Anda di halaman 1dari 31

Penyakit Autosom & Gonosom

Ricardo Jonathan Bradford


XII Science / 06 Biology

PENYAKIT AUTOSOMAL RESESIF:


Anemia sel sabit / Sicklemia Albino Phenylketonuria Tirosinosis Alkaptonuria Kretinisme Tay Sach Pseudoxantoma Elasticum Ginjal Polikistik Hipotiroidisme

1. Anemia Sel Sabit / Sicklemia


Penyakit anemia sel sabit disebabkan oleh substitusi suatu asam amino tunggal dalam protein hemoglobin berisi sel sel darah merah. Ketika kandungan oksigen darah individu yang diserang, dalam keadaan rendah (misalnya pada saat berada ditempat yang tinggi atau pada waktu mengalami ketegangan fisik), hemoglobin sel sabit akan mengubah bentuk sel sel darah merah menjadi bentuk

2. Albino
Kata albino berasal dari albus yang berarti putih.Kelainan terjadi karena tubuh tidak mampu membentuk enzim yang diperlukan untuk merubah asam amino tirosin menjadi beta-3,4dihidroksipheylalanin untuk selanjutnya diubah menjadi pigmen melanin. Pembentukan enzim yang mengubah tirosin menjadi melanin, ditentukan oleh gen dominan A, sehingga orang normal mempunyai genotipe AA atau Aa, dan albino aa. Penyebab : gen autosom resesif a Patofisiologi : kelainan akibat kurangnya atau tidak adanya produksi melanin akibat

3. Phenylketonuria
Phenylketonuria merupakan suatu penyakit keturunan yang disebabkan oleh ketidakberesan metabolisme, dimana penderita tidak mampu melakukan metabolisme fenilalanin dengan normal. mempunyai genotip phph (homozigot resesif). Penyebab : gen autosom resesif p Penyebab : defisiensi enzim phenilalanin hidroksilase shg terjadi timbunan phenilalanin Gambaran klinis : saat lahir normal retardasi mental yg berkembang scr bertahap muntah-muntah Hiperaktif

4. Tirosinosis
Penyebab : gen autosom resesif p Defisiensi enzim tirosin transaminase timbunan tirosin Gambaran klinis : Penyakit pada hati Kejang otot Gemetar Kelakuan sering kacau Serangan jantung Pigmen kulit ke arah albino Intelegensia kurang Terapi : batasi makanan yang mengandung phenilalanin

5. Alkaptonuria
Terjadi hambatan pemecahan asam homogensitin (alkapton) sehingga terjadi tumpukan yang dapat mewarnai jaringan seperti tulang rawan dan sendi Alkapton juga diekskresikan melalui urine alkaptonuria urine berwarna gelap (hitam) Penyebab : gen autosom resesif h Gejala : Timbunan alkapton pada tubuh biasanya

6. Kretinisme

Penyebab : gen resesif autosom cc Patofisiologi : tidak terbetuknya tiroksin akibat hambatan perubahan tirosin menjadi tiroksin Gambaran klinis : Tubuh kerdil Hidung lebar, rata Kulit kering, jarak mata jauh Lidah menjulur keluar

7. Tay Sach
Diturunkan secara autosom resesif Mulai tampak pada bayi berusia 6 bulan Gambaran klinis : -Retardasi mental -Buta -Kelainan neurologic

8. Pseudoxantoma Elasticum
PXE adalah suatu penyakit jaringan ikat keturunan yang menyerang kulit, mata dan pembuluh darah. Merupakan suatu penyakit yang diturunkan melalui pola autosom resesif. Gejalanya gambaran kulit yang berbintik-bintik, kelainan mata, goresan angioid (robekan/ retakan tipis pada retina akibat pengapuran serat elastis) Kelainan jantung dan pembuluh darah, klaudikasio intermiten (nyeri tungkai setelah berjalan atau melakukan olahraga berat). Bisa terjadi serangan jantung, stroke, dan perdarahan lambung.

9. Ginjal Polikistik
Penyakit ginjal polikistik adalah suatu kelainan genetik yang ditandai oleh pertumbuhan banyak kista seperti anggur yang berisi cairan di ginjal. Kedua ginjal menjadi lebih besar dari waktu ke waktu dan kista kemudian mengambil alih dan merusak jaringan ginjal. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis dan stadium akhir penyakit ginjal.

10. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme pada beberapa kasus disebabkan oleh autoimunitas terhadapa kelenjar tiroid sendiri. Namun, berbeda dengan hipertiroidisme, imunitasnya lebih merusak kelenjar dibanding merangsang produksihormon tiroid yang berlebihan. Awalnya terjadi tiroiditis autoimun, yang menyebabkan kelenjar tiroid membesar karena peradangan. Lalu, keadaan ini mengakibatkan kemunduran

PENYAKIT AUTOSOMAL DOMINAN:


Huntington Polidaktili Retinal Aplasia Osteogenesis Imperfecta Von Willebrands Sindaktili Sindrom Mongoloid / Syndrome Down Dentinogenesis Imperfecta Katarak Anonychia

1. Huntington
Huntington merupakan suatu penyakit karena terjadi degenerasi sistem saraf yang cepat dan tidak dapat balik. Penderita menggelengkan kepala pada satu arah. Huntington disebabkan oleh alel dominan (H). Oleh karena itu, dengan satu alel H saja semua individu yang heterozigot akan mendapatkan Huntington. Individu normal mempunyai alel resesif (hh).

2. Polidaktili
Polydactyly ialah terdapatnya jari tambahan pada satu atau kedua tangan / kaki. Tempat jari tambahan itu berbeda - beda , ada yang terdapat dekat ibu jari dan ada pula yang terdapat dari jari kelingking.

3. Retinal Aplasia
Merupakan kelainan pada mata yang menyebabkan kebutaan sejak lahir. Penyebabnya adalah gen dominan Ra. Penyakit ini ditemukan 10 % dari kasus kebutaan.

4. Osteogenesis Imperfecta
Merupakan penyakit autosom dominan. OI yaitu suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi sangat rapuh. Penyebabnya yaitu karena adanya kerusakan pada gen yang memproduksi kolagen tipe I.

5. Von Willebrands
Diturunkan secara autosom dominan. Penyebabnya adalah kekurangan faktor von willebrands. Dibentuk di sel endotel dan megakariosit.

6. Sindaktili
Sindaktili merupakan kelainan jari berupa pelekatan dua jari atau lebih sehingga telapak tangan menjadi berbentuk seperti kaki bebek atau angsa (webbed fingers). Dalam keadaan normal, ada sejumlah gen yang membawa perintah kepada deretan sel di antara dua jari untuk mati, sehingga kedua jari tersebut menjadi terpisah sempurna. Pada kelainan ini, gen tersebut mengalami gangguan. Akibatnya, jari-jari tetap menyatu dan tidak terpisah menjadi lima jari. Jari yang sering mengalami pelekatan adalah jari telunjuk dengan jari tengah, jari tengah dengan jari manis, atau ketiganya. Sindaktili terjadi pada 1 dari 2.500 kelahiran.

7. Sindrom Mongoloid / Down Syndrome


Anak-anak penderita syndrome mongoloid atau down's syndrome memiliki keterlambatan pada hubungan sosial, motorik, serta kognitifnya, sehingga dapat dikatakan bahwa anak ini mengalami keterlambatan pada semua aspek kehidupannya. Tetapi anak yang menderita penyakit sindrom down memiliki tingkatan yang berbeda beda, yaitu dari tingkatan yang tinggi hingga yang paling rendah. Pada segi intelektualnya anak sindrom down dapat menderita retardasi mental tetapi juga ada anak dengan itelejensi normal, tetapi kebanyakan anak dengan sindrom down memiliki retardasi dengan tingkat rindgan

8. Dentinogenesis Imperfecta
Dentinogenesis imperfekta merupakan penyakit yang diturunkan secara autosomal dominan yang terjadi dengan perbandingan 1:8.000 kelahiran. Penyakit ini merupakan kelainan genetis yang ditandai oleh keadaan tulang gigi berwarna putih seperti susu.

9. Katarak
Merupakan kerusakan pada kornea mata. Katarak dikendalikan oleh gen dominan K. Penderita ini bergenotipe KK atau Kk. Katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi,

10. Anonychia
Anonychia adalah kelainan pada sebagian jari, sehingga pada jari tidak terdapat kuku. Hal ini disebabkan oleh gen dominan Ac, sedangkan alelnya ac tidak menimbulkan kelainan (nornal).

PENYAKIT GONOSOM RESESIF:


Buta Warna Hemofilia

Hipertrikosis
Anodontia

1. Buta Warna
Buta warna juga merupakan salah satu jenis penyakit genetika yang bisa diturunkan. Buta warna terjadi sebagai akibat disfungsi atau ketiadaan subtipe (konus) fotoreseptor yangdistimulasi oleh cahaya merah, hijau, atau biru sehingga bisa menyebabkan kesulitan membedakan warna tertentu. Buta warna yang disebabkan oleh defisiensi salah satu subtipe konus ini sering kali mengenai konus merah atau hijau. Buta warna diderita oleh seseorang semenjak

2. Hemofilia
Hemofilia adalah penyakit yang disebabkan oleh terhambatnya proses pembekuan darah. Oleh karena itu, bila seseorang mengidap penyakit ini bila terluka akan memiliki resiko kehabisan darah dan bisa berakibat kematian. Penyakit hemofilia menyebabkan tidak terbentuknya faktor antihemofilia yang berfungsi untuk pemecahan trombosit menjadi trombokinase pada proses pembekuan darah. Gen penyebab hemofilia ini terkait dengan gonosom X dan bersifat resesif. Penyakit hemofilia ini pertama kali diamati oleh keluarga kerajaan di Eropa dimana perkawinan antara Ratu Victoria

3. Hipertrikosis
Hipertrikosis adalah penyakit berupa pertumbuhan rambut yang berlebihan pada tempat atau bagian yang tidak semestinya. Penyakit ini jarang terjadi pada anak. Penyakit ini bisa bersifat setempat atau menyeluruh serta permanen atau sementara. Pertumbuhan rambut pada penyakit hipertrikosis mengikuti pola nonandrogenik dan dapat terjadinpada pria maupun wanita. Pengobatan penyakit hipertrikosis bisa menggunakan cara elektrolisis namun kendalanya sangat lama sehingga penderita seringkali memilih jenis pengobatan yang lebih singkat dengan menggunakan metode bleaching rambut atau

4. Anodontia
Adalah kelainan yang dibawa oleh kromosom X dan muncul dalam keadaan resesif.kelainan ini menyebabkan penderita tidak memiliki gigi (ompong)

PENYAKIT GONOSOM RESESIF:

penyakit gigi coklat akibat kurang email

1. Gigi Coklat
Gigi yang kurang email biasanya berwarna coklat dan mudah rusak. Kelainan genetis ini ditentukan oleh gen dominan B yang terpaut kromosom X.