit jantung lainnya ± 5%
3/14/2013 1

3/14/2013

2

3/14/2013

3

arteriosclerosis 99% .rheumatica . PENYAKIT JANTUNG KORONER Gangguan pada myocardium biasanya disebabkan coronary insuffisience .polyarteritis 3/14/2013 4 .arteritis .sifilis .1.

Myocardial infarction Dipengaruhi oleh : 1. Angina pectoris 3. Aliran darah pada a. Sensitivitas myocardium terhadap ischaemia 3. coronary 2. Arteriosclerotic heart disease 2. Konsentrasi O2 dalam darah 3/14/2013 5 .Varian penyakit jantung koroner : 1.

Obesitas 3. Hypertensi 2. Hypercholesterolemia 4. DM 3/14/2013 6 . Merokok 5.Keadaan yang dihubungkan dengan Penyakit jantung Koroner: 1.

Aortitis luetica b. proximal c. coronaria aneurysm d. Jaringan granulasi pada a.1. Polyarteritis nodosa/ Rheumatica 3/14/2013 7 . Buerger disease e. insufisiensi coronary disebabkan oleh : a. A.

Hypermetabolic. Aktifitas myocardial dipengaruhi oleh : a. polycythemia c. Exercise 3. Kehamilan c. Konsentrasi O2 : a. Cyanosis 3/14/2013 8 . kelainan pada eritrosit. febris d. Hyperthyroid b. Anemia berat b.2.

Lipoprotein serum ↑. Peningkatan kadar gula darah 4. Uric acid serum ↑ 3/14/2013 9 . alkohol 2. obesitas.Faktor Predisposisi: 1. soft drink. Tekanan darah meningkat 3. Stress 5. Kurang olah raga 6. Merokok 7.

ARTERIOSCLEROTIC HEART DISEASE Arteriosclerosis pada a. coronary & fibrosis diffuse myocardial & sering disertai dengan fibrosis pada katub jtg Morfologi : Arteriosclerotic  ischaemia otot  myocardial fibrosis yang tampak sebagai plaque abu-abu yang diffuse 3/14/2013 10 .

atrofi pada serabut otot myocardium dan dijumpai lipochrom = Brown atrophy sehingga jantung dapat menjadi :  mengecil  normal  membengkak (pada Decompensatio Cordis ) Abnormalitas pada katub :  Fibrosis katub mitral  Fibrosis chordae tendinea  kalsifikasi 3/14/2013 11 .

MANIFESTASI KLINIK asymptomatis angina pectoris mitral / aortic murmur kerusakan myocardium yg terlihat pada EKG kongesti jantung aritmia and myocardium infark 3/14/2013 12 .

hipoksia pada myocardium dapat terjadi pada peny. :  coronary arteriosclerosis  myocardium luetica  polyarthritis nodosa  insufisiensi katup aorta  anemia Hypoxia disebabkan oleh :  Occlusion pada arteri kecil  Spasme arteri  Pada saat beraktivitas  hypoxia paroxysmal myocardium 3/14/2013 13 .

Tidak tampak kerusakan myocardium EKG normal 3/14/2013 14 .ANGINA PECTORIS Merupakan simptom klinik yang ditandai dengan serangan nyeri paroksismal yang temporer pada substernal ataupun precordial dan biasanya terjadi setelah exercise dan hilang bila istirahat.

MYOCARDIUM INFARCT ( MCI ) insufisiensi Coronary disebabkan oleh :      coronary arteriosclerotic  99 % thrombosis and embolism Penyakit pada pembuluh darah Penyempitan ostium padasyphilis Arteriosclerosis dan hypertensi 3/14/2013 15 .

coronary  40 %  left anterior a.MYOCARD INFARK (MCI) Predileksi :  right a. lesi kecil subendocardial 3/14/2013 16 . coronary  40 %  Ventrikel kiri Morfologi :  Restriksi pada central myocardium  Myocardium : epicardium + endocardium menjadi menebal (Ø 3 – 4 cm).  Zahn Infarction.

due to fatty changes  4 – 10 days : progressive fatty degeneration. brown-grey. central necrosis.Myocardium Infarct Progressivity :  < 12 hours : vague or pale  18 .  2 – 4 days : well defined necrotic tissue border surround by hyperaemic area.24 hours : clearly anemic. stable muscle consistency. haemorrhage (greyish yellow). soft . yellow in colour. soft. well -defined border  6 weeks : fibrosis 3/14/2013 17 .

Mikroskopis :  Iskemik pembulu darah → koagulasi nekrosis pada sel miokardium  interstitial edema  haemorrhage / haemosiderin pigmen  Eksudasi netrofil  fibrosis 3/14/2013 18 .

KOMPLIKASI :     Pericarditis fibrinous / haemorrhagica Mural Thrombosis → embolism Rupture infarction → heart tamponade Fibrosis dan aneurysm 3/14/2013 19 .

