LAPORAN KEGIATAN SURVEI DAN INTERVENSI KESEHATAN MAYSARAKAT REJOSO, DESA JAMBEWANGI KECAMATAN KABUPATENMAGELANG

BAB I
PENDAHULUAN

Menurut UU Kes 23/1992.LATAR BELAKANG Sehat adalah keadaan dimana fisik. mental. dan sosial. kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. yang memungkinkan setiap orang hidup produkif secara sosial dan ekonomi .dan sosial dalam keadaan baik tidak hanya terbebas dari penyakit. jiwa.

. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi seluruh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya (Pemberdayaan Masyarakat Melalui Desa Siaga Strata Utama 2011).Pembangunan Kesehatan adalah pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran.

Secara umum konsep paradigma sehat dapat menghasilkan dua poin penting. strategi dan pokok-pokok program pembangunan kesehatan Indonesia. yaitu mencegah lebih baik daripada mengobati dan pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan hidup dalam lingkungan yang sehat (Suparyanto. 2010) Penerapan paradigma sehat dijabarkan dalam bentuk visi. misi. .

Bloem status kesehatan dipengaruhi Kependudukan atau keturunan Pelayanan kesehatan .L.Perilaku Lingkungan H.

. seperti kurang gizi. dengan memanfaatkan potensi yang mereka miliki secara gotong royong menuju Desa Sehat (Pemberdayaan Masyarakat Melalui Desa Siaga Strata Utama 2011). tahu. penyakit menular. terutama ancaman terhadap kesehatan dirinya sendiri dan lingkungannya. dan lain sebagainya. kejadian bencana. kecelakaan.Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat desa yang sadar. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai permasalahan sosial di wilayahnya.

memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. secara adil dan merata serta memiliki derajat katan yang setinggi-tingginya . yaitu masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat.• Desa Sehat merupakan gambaran masyarakat desa masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan.

Kecamatan Secang. Desa Jambewangi. Kabupaten Magelang? .Perumusan Masalah Apakah masalah kesehatan yang terdapat di Dusun Rejoso. Kabupaten Magelang ? Bagaimanakah pola perilaku masyarakat dengan lingkungan dan kegiatan kesehatan yang mempengaruhi status kesehatan di Dusun Rejoso. Kecamatan Secang. Desa Jambewangi.

serta melakukan kegiatan intervensi terhadap masalah yang telah ditemukan. Desa Jambewangi.Tujuan umum Mengetahui masalah kesehatan masyarakat Dusun Rejoso. .

Desa Jambewangi. demografis. Kecamatan Secang. saluran air limbah/SPAL. sumber air. Kecamatan Secang. . dan pembuangan sampah) di Dusun Rejoso. dan sosial ekonomi) di Dusun Rejoso.Tujuan khusus Mengetahui data umum (keadaan geografis. Kecamatan Secang. Desa Jambewangi. Desa Jambewangi. Mengetahui masalah kondisi lingkungan (perumahan. Mengetahui pola perilaku yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat di Dusun Rejoso. jamban.

Desa Jambewangi. Desa Jambewangi.Mencari masalah kesehatan bersama masyarakat di Dusun Rejoso. Mencari upaya pemecahan masalah bersama masyarakat di Dusun Rejoso. . Kecamatan Secang. Kecamatan Secang.

Kecamatan Secang untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Mampu memanfaatkan potensi yang ada di Dusun Rejoso. Desa Jambewangi. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk lebih mengerti tentang Kadarzi . Desa Jambewangi. Kecamatan Secang. Desa Jambewangi.Mengetahui masalah kesehatan di Dusun Rejoso. Manfaat bagi masyarakat Mampu mengadakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dalam membahas masalah kesehatan di Dusun Rejoso. Kecamatan Secang.

Mengetahui masalah kesehatan di Dusun Rejoso. Desa Jambewangi.Menambah pengetahuan tentang kegiatan Survei Mawas Diri dan Musyawarah Masyarakat Desa Dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dalam perkuliahan ilmu kesehatan masyarakat mahasiswa Manfaat masyarakat Dapat memberikan solusi dan pemecahan masalah di Dusun Rejoso. Desa Jambewangi. Kecamatan Secang. Kecamatan Secang. .

19 Januari 2012 bertempat di TPA Dusun Rejoso. 24 Januari 2012 pukul 10.00 – 14. 00 WIB. EVALUASI . Desa Jambewangi. 27 Januari 2012 pukul 19.00 WIB.METODOLOGI Pra SMD : diselenggarakan pada hari Kamis. Kecamatan Secang SMD : diselenggarakan pada tanggal 19-20 Januari 2012 MMD : diselenggarakan pada hari Selasa. INTERVENSI : diselenggarakan pada hari Jumat.00 – 21.

BAB II DATA UMUM Desa jambewangi .

KEADAAN GEOGRAFI .

Letak wilayah • Salah satu desa di Jawa Tengah yang terletak di jalur strategis jalan raya Jogja-Semarang dan merupakan wilayah bagian utara Kabupaten Magelang. berbatasan langsung dengan kota Magelang. .

kabupaten Magelang .Magelang Utara. Kabupaten Magelang Desa Menoreh Selatan: Kelurahan Kramat. Kecamatan Secang. Kecamatan Windusari. Kota Magelang Barat: Desa Balai Sari. Kec.Batasan Wilayah Utara: Desa Payaman. Kecamatan Secang Timur: Desa Candiretno dan Pancuranmas.

375 Ha yang tebagi menjadi 15 dusun dengan 16 RW dan 49 RT. • Jumlah penduduk : 6420jiwa .Luas Wilayah dan Keadaan Demografi • Luas wilayah Desa 204.

Jambewangi II Catur Arga 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 4 2 2 2 2 2 2 3 4 4 3 4 4 8 .NO DUSUN RW RT KET 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Gintung Klontong Palembon Grogolan Bugel Sambung Lor Sambung Kidul Sambung Jetis Tegalsari Rejoso Jlodran Pagiren Prm. Jambewangi I Prm.

Jumlah penduduk menurut mata pencaharian NO 1 2 3 4 5 6 7 MATA PENCAHARIAN PNS TNI/POLRI Pensiunan Petani Buruh Pedagang Buruh tani JUMLAH 366 353 277 66 90 184 163 KET 8 9 10 Tukang Pengusaha Industri Rumah Tangga 33 17 11 Jasa Transportasi 46 .

Jumlah penduduk menurut Tingkat Pendidikan NO TINGKATAN JUMLAH KET 1 2 3 4 Tidak tamat SD Tamat SD Tamat SLTP Tamat SLTA 694 866 828 1837 5 6 7 Tamat D3/AKADEMI/S1 Tamat S2 Tamat S3 479 26 1 .

Jumlah Penduduk menurut Agama NO AGAMA JUMLAH PEMELUK AGAMA KET 1 2 3 4 5 Islam Kristen Katholik Hindu Budha 6145 orang 164 orang 106 orang 1 orang 4 orang .

BAB III DATA UMUM DUSUN REJOSO .

. Jawa Tengah. Kabupaten Magelang.KEADAAN GEOGRAFIS • LETAK WILAYAH Dusun Rejoso terletak di wilayah Jambewangi. Kecamatan Secang.

Utara: Dusun Tegalsari Timur: Sungai Elo Dusun Blondo dan Ngapus Barat: Dusun Jlodran Selatan: Dusun Jlodran .

Tersusun atas 1 RW dan 4 RT. • Data penduduk: jumlah penduduk menurut jenis kelamin Penduduk Laki-laki perempuan Total 152 199 351 .Keadaan Demografi • Jumlah Penduduk : berdasarkan data statistik kantor Desa Rejoso adalah 351 jiwa.

BAB IV Hasil Survey Mawas Diri Yang Bermasalah .

Responden (yang Memiliki Bayi 0-12 Bulan) yang Memiliki Buku KIA (nTotal=20) Yang diharapkan: YA (15 Responden) 75% Yang Tidak diharapkan: TIDAK (5 Responden) 25% .

Responden (yang Memiliki Bayi 0-12 Bulan) yang Selalu Membawa Buku KIA Setiap ke Posyandu (nTotal=20) Yang Diharapkan: YA (15 Responden) 75% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (5 Responden) 25% .

Responden (yang Memiliki BALITA) yang Mengerti Isi Buku KIA (nTotal=41)

Yang Diharapkan: YA (21 Responden) 51%

Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (20 Responden) 49%

Responden (Ibu Hamil) yang Memiliki Buku KIA (nTotal=9)

Yang Diharapkan: YA (6 Responden) 67%

Yang Tidak Diharapkan TIDAK (3 Responden) 33%

Responden (Ibu Hamil) yang Membawa Buku KIA Setiap Periksa (nTotal=9)
Yang Diharapkan: YA (6 Responden) 67% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (3 Responden) 33%

Responden (Ibu Hamil) yang Pernah Membaca Buku KIA (nTotal=9)
Yang Diharapkan: YA (6 Responden) 67% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (3 Responden) 33%

Responden (Ibu Hamil) yang Mengerti Isi Buku KIA (nTotal=9)
Yang Diharapkan: YA (3 Responden) 33% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (6 Responden) 67%

Responden (Ibu Hamil) yang Melakukan Pemeriksaan Sesuai Usia Kehamilan (nTotal=9) Yang Diharapkan: YA (6 Responden) 67% Yang Tidak Diharapkan TIDAK (3 Responden) 33% .

Responden (Ibu Hamil) yang Mengetahui Kelas Ibu Hamil (nTotal=9) Yang Diharapkan: YA (3 Responden) 33% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (6 Responden) 67% .

Responden (Ibu Hamil) yang Mengetahui Apa Saja Yang Dibicarakan dalam Kelas Ibu Hamil (nTotal=9) Yang Diharapkan : YA (0 Responden) 0% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (9 Responden) 100% .

DAN TIDAK TAHU (9 Responden) 100% .Respon Suami Terhadap Kelas Ibu Hamil (nTotal=9) Yang Diharapkan: SETUJU (0 Responden) 0% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK SETUJU. KURANG SETUJU.

Responden (Ibu Hamil) yang Memiliki Stiker P4K (nTotal=9) Yang Diharapkan: YA (0 Responden) 0% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (9 Responden) 100% .

Responden (Ibu Hamil) yang Memasang Stiker P4K di Rumahnya (nTotal=9) Diharapkan: Yang Diharapkan: Yang Tidak YA (0 Responden) 0% TIDAK (9 Responden) 100% .

Responden (Ibu Hamil) yang Mendapatkan 2 Kapsul Vitamin A Merah (nTotal=9) Yang Diharapkan: Yang Tidak Diharapkan: YA (3 Responden) 33% TIDAK (6 Responden) 67% .

1% .Responden yang Dalam 3 Bulan Terakhir Mengalami Batuk Pilek di Keluarganya (nTotal=116) Yang Diharapkan: Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (66 Responden) 56.9% YA (50 Responden) 43.

Responden yang Memiliki Tanaman TOGA (Minimal 3 Jenis) (nTotal=116) Yang Diharapkan: PUNYA (20 Responden) 3.9% .1% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK PUNYA (96 Responden) 96.

TIDAK RAWAN KECELAKAAN (86 Responden) 74% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK ADA (30 Responden) 26% .Responden yang Di Rumahnya Memiliki Langit-Langit (nTotal=116) Yang Diharapkan: ADA. BERSIH.

Responden yang Memiliki Jendela Kamar Tidur (nTotal=116) Yang Diharapkan: ADA DI SETIAP KAMAR TIDUR (109 Responden) 94% Yang Tidak Diharapkan: ADA DI SEBAGIAN KAMAR TIDUR (7 Responden) 6% .

Responden yang Memiliki Ventilasi (nTotal=116) Yang Diharapkan: ADA. LUAS VENTILASI PERMANEN > 10% LUAS LANTAI (65 Responden) 56% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK ADA ATAU ADA DENGAN LUAS VENTILASI PERMANEN < 10% LUAS LANTAI (51 Responden) 44% .

Responden yang Memiliki Lubang Asap Dapur (nTotal=116) Yang Diharapkan: ADA. LUBANG VENTILASI DAPUR > 10% DARI LUAS LANTAI DAPUR (72 Responden) 62% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK ADA ATAU ADA DENGAN LUBANG VENTILASI DAPUR < 10% DARI LUAS LANTAI DAPUR (44 Responden) 38% .

Responden yang Membuka Jendela Kamar Tidur Setiap Hari (nTotal=116) Yang Diharapkan: YA (80 Responden) 69% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (36 Responden) 31% .

Responden yang Membuka Jendela Ruang Keluarga Setiap Hari (nTotal=116) Yang Diharapkan: Yang Tidak Diharapkan: YA (83 Responden) 72% TIDAK (33 Responden) 28% .

Responden yang Membuang Sampah Pada Tempatnya (nTotal=116) Yang Diharapkan: YA (45 Responden) 26% Yang Tidak Diharapkan: TIDAK (85 Responden) 74% .

PHBS : Responden yang Memberi ASI Eksklusif sampai 6 Bulan (nTotal=116) YA (92 Responden) 79% TIDAK (24 Responden) 21% .

PHBS: Responden yang Melakukan Aktivitas Fisik Minimal 30 Menit Setiap Hari (nTotal=116) YA (77 Responden) TIDAK (39 Responden) 66% 34% .

PHBS: Responden yang Tidak Ada Anggota Keluarga yang Merokok (nTotal=116) YA (52 Responden) TIDAK (64 Responden) 45% 55% .

PHBS: Responden yang Melakukan PSN di Lingkungan Seminggu Sekali (nTotal=116) YA (31 Responden) TIDAK (85 Responden) 27% 73% .

72% .20% 1.86% 11.Strata PHBS Strata PHBS Sehat Pratama Sehat Madya Sehat Utama Sehat Paripurna SCORE 1 13 100 2 Presentase 0.20% 86.

Kemungkinan Determinan Masalah Berdasar Bloom LINGKUNGAN INTER VENSI KETURUNAN/ KEPENDUDU KAN DERAJAT/ STATUS KESEHATAN PERI LAKU PELAYANAN KESEHATAN .

BAB V ANALISA MASALAH DAN ALTERNATIF PENYEBAB MASALAH .

• Metode : kuesioner yang berisi daftar pertanyaan meliputi data umum (identitas subyek penelitian) serta faktor yang mempengaruhi status kesehatan yaitu kependudukan.• SMD telah dilakukan di Dusun Rejoso. . lingkungan. Desa Jambewangi tanggal 19-27 Januari 2012. perilaku dan pelayanan kesehatan. • Dianggap masalah bila persentase < 80%.

• Setelah dilakukan diskusi dengan masyarakat di Dusun Rejoso terdapat 26 masalah yang ditemukan dipadatkan menjadi 8 masalah yang terdiri dari: Masalah fisik • Kepemilikan buku KIA • Tanaman obat • Tempat pembuangan sampah • Langit-langit Masalah non Fisik • PSN seminggu sekali • Merokok • Batuk pilek • Kebiasaan membuang sampah .

seriousness : kegawatannya 3. urgency : mendesaknya 2. potency : sumber daya . growth : perkembangannya 4. • Modifikasi metode ini mengacu pada 4 indikator sebagai berikut: 1.• Masalah fisik dan non fisik diatas kemudian di prioritaskan berdasarkan metode USGP.

Desa jambewangi tanggal 24 Januari 2012 No. Daftar Masalah U 134 43 96 71 S Fisik 77 46 60 56 Non-fisik 1 2 3 4 Kebiasaan merokok PSN Batuk pilek Kebiasaan membuang sampah 82 86 95 88 86 85 92 87 86 85 87 88 59 66 79 79 313 322 353 342 IV III I II G 55 62 89 61 P 76 65 82 65 Jumlah 342 216 327 253 Urutan Prioritas I IV II III 1 2 3 4 Kepemikikan buku kia Tanaman obat Tempat pembuangan sampah Langit-langit .Penilaian prioritas masalah dilakukan oleh 11 orang masyarakat Dusun Rejoso.

Desa Jambewangi Sosialisasi cara pengelolaan sampah di tempat penampungan sampah sementara (TPS) Sosialisasi membersihkan langit – langit rumah menggunakan sapu ± 1 minggu sekali. tentang jenis dan fungsi tanaman obat. Kurangnya pengetahuan tentang tempat penampungan sampah sementara (TPS) Faktor ekonomi warga Dusun  Rejoso termasuk golongan ekonomi menengah ke bawah Kurangnya kesadaran warga dalam membersihkan langit – langit rumah Kurangnya waktu warga Dusun Rejoso dalam membersihkan langit – langit rumahnya. . RENCANA KEGIATAN Melakukan penyuluhan tentang manfaat pentingnya buku KIA 2 Sarana Tempat Pembuangan Sampah    Sosialisasi tentang arisan sampah di Dusun Rejoso. Melakukan kesepakatan arisan sampah dan penyuluhan cara pengelolaan sampah di tempat penampungan sampah sementara (TPS) 3 Langit – langit rumah    Melakukan kesepakatan penjadwalan kerja bakti untuk membersihkan langit – langit rumah. 4 Tanaman Obat Keluarga (TOGA)   Kurangnya lahan kebun untuk  menanam tanaman obat. Kurangnya pengetahuan warga tentang bermacam-macam fungsi Sosialisasi tentang jenis Melakukan pemyuluhan dan fungsi tanaman obat. ke ibu untuk dibaca di rumah PENYEBAB MASALAH Kurangnya lahan pembuangan  sampah Faktor ekonomi warga Dusun Rejoso termasuk golongan ekonomi  menengah ke bawah.NO 1 MASALAH Kepemilikan buku KIA   ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH Kurangnya pengetahuan warga akan  Penyuluhan tentang manfaat dari buku KIA pengetahuan buku KIA Buku KIA di simpan di posyandu setelah ke posyandu sehingga si ibu tidak ada waktu  Buku KIA dikembalikan untuk membaca.

N o MASALAH PENYEBAB MASALAH Kejadian Batuk  Pilek sejak 3 bulan terakhir   Perubahan cuaca/ iklim di Dusun Rejoso.  Kurangnya kepedulian warga untuk menggunakan masker saat bersin Kurang kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempat yang tersedia Kurangnya kesadaran dan  pengetahuan masyarakat akan pentingnya melakukan PSN Kurangnya penjadwalan tim  jumantik ke rumah warga Dusun Rejoso Merokok telah menjadi kebiasaan yang membudaya sejak puluhan tahun Kurangnya perhatian orang tua sehingga anak-anak mereka salah pergaulan anak remaja ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH Penyuluhan pencegahan penularan batuk pilek: Perilaku bersin yang sehat Perilaku hidup sehat dengan membiasakan mencuci tangan sebelum makan Penyuluhan tentang perilaku membuang sampah. Desa Jambewangi Melakukan penyuluhan dampak merokok dari faktor ekonomi Pemberantasan  Sarang Nyamuk  Kebiasaan merokok   . Desa Jambewangi Kurangnya ventilasi rumah  sehingga sirkulasi udara di rumah warga berkurang. Penyuluhan pemberantasan sarang nyamuk Revitalisasi tim jumantik Penyuluhan tentang dampak merokok dari faktor ekonomi RENCANA KEGIATAN Melakukan penyuluhan pencegahan penularan batuk pilek Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya  Melakukan penyuluhan perilaku membuang sampah. Melakukan penyuluhan pemberantasan nyamuk dan revitalisasi tim jumantik di Dusun Rejoso.

BAB VI STRATEGI PENENTUAN INTERVENSI MASALAH .

Langkah-langkah pendekatan masyarakat Pendekatan umum Dukungan politis Pendekatan khusus Pendekatan tokoh masyarakat Diagnosis masalah kesehatan oleh masyarakat Perumusan upaya penanggulangan masalah oleh masyarakat Pelaksanaan kegiatan penanggulangan masalah oleh masyarakat Persiapan petugas Pembinaan dan pengembangan .

. Perumusan tersebut menggunakan tabel 2x2. • Tabel ini bertujuan untuk menentukan prioritas masalah yang dapat dikerjakan terlebih dahulu.• Tahapan intervensi masalah dirumuskan bersama dengan masyarakat dusun Rejoso yang hadir dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) pada tanggal 24 Januari 2012 di balai RW dusun Rejoso.

Mengusulkan pada Pemerintah untuk membangun tempat pembuangan sampah khusus yang jauh dari rumah penduduk Penanaman tanaman obat di setiap perkarangan rumah warga    Tidak Penting Menggalakan kembali program jumantik yang telah ada. Penyuluhan mengenai cara mengurangi kebiasaan rokok. Memberikan pengetahuan tentang jenisjenis tanaman obat beserta fungsinya. KIA setelah ke posyandu - - . Memberikan pengetahuan tentang perilaku bersin yang sehat.    Sulit Pembangunan penampungan tempat sampah sementara. desa Jambewangi Menggalakan kegiatan membersihkan langit-langit rumah seminggu sekali.Tabel Pengelompokan Intervensi Masalah Berdasarkan Kepentingan dan Kemudahannya Penilaian  Mudah \Penyuluhan tentang pengetahuan buku Buku KIA dikembalikan ke ibu untuk dibaca di rumah    Penting  Sosialisasi tentang arisan sampah di dusun Rejoso.

• Kategori ini memberikan gambaran bahwa masalah yanag dihadapi adalah masalah yang penting (sangat berpengaruh pada masyarakat dan lingkungan sekitar) serta mudah ditangani (masyarakat mempunyai potensi untuk menyelesaikan masalah tersebut) .• Kelompok masalah yang dapat diintervensi terlebih dahulu adalah masalah yang tercantum dalam tabel 2x2 kategori penting dan mudah.

menggalakan kembali program jumantik yang telah ada • penyuluhan mengenai cara mengurangi kebiasaan rokok. masalah yang termasuk kategori tersebut adalah • Penyuluhan tentang pengetahuan buku KIA setelah ke posyandu • memberi pengetahuan kepada kader agar tidak mengumpulkan dan memegang buku KIA • sosialisasi tentang arisan sampah di dusun Rejoso. .Sesuai dengan musyawarah masyarakat dusun Rejoso. desa Jambewangi • menggalakan kegiatan membersihkan langit-langit rumah seminggu sekali • memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman obat beserta fungsinya • memberikan pengetahuan tentang perilaku bersin yang sehat.

serta tenaga kerja dan pelaksanaannya tidak rumit . Selain itu dana yang dibutuhkan pun sedikit. waktu yang diperlukan cukup singkat.• Permasalahan yang termasuk kategori penting dan mudah ditangani seperti diatas dapat diselesaikan dalam waktu singkat (jangka pendek) yaitu dalam 1 tahun.

Masalah tersebut bila dibiarkan terlalu lama dapat memberikan dampak negatif dan luas namun dalam penyelesaian masalah tersebut tidaklah mudah. Kriteria sulit disini berarti dalam penyelesaiannya membutuhkan dana yang cukup banyak.• Kelompok masalah yang dapat diintervensi selanjutnya adalah masalah yang terdapat dalam kategori penting dan sulit. waktu yang panjang. tenaga kerja yang banyak dan handal. serta pelaksaanaan yang rumit .

Masalah yang termasuk katagori ini • pembangunan penampungan tempat sampah sementara • pembentukkan tabungan warga untuk pembuatan langit-langit rumah • mengusulkan pada pemerintah untuk membangun tempat pembuangan sampah khusus yang jauh dari rumah penduduk • penanaman tanaman obat di setiap perkarangan rumah warga .Jangka waktu pelaksanaannya pun dikategorikan dalam jangka waktu menengah Dan jangka panjang antara 1-3 tahun dan 3-5 tahun.

dan pelaksanaan yang rumit. dana yang cukup besar. Masalah tersebut tidak memberikan dampak negatif yang terlalu besar dan tidak berdampak luas di masyarakat. namun dalam penyelesaiannya memerlukan waktu lama. Tidak ada alternatif penyelesaian masalah yang termasuk dalam kategori ini. .• Masalah yang diintervensi terakhir adalah masalah yang masuk dalam kategori kurang penting dan sulit. tenaga kerja. Jangka waktu pelaksanaannya adalah lebih dari 3 tahun.

tenaga kerja. • Jangka waktu pelaksanaannya adalah lebih dari 3 tahun.intervensi terakhir adalah masalah yang masuk dalam kategori kurang penting dan sulit • Masalah tersebut tidak memberikan dampak negatif yang terlalu besar dan tidak berdampak luas di masyarakat. dana yang cukup besar. • Tidak ada alternatif penyelesaian masalah yang termasuk dalam kategori ini . namun dalam penyelesaiannya memerlukan waktu lama. dan pelaksanaan yang rumit.

Rencana tujuan kegiatan 3. Rencana tolok ukur yang ingin dicapai . Rencana lokasi pelaksanaan kegiatan 6. Rencana sumber pembiayaan intervensi 7. Rencana kegiatan 2.Setelah menentukan intervensi masalah Membuat rencana pelaksanaan intervensi (POA) : 1. Rencana sumber daya manusia yang akan melaksanakan intervensi 5. Rencana sasaran kegiatan 4.

rencana pelaksanaan intervensi di masyarakat dibagi menjadi tiga yaitu: Rencana Rencana Rencana pelaksanaan pelaksanaan pelaksanaan jangka pendek jangka menengah jangka panjang yaitu kegiatan yaitu kegiatan yaitu kegiatan yang dilaksanakan yang dilaksanakan yang dilaksanakan dalam jangka dalam jangka dalam jangka waktu 1 tahun. waktu 3-5 tahun.Berdasarkan waktu pelaksanaan. waktu 1-3 tahun. .

realisasi pemecahan masalah yang akan dilakukan mahasiswa adalah pemecahan masalah yang termasuk ke dalam rencana jangka pendek. .Sesuai dengan tabel Plan of Action di bawah. Masalah tersebut adalah masalah yang menurut tabel 2x2 masuk ke dalam kategori penting dan mudah. Namun karena ada kendala berupa keterbatasan waktu dan sumber daya maka hanya masalah yang sesuai pendapat masyarakat yang hadir dalam MMD yang akan direalisasikan di masyarakat.

Bab VII Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa dan Intervensi Desa .

00 Informasi hasil tabulasi smtr hasil SMD Menetukan prioritas masalah bdsrkn hasil SMD Menetukan penyebab atas masalah-masalah hasil dari MMD Menentukan alternatif pemecahan atas masalah dng memahami potensi yang ada . Desa Jambewangi Selasa. 24 Januari 2012 Pukul 09.Balai RW Dusun Rejoso .00-14.

Hasil MMD Masalah 1-7 : .Responden yang membaca buku KIA .Responden yg mengetahui ttg kelas hamil .Ibu hamil bawa KIA tiap kali pemeriksaan Masalah 19 : Memiliki kamar jendela tidur Masalah 20 : Memiliki sarana pembuangan Masalah 28 : Melakukan PSN satu kali dalam satu minggu Masalah 18 : Memiliki langit – langit Masalah 21 : Memiliki sarana pembuangan sampah PRT dan lingkungan Masalah 8 : Pemeriksaan sesuai usia kehamilan Masalah 9-12 : .Pilek Membuka jendela kamar tidur Masalah 26 : Melakukan aktifitas fisik 30 menit setiap hari Masalah 13 : Masalah 23 : Buka jendela ruang keluarga Masalah 15 : Responden yg dikeluarganya memiliki pasangan usia subur Masalah 24 : Buang sampah pada tempatnya Tempat rencana melahirkan Masalah 14 : Mendapat 2 kapsul vitamiin A merah Masalah 25 : Pemberian ASI Eksklusif hny s/d usia 6 bulan .Mengerti isi buku KIA .Respon suami thd responden yg mengikuti kelas ibu hamil Masalah 17 : Tanaman TOGA Masalah 27 : Merokok Masalah 22 : Masalah 16 : Batuk .Kepemilikan buku KIA .Respon yg mengetahui ttg yg dibicarakan dlm kelas ibu hamil .Ibu hamil punya KIA .Responden yg mengikuti kelas ibu hamil .

Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya 3. Pemberantasan sarang nyamuk 4. Kejadian batuk pilek sejak 3 bulan terakhir 2. kepemilikan buku KIA Masalah Non-Fisik : 1. Sarana tempat pembuangan sampah 3. Tanaman Obat Keluarga ( TOGA ) . Kebiasaan merokok 4.Masalah : Masalah Fisik : 1. Langit – langit rumah 2.

TOGA ) 3. Tokoh Masyarakatn dan warga dusun Rejoso. kaDer. Diskusi penentuan program intervensi desa. Pembukaan 2.Tempat dan Waktu : Hari / Tanggal : Selasa. KaDus. Ketua Panitia. rokok. Perwakilan Secang I. manfaat TOGA. 24 Januari 2012 Tempat : Balai RW Dusun Rejoso. Sambutan ( Kades. kelas ibu hamil. tempat sampah dan jumantik . penilaian blangko pemecahan masalah oleh peserta MMD 4. Desa Jambewangi Peserta : Perangkat desa. Kadus. etika bersin. tujuan sasaran dan waktu penyuluhan 6. Penyajian masalah penutup Perumusan rencana kegiatan intervensi : Dilakukan oleh kader dan toma beserta mahasiswa FK UPN “veteran” Jakarta untuk pemecahan masalah – masalah kesehatan yg ada adalah diadakannya penyuluhan dengan materi mengenai manfaat buku KIA . Presentasi hasil survey di Dusun Rejoso oleh perwakilan mahasiswa  cara penentuan prioritas. serta mahasiswa FK UPN “Veteran” Jakarta Acara : 1. Breaktime 5. TOMA. penentuan hasil prioritas dan alternatif pemecahan masalah.

Sambutan oleh ketua kelompok ketua secang-grabag 4. 28 Januari 2012 • Tempat : Balai RW Dusun Rejoso. Penutup . kelas ibu hamil. manfaat TOGA. Presentasi oleh perwakilan mahasiswa FK UPN “Veteran” Jakarta mengenai manfaat pentingnya buku KIA. etika bersin. Pembukaan 2. Kepala Dusun. Pembacaan Doa 3. Kepala Daerah. serta mahasiswa FK UPN “Veteran” Jakarta • Acara : 1. tempat sampah dan Jumantik 5. rokok.Laporan Kegiatan Intervensi • Hari / Tanggal : Jumat. Desa Jambewangi • Peserta : Perangkat desa. Tokoh Masyarakat dan warga Dusun Rejoso.

BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN .

KESIMPULAN Kepemilikan buku KIA Tempat pembuangan sampah fisik Langit-langit rumah masalah Tanaman obat keluarga Batuk pilek Non fisik Kebiasaan buang sampah PSN Kebiasaan merokok .

• Dari permasalahan kesehatan tsb dilakukan pemecahan masalah berupa penyuluhan yang memberdayakan masyarkat dalam pentingnya perilaku hidup bersih (PHBS). • Kegiatan yang direncanakan: Penyuluhan tentang manfaat buku KIA Penyuluhan tentang perilaku Bersin Sehat Penyuluhan tentang caraMengurangi kebiasaan merokok .

SARAN Perangkat desa dan tokoh masyarakat • Kepala desa. perangkat dusun dan tokoh masyarakat tetap aktif membina dan menggerakkan warga Dusun Rejoso • Mulai menyadari dan memahami dan menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari Pengelola kesehatan • Meningkatkan frekuensi pemantauan masalah kesehatan Dusun Rejoso • Meningkatkan frekuensi penyuluhan kesehatan untuk menambah wawasan warga Dusun Rejoso • Meningkatkan peran serta Kader kesehatan dalam meningkatkan kesadaran warga .