P. 1
Standar Dan Regulasi Sektor Publik

Standar Dan Regulasi Sektor Publik

|Views: 69|Likes:
Dipublikasikan oleh anasimut
Regulasi Sektor Publik
Regulasi Sektor Publik

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: anasimut on Mar 14, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

Akuntansi sektor publik

Standar dan Regulasi
Kelompok 1 :

Amalia Betaliza Lay 105020300111079 Puspita Nurindah Dewi 105020302111002 Lelyta Dewi Maria P 105020304111001

Latar Belakang

Organisasi sektor publik harus bisa memberikan pertanggungjawaban melalui laporan keuangannya
Perlu dibuat standar akuntansi untuk acuan dan pedoman proses akuntansi dalam organisasi sektor publik.

Standar untuk Akuntansi Sektor Publik IAI Pemerintah IFAC USA PSAK 45  organisasi nirlaba Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) GASB dan FASAB .

Nirlaba – PSAK 45 Perbedaan utama yang mendasar terletak pada cara organisasi memperoleh sumber daya: Nirlaba: ◦ Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. ◦ Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba. departemen dan unit-unit sejenis lainnya. . maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut. ◦ Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis. dan kalau suatu entitas menghasilkan laba. PSAK 45 tidak berlaku bagi lembaga pemerintah.

LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA (PSAK 45) Laporan keuangan organisasi nirlaba terdiri : • Laporan posisi keuangan pada akhir periode laporan Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai aktiva. . kewajiban. • Laporan aktivitas Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi dan menyajikan perubahan jumlah aktiva bersih selama suatu periode. dan aktiva bersih dan informasimengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu.

 Laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. Catatan atas laporan keuangan Tujuan agar para pengguna laporan keuangan bisa mendapatkan informasi yang lengkap: ◦ Kebijakan akuntansi ◦ Rincian data ◦ Penjelasan detail mengenai suatu komponen  .

IPSAS Mengacu pada International Accounting Standards (IAS / IFRS)  IPSAS bukan untuk mengganti standar yang ada di suatu negara. tapi untuk mengembangkan atau merevisi standar yang ada  IPSAS dikembangkan menurut basis akrual  .

Laporan Kinerja Keuangan (Statement of Financial Performance). dan Catatan atas Kebijakan Akuntansi dan Catatan atas Laporan Keuangan (Accounting Policies and Notes to The Financial Statements).Laporan Keuangan IPSAS      Neraca (Statement of Financial Position). Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement). Laporan Perubahan dalam Aset Bersih/Ekuitas (Statement of Changes In Net Assets/Equity). .

Governmental Accounting Standard Board .UU dan Perpu .International Monetary Fund .Organisasi profesional lain di berbagai negara  .PSAP  Komite Standar Akuntansi Pemerintah Pusat dan Daerah (KSAP) wewenang untuk menyusun dan menerbitkan PSAP Referensi Materi penyusunan: .Financial Accounting Standard Board .International Accounting Standards Committee .Ikatan Akuntan Indonesia  SAK .International Federation of Accountant  IPSAS .

belanja. pembiayaan dicatat berbasis kas  Aset. dan ekuitas dicatat berbasis akrual Tahun 2008  fully akrual UU 17/2003 Informasi keuangan pemerintahan yang menerapkan PSAP dapat jadi dasar pengambilan keputusan dan terwujud transparansi. hutang.PSAP  Proses transisi menuju basis akrual  pendapatan.   .

6. 4. 5. 2. Praktik akuntansi . Pasar Modal. Laporan Keuangan Sektor Swasta 1. Fokus Finansial Kinerja diukur secara finansial (sebagian besar) Pertanggungjawaban kepada Pemegang saham dan kreditur Berfokus pada organisasi secara keseluruhan Tidak dapat melihat masa depan secara detail Aturan Pelaporan ditentukan UU. Standar akuntansi.Perbandingan Laporan Keuangan Pemerintah Dengan Sektor Swasta Laporan Departemen Pemerintah 1. 3. Fokus Finansial dan Politik Kinerja Diukur secara Finansial dan non finansial Pertanggungjawaban kepada parlemen dan masyarakat luas Berfokus pada bagian-bagian organisasi Melihat kemasa depan secara detail Aturan pelaporan ditentukan departeman keuangan 6. 3. 4. 2. 5.

. sosial maupun politik.PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH Tujuan: Menyajikan info yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi.

No 08 tentang Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan. No 06 tentang Akuntansi Investasi. No 07 tentang Akuntansi Aset Tetap. dan No 11 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian .Laporan Keuangan Instansi Pemerintah Indonesia PP 24/2005 tentang STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP): No 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan No 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran No 03 tentang Laporan Arus Kas No 04 tentang Catatan atas Laporan Keuangan No 05 tentang Akuntansi Persediaan. Perubahan KebijakanAkuntansi. No 10 tentang Koreksi Kesalahan. dan Peristiwa Luar Biasa. No 09 tentang Akuntansi Kewajiban.

LINGKUNGAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN Ciri utama struktur pemerintahan dan pelayanan  Bentuk umum pemerintahan dan pemisahan kekuasaaan  Sistem pemerintahan otonomi dan transfer pendapatan antar pemerintahan  adanya pengaruh proses poltik Ciri keuangan pemerintah  Anggaran sebagai pernyatan publik. target fiskal dan sebagai alat pengendalian  Investasi aset tidak langsung menghasilkan pendapatan  Kemungkinan penggunaan akuntansi dana .

kewajiban dan ekuitas dana pemerintah  Transparansi  memberikan informasi keuangan yang terbuka. jujur. pengelolaan dan pengendalian atas aset. menyeluruh kepada stakeholders  Keseimbangan Antargenerasi  memberikan informasi mengenai kecukupan penerimaan pemerintah untuk membiayai seluruh pengeluaran. dan apakah generasi y.PERANAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH  Akuntabilitas  mempertanggungjawabkan pengelolaan dan pelaksanaan kebijakan sumber daya dalam mencapai tujuan  Manajemen  memudahkan fungsi perencanaan.a.d ikut menanggung beban pengeluaran tersebut .

PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN Masyarakat. investasi. dan lembaga pemeriksa. lembaga pengawas.  . dan  Pemerintah. dan pinjaman.  Para wakil rakyat.  Pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi.

jika menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan . yang terdiri dari:  Pemerintah pusat.  Satuan organisasi di lingkungan pemerintah pusat/daerah atau organisasi lainnya.  Pemerintah daerah.ENTITAS PELAPORAN Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.

PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN Bentuk dan isi laporan pertanggung-jawaban pelaksanaan APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai standar akuntansi pemerintahan. Pasal 32 UUKN . Standar akuntansi pemerintahan disusun oleh suatu komite standar yang independen dan ditetapkan dengan PP setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan dari BPK.

Apabila DPR tidak menyetujui pemerintah menggunakan anggaran tahun lalu. ◦ Pajak untuk keperluan negara berdasarkan UU ◦ Jenis dan harga mata uang ditetapkan dengan UU ◦ Hal keuangan negara selanjutnya diatur dengan UU ◦ Untuk memeriksa tanggung jawab keuangan negara ditetapkan dengan UU. Hasil pemeriksaan diberitahukan kepada DPR .REFORMASI REGULASI KEUANGAN NEGARA Dasar Hukum Keuangan Negara  UUD 45 pasal 23 ◦ Anggaran Pendapatan dan Belanja ditetapkan setiap tahun dengan UU.

Dasar Hukum Keuangan Daerah  Reformasi dan otonomi daerah telah mengubah hubungan pemerintah pusat dan daerah Otonomi membutuhkan pertanggungjawaban  .

Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah PP 6/75 Penyusunan APBD.Era pra Reformasi       UU 5/75 Pengurusan. . Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD. Kepmendagri 900-099 tahun 1980 Manual Keuangan Daerah PP 2/1994  Pelaksanaan APBD UU 18/1997  Pajak dan Retribusi Daerah Kepmendagri 3/1999  Bentuk dan susunan Perhitungan APBD.

standar dan realisasi. target prosentase fisik proyek  .Era pra Reformasi Perhitungan APBD terpisah dari pertanggungjawaban Kepala Daerah  Bentuk laporan perhitungan APBD : ◦ Perhitungan APBD ◦ Nota Perhitungan ◦ Perhitungan Kas dan Pencocokan sisa Kas dan sisa Perhitungan  Pinjaman diperhitungkan sebagai pendapatan daerah  Indikator kinerja Pemda: perbandingan anggaran dan realisasi.

LATAR BELAKANG REFORMASI    Reformasi pengelolaan keuangan negara/daerah menuju tata kelola yang baik Perubahan sistem pemerintahan  hubungan keuangan pusat & daerah Pengawasan oleh stakeholders atas pengelolaan keuangan negara .

BENTUK REFORMASI     Penataan peraturan perundang-undangan. Penataan sistem pengelolaan keuangan negara/daerah. Penataan kelembagaan. dan Pengembangan sumber daya manusia di bidang keuangan .

Reformasi Keuangan Negara UU 17/2003  Keuangan Negara  UU 1/2004  Perbendaharaan Negara  UU 15/2004  Pemeriksaan Keuangan Pengelolaan Keuangan Negara  UU 25/2004  Sistem Perencanaan dan Pembangunan Nasional  UU 15/2004  Pemeriksaan Keuangan Pengelolaan Keuangan Negara  UU 32/2004 menggantikan UU 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah  UU 33/2004 ttg Perimbangan Keuangan antara Pemda dan Pem Pusat menggantikan UU 25/1999  .

58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah PP No. PP No. 6 Tahun 2008 tentang Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah . 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah PP No. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar pelayanan Minimal PP No. 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintahan PP No 3 Tahun 2007 tentang Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Laporan Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah PP No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah PP No. 55 Tahun 2005 tentang Perimbangan Keuangan PP No. 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah PP No. 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.Peraturan Pemerintah Keungan Negara             PP No. 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah PP No. PP No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan BLU.

Peraturan Pelaksana  Keputusan Presiden RI No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 53 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pemberian Pinjaman Daerah dari Pemerintah yang Dananya Bersumber dari Pinjaman Luar Negeri   . 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Peraturan Menteri Keuangan No.

Terima kasih .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->