Lab : Necrosis coagulativa  enzyme dehidrogenase ↑  glutamic oxaloacetic transaminase ↑ 12 – 24 jam • SGOT ↑ • Leucocytocis ↑ • BSR ↑ • LDH ↑ • C Reactive Protein ↑ 3/14/2013 20 .

lengan sampai ke jari-jari dan pada daerah dagu. mual.MANIFESTASI KLINIK: Nyeri yang tiba-tiba dan dalam pada substernal dan precordial. berkeringat . Rasa seperti tertekan. muntah lemas Aliran darah ↓ sampai shock Dyspnoe 3/14/2013 21 . Nyeri menyebar pada punggung kiri .

Q abnormal .T inverted  Kematian : male >> 2 x female  Insiden : Laki-laki Wanita 3/14/2013 : 33. Cyanotis  Aritmia jantung  ECG : .ST elevation .35 tahun : setelah menopause 22 .

oleh karena continous systemic hypertensive.HYPERTENSIVE HEART DISEASE  Ditandai dengan hypertrofi ventrikel kiri.  Insiden : Female >> 2x male sering terjadi pada usia pertengahan/tua Genetically inherited  Etiologi : Hypertensi dapat terjadi apabila resistensi arterial peripheral ↑ 3/14/2013 23 .

Peningkatan resistensi periferal disebabkan oleh :  vasokontriksi pembuluh darah  arteriole. arteri kecil  Penyakit pada pembuluh darah yang diffuse Hypertensi → hypertrofi myocardium → coronary arteriosclerotic resistensi perifer ↑  jantung akan mengalami compensated cardiac output → hypertrofi myocardium → ventrikel kiri membesar → dilatasi jantung 3/14/2013 24 .

Hypertrofi pada otot jantung disebabkan oleh :  Aktivitas >>→ anoxia  kelemahan myocard  hipertensi → coronary arteriosclerosis → myocardium anoxia.  hipertensi → kerusakan pada pembuluh darah renal → Renin ↑ → NaCl + H2O retensi 3/14/2013 25 .

5 cm )  Berat jantung >>  Tidak disertai kelainan jantung lainnya  mikroskopik : otot jantung normal  Penebalan dinding arteri 3/14/2013 26 .Morfologi :  Dinding ventrikel kiri >> ( 2.

MANIFESTASI KLINIK : Stadium kompensasi : asimptomatis Hypertensive symptom : sakit kepala. palpitasi. batuk. batuk darah Simptom Coronary arteriosclerose 3/14/2013 27 . retinopathy Decompensatio jantung kiri: dyspnoe.

3/14/2013 28 .RHEUMATIC HEART DISEASE  Demam rematik merupakan penyakit peradangan sistemik non supurative .  Dihubungkan dengan infeksi Streptococcus beta haemolitycus group A dan reaksi imunologi pada saat demam dan remisi yang berkepanjangan .

dapat terjadi padabagian tubuh :  persendian  jantung  kulit  serous  Pembuluh darah paru 3/14/2013 29 .Demam rheumatic merupakan penyakit kolagen .

Insiden :  usia 5 – 15 tahun  90 %  Sosial ekonomi rendah  Daerah padat penduduk. sanitasi buruk  Nutrisi kurang baik 3/14/2013 30 .

Perubahan pada peradangan rheumatic mucoid degenerasi fibrinoid nekrosis hyaline collagen degenerasi 3/14/2013 31 .

4 minggu terinfeksi oleh streptococcus ( Pharyngitis.  Ditandai oleh kadar ASTO ↑ 3/14/2013 32 .Etiologi:  Demam rheumatik terjadi setelah1 . Scarlatina )   Reaksi antigen .antibody menyebabkan allergi fokal nekrosis. Tonsilitis.

3/14/2013 33 .

sendi synovial . subcutis Ø 1 -4 cm subcutaneous nodule 3/14/2013 34 . .fascia tendon Vegetation nodule dapat dijumpai pada kulit .Morfology: Kelainan spesifik dan patognomonik: Aschoff body → degenerasi focus fibrinoid yang dikelilingi oleh infiltasi sel radang Focus peradangan : .jantung.

 Katub mitral. aortic : fibrotic vegetation. kalsifikasi  Katub tricuspidale : stenosis & insuffisiensi  Chordae tendinea : memendek dan menebal 3/14/2013 35 .

3. 3/14/2013 Major Criteria of Jones: Polyarthritis migrans  85 % Carditis  65 % Chorea Sydenham Subcutaneous nodule Erythema marginatum 36 . 4. 2. 5.Clinical Manifestation : 1.

5. 4. 6. 3. 7.Minor Criteria of Jones 1. 2. 3/14/2013 Leucocytosis BSR ↑ ASTO ↑ Demam Arthralgia Prolonged PR interval Erythema 37 .

Penyebab kematian : 1. 3. 4. 2. Decompensatio cordis Brain/ renal thromboembolism Bacterial endocarditis Mitral stenosis 3/14/2013 38 .

Pulmonary disease 2. sehingga menimbulkan dilatasi pada ventrikel kanan 2. Chronic pulmonary disease 3. Acute  massive pulmonary embolism. yang disebabkan oleh penyakit – penyakit pulmonal Etiologi : 1. Thorax abnormalities 3/14/2013 39 . Chronic  1.COR PULMONALE Hypertrofi ventrikel kanan .

radiation .Embolism .asbestosis .Diffuse trombosis pada arteri besar/kecil .berryliosis 3/14/2013 40 .Fibrosis : . Penyakit pada paru .sarcoidosis .Diffuse vasculitis .1.

Emphysema .Pulmonary resection 3/14/2013 41 .2.Severe pneumonia . Penyakit paru kronik .Pulmonary fibrosis oleh karena TBC .Chronic bronchitis .Sarcoidosis .

dilatasi vena .ascites .dyspnoe .hepatosplenomegaly 3/14/2013 42 .Neuro abnormalities : Poliomyelitis Myasthenia gravis Muscle distrophy Kyphoscoliosis Manifestasi Klinik: .hydrothorax .– penebalan pleura bilateral .oedema .

Obat-obatan teratogenic thalidomide.Genetics . busulfan 3/14/2013 43 . toxoplasma . cortison.CONGENITAL HEART DISEASE Etiology : . lues.Infeksi rubella.Tidak diketahui .

defect. mmcm .penebalan endocardium defect parallel Klinis : .ventrikel kanan >> . Roger’s disease = Ventricle Septal Defect Manifest in IV-VII weeks Macros : .pulmonary hypertension .1.tardive cyanosis 3/14/2013 44 .hard systole murmur = machinary murmur .

3/14/2013 45 .

right DC .Penyebab kematian : .endocarditis 3/14/2013 46 .

2.cyanotic right sided overload .hypertrophy right ventricle .pulmonary hypertension .systolic murmur 3/14/2013 47 . Atrium Septal Defect Setelah minggu ke IV Defect pada foramen ovale Klinis : .

3/14/2013 48 .

ASD + Stenosis mitral .hypertrofi ventrikel kanan 4.hypertrophy ventrikel kanan 3/14/2013 49 .Dextroposed overriding aorta .dilatasi ventrikel kiri dan kanan .3.Defect septum interventricle . Tetralogi Fallot .Stenosis katub pulmonal . Lutembacher’s disease .

Manifestasi Klinis :  cyanosis sejak lahir  clubbing fingers  gangguan tumbuh kembang
Prognosis jelek dan dapat menyebabkan kematian , bila : - Decompensatio Cordis kanan - Endocarditis bacterialis - Abcess pada otak - Respiratory infection
3/14/2013 50

3/14/2013

51

5.

Eisenmenger Complex

Varian dari Tetralogi Fallot tetapi tanpa disertai stenosis pulmonalis

3/14/2013

52

Ductus Botalli menghubungkan a. dapat berkurang pada sirkulasi .Aliran darah dari aorta ke a.6.pulmonale & aorta . Patent Ductus Arteriosus .hypertrofi ventrikel kanan 3/14/2013 53 .Ductus Botalli mulai tertutup pada usia 1-2 tahun setelah lahir .pulmonalis.

3/14/2013 54 .

darah >>  sakit kepala  distal vasokonstriksi  extremitas pucat & dingin 3/14/2013 55 .COARCTATIO AORTA  Aortic Stenosis   hypertrofi ventrikel kiri   proximal dilatasi.

3/14/2013 56 .

serous < 50cc  . Hydropericardium Normal : 30-50cc.PERICARDIUM Cairan ↓↓ pada cavum pericardium 1.C.D.Penyakit ginjal kronik . .Hypoproteinemia  chronic  pericard adhesion 3/14/2013 57 .

coronary 3/14/2013 58 . oleh karena : Trauma Rupture of muscle  infark myocard Rupture of aorta Malignant tumor Rupture of a.2. Hemopericardium Darah >>  pericardium.

hematogen .percontuinitatum 3/14/2013 59 .PERICARDITIS Biasanya merupakan reaksi sekunder pd penyebaran infeksi : .lymphogen .

Morfologi : .penebalan katub .perubahan jaringan elastik oleh karena proses fibrosis 3/14/2013 60 .penebalan dinding yang tidak teratur . ectasion .dilatasi & irregularity pada vena.

Classification of pericardium based of etiology :  Tuberculosis pericarditis  Bacterialis pericarditis  Rheumatica pericarditis  Uremic pericarditis  Virus pericarditis  Carcinomatosa pericarditis  MCI yang menyebabkan pericarditis  Infeksi sekunder : .fungal  Idiopathic 3/14/2013 61 .parasit .

 Klasifikasi berdasarkan peradangan exudate : 1. Fibrinous pericarditis 4. Suppurative pericarditis 3/14/2013 62 . Serofibrinous pericarditis 3. Serous pericarditis 2.

Pathogenesis 1. Anomalies jantung  MCI Acute rheumatica Surgical trauma 2.Pulmonary disease  Tuberculosis Carcinoma Pneumonia Empyema 3/14/2013 63 .

hepatosplenomegaly 4. focal/diffuse pericarditis 3. Constrictive pericarditis 2. Obliterative. cava compression  .ascites .Komplikasi: 1. V. DC 3/14/2013 64 .

Terima kasih 3/14/2013 65 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful