Anda di halaman 1dari 8

PAKET PEMBELAJARAN AKTIVITAS BERCERITA DORA THE EXPLORER PADA ANAK USIA TODDLER DENGAN PENYAKIT RUBELLA

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Anak I

Oleh: Dwi Lismayanti P.17420110009

PROGRAM SUDI DIII KEPERAWATAN SEMARANG JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG 2012

PAKET PEMBELAJARAN AKTIVITAS BERCERITA DORA THE EXPLORER PADA ANAK USIA TODDLER DENGAN PENYAKIT RUBELLA

1. Abstrak Berpijak dari kesukaan yang dilakukan oleh anak-anak yaitu bermain, mereka harus tetap diberikan kegiatan yang tepat dalam kondisi apapun. Meskipun anak sedang dalam kondisi sehat maupun sakit sekalipun. Kegiatan yang diberikan sebaiknya dituangkan dalam bentuk permainan, hai ini berdasarkan teori yang mengatakan bahwa anak akan lebih mengerti sesutau melalui permainan yang ia sukai. Meskipun anak harus terus berada di dalam rumah karena kondisi penyakit yang sedang ia derita, orang tua maupun tenaga kesehatan tetap bisa memberikan pembelajaran dan pengertian akan kondisinya. Hal ini sesuai dengan fungsi permainan sebagai terapi. Therapeutic play merupakan pedoman bagi tenaga tim kesehatan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikososial anak selama hospitalisasi. Dapat membantu mengurangi stres, memberikan instruksi dan perbaikan kemampuan fisiologis (Vessey & Mohan, 1990 dikutip oleh Supartini, 2004). Untuk anak usia toddler yang sedang dalam masa imitatif atau meniru, bisa dilakukan kegiatan bercerita tentang tokoh animasi yang ia sukai.
Mendengarkan cerita tokoh animasi bagi anak merupakan hal yang sangat menyenangkan. Karena dari mendengarkan cerita tersebut secara otomatis anak akan ikut membayangkan kejadian yang terjadi dalam cerita. Mereka biasanya larut dalam cerita serta mengimajinasikan tokoh yang diceritakan. Apabila tokoh-tokoh yang ada dalam cerita digambarkan dengan menarik, anak akan cenderung mengikuti atau meniru tingkah laku tokoh tersebut. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu paket pembelajaran yang mendukung kondisi anak sekaligus menstimulus tahap perkembangannya.

2. Tujuan paket pembelajaran a. Tujuan Umum Memberikan kegiatan yang menyenangkan ketika anak harus diisolasi karena penyakit yang diderita serta menghindari kerusakan integritas kulit pada anak. b. Tujuan Khusus Melanjutkan tumbuh kembang anak. Anak mampu mengembangkan kreativitasnya. Anak mampu beradaptasi dengan kondisi tubuhnya. Mengelola rasa takut dan cemas. Media komunikasi perawat anak keluarga. Meningkatkan penyembuhan. Perkembangan sensori motorik. Perkembangan intelektual. Perkembangan kreativitas koping yang efektif untuk mempercepat

3. Dasar pembuatan paket pembelajaran Mengerti akan adanya kondisi anak yang harus diisolasi karena penyakit yang diderita, perawat tertarik untuk membuat paket pembelajaran dengan bercerita namun tetap memperhatikan prinsip bermain di dalam ruangan yaitu energi yang dikeluarkan harus seminimal mungkin, waktunya singkat, sederhana, tidak boleh bertentangan dengan pengobatan yang diberikan pada anak, menjaga kemanan dan mempertimbangkan kemungkinan terjadi infeksi silang. Kelebihan dari kegiatan bercerita ini adalah aman, sederhana, dapat dilakukan sewaktuwaktu dan anak tidak mudah lelah karena harus menjaga kesehatannya. Selain itu anak usia toddler yang sedang mengembangkan kemampuan menirunya akan lebih tertarik dengan kegiatan yang ada dalam paket pembelajaran.

4. Alasan pemilihan paket pembelajaran Anak usia toddler dengan penyakit Rubella seharusnya melakukan permainan yang tidak mengeluarkan energi agar anak tidak mudah lelah. Selain itu anak juga melakukan kegiatan ini di dalam rumah. Salah satu contoh permainan yang tidak membutuhkan banyak energi adalah mendengarkan cerita tokoh animasi yang ia sukai. Mendengarkan cerita sambil mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh tokoh dalam cerita tersebut akan sangat menarik bagi anak. Mereka tidak akan cepat bosan karena mengikuti alur cerita sampai selesai. Bahkan anak usia toddler akan cenderung untuk meminta diceritakan kembali ketika cerita tersebut sudah selesai. Pada kasus Rubella ada kecenderungan anak untuk menggaruk kulitnya serta penularan lewat penyakit udara, oleh karena itu dalam paket pembelajaran yang perawat buat kali ini akan memasukkan intervensi mengenakan sarung tangan serta masker dalam bentuk peniruan terhadap tokoh cerita. 5. Overview isi modul/paket Bahan paket pebelajaran bercerita dan meniru: Buku gambar Pensil warna Kaos kaki Sarung tangan Masker Lem Mata boneka Pensil Penghapus Penggaris

Adapun tujuan dari pembelajaran bercerita dan meniru ini adalah: Meningkatkan kecerdasan anak

Mengembangkan kemampuan tahap belajar anak usia toddler yaitu imitasi Membelajarkan kepada anak tentang kondisi sakit dan yang harus dilakukan ketika sakit

6.

Sasaran audience Anak dengan penyakit Rubella yang harus beristirahat di rumah atau di rumah sakit.

7. Dasar Teori a. Belajar menurut kelompok usia toddler Bermain merupakan cerminan kemampuan fisik,

intelektual, emosional, dan social dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain, anak-anak akan berkata-kata (berkomunikasi), belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan, melakukan apa yang dapat dilakukannya, dan mengenal waktu, jarak serta suara (Wong, 2003). Menurut Supartini (2004), ada beberapa faktor yang mempengaruhi anak dalam bermain yaitu: 1. Tahap perkembangan anak Aktivitas bermain yang tepat dilakukan anak yaitu harus sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak, karena pada dasarnya permainan adalah alat stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. 2. Status kesehatan anak Untuk melakukan aktivitas bermain diperlukan energi bukan berarti anak tidak perlu bermain pada saat anak sedang sakit. Anak yang bermain dengan cara toodler adalah anak yang bermain secara spontan, dan bebas bermain dan berhenti sesukanya. Disamping itu karena Kondisi motorik masih kurang

sehingga anak sering merusak alat - alat permainannnya. Perlu diingatkan juga bahwa anak memilih autonomi dan kemandirian, sehingga penting diperhatikan keamanan atau keselamatannya antara lain alat-alat permainan yang runcing, tidak menimbulkan keracunan (cat), karakteristik pada masa toodler adalah paralel play dan solitary play Anak usia toddler sedang senang untuk meniru (imitasi). Mereka akan meniru hal-hal yang dilakukan seseorang, misalnya orang tua dan saudara. Tidak jarang anak juga meniru tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, misalnya tokoh pahlawan super. Sedangkan bermain pada usia toddler bertujuan untuk: Melatih imajinasi/fantasi anak Melatih melakukan kegiatan sehari-hari Melatih kegiatan mendorong-menarik Mengembangkan kemampuan untuk menirukan kegiatan Melatih motorik halus-kasar Meningkatkan kecerdasan anak Jenis permainan: Alat permainan yang dapat ditarik/didorong, genderang, balokbalok besar, kardus besar, buku bergambar, kertas untuk coratcoret, pensil warna, permainan alat rumah tangga, buku cerita gambar dengan kaa-kata yang sederhana. b. Penyakit Rubella pada usia toddler Rubella atau yang lebih sering disebut sebagai Campak Jerman, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus (Corwin, 2001). Rubella dapat menyerang siapa saja. Meskipun penderita rubella tidak menunjukkan gejala klinis selama 14 hingga 21 hari, namun virus ini sudah bersarang di tempat-tempat seperti tenggorokan, bulu hidung,air seni dan kotoran manusia. Penyakit ini biasanya menyerang bagian saluran pernapasan atau dalam tenggorokan. Dapat ditularkan melalui udara, ludah, kontak kulit maupun kotoran manusia.

Infeksi rubella dapat menimbulkan panas berkisar antara 37,2 hingga 37,8 derajat celcius selama 2 hingga 3 hari, adanya pembengkakkan kelenjar getah bening, biasanya di bagian belakang leher atau di belakang telinga. Timbul ruam yang dimulai pada wajah dan menyebar ke bawah. Ruam rubella dapat terlihat seperti kebanyakan ruam virus lainnya. Ini muncul sebagai bintik merah, yang dapat bergabung dan membentuk bercak berwarna merata. Bintik ini dapat terasa gatal dan terjadi hingga 3 hari. Tidak ada pengobatan khusus. Sebenarnya penderita mungkin hanya merasa kurang sehat, hanya diperlukan istirahat di rumah dengan kasih sayang dan simpati yang cukup. 8. Petunjuk penggunaan Permainan ini sangat mudah, anak hanya disuruh duduk di kursi atau di tempat tidur kesayangannya. Kemudian perawat mulai bercerita menggunakan media yang telah dibuat. Dalam buku cerita sederhana tersebut diceritakan petualangan tokoh animasi yaitu Dora yang sedang sakit, seperti biasa Dora melakukan petualangan, dan dalam buku cerita ini digambarkan petualangan Dora mencari benda-benda yang harus ia kenakan ketika sakit yaitu kaos kaki, sarung tangan dan masker. Dalam setiap lembar buku ditempelkan masing-masing benda tersebut yang menggmbarkan seolah-olah Dora telah menemukan benda yang ia cari. Anak akan perawat ajak untuk mengenakan benda-benda seperti yang Dora pakai, dengan demikian anak akan terhindar dari rusaknya kulit akibat penggarukan dan menghindari penularan penyakit karena telah mengenakan masker. Beri anak pujian sambil bernyanyi seperti Dora: Berhasil berhasil Hore, kita telah berhasil menemukan kaos kaki, sarung tangan dan masker agar segera sembuh dan bias bermain bersama temanteman. Berhasil berhasil Hore.

DAFTAR PUSTAKA

Corwin, Elizabeth J. 2001. Handbook of Pathofisiology. Philadelphia: LipponcottRaven Publishers Supartini, Yupi. 2004. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC Wong, Donna L. 2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